Tembus Rekor Kematian Tinggi akibat Covid-19, Lahan Pemakaman di Jakarta makin Berkurang

  • Bagikan
Petugas memakamkan jenazah COVID-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta, Minggu (24/1). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
Petugas memakamkan jenazah COVID-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta, Minggu (24/1). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingkar.co – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jakarta merilis data kematian akibat Covid-19 di Jakarta sempat menembus rekor kematian tertinggi.

Sejak 6 Maret 2020 hingga 24 Januari 2021 terdapat 13.178 jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di Jakarta. Sedangkan 50.676 jenazah lainnya dimakamkan di TPU secara normal pada periode itu.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Ivan Murcahyo menyebut, hal itu menyebabkan lahan pemakaman di Ibu Kota makin berkurang,” katanya belum lama ini.

Ia melanjutkan, penyebab lainnya adalah, taman pemakaman umum yang dikelola Pemprov DKI diperuntukkan bagi masyarakat asli Jakarta dan warga daerah lain yang meninggal di ibu kota.

“Apalagi di tengah pandemi, jenazah Covid-19 dianjurkan agar disemayamkan tidak lebih dari empat jam sejak dinyatakan meninggal,”imbuhnya

Sejumlah opsi alternatif juga digodok guna mengantisipasi terkait potensi lonjakan kematian terkait Covid-19 di ibu kota. Salah satunya penguburan massal dalam satu wilayah bilamana memang kasus sebaran Covid-19 dan tingkat kematiannya sudah tidak terkendali.

“Kami terus mencari tempat untuk lahan makam baru, namun berharap tidak ada lonjakan kematian sehingga tidak perlu mencari makam Covid-19 lagi,” ujar Ivan.

Ivan memaparkan, saat ini Pemprov DKI telah mempersiapkan lahan pemakaman baru seluas 3.000 meter persegi, untuk jenazah Covid-19 di Jalan Bambu Wulung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Rencananya lahan itu disiapkan bagi 800 petak makam jenazah muslim.

“Karena di DKI kan banyak pendatang, kemudian yang berobat di RS DKI dan meninggal Covid-19. Itu semua kan harus segera waktu penguburannya, sehingga ya dimakamkannya di DKI juga,” ungkap Ivan.

Jakarta sempat menembus rekor kematian terkait Covid-19 pada Kamis (14/1). Saat itu 114 proses pemakaman dalam sehari tercatat dalam situs resmi Jakarta Tanggap Covid-19. (ara/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.