Arsip Kategori: Lifestyle

Berita Lifestyle

Peluang Besar Seni Budaya, Spartavbud Siap Jadi Jembatan Pemasaran Seniman

Lingkar.co – Yayasan Dewi Sartika (YDS) Semarang kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) keempat dalam rangkaian program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan RI Tahun 2025. Kegiatan ini melibatkan pelaku seni, budayawan, akademisi, hingga praktisi media guna memperkuat pengembangan platform digital Spartavbud.

Ketua pelaksana kegiatan, Yanuar Aris Budiarto, menyampaikan bahwa sejak FGD pertama digelar, kehadiran platform Spartavbud mendapat respons positif dari kalangan seniman dan budayawan di Kota Semarang.

Menurutnya, platform ini dirancang sebagai jembatan pemasaran karya seni dan budaya, sehingga para pelaku kreatif dapat lebih mudah mempromosikan sekaligus menjual produk mereka.

“Platform SPARTAVBUD ini dinilai memiliki ‘nyawa’ dan semangat pemberdayaan yang berpotensi memperkuat ekosistem seni dan budaya,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar di Gedung Business Learning Center (BLC) Unwahas Semarang, Kamis (23/4/2026).

Pada FGD kali ini, pembahasan difokuskan pada strategi penguatan promosi dan distribusi konten secara masif sebelum aplikasi benar-benar dikembangkan.

“Nah, pada FGD kali ini kami fokus pada topik ‘Strategi Pasukan Iklan & Distribusi Konten Massal SPARTAVBUD’, kami berharap sebelum aplikasi ini didevelop, sudah ada masukan dari para budayawan dan masyarakat yang akan jadi penggunanya,” jelas Yanuar Aris Budiarto.

Dosen Seni Rupa UPGRIS sekaligus Ketua AECI Satya Nirmana Foundation Semarang, Singgih Adhi Prasetyo, menilai sektor seni rupa memiliki potensi ekonomi besar yang belum tergarap maksimal.

“Peluangnya besar, termasuk untuk pola kerja freelance. Saya yakin platform SPARTAVbud ini mampu memberdayakan pelaku seni budaya dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Spartavbud berpotensi menarik minat mahasiswa karena konsepnya membuka peluang penghasilan tambahan.

“Kepentingan pelaku seni budaya adalah dibantu promosi, dan kepentingan masyarakat, dalam hal ini mahasiswa, adalah butuh penghasilan tambahan. Maka konsep ini langkah jitu,” katanya.

Sementara itu, Direktur Gambang Semarang Art Company, Tri Subekso, menilai Spartavbud memiliki keunggulan dibanding platform lain karena membawa idealisme pemberdayaan komunitas.

“Spartavbud ini punya idealisme, punya ‘nyawa’ untuk memfasilitasi teman-teman komunitas,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya proses kurasi yang ketat agar kualitas karya tetap terjaga, mengingat beragamnya karakter pelaku seni dan kebutuhan pasar.

FGD ini juga menghadirkan praktisi seni visual seperti Rofikin serta perwakilan komunitas Wayang On The Street, Krisna Phiyastika.

Dari kalangan media, turut hadir Hery Priyono dan Prasetyo Widodo yang memberikan perspektif terkait promosi dan pemasaran karya seni.

Prasetyo menilai, tantangan terbesar bukan lagi pada kesadaran seniman terhadap branding, melainkan pada kemampuan menjual karya.

“Brand awareness seniman sudah cukup, tapi bagaimana menjual karya itu yang masih lemah. Narasi produk harus dibangun agar memikat konsumen,” paparnya.

Hal senada disampaikan Hery Priyono yang menilai Kota Semarang tidak kekurangan seniman maupun event budaya berkualitas, namun masih lemah dalam aspek pemasaran.

“Aplikasi seperti Spartavbud ini bisa jadi batu loncatan para pelaku seni dan budaya untuk memperkenalkan dan menjual karyanya,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebut militansi seniman Semarang tetap tinggi meski tantangan besar terus dihadapi.

“Seniman Semarang itu ‘gila’. Sudah tahu Semarang itu kuburan seni, tapi tetap nekat berkesenian,” ujarnya.

Melalui forum ini, Spartavbud diharapkan tidak hanya menjadi platform digital, tetapi juga solusi nyata untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya secara lebih terstruktur, berkelanjutan, serta mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku kreatif. ***

Tak Perlu Ribet, Ini Tiga Cara Efektif Turunkan Berat Badan

Lingkar.co – Menurunkan berat badan tidak selalu harus rumit. Di tengah banyaknya metode, mulai dari obat resep hingga puasa intermiten, kunci utama justru terletak pada konsistensi menjalani kebiasaan sehat setiap hari.

Mengutip Cleveland Clinic yang dilansir Eatthisnotthat, sekitar 80–95 persen pelaku diet mengalami kenaikan berat badan kembali. Hal ini dipengaruhi perubahan hormonal dan metabolik yang meningkatkan rasa lapar setelah diet.

Pakar nutrisi sekaligus penasihat medis di Welzo, Dr. Kezia Joy, RDN, menyebut proses penurunan berat badan kerap terasa sulit karena banyak orang mengejar kesempurnaan, bukan konsistensi.

“Penurunan berat badan biasanya menjadi rumit karena mencoba mencapai kesempurnaan daripada konsisten dalam beberapa kebiasaan harian yang sederhana namun bisa diulang. Ini membuat penurunan berat badan terasa seperti tugas yang mustahil bagi kebanyakan orang,” jelas Dr. Joy.

Padahal, menurutnya, ada tiga aturan sederhana yang bisa membantu menurunkan berat badan secara efektif dan berkelanjutan:

Prioritaskan Protein

Salah satu tujuan utama saat diet adalah mengonsumsi cukup protein dan serat di setiap waktu makan.

“Protein dan serat membantu merasa kenyang lebih lama, mendukung kestabilan gula darah, dan secara umum mengurangi keinginan ngemil sepanjang hari,” ujar Dr. Joy.

Ciptakan Defisit Kalori Kecil

Alih-alih pembatasan kalori yang ekstrem, Dr. Joy merekomendasikan defisit kalori kecil.

“Ketika mengonsumsi sedikit lebih rendah dari kebutuhan energi tubuh, hal ini akan mendorong penurunan berat badan, sekaligus melindungi laju metabolisme dan membantu menekan rasa lapar,” katanya.

Lakukan Aktivitas Fisik secara Teratur

Melakukan aktivitas fisik secara rutin adalah kunci jika ingin menurunkan berat badan dan menjaganya tetap stabil.

“Kembangkan rutinitas aktivitas fisik yang berkelanjutan, termasuk aktivitas harian (berjalan di rumah, naik turun tangga, dan sebagainya) serta olahraga teratur. Komponen olahraga sangat penting untuk membantu mengurangi lemak sambil mempertahankan massa otot dan menjaga kesehatan secara keseluruhan,” jelas Dr. Joy. (*)

Turnamen Sumpit Rayakan Panen, Lestarikan Budaya Dayak

Lingkar.co – Warga Desa Teras Nawang, Kecamatan Tanjung Palang, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Turnamen Sumpit untuk memeriahkan Pesta Panen.

Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Alab secara resmi membuka Turnamen Sumpit yang diikuti 80 peserta dari berbagai desa di kabupaten Bulungan.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya di tengah perkembangan zaman. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga tradisional khas Dayak yang butuh konsentrasi dalam menguji akurasi tembakan untuk bisa tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Turnamen ini bukan hanya soal ketepatan mengenai sasaran, tapi juga upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup,” ujarnya, Selasa (21/4/2026)

Ia menegaskan bahwa menyumpit bukan sekadar perlombaan, melainkan simbol ketangkasan dan jati diri budaya Kaltara yang perlu dilestarikan oleh generasi muda.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Pesta panen yang menjadi latar kegiatan merupakan tradisi tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh masyarakat. (*)

Rusak Ekosistem Sungai, Warga Minta Semarang Juga Ikuti Jakarta Berantas Ikan Sapu-Sapu

Lingkar.co – Meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai di Kota Semarang menuai perhatian warga. Salah satunya datang dari Rachman, tokoh muda yang sangat peduli terhadap lingkungan, khususnya ekosistem sungai.

Rachman menilai keberadaan ikan sapu-sapu yang kian masif telah mengancam keseimbangan ekosistem perairan.

Ia merespons positif langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebelumnya gencar melakukan pemberantasan ikan tersebut hingga saat ini, dan berharap upaya serupa juga dilakukan oleh pemerintah daerah di Semarang.

“Ikan sapu-sapu sangat merusak ekosistem. Mereka memakan telur ikan lokal sehingga mengancam keberadaan ikan endemik,” kata Rachman, Selasa, (21/4/2026).

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada ekosistem biotik, tetapi juga pada struktur fisik sungai.

Ikan sapu-sapu diketahui membuat lubang di dasar dan dinding sungai untuk berkembang biak, yang berpotensi merusak pondasi hingga menyebabkan longsor atau jebolnya tanggul.

Tersebar Luas di Sungai Kota

Rachman mengungkapkan, populasi ikan sapu-sapu telah tersebar di berbagai aliran sungai di Kota Semarang.

Beberapa di antaranya berada di kawasan Kota Lama seperti Jalan Merak, Kali Marabunta, Kali Krokosono di sekitar SMA Negeri 14 Semarang, hingga wilayah Kaligawe, Genuk, Tlogosari, Madukoro, dan Ronggowarsito. Selain itu, ikan ini juga ditemukan di waduk buatan kawasan rusunawa, hingga Polder Tawang.

Pria yang juga memiliki hobi memancing mengaku kerap menangkap ikan sapu-sapu secara mandiri untuk dimusnahkan. Namun, jumlahnya yang sangat banyak membuat upaya tersebut tidak signifikan.

“Saya berharap ada keterlibatan relawan lingkungan maupun pemerintah, termasuk dinas terkait, untuk melakukan penanganan serius terhadap populasi ikan ini,” ungkapnya.

Harapkan Peran Pemerintah

Rachman juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai.

Ia membagikan pengalamannya sebelum pandemi Covid-19, ketika berhasil membersihkan aliran sungai di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Semarang Utara.

Kala itu, ia secara mandiri membersihkan sampah selama dua pekan, memasang sistem penyaring sederhana, serta memperindah area sungai.

Upaya tersebut berhasil mengubah kondisi sungai menjadi lebih bersih, jernih, dan dipenuhi ikan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama akibat keterbatasan biaya dan dukungan.

Ia mengaku sempat kehilangan pekerjaan selama pandemi, sehingga tidak mampu lagi merawat ekosistem sungai yang telah dibangunnya.

“Kalau ada dukungan dari pemerintah dengan sistem seperti itu, saya yakin sungai di Semarang bisa bersih dan penuh ikan,” ujarnya.

Kini, dengan kondisi sungai yang kembali tercemar dan populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat, Rachman berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

“Kalau Jakarta bisa, Semarang juga harus bisa,” tegasnya.

Senada, Heri Kurniawan yang juga hobi memancing. Ia kerap mendapati ikan sapu-sapu di Kali Banjir Kanal Barat.

“Ada banyak, besar-besar. Kadang naik, muncul dari bawah terus kembali masuk ke dasar sungai,” ujarnya.

Yang ia ketahui ikan sapu-sapu hanya memakan lumut. Herannya, kata Heri, ikan sapu-sapu ternyata beberapa kali memakan cacing dan udang umpan dan tersangkut kail.

“Padahal niatnya mancing ikan Nila, ternyata malah beberapa kali cacing umpan dimakan ikan sapu-sapu,” ujarnya. (*)

Fashion Show Peringatan Hari Kartini 2026, Ikhtiar Pemkab Klaten Tumbuhkan Semangat Industri Kreatif Berbasis Kain Perca

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar fashion show berbahan perca dan lurik di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (20/4/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memeriahkan Peringatan Hari Kartini 2026.

Berbagai busana hasil kreasi dari 60 peserta ditampilkan di atas panggung. Kain perca yang biasanya dianggap sisa bahan, disulap menjadi busana menarik dengan sentuhan motif lurik khas Jawa yang elegan dan bernilai seni tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten sekaligus Dewan Juri, Fahrani Hamenang mengaku terpukau dengan pakaian dan kreativitas peserta.

“Ini diluar biasa, baju-bajunya bagus, ini kelasnya bukan Kabupaten lagi tetapi sudah seperti tingkat nasional. Terima masih partisipasinya kepada seluruh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Desa Binaan yang sudah berkenan berpartisipasi,” jelasnya.

Kepala Dissos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti menyampaikan lomba ini bertujuan menumbuhkan semangat kreativitas perempuan, menumbuhkan kesadaran pentingnya limbah kain perca agar bernilai guna, mendorong inovasi busana unik dan ramah lingkungan, meningkatkan rasa percaya diri, serta cinta kreativitas lokal.

Puspo memaparkan peserta fashion show berasal dari berbagai organisasi wanita, di antaranya TP PKK Kabupaten Klaten, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Gayatriwara, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Adhyaksa Dharmakarini, Gabungan Organisasi Wanita serta perwakilan dari 48 desa binaan.

Adapun Juara I berhasil diraih Vida Salsabila, menyusul sebagai Juara 2 diraih Fasikah, dan Dessy Aprillianti menempati juara 3. Sedangkan juara harapan 1, 2 dan 3 secara berurutan diraih oleh Eka W Sigid, Eny, dan Salsabilla Arilla (*)

Jelang Hari Kartini, Kunjungan Museum di Rembang Naik Signifikan

Lingkar.co – Kunjungan wisatawan ke Museum RA Kartini mengalami lonjakan signifikan menjelang peringatan Hari Kartini 2026. Hingga 18 April, jumlah pengunjung tercatat meningkat sekitar 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Retna Dyah Radityawati, menyampaikan bahwa peningkatan ini didominasi oleh kalangan pelajar.

“Data kunjungan di Museum RA Kartini Rembang, jelang April kenaikan pengunjung sampai dengan 18 April dari bulan lalu sebanyak 30 persen,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Perempuan yang akrab disapa Nana itu menjelaskan, mayoritas pengunjung berasal dari anak-anak sekolah, mulai dari kelompok bermain hingga sekolah dasar. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah sejak dini.

“Yang banyak pengunjung anak-anak sekolah. Mayoritas terutama kelompok bermain, TK dan SD,” jelasnya.

Museum yang menyimpan jejak kehidupan Raden Ajeng Kartini ini memiliki ratusan koleksi bersejarah. Tercatat sebanyak 224 koleksi menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.Beberapa koleksi ikonik yang dipamerkan antara lain kebaya asli Kartini, tulisan tangan, bothekan, kotak hias, tafsir Alquran, hingga buku Door Duisternis tot Licht yang menjadi karya terkenalnya.

Tak hanya koleksi, nilai historis bangunan museum juga menjadi magnet tersendiri. Bangunan tersebut dulunya merupakan rumah dinas suami Kartini, Raden Adipati Joyodiningrat, yang ditempati selama masa hidup Kartini di Rembang.

“Bangunan museum ini dulu rumah dinas suami RA Kartini, yang didiami beliau selama 10 bulan di Rembang,” pungkasnya. (*)

Inovasi Baru! Garasi Biggie Car Wash Tawarkan Cuci Mobil Cepat Berbasis Robotik

Lingkar.co – Inovasi layanan cuci kendaraan berbasis teknologi robotik kini hadir di Kota Semarang. Garasi Biggie Car Wash resmi dibuka pada Sabtu (18/4/2026), menawarkan konsep pencucian mobil cepat dengan hasil tetap maksimal.

Owner Garasi Biggie Car Wash, Nanthanael Budi, mengungkapkan ide bisnis ini berawal dari ketertarikannya di dunia otomotif serta keinginan menghadirkan layanan cuci kendaraan yang praktis dan modern di Semarang.

“Awalnya memang mimpi punya car wash karena saya pecinta otomotif. Saya ingin orang-orang yang punya mobil tidak harus mencuci sendiri, dan hasilnya bisa lebih bersih dengan detailing,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan teknologi robotik menjadi nilai pembeda karena layanan serupa masih jarang ditemukan di Semarang.

“Di Semarang ini jarang bahkan belum ada yang pakai robotik. Jadi kami coba hadirkan inovasi baru ini. Memang agak gambling, tapi saya optimistis bisa diterima,” jelasnya.

Cuci Cepat, Hasil Tetap Maksimal

Dengan teknologi robotik, proses pencucian mobil diklaim jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

“Prosesnya bisa hampir 50 persen lebih cepat. Kalau butuh cepat, misalnya mau meeting, cukup setengah jam mobil sudah bersih dan siap dipakai,” kata Nanthanael.

Meski mengandalkan mesin, ia memastikan kualitas kebersihan tetap terjaga.

“Kami tetap menjamin kebersihan sedetail mungkin. Memang untuk bagian kolong belum bisa dengan robotik, jadi itu masuk layanan ekspres,” tambahnya.

Harga Terjangkau dan Promo Grand Opening

Garasi Biggie Car Wash di Jalan Kawi Raya no. 21, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari resmi di buka. (dok Alan Henry)

Garasi Biggie Car Wash menawarkan layanan dengan harga yang cukup kompetitif. Untuk paket ekspres mobil dibanderol mulai Rp40.000, sementara layanan lainnya berkisar dari Rp60.000.

“Untuk motor mulai dari Rp30.000, dan prosesnya juga cepat, sekitar 30 sampai 45 menit tergantung jenis layanan,” jelasnya.

Dalam rangka grand opening, pihaknya juga memberikan promo menarik berupa diskon hingga 50 persen selama satu minggu pertama.

“Setelah itu, diskon 25 persen akan berlaku sampai akhir Mei,” ungkapnya.

Buka Lapangan Kerja dan Siapkan Fasilitas Tambahan

Selain menghadirkan inovasi, Garasi Biggie Car Wash juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin membantu membuka lapangan pekerjaan, terutama bagi yang terdampak kondisi ekonomi atau belum memiliki pekerjaan,” ujar Nanthanael.

Saat ini, usaha tersebut telah mempekerjakan enam karyawan dan berpotensi bertambah seiring pengembangan bisnis.

Ke depan, Garasi Biggie Car Wash juga akan melengkapi fasilitas dengan coffee shop sebagai area tunggu pelanggan.

“Jadi sambil menunggu, pelanggan bisa ngopi. Bahkan nanti bisa sekalian nongkrong juga,” katanya.

Tak hanya itu, layanan detailing kendaraan juga direncanakan mulai hadir pada Juni 2026 untuk melengkapi kebutuhan perawatan kendaraan secara menyeluruh.

Dengan konsep modern, layanan cepat, serta harga terjangkau, kehadiran Garasi Biggie Car Wash diharapkan mampu menjadi pilihan baru bagi masyarakat Semarang dalam merawat kendaraan mereka. ***

Cuaca Tak Menentu? Ini Cara Ampuh Hindari Batuk Pilek

Lingkar.co – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagikan sejumlah tips kepada masyarakat agar terhindar dari batuk dan pilek di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan perubahan cuaca dapat memicu penurunan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit.

“Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, membuat kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh, untuk meminimalisir adanya potensi paparan penyakit penyerta yang dipengaruhi cuaca yang akan menyerang tubuh,” ujarnya.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah batuk dan pilek:Pertama, menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bersih, sehat, dan bergizi. Disarankan memilih makanan hangat dan mudah dicerna seperti sup ayam, madu, minuman hangat, buah kaya vitamin C, serta air putih hangat.

“Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar,” kata Aji.

Kedua, menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi vitamin guna menjaga daya tahan tubuh.

Ketiga, menjaga kebersihan diri dengan menghindari menyentuh wajah menggunakan tangan yang kotor serta menghindari kontak dengan air kotor atau genangan yang berpotensi membawa penyakit.

Keempat, menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan rumah, saluran air, dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer juga penting untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri.

Kelima, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan polutan.

“Jika harus ke luar rumah atau beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker untuk mencegah partikel polutan masuk ke dalam hidung dan saluran pernapasan. Gunakan masker yang pas di wajah dan dapat menyaring partikel polutan dalam udara, seperti masker KF 94 atau KN 95,” ucapnya.

Selain batuk dan pilek, masyarakat juga diimbau mewaspadai penyakit lain yang kerap muncul saat cuaca tidak stabil, seperti Demam Berdarah Dengue, Malaria, Diare, hingga Leptospirosis yang dapat menyebar melalui genangan air terkontaminasi. (*)

Fakta Menarik Meja Raden Ajeng Kartini di Rembang, Simpan Filosofi Keluarga

Lingkar.co – Di ruang tengah Museum Raden Ayu Kartini, terdapat sebuah meja kayu yang sekilas tampak sederhana. Namun, benda tersebut menyimpan kisah tentang kebersamaan keluarga Raden Ajeng Kartini yang jarang disadari pengunjung.

Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Retna Dyah Radityawati, mengatakan bahwa setiap koleksi di museum memiliki cerita tersendiri, termasuk meja di ruang keluarga tersebut.

“Mungkin bagi sebagian orang kayak meja biasa, tetapi di situ juga mengandung makna bahwa di meja tersebut itu keluarga Joyodiningrat sendiri itu ternyata kalau berkumpul bukan di waktu malam atau pagi,” jelasnya.

Ia menuturkan, momen kebersamaan keluarga berlangsung pada sore hari. Setelah Raden Adipati Joyodiningrat menyelesaikan pekerjaannya, mereka akan duduk bersama di meja tersebut sambil menikmati teh.

“Sore setelah Pak Joyodiningrat ini selesai bekerja, selesai mengajar, terus beliau itu mandi, nanti baru sekitar jam 4-an beliau itu duduk bareng dengan RA Kartini sambil minum teh,” terangnya.

Tradisi minum teh ini merupakan pengaruh budaya Belanda. Namun, keluarga Kartini memberi sentuhan lokal dengan menambahkan kapulaga ke dalam seduhan teh.

“Kapulaga itu mungkin dulu didapat dari apotek hidup yang ditanam di pekarangan,” tambahnya.

Tak hanya menjadi tempat berkumpul, meja tersebut juga sarat makna filosofis. Kartini diketahui merancang desain meja beserta kursinya. Enam kursi mengelilingi meja, lima di antaranya menggambarkan tokoh Pandawa Lima, sedangkan satu kursi lainnya menampilkan Kresna.

“Pandawa Lima itu melambangkan keluarga yang solid. Kartini ingin menunjukkan bahwa keluarga harus kuat dan bersatu,” jelas Retna.

Ia menambahkan, sosok Kresna menjadi simbol kebijaksanaan serta penengah dalam konflik.

Menurut Retna, meja tersebut tidak sekadar artefak, melainkan cerminan pemikiran Kartini yang melampaui zamannya.

“Dari hal sederhana seperti meja dan kursi, kita bisa melihat bagaimana Kartini memaknai keluarga, kebersamaan, dan filosofi hidup. Itu yang kadang tidak disadari oleh pengunjung,” ujarnya.

Menjelang peringatan Hari Kartini, kisah ini menjadi pengingat bahwa gagasan besar Kartini tidak hanya tertuang dalam tulisan, tetapi juga hadir dalam keseharian. Sebuah meja, tradisi minum teh sore, dan kebersamaan keluarga menjadi saksi lahirnya nilai-nilai yang tetap relevan hingga kini. (*)

Dari Situbondo ke Malaysia, Vellencia Gunawan Pulang Bawa Gelar Winner Mini Miss Global 2026

Lingkar.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Jawa Timur.
Vellencia Gunawan, pelajar asal Situbondo, Jawa Timur berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Ia pulang dari Malaysia membawa gelar Winner Mini Miss Global 2026 dalam ajang Kids & Teens Pageant Global 2026.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak daerah memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat internasional.

“Kita bersyukur dan bangga. Putri Situbondo, Jawa Timur, berhasil meraih gelar Winner Mini Miss Global 2026 dalam ajang Kids & Teens Pageant Global 2026 di Malaysia,” ujar Khofifah, Jum’at (17/4/2026).

Khofifah menegaskan, kemenangan Vellencia tidak sekadar menjadi prestasi personal, melainkan juga representasi kualitas generasi muda Jawa Timur di kancah global.

“Ini bukan sekadar kemenangan, tetapi bukti bahwa anak-anak Jawa Timur mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di panggung dunia,” tegasnya.

Khofifah berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berkembang dan berprestasi.

“Semoga prestasi ini menginspirasi generasi muda untuk terus bermimpi, berproses, dan berprestasi. Jawa Timur bangga. Indonesia bangga,” ucapnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ia mengaku bangga atas capaian Vellencia yang dinilai membawa nama baik daerah di tingkat internasional.

“Saya sangat bangga dan bahagia mendengar kabar bahwa ananda Vellencia Gunawan bisa raih Winner Mini Miss Global 2026. Ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan kepada Vellencia agar terus menjaga kepercayaan diri dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Situbondo.

“Tetap percaya diri, dan jadilah duta kecil yang membanggakan bagi Situbondo dan Indonesia. Semoga Vellencia terus menjadi anak yang cerdas, berprestasi, dan mampu menginspirasi anak-anak Situbondo lainnya,” kata Bupati Rio.

Prestasi Vellencia Gunawan menambah daftar capaian generasi muda Indonesia di ajang internasional, sekaligus mempertegas potensi besar anak-anak daerah dalam meraih prestasi di tingkat global. (*)