Arsip Tag: ada

Daftar Pemilih Sementara Turun, KPU Kota Semarang: Karena Ada Koreksi Data Ganda dan Meninggal

Lingkar.co – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Semarang, Jawa Tengah, turun dari sebelumnya 1.244.966 menjadi 1.241.930 pemilih.

Penurunan DPS terungkap usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, menggelar rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, Jumat (12/5/2023).

“Sudah diputuskan ada 1.241.930 dari sebelumnya 1.244.966,” kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, di Hotel Mahima.

Ia menyebut, jumlah pemilih mengalami penurunan, karena ada koreksi data ganda maupun orang yang telah meninggal dunia.

“Ini (DPS) turun karena ada koreksi data yang ganda antar kecamatan atau  ganda antar kabupaten maupun provinsi. Ada pula yang meninggal dunia,” jelas Henry.

Menurutnya, penurunan terjadi karena jumlah daftar pemilih setiap rapat pleno bisa membesar, tapi akan menurun setelah dilakukan validasi ulang.

“Penurunan ini karena ada maupun ganda, karena di setiap rapat pleno soal daftar pemilih akan besar, lama kelamaan akan menurun, karena harus memvalidasi,” jelasnya.

Henry mengatakan, rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, merupakan tahapan lanjutan dari rapat pleno tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Ini merupakan tahapan kelanjutan dari lapat pleno tingkat kelurahan tanggal 7-8 Mei, kecamatan 9-10 Mei, untuk KPU tanggal 11-12,” jelasnya.

Pada tahapan ini, kata Henry, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat terkait pemilih meninggal maupun pemilih 17 tahun.

“Tidak hanya dari Bawaslu, peran masyarakat, kita juga banyak menerima masukan soal pemilih meninggal dunia dan berusia 17 tahun,” jelasnya.

“Tujuannnya bagaimana itu semua pihak terlibat untuk memberikan masukan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” lanjut Nanda, sapaan akrabnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tidak semena-mena mencoret pemilih, karena pencoretan dilakukan harus dengan bukti yang konkret.

“Kami akan menjaga hak pilih, kita akan melakukan pencoretan berdasarkan data kematian, yang secara administrasi telah dinyatakan meninggal,” ucpanya.

“Jika tidak ada bukti yang kuat, kita tidak berani melakukan pencoretan,” pungkasnya.***

Penulis: Alan Henry

Editor: M. Rain Daling

PDIP Daftarkan Belasan Artis Jadi Caleg 2024, Ada Denny Cagur hingga Tamara Geraldine

Lingkar.co – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendaftarkan belasan artis sebagai bakal calon legislatif (caleg) di Pemilu 2024. Ada Denny Cagur hingga Tamara Geraldine.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, kepada wartawan usai menyerahkan berkas pendaftaran caleg di KPU RI, Kamis (11/5/2023).

Dia menyebut, partainya telah menyerahkan 580 nama bakal caleg, 14 diantaranya berasal dari kalangan budayawan, seniman, dan artis.

“Jadi ada sekitar 14 dari kalangan budayawan, seniman, dan artis yang memang terbukti memiliki kompetensi sangat kuat,” ucap Hasto.

Dari jumlah tersebut, Hasto mengatakan, ada beberapa nama baru dan juga petahana yang saat ini aktif sebagai anggota dewan.

Ia pun mengungkap nama-nama baru yang menjadi bakal caleg PDIP, yakni komedian Denny Cagur, budayawan Taufik Hidayat Udjo.

Ada pula, musisi Once Mekel, Marcel Siahaan, Lita Zein, Andre Haehanussa, Lucky Perdana, Sari Koeswoyo, Roni Sianturi dan Tamara Geraldine.

“Kita kedatangan para pendatang baru dari kalangan artis, seperti Once Mekel, Marcell Siahaan, Taufik Hidayat Udjo, Denny Cagur, Tamara Geraldine,” ucapnya.

“Sari Koeswoyo, mengingat Koes Plus spirit nasionalisme luar biasa, Lita Zen, Andre Hehanussa, Lucky Perdana, dan Roni Sianturi,” lanjutnya.

Sedangkan nama artis yang dicalonkan berasal dari petahana, seperti Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka, Krisdayanti, Harvey Malaihollo, dan Junico Siahaan.

“Dari kalangan budayawan, seniman, dan artis, selain incumbent seperti Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka, Krisdayanti, Harvey Malaihollo, Nico Siahaan,” ucap Hasto

Hasto mengatakan, belasan publik figur itu, bersama caleg lainnya telah melewati proses Pendidikan politik dan kaderisasi secara berjenjang.

“Caleg yang sebagian besar kader telah berproses melalui pendidikan politik dan kaderisasi kepemimpinan secara berjenjang serta pembekalan yang diperlukan,” jelasnya.

Punya Kompetensi

Hasto mengatakan, kalangan budayawan, seniman, dan artis itu terbukti memiliki kompetensi yang kuat untuk dimajukan di Pemilu 2024.

Ia mencontohkan Krisdayanti yang rajin turun ke bawah. Lalu, Rano Karno yang menggelorakan semangat keberpihakan terhadap wong cilik.

“Krisdayanti, misalnya, beliau diva tetapi sangat rajin turun ke bawah (menemui rakyat)” ucap Hasto.”

“Demikian pula sosok seperti Rano Karno, si Doel anak Betawi itu juga menggelorakan suatu semangat keberpihakan terhadap wong cilik,” sambungnya.

Selain dari kalangan artis, dari 580 nama bakal caleg yang didaftarkan PDIP, ada pula dari kalangan pensiunan TNI-Polri, pakar dan akademisi.

Tentunya, kata Hasto, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas anggota dewan.

“PDIP dalam meningkatkan kualitas anggota dewan juga merekrut kalangan-kalangan akademisi ada sekitar 73 orang, dari TNI-Polri Purnawirawan ada 17 orang,” ucapnya.

Hasto juga menjelaskan, dari total 580 caleg, ada 180 caleg perempuan atau 33 persen, melebihi ketentuan kuota minimal yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Pemilu.

Selain itu, Hasto menyebutkan, 48 persen dari 580 bakal caleg dari PDIP merupakan kader muda.

“Mengingat partai juga melakukan kaderisasi secara sistemik, dari kalangan muda di bawah usia 45 tahun ada sekitar 48 persen,” ucapnya.

“Jadi, di bawah usia 45 tahun ada 48 persen sebagai komitmen bagi PDI Perjuangan,” pungkasnya.***

Penulis: M, Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Pimpin KTT ke-42 ASEAN, Presiden Jokowi: Implementasi Five-Point Consensus di Myanmar Belum Ada Kemajuan

Lingkar.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa tindak lanjut implementasi Five-Point Consensus di Myanmar belum ada kemajuan signifikan.

Hal itu ia tegaskan saat memimpin Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di hari kedua, Kamis (11/5/2023) pagi.

Pertemuan berlangsung di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Ada dua isu penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu reviu implementasi Five-Point Consensus di Myanmar serta  ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

Terkait situasi di Myanmar, Presiden Jokowi menegaskan, bahwa sebagai negara yang memegang keketuaan ASEAN, Indonesia mendorong langkah maju implementasi Five-Point Consensus.

“Saya harus berterus terang bahwa implementasi Five-Point Consensus belum ada kemajuan yang signifikan,” ucapnya, dikutip dari YouTube Setpres.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi, mengatakan perlu kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan terkait implementasi Five-Point Consensus di Myanmar.

“Diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden juga kembali menyerukan adanya dialog sekaligus penghentian kekerasan di Myanmar.

Bersama pihak terkait, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia juga terus berupaya memfasilitasi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Myanmar.

“Melalui engagements dengan berbagai pihak, mendorong terciptanya dialog yang inklusif,” ucap Kepala Negara.

“Kemudian menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian lewat Joint Needs Assessment melalui AHA Centre dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan,” lanjutnya.

Di hadapan para pemimpin ASEAN, Presiden Jokowi, juga menyampaikan harapan agar isu Myanmar tidak menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN.

“Yang ingin saya pastikan adalah bahwa isu Myanmar tidak boleh menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN,” tegasnya.

“Karena pembangunan komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN,” sambung Presiden Jokowi.

Sementara itu, terkait implementasi AIOP, Presiden Jokowi, menekankan perlunya kerja sama konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik.

“Salah satunya dapat melalui ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum (AIPIF) sebagai platform kerja sama konkret bersama negara mitra,” pungkasnya.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M Rain Daling