Arsip Tag: Anas Urbaningrum

Putusan MK Soal Pemilu Dipisah, Anas Urbaningrum: Ini Langkah Positif

Lingkar.co – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali membuat gebrakan dengan memutuskan pemilu serentak di Indonesia akan dipisah menjadi dua jenis, mulai tahun 2029. Putusan ini mendapat sambutan positif dari Anas Urbaningrum, yang menilai langkah ini akan membuat demokrasi Indonesia semakin berkualitas.

Menurut Anas, pemisahan pemilu nasional dan daerah justru akan membuat setiap pemilu lebih fokus dan bermakna.

“Pemilu akan lebih fokus isu-isunya. Masalah-masalah nasional akan terangkat maksimal dalam pemilu serentak nasional, khususnya Pilpres,” ujarnya yang dikutip dari pernyataannya di Facebook yang diunggah pada Kamis (26/6/2025).

Ia menambahkan, selama ini pemilu daerah sering kalah saing dengan isu nasional yang lebih besar. Dengan pemilu daerah yang terpisah, isu lokal bisa lebih mendapat perhatian.

Tak hanya itu, Anas juga menilai pemisahan ini akan membuat proses pemilu lebih sederhana dan memudahkan pemilih.

“Para pemilih punya kesempatan lebih luas untuk berpikir dan memilih dengan lebih matang,” katanya.

Namun, Anas mengingatkan bahwa keputusan ini juga membawa tantangan, terutama soal penyesuaian masa jabatan anggota DPRD dan kepala daerah.

“Pengaturan masa jabatan transisi harus dilakukan dengan prinsip demokrasi agar tetap sah dan diterima masyarakat,” jelasnya.

Meski ada tantangan, Anas optimis putusan MK ini membawa angin segar bagi demokrasi Indonesia.

“Saya melihat ini sebagai langkah positif untuk meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi kita. Jadi, putusan MK ini patut disambut baik,” ujarnya. (*)

Hadiri Musda ke-2 KAHMI Pati, Ini Pesan Anas Urbaningrum

Lingkar.coKetua Umum PB HMI periode 1997-1999, Anas Urbaningrum, memberikan suntikan semangat dalam Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pati yang berlangsung di Kedai Perko, Minggu (18/5/2025). Kehadirannya menjadi momentum penting bagi keluarga besar KAHMI dan kader HMI Pati.

Dalam forum tersebut, Anas Urbaningrum tidak hanya hadir sebagai tokoh sentral, tetapi juga memberikan stadium general yang memukau. Ia memaparkan berbagai tantangan kompleks yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Menurutnya, KAHMI dan HMI memiliki peran krusial untuk terlibat aktif dalam menawarkan kontribusi konstruktif dan solusi terbaik bagi bangsa.

“Cara yang paling bertanggung jawab secara moral bagi keluarga besar KAHMI dan HMI adalah dengan menjadi bagian dari solusi masa depan bangsa,” tegas Anas.

Ia menekankan bahwa HMI dan KAHMI senantiasa hadir dalam setiap perkembangan penting bangsa, dan kehadirannya selalu relevan bagi umat dan masa depan Indonesia.

“HMI dan KAHMI hadir sebagai bagian dari umat, sebagai komunitas yang peduli terhadap masa depan republik. Oleh karena itu, KAHMI akan terus relevan dalam memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anas Urbaningrum menyampaikan pesan khusus kepada HMI Pati. Ia berharap agar HMI di Pati dapat tumbuh kuat, berkembang, dan menjadi gerakan mahasiswa yang aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Pati memiliki potensi yang besar, termasuk potensi mahasiswa yang cukup signifikan. HMI Pati, inilah saatnya untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi kekuatan nyata yang memberikan dampak positif bagi daerah,” katanya.

Diketahui, selain Anas, Sekretaris Jenderal Majelis Nasional (MN) KAHMI Syamsul Qomar dan perwakilan Majelis Wilayah (MW) KAHMU Jateng juga akan hadir memberikan arahan strategis dan dukungan penuh terhadap jalannya Musda. (*)

Penulis: Miftah

Musda ke-2 KAHMI Pati Akan Hadirkan Anas Urbaningrum

Lingkar.co – Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Pati akan digelar di Kedai Perko pada Minggu, 18 Mei 2025. Musda kali ini akan menghadirkan Ketua Umum HMI periode 1997-1999, Anas Urbaningrum, sebagai pembicara utama dalam stadium general dengan tema “Peran dan Posisi KAHMI: Meninjau Kondisi Ekonomi, Sosial, dan Politik di Era Digital.”

Selain Anas, Sekretaris Jenderal Majelis Nasional (MN) KAHMI, Syamsul Qomar, juga akan hadir memberikan arahan strategis dan dukungan penuh terhadap jalannya Musda.

Ketua panitia Musda, Arif Hidayatullah, menjelaskan bahwa inti acara ini adalah memilih presidium baru KAHMI Pati dan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) untuk masa bakti lima tahun ke depan.

“Musda ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ajang konsolidasi dan refleksi untuk menentukan arah organisasi ke depan. Kami ingin KAHMI Pati semakin solid dan relevan, mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era digital yang memengaruhi hampir semua aspek kehidupan,” ujar Arif, Kamis (15/5/2025).

Arif menambahkan, “Dengan kehadiran tokoh nasional seperti Pak Anas Urbaningrum, kami berharap seluruh peserta dapat termotivasi untuk memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. Musda ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar alumni dan memperkuat sinergi dalam berbagai bidang.”

Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Pati, Bogi Yulostianto menjelaskan Musda merupakan mekanisme organisasi yang rutin dilaksanakan dalam setiap periodesasi kepengurusan KAHMI.

“Jadi, Musda KAHMI yang kedua ini akan menjadi ajang untuk memilih presidium MD KAHMI Pati beserta pengurusnya. Selain itu, kita juga akan membahas program kerja dan rekomendasi yang akan menjadi pedoman selama lima tahun ke depan,” ujar Bogi.

Lebih lanjut, Bogi menyampaikan kehadiran Kakanda Anas Urbaningrum dalam acara Musda diharapkan dapat memperkuat ghiroh teman-teman KAHMI Pati agar selalu solid, menumbuhkan rasa kekeluargaan, serta mempererat silaturahmi di antara anggota KAHMI.”

“Mudah-mudahan Musda KAHMI Pati ini menghasilkan keputusan yang diharapkan semua pihak tanpa adanya konflik, dan menjadikan Musda ini sebagai tatanan organisasi yang lebih baik daripada sebelumnya,” harapnya.

Ia juga berharap Musda ke-2 KAHMI Pati ini diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang visioner dan langkah-langkah strategis yang aplikatif, sehingga dapat membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi, sosial, dan politik di wilayah Pati dan sekitarnya.

“Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, KAHMI Pati siap menghadapi tantangan era digital dan terus berperan aktif dalam pembangunan nasional,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftah

Sahur Bersama di Unissula, Anas Urbaningrum Tegaskan Semangat Perjuangan Aktivis Tidak Pernah Selesai

Lingkar.co – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menegaskan, perjuangan aktivis tidak akan pernah berhenti hanya pada memikirkan dirinya sendiri.

“Tetapi yang mengikat kita di tempat ini adalah ikatan tempat spirit perjuangan, bahwa kita semua, para aktivis tidak pernah selesai dengan diri kita sendiri,” ujarnya.

Hal itu terungkap ketika ia berbicara dalam Sahur Bersama Anas Urbaningrum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/4/2023).

Sebaliknya, ia menilai tugas aktivis baru akan selesai ketika sudah memikirkan bangsa dalam keislaman dan keindonesiaan.

“Kita para aktivis, baru akan selesai ‘ketika kita memikirkan urusan-urusan orang banyak’, memikirkan urusan publik, memikirkan urusan kalau dalam bahasa himpunan (HMI) urusan umat dan bangsa, urusan keislaman dan keindonesiaan, urusan merdeka dan Allahu Akbar,” kata Anas Urbaningrum disambut tepuk tangan hadirin.

Ia lantas jelaskan yang ia maksud, bukan merdeka yang bertempur dengan Allahu Akbar. Bukan Allahu Akbar yang bertabrakan dengan merdeka karena pada dasarnya merdeka itu pernyataan kemerdekaan.

“Yang besar itu hanya Allah, yang besar itu bukan kekuasaan zalim, yang besar itu bukan kekuasaan yang menindas, yang besar bukan kekuasaan yang dioperasikan dengan cara yang ugal-ugalan,” tegasnya.

Menurutnya, yang besar itu hanya Allah dalam para aktivis yang ingin bekerja untuk kebaikan-kebaikan negeri ini.

“Pasti merasa apapun tantangannya, termasuk kalau dulu belajar dengan temen-temen yang agak kanan itu termasuk thoghut itu kecil,” ucapnya.

Ia pun menerangkan alasan menggunakan diksi tersebut karena terkadang terminologi tersebut masih relevan pada saat tertentu.

“Saya memakai terminologi itu (thoghut) untuk mengingatkan bahwa kadang-kadang terminologi itu masih relevan, tetapi bukan untuk menunjukkan itu tadi bahwa merdeka itu berhadap-hadapan dengan Allahu Akbar, sama sekali tidak, apalagi konteks Indonesia,” paparnya.

Ia pun menjabarkan bahwa Indonesia adalah negeri yang mendapat anugerah kekayaan alam, kemajemukan budaya yang hanya bisa dikelola dengan memahami dan menyadari spirit kemajemukan itu.

“Sebaliknya kalau tidak ada kesadaran tentang kemajemukan itu, tentu pengelolaan negeri ini, siapapun yang mengelola akan mudah jatuh kepada keadaan yang mengarah pada compang-camping,” katanya.

“Karena itu sesungguhnya kesadaran pluralisme kesadaran kemajemukan itu menurut hemat saya juga jadi spirit keislaman, spirit himpunan dan nyambung persis ke idelogi keindonesiaan,” sambungnya.

Pada kesempata itu, Anas juga mengakui dirinya tidak asing dengan kampus Islam yang ada di Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang.

“Unissula tidak asing buat saya, karena ketika pertemuan mahasiswa waktu itu, yang saya ingat Pak Rektor, kampusnya belum seperti ini,” kenangnya.

Lebih jauh ia mengingat kenangan yang dirasa cukup lucu. Yakni, kondisi kampus yang tidak memiliki air bersih yang cukup untuk kran air wudu masjid, dan kamar mandi.

“Saya minta maaf pada Pak Jawade, pada waktu itu, kadang-kadang airnya agak susah,” sontak candaan tersebut disambut tawa oleh semua yang hadir.

“Artinya belum makmur. Nah sekarang dengan rektor baru tapi didahului oleh (Rektor) yang lama dan didoakan oleh Direktur Monas Institute, kampus ini menjadi kampus yang menjulang tinggi di Jawa Tengah dan di Indonesia,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, ia juga tidak menduga jika kegiatan sahur bersama bisa diikuti peserta yang banyak. Karena menurutnya, bangun pagi dan berkumpul bersama untuk kegiatan tersebut terbilang sudah cukup susah.

Ingatkan Tujuan Merdeka

“Yang kedua saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus, saya sungguh tidak menduga ternyata yang datang pada sahur bersama ini kok banyak ya Pak Rektor,” ucapnya.

Sejalan dengan kata kemakmuran, Anas juga menyinggung sedikit tentang tujuan perjuangan bangsa Indonesia merdeka.

“Yang setelah kita merdeka cukup lama, sejak tahun 45, tapi sebagian dari semangat, sebagian dari janji kemerderkaan itu masih agak jauh,” ujarnya.

“Tetapi agak jauh itu bukan alasan untuk pesimis, agak jauh itu realitas, itu kenyataan, agak jauh itu menjadi tantangan untuk yang muda-muda,” pesannya.

Oleh karena itu ia mengingatkan pentingnya menjaga tradisi aktivis dan intelektual dalam dinamika mencari ilmu sebagai mahasiswa.

Ia tegaskan, intelektual sebagai peralatan minimal yang harus dipunyai oleh seorang aktivis.

“Karena cara itu untuk mendekati persoalan-persoalan yang ada di negeri ini. Kalau tidak, kita akan ketinggalan dalam kompetisi ini, bukan hanya makin ketinggal dalam kompetisi dalam negeri, apalagi kompetisi di tingkat internasional,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyadari untuk saat ini tidak bisa berlama-lama dalam forum diskusi ilmiah. Sebab, ia berharap masih ada agenda di Semarang pada lain kesempatan.

“Saya tidak ingin kehilangan rasa bijak karena saya sudah sangat lama tidak berada di forum seperti ini, sembilan tahun tiga bulan,” ucap Anas. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Sahur Bersama di Unissula, Anas Urbaningrum Ajak Jaga Tradisi Intelektual Aktivis

Lingkar.co – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum berpesan kepada para mahasiswa untuk tetap menjaga tradisi intelektual yang lazim dilakukan para aktivis mahasiswa.

“Saya ingin mengingatkan sekaligus mengajak para adik-adik menghidupkan tradisi aktivis, tradisi intelektual di HMI,” kata Anas.

Ia menyatakan hal itu setelah mengaku tergetar mendengar pidato Rektor Unissula dalam Sahur Bersama Anas Urbaningrum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/4/2023).

“Karena saya sudah agak lama di ‘pesantren kehidupan’ yang keren, padahal namanya saja Lapas Sukamiskin,” ucapnya dengan disambut tawa seisi ruangan.

“Biar keren ya pesantren kehidupan, ya dikasih jubah dikitlah,” sambungnya.

Setelah menyelingi candaan tersebut, ia langsung melanjutkan paparan pentingnya tradisi aktivis dan intelektual kalangan mahasiswa.

“Tapi inti dari tradisi itu (aktivis dan intelektual) adalah semangat untuk berfikir bebas, semangat untuk mendayagunakan anugerah akal budi yang bisa mengelola untuk pengertian-pengertian tentang keadaan-keadaan yang kita hadapi,” ungkapnya.

Ia tekankan, kemampuan dalam memahami merupakan bekal untuk menjadi kader yang berguna bagi bangsa.

“Dan dengan pengertian tentang keadaan itu kemudian bisa tampil kontributif bagi bangsa ini,” ucapnya.

“Komitmen keindonesiaan itu hanya yang bisa digerakkan oleh aktivis-aktivis, terutama aktivis himpuan dan aktivis apapun latar belakangnya, aktivis Cipayung plus,” lanjutnya.

Ia meyakinkan para kader dan alumni HMI untuk yakin dengan kapasitas dan kapasitas diri dalam berjuang menyelesaikan persoalan kebangsaan yang ada.

“Karena dengan kapasitas dengan kecakapan intelektual itu kita punya semacam peralatan berfikir peralatan intelektual untuk menyelesaikan masalah-masalah yang hadir menyertai dinamika kehidupan nasional kita, termasuk kehidupan daerah-daerah, di wilayah-wilayah,” kata Anas Urbaningrum.

Sejalan dengan hal itu, ia pun berpesan untuk fokus dalam mengikuti kaderisasi, tidak terlena untuk menghabiskan waktu belajar untuk berpacaran. Ia jabarkan tatanan untuk menjadi mahasiswa yang berkualitas dengan membagun 3 tradisi.

Pertama, ia minta untuk menguatkan tradisi baca. Lebih memilih buku atau pacaran merupakan pilihan. Selanjutnya, Anas menyebut tradisi menulis artikel.

“Tradisi tulis yang bagus itu lahir dari tradisi baca yang bagus. Kalau bacaan kita cukup maka tulisan kita juga bagus,” ujarnya.

“Kalau tradisi baca kita bagus, tradisi tulis kita bagus, maka tradisi debat kita juga bagus,” sambungnya.

Menurutnya, BCD (baca, tulis, debat) di kalangan aktivis merupakan tradisi untuk membangun intelektual mahasiswa.

“Kalau dasarnya adalah baca tulis maka debatnya juga debat yang bermutu, berkualitas. Kalau tradisi baca tulisnya kurang, maka debatnya pasti ya debat kusir,” ingatnya.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Simpatisan Anas Urbaningrum: Harusnya SBY Minta Maaf

Lingkar.co – Presiden ke-6 RI, sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), disarankan meminta maaf kepada Anas Urbaningrum.

Hal itu ditegaskan oleh Koordinator Nasional (Kornas) Sahabat Anas Urbaningrum (AU), Muhammad Rahmad, dalam keterangan tertulisnya kepada Lingkar.co, Selasa (11/4/2023).

“Saya percaya, Pak SBY sebetulnya orang baik yang bersedia minta maaf kepada Mas Anas,” ucap Rahmad.

“Saya juga yakin, Mas Anas akan membuka pintu maaf untuk Pak SBY,” sambungnya.

Pernyataan Rahmad itu juga membalas ucapan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, yang meminta Anas Urbaningrum meminta maaf kepada SBY setelah bebas dari penjara.

Diketahui, Anas Urbaningrum, bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada hari ini, Selasa (11/4/2023).

Rahmad juga membantah pernyataan Andi Arief yang menilai Anas Urabaningrum telah membuat karam Partai Demokrat pada masa kepemimpinannya.

“Saat Mas Anas memimpin Partai Demokrat, elektabilitas Partai berada diposisi 32 persen. Elektabilitas Partai tertinggi saat itu,” tegas Rahmad.

Dia mengatakan, saat Anas Urbaningrum memimpin Demokrat, publik menilai partai besutan SBY itu sangat demokratis.

“Saat itu, Demokrat juga dinilai publik sebagai partai yang sangat demokratis,” ucap Rahmad.

Menurutnya, permintaan maaf itu lebih layak disampaikan SBY karena telah berupaya menggusur Anas Urbaningrum dari pimpinan Partai Demokrat, hingga berujung proses hukum.

“Masih ingat pidato Pak SBY yang ditujukan khusus ke KPK dari Jeddah? Yaitu agar KPK segera menetapkan status Mas Anas,” ucap Rahmad.

“Jika salah katakan salah. Jika tidak salah, tolong dijelaskan kenapa tidak salah,” sambungnya.

SBY Bikin Demokrat Terpuruk

Selain itu, Rahmad juga menilai, SBY pula yang membuat Partai Demokrat terpuruk pada Pemilu 2014.

Bahkan kala itu, perolehan suara Demokrat terendah sepanjang sejarah disaat SBY jadi Ketua Umum pada 2014 dan 2019.

“Pak SBY pula yang mengaramkan kapal Partai Demokrat. Awalnya hanya dibocorkan,” ucap Rahmad.

“Berharap, setelah Anas berhasil digusur, Pak SBY bisa tampil sebagai pahlawan yang menyelamatkan kapal Partai Demokrat,” sambungnya.

Namun, kata Rahmad, perkiraan SBY meleset. Partai Demokrat terpuruk. Perolehan suara Demokrat terendah sepanjang sejarah di Era SBY.

“Karena itu, sudah seharusnya, SBY mohon ampun kepada Allah SWT dan minta maaf ke Mas Anas,” kata Rahmad.

“Minta maaf pula kepada pendiri dan kader kader Partai Demokrat,” sambungnya.

Ia pun bersedia menjadi penghubung untuk menyampaikan permintaan maaf SBY kepada Anas Urbaningrum.

“Saya bersedia menjadi penghubung dan menyampaikan pesan khusus itu kepada Mas Anas, jika Pak SBY berniat minta maaf,” pungkas Rahmad.

Sebagaiman diketahui, Anas Urbaningrum bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada siang ini Selasa (11/4/2023).

Mantan Ketua Umum Demokrat itu, mendekam di penjara karena divonis bersalah dalam kasus proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang 2010-2012.

Anas dihukum delapan tahun penjara dalam kasus tersebut di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Selain dihukum delapan tahun bui, hak politik Anas juga dicabut. Ia dilarang dipilih selama lima tahun sejak bebas dari penjara.

Pernyataan Andi Arief

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, meminta Anas Urbaningrum meminta maaf secara terbuka kepada SBY.

Selain kepada SBY, Andi Arief juga menyarankan Anas meminta maaf kepada Partai Demokrat.

Ia menilai, lingkungan politik akan menjadi salah satu yang menentukan, sehingga harus diawali dengan hati yang bersih.

Andi Arief juga tidak menampik setiap orang punya masa lalu yang kelam. Lantas, ia menyarankan Anas Urbaningrum untuk meminta maaf.

“Sebagai sahabat, saya menyarankan AU (Anas Urbaningrum) memilih meminta maaf terbuka kepada bapak SBY dan seluruh kader demokrat yang hampir karam saat dipimpinnya,” ucapnya, Senin (10/4/2023).

“Mungkin di situlah hati yang bersih akan muncul,” sambung Andi Arief.

Ia pun berharap lingkungan politik setelah Anas keluar dari penjara menjadi pilihan.

“Semoga lingkungan politik setelah keluar dari Sukamiskin yang menjadi pilihan adalah yang bersih hati, pikiran, dan tindakan,” pungkas Andi Arief.*

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling