Arsip Tag: Bupati Rembang

Afif Mundur, Bupati Rembang Minta Plt Ketua KONI Segera Ditunjuk

Lingkar.co – Bupati Rembang Harno menegaskan kekosongan kepemimpinan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta agar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI segera ditunjuk, supaya roda organisasi tetap berjalan dan cabang olahraga (cabor) bisa fokus menyiapkan agenda masing-masing.

“Karena Ketua KONI Mas Afif mengundurkan diri dan sekarang posisinya di Jawa Timur, otomatis sudah tidak ada waktu untuk di sini. Maka solusinya harus segera ditunjuk Plt. Apalagi ada cabor-cabor yang sudah bersiap menggelar kegiatan,” tegas Harno usai audiensi dengan jajaran KONI Rembang di ruang kerjanya, Senin (25/8).

Sebelumnya, Ketua KONI Rembang Afif Hartiyadi resmi mengundurkan diri. Padahal, ia baru dilantik pada Februari 2024 untuk masa bakti hingga Desember 2027. Afif mundur karena alasan domisili, lantaran kini tinggal di Malang, Jawa Timur, sehingga dinilai sulit menjalankan tugas secara optimal di Rembang.

Menindaklanjuti kondisi ini, pengurus KONI Rembang telah melakukan audiensi dengan KONI Jawa Tengah. Wakil Ketua Umum KONI Bidang Prestasi Rembang, Zaenal Arifin atau akrab disapa Gondes, menjelaskan bahwa hasil pertemuan tersebut menyarankan agar KONI Rembang segera berkoordinasi dengan Bupati.

“Setelah audiensi di Semarang, kita diarahkan untuk menghadap pimpinan daerah. Dari situ kemudian akan dilanjutkan rapat pleno untuk memilih Plt Ketua KONI. Setelah itu, Musorkab ditargetkan bisa terlaksana sebelum Oktober, sesuai arahan Pak Bupati,” jelas Gondes.

Selain Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab), KONI Rembang juga dijadwalkan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) tahun ini yang sekaligus akan membahas kandidat ketua umum baru. Dinamika internal tersebut dipandang berpengaruh terhadap persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

“Pasti berdampak, tapi kami tetap ikhtiar. Tadi juga kami sampaikan untuk persiapan Porprovnya. Kita untuk pra Porprov itu mengusulkan Rp500 juta untuk persiapan. Usulan itu termasuk kebutuhan sekretariatan, karena sejak awal tahun kegiatan KONI masih memakai dana talangan pengurus,” tutupnya. (*)

Bupati Rembang Dorong Revolusi Pendidikan Berkelanjutan di TPN XII

Lingkar.co – Bupati Rembang, Harno, secara resmi membuka Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) Kabupaten Rembang yang digelar di Gedung Sport Center STAI Al Anwar Sarang pada Sabtu (19/7/2025). Acara ini menjadi wadah penting bagi ratusan guru, pemerhati, dan penentu kebijakan pendidikan di wilayah setempat untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, serta memperkuat kolaborasi demi majunya pendidikan.

Tema “Iklim Pendidikan & Pendidikan Iklim” menjadi sorotan utama dalam pertemuan tahunan ini. Dalam sambutannya, Bupati Harno menegaskan bahwa TPN XII merupakan ruang penting untuk bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan.

“Acara ini adalah ruang yang sangat penting bagi kita semua untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, demi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Bupati menyoroti dua isu utama. Pertama, perlunya menciptakan suasana belajar yang sehat, aman, nyaman, dan inklusif, guna mengoptimalkan potensi peserta didik. Kedua, ia menekankan pentingnya mengedukasi generasi muda tentang kesadaran dan kepedulian terhadap perubahan iklim serta upaya pelestarian lingkungan.

“Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak bisa kita abaikan. Penting bagi kita untuk membekali generasi muda dengan kesadaran dan pengetahuan untuk menghadapinya,” tegas Bupati.

Guna memperkuat komitmen terhadap lingkungan, Pemkab Rembang terus mendorong program Sekolah Adiwiyata, penghijauan di lingkungan sekolah, serta penguatan pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal.

“Sekolah bukan hanya tempat mengajar, tetapi harus menjadi ekosistem pembelajaran yang menyenangkan dan membebaskan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan kita,” tandasnya.

Mengenai peran guru, Bupati Harno menegaskan pentingnya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan para pendidik, serta fasilitas yang memadai agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang sesungguhnya. Ia juga menekankan bahwa pendidikan tentang iklim harus menjadi bagian dari kurikulum abad ke-21, sehingga anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga alam, mengelola sampah, dan memanfaatkan energi secara bijak.

“Anak-anak harus memahami pentingnya menjaga alam, mengelola sampah dengan benar, dan memanfaatkan energi secara bijak,” katanya.

Bupati menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta TPN XII untuk bersama-sama membangun jejaring, saling menginspirasi, dan berbagi praktik terbaik, agar dapat mewujudkan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap masa depan bumi serta lingkungan. (*)

Penulis: Fikri
Editor: Miftah

Pemkab Rembang Gencarkan Perbaikan Jalan, Bupati Harno Pastikan Mobilitas Masyarakat Terjaga

Lingkar.co – Bupati Rembang, Harno, melakukan peninjauan terhadap hasil pemeliharaan jalan penghubung antara Desa Waru dan Kelurahan Magersari pada Senin (7/7/2025). Ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 meter ini menjadi akses alternatif penting bagi masyarakat setempat serta para siswa yang menuju sekolah tanpa harus melewati jalur utama yang sering kali padat kendaraan.

Bupati Harno menyampaikan rasa puasnya atas hasil perbaikan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan karena sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan.

“Sudah beberapa tahun tidak diperbaiki, sudah lama sekali. Jadi di mana saja yang rusak dan merupakan akses vital untuk masyarakat, saya akan berusaha untuk memperbaikinya,” ujarnya usai peninjauan.

Pemeliharaan jalan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan infrastruktur dasar demi memberikan akses jalan yang layak dan mendukung mobilitas warga. Harno menambahkan, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap, terutama di titik-titik jalan yang rusak parah.

Selain ruas Waru–Magersari, Pemkab Rembang juga tengah mengerjakan pemeliharaan jalan sepanjang 440 meter di Desa Sidowayah, tepatnya di utara Koramil Rembang.

“Kemarin sudah saya cek, kondisinya parah juga yang dekat Koramil. Saya sering lewat di situ, sudah bertahun-tahun juga belum diperbaiki. Alhamdulillah kemarin sudah ada kegiatan,” ungkap Bupati.

Tak hanya itu, Bupati Harno juga berkomitmen untuk segera memperbaiki ruas jalan di sebelah barat Pasar Kota Rembang. Ruas ini menjadi jalur penting bagi masyarakat Desa Sumberjo dan para pedagang di kawasan pasar.

“Nanti tinggal yang paling utama yang masih belum, yaitu sebelah barat Pasar Rembang Kota. Saya juga sering lewat dan jalan itu sering menjadi sorotan masyarakat. Maka untuk yang pasar saya minta mohon bersabar, saya usahakan di bulan Juli ini sudah mulai dikerjakan,” tuturnya.

Sementara itu, Mustajab (62), seorang warga Desa Waru, mengungkapkan bahwa sebelum diperbaiki, kondisi jalan Waru–Magersari sangat memprihatinkan, terutama saat musim penghujan. Jalan ini sangat penting sebagai akses alternatif bagi para siswa, khususnya yang bersekolah di SMP 1 Negeri Rembang.

“Dari warga itu bingung, jalannya rusak sekali tapi tidak pernah ada perbaikan. Anak-anak sering jatuh karena sebelumnya diberi batu putih. Ketika kena air itu licin, jadi sering kali anak-anak yang ke sekolah itu jatuh. Namun, saat ini sudah diperbaiki, sehingga pada hari ini hasilnya ditinjau Pak Bupati,” ujarnya. (*)

Operasional PT Semen Gresik Terhenti, Bupati Rembang Upayakan Solusi Bersama

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Rembang terus berusaha memfasilitasi penyelesaian penghentian sementara operasional pabrik PT Semen Gresik di Kecamatan Gunem yang berlangsung sejak 1 Juni 2025. Penghentian ini berdampak pada 478 tenaga kerja yang sementara tidak dapat bekerja.

Bupati Rembang, Harno, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah koordinatif dengan pihak perusahaan dan desa untuk mencari solusi terbaik.

“Saya sudah mengundang pihak semen, juga sudah bertemu dengan pihak desa. Semua sudah saya lakukan sesuai kewajiban saya sebagai kepala daerah, yaitu menjadi penengah dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Menurut Bupati Harno, komunikasi intensif antara manajemen PT Semen Gresik dan Pemerintah Desa Tegaldowo telah dilakukan, namun dialog masih berlangsung dan belum menemukan titik temu.

“Terakhir saya bertemu dengan pihak PT Semen Gresik sebelum tanggal 1 Juni. Mereka menyampaikan belum ada titik temu dengan desa. Karena suplai bahan baku terhambat, perusahaan mengalami kerugian dan akhirnya memilih menghentikan produksi,” jelasnya.

Penghentian operasional produksi ini disebabkan oleh terhambatnya distribusi bahan baku, khususnya batu kapur, akibat pembatasan akses sebagian jalan oleh warga Desa Tegaldowo. Meskipun akses tidak sepenuhnya tertutup, kendaraan bertonase besar kesulitan melintas sehingga pasokan bahan baku terganggu. Pemerintah Desa Tegaldowo menyatakan pembatasan tersebut sebagai upaya menjaga aset desa, karena jalan yang digunakan untuk pengangkutan bahan baku merupakan aset desa berdasarkan keputusan pengadilan.

Bupati Harno mengakui situasi ini sulit karena pemerintah desa masih bersikukuh mempertahankan langkahnya.

“Saya sudah berusaha mengganduli, di sisi lain Pemdes juga masih bersikukuh. Maka saya tidak bisa berbuat banyak. Yang jelas, saya ingin semua pihak mendapatkan manfaat, PAD tetap masuk, masyarakat tetap bekerja, dan situasi tetap kondusif,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen mendorong dialog konstruktif agar tercapai penyelesaian yang adil dan seimbang demi menjaga iklim usaha yang sehat dan harmonis di daerah. (*)

Lantik 54 CPNS, Ini Pesan Bupati Rembang

Lingkar.co – Bupati Rembang Harno resmi melantik 54 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rembang di Aula Lantai 4 Sekretariat Daerah (Setda) Rembang, Jumat (2/5/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Harno menyampaikan selamat kepada para CPNS yang telah melalui berbagai tahapan seleksi dengan penuh dedikasi. Ia menekankan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat.

“Proses yang Saudara lalui tentu tidak mudah. Tapi saya tegaskan, keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai abdi negara,” ujar Bupati Rembang.

Lebih lanjut, Bupati Harno menyampaikan tiga pesan penting kepada para CPNS. Pertama, menanamkan semangat pengabdian sejak hari pertama bertugas. Kedua, menjaga integritas dan tanggung jawab sebagai pemegang amanah publik. Ketiga, terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam meningkatkan pelayanan digital kepada masyarakat.

“Saudara adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Maka, mari kita bangun pemerintahan yang responsif dan berpihak pada rakyat,” tegas Bupati Rembang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2024, Kabupaten Rembang memperoleh 58 formasi CPNS. Dengan pelantikan 54 CPNS hari ini, terdapat empat formasi yang belum terisi.

“54 peserta dinyatakan lulus, sehingga sisa formasi CPNS tahun 2024 yang tidak terisi adalah empat formasi,” jelasnya.

Salah satu CPNS yang dilantik, Dewi Rizqiana Annafi’, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. Ia juga mengapresiasi program beasiswa perguruan tinggi dari Pemerintah Kabupaten Rembang yang telah membantunya hingga berhasil diangkat sebagai CPNS.

Menurut CPNS yang akan bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut, pendidikan tinggi yang ia peroleh melalui program beasiswa telah membuka jalan menuju karier yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dari awal mengikuti tes seleksi CPNS sampai saat ini (pelantikan) sebenarnya tidak menyangka. Apalagi dulu saya kuliah dengan beasiswa Pemkab Rembang, alhamdulillah bisa mengabdi dan bermanfaat bagi Kabupaten Rembang juga,” pungkasnya. (*)

Bupati Rembang Sebut Kota Pusaka Lasem Perlu Perhatian Khusus

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) di Pendapa Museum RA Kartini, Kamis (27/3/2025). Dalam forum tersebut, salah satu tokoh masyarakat, Abdul Hamid, menyoroti keberlanjutan Kota Pusaka Lasem.

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang, Harno, menegaskan bahwa Kota Pusaka Lasem memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Salah satu aspek yang menjadi sorotan adalah keberadaan pasar kreatif yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.

“Pasar kreatifnya juga belum begitu berjalan, ya. Itu nanti bagaimana agar pasar kreatifnya bisa berjalan. Nanti setelah Lebaran saya akan berkunjung ke Lasem,” ujar Harno.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, Afan Martadi, menyampaikan bahwa penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan secara bertahap dan telah masuk dalam proyek strategis nasional di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan.

“Hasil audiensi dengan Dirjen Kebudayaan, Kota Pusaka Lasem tetap ada dan nantinya akan diarahkan menjadi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN). Langkah teknis yang bisa kita lakukan adalah memasukkan isu strategis ini ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” jelas Afan.

Ia juga menekankan pentingnya Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan guna menyusun desain Kota Pusaka Lasem secara komprehensif. Menurutnya, potensi heritage, budaya, serta ekonomi kreatif (ekraf) di Lasem sangat besar, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan.

“Potensi dari sisi heritage, budaya, maupun ekraf di Lasem sangat besar. Sedangkan tantangannya melibatkan berbagai elemen, seperti komunitas, pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, hingga pengusaha. Oleh karena itu, kami membutuhkan FGD yang cukup intensif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Afan menegaskan bahwa program KCBN akan diselaraskan dengan konsep city branding yang berlandaskan nilai-nilai sejarah dan budaya guna memperkuat identitas Kota Pusaka Lasem. (*)

Penulis: Miftah

Bupati Rembang Abdul Hafidz Pamit, Ingin Fokus Kelola Usaha dan Aktif di Bidang Pendidikan

Lingkar.co – Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama istri Hasiroh Hafidz berpamitan dengan camat, kepala desa, perwakilan partai politik, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh masyarakat dalam acara perpisahan yang berlangsung di Pendapa Museum RA Kartini, Senin (17/2/2025).

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Rembang, Abdul Hafidz berencana menghabiskan waktu bersama keluarga serta mengelola berbagai usaha yang telah dirintisnya. Tidak hanya fokus pada dunia usaha, ia juga akan tetap aktif dalam bidang pendidikan.

“Banyak aktivitas yang akan saya lakukan setelah purna ini, bersama keluarga dan juga pribadi. Saya memiliki usaha di beberapa bidang, seperti pertokoan, transportasi kendaraan, peternakan ayam, hingga bidang sosial dan pendidikan,” ungkapnya.

“Untuk kegiatan, tidak ada kurang-kurangnya. Saya tetap aktif di dunia pendidikan, mulai dari RA sampai SMK, dan juga mengurus pondok pesantren,” tambahnya.

Di hadapan tamu undangan, Hafidz juga mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Harno dan Gus Hanies, yang akan melanjutkan kepemimpinan di Kabupaten Rembang.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bupati terpilih, Pak Harno, dengan Gus Hanies. Setelah ini, bagaimana nanti mendesain pemerintahan ke depan yang lebih baik, saya berharap melanjutkan yang masih kurang-kurang, menyempurnakan yang belum sempurna, memperbaiki yang kurang baik,” ujar Abdul Hafidz.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten agar pembangunan di Rembang berjalan lancar.

“Saya percaya pemimpin baru akan membawa perubahan yang lebih baik, asalkan semua pihak ikut mendukung dan berperan aktif dalam pembangunan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hafid juga menyampaikan berbagai capaian selama masa kepemimpinannya sejak 2016 hingga 2024.

“Kami sudah membangun 501 kilometer jalan, itu 70 persen dari seluruh jalan di Rembang yang menjadi kewenangan Pemkab. Tahun ini kami menganggarkan Rp100 miliar untuk menyelesaikan 30 persen kekurangannya,” ungkapnya.

Pada periode pertama 2016–2020, Abdul Hafidz memimpin Rembang bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto. Kemudian, ia terpilih kembali untuk periode 2021–2024. (*)

Penulis: Miftah

Peringati Hari Bela Negara, Bupati Rembang: Momentum Teguhkan Komitmen Persatuan Bangsa

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-76 di halaman Kantor Bupati Rembang pada Kamis (19/12/2024). Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz membacakan amanat Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya semangat bela negara dalam menjaga persatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan bahwa momen ini mengingatkan perjuangan para pahlawan untuk merebut kembali Kota Yogyakarta yang menjadi simbol pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pada masa itu, Belanda berhasil menangkap Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, sehingga terjadi kekosongan kepemimpinan,” ujar Hafidz.

Ia menambahkan, demi keberlangsungan pemerintahan, Presiden Soekarno menginstruksikan Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

“Deklarasi PDRI merupakan bukti ketangguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Keberadaan PDRI juga memberikan sinyal kepada dunia bahwa Republik Indonesia tetap berdiri,” katanya.

Bupati Hafidz mengajak generasi penerus untuk meneladani dedikasi dan pengorbanan para pejuang bangsa.

“Maka peringatan Hari Bela Negara ini adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjaga dan memperkuat persatuan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Tema peringatan Hari Bela Negara ke-76 adalah “Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini mengajak seluruh warga negara untuk terus berkontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan guna mewujudkan Indonesia maju.

“Kontribusi nyata kita harus tercermin dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, teknologi, pertahanan, dan keamanan,” jelas Hafidz.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas bela negara bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri, melainkan kewajiban seluruh komponen bangsa.

“Dengan semangat bela negara, kita akan mampu menghadapi berbagai rintangan demi menggapai cita-cita bangsa,” pungkasnya.

Diketahui, Hari Bela Negara (HBN) diperingati setiap 19 Desember untuk mengenang deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948. Langkah ini menjaga eksistensi kepemimpinan Republik Indonesia di tengah Agresi Militer Belanda II. (*)

Penulis: Miftah

Masuk MT 1, Bupati Rembang Imbau Petani Waspadai Cuaca Ekstrem

Lingkar.co – Kabupaten Rembang telah memasuki Musim Tanam (MT) 1. Bupati Rembang Abdul Hafidz mengimbau para petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada musim ini.

Seusai menghadiri tanam perdana padi di lahan sawah Desa Weton, Kecamatan Rembang, pada Rabu (18/12/2024), Bupati Hafidz menyampaikan bahwa cuaca ekstrem tahun ini diperkirakan masih terjadi seperti tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan saat rapat koordinasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

“Cuaca ekstrem ini tentu berisiko, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi nelayan dan sektor pertanian. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) harus selalu memperbarui informasi terkait kondisi cuaca,” ujar Bupati Hafidz.

Cuaca ekstrem yang biasanya disertai curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan banjir yang dapat merendam lahan pertanian hingga beberapa hari dan merusak tanaman padi.

“Jadi, cuaca ekstrem yang diperkirakan BMKG empat kali lipat dari tahun sebelumnya harus diantisipasi oleh kelompok tani. Kita tidak boleh meremehkan, tetapi perlu langkah ekstra untuk menghadapinya, terutama di Kabupaten Rembang, bahkan di seluruh Jawa Tengah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menjelaskan bahwa petani perlu memastikan kondisi drainase tetap baik agar lahan tidak terendam banjir akibat curah hujan tinggi.

“Pada musim ini, sebenarnya pasokan air cukup tersedia. Namun, yang terpenting adalah pengelolaan drainase agar lahan tidak kebanjiran,” katanya.

Agus Iwan juga mengungkapkan bahwa total luas lahan pertanian yang akan ditanami padi pada MT I mencapai 26.634 hektare. Hingga saat ini, sekitar 53 persen atau 14.161 hektare lahan telah ditanami.

“Kami targetkan semua lahan sudah tertanami pada Januari mendatang. Dengan demikian, akan ada waktu yang cukup untuk proses walik dami. Semakin cepat padi ditanam, semakin besar peluang untuk memulai Musim Tanam II,” jelasnya.

Target walik dami untuk musim ini adalah sekitar 60 persen. “Jika seluruh lahan seluas 26 ribu hektare tertanami dan walik dami mencapai 60 persen, kami optimistis luas tanam dapat mencapai 40 ribu hektare. Ini sudah cukup bagus untuk Kabupaten Rembang,” tambah Agus Iwan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hafidz juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbagai jenis kepada kelompok tani. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung program swasembada pangan. (*)

Peringati HUT RI, Bupati Rembang Ajak Warga Gelorakan Semangat Persatuan Indonesia

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengadakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2024 di Alun-Alun Lota Rembang pada Sabtu (17/8/2024) dengan mengusung tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju.” Tema ini mencerminkan tekad untuk membawa Indonesia menuju kemajuan di berbagai bidang.

Dalam upacara tersebut, Bupati Rembang Abdul Hafidz membacakan amanat Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana yang menegaskan bahwa momen ini adalah langkah awal menuju pencapaian besar di masa depan.

Dengan semangat “Nusantara Baru,” Bupati Hafidz optimis bahwa Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing global bisa diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi.

“Kita teguhkan komitmen untuk memajukan negeri ini dengan semangat kebersamaan dan inovasi. Setiap sudut Nusantara harus merasakan manfaat dari pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bupati Hafidz juga menekankan pentingnya menghidupkan semangat sila ketiga Pancasila, “Persatuan Indonesia.” Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam bingkai “Bhinneka Tunggal Ika.”

“Mari kita ciptakan Pilkada yang damai, aman, tenteram, dan tetap menjaga kerukunan. Kita berharap Pilkada tahun ini menghasilkan pemimpin terbaik bagi daerah yang mampu menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Setelah upacara, Bupati Hafidz bersama Wakil Bupati Mochammad Hanies Cholil Barro’ dan Forkopimda menyerahkan berbagai penghargaan serta bantuan dari program layanan perlindungan sosial. Penghargaan juga diberikan kepada para veteran yang telah berjasa dalam mempertahankan kedaulatan RI. (*)

Penulis: Miftahus Salam