Arsip Tag: SAR Semarang

Truk Muatan Kayu Oleng, Tabrak Empat Kendaraan di Wonosobo, Dua Orang Tewas

Lingkar.co – Kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Kertek–Parakan, Kabupaten Wonosobo, Rabu (8/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut terjadi tepatnya di wilayah Kali Kuto, Candimulyo, Kertek. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat sebuah truk dump Hino bernomor polisi B-9587-XX bermuatan kayu sengon melaju dari arah Parakan.

Diduga truk mengalami oleng hingga melewati batas jalan dan masuk ke jalur berlawanan. Akibatnya, kendaraan tersebut menabrak empat kendaraan dari arah berlawanan, yakni truk dump Canter, truk bak kayu Canter, mobil pick up jenis APV, serta satu unit sepeda motor.

Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius. Pengendara sepeda motor bahkan terpental dan tertindih kendaraan, sementara sopir truk bak kayu terjepit bodi kendaraan hingga memerlukan evakuasi khusus.

Kepala Kantor SAR Semarang, , mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dari Pos SAR Wonosobo setelah menerima laporan kejadian.

“Kami mendapatkan informasi kecelakaan pagi tadi, terdapat korban terjepit sehingga membutuhkan penanganan khusus. Tim segera kami kirim untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan ekstrikasi dengan membelah bodi truk guna mengeluarkan korban yang terjepit.

Korban diketahui bernama Dudung (40), warga Pangandaran, yang merupakan sopir truk. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka parah. Selain itu, satu korban lainnya yakni Santoso, pengendara sepeda motor asal Kertek, juga ditemukan meninggal dunia.

Sementara tiga korban luka-luka masing-masing Musaji (Wonosobo), Suparno (Jakarta Timur), dan Imama Duwi (Wonosobo) langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Seluruh korban telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Kami mengapresiasi kerja sama tim SAR gabungan dalam penanganan kejadian ini,” tambah Budiono.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. ***

Dua Remaja Tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg Grobogan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Lingkar.co – Dua remaja berusia 15 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Dukuh Ngambleg, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kedua korban diketahui berinisial LH dan AA yang merupakan warga setempat.

Informasi kejadian pertama kali diterima dari warga yang menyaksikan peristiwa tersebut. Laporan kemudian diteruskan ke perangkat desa dan disampaikan ke Kantor SAR Semarang melalui Pos SAR Jepara sekitar pukul 18.00 WIB.
Menindaklanjuti laporan itu, satu tim rescue dari Pos SAR Jepara diberangkatkan ke lokasi pada pukul 18.10 WIB untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

“Kami menerima informasi adanya dua remaja hanyut di Sungai Dukuh Ngambleg dan langsung mengirimkan tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

Berdasarkan keterangan di lapangan, kedua korban sebelumnya bermain dan mandi di pinggir sungai. Salah satu korban diduga terpeleset dan terbawa arus. Korban lainnya berusaha menolong, namun ikut terseret arus deras.

Karena keduanya tidak bisa berenang, mereka terbawa arus dan tenggelam. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan gerimis dengan arus sungai cukup kencang serta debit air tinggi. Kedalaman sungai di area pinggiran lokasi diperkirakan sekitar dua meter.

“Meski saat ini debit air masih tinggi, cuaca cukup cerah sehingga harapan kami tim bisa segera menemukan kedua korban,” tutup Budiono.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pos SAR Jepara, BPBD Grobogan, Polsek Tegowanu, Koramil Tegowanu, serta warga setempat. Tim mengerahkan perahu karet, alat deteksi Aqua Eye, serta melakukan penyisiran sungai baik melalui jalur air maupun darat. ***

Basarnas Semarang Latih 56 Relawan Tangani Kecelakaan Kendaraan Lewat Bimtek VAR

Lingkar.co – Sebanyak 56 anggota Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) wilayah Semarang Raya mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) penanganan kecelakaan kendaraan atau Vehicle Accident Rescue (VAR) di Gedung Siaga SAR, Kantor SAR Semarang.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 November 2025, dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknis penanganan korban kecelakaan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi Medical First Responder (MFR), manajemen pertolongan pertama pada kecelakaan, teknik stabilisasi korban dan kendaraan, hingga pembuatan akses aman untuk evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, menjelaskan pentingnya pelatihan tersebut.

“Teman-teman potensi SAR sering menjumpai kecelakaan, namun kadang penanganan dilakukan masyarakat tanpa prosedur yang benar sehingga memperburuk kondisi korban. Karena itu, kami membekali mereka agar tahu cara membantu dengan benar,” jelas Budiono.

Tak hanya teori, peserta juga mempraktikkan penggunaan alat stabilisasi kendaraan, peralatan ekstrikasi, hingga cara aman memecahkan kaca mobil dan mengevakuasi korban di dalam kendaraan.

Budiono berharap kemampuan yang diperoleh peserta bisa diterapkan dalam tugas kemanusiaan di lapangan.

“Semoga materi yang didapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan bisa membantu masyarakat dengan lebih profesional,” ujarnya.

Melalui Bimtek ini, Basarnas Semarang berupaya memperkuat sinergi dengan potensi SAR di daerah agar penanganan kecelakaan kendaraan di wilayah Semarang Raya lebih cepat, aman, dan terkoordinasi. ***

Tragedi Sungai Jolinggo: Enam Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ditemukan Meninggal Dunia

Lingkar.co — Tim SAR gabungan akhirnya menuntaskan pencarian terhadap enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jolinggo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti (21), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian pada Rabu malam (5/11/2025) pukul 21.50 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, membenarkan temuan tersebut.

“Benar, kami menerima laporan dari BPBD Kendal mengenai penemuan jasad oleh warga. Setelah dicek tim di lapangan, hasilnya A1 bahwa korban tersebut adalah Nabila, korban terakhir yang dicari,” ungkap Budiono.

Dengan ditemukannya Nabila, seluruh enam korban hanyut telah berhasil ditemukan. Pada hari yang sama, dua korban lain yakni Bima Pranawira dan Muhammad Jibril Asyarafi juga ditemukan di dua lokasi berbeda, masing-masing berjarak 150 meter dan 3,5 kilometer dari titik awal kejadian.

“Terima kasih untuk seluruh unsur SAR gabungan yang berjibaku tanpa henti hingga semua korban ditemukan. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat agar kita semua lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terlebih di musim hujan,” ujar Budiono.

Sebelumnya, sebanyak 15 mahasiswa UIN Walisongo Semarang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Singorojo. Pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, mereka bermain air di sungai tak jauh dari lokasi kegiatan. Tak lama berselang, debit air tiba-tiba meningkat akibat hujan deras di hulu sungai.

Sebanyak sembilan orang berhasil menyelamatkan diri, sementara enam lainnya hanyut terseret arus deras. Tiga korban pertama ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya baru ditemukan setelah proses pencarian intensif yang melibatkan Basarnas, BPBD Kendal, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat.

Berikut data enam korban yang ditemukan meninggal dunia:

  1. Riska Amelia (21) – Pemalang
  2. Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) – Bojonegoro
  3. Syifa Nadilah (21) – Pemalang
  4. Muhammad Jibril Asyarafi (21) – Jepara
  5. Bima Pranawira (21) – Gresik
  6. Muhammad Labib Rizqi (21) – Pekalongan

Tragedi ini menjadi peringatan penting bagi kegiatan mahasiswa di alam terbuka agar lebih memperhatikan faktor keselamatan dan cuaca ekstrem, terutama di wilayah pegunungan dan aliran sungai. ***