Arsip Tag: Asokas

Perpanjangan PPKM Darurat Tuai Respon Pelaku Pariwisata

SEMARANG, Lingkar.co – Persiapan pemerintah pusat tentang perpanjangan PPKM Darurat selama 6 minggu menuai respon dari pelaku usaha sektor pariwisata di Semarang.

Ketua Asosiasi Kafe Semarang (ASOKAS), Pino Arpito, mengatakan seharusnya perpanjangan PPKM Darurat merupakan keputusan yang tak perlu. Mengingat, kondisi pengusaha-pengusaha kafe dan restoran sudah banyak yang terancam gulung tikar.

“Menurut saya kok tidak akan terjadi, soale pasti akan ada banyak penolakan. Kafe-resto anggota ASOKAS kebanyakan tutup, meskipun tetap ada beberapa yang buka dengan cara take away,” kata Pino kepada Lingkar.co, Selasa (13/7/2021).

Menurut Pino,Omset kafe-resto anggotanya menurun drastis pada pelaksanaan PPKM Darurat kali ini.

“Outlet saya turun omsetnya sampai 85 persen, dibandingkan dengan sebelum PPKM Darurat. Lha nek bandingan e sama sebelum pandemi yo tambah ambleg,” keluh Pino.

Pino menjelaskan, keadaan tersebut tak hanya berlaku pada outlenya saja. Namun, hampir menyeluruh outlet-outlet anggota ASOKAS, bahkan beberapa outlet memilih gulung tikar menunggu kepastian dari pemerintah.

“Dari ratusan outlet anggota ASOKAS to mas, ndak cuman 1-2 sing tutup, buanyak itu. Wong pada ngga kuat nanggung biaya operasional,” kata Pino.

Dia berharap, adanya bantuan dari pemerintah untuk para pekerja kafe-resto, agar setidaknya meringankan beban para pekerja.

Baca Juga:
Kunjungan Wisatawan Domestik ke Bali Meningkat

SEKTOR PERHOTELAN HARAPKAN DUKUNGAN PEMERINTAH

Hotel Manager Surya Boutique Hotel Mardi Tri Sutrisno, mengharapkan dukungan dari pemerintah untuk adanya subsidi keringanan pembayaran air dan listrik.

“Kalau ada subsidi-subsidi tersebut setidaknya sedikit membantu kami,” katanya kepada Lingkar.co di Kawasan Kota Lama Semarang.

Menurutnya, tingkat room occupancy hotelnya turun drastis semenjak pemberlakuan PPKM Darurat. Karena, ada pembatalan banyak tamu hotel yang sebelumnya sudah booking pada masa pemberlakuan PPKM.

“Occupancy turun sampai 80 persen, beberapa teman-teman di hotel sekelas saya bahkan tak mampu kirim setoran ke owner. Dengan keadaan tersebut, jika peraturan ini terus berlanjut (perpanjangan PPKM Darurat, Red), besar kemungkinan hotel tutup,” jelas Mardi.

Selain itu, Mardi juga mengusulkan kepada Kemenparekraf untuk kembali mengadakan program-program hibah untuk para pekerja hotel. Dengan mengalihkan dana-dana promosi pariwisata untuk luar negeri untuk dapat menghidupkan wisata-wisata domestik.

“Kan pasti ada dana-dana untuk promosi keluar negri, itu saja yang dialihkan dan dikonsentrasikan ke sektor pariwisata domestik. Bisa dengan hibah kepada pelaku atau ke pekerja perhotelan,” katanya.

Sementara itu, Public Relation Hotel Santika Premier Semarang, Anna Maria, mengatakan pihaknya tetap mendukung peraturan pemerintah.

“Pada dasarnya, kami mendukung apapun keputusan pemerintah (soal perpanjangan PPKM Darurat, red). Karena untuk menekan laju pandemi Covid-19 agar dapat lebih terkendali,” kata anna melalui sambungan telepon.

Meskipun, kata Anna, room occupancy kami mengalami penurunan yang cukup signifikan karena terimbas dengan penutupan akses jalan masuk ke hotel.

“Turun 75 persen (room occupancy, red), kami memberlakukan unpaid leave sesuai dengan peraturan pemerintah,” ujarnya.

Belum lagi, tambah Anna, penurunan ini juga karena tamu-tamu hotel tak bisa kemana-mana karena penutupan akses jalan dan restoran tidak bisa dine in.

RESPON DINAS PARIWISATA

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Kita menunggu keputusan (perpanjangan PPKM Darurat, Red) dari pusat terlebih dahulu,” kata Iin sapaan akrabnya kepada Lingkar.co, Selasa (13/7/2021).

Pada saat kami konfirmasi tentang bentuk bantuan untuk para pekerja sektor pariwisata, Iin menjawab bahwa sudah ada program bantuan dari Pemerintah Kota Semarang.

“Monggo, langsung berkoordinasi dengan kelurahan ataupun RT/RW setempat bagi warga yang belum mendapatkan bantuan dari manapun,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nurseha

Editor: Muhammad Nurseha

Dorong Sinergi Pengusaha-Pemerintah Majukan Industri Wisata Kota Semarang di Tengah Pandemi

SEMARANG, Lingkar.co – Asosiasi Kafe Semarang (Asokas) mendorong sinergi antarapengusaha majukan industri wisata di Kota Semarang. Hal itu disampaikan Pino Arpito, Ketua Umum Asokas terpilih periode 2021-2023 belum lama ini.

Menurut Pino, Asokas bertujuan untuk mempermudah sarana koordinasi antarkafe dan juga kafe ke pemerintah. Apalagi, saat ini banyak sekali yang menjadi perhatian seperti legalitas, jam operasional dan menyikapi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca Juga:
Berwisata Ria di Agrowisata Purwosari, Kota Semarang

“Semoga kita bisa bersinergi dengan bagus yang ujungnya kita bisa meningkatkan destinasi wisata di Semarang, tempat nongkrong. Kalau destinasi wisata bagus, pendapatan daerah bisa meningkat,” ujar Pino.

Pino mengungkapkan, selain bisa meningkatkan pendapatan daerah, juga dapat menurunkan tingkat pengangguran. Dengan menyerap tenaga kerja di kafe-kafe yang ada di Semarang.

Pino menambahkan hal tersebut bisa terealisasi dengan saling mempererat koordinasi, memberikan edukasi terkait pentingnya legalitas. Selain itu, pelatihan-pelatihan yang sifatnya menunjang Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga:
Pastikan Dugderan Tahun Ini Tanpa Pawai Warak Ngendhog

Menurut Pino, dalam masa pandemi ini, sudah ada trend ke arah positif untuk perkembangan kafe di Kota Semarang saat ini.

“Kalo turun sudah pasti, tapi ini sudah kembali meningkat. Enam bulan di awal turun bisa sampai 70%, pendapatan 30%. Ada segi geliat, bisa naik 60-70% naik di bulan ini,” imbuhnya

Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata (Disbudpar) Indriyasari melalui Kabid Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang Samsul Bahri berharap adanya Asokas ini bisa menjalin ikatan antarpemilik kafe di Kota Semarang. Demi mendorong kemajuan industri tersebut.

“Kami dari disbudpar, selalu mendorong industri cafe, resto, hiburan agar mereka terus berkembang. Sehingga orang-orang, bisa lebih mudah mencari apa sih yang ada di semarang,” pungkasnya.(nur/lut)