Arsip Tag: Kota

Datangi Posko Pemenangan, DMI Kota Semarang Nyatakan Dukung Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang

Lingkar.co – Dukungan terus mengalir terhadap pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss). Kali ini, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang yang mendatangi Omah Bocahe Dewe, Posko Pemenangan Yoyok-Joss di Banyumanik, Kota Semarang.

Ketua DMI Kota Semarang, H. Ahmad Fuad mengatakan, deklarasi dukungan kepada paslon nomor urut 02 Alamsyah Satyanegara (AS) Sukawijaya atau Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) murni dengan alasan utama, Yoyok-Joss adalah bocahe dewe atau putra daerah Kota Semarang.

“Iya karena putra daerah, Mas Yoyok dan Mas Joko adalah bocahe dewe yang mengerti dan paham terkait kondisi Kota Semarang,” kata Ahmad Fuad saat dikonfirmasi, Minggu (6/10/2024).

Menurut Fuad, kedua paslon lahir dan besar di Kota Semarang dan merupakan calon pemimpin potensial. Baik Yoyok maupun Joko Santoso, juga memiliki gagasan-gagasan modern yang berpihak kepada masyarakat.

“Keduanya adalah calon yang masih muda, dan potensial. Ini yang mendasari kami untuk mendukung Mas Yoyok dan Mas Joss (sapaan akrab Joko Santoso-red),” ujarnya.

Dia pun menjabarkan sejumlah visi misi program Yoyok-Joss yang berpihak kepada masyarakat Kota Semarang. Di antaranya pendidikan gratis untuk siswa sekolah swasta maupun negeri, termasuk sekolah-sekolah non-formal.

Begitu halnya terkait kesehatan masyarakat. Dirinya yakin Yoyok-Joss akan membuat BPJS Kesehatan adil bagi seluruh elemen masyarakat Kota Semarang.

Kemudian urusan perekonomian kerakyatan melalui program Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) senilai Rp 5 juta bagi pelaku usaha mirko kecil atau UMK, diberikan tanpa agunan.

“Ya kami melihat dari program-programnya yang dibutuhkan oleh masyarakat, dan ini keputusan DMI Kota Semarang untuk mendukung Mas Yoyok dan Mas Joss,” katanya.

Yang tak kalah dari program-program tersebut adalah tak ada kenaikan PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan selama kepemimpinan Yoyok-Joko Santoso lima tahun ke depan.

Dari seluruh program-program itu, Fuad meyakini Yoyok-Joss akan memenangi kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota atau Pilwakot Semarang, 27 November mendatang.

Dia juga meyakini program itu tak hanya janji manis lalu ditinggalkan, melainkan akan dijalankan sepenuhnya oleh Yoyok-Joss, paslon yang diusung oleh sembilan partai plitik dalam Koalisi Semarang Maju Bermartabat tersebut.

Fuad bersama seluruh pengurus cabang DMI dari 16 kecamatan se-Kota Semarang yang hadir juga menitipkan pesan kepada Yoyok-Joss terkait pemberdayaan masjid.

“DMI bertugas memberdayakan masjid-masjid, kelak nanti Mas Yoyok dan Mas Joko pasti memiliki perhatian tersebut,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Sejahterakan Guru TPQ dan Madin Kota Semarang, Yoyok-Joss Komitmen Perjuangkan Perda Pesantren

Lingkar.co – Pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) berkomitmen memperjuangkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren jika terpilih dalam kontestasi Pilwakot 2024.

Dalam siaran persnya pada Sabtu (5/10/2024), Alamsyah Satyanegara (AS) atau Yoyok Sukawi, pendidikan pesantren perlu mendapatkan dukungan penuh dengan adanya regulasi atau payung hukum.

Dengan demikian, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pendidikan pondok pesantren dan kesejahteraan guru madrasah.

Pihaknya ingin mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi warga Kota Semarang. Tidak hanya sekolah negeri maupun sekolah formal, tetapi juga pendidikan keagamaan seperti pesantren, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), dan Madrasah Diniyah (Madin)

Termasuk pula kesejahteraan bagi guru madrasah serta guru TPQ dan madin di Kota Semarang yang menjadi perhatian khusus bagi Yoyok-Joss. Oleh sebab itulah diperlukan kebijakan dan program yang mampu mengangkat kesejahteraan guru tersebut, termasuk juga pembentukan pyung hukum yang mengaturnya dalam wujud peratran daerah.

“Sehingga kami memandang Perda Pesantren adalah payung hukum yang bagus, di dalamnya mengatur kesejahteraan guru madrasah diniyah dan TPQ. Kami pastikan nanti begitu Yoyok-Joss dilantik, Perda Pesantren jadi pembahasan prioritas di pemerintahan,” ungkapnya.

Komitmen untuk mengembangkan kualitas pendidikan melalu institusi keagamaan ini sejalan dengan program pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.

Sementara calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso menambahkan, jika Yoyok-Joss terpilih pada kontestasi ini, pembentukan Perda Pesantren akan menjadi agenda prioritas bersama DPRD. Hal tersebut juga sudah disepakati bersama sembilan parpol pengusung Yoyok-Joss.

Diketahui sembilan parpol pengusung Yoyok-Joss pada Pilwakot Semarang 2024 yakni Partai Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, Golkar, PSI, PAN, Nasdem, dan PPP. Sembilan partai ini jika ditotal memiliki perolehan sebanyak 36 kursi di DPRD Kota Semarang.

Tak Ingin Ada Diskriminasi Penyandang Disabilitas di Kota Semarang, Yoyok Sukawi: Harus Ada Pelayanan Khusus

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang Nomor Urut 2, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi ingin penyandang disabilitas bisa mendapatkan mendapatkan hak yang sama sebagai warga Kota Semarang. Karena tak ingin ada diskriminasi terhadap disabilitas maka dari itu harus ada akses pelayanan khusus agar mereka dapat dengan mudah menggunakan fasilitas umum dan pelayanan-pelayanan milik pemerintah.

Yoyok Sukawi menyampaikan hal itu saat bertemu dengan penyandang disabilitas di kediaman Suwanto pemilik bengkel motor khusus penyandang disabilitas Kampung Jangli RT 08 RW 02, Candisari, Kota Semarang, Kamis (3/10/2024).

Yoyok menyebut jika saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai penyandang disabilitas. Hanya saja, masih ada aspirasi-aspirasi yang belum sepenuhnya terlaksana di Perda itu.

“Sudah ada Perda tentang difabel, nah ini nanti akan kita ikuti, jika terpilih kami akan menerbitkan peraturan sebagai payung hukum untuk legalitas dan juga sebagai teknis di lapangan. Mulai dari tempat ibadah, pelayanan publik, dan lain sebagainya harus ramah difabel,” katanya.

“Terutama di pelayanan-pelayan Pemerintah Kota Semarang itu harus kita siapkan. Para difabel ini bagaimana pun juga menurut undang-undang juga harus dilindungi, jadi pemerintah harus hadir di semua segmen lapisan masyarakat,” tuturnya.

Yoyok menyebutkan, jika saat ini yang masih menjadi keperluan para penyandang disabilitas yakni peluang pekerjaan dan keterlibatan mereka. Oleh karena itu, Yoyok bakal menggandeng semua pihak agar dapat diakui keberadaannya.

“Ini harus hadir pemerintah dan harus mengurus sedemikian rupa, sehingga difabel ini tidak merasa sendirian dan difabel merasa terlindungi kepentingannya, juga ada usaha lain. Tadi ada difabel yang mengeluh masalah pekerjaan, masalah peluang kerja, dan sebagainya. Ini yang akan kita perbaiki semuanya,” terangnya.

Sementara itu, Suwanto mengucapkan terima kasih atas perhatian yang sudah diberikan kepada penyandang disabilitas. Dirinya yakin cita-cita ini bisa terwujud ketika Yoyok Sukawi dan Joko Santoso menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang.

“Dan kami sudah sampaikan kartu disabilitas dan tanggapanya bagus sekali, dan kami sangat berharap sekali tentang kartu itu,” tandasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kota Semarang Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Dari KLHK

Lingkar.co – Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK), Rabu (2/10/2024) di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong kepada tiga sekolah di Kota Semarang.

Tiga sekolah yang berhasil meraih penghargaan prestisius bidang lingkungan itu adalah SMP Negeri 31 Semarang dan SMA Negeri 4 Semarang dengan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, serta SD Islam Al Azhar 14 Semarang dengan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.

Penghargaan diberikan kepada sekolah-sekolah yang sukses menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) secara edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Secara terpisah, Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Kami bersyukur sekaligus bangga atas pencapaian prestasi ini. Kami juga berterima kasih atas peran aktif sekolah dan tim GPBLHS yang secara intensif mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Saya berharap sekolah-sekolah ini bisa menjadi inspirasi dan penyemangat bagi sekolah lain dan juga masyarakat untuk semakin menjaga lingkungan yang hijau, bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” ungkap Wali kota yang akrab disapa Mbak Ita.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, bersama Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama yang tergabung dalam Tim Pembina GPBLHS Kota Semarang, telah memberikan pendampingan intensif kepada ketiga sekolah dan seluruh sekolah di Kota Semarang.

Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional diberikan kepada sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata Provinsi selama setidaknya 12 bulan dan berhasil meraih nilai penilaian minimal 90%. Sementara itu, predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri hanya diberikan kepada sekolah yang telah meraih Adiwiyata Nasional setidaknya 12 bulan sebelumnya, dengan nilai minimal 95%, serta mampu membina sedikitnya dua sekolah lain.

Penilaian untuk penghargaan ini didasarkan pada komitmen sekolah dalam menerapkan Program GPBLHS secara berkesinambungan.

Aspek-aspek yang dinilai mencakup perilaku ramah lingkungan hidup, kebersihan, pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air dan energi, serta pemberdayaan kader Adiwiyata yang diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler.

“Ke depan, Kota Semarang akan terus berkomitmen mengedepankan pendampingan intensif dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan berwawasan lingkungan,” imbuh Mbak Ita.

Secara intensif, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang akan terus melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah di Kota Semarang.

Penulis : Kharen Puja Risma

Editor : Muhammad Nurseha

Dapat Perhatian dari Jusuf Kalla, Ini Peran Sibat PMI di Kota Semarang

Lingkar.co – Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) sebagai salah satu program Palang Merah Indonesia (PMI) yang dibentuk untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan kondisi darurat mendapatkan perhatian dari H.M. Jusuf Kalla selaku ketua umum PMI dengan adanya Latihan Gabungan (Latgab) dan Temu Sibat di Hutan Kota Wanamukti, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, kelompok Tenaga Sukarela (TSR) Sibat PMI Kelurahan Wonosari dan Padangsari berhasil mendapat penghargaan sebagai Pusat Unggulan Pelaksana Utama. Sedangkan Sibat PMI Kelurahan Bendan Duwur dan Kalipancur mendapat penghargaan sebagai Pusat Unggulan Pelaksana Pratama.

Sekretaris PMI Kota Semarang, Ratnaningdyah Hasna Zahari, SH, MM mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menyebut Sibat berperan penting dalam menyiapkan masyarakat terhadap kemungkinan adanya musibah atau bencana.

“Sibat melakukan pelatihan dan simulasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana. Seperti melakukan mitigasi di daerah rawan bencana, pertolongan pertama, evakuasi, dan tanggap darurat,” ujar Ratna, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu (2/10/2024).

Ratna bilang, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam merencanakan, menilai, dan mengelola risiko bencana di lingkungan sekitar. “Sibat juga memberikan penyuluhan terkait risiko bencana dan langkah-langkah kesiapsiagaan. Ini mencakup sosialisasi tentang cara menghadapi banjir, gempa bumi, kebakaran, atau risiko lainnya yang mungkin terjadi di wilayah Kota Semarang,” paparnya.

Ratna melanjutkan, Sibat juga membantu mengidentifikasi wilayah rawan bencana di Kota Semarang dan merancang strategi mitigasi untuk mengurangi dampak bencana. “Mereka berperan dalam memperbaiki infrastruktur lokal, misalnya, memperbaiki saluran air untuk mencegah banjir atau membantu masyarakat mempersiapkan rencana darurat,” jelasnya.

Setelah bencana berlalu, Sibat membantu dalam proses pemulihan dan rehabilitasi, baik fisik maupun psikososial. “Ini bisa mencakup perbaikan rumah, penyediaan air bersih, hingga pemulihan trauma bagi korban bencana,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Sibat juga berperan aktif memberikan informasi terkait kebersihan dan kesehatan, terutama saat terjadi wabah Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti wabah Covid-19.

Kendati demikian, Ratna menyatakan bahwa Sibat tidak hanya bergerak secara internal, melainkan melakukan gerakan kolaborasi dengan Pemerintah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta organisasi kemasyarakatan yang berada di kelurahan setempat.

Ketua umum PMI, HM. Jusuf Kalla saat menghadiri pembukaan Latihan Gabungan dan Temu Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dengan tema Sinergitas dalam Membangun Ketangguhan Iklim di Hutan Kota Wanamukti Kebumen, Jawa Tengah,. (24/9/2024). Foto: dokumentasi
Ketua umum PMI, HM. Jusuf Kalla saat menghadiri pembukaan Latihan Gabungan dan Temu Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dengan tema Sinergitas dalam Membangun Ketangguhan Iklim di Hutan Kota Wanamukti Kebumen, Jawa Tengah,. (24/9/2024). Foto: dokumentasi

Oleh karena itu, PMI Kota Semarang memberikan dukungan penuh terhadap program Sibat di wilayah kerjanya melalui berbagai inisiatif, baik dari segi pelatihan, penyediaan fasilitas, hingga koordinasi dengan pihak eksternal.

“PMI Kota Semarang secara berkala menyelenggarakan pelatihan untuk anggota Sibat, meliputi materi kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, evakuasi darurat, pengelolaan logistik, dan komunikasi darurat,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, PMI bisa memastikan bahwa anggota Sibat memiliki keterampilan yang memadai dalam menghadapi bencana dan mampu memberikan bantuan secara efektif di masyarakat.

“PMI menyediakan berbagai peralatan darurat seperti alat evakuasi, perlengkapan pertolongan pertama, dan peralatan komunikasi. Fasilitas ini dapat digunakan oleh Sibat untuk melakukan penanganan bencana secara optimal,” ujarnya.

Kadin Kota Semarang Dukung Agustina dan Iswar di Pilwalkot Semarang, Curhat Pengusaha Soal Inflasi

Lingkar.co – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara curhat kepada calon Wali Kota Semarang nomor 01, Agustina Wilujeng Pramestuti terkait inflasi pada Bincang Santai Bersama pada Senin (30/9/2024) di Rosti Roti Pandanaran, Kota Semarang.

“Terjadi penurunan daya beli karena inflasi melambung yang akhirnya memunculkan deflasi (penundaan pembelanjaan),” ungkap Arnaz.

Menurut Arnaz, sektor ekonomi yang menjadi andalan Kota Semarang yang mulai lesu akibat inflasi adalah Industri barang, jasa, kuliner, transportasi, pariwisata, properti, dan UMKM.

Arnaz menjelaskan, fenomena pasar yang terjadi saat ini adalah adanya kesenjangan antara ketersediaan barang di pasar yang lebih banyak daripada permintaan.

Arnaz juga menyatakan bahwa musuh utama pengusaha itu bukan kompetitor, tapi pajak. Oleh sebab itu, Arnaz berharap Wali Kota Semarang yang terpilih dari Pilkada serentak 2024 dapat menjawab problem yang dihadapi pengusaha tersebut.

“Insya Allah Bu Agustina bisa memenangkan Pilwalkot,” ujar Arnaz membuka semangat peserta.

Calon Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng kemudian memberikan penjelasan bahwa potensi Semarang sejak zaman Belanda adalah kota perdagangan.

“Walaupun sekarang di Semarang banyak kawasan industri, pertanian, dan pariwisata. Namun penyumbang pertumbuhan ekonomi Kota Semarang adalah perdagangan jasa,” tuturnya.

Namun Agustina mengatakan kita sedang merangkak menjadi kota pariwisata dengan visi Semarang Hebat serta sedang tumbuh menjari Smart City.

“Kota pariwisata menuntut sesuatu yang berbau natural dan lestari. Maka perlu kita memelihara warisan-warisan sejarah serta pelestarian lingkingan yang masif,” jelasnya.

Kemudian Semarang juga dikenal sebagai Kota transit, maka dari itu Agustina mengatakan perlu membangun pusat transportasi terpadu seperti terminal, pelabuhan, dan bandara dengan level internasional.

“Turunya kelas badara kita dari internasional menjadi nasional ini cukup menyedihkan. Kita harus memperbaiki ini. Oleh sebab itu pemerintah butuh dorongan dari masyarakat untuk membuat kebijakan ekonomi yang sesuai dengan suasana batin pengusaha,” bebernya.

Terakhir, Calon Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengungkapkan bahwa Semarang akan menjadi kota pariwisata dan logistik karena posisi semarang yang berada di tengah-tengah pulau jawa.

“Jadi para pengusaha harus bersiap-siap memperkuat sektor logistik dan pariwisata tersebut,” ujarnya.

“Karena kondisi kota semarang dengan segala potensinya maka proyeksi masa depan warga Semarang akan semakin baik jika dikelola oleh pemerontiah yang baik dan pengusaha yang profesional,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Cegah Anak Terlibat Gangster, Dewan Pendidikan Kota Semarang Dorong Tri Pusat Pendidikan Tingkatkan Pengawasan

Lingkar.co – Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) mendorong kualitas kolaborasi tri pusat pendidikan dalam meningkatkan pengawasan (mendidik) peserta didik. Upaya itu harus dilakukan demi mencegah peserta didik agar tidak terjerumus dalam kegiatan-kegiatan yang meresahkan masyarakat, salah satunya gangster.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan fenomena tawuran antar gangster yang melibatkan anak-anak usia sekolah beberapa waktu lalu di berbagai sudut kota Semarang sudah meresahkan masyarakat.

“Tri Pusat Pendidikan yakni Satuan Pendidikan atau sekolah, orang tua dan masyarakat diharapkan segera bergerak bersama meningkatkan pengawasan untuk menyelamatkan peserta didik dari ancaman geng gangster baik sebagai pelaku maupun korban ,” kata Budiyanto di Semarang, Jum’at (27/9/2024).

Budiyanto menjelaskan, langkah kongkret yang bisa dilakukan Tri Pusat Pendidikan adalah dengan memaksimalkan peran Paguyuban Kelas untuk mengawasi kegiatan peserta didik saat berada di lingkungan satuan pendidikan maupun di luar. Ketika di rumah menjadi tanggung jawab keluarga (orang tua), ketika di sekolah menjadi tanggung jawab sekolah dan ketika di masyarakat nenjadi tanggung jawab masyarakat khususnya paguyuban.

Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum saat memimpin rapat Dewan Pendidikan Kota Semarang. Foto: dokumentasi

Sinergi itu, lanjutnya antara lain bisa dilakukan dengan membuat grup WA untuk saling tukar informasi dan memonitor aktifitas peserta didik, sehingga dapat diketahui posisi dan kegiatan apa yang dilakukan mereka di luar maupun jam sekolah.

Ia melanjutkan, selain itu pihak sekolah bersama orang tua juga membangun kesepahaman untuk bersama-sama menyepakati tata tertib sebagai komitmen bersama untuk membangun budaya tertib.

Kesepakatan itu, ujarnya akan menjadi pengikat elemen tri pusat pendidikan dalam menghindarkan peserta didik dari keterlibatan ulah gangster.

Adapun langkah kongkrit yang akan dilakukan DPKS dalam mendorong terwujudnya hal itu yakni dengan menggelar dialog dengan para orang tua atau wali murid di aula SMA 1 Semarang pada Kamis (3/10/2024) mendatang. Dialog Pendidikan dengan tema Gangster Meresahkan Masyarakat akan menghadirkan narasumber kegiatan akan hadir Kapolrestabes Semarang dan Kriminolog dari Undip.

“Melalui dialog itu kami berharap akan ada tindak lanjut berupa kerjasama yang kongkrit antar pihak sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mendidik anak yang berkarakter,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tiga Anggota DPRD Kota Semarang Dipanggil KPK, RAW: Sebagai Saksi, Kami Taat dan Patuh Hukum

Lingkar.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga anggota DPRD Kota Semarang sebagai saksi dalam penyelidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah Kota Semarang.

“Pemeriksaan dilakukan di Polrestabes Semarang atas nama KL, RAW dan MK,” ungkap juru bicara KPK, Tesaa Mahardika kepada wartawan, Kamis (26/9/2024).

Tiga orang tersebut belakangan diketahui adalah Kadar Lusman (KL), Rahmulyo Adi Wibowo (RAW), dan Mediana Kuswara (MK).

Rahmulyo Adi Wibowo (RAW) membenarkan kabar tersebut saat Lingkar.co hubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (26/9/2024) Petang.

“Bener mas, dipanggil sebagai saksi. Ya diminta keterangan, ditanya-tanya wong kami sebagai anggota DPRD kan,” ujarnya

RAW melanjutkan, bahwa dirinya beserta rekan-rekannya memenuhi panggilan tersebut sebagai warga negara yang baik yang taat dan patuh terhadap hukum.

“Sebagai warga negara yang baik yang patuh dan taat hukum ya kita penuhi panggilan. Apalagi yang kemarin kan sudah ada tersangkanya. Mungkin kesaksian kita dapat membantu KPK untuk membuka kasus itu secara terang benderang,” pungkas RAW.

Sebagai informasi, penyidik KPK juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekertaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Agus Rochim, Sekertaris Disdukcapil Erwidati Yuliandri dan seorang pihak swasta bernama Budi Susilo.

Penulis: Muhammad Nurseha

Usai Dapat Nomor Urut 1, Agustina-Iswar Petakan Kebutuhan Warga Kota Semarang

Lingkar.co – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) telah resmi menerima nomor urut 1 pada Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024.

Keduanya langsung merencanakan pemetaan kebutuhan warga kota Semarang. Menurut Agustina, pemetaan kebutuhan warga tersebut akan segera diumumkan melalui visi dan misi resmi yang dirumuskan bersama tim.

Agustina pun menegaskan, bersama Iswar ingin membuat Semarang bersatu, semakin hebat, dan semakin maju. “Saya dan Pak Iswar mendapat nomor 1 untuk semarang bersatu dan membuat Semarang semakin hebat dan semakin maju,” ujar Agustina pada Selasa (24/9/2024).

Agustina dan Iswar beserta timnya berjanji akan menyatukan warga Kota Semarang manjadi keluarga dan mempererat persatuan. “Segala hal yang kita lakukan adalah demi menyatukan warga kota semarang sebagai keluarga,” tegasnya..

Paslon Agustina-Iswar saat menerima nomor urut dari KPU Kota Semarang sebagai peserta Pilwalkot Semarang. Foto: istimewa
Paslon Agustina-Iswar saat menerima nomor urut dari KPU Kota Semarang sebagai peserta Pilwakot Semarang. Foto: istimewa

Untuk misi khusus, Agustina mengatakan yang menjadi prioritas adalah pendidikan dengan mengusahakan pendidikan gratis bukan hanya di sekolah negeri, namun juga swasta.

Selain itu, penataan kota juga menjadi program prioritas yang akan terus dikerjakan, terutama soal penanggulangan banjir. “Kami memiliki misi untuk memajukan pendidikan, penataan kota,” ungkapnya.

Untuk memuluskan visi dan misinya saat terpilih nanti, Agustina berjanji akan meningkatkan anggaran. “Kami akan meningkatkan anggaran untuk menjalankan misi kesejahteraan bagi warga Kota Semarang,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Fix, Ini Nomor Urut Calon Walikota dan Wakil Wali kota Salatiga 2024-2029 yang Ditetapkan KPU

Lingkar.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan nomor urut pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga yang akan berlaga pada 27 November mendatang, Senin (23/9/2024).

Sesuai hasil sidang pleno terbuka penetapan nomor urut paslon diketahui Paslon nomor urut 1 jatuh pada dr. Robby Hernawan dan Nina Agustin yang diusung Partai Gerindra, Demokrat, PSI dan 10 partai lainnya.

Kemudian, untuk Paslon Juan Rama-Sri Wahyuni yang diusung partai tunggal PKB mendapat nomor urut 2 dan Sinoeng-Budi dari koalisi PDIP, PKS, Nasdem, dan PAN meraih nomor urut 3.

Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata mengatakan, pasca penetapan nomor urut para paslon secara sah bisa menggunakan urutan nomor untuk bahan alat peraga kampanye (APK).

“Masa kampanye resmi dimulai pada tanggal 25 September sampai 23 November. Jadi, masing-masing paslon bisa menggunakan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat,” terangnya.

Ia menambahkan, selanjutnya KPU akan melakukan rapat koordinasi lanjutan untuk penentuan lokasi titik pemasangan APK sebanyak 64 titik.

Terpisah, Calon Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan menyampaikan meraih nomor urut 1 dinilai suatu sinyal positif tanda kemenangan.

“Nomor 1 berarti pertanda kami pemenang. Karena, pemenang ya cuma satu. Kami, juga lebih mudah melakukan sosialisasi dengan nomor urut 1,” katanya

Robby menjelaskan, secara personal memang berharap mendapatkan nomor urut 1. Selanjutnya, kata dia bakal memaksimalkan jejaring relawan dan mempertajam program-program.

Dia mengaku, paslon Robby-Nina mengusung tagline #Salatiga Beda #Salatiga Merona. Salatiga Beda sendiri berarti Salatiga Bergerak, Energik, Dinamis, dan Adaptif.

“Ya, pokoknya selain program utama kesehatan bakal kami genjot juga yang lainnya. Soal stunting, kurang gizi kita akan mengawal pertumbuhan Salatiga sejalan program nasional juga,” ujarnya.

Penulis : Bojes

Editor : Kharen Puja Risma