Arsip Tag: Kendal

Becak Listrik Hadiah untuk Para Pejuang Jalanan, Prabowo Subianto Dorong Kendal Jadi Kota Ramah Pekerja dan Lingkungan

Lingkar.co — Di halaman Pendopo Kabupaten Kendal, deretan becak berwarna cerah tampak berkilau di bawah terik matahari. Namun kali ini, bukan becak biasa yang terparkir. Di setiap pedalnya, tersimpan harapan baru, harapan dari para pengayuh yang kini tak lagi harus memeras keringat sebesar dulu untuk mencari rezeki.

Sebanyak 140 unit becak listrik resmi diserahkan kepada pengemudi becak di Kabupaten Kendal, Selasa (11/11/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari program sosial Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).

Penyerahan dilakukan oleh Dyah Kartika Permanasari, Bupati Kendal Benny Karnadi, dan Deputi BP Taskin Novrizal Tahar, yang hadir langsung menyaksikan antusiasme para penerima bantuan, mayoritas para pengemudi lanjut usia yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari becak kayuh.

“Kalau dulu narik becak bisa bikin lutut panas dan badan pegal, sekarang lebih ringan. Kayak punya tenaga muda lagi,” kata Jumadi (62), salah satu penerima bantuan, dengan mata berbinar.

Program ini tak hanya membagikan becak listrik, tetapi juga pendampingan teknis dari YGSN. Para pengemudi mendapat pelatihan penggunaan, cara perawatan, hingga layanan servis gratis jika terjadi kerusakan.

“Kalau aki rusak atau ada masalah teknis, teknisi YGSN siap bantu tanpa biaya,” ujar Novrizal Tahar, menjelaskan sistem dukungan pasca penyerahan.

Menurut Novrizal, program ini merupakan bentuk nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap pekerja sektor informal berpenghasilan rendah. Melalui bantuan ini, mereka diharapkan tetap bisa produktif tanpa terbebani kondisi fisik.

“Sasarannya adalah pengemudi becak berusia 50 tahun ke atas. Mereka tidak perlu lagi mengayuh dengan tenaga besar. Semua diberikan gratis sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan 10.000 unit becak listrik akan disalurkan ke berbagai daerah hingga 2026. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya nasional menekan angka kemiskinan dan memperluas penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menilai kehadiran becak listrik akan membawa perubahan besar dalam kehidupan para pengemudi.

“Becak listrik lebih irit, tidak perlu bahan bakar, dan tenaga pengemudi jadi lebih hemat. Ini solusi nyata untuk keberlanjutan ekonomi rakyat kecil,” ujarnya.

Dari total 170 becak manual yang terdata di Kendal, 140 sudah beralih menjadi becak listrik. Sisanya masih dalam proses pengajuan tambahan bantuan. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan fasilitas bengkel serta pusat servis ringan agar becak listrik dapat digunakan secara berkelanjutan.

Selain menjadi alat kerja, becak listrik ini juga simbol perubahan. Ia mencerminkan arah baru transportasi rakyat modern, ramah lingkungan, dan manusiawi.

Dengan roda yang kini digerakkan tenaga listrik, para pengemudi becak di Kendal seakan diberi energi baru, bukan hanya untuk menempuh jarak, tetapi juga menatap masa depan dengan keyakinan bahwa hidup layak bisa diraih, bahkan di usia senja. ***

Tragedi Sungai Jolinggo: Enam Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ditemukan Meninggal Dunia

Lingkar.co — Tim SAR gabungan akhirnya menuntaskan pencarian terhadap enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jolinggo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti (21), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian pada Rabu malam (5/11/2025) pukul 21.50 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, membenarkan temuan tersebut.

“Benar, kami menerima laporan dari BPBD Kendal mengenai penemuan jasad oleh warga. Setelah dicek tim di lapangan, hasilnya A1 bahwa korban tersebut adalah Nabila, korban terakhir yang dicari,” ungkap Budiono.

Dengan ditemukannya Nabila, seluruh enam korban hanyut telah berhasil ditemukan. Pada hari yang sama, dua korban lain yakni Bima Pranawira dan Muhammad Jibril Asyarafi juga ditemukan di dua lokasi berbeda, masing-masing berjarak 150 meter dan 3,5 kilometer dari titik awal kejadian.

“Terima kasih untuk seluruh unsur SAR gabungan yang berjibaku tanpa henti hingga semua korban ditemukan. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat agar kita semua lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terlebih di musim hujan,” ujar Budiono.

Sebelumnya, sebanyak 15 mahasiswa UIN Walisongo Semarang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Singorojo. Pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, mereka bermain air di sungai tak jauh dari lokasi kegiatan. Tak lama berselang, debit air tiba-tiba meningkat akibat hujan deras di hulu sungai.

Sebanyak sembilan orang berhasil menyelamatkan diri, sementara enam lainnya hanyut terseret arus deras. Tiga korban pertama ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya baru ditemukan setelah proses pencarian intensif yang melibatkan Basarnas, BPBD Kendal, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat.

Berikut data enam korban yang ditemukan meninggal dunia:

  1. Riska Amelia (21) – Pemalang
  2. Nabila Yulian Dessi Pramesti (21) – Bojonegoro
  3. Syifa Nadilah (21) – Pemalang
  4. Muhammad Jibril Asyarafi (21) – Jepara
  5. Bima Pranawira (21) – Gresik
  6. Muhammad Labib Rizqi (21) – Pekalongan

Tragedi ini menjadi peringatan penting bagi kegiatan mahasiswa di alam terbuka agar lebih memperhatikan faktor keselamatan dan cuaca ekstrem, terutama di wilayah pegunungan dan aliran sungai. ***

Sendratari Perjuangan Nyi Pandansari Meriahkan Pagelaran Seni dan Silaturahmi Warga Kendal di TMII

Lingkar.co – Sendratari yang menceritakan perjuangan Nyi Pandansari dalam membuka lahan di wilayah Boja memeriahkan pagelaran seni dari Duta Seni Kabupaten Kendal di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Minggu ( 7/9/25).

Warga Kendal yang tinggal di wilayah Jabodetabek pun dengan antusias menyaksikan lakon ‘Kendit Pagesangan’ yang dimainkan para seniman tari dari Sanggar Tari Nyai Dapu, Boja, Kendal yang menyajikan kisah lokal yang sarat makna perjuangan dan pengabdian tersebut.

Selain menampilkan kesenian tradisional, gelaran tersebut juga menghadirkan kuliner khas Kendal dan produk UMKM. Suasana dan sajian makanan tersebut semakin menambah nuansa kebersamaan dan kerinduan akan kampung halaman.

Antusiasme warga Kendal di perantauan terlihat jelas. Mereka mengaku jarang mendapat kesempatan menyaksikan kesenian asli Kendal di Jakarta. “Saya senang sekali bisa kumpul dan bersilaturahmi dengan warga Kendal lainnya. Rasanya rindu dengan kampung halaman sedikit terobati,” ungkap Baim, warga Kendal yang sudah 20 tahun merantau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini memang selalu menghadirkan sendratari khas Kendal agar bisa dinikmati masyarakat perantauan.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar menampilkan seni budaya, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dengan warga Kendal di Jabodetabek. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya mengembangkan kesenian dengan memberikan porsi lebih besar dalam setiap kegiatan resmi pemerintah.

“Harapan kami, meski tidak lagi bermukim di Kendal, warga tetap melestarikan budaya asli Kendal sehingga tidak melupakan tanah kelahirannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kendal juga menyampaikan rencana menambah armada mudik gratis tahun depan bagi warga Kendal di perantauan, sebagai bentuk perhatian dan kedekatan pemerintah daerah dengan warganya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kuota Solar Nelayan Menipis, Pemkab Kendal Ajukan Tambahan 4.000 KL

Lingkar.co — Kuota solar bersubsidi untuk nelayan di Kendal hampir habis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal bersama DPRD Kendal mengajukan tambahan pasokan sebanyak 4.000 kiloliter (KL) ke BPH Migas.

Direktur PT Kendal Handal Perseroda, Agus Priyo Kusumo, selaku pengelola SPBN menyebut kuota Kendal tahun ini hanya 8.699 KL. Jumlah itu turun dari 11 ribu KL pada 2024. “Per 25 Agustus, penyerapan sudah 8.368 KL atau 96,19 persen,” ujarnya.

Stok kuota tersisa hanya sekitar 320 KL. Itu diperkirakan habis dalam 7–10 hari. Tambahan sementara 192 KL sudah masuk Agustus ini. “Tapi jelas tidak cukup sampai akhir tahun,” tegas Agus.

Ia mengaku, Bupati Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sudah menyurati BPH Migas. Usulan resmi tambahan kuota 4.000 KL diajukan agar pasokan nelayan aman hingga Desember.

Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo membenarkan adanya permohonan penambahan kuota solar subdidi ke BPH Migas. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan jumlah yang akan dipenuhi oleh BPH Migas.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kendal, Rubiyanto, mengatakan kelangkaan sudah dirasakan nelayan sejak 23 Agustus. SPBN di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari dan Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal kehabisan stok. “Banyak nelayan mengadu, bahkan ada ancaman demo karena berhari-hari tidak bisa melaut,” katanya.

Ia menegaskan DPRD terus mengawal usulan tambahan kuota. “Kalau tidak segera dipenuhi, ribuan nelayan terancam kehilangan mata pencaharian,” tambah Rubiyanto.

Pemerintah daerah juga membuka komunikasi dengan Pertamina. Ada opsi penambahan sementara 1.000 KL, tetapi dinilai belum memadai. (*)

Penulis: Yoedhi W

Cari Solusi Banjir, Ketua DPRD Kendal Sidak Aliran Sungai Mbiru

Lingkar.co – Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat kondisi Sungai Mbiru yang sering menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Kendal dan Patebon. Sidak ini dilakukan dengan menyusuri Sungai Mbiru hingga ke muara menggunakan perahu, pada Selasa (15/4/2025).

Dalam sidak ini, Mahfud Sodiq didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo.

Novel, salah seorang warga Perum RSS Kendal juga turut mendampingi Ketua Dewan untuk memandu jalannya sidak.

Novel mengatakan, Sungai Mbiru kondisinya sangat lebar, namun saat musim penghujan datang, sungai ini tak mampu menampung banyak debit air. Akibatnya, banyak kelurahan di wilayah Kecamatan Kendal Kota dan desa-desa di Kecamatan Patebon terendam banjir.

“Ini disebabkan karena Sendimentasi sungai yang tinggi. Makanya, ini perlu sekali untuk dilakukan pengerukan,” kata Novel.

Menurut Novel, sendimentasi tinggi berdampak pada banjir di wilayah Kecamatan Kendal surutnya lama. Bahkan, di Perum RSS banjir bisa terjadi hingga berminggu-minggu.

“Saya berharap kepada pemerintah agar segera memberikan solusi. Seandainya ada banjir bisa segera surut. Tidak seperti di Perum RSS, banjir bisa sampai 15 hari,” harapnya.

Baca Juga: Pemkab Kendal Bakal Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang

Melihat kondisi Sungai Mbiru hingga sampai ke muaranya, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengaku sangat prihatin dengan kondisi sendimentasi di sungai tersebut.

“Sendimentasinya sangat tinggi. Ini perahu juga sangat hati-hati saat berjalan, karena dangkal. Tentunya kami akan serius mendorong dilakukannya pengerukan,” kata Mahfud Sodiq.

Dalam sidak ini Mahfud juga mengaku kaget dengan banyaknya perahu nelayan yang berada di Sungai Mbiru. Dengan kondisi seperti itu, politisi PKB ini meminta kepada DKP Kendal agar bisa memfasilitasi nelayan dengan mendirikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

“Dengan jumlah nelayan sebanyak ini saya mendorong agar bisa didirikan TPI. Ini perlu dilakukan agar lebih memudahkan nelayan menjual hasil tangkapannya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan didirikannya TPI dapat meningkatkan perekonomian warga setempat dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Dan yang tak kalah pentingnya lagi adalah SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan). Nelayan pasti membutuhkannya, karena modal utama dalam melaut adalah solar,” tandasnya.

Baca Juga: Tak Hanya Bupati Kendal, Korban Stockpile Weleri Juga Dapat Perhatian DPR

Sementara itu, Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdaru) Jawa Tengah, terkait dengan sendimentasi di Sungai Mbiru.

“Sungai itu kewenangannya Pusdataru Jateng. Jadi, kami akan berkoordinasi dan berkirim surat agar bisa dilakukan pengerukan,” terang Hudi Sambodo.

Terkait dengan belum adanya TPI dan SPBN di lokasi tersebut, Hudi mengaku bahwa pihaknya sudah berencana untuk mendirikannya seiring dengan semakin bertambahnya jumlah nelayan.

“Rencana untuk mendirikan TPI dan SPBN kami sudah ada, apalagi melihat kondisi Sungai Mbiru ini sangat strategis berada di pinggir jalan,” ungkapnya.

Dia kembali menegaskan, seiring bertambahnya jumlah nelayan baik dari Desa Margosari maupun dari Wonosari, pendirian TPI dan SPBN akan diprioritaskan dalam progam kerjanya. “Tentu itu kami lakukan untuk memfasilitasi dan memudahkan para nelayan yang ada di sini,” pungkasnya.

Ratusan Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi dalam Tradisi Kirab Budaya Merti Desa dan Syawalan di Boja

Lingkar.co – Ratusan warga Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah saling dorong dan berebut gunungan hasil bumi dalam Tradisi Kirab Budaya Merti Desa dan Tradisi Syawalan budaya yang digelar satu minggu setelah hari raya Idul Fitri.

Sebelumnya enam gunungan dari hasil bumi yang berupa sayuran, buah – buahan, dan jajajn pasar ini di arak mengelilingi kecamatan dan ahirnya menjadi rebutan warga yang sudah menunggu di depan komplek Makam Sedapu.

Tradisi ini merupakan bentuk syukur warga atas limpahan berkah dari sang pencipta. Selain itu Kirab Budaya Ni Pandansari atau Nyai Dapu sebagai bentuk penghormatan kepada Ni Pandansari yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah Boja, Kendal.

Sementara itu, makna dari kirab gunungan hasil bumi ini sebagai bentuk semangat warga untuk saling bergotong royong. Kirab sendiri terdiri dari iring-iringan Ni Pandansari yang menunggang kuda dan diikuti barisan pengawal berpakaian hitam dan putih serta prajurit perempuan.

Ni Pandansari yang juga adik kandung Ki Ageng Pandanaran ini masih melekat di relung hati masyarakat Boja Kendal. Kirab yang menempuh jarak lima kilometer ini, membawa serta gunungan hasil bumi yang menggambarkan rasa syukur masyarakat Boja yang sudah diberi rezeki oleh sang kuasa.

Salah satu warga Boja, Nita mengatakan, hasil berebut gunungan di tradisi tersebut akan di olah dan di santap bersama keluarga, ia berharap juga mendapatkan kesejahteraan yang melimpah.

“Senang jika bisa mendapatkan sayuran atau buah – buahan, walau sedikit, sayuran yang didapat akan dijadikan sayur dan disantap bersama keluarga. Dengan sayur dari gunungan ini, saya berharap juga mendapatkan kesejahteraan melimpah,” katanya.

Kepala Desa Boja, Rofik Anwar. (dok Istimewa)

Sementara itu, Kepala Desa Boja, Rofik Anwar mengatakan, tradisi kirab ini dilakukan setiap tahun, sebagai bentuk tradisi tahunan masyarakat Boja untuk menghormati leluhur penyebar agama islam di wilayah ini.

“Tradisi tahunan ini diselenggarakan untuk menghormti leluhur menyebar agam Islam diwilayah ini, selain itu, juga sedekah bumi dengan mengarak gunungan hasil bumi,” bebernya.

Selain tradisi Kirab Nyi Dapu, juga dilakukan penggantian luwur atau penutup makam, sejumlah tokoh agama dan masyarakat Boja sendiri.

Usai mengikuti kirab menggelar tahlil dan doa bersama di makam Ni Pandansari atau yang lebih dikenal dengan nama Nyi Dapu. Tradisi Syawalan di Boja ini, merupakan agenda tahunan dan menjadi wisata religi warga Kendal dan sekitarnya. ***

MPI PDM Kendal Isi Ngabuburit dengan Pelatihan Jurnalistik

Lingkar.co – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal gelar ngabuurit, yang di ikuti oleh 40 peserta dari kalangan Muhammadiyah mengikuti pelatihan jurnalistik bertajuk Membangun Budaya Reportase Muhammadiyah, di Ala Pondok Pesantren Muhamadiyah Darul Arqon, Paten, Kendal.

Tidak hanya di ikuti oleh kalangan pemuda, tetapi juga melibatkan remaja putri dan ibu-ibu yang antusias mengikuti pelatihan. Mereka dengan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh narasumber dari MPI PDM Kendal, Wahyudi, yang juga seorang jurnalis Metro TV dan Pemimpin Redaksi Kendalmu.or.id, Ghofur.

Dalam kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Agus Budi Utomo, yang didampingi oleh Ketua MPI PDM Kendal, Supardi.

Dalam sambutannya, Agus Budi Utomo sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dapat mencetak jurnalis muhammadiyah yang mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.

“Saya mendorong para peserta untuk menghasilkan tulisan mengenai sejarah amal usaha dan pendidikan muhammadiyah di daerah masing-masing,” ungkapnya dalm sambutan.

Sementara itu, Ketua MPI Kendal, Supardi menyampaikan, bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut.

“Saat ini, terdapat tujuh kecamatan di wilayah atas yang telah mengikuti pelatihan, dan ke depan pelatihan akan diperluas ke wilayah bawah agar seluruh pimpinan cabang Muhammadiyah dapat mengirimkan perwakilan peserta,” harapnya.

Pada sesi materi, Ghofur memberikan pemaparan tentang teknik menulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah jurnalistik. Sedangkan wahyudi membahas teknik dasar penulisan jurnalistik serta cara pengambilan gambar, baik dalam bentuk foto maupun video.

Para peserta kemudian diajak untuk berlatih membuat berita dengan menerjemahkan isi ceramah dalam video menjadi tulisan jurnalistik secara kelompok. Hasil karya peserta dievaluasi, dan ternyata sebagian besar mampu menghasilkan tulisan dengan baik karena sudah terbiasa menulis di media sosial.

Dengan hasil yang memuaskan, diharapkan kegiatan ngabuburit jurnalistik ini menjadi awal dari terbentuknya jaringan jurnalis Muhammadiyah yang aktif dalam menyebarkan informasi dan dakwah melalui media. ***

Wabup Kendal Minta Notaris dan PPAT Bantu Masyarakat Terkait Kepastian Hukum Properti dan Tanah

Lingkar.co -Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi berharap para Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Kendal dapat dapat membantu dan memudahkan masyarakat terkait k3pastian hukum properti dan tanah.

Hal ini disampaikan Benny Karnadi usai menghadiri pengukuhan dan pelantikan PD INI dan IPPAT Kabupaten Kendal, di Ruang Abdi Praja Setda Kendal, Rabu (5/3/2025).

Benny meminta dalam proses transaksi akta autentik atau dokumen resmi, notaris dan PPAT sesuai dengan prosedur dan aturan serta jujur dan transparan. Sehingga masyarakat di Kabupaten Kendal merasa nyaman dan aman saat membuat transaksi terkait pertanahan.

“Kita berharap bahwa notaris dan PPAT ini bisa membawa kepastian hukum bagi properti dan tanah di Kabupaten Kendal. Dan kepastiannya bukan hanya akta tanah tapi proses transaksinya itu bisa dilakukan secara jujur, transparan dan adil,” harap Wabup Kendal.

Wabup juga meminta notaris dan PPAT dapat mensosialisasikan kemudahan dan mekanisme pengurusan akta tanah kepada masyarakat luas.

“Yang kedua juga mekanismenya harusnya lebih banyak dipublikasikan kepada masyarakat bahwa mengurus akta tanah itu tidak sulit,” harapnya.

Ketua PD Ikatan Notaris Indonesia Kabupaten Kendal, Nurul Masrifah yang baru saja dilantik mengatakan, dalam tugasnya para notaris dipastikan melaksanakan tugasnya sesuai aturan perundang-udangan.

“Akta outentik itu kan dibuat oleh pejabat umum, bentuknya sudah ditentukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” terangnya.

Ia menambahkan, setelah ini pihaknya akan segera melaksanakan program kerja kedepan. Diantaranya memberikan pembekalan berupa pelatihan kepada para anggotanya.

“Kita akan menggelar seminar dan pelatihan kepada para anggota. Kemudian kita akan berkomunikasi dan menjalin sinergi yang baik dengan instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan pekerjaan kami,” katanya.

Senada, Ketua IPPAT Kendal, Nur Khamid menyampaikan pihaknya akan segera menjalankan program kerjanya sengan baik. Serta menjalin kerjasama dengan stakeholder maupun instansi terkait terutama BPN maupun Bapenda.

“Selama ini kan kita menjadi tulang punggung bagi PAD Kendal karena kita banyak menghasilkan BPHTB atau pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan. Namun terkadang dalam pengurusan akta tanah masih ada beberapa kendala. Diantaranya verifikasi pembayaran BPHTB dan PPH yang nilainya terlalu tinggi tetapi nilai di lapangan kadang lebih rendah. Kami mohon Bapenda bisa mengkaji ulang lagi agar kita sama-sama berjalan lancar,” tutupnya. ***

Tanaman Padi Terancam Puso, DPP Kendal Lakukan Pencegahan

Lingkar.co – Banjir di wilayah Kendal yang terjadi pada Januari dan Februari ini menimpa ribuan hektar tanaman padi. Data sementara dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, tanaman padi yang terkena banjir sebanyak 1.689 hektar, dan 279 hektar di antaranya, sudah mengalami puso.

Kepala DPP Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, pihaknya sedang mencarikan bantuan benih padi ke provinsi untuk mengganti tanaman padi yang mengalami puso. Tujuannya agar produksi padi di Kendal tahun 2025 ini, tidak mengalami penurunan.

“Sementara ini untuk penanganan darurat, dilakukan dengan memompa air untuk mengurangi genangan banjir di lahan tanaman padi yang terkena banjir. Tujuannya untuk menyelamatkan tanaman padi agar tidak rusak atau mengalami puso,” kata Pandu, Kamis (19/2/2025).

Berdasarkan data dari dinas pertanian dan pangan kabupaten kendal, dampak banjir bandang membuat ratusan hektar tanaman padi rusak dan bahkan gagal panen.

Ada 1.926 hektar tanaman padi di berbagai wilayah di kendal yang terdampak banjir bandang mulai usia tanam 4 minggu hingga 12 minggu. Namun yang terindikasi gagal panen ada 660 hektar paling banyak di wilayah Kecamatan Brangsong dan Kebonharjo Patebon.

“Pasca banjir bandang sebanyak 1.926 hektar tanaman padi mengalami kerusakan dan 660 hektar sawah terancam gagal panen, upaya pemerintah nanti yang gagal panen akan di bantu bibit padinya, sedangkan bagi lahan jagung yang terdampak pemerintah baru koordinasi dengan Dinas Pertanian Pusat untuk mendapatkan bantuan bibit,” jelas Pandu, Rabu (19/2/2025).

Salah satu petani asal Turunrejo Brangsong, Aspar mengatakan, dampak dari banjir membuat petani merugi bahkan ada yang sudah mulai panen namun terendam air selama satu bulan sehingga tidak bisa di panen total, ada yang usia 6 minggu terendam air sudah rata dengan tanah semua. Harapan pemerintah bisa membantu kerugian petani dan bisa segera memperbaiki saluran irigasi.

“Ini banyak yang gagal panen, sebab padi terendam selama hampoir satu bulan tidak ada kemungkinan padi akan hidup sehingga petani merigi 100 persen,” kata Aspar.

Aspar berharap, pemerintah bisa membantu kerugian petani dan bisa segera memperbaiki saluran irigasi.

Banjir juga menimpa ratusan hektar tanam jagung dan puluhan hektar tanaman bawang merah. Untuk tanaman jagung yang terkena banjir sebanyak 379 hektar, dan yang mengalami puso sebanyak 27 hektar. Sedangkan tanaman bawang merah yang terkena banjir sebanyak 29 hektar.

Penulis : Wahyudi

Warga Perum Kaliwungu Permai Tuntut Minta Lahan Pemakaman Warga

Lingkar.co – Warga Perumahan Kaliwungu Permai, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal meminta pihak pengembang untuk menyediakan lahan pemakaman bagi warga perumahan.

“Selama 16 tahun, warga yang meninggal harus dimakamkan di kompleks Pemakaman Pangeran Juminah yang lokasinya cukup jauh dari perumahan,” kata Arif Rahman Hakim, salah seorang warga, Selasa (18/2/2025).

Puluhan warga melakukan audiensi dengan pihak pengembang, pemerintah desa, dan dinas perumahan dan kawasan permukiman (Disperkim) Kabupaten Kendal.

Sebelumnya, warga telah mengirim surat pemberitahuan kepada dinas perkim dan polsek kaliwungu terkait rencana aksi demonstrasi guna menuntut penyediaan fasilitas umum berupa lahan pemakaman.

Dalam audiensi tersebut, pihak pengembang menjelaskan bahwa lahan pemakaman sebenarnya telah disediakan sejak awal. Namun, terdapat kendala dan miskomunikasi dengan kepala desa protomulyo sebelumnya. Kini, setelah kepala desa meninggal dunia, warga kembali mengajukan permintaan agar masalah ini segera diselesaikan.

Akhirnya, semua pihak sepakat bahwa lahan pemakaman akan disediakan oleh pengembang ,di sebelah barat perumahan kaliwungu permai dengan luas dua setengah persen dari total lahan perumahan. Kesepakatan ini diterima oleh semua pihak, sehingga rencana demonstrasi warga dibatalkan.

“Selama ini warga telah berulang kali mengajukan permintaan kepada kepala desa agar pengembang menyediakan lahan pemakaman, namun belum terealisasi,” terangn Arif.

Setelah audiensi, diketahui bahwa persoalan ini hanya akibat miskomunikasi. Kini, pengembang telah menyiapkan lahan, dan pemerintah desa tinggal menerbitkan surat keterangan bahwa lahan tersebut tidak bermasalah agar dapat diserahkan kepada pemerintah kabupaten melalui disperkim.

Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Kendal, Rina Widiyanti mengatakan, bahwa hasil audiensi telah menghasilkan kesepakatan.

“Dalam minggu ini, pihak pengembang akan segera membuat surat penyerahan lahan kepada dinas perkim sebagai aset pemkab. Pemerintah desa juga akan menerbitkan surat keterangan bahwa lahan tersebut bebas dari sengketa dan melengkapi administrasi yang diperlukan. Setelah proses ini selesai, lahan tersebut dapat digunakan warga sebagai pemakaman resmi,” ungkap Rina.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, warga perumahan kaliwungu permai akhirnya mendapatkan kepastian terkait fasilitas pemakaman yang telah lama diperjuangkan.wagga juga berterima kasih pada semua pihak yang sudah melakukan mediasi hingga tercapainya kesepakatan ini.

Penulis : Wahyudi