Arsip Tag: belasan

Miris! Dua Remaja Nekat Rudapaksa Anak Usia Belasan Tahun

Lingkar.co – Miris! Seorang remaja nekad melakukan rudapaksa terhadap kekasihnya yang masih berusia belasan tahun. Remaja berinisial SR (16) bersama seorang temannya MAM (24), nekat melancarkan aksi bejatnya terhadap Mawar (bukan nama sebenarnya) di sebuah rumah kosong wilayah setempat.

Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan melalui Kapolsek Karangrayung Iptu Sutarjo menjelaskan, peristiwa itu terjadi, pada Rabu (13/09/2023) dini hari.

Di hadapan awak media, Iptu Sutarjo menyampaikan bahwasanya kejadian tersebut bermula saat Mawar mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) kepada SR untuk mengantarnya pulang.

Dalam pesannya Mawar mengaku takut lantaran merasa ada seseorang yang mengikutinya.

‘’Pacar korban bersama dua temannya, kemudian mendatangi korban dengan berboncengan tiga orang,’’ ucapnya, Selasa (19/09/2023).

Setelah bertemu dengan korban, lanjut Iptu Sutarjo, pacar (SR) dan kedua temannya kemudian mengajak korban menuju rumah kosong yang berada di sebelah kanan rumah MAM.

Namun, alih-alih mengantarkan Mawar ke rumah dengan aman dan selamat, SR justru mengajak korban ke sebuah rumah kosong.

“Sesampainya, di rumah yang dimaksud, di sana sudah ada dua orang lainnya. Setelah berbincang sejenak, ketiga teman SR berpamitan untuk pulang, sementara SR, MAM, dan korban masih di sana. Ketiganya kemudian tidur bersama di sebuah kamar di rumah kosong tersebut,” ungkapnya.

“Sesaat setelah tidur, Mawar tiba-tiba terbangun karena kebelet buang air kecil. Karena tak berani sendirian, korban pun membangunkan MAM untuk menemaninya ke kamar mandi. Korban kemudian masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil tanpa menutup pintu. Sementara lampu penerangan masih menyala sehingga terlihat jelas oleh MAM,” ungkapnya.

Polisi menduga pelaku menjadi bernafsu karena menyaksikan pemandangan tersebut. Seolah tak mau membuang kesempatan, pelaku langsung masuk ke kamar mandi dan menutup pintu, dan melakukan perbuatan tak senonoh terhadap Mawar.

Setelah itu, mereka kembali ke kamar dan tidur bersama. Keesokan harinya MAM kemudian pergi meninggalkan Mawar dan pacarnya di rumah kosong tersebut. Dan saat MAM tidak di lokasi, pacar Mawar pun melakukan perbuatan serupa.

“Tak terima terhadap kejadian yang dialaminya, Mawar bersama ibunya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangrayung. Hingga akhirnya, polisi melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku,” terangnya.

“Dan, atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2) dan Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Dan Akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya.(*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

PDIP Daftarkan Belasan Artis Jadi Caleg 2024, Ada Denny Cagur hingga Tamara Geraldine

Lingkar.co – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendaftarkan belasan artis sebagai bakal calon legislatif (caleg) di Pemilu 2024. Ada Denny Cagur hingga Tamara Geraldine.

Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, kepada wartawan usai menyerahkan berkas pendaftaran caleg di KPU RI, Kamis (11/5/2023).

Dia menyebut, partainya telah menyerahkan 580 nama bakal caleg, 14 diantaranya berasal dari kalangan budayawan, seniman, dan artis.

“Jadi ada sekitar 14 dari kalangan budayawan, seniman, dan artis yang memang terbukti memiliki kompetensi sangat kuat,” ucap Hasto.

Dari jumlah tersebut, Hasto mengatakan, ada beberapa nama baru dan juga petahana yang saat ini aktif sebagai anggota dewan.

Ia pun mengungkap nama-nama baru yang menjadi bakal caleg PDIP, yakni komedian Denny Cagur, budayawan Taufik Hidayat Udjo.

Ada pula, musisi Once Mekel, Marcel Siahaan, Lita Zein, Andre Haehanussa, Lucky Perdana, Sari Koeswoyo, Roni Sianturi dan Tamara Geraldine.

“Kita kedatangan para pendatang baru dari kalangan artis, seperti Once Mekel, Marcell Siahaan, Taufik Hidayat Udjo, Denny Cagur, Tamara Geraldine,” ucapnya.

“Sari Koeswoyo, mengingat Koes Plus spirit nasionalisme luar biasa, Lita Zen, Andre Hehanussa, Lucky Perdana, dan Roni Sianturi,” lanjutnya.

Sedangkan nama artis yang dicalonkan berasal dari petahana, seperti Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka, Krisdayanti, Harvey Malaihollo, dan Junico Siahaan.

“Dari kalangan budayawan, seniman, dan artis, selain incumbent seperti Rano Karno, Rieke Diah Pitaloka, Krisdayanti, Harvey Malaihollo, Nico Siahaan,” ucap Hasto

Hasto mengatakan, belasan publik figur itu, bersama caleg lainnya telah melewati proses Pendidikan politik dan kaderisasi secara berjenjang.

“Caleg yang sebagian besar kader telah berproses melalui pendidikan politik dan kaderisasi kepemimpinan secara berjenjang serta pembekalan yang diperlukan,” jelasnya.

Punya Kompetensi

Hasto mengatakan, kalangan budayawan, seniman, dan artis itu terbukti memiliki kompetensi yang kuat untuk dimajukan di Pemilu 2024.

Ia mencontohkan Krisdayanti yang rajin turun ke bawah. Lalu, Rano Karno yang menggelorakan semangat keberpihakan terhadap wong cilik.

“Krisdayanti, misalnya, beliau diva tetapi sangat rajin turun ke bawah (menemui rakyat)” ucap Hasto.”

“Demikian pula sosok seperti Rano Karno, si Doel anak Betawi itu juga menggelorakan suatu semangat keberpihakan terhadap wong cilik,” sambungnya.

Selain dari kalangan artis, dari 580 nama bakal caleg yang didaftarkan PDIP, ada pula dari kalangan pensiunan TNI-Polri, pakar dan akademisi.

Tentunya, kata Hasto, hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas anggota dewan.

“PDIP dalam meningkatkan kualitas anggota dewan juga merekrut kalangan-kalangan akademisi ada sekitar 73 orang, dari TNI-Polri Purnawirawan ada 17 orang,” ucapnya.

Hasto juga menjelaskan, dari total 580 caleg, ada 180 caleg perempuan atau 33 persen, melebihi ketentuan kuota minimal yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Pemilu.

Selain itu, Hasto menyebutkan, 48 persen dari 580 bakal caleg dari PDIP merupakan kader muda.

“Mengingat partai juga melakukan kaderisasi secara sistemik, dari kalangan muda di bawah usia 45 tahun ada sekitar 48 persen,” ucapnya.

“Jadi, di bawah usia 45 tahun ada 48 persen sebagai komitmen bagi PDI Perjuangan,” pungkasnya.***

Penulis: M, Rain Daling

Editor: M. Rain Daling