Arsip Tag: Jawa Tengah

Borong Penghargaan di Rakernas, IPEMI Jateng Jadi Episentrum Muslimah Preneur

Lingkar.co — Di tengah dorongan penguatan ekonomi berbasis komunitas, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI) Jawa Tengah tampil mencolok. Dalam Rakernas ke-8 yang digelar di Discovery Hotel Ancol pada 20–21 April 2026, wilayah ini memborong sejumlah penghargaan tingkat nasional.

Capaian tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menandai pergeseran penting perempuan, khususnya pelaku usaha muslimah, mulai menjadi kekuatan nyata dalam lanskap ekonomi.

Rapat Kerja Nasional IPEMI kali ini tidak hanya menjadi forum internal organisasi. Di dalamnya, terdapat pameran produk unggulan daerah hingga grand final Duta Muslimah Preneur 2026 yang memperlihatkan geliat ekonomi perempuan dari berbagai wilayah.

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menilai IPEMI memiliki posisi strategis dalam penguatan ekonomi rakyat.

“IPEMI diharapkan menjadi mitra perjuangan dalam membangun ekonomi yang memberi dampak nyata di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi yang dimiliki anggota IPEMI perlu diarahkan untuk memperkuat sektor UMKM nasional, termasuk mengisi rantai distribusi produk unggulan di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam ajang tersebut, IPEMI Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Lies Iswar Aminuddin meraih predikat Pimpinan Wilayah (PW) Terbaik I Nasional.

Dominasi ini tidak berhenti di tingkat wilayah. Pimpinan Daerah Kota Semarang dan Kota Surakarta juga masuk kategori terbaik nasional.
Bahkan di tingkat cabang, PC Tembalang dan PC Banyumanik turut menyumbang prestasi, memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan Muslimah Preneur.

Lies Iswar Aminuddin menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota.
Ia menyebut penghargaan ini bukan hanya soal pengakuan, tetapi juga dorongan untuk memperluas dampak ekonomi di masyarakat.

“Kami menyambut arahan ini sebagai penguatan untuk terus bergerak lebih progresif dan memastikan IPEMI hadir sebagai bagian dari solusi ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi perempuan terus tumbuh dan semakin relevan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Perempuan dan Arah Ekonomi Inklusif
Ketua Umum IPEMI Pusat, Ingrid Kansil, menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam dunia usaha.

“IPEMI harus tidak hanya menunggu peluang, tetapi menciptakan dan mengeksekusinya,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa perempuan bukan lagi pelengkap dalam ekonomi, tetapi menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

Capaian berlapis dari tingkat wilayah hingga cabang memperlihatkan satu hal, Jawa Tengah mulai menjadi episentrum penguatan Muslimah Preneur di Indonesia.

Rakernas ini sekaligus mempertegas bahwa gerakan ekonomi perempuan tidak lagi bersifat sporadis, tetapi mulai terorganisir, terukur, dan berdampak luas. ***

Halalbihalal PWI Jateng, Komdigi Tekankan Peran Pers Menjernihkan Informasi

Lingkar.co – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah, Agung Hariyadi, mengajak insan pers memperkuat penggunaan narasi serta diksi yang positif dan akurat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk membantu membangun pemahaman publik yang selaras terhadap berbagai isu.

Ajakan tersebut disampaikan Agung saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar PWI Provinsi Jawa Tengah di Gedung Pers Jateng, Semarang, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, perbedaan persepsi di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Namun, peran pers dinilai strategis dalam menjernihkan persoalan yang muncul di ruang publik.

“Yang namanya persepsi itu kadang beda-beda. Apa yang kita lakukan, orang lain akan selalu memiliki celah untuk mengkritiknya,” ujarnya.

Ia kemudian mencontohkan kisah klasik tentang ayah, anak, dan seekor kuda untuk menggambarkan bagaimana sudut pandang publik bisa berbeda-beda dalam menilai suatu tindakan.

Agung yang hadir mewakili Sekda Jateng Sumarno itu juga berharap kemitraan antara PWI dan Komdigi Jateng dapat terus terjalin.

Terlebih, berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) wartawan selama ini telah rutin dilakukan.
Peran Wartawan sebagai Penyampai Kebaikan
Acara halalbihalal bertajuk “Like Maaf, Share Manfaat” tersebut dihadiri Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana beserta jajaran pengurus, Dewan Kehormatan PWI, serta sejumlah tokoh dari berbagai lembaga.

Turut hadir Ketua Komisi Informasi (KI) Jateng Indra Ashoka Mahendrayana, Wakil Ketua KI Setiadi, anggota KI M Asrofi, anggota Bawaslu Jateng Sosiawan, Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono, hingga perwakilan mitra kerja seperti Semen Gresik dan BNI Wilayah 05 Semarang.

Suasana berlangsung hangat dengan kehadiran wartawan senior, termasuk mantan Ketua PWI Jateng Soetjipto, serta Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jateng Umy Rokhafifa.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh keluarga besar PWI, khususnya para senior yang terus memberikan arahan dalam menjaga marwah organisasi.

Ia menilai, profesi wartawan sejatinya memiliki tanggung jawab menjalankan nilai amar ma’ruf nahi munkar. Tema halalbihalal tahun ini, menurutnya, merepresentasikan upaya menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.

“Semoga halalbihalal ini makin meningkatkan ikatan persaudaraan, kekompakan, dan kekeluargaan kita,” ujarnya.

Dimensi Spiritual Profesi Wartawan
Pada sesi tausiah, Direktur NU Online Institute, Gus Ahmad Mundzir, menekankan bahwa profesi wartawan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Merujuk pada Surat An-Naba, ia menyebut tugas menyampaikan berita merupakan peran mulia yang juga dijalankan Nabi Muhammad SAW.

“Nabi membawa berita penting untuk menjawab isu-isu viral di Makkah kala itu. Pers hari ini punya peran serupa menjawab kegelisahan publik dengan kebenaran,” pungkasnya. ***

Korban Hanyut di Sungai Bogowonto Wonosobo Ditemukan Meninggal Dunia

Lingkar.co – Operasi pencarian terhadap korban hanyut di Sungai Bogowonto, Dusun Larangan, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, akhirnya membuahkan hasil.

Korban berinisial IM (42) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa korban ditemukan sejauh kurang lebih 6 kilometer dari lokasi kejadian.

“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak kurang lebih 6 km dari lokasi kejadian, tepatnya di Dusun Sembir, Desa Ngadikerso, Kecamatan Sapuran, dan selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” terangnya.

Dalam operasi SAR, tim melakukan pencarian dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai dari lokasi kejadian hingga kawasan Wisata Alam Kali Telu dengan total jarak sekitar 8 kilometer.

Proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim harus menghadapi medan sungai yang terjal, arus yang cukup deras, serta akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan di aliran hilir sungai dan langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan untuk kemudian dibawa ke rumah duka.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh tim SAR gabungan,” pungkas Budiono. ***

Impresif, Deretan Kota-Kabupaten Asal Jawa Tengah Dominasi Paling Maju di Indonesia

Lingkar.co – Provinsi Jawa Tengah kembali mencatatkan capaian impresif dan menjadi perhatian di tingkat nasional. Pasalnya, beberapa daerah di Jawa Tengah masuk dalam penilaian paling maju di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah masuk dalam kategori daerah paling maju di Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah, Mohamad Arief Irwanto, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan daya saing Jawa Tengah berada jauh di atas rata-rata nasional. Secara nasional, indeks daya saing tercatat sebesar 3,50, sedangkan Jawa Tengah telah mencapai angka 3,87.

“Mayoritas kabupaten/kota di Jawa Tengah nilainya sudah melampaui nasional. Bahkan beberapa kota hampir menyentuh angka 4,” ujarnya di Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Sejumlah daerah mencatatkan performa menonjol. Kota Surakarta menjadi yang tertinggi dengan skor 4,43, disusul Kota Semarang 4,37, dan Kota Magelang 4,29. Capaian ini menempatkan daerah-daerah tersebut dalam kategori kota paling maju di Indonesia.

Tak hanya kota, sejumlah kabupaten juga menunjukkan daya saing tinggi. Kabupaten Semarang mencatat skor 4,03, Kabupaten Klaten 3,86, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Jepara masing-masing 3,85.

Arief menjelaskan, pengukuran IDSD dilakukan melalui 12 pilar utama, meliputi aspek institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), hingga stabilitas ekonomi makro. Selain itu, indikator lain yang turut diukur mencakup kesehatan, keterampilan tenaga kerja, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamisme bisnis, dan kapabilitas inovasi.

Menurutnya, kekuatan utama Jawa Tengah terletak pada sektor pasar dan tenaga kerja. Tingginya penyerapan tenaga kerja serta rendahnya tingkat pengangguran menjadi faktor kunci yang mendorong daya saing daerah.

“Penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah cukup tinggi, sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Dibandingkan wilayah lain di Jawa-Bali, Jawa Tengah juga unggul dalam komponen lingkungan pendukung dan ekosistem inovasi. Selain itu, kekuatan pada pilar institusi, ukuran pasar, dan kapabilitas inovasi turut memperkuat posisi provinsi ini.

Perkembangan kawasan industri di berbagai wilayah juga menjadi faktor pendorong signifikan. Selain membuka lapangan kerja baru, ekspansi kawasan industri memperluas akses pasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, akselerasi pembangunan ekonomi dinilai semakin terarah dan berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah.

Dengan capaian ini, Jawa Tengah dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan daya saing terbaik di Indonesia.

“Potensinya masih sangat besar untuk terus berkembang dan menjadi yang terbaik,” pungkas Arief. (*)

Trafik Penumpang dan Pesawat Bandara Ahmad Yani Semarang Naik Signifikan di Triwulan I 2026

Lingkar.co – Kinerja operasional Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani menunjukkan tren positif pada Triwulan I 2026, ditandai dengan lonjakan signifikan trafik penumpang dan pergerakan pesawat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani mencatat peningkatan kinerja operasional sepanjang Januari hingga Maret 2026.

General Manager Bandara Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa trafik pesawat mengalami kenaikan signifikan sebesar 36 persen, dengan total mencapai 5.917 pergerakan pesawat.

“Hal ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan industri aviasi di wilayah Jawa Tengah, khususnya Semarang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi regional,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah penumpang juga mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan Triwulan I 2025, dengan total mencapai 610.477 penumpang.

Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat, momentum libur awal tahun, arus mudik Lebaran 2026, serta bertambahnya frekuensi penerbangan dari dan menuju Semarang.

Sulistyo menyebut capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan operasional berjalan optimal.

“Kami bersyukur atas pertumbuhan trafik di Triwulan I ini. Hal ini menjadi indikator positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor aviasi di Semarang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat konektivitas untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Selain itu, manajemen bandara juga terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan, serta memastikan standar operasional berjalan optimal.

Pada periode ini, sebanyak 93 persen penumpang yang dilayani masih didominasi oleh penerbangan domestik. Oleh karena itu, pihak bandara akan terus berupaya meningkatkan jumlah penumpang internasional.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan trafik penumpang internasional,” imbuh Sulistyo.

Dengan tren pertumbuhan yang positif tersebut, Bandara Ahmad Yani optimistis dapat mencapai target kinerja tahunan sekaligus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. ***

Semarang Siapkan 1 Juta Liter Air Bersih Antisipasi Kekeringan Dampak El Nino

Lingkar.co – Kota Semarang menyiapkan cadangan 1 juta liter air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kemarau panjang hingga September 2026.

Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah mitigasi menghadapi ancaman musim kemarau panjang dengan menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Cadangan air sebanyak 1 juta liter telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah rawan kekeringan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa penanganan kekeringan akan dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Perusahaan Daerah Air Minum.

“Mudah-mudahan begitu kita mendengar ada kekurangan air, kita bisa siapkan airnya,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. Peningkatan suhu panas yang mulai dirasakan saat ini diprediksi akan terus berlangsung hingga puncak musim kemarau.

Selain itu, potensi bencana lain seperti kebakaran juga perlu diantisipasi, terutama akibat kondisi lingkungan yang kering dan angin kencang.

“Jadi masyarakat harus aware ya. Walaupun kadang-kadang orang berasumsi ini cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa kita harus menjaga,” tambahnya.

Kondisi geografis Kota Semarang yang terdiri dari perbukitan, lembah, sungai, hingga wilayah pesisir dinilai turut meningkatkan risiko bencana apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyebut pola cuaca tahun 2026 cenderung lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kita bandingkan dengan 2025, 2026 ini relatif fenomenal sekali. Ini cuaca panas, tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai dengan angin kencang,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei, meskipun hingga April masih berpotensi hujan disertai angin kencang.

Sebagai langkah konkret, BPBD telah menyiapkan distribusi air bersih yang dapat dikirim kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kapanpun permintaan warga, di manapun nanti akan kita kirim sesuai permintaan warga,” kata Endro.

Dalam pemetaan kawasan rawan bencana, wilayah Rowosari masih menjadi prioritas utama penanganan kekeringan. Hal ini disebabkan keterbatasan akses jaringan air bersih.

“Rowosari masih menjadi prioritas pertama. Kendalanya di sana PDAM belum bisa masuk,” ungkapnya.

Selain Rowosari, sejumlah wilayah lain seperti Wonosari di Kecamatan Ngaliyan serta sebagian kawasan Gunungpati juga masuk kategori rawan, meskipun sebagian telah mulai terjangkau jaringan pipanisasi.

Pemerintah Kota Semarang terus mendorong upaya mitigasi untuk menekan dampak kekeringan agar tidak meluas. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif menjaga lingkungan serta menghemat penggunaan air.

Dengan kesiapan logistik dan koordinasi lintas sektor, dampak fenomena El Nino diharapkan dapat diminimalkan, khususnya bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air bersih. ***

Truk Muatan Kayu Oleng, Tabrak Empat Kendaraan di Wonosobo, Dua Orang Tewas

Lingkar.co – Kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Kertek–Parakan, Kabupaten Wonosobo, Rabu (8/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut terjadi tepatnya di wilayah Kali Kuto, Candimulyo, Kertek. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat sebuah truk dump Hino bernomor polisi B-9587-XX bermuatan kayu sengon melaju dari arah Parakan.

Diduga truk mengalami oleng hingga melewati batas jalan dan masuk ke jalur berlawanan. Akibatnya, kendaraan tersebut menabrak empat kendaraan dari arah berlawanan, yakni truk dump Canter, truk bak kayu Canter, mobil pick up jenis APV, serta satu unit sepeda motor.

Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius. Pengendara sepeda motor bahkan terpental dan tertindih kendaraan, sementara sopir truk bak kayu terjepit bodi kendaraan hingga memerlukan evakuasi khusus.

Kepala Kantor SAR Semarang, , mengatakan pihaknya langsung menerjunkan tim dari Pos SAR Wonosobo setelah menerima laporan kejadian.

“Kami mendapatkan informasi kecelakaan pagi tadi, terdapat korban terjepit sehingga membutuhkan penanganan khusus. Tim segera kami kirim untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan ekstrikasi dengan membelah bodi truk guna mengeluarkan korban yang terjepit.

Korban diketahui bernama Dudung (40), warga Pangandaran, yang merupakan sopir truk. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat luka parah. Selain itu, satu korban lainnya yakni Santoso, pengendara sepeda motor asal Kertek, juga ditemukan meninggal dunia.

Sementara tiga korban luka-luka masing-masing Musaji (Wonosobo), Suparno (Jakarta Timur), dan Imama Duwi (Wonosobo) langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Seluruh korban telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Kami mengapresiasi kerja sama tim SAR gabungan dalam penanganan kejadian ini,” tambah Budiono.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. ***

Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL, Pertegas Upaya Pemkot Semarang dalam Penanganan Sampah

Lingkar.co – Keseriusan Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dalam upaya penanganan sampah memasuki tahap yang lebih konkret melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Wilayah Semarang Raya, pada Sabtu (28/3) di Ruang Rapat Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Penandatanganan yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemerintah Kabupaten Kendal, serta disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, menjadi penanda bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di wilayah Semarang Raya mulai dijalankan secara terstruktur.

Penandatanganan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan pembahasan tindak lanjut PSEL di wilayah lain di Jawa Tengah sebagai upaya percepatan penanganan sampah secara regional.

Dalam kerja sama tersebut, para pihak menyepakati arah kebijakan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan melalui pembangunan PSEL sebagai solusi atas peningkatan timbulan sampah yang belum dapat tertangani optimal dengan sistem eksisting. Pendekatan ini diarahkan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik sebagai nilai tambah.

Kesepakatan ini juga menetapkan skema kolaborasi lintas daerah, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berperan dalam koordinasi dan pengawasan, sementara Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kabupaten Kendal bertanggung jawab pada aspek teknis seperti penanganan sampah, penyediaan sarana prasarana, serta pemenuhan pasokan sampah sebagai bahan baku PSEL.

Melalui Perjanjian Kerja Sama, pengaturan tersebut diturunkan ke dalam langkah operasional yang mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan PSEL, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional dan pemeliharaan, termasuk pengelolaan risiko, penguatan kelembagaan, serta pengalokasian anggaran.

Bagi Kota Semarang, langkah ini bukan sekadar proses administratif. Ini adalah jawaban atas kebutuhan pengelolaan sampah di kota dengan timbulan harian yang besar. Melalui kerja sama regional bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal, sistem pengolahan sampah diarahkan lebih modern, terintegrasi, dan memberi dampak jangka panjang bagi lingkungan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan langkah paralel selama masa pembangunan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga tahun. Selain memastikan kesiapan teknis, Pemkot Semarang juga tetap menggerakkan pengurangan sampah dari sumbernya.

“Masyarakat Kota Semarang menunggu pembangunan PSEL ini. Kami siap memenuhi kebutuhan feeding sebesar 1.100 ton sampah per hari sesuai perjanjian. Sambil menunggu proses pembangunan, kami akan menguatkan gerakan Semarang Wegah Nyampah dan memperbanyak bank sampah agar pengurangan dari hulu tetap berjalan,” ujar Agustina.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar pengelolaan sampah berjalan seimbang antara kesiapan teknologi dan partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah fundamental dalam menjawab persoalan sampah yang telah menjadi isu nasional.

Ia menekankan bahwa kota-kota besar membutuhkan pendekatan berbasis teknologi untuk menangani volume sampah dalam skala besar.

“Pengelolaan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah efektif untuk mereduksi timbulan sampah secara signifikan. Ini bagian dari upaya percepatan penanganan sampah secara nasional,” ujarnya.

Di tingkat provinsi, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah di Jawa Tengah, termasuk melalui pembentukan satuan tugas percepatan penanganan sampah serta pengembangan teknologi alternatif seperti refuse derived fue (RDF).

Ia juga menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Jawa Tengah masih cukup besar. Dari 35 kabupaten/kota, sebanyak 29 daerah masih menerapkan praktik open dumping yang secara regulasi telah dilarang sejak Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Jawa Tengah baru mencapai sekitar 30 persen, sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 24,9 persen. Secara nasional, sekitar 66 persen pengelolaan sampah masih dilakukan dengan metode open dumping.

Apabila praktik tersebut dapat diakhiri dan beralih ke sistem yang lebih terkelola seperti sanitary landfill dan teknologi pengolahan modern, tingkat pengelolaan sampah secara nasional berpotensi meningkat hingga 58 persen. Sementara itu, untuk Jawa Tengah, penghentian praktik open dumping yang saat ini masih mencapai sekitar 83 persen berpotensi mendorong lonjakan tingkat pengelolaan sampah hingga mendekati 78 persen.

Kerja sama ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Semarang melalui program “Semarang Bersih”, serta mendukung program strategis nasional pengembangan PSEL yang ditargetkan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.

Penandatanganan kerja sama PSEL Semarang Raya ini menjadi titik penting peralihan dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata pengelolaan sampah berbasis teknologi di Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang memastikan proses ini akan terus dikawal agar berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan serta pelayanan publik. (Adv)

Pemkot Semarang Fasilitasi Mudik Gratis Bagi Warganya dari Jakarta ke Kota Semarang

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali memfasilitasi program mudik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta melalui program Mudik dan Balik Rantau Gratis Tahun 2026. Sebanyak 350 pemudik asal Kota Semarang diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3), menuju Terminal Mangkang, Kota Semarang.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan mudik gratis tingkat Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta dukungan dari berbagai pihak swasta. Total sebanyak 325 armada bus dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah untuk mengangkut pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan Pemerintah Kota Semarang secara konsisten berpartisipasi dalam program ini setiap tahun sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang merantau.

“Jadi itu kan kegiatan rutin setiap tahun tingkat provinsi. Jadi seluruh kabupaten, kota itu dengan provinsi, kemudian ada juga bantuan-bantuan dari swasta itu menyelenggarakan program mudik gratis. Kumpulnya di Jakarta, di Taman Mini, tujuannya ke Jawa Tengah. Dalam hal ini, kita Pemerintah Kota Semarang juga berpartisipasi aktif setiap tahun itu,” ujar Danang.

Pada tahun ini, Pemkot Semarang menyediakan total 12 armada bus yang terdiri dari tujuh armada untuk arus mudik dan lima armada untuk arus balik. Tujuh bus yang membawa pemudik menuju Kota Semarang dilepas sekitar pukul 09.45 WIB bersama rombongan bus lain menuju berbagai kota di Jawa Tengah.

Danang menjelaskan, para peserta mudik gratis merupakan warga Kota Semarang yang tergabung dalam Paguyuban Wong Semarang (PawonSemar), yakni komunitas warga Semarang yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Pemerintah kota memfasilitasi transportasi mereka agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

Ia menambahkan, sebelum keberangkatan, seluruh sopir menjalani pemeriksaan kesehatan dan armada bus juga dilakukan pengecekan kelayakan kendaraan untuk memastikan keselamatan perjalanan para pemudik.

Menurut Danang, antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan banyak peserta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang atas fasilitas yang diberikan.

“Itu tadi pada senang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bu Wali Kota, pada bikin video juga tadi,” kata dia.

Lebih lanjut, Pemkot Semarang tidak hanya memfasilitasi keberangkatan, tetapi juga arus balik bagi para perantau setelah Lebaran. Lima armada bus disiapkan untuk arus balik yang dijadwalkan berangkat dari Semarang menuju Jakarta pada 26 Maret 2026 malam.

Pendanaan program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warganya yang merantau.

“Kalau untuk pendanaan sendiri, diambil dari APBD. Jadi Pemkot Semarang memang men-support, menjemput kemudian memberikan kemudahan layanan kepada warganya yang merantau,” pungkas Danang. (Adv)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Apresiasi Sinergitas Polri dan TNI Jaga Kondusivitas Ibu Kota Jateng

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengapresiasi kesiapan jajaran Polrestabes Semarang, Kodim 0733, serta seluruh unsur Forkopimda dalam mengawal kondusivitas Ibu Kota Jawa Tengah menjelang Lebaran. Hal tersebut disampaikan Agustina usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi Tahun 2026” di Lapangan Pratisarawirya Polrestabes Semarang, Kamis (12/3).

Agustina menyoroti keberhasilan jajaran kepolisian dan TNI yang dalam tiga bulan terakhir sukses menekan peredaran narkoba dan miras sebagai langkah sterilisasi kota sebelum menyambut arus mudik.

“Kami melihat hasil luar biasa dari Kapolrestabes dan jajaran yang sukses mengungkap transaksi narkoba, serta operasi miras bersama Kodim 0733. Yang paling heroik adalah saat menjaga kondusivitas Semarang ketika terjadi gelombang demonstrasi tahun lalu. Dengan pengamanan yang solid ini, kami optimis stabilitas Kota Semarang tetap terjaga sepanjang perayaan Lebaran nanti,” ujarnya.

Kesiapan pengamanan tersebut turut diperkuat dengan langkah manajerial melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama instansi terkait. Pertemuan tersebut menyepakati tiga poin utama: kenyamanan pemudik di semua fase (mudik, hari H, dan balik), mengendalikan harga barang untuk menekan inflasi, serta membangun posko bersama untuk sinkronisasi tindakan dan informasi di lapangan.

“Kami sepakat membuat posko bersama guna menyinkronkan segala tindakan dan informasi. Bahkan dari Kanwil Kementerian Agama Kota Semarang memastikan semua masjid di jalur mudik bersih, layak, dan informasinya terkoneksi ke sistem Info Lebaran di Pemkot Semarang,” terangnya.

Poin krusial dalam pengamanan tahun ini adalah integrasi data antara sistem milik Pemkot Semarang dengan aplikasi Libas (Polisi Hebat Semarang) milik Polrestabes. Melalui kolaborasi ini, pemudik dapat mengakses informasi secara real-time, mulai dari lokasi masjid terdekat hingga akses pantauan CCTV di titik-titik strategis.

“Kita integrasikan aplikasi Pemkot dengan Libas. Jadi kalau ada pemudik yang kehilangan anaknya di rest area, mereka bisa langsung unduh Libas untuk memantau CCTV on that time. Informasi _Park and Ride milik Polrestabes juga akan terintegrasi dalam satu sistem,” tambahnya.

Wali Kota berharap sinergi lintas instansi ini dapat memberikan rasa aman bagi pemudik serta kesan mendalam bagi siapa saja yang singgah di Kota Semarang. Baginya, kenyamanan warga merayakan hari kemenangan menjadi indikator utama kesuksesan Operasi Ketupat Candi tahun ini.

“Ini sinergi yang sangat baik untuk menyiapkan gawe besar Idul Fitri di Kota Semarang. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang datang, tinggal, maupun yang melintas, dapat merayakan Lebaran dengan perasaan yang jauh lebih nyaman dan bahagia,” pungkasnya. (Adv)