Arsip Tag: Kabar Brebes hari ini

Paramitha Gandeng Perantau Jakarta Lakukan Transportasi Total Brebes Beres

Lingkar.co – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mencanangkan transformasi besar-besaran dalam visi Brebes Beres yang ia usung sebagai orang nomor satu di wilayah tersebut.

Paramitha memaparkan, konsep Brebes Beres menargetkan tiga pilar. Yakni; Beres Birokrasinya, Beres Ekonominya dan Beres SDM-nya.

Paramitha menegaskan,dirinya ingin birokrasi bisa memberikan layanan publik cepat, transparan, dan berbasis digital melalui Mall Pelayanan Publik serta penguatan Satu Data Brebes.

Selanjutnya, Paramitha ingin mendorong hilirisasi pertanian, terutama bawang merah dan digitalisasi UMKM agar produk lokal menembus pasar internasional.

Terakhir, ia menargetkan Investasi pada manusia melalui pendidikan vokasi yang link and match dengan industri serta penguatan literasi digital.

“Kita tidak bisa lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. Brebes harus bergerak menuju hilirisasi agar petani memperoleh nilai tambah. Investasi terbesar kita bukan hanya pada infrastruktur, tapi pada manusia Brebes itu sendiri,” tegasnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia memaparkan semua itu saat hadir dalam diskusi panel Majlis Silaturahmi Warga Brebes (MASIGAB) bertajuk Urun Rembug Brebes Beres untuk Indonesia yang Lebih Baik, di Auditorium Pusdiklat Kalibata, Jakarta Selatan.

Dalam forum strategis yang mempertemukan jajaran pemerintah daerah dengan para perantau tersebut, Paramitha menekankan bahwa kemajuan Brebes tidak bisa hanya mengandalkan dana APBD semata, melainkan butuh sinergi kolektif.

Paramitha secara khusus mengajak para perantau Brebes untuk pulang ke rumah secara gagasan maupun investasi. Menurutnya, perantau adalah aset strategis yang memiliki jejaring luas dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mempercepat inovasi di daerah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro berkesempatan hadir dan memberikan catatan menarik mengenai karakteristik masyarakat Brebes.

Ia mengakui bahwa warga Brebes dikenal sangat kritis atau dalam bahasa lokal lazim disebut demen maido (sering mencela atau mengkritik).

“Orang Brebes itu wataknya kritis. Apa saja dikritik dulu, mau benar atau salah dikritik dulu. Namun, kita harus berprasangka baik bahwa itu adalah bentuk kepedulian. Sekarang, tidak ada pilihan lain selain kita semua harus support dan bareng-bareng membereskan Brebes,” tuturnya.

Juri Ardiantoro menambahkan, mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membutuhkan akselerasi luar biasa.

“Kalau kita lari, daerah lain juga lari. Maka sekecil apa pun inisatif kita, harus dilakukan sekarang untuk membantu percepatan perkembangan Brebes,” tandasnya. (*)

Paramitha Resmikan 14 Kades Antar Waktu, Berikut Daftarnya!

Lingkar.co – Sebanyak 14 Kepala Desa Antar Waktu resmi melanjutkan jabatan sebagai pucuk kepemimpinan desa setelah dilantik oleh Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma di Bupati Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,

Pelantikan ini menjadi penanda kesinambungan roda pemerintahan desa sekaligus penguatan peran desa sebagai pilar utama pembangunan di Kabupaten Brebes.

“Desa memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, Kepala Desa harus mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ucap Paramitha Selasa (21/4/2026).

Paramitha mengatakan, kades antar waktu merupakan hasil musyawarah desa, sebuah mekanisme demokrasi yang menekankan nilai kebersamaan dan mufakat dalam menentukan pemimpin di tingkat desa.

“Pemerintahan desa yang dipimpin kepala desa bersama perangkat desa merupakan ujung tombak pelayanan publik. Kepala desa harus mampu mengelola rumah tangga desa sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah pusat dan daerah secara efektif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Paramitha menjelaskan bahwa masa jabatan kepala desa antar waktu adalah melanjutkan sisa masa jabatan sebelumnya, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Saudara-saudara diharapkan dapat melanjutkan program-program yang telah direncanakan sebelumnya dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Paramitha berharap, para kades mampu meningkatkan kinerja pemerintahan desa, khususnya dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif kepada masyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan desa dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Paramitha bilang, fokus utama saat ini meliputi pengentasan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan pendapatan asli daerah.

“Program pembangunan harus dijalankan sesuai prioritas dan regulasi yang berlaku, sehingga kesinambungan pembangunan desa dapat terjaga,” pesannya.

Terakhir, Paramitha mengajak seluruh kepala desa untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat persatuan masyarakat.

Ia mengingatkan, kepala desa dituntut mampu menjalankan pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Adapun 14 kepala desa yang dilantik yakni:

  1. Kepala Desa Bentar Kecamatan Salem, Juni Sunendar
  2. Kepala Desa Indrajaya Kecamatan Salem, Jajang
  3. Kepala Desa Sisalam Kecamatan Wanasari, Mokh. Idi Fitriadi, S.Pd, SH, MM
  4. Kepala Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba, M. Faqih Usman, M.Pd
  5. Kepala Desa Cipelem Kecamatan Bulakamba, Rakhmanto
  6. Kepala Desa Randusari Kecamatan Losari, Maunah
  7. Kepala Desa Ciampel Kecamatan Kersana, Nurazizah
  8. Kepala Desa Jatimakmur Kecamatan Songgom, Daningsih
  9. Kepala Desa Songgom Kecamatan Songgom, Wasori
  10. Kepala Desa Batursari Kecamatan Sirampog, Muhaimin
  11. Kepala Desa Plompong Kecamatan Sirampog, Darto, S.Pd
  12. Kepala Desa Benda Kecamatan Sirampog, Khalimi
  13. Kepala Desa Pamulihan Kecamatan Larangan, Suwandi
  14. Kepala Desa Pende Kecamatan Banjarharjo, Mashuri
    (*)

Syukuran Terima SK, PNS/ASN Pemkab Brebes Salurkan 176 Paket Sembako untuk Korban Tanah Gerak Sirampog

Lingkar.co – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Brebes menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Jum’at (3/4/2026).

Bantuan berupa paket sembako tersebut secara simbolis diserahkan kepada Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma, didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, di Pendopo Brebes, seusai pelantikan.

Koordinator PNS 2024, Aji Laksono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas pelantikan yang mereka terima. Ia menegaskan, para PNS baru sepakat untuk tidak merayakan dengan pesta, melainkan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini bentuk syukuran kami. Kami tidak ingin merayakan secara berlebihan, tetapi lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah selatan yang sedang mengalami bencana tanah bergerak,” ujarnya.

Aji menjelaskan, bantuan yang terkumpul sebanyak 176 paket sembako dan akan disalurkan kepada 176 kepala keluarga terdampak di Desa Sridadi.

“Insya Allah bantuan ini akan segera didistribusikan kepada masyarakat melalui Dinas Sosial Kabupaten Brebes,” imbuhnya.

Kepala BKPSDMD Brebes Dr Moh Syamsul Haris SH MH mengapresiasi langkah para PNS baru tersebut. Menurutnya, aksi sosial itu mencerminkan kepedulian dan nilai kemanusiaan yang patut dicontoh.

“Ini luar biasa. Mereka tidak hanya mengekspresikan rasa syukur, tetapi juga berbagi kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Ini patut menjadi teladan bagi PNS lainnya,” katanya.

Haris mengatakan, para ASN yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi duta positif pemerintah di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan informasi yang bermanfaat, memegang teguh nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, serta memahami regulasi agar terhindar dari pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang.

Dengan langkah awal yang diisi aksi kepedulian, diharapkan para PNS baru dapat menjalankan tugasnya dengan integritas, profesionalisme, serta keberpihakan kepada masyarakat. (*)

102 Orang Terima SK PNS Jabatan Fungsional Pemkab Brebes

Lingkar.co – Sebanyak 102 Orang nenerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus menduduki jabatan fungsional di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026)

Kepala BKPSDMD Brebes, Moh Syamsul Haris menjelaskan, mereka yang mengikuti pengambilan sumpah PNS telah selesai masa percobaan satu tahun, serta pengangkatan kedalam jabatan fungsional.

Dia menjelaskan, kegiatan pengambilan sumpah jabatan bertujuan memberikan kepastian status kepegawaian sekaligus meningkatkan motivasi kerja ASN.

Selain itu, momentum tersebut juga menjadi sarana bagi para ASN untuk menerima arahan langsung dari Bupati sebagai bekal dalam menjalankan tugas.

“Pada hari ini, sebanyak 43 orang diangkat menjadi PNS jabatan pelaksana, 102 orang diangkat sebagai PNS sekaligus dilantik dalam jabatan fungsional, serta 11 orang menjalani pengambilan sumpah/janji PNS,” jelas Haris.

Haris juga menyampaikan, ASN yang dilantik dalam jabatan fungsional menjalani dua sumpah sekaligus, yakni sumpah PNS dan sumpah jabatan fungsional, sedangkan sebagian lainnya merupakan PNS yang diangkat sebelum tahun 2024 dan baru melaksanakan sumpah.

Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma melantik 156 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), pengangkatan dalam jabatan fungsional, serta pengambilan sumpah bagi PNS baru tahun 2024, di Pendopo Kabupaten Brebes.

Paramitha mengatakan, pelantikan ini merupakan momentum penting yang patut disyukuri. Ia menyebut status ASN sebagai bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab dengan kinerja, integritas, dan tanggung jawab.

“Pengangkatan menjadi PNS bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Setelah masa percobaan, saudara dituntut bekerja lebih matang, bersikap lebih dewasa, dan memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Paramitha juga menekankan pentingnya kontribusi nyata ASN sesuai kompetensi masing-masing. Menurutnya, ASN merupakan instrumen vital pemerintah daerah yang harus mampu menghadirkan pelayanan prima sekaligus berperan aktif dalam mendorong keberhasilan pembangunan di Kabupaten Brebes.

Selain itu, ia mengingatkan ASN baru untuk menjadi duta positif pemerintah dengan menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat kepada masyarakat. ASN juga diminta memegang teguh nilai-nilai Berakhlak serta memahami regulasi agar terhindar dari pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang.

“Untuk para kepala perangkat daerah, saya meminta agar terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja, disiplin, serta loyalitas ASN di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (*)

Kunjungi Pengungsi Tanah Gerak, Ning Nawal Hibur Anak-anak dengan Berbagi Mainan

Lingkar.co – Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arah Yasin, M. S.I, membuat sumringah anak-anak pengungsi korban tanah gerak di Dusun Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirompag, Kabupaten Brebes.

Istri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen itu tak sekadar berkunjung. Tetapi membawa mainan buat menghibur anak-anak yang sudah dua bulan di pengungsian.

Adalah Dika, Jasmine, David, dan puluhan teman-temannya yang mendapat mainan dari Bunda PAUD Jawa Tengah itu.

Dika dan teman-temannya, adalah anak yang menjadi bagian dari warga terdampak tanah gerak di Dusun Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirompag, Kabupaten Brebes. Sudah dua bulan, anak-anak ini tinggal di lokasi pengungsian, di Ponpes Bahrul Quran Al Munawwir, desa setempat.

Dika memegang erat mainan yang didapat dari Ning Nawal.

“Mobil molen,” tunjuknya sembari merebahkan badan di pangkuan sang ibunda.

Sedangkan Rena dan Jasmin, yang mengambil boneka dan alat masak, langsung bermain-main bersama.

Ning Nawal, sapaan akrab Nawal Arafah Yasin, hadir mendampingi suaminya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mengunjungi posko pengungsian di Bojongsari, Jumat sore, 27 Maret 2026.

Tak segan, Ning Nawal bercengkerama dengan warga perempuan pengungsi, yang mengajaknya selfie.

Posko yang menampung 533 jiwa tersebut melayani kebutuhan keseharian warga pengungsi. Baik layanan kesehatan, maupun konsumsi, serta kebutuhan MCK.

Bencana tanah gerak, telah merusak bangunan rumah warga, pada 28 Januari 2026 silam. Ratusan rumah pelan-pelan roboh, hingga mengharuskan penghuninya meninggalkan bangunan untuk dievakuasi di posko pengungsi.

Total 143 rumah milik 176 KK harus ditinggalkan, karena membahayakan untuk hunian.

Kehadiran Wagub dan istri, menjadi momen yang dirindukan warga. Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kedatangan para pemimpin daerah di posko pengungsian tersebut.

“Semoga kedatangan bapak dan ibu di lokasi pengungsian ini dapat menghibur dan mengobati rasa rindu kami,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Taj Yasin juga menyerahkan bantuan dari Baznas Jateng berupa sembako kepada para pengungsi. Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga memastikan para pengungsi memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Menurutnya, saat ini pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Dia mengatakan, huntara saat ini sedang dalam proses, karena menyangkut lahan yang akan dipergunakan sebagai lokasi adalah milik Perhutani.

Tanah Perhutani, kata dia, siap dipergunakan. Namun, harus hati-hati dengan tidak melakukan penebangan pohon.

“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvey, dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan. Mari kita jaga bersama,” katanya.

Warga terdampak bencana berharap agar huntara segera dibangun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat,” kata Asro.(*)

Sambangi Warga Kurang Beruntung Saat Malam Pergantian Tahun, Paramitha Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Lingkar.co – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma tak menghabiskan malam pergantian tahun 2025 ke 2026 dengan pesta kembang api. Namun ia lebih mendekatkan diri dengan masyarakat yang ia pimpin.

Bupati Brebes menghabiskan malam pergantian tahun 2026 dengan menyambangi warga yang sedang sakit, penyandang disabilitas dan kurang mampu untuk menyalurkan bantuan langsung hingga Kamis dini hari.

Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Brebes melibatkan jajaran Forkopimda, Plt Direktur RSUD Brebes, Dinas Sosial, sejumlah Kepala OPD terkait, serta Camat Brebes. Rombongan melakukan kunjungan door to door ke rumah warga untuk memberikan paket sembako dan bantuan uang.

Menurut Paramitha, kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

“Perayaan Tahun Baru bukan hanya tentang kegembiraan semata, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama. Warga kurang mampu dan penyandang disabilitas adalah bagian penting dari masyarakat Brebes yang patut kita jaga dan bantu,” ujar Paramitha dalam siaran persnya, Sabtu (3/1/2026).

Lebih jauh Paramitha menjelaskan, menyambangi warga jauh lebih bermanfaat dibandingkan kegiatan hura-hura. Langkah ini diambil sebagai bentuk kedekatan antara pemerintah dan rakyatnya.

Selain itu, ia bilang, Pemkab Brebes secara resmi mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan tahun baru dengan kembang api maupun konvoi.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap saudara sebangsa di Aceh dan Sumatra yang sedang tertimpa musibah bencana alam. Masyarakat diajak untuk mengganti pesta pora dengan doa bersama.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Brebes agar malam tahun baru 2026 bisa diisi dengan hal-hal positif. Kita tunjukkan empati kita untuk saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi menjelaskan, pemilihan lokasi kunjungan didasarkan pada hasil Rapid Assessment (Asesmen Ringkas) Pemerlu Atensi Sosial (PAS) tahun 2025. Adapun wilayah yang disambangi meliputi Desa Sigambir, Kelurahan Limbangan Kulon dan Desa Wangandalem.

Salah satu warga Desa Wangandalem RT 005/ RW 003 Kecamatan Brebes Ajeh Antarso (19) benar-benar tidak menyangka dan merasa sangat senang didatangi Bupati Brebes sembari memberikan semangat agar melanjutkan sekolah.

“Alhamdulillah, selain kehadiran beliau yang memberi semangat, saya juga dibantu paket sembako dan uang tunai. Tapi yang paling membuat saya termotivasi adalah pesan Ibu Bupati supaya saya bisa melanjutkan sekolah,” ucapnya.

Kata Ajeh, Bupati Brebes meminta untuk sekolah lagi melalui program Kejar Paket. Kalau sudah lulus akan dibantu mendaftar bekerja di pabrik yang ada di wilayah Brebes.

“Dukungan ini sangat berarti bagi saya untuk menatap masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebelum melakukan aksi kemanusiaan tersebut, Bupati beserta suami terlebih dahulu menghadiri kegiatan Doa Bersama Renungan Akhir Tahun 2025 dan Menyambut Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin, Mapolres Brebes. (*)

Antisipasi Bahaya Puncak Musim Hujan, Pemkab Brebes Gotong Royong Bersihkan Kali Sigeleng Limbangan

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes mengajak elemen masyarakat melakukan gotong royong membersihkan aliran Kali Sigeleng dan sistem drainase perkotaan, terpusatkan di Jembatan Limbangan SMPN 3 Brebes, Selasa (23/12/2025). Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari antisipasi bahaya yang mungkin terjadi pada puncak musim hujan.

Komunitas Peduli Sampah (KPS) Masyarakat Jaga Kali (Masjaka) berkolaborasi TP PKK dari 5 kelurahan, SAKACARES, komunitas Sijaga Banjir (Sijaban), pelajar edukasi Adiwiyata, serta warga sekitar dalam momen Hari Ibu melakukan pengangkatan tumbuhan liar seperti eceng gondok, pembersihan sampah, serta pengerukan sedimen yang menghambat laju air.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menegaskan bahwa kebersihan Kali Sigeleng adalah kunci keselamatan warga dari ancaman banjir.

“Hari ini kita bersama aktivis Masjaka dan PKK bergotong royong. Jika Kali Sigeleng ini kotor, imbasnya pasti banjir, aksi ini bukan sekadar seremonial, tapi bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Paramitha memberikan apresiasi kepada KPS Masjaka atas inisiasi bersih-bersih kali. Dia menekankan pentingnya keterlibatan Generasi Adiwiyata dalam kegiatan tersebut.

“Kita harus menanamkan nilai cinta lingkungan kepada generasi muda agar menjadi karakter mereka di masa depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Paramitha memuji sosok Mahfudin, koordinator Masjaka, yang dinilai vokal dalam menyuarakan isu lingkungan hingga ke tingkat pusat (BBWS) demi perbaikan sungai-sungai di Kabupaten Brebes.

Sementara, Ketua KPS Masjaka Mahfudin, menuturkan ibu berperan sebagai komando lingkungan. Maka dari itu, pemilihan kegiatan pada momen Hari Ibu memiliki makna filosofis yang dalam. Yakni; ibu adalah sosok pemelihara kehidupan, sebagaimana sungai yang juga merupakan sumber kehidupan masyarakat.

“Kami ingin membawa persoalan sungai ini ke lingkup keluarga. Seorang Ibu adalah komando di rumah tangga. Jika Ibu bisa memberi perintah kepada suami dan anak-anaknya untuk tidak membuang sampah di sungai, maka masalah sampah bisa selesai dari akarnya,” tegasnya. (*)

Mahfudin berharap, keterlibatan TP PKK dan pelajar dapat menciptakan kesadaran kolektif yang berkelanjutan. Dalam aksi ini, Masjaka juga mengerahkan alat berat (eskavator/backhoe loader) dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes yang dioperasikan oleh komunitas Sijaban.

“Pembersihan ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih tiga hari agar aliran air benar-benar optimal kembali,” pungkasnya.

Aksi gotong royong ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes Ahmad Saeful Ansori. Turut serta dalam aksi ini (*)

Pastikan Nataru Aman, Wabup Brebes Minta Kesiapan Harus Benar-benar Matang

Lingkar.co – Wakil Bupati Brebes, Wurja meminta kesiapan menghadapi mas liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) benar-benar matang, terutama terkait keamanan kelancaran lalu lintas dan ketertiban masyarakat.

“Kesiapan kita harus benar-benar matang, terutama terkait kelancaran lalu lintas, keamanan dan ketertiban masyarakat, kesiapan pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta stabilitas bahan pokok,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran Forkopimda di Aula Lantai 5 KPT Kabupaten Brebes, Selasa (16/12/2025).

Wurja mengatakan, Nataru adalah periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah dengan jalur strategis, baik jalur Nasional, jalur Pantura, jalan kabupaten maupun akses menuju tol.

Untuk itu Wurja meminta agar semua unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, lembaga masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi secara maksimal.

“Pastikan seluruh posko pelayanan berjalan efektif, koordinasi antarwilayah berjalan cepat, dan seluruh potensi risiko dapat diantisipasi sejak awal. Kita ingin memastikan masyarakat dapat menjalani libur nataru dengan aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah menambahkan, pihaknya menekankan, pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi guna menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat selama momentum Nataru. Seluruh pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Senada, Kasdim 0713/Brebes Mayor Arm Aris Chaerudin berharap, melalui rakor seluruh elemen terkait dapat menjalankan perannya secara optimal sehingga perayaan Nataru di Kabupaten Brebes dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, Moch Reza Prisman menyampaikan, rakor bertujuan untuk memastikan kesiapan lintas sektor dalam rangka pengamanan, kelancaran pelayanan publik, serta antisipasi potensi gangguan selama perayaan Nataru di wilayah Kabupaten Brebes.

“Rapat membahas berbagai aspek strategis, antara lain pengamanan lalu lintas, kesiapan pos pelayanan dan pos pengamanan, ketersediaan logistik, pelayanan kesehatan, serta mitigasi potensi bencana,” jelasnya. (*)