Arsip Tag: pemilih

Coklit Pilkada Selesai, KPU Kendal Segera Susun DPS

Lingkar.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal mulai melanjutkan tahap penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pilbup Kendal.

Ketua Divisi Pemutakhiran Data Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal, Akhmad Zaenutolibin menjelaskan, setelah melewati tahap coklit, kini mulai dilanjutkan pada tahap penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

“Ini setelah coklit selesai kita melakukan penyusunan DPS, yang mana bahannya itu dari hasil coklit. itu nanti tanggal 2 itu diplenokan di PPS,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pada tahap coklit terdapat sedikit kendala pada pemilih pemula, terutama pemilih yang belum genap berusia 17 tahun pada saat pendaftaran dan belum mempunyai KTP.

“Pada umumnya kita dari pemilih, Itu ada yang hanya KK saja. Karena 17 tahunnya kan per pemilihan jadi 17 tahun KTP-nya kan nanti setelah 17 tahun. Kalau pas coklit kan kemungkinan 17 kurang 2 hari, 3 hari gitu kan belum ada KTP-nya. Karena hitungannya pemilih itu 17 tahunya per 27 November tahun 2007. Itu paling muda. Kalau syaratnya harus punya KTP dan umur 17 tahun, per pemilihan ya bukan per pendaftaran. Bukan pas pendaftaran pemilih ya.” Jelasnya.

Kemudian ia juga melanjutkan bahwa di Kendal untuk pemilih yang beralamat tidak valid seperti RT 0/ RW 0 diakui memang ada, namun tidak memiliki jumlah yang signifikan.

“Kalau RT 0 /RW 0 itu ada, cuma kan kita pas data memang RT 0/RW 0 Ada tapi ga begitu banyak mas,” ujarnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Achmad Baidowi Mandatkan 115 Caleg Utusan GMPI Jateng untuk Raih Suara Pemilih Pemula

Lingkar.co – Ketua Umum Pimpinan Pusat Generasi Pembangunan Indonesia (PP GMPI) Achmad Baidowi (Awiek) memberi mandat kepada 115 calon legislatif (caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari GMPI tetap pertahankan tradisi politik partai.

Hal tersebut Awiek sampaikan di acara Pelatihan Kader Menengah (PKM) PW GMPI Jateng di Magelang, Sabtu (13/1/2024).

“Dari hasil survey kemarin pemilih PPP 40 persen berasal dari usia 35 hingga 60 tahun, ini harus dipertahankan. Nah hari ini 60 persen dari DPT itu dibawah usia 40tahun. Ini kemudian saya mandatkan kepada 115 caleg GMPI Jateng untuk dapat meraih suara pemilih pemula,” ungkap Achmad Baidowi saat membuka acara PKM di Hotel Safira.

Awiek juga berpesan kepada kader-kader GMPI Jateng untuk tetap mempertahankan tradisi politik PPP.

“Dari data tadi, meskipun pemilih pemudanya banyak, kalian harus tetap mempertahankan tradisi politik PPP. Kenapa? Karena PPP sampai hari ini masih memiliki pemilih tetap dan turun temurun di masyarakat,” ungkapnya.

Buktinya, lanjut Awiek, ketika masyarakat ditanya tentang PPP hanya segelintir yang tak mengenali.

“Hasil dari survey tersebut banyak masyarakat mengenali PPP dengan partai hijau dengan 48persen kemudian partainya politik 30persen dan 12persen lainnya menjawab Sandiaga Uno,” beber Awiek.

Achmad Baidowi pun yakin dengan hasil survey tersebut partainya akan tetap lolos di parliamentary threshold (PT).

“Dengan demikian, saya yakin PPP akan tetap lolos PT di Februari nanti. Untuk itu kalian (115 caleg GMPI Jateng, red) harus tetap turut mensukseskan caleg DPR RI di dapil masing-masing. Kalau di dapil Magelang ini ada Mbah Muslih (K.H Muslih Z.A, red) dan Gus Aziz (Abdol Aziz, red),” kata Anggota DPR RI Dapil Madura tersebut.

Terpisah, ketua PW GMPI Jateng, Nurul Furqon mengungkapkan kesiapannya mengawal caleg-caleg dari GMPI Jateng untuk PPP.

“Sesuai instruksi Ketum (Achmad Baidowi, red) tadi, kita siap melaksanakan, dan mengawal instruksi tersebut agar caleg-caleg GMPI melaksanakan,” ungkapnya kepada wartawan di Lokasi acara.

Dalam acara PKM PW GMPI tersebut hadir 115 caleg GMPI Jateng, pengurus PW GMPI Jateng, Sekjen PP GMPI Rizkyansyah Wathan beserta pengurus PP GMPI. (*)

Penulis: Muhammad Nurseha

Editor: Muhammad Nurseha

Dirikan Posko Pemenangan di Rumah Warga, Trini Puspa Lestari Ingin Lebih Dekat dengan Pemilih

Lingkar.co – Caleg DPR RI Dapil II Jateng (Demak, Jepara, Kudus) dari PDI Perjuangan Trini Puspa Lestari baru-baru ini mendirikan posko pemenangan di rumah salah satu warga Wonosalam. Trini mengaku dirinya turut tinggal menetap sementara di rumah tersebut.

“Tujuan utamanya adalah membaur, melebur bersama warga agar saya bisa tau lebih detil aspirasi mereka. Permasalahan warga nggak bisa selesai hanya dengan statistik atau survey kan? Jadi ya, saya memutuskan untuk live in (menetap menginap, red) di rumah Pak In’am ini,” ungkap Caleg dengan Nomor Urut 3 saat dihubungi Lingkar.co melalui seluler, Jumat (29/12/2023).

Baca Juga:
Trini Puspa Bangga Ratu Kalinyamat Bisa Jadi Pahlawan Nasional

Trini Puspa juga menggelar syukuran dan doa bersama dalam launching posko pemenangan tersebut bersama warga sekitar.

Wong Jowo Ojo ilang Jowone, namanya membuka sesuatu ya tetep harus syukuran. Apalagi di dapil saya ini warganya masih sangat memegang teguh adat budaya,” terangnya.

Sementara, sang pemilik rumah, In’am menyatakan ketersediaan dan dukungannya kepada Trini Puspa Lestari.

Baca Juga:
Ganjar Pranowo Minta Kepala Desa Awasi Tempat Wisata Selama Nataru

“Saya seneng dan sangat mendukung bahkan bangga mas kalo ada calon DPR yang mau terjun langsung. Ndak banyak caleg yang mau bener-bener turun ke warga ngene e mas. Joss laahh, kudu didukung biar permintaan masyarakat tersampaikan dengna baik,” ungkap pemilik rumah.

Sebelumnya, Trini Puspa sempat berkeliling bediskusi dengan pemuda-pemudi Demak.

“Saya ini kan aktif di beberapa organisasi, nah sambil sharing sambil riset bareng pemuda-pemudi di Kabupaten Demak. Biar bisa maju bersama,” pungkas Trini.

Penulis: Muhammad Nurseha

Editor: Muhammad Nurseha

Beri Pendidikan Politik Bagi Pelajar Blora, Wabub Pesan Jadilah Pemilih Pemula yang Cerdas

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati berpesan kepada para pelajar agar menjadi pemilih pemula yang cerdas dan tidak sekedar ikut-ikutan. Dalam tahap sosialisasi ini, KPU telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT), diantaranya terdapat pelajar yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu tahun 2024 mendatang.

“Jadilah pemilih pemula yang cerdas! Jangan memilih karena ikut-ikutan. Pahami dulu siapa yang akan dipilih,” kata Wabup.

Tri Yuli menuturkan hal itu dalam acara Ngobrol Bareng Forkopimda dan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula di aula SMKN 1 Jepon, Blora, Jawa Tengah, Selasa (22/08/2023) pagi.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa siswa kelas X dan XI SMKN 1 Jepon yang merupakan pemilih pemula di Pemilu serentak 2024 mendatang menjadi penentu masa depan bangsa.

Maka dari itu, dirinya berharap para pelajar menggunakan hak pilihnya di pemilu mendatang dengan baik dan benar.

“Hak pilih adik-adik pemilih pemula yang menentukan arah bangsa ini di masa depan. Ayo tingkatkan dan salurkan hak pilih anak-anakku semua!,” ajaknya.

Mbak Etik, sapaan akrab Wabup lantas menerangkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan nasib bangsa Indonesia di masa mendatang melalui politik.

‘’Kalau tidak berpartisipasi dalam politik, maka juga tidak akan memberikan warna untuk pembangunan bangsa ini. Jangan golput,” pintanya.

Lebih lanjut ia mengucapkan bahwa pemilih pada pesta demokrasi 2024 mendatang didominasi oleh Generasi Z.

‘’Para pemilih pemula harus cerdas dan tidak golput. Jangan sekedar ikut-ikutan ya!,’’ tandasnya.

“Kalian ini kan termasuk generasi Z. Yang hampir setiap jam memantau social media. Bisa sosmed untuk melihat calon para pemangku kebijakan mendatang,” urainya.

Ia juga meminta agar para pemilih pemula dapat menentukan pilihannya dengan menggali informasi terkait sosok maupun partai politik pilihan.

“Dengan menggali informasi secara lebih detail, baik kaitannya dengan program, riwayat pengalaman maupun kinerjanya. Termasuk visi dan misi yang diusung calon yang akan dipilih,” paparnya.

“Saya harap anak-anakku dalam menentukan pilihannya nanti bisa dengan mantap dan sudah punya gambaran. Tidak sekedar ikut-ikutan saja. Kalau punya medsos juga harus pandai memilah informasi, apakah itu hoaks atau bukan. Pilihan kalian nanti yang akan menentukan bagaimana bangsa ini kedepan,” pungkasnya.

Tidak lupa, Wabup juga memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sebagai langkah perjuangan menggapai cita-cita. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Daftar Pemilih Sementara Turun, KPU Kota Semarang: Karena Ada Koreksi Data Ganda dan Meninggal

Lingkar.co – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Semarang, Jawa Tengah, turun dari sebelumnya 1.244.966 menjadi 1.241.930 pemilih.

Penurunan DPS terungkap usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, menggelar rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, Jumat (12/5/2023).

“Sudah diputuskan ada 1.241.930 dari sebelumnya 1.244.966,” kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, di Hotel Mahima.

Ia menyebut, jumlah pemilih mengalami penurunan, karena ada koreksi data ganda maupun orang yang telah meninggal dunia.

“Ini (DPS) turun karena ada koreksi data yang ganda antar kecamatan atau  ganda antar kabupaten maupun provinsi. Ada pula yang meninggal dunia,” jelas Henry.

Menurutnya, penurunan terjadi karena jumlah daftar pemilih setiap rapat pleno bisa membesar, tapi akan menurun setelah dilakukan validasi ulang.

“Penurunan ini karena ada maupun ganda, karena di setiap rapat pleno soal daftar pemilih akan besar, lama kelamaan akan menurun, karena harus memvalidasi,” jelasnya.

Henry mengatakan, rapat rekapitulasi DPS hasil perbaikan, merupakan tahapan lanjutan dari rapat pleno tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Ini merupakan tahapan kelanjutan dari lapat pleno tingkat kelurahan tanggal 7-8 Mei, kecamatan 9-10 Mei, untuk KPU tanggal 11-12,” jelasnya.

Pada tahapan ini, kata Henry, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat terkait pemilih meninggal maupun pemilih 17 tahun.

“Tidak hanya dari Bawaslu, peran masyarakat, kita juga banyak menerima masukan soal pemilih meninggal dunia dan berusia 17 tahun,” jelasnya.

“Tujuannnya bagaimana itu semua pihak terlibat untuk memberikan masukan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” lanjut Nanda, sapaan akrabnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tidak semena-mena mencoret pemilih, karena pencoretan dilakukan harus dengan bukti yang konkret.

“Kami akan menjaga hak pilih, kita akan melakukan pencoretan berdasarkan data kematian, yang secara administrasi telah dinyatakan meninggal,” ucpanya.

“Jika tidak ada bukti yang kuat, kita tidak berani melakukan pencoretan,” pungkasnya.***

Penulis: Alan Henry

Editor: M. Rain Daling