Arsip Tag: Bagikan

Bantu Ringankan Beban Warga, Munawir Bagikan 10 Kursi Roda Bagi Penyandang Disabilitas di Kendal

Lingkar.co – Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Munawir membagikan bantuan 10 buah kursi roda kepada warga yang membutuhkan di dua kecamatan tiga desa. Di antaranya di desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Desa Sendangkulon, dan Sendangdawung Kecamatan Kangkung.

“Di HUT Kemerdekaan RI ke 78 kami berbagi kursi roda kepada kaum disabilitas dan orang tua yang membutuhkan bantuan kursi roda,” katanya kepada lingkar, Rabu (23/8/2023).

Menurut anggota Komisi A DPRD Kendal ini, bantuan kursi diperuntukkan bagi penyandang disabilitas yang kondisi ekonominya kurang mampu. Dengan adanya bantuan kursi roda ini, ia berharap bisa membantu dan meringankan beban keluarganya.

“Harapannya semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan mambantu, salah satunya bagi disabilitas, minimal orangtuanya tidak harus menggendong. Namun dengan bantuan kursi roda bias keluar rumah,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, bantuan dari partainya tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian dalam menanggulangi masalah sosial. Selain itu, ia juga menyatakan siap menjembatani kepentingan warga kepada pemerintah daerah.

Salah seorang warga disabilitas Desa Jatipurwo, Kecamatan Rowosari Kendal, Slamet tampak senang ketika menerima bantuan kursi roda. Sekalipun ia tidak bisa bangun dan tidak bisa bicara, namun dari raut wajahnya tampak ceria dan senang.

Seman sebagai ayahnya lantas mengungkapkan bahwa anaknya sudah berusia 35 tahun tidak bisa bangun dan tidak bisa bicara sejak lahir. Dengan pemberian bantuan kursi roda, ia merasa senang dan terbantu. Ia pun mengaku berniat membeli kursi roda tapi tidak ada biaya.

“Ini sudah 35 tahun, sejak lahir memang tidak bisa bangun. Sudah diperiksakan kemana-mana, namun hasilnya juga tidak nampak. Ini dapat bantuan kursi roda dari Pak Pawir, terima kasih sangat membantu kami,” ucapnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Yuli Setyo Rini, ibu dari Firly Maulana yang sekarang berusia 12 tahun. Firly terindikasi menderita kelainan fisik, tidak bisa jalan dan tidak bisa bicara sejak usia lima bulan.

“Anak saya ini sejak usia 5 bulan sudah ada tanda-tanda. Sudah diperiksakan dan dilakukan terapi dimana-mana, namun hasilnya juga tidak maksimal. Ini tidak bisa jalan dan tidak bisa bicara. Kalua lapar, kalau tidak disuapin juga diam saja,” ungkapnya.

Sementara Aris, istri Kepala Desa Sendang Kulon mengucapkan terima kasih kepada Munawir yang sudah memberikan bantuan kursi roda untuk ibu Hajah Rofiyati. Diakui, selama ini Rofiyati memang sudah memakai kursi roda tapi kebesaran, jadi susah untuk ke kamar mandi atau lainnya.

“Bantuan kursi roda ini sangat diharapkan dan dinanti-nanti bagi warga, terutama yang sudah tua dan tidak bisa jalan akibat jatuh maupun sakit,” ucapnya.

“Sehingga dengan mendapatkan bantuan kursi roda bisa keluar rumah sendiri, tidak harus digendong, mungkin keluarganya tinggal dorong saja bisa sambil berjemur,” sambungnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Siswa SD Kurang Mampu, Wali Kota Solo Bagikan 26 HP

SURAKARTA, Lingkar.co  – Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo memfasilitasi siswa yang kurang mampu, dengan membagikan 26 HP kepada siswa Sekolah Dasar (SD) di Surakarta, Jumat (15/1).

Kegiatan bagi-bagi HP Tersebut menjadi agenda rutinan Wali Kota setiap hari Jumat. Sejak beberapa waktu lalu, dalam rangkaian kegiatan Mider Praja.

“Agar siswa-siswi dapat memanfaatkan HP bantuan secara maksimal.” katanya setelah penandatangan prasasti peresmian gedung sekolah yang telah selesai. Jumat (15/1)

Wali Kota Surakarta tersebut berpesan, bagi siswa yang mendapatkan bantuan, tidak meminjamkan HP kepada orang lain, untuk meminimalisir penularan Covid-19 yang mungkin terjadi akibat dari perpindahan pengguna HP

Salah satu orang tua siswa Suwarni (39) mengaku, putranya yang kini duduk dibangku kelas 5 SD, merasa terbantu dengan adanya program pembagian HP tersebut. “Kesulitan belajar online adalah karena terbatasnya alat.  Namun sekarang sudah tidak lagi,” ungkap ibu tiga orang anak tersebut. (luh/dha/aji)

Baca Juga:
Gercep Semarang Gencarkan Vaksinasi Covid-19 ke Anak Muda dan Difabel

Unik, Sekolah di Semarang Ini Bagikan Raport dengan Drive Thru

SEMARANG, Lingkar.co – Tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) PL Domenico Savio Semarang membagikan raport siswa dengan menerapan sistem drive thru baru-baru ini. Inovasi yang unik ini dilakukan agar pembagian raport tetap menjaga protokol kesehatan yang ada.

Salah satu guru dari SMP PL Domenico Savio F. Rudy Dwiwibawa menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan video simulasi agar pembagian raport berjalan lancar.

“Sebelumnya sistem ini sudah kami gunakan saat peminjaman buku kelas VII. Untuk mempermudah kami menyiapkan video simulasi terlebih dahulu,” ungkapnya, Senin (21/12).

Setidaknya sebanyak 1037 orang tua murid menghadiri pengambilan raport yang dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari tersebut. Waktu pengambilan disesuaikan dengan jadwal zonasi yang telah ditetapkan sesuai nomor absen siswa.

Zonasi waktu pengambilan raport sendiri dibagi menjadi tiga, nomor absen 1-8 dapat mengambil pukul 07.30 – 08.00. Sementara nomor absen 9-16 bisa mengambil pukul 08.00-08.30. Sedangkan pukul 08.30-09.00 diperuntukan untuk nomor absen 17-24. Kemudian pukul 09.00 – 09.30 untuk nomor absen 25 – 32

“Pengambilan rapor untuk kelas VII  dilaksanakan hari Jumat, (18/12), lalu kelas VIII dan IX pada hari Sabtu, (19/12) sesuai absen yang ditentukan. Untuk hari Sabtu, kelas VIII menggunakan halaman depan, sedangkan kelas IX menggunakan halaman belakang,” terang Rudy.

Pelaksanaan pengmabilan raport dengan drive thru dimulai melalui pintu masuk SMP Domsav yang berdekatan dengan Gereja Katedral Semarang. Lalu, di halaman sekolah tersedia sejumlah meja yang sudah ada nomor per kelas. Rudy mengaku tidak ada kendala berarti dalam kegiatan tersebut.

“Dengan pembagian waktu dan tempat, kegiatan ini boleh dikatakan cukup lancar. Kalau toh ada antrean kendaraan tidak terlalu banyak. Jika ada orang tua yg memerlukan konsultasi disediakan waktu di luar jam pembagian raport dengan membuat jadwal pertemuan dengan wali kelas terlebih dahulu,” jelasnya.

Tidak hanya mobil, kendaraan yang digunakan menyesuaian dengan kendaraan yang dimiliki orang tua. Beberapa orang tua bahkan menggunakan sepeda sekaligus berolahraga. Untuk menghindari adanya kerumunan, orang tua tetap dipersilahkan di dalam kendaraannya masing-masing.

“Wali kelas yang akan menghampiri orang tua. Tentu saja dengan protokol kesehatan. Maka orang tua diharapkan membawa alat tulis sendiri, pakai masker, dan membawa hand sanitizer,” terang Rudy.

Para guru yang memberikan raport juga mengenakan masker, sarung tangan hingga face shield. Selain itu, sebelum dan sesudah mengambil, raport pun disemprot dengan hand sanitizer.

Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut yang sedang bersepeda turut mampir dan mengapresiasi pembagian raport dengan cara drive thru tersebut.  (mg5/aji)