Arsip Tag: Transportasi Ramah Lingkungan

Uji Coba Dua Bus Listrik di Semarang, Dishub Siapkan 27 Armada untuk Koridor 1

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang mulai menguji coba operasional dua bus listrik di Koridor 1 Trans Semarang, Jumat (13/2/2026). Uji coba ini menjadi bagian dari rencana konversi armada diesel menuju transportasi publik ramah lingkungan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan uji coba dilakukan untuk mencari karakter kendaraan yang paling sesuai dengan kondisi medan Kota Semarang yang naik-turun.

“Semarang ini kan medannya berbeda dengan kota lain. Jadi kita mencari kendaraan yang benar-benar mampu dioperasionalkan dan nyaman digunakan di sini,” ujarnya.

Dua bus besar berukuran 12 meter yang diuji coba tersebut berasal dari dua produsen berbeda, yakni karoseri lokal Laksana dan merek Invi. Dalam beberapa pekan ke depan, Dishub juga akan menguji bus ukuran medium serta bus kecil untuk kebutuhan feeder. Seluruhnya menggunakan tenaga listrik.

Danang menjelaskan, tahun ini Pemkot Semarang merencanakan pengadaan 27 armada bus listrik untuk Koridor 1 (Manggarai–Penggaron). Skema pembiayaan menggunakan APBD dengan sistem pembelian jasa operasional kepada operator, termasuk biaya perawatan (maintenance).

“Konsepnya sama seperti sebelumnya, hanya mengganti dari diesel ke listrik. Target utama kita mereduksi emisi gas buang sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kebersihan layanan,” katanya.

Ia mengakui tantangan utama ada pada konsumsi daya baterai di medan menanjak. Karena itu, uji coba juga menghitung daya tahan baterai, durasi pengisian ulang, serta kebutuhan armada cadangan. Meski demikian, bus dinilai aman termasuk saat melintasi genangan, karena sudah diuji di sejumlah kota lain.

Operasional penuh ditargetkan mulai akhir tahun, setelah seluruh perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK) rampung.

Sementara itu, Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyebut anggaran operasional bus listrik di Koridor 1 untuk periode 1 Agustus hingga 31 Desember 2026 diproyeksikan sekitar Rp21 miliar.

“Kita prinsipnya belanja jasa. Di dalam BOK sudah termasuk maintenance. Jadi operator yang bertanggung jawab atas operasional dan perawatannya,” jelasnya.

Uji coba dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan pergantian tipe bus setiap pekan. Saat ini terdapat empat produsen yang mengajukan permohonan uji coba, dan tiga di antaranya sudah direalisasikan.

Pemkot Semarang berharap kehadiran bus listrik dapat menjawab keluhan masyarakat terkait polusi kendaraan umum sekaligus menjadi langkah konkret menuju transportasi publik yang lebih hijau di Ibu Kota Jawa Tengah. ***

OFERO Luncurkan Stareer 5 Lit di Semarang, Bidik Mobilitas Harian Perkotaan

Lingkar.co – OFERO Jawa Tengah bekerja sama dengan Genki Molis Semarang resmi meluncurkan sepeda listrik terbaru Stareer 5 Lit dalam sebuah acara di Kota Semarang, Minggu (1/2/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya OFERO memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan untuk kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

Manager Area OFERO Jawa Tengah, Rikko Arianto, menyebut peluncuran produk tersebut dikemas secara khusus dengan menggabungkan unsur olahraga, hiburan, dan edukasi produk agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Acara hari ini merupakan kerja sama spesial kami dengan Genki Molis Semarang untuk launching produk terbaru, Stareer 5 Lit. Rangkaian acaranya dimulai dari fun run di area Kota Semarang, dilanjutkan slam zumba, fun ride, hingga peresmian launching produk dan promo-promo dari OFERO,” ujar Rikko.

Stareer 5 Lit merupakan pengembangan dari seri Stareer yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan OFERO di segmen menengah ke atas. Pada varian terbaru ini, OFERO menghadirkan peningkatan performa, terutama pada jarak tempuh.

“Stareer ini memang produk best seller kami untuk tipe mid-high. Pada Stareer 5 Lit, kami melakukan upgrade jarak tempuh hingga 130 kilometer dengan penggunaan dual baterai lithium,” jelasnya.

Dengan spesifikasi tersebut, Stareer 5 Lit dirancang untuk menunjang aktivitas harian masyarakat perkotaan yang membutuhkan kendaraan praktis, efisien, dan ekonomis. Rikko menyebut segmen konsumen utama sepeda listrik ini adalah kalangan dewasa dengan mobilitas tinggi.

“Target konsumennya adalah pekerja dengan aktivitas padat, pelaku usaha, hingga ibu rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari seperti ke pasar atau mengantar anak sekolah. Produk ini memang kami arahkan untuk penggunaan harian,” katanya.

Untuk Kota Semarang, OFERO menargetkan penjualan 350 unit dalam tiga bulan pertama sejak peluncuran. Target tersebut dinilai sejalan dengan tren pertumbuhan sepeda listrik yang terus meningkat di wilayah perkotaan.

Dari sisi desain, Stareer 5 Lit hadir dengan tampilan lebih futuristik dan berisi dibanding seri sebelumnya. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan selera konsumen yang dinilai semakin mengarah pada desain modern dan maskulin.

“Kalau sebelumnya desain kami lebih klasik dan cenderung feminin, kali ini kami hadirkan desain futuristik yang juga menyasar konsumen pria,” ungkap Rikko.

Saat ini, OFERO memasarkan delapan tipe sepeda listrik, dengan seri Stareer menjadi tulang punggung penjualan. Sepanjang 2025, penjualan nasional OFERO tercatat mencapai 2.300 unit dalam empat bulan, sementara Jawa Tengah menyumbang 1.230 unit, menjadikannya salah satu pasar terbesar selain Jabodetabek.

Rikko menambahkan, pertumbuhan sepeda listrik di Indonesia semakin positif seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, terutama terkait jarak tempuh dan layanan purna jual.

“Kami fokus pada peningkatan jarak tempuh dan after sales. Untuk baterai lithium, kami berikan garansi tiga tahun dan diganti baru jika terjadi kerusakan. Ini yang menjadi nilai lebih kami,” katanya.

Stareer 5 Lit dipasarkan dengan harga Rp11.999.000. OFERO optimistis, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya dan transportasi ramah lingkungan, sepeda listrik akan semakin menjadi pilihan mobilitas harian di perkotaan. ***

Becak Listrik Hadiah untuk Para Pejuang Jalanan, Prabowo Subianto Dorong Kendal Jadi Kota Ramah Pekerja dan Lingkungan

Lingkar.co — Di halaman Pendopo Kabupaten Kendal, deretan becak berwarna cerah tampak berkilau di bawah terik matahari. Namun kali ini, bukan becak biasa yang terparkir. Di setiap pedalnya, tersimpan harapan baru, harapan dari para pengayuh yang kini tak lagi harus memeras keringat sebesar dulu untuk mencari rezeki.

Sebanyak 140 unit becak listrik resmi diserahkan kepada pengemudi becak di Kabupaten Kendal, Selasa (11/11/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari program sosial Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).

Penyerahan dilakukan oleh Dyah Kartika Permanasari, Bupati Kendal Benny Karnadi, dan Deputi BP Taskin Novrizal Tahar, yang hadir langsung menyaksikan antusiasme para penerima bantuan, mayoritas para pengemudi lanjut usia yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari becak kayuh.

“Kalau dulu narik becak bisa bikin lutut panas dan badan pegal, sekarang lebih ringan. Kayak punya tenaga muda lagi,” kata Jumadi (62), salah satu penerima bantuan, dengan mata berbinar.

Program ini tak hanya membagikan becak listrik, tetapi juga pendampingan teknis dari YGSN. Para pengemudi mendapat pelatihan penggunaan, cara perawatan, hingga layanan servis gratis jika terjadi kerusakan.

“Kalau aki rusak atau ada masalah teknis, teknisi YGSN siap bantu tanpa biaya,” ujar Novrizal Tahar, menjelaskan sistem dukungan pasca penyerahan.

Menurut Novrizal, program ini merupakan bentuk nyata perhatian Presiden Prabowo terhadap pekerja sektor informal berpenghasilan rendah. Melalui bantuan ini, mereka diharapkan tetap bisa produktif tanpa terbebani kondisi fisik.

“Sasarannya adalah pengemudi becak berusia 50 tahun ke atas. Mereka tidak perlu lagi mengayuh dengan tenaga besar. Semua diberikan gratis sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan 10.000 unit becak listrik akan disalurkan ke berbagai daerah hingga 2026. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya nasional menekan angka kemiskinan dan memperluas penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menilai kehadiran becak listrik akan membawa perubahan besar dalam kehidupan para pengemudi.

“Becak listrik lebih irit, tidak perlu bahan bakar, dan tenaga pengemudi jadi lebih hemat. Ini solusi nyata untuk keberlanjutan ekonomi rakyat kecil,” ujarnya.

Dari total 170 becak manual yang terdata di Kendal, 140 sudah beralih menjadi becak listrik. Sisanya masih dalam proses pengajuan tambahan bantuan. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan fasilitas bengkel serta pusat servis ringan agar becak listrik dapat digunakan secara berkelanjutan.

Selain menjadi alat kerja, becak listrik ini juga simbol perubahan. Ia mencerminkan arah baru transportasi rakyat modern, ramah lingkungan, dan manusiawi.

Dengan roda yang kini digerakkan tenaga listrik, para pengemudi becak di Kendal seakan diberi energi baru, bukan hanya untuk menempuh jarak, tetapi juga menatap masa depan dengan keyakinan bahwa hidup layak bisa diraih, bahkan di usia senja. ***