Arsip Tag: Libur nataru

Imbauan BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat Pada Libur Nataru

Lingkar.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 disebagian besar wilayah Indonesia umumnya berawan hingga hujan ringan dan sedang. Namun, disejumlah wilayah tertentu masih terdapat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang perlu diwaspadai masyarakat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh La Nina lemah yang disertai IOD negatif, aliran angin dari Asia, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia. Serta aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO,Kelvin, dan Rossby Ekuator yang mendukung pembentukan awan hujan.

Selain itu, keberadaan Siklon Tropis Grant di Samudra India Selatan Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 96S di selatan NTB turut memberikan pengaruh tidak langsung berupa perlambatan dan pertemuan angin. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di beberapa wilayah.

Andri Ramdhani Direktur Meteorologi Publik BMKG, menyampaikan bahwa pada periode 26-28 Desember 2025, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah yakni ; Aceh, Sumatra Utara, Bengkulu, Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.

Potensi angin kencang juga dapat terjadi di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Memasuki periode 29 Desember-1 Januari 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat, juga disertai angin kencang di beberapa wilayah lainnya.

Teuku Faisal Fathani Kepala BMKG, mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memantau informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin timbul. BMKG berkomitmen untuk terus menyediakan layanan informasi cuaca yang akurat dan terkini, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan Nataru.

“Di tegah perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BMKG menghimbau masyarakat dan pemangku kepentingan agar tetap tenang namun waspada, serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama saat melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun,” ujar Faisal, Jumat (26/12/2025).

Penulis : Putri Septina

Pemkot Semarang Tiadakan Kembang Api Tahun Baru 2026, Fokus Doa Bersama dan Aksi Kemanusiaan

Lingkar.co — Pemerintah Kota Semarang memastikan tidak akan menggelar pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepekaan sosial, dengan mengalihkan perayaan akhir tahun ke kegiatan doa lintas agama serta penggalangan donasi bagi korban banjir di Aceh dan Sumatra.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan wujud empati pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah.

“Biasanya memang ada kembang api di Simpang Lima, tapi kali ini saya menyarankan agar tidak perlu. Kita ingin perayaan tahun baru lebih bermakna,” ujar Agustina saat memantau Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) di kawasan Simpang Lima, Selasa (23/12/2025).

Menurut Agustina, perayaan pergantian tahun tetap akan berlangsung, namun dengan pendekatan yang lebih reflektif. Masyarakat yang hadir akan diajak untuk bersyukur atas perjalanan satu tahun terakhir sekaligus memanjatkan doa demi harapan yang lebih baik di tahun mendatang.

“Doa lintas agama akan menjadi inti kegiatan. Ini tentang rasa syukur dan harapan, melibatkan semua unsur agama yang ada,” ungkapnya.

Meski demikian, Agustina menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk agenda pemerintah kota. Pihak swasta tetap diperbolehkan menggelar perayaan malam tahun baru selama memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari atau Iin, menambahkan bahwa Pemkot memang tidak merancang perayaan tahun baru berskala besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tidak ada pesta tahun baru dari pemerintah kota. Di Simpang Lima akan digelar pentas sederhana dengan konsep doa lintas agama sekaligus pengumpulan donasi kemanusiaan,” jelasnya.

Ia memastikan tidak akan ada kembang api yang difasilitasi oleh Pemkot Semarang. Namun, unsur hiburan tetap dihadirkan agar masyarakat tetap tertarik datang dan berpartisipasi.

“Hiburan tetap ada, tapi tujuannya untuk mengajak masyarakat berdoa dan berdonasi. Nilainya tidak menjadi ukuran, yang penting partisipasi dan kepedulian,” kata Iin.

Disbudpar juga mengimbau kepada seluruh penyelenggara acara malam tahun baru yang mengajukan izin agar menyisipkan kegiatan doa bersama dan membuka ruang donasi sosial dalam rangkaian acaranya.

Di sisi lain, sektor pariwisata Kota Semarang sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 7,9 juta orang, melampaui target yang telah ditetapkan.

“Angkanya sudah melampaui target dan kami berharap bisa terus meningkat. Selama libur Natal dan Tahun Baru, tingkat hunian hotel serta aktivitas pusat perbelanjaan cukup tinggi,” pungkasnya. ***

Libur Nataru, Dinporapar Pati Bidik 65 Ribu Wisatawan

Lingkar.co – Memasuki libur panjang Haru Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 65 ribu orang. Target tersebut meningkat dibandingkan libur Nataru sebelumnya yang mencapai sekitar 61 ribu pengunjung.

Kepala Dinporapar Pati, Rekso Suhartono, menyebut puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada dua periode utama, yakni libur Natal 2025 yang berlangsung Kamis–Minggu (25–28 Desember 2025) serta libur Tahun Baru 2026 pada Kamis–Minggu (1–4 Januari 2026).

“Target untuk wisatawan di libur Nataru ini kami targetkan 65 ribu pengunjung. Kami harapkan ada peningkatan rata-rata 5 persen dari sebelumnya di angka 61 ribu pengunjung. Ada Jollong, Waduk Seloromo, Poncodan, Gunungrowo, Gua Pancur, Jrahi, Pangonan, Bukit Pengusen, dan wisata-wisata yang lain,” kata Rekso, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, destinasi favorit wisatawan tersebar merata di berbagai wilayah Kabupaten Pati, mulai dari kawasan Pegunungan Kendeng hingga lereng Gunung Muria. Objek wisata alam masih menjadi primadona karena menawarkan panorama dan suasana sejuk.

Selain itu, katanya, wisata religi dan edukasi juga diperkirakan akan menarik minat pengunjung dalam jumlah besar. Beberapa di antaranya adalah kawasan wisata religi Syekh Jangkung di Kayen serta wisata edukasi di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, Dinporapar Pati telah melakukan pemantauan ke sejumlah destinasi wisata. Koordinasi juga dilakukan dengan pengelola wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta aparat keamanan.

“Di tempat objek wisata kami sudah buat surat edaran dari provinsi dan diturunkan pak bupati untuk mengamankan libur Nataru. Kita koordinasi dengan Pokdarwis, dan petugas keamanan. Termasuk monitoring di beberapa objek wisata, mudah-mudahan aman,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjutnya, terkait rencana hiburan malam pergantian tahun yang biasanya digelar di kawasan Stadion Joyokusumo, hingga saat ini belum ada izin yang diajukan.

“Kemudian untuk event musik akhir tahun sementara belum ada yang sewa stadion ataupun di GOR,” pungkasnya. (*)

Jelang Libur Nataru, Pemkab Kendal Pastikan Bahan Pokok Penting dan BBM Aman

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal memastikan Ketersediaan Bahan Pokok Penting (bapokting) hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman menjelang hingga setelah liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Kendal, Toni Ari Wibowo memastikan ketersedian stok bapokting, mencukupi di libur Nataru ini.

“Ketersediaan Bapokting di Kendal aman, tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Hanya untuk komoditas cabai yang mengalami kenaikan. Kalau yang lain sudah terkondisikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).

Sementara terkait ketersediaan BBM dan gas elpiji 3 kg menurutnya juga masih sangat aman. Bahkan pihaknya sudah mengajukan penambahan kuota khususnya untuk gas elpiji 3 kg.

“Khusus gas elpiji yang 3 kg kita sudah bersurat ke Pertamina untuk mendapatkan tambahan. Termasuk kita juga sudah mengajukan terkait BBM solar bersubsidi,” bebernya.

Toni juga menyampaikan antrean panjang yang seringkali terlihat di sejumlah SPBU  terjadi dinilai lantaran Kendal menjadi salah satu titik pengisian BBM solar bersubsidi terbesar di sepanjang pantura.

“Ternyata titik pengisian terbesar di Pantura itu di Kendal. Kalau bicara kuota itu sudah melebihi. Terakhir kita mengajukan ada penambahan kuota satu juta sekian per akhir November 2025,” ungkap Toni.

Sementara mengantisipasi distribusi gas elpiji yang libur saat tanggal merah, menurutnya stok akan diberikan di awal pendistribusian.

“Contoh nanti ada libur tanggal merah dua hari, nah dua hari itu kita tarik awal. Harapan kami dengan penarikan di awal itu bisa memenuhi stok selama tidak ada droping,” tandasnya.

Meski demikian pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan ketersediaan BBM dan gas elpiji 3 kg.

“Kita terus berkoordinasi dengan Pertamina jika nanti kebutuhannya banyak kita akan minta kuota lagi. Kalau penggunaan solar terbesar itu sebenarnya truk dari luar daerah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Wabup Kendal Imbau Pengemudi Truk Patuhi Aturan Tak Beroperasi Selama Libur Nataru

Lingkar.co – Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi mengimbau kepada para pengemudi dump truk pengangkut material tambang agar mematuhi aturan tidak beroperasional selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita kebetulan di rapat koordinasi saya sampaikan, kita akan melakukan imbauan agar menjelang Nataru aktivitas pertambangan berhenti beroperasi dahulu, supaya lancar arus lalu lintasnya. Kecuali ada beberapa titik yang akan kita berikan rekomendasi,” ujar Wabup Benny seusai rapat koordinasi lintas sektoral bersama jajaran Polres dan Kodim 0715/Kendal di Aula Mapolres Kendal, Kamis (18/12/2025).

Wabup Benny menuturkan, rakor lintas sektoral ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi libur Nataru.

“Kita koordinasi tentang keamanan, keselamatan, titik-titik posko, dan tentunya kita harus berbenah supaya Kendal menjadi lebih baik saat menyambut liburan Nataru. Dan kita akan mensupport posko terpadu ini,” sambungnya.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 9 posko terpadu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama libur Nataru.

“Dua di rest area jalan tol dan lainnya di sepanjang jalan di Kabupaten Kendal  9 pos ini secara terpadu akan diisi olrh stakeholder, ada petugas polisi dan TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan petugas lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Kapolres Kendal mengatakan, Polres Kendal telah menyiapkan personil sebanyak 215 anggota untuk pengamanan Nataru.

“Rapat Lintas Sektoral ini masih awal, nanti akan ada rapot-rapat teknis nanti akan kami sampaikan berapa riilnya yang disiapkan,” tambahnya.

Polres Kendal juga akan melakukan penyisiran dan sterilisasi semua gereja. Tujuannya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan mengatakan, pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi maksimal untuk pengamanan Nataru.

“Kami personil Kodim yang dilibatkan secara semaksimal akan menjaga stabilitas yang ada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Sambut Libur Nataru, Satlantas Polres Kendal Berlakukan Pembatasan Operasional Truk Barang

Lingkar.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal resmi memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri guna menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda Heru Andriantoro, mengatakan pembatasan diberlakukan baik di ruas jalan tol maupun non-tol wilayah Jawa Tengah, termasuk yang melintas Kabupaten Kendal.

“Pembatasan operasional kendaraan barang diberlakukan pada 19–20 Desember 2025, 23–28 Desember 2025, serta 2–4 Januari 2026, mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WIB,” jelas Ipda Heru, Jumat (19/12/2025).

Ia menegaskan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama arus mudik dan balik Natal serta Tahun Baru, sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas.

“Fokus kami adalah menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, terutama di jalur-jalur utama yang rawan kepadatan,” ujarnya.

Meski demikian, Ipda Heru menambahkan bahwa tidak semua kendaraan barang dikenai pembatasan. Sejumlah angkutan mendapat pengecualian, di antaranya pengangkut bahan bakar minyak dan gas, hewan ternak, pupuk, pakan ternak, barang pokok, hantaran uang, serta kebutuhan penanganan bencana alam.

“Angkutan barang strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat tetap diperbolehkan beroperasi dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Satlantas Polres Kendal juga mengimbau para pengusaha angkutan dan pengemudi untuk mematuhi jadwal pembatasan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik.

“Kami berharap seluruh pengguna jalan bisa saling memahami dan mematuhi aturan ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama selama libur Nataru,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pastikan Nataru Aman, Wabup Brebes Minta Kesiapan Harus Benar-benar Matang

Lingkar.co – Wakil Bupati Brebes, Wurja meminta kesiapan menghadapi mas liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) benar-benar matang, terutama terkait keamanan kelancaran lalu lintas dan ketertiban masyarakat.

“Kesiapan kita harus benar-benar matang, terutama terkait kelancaran lalu lintas, keamanan dan ketertiban masyarakat, kesiapan pelayanan kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta stabilitas bahan pokok,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran Forkopimda di Aula Lantai 5 KPT Kabupaten Brebes, Selasa (16/12/2025).

Wurja mengatakan, Nataru adalah periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah dengan jalur strategis, baik jalur Nasional, jalur Pantura, jalan kabupaten maupun akses menuju tol.

Untuk itu Wurja meminta agar semua unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, lembaga masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi secara maksimal.

“Pastikan seluruh posko pelayanan berjalan efektif, koordinasi antarwilayah berjalan cepat, dan seluruh potensi risiko dapat diantisipasi sejak awal. Kita ingin memastikan masyarakat dapat menjalani libur nataru dengan aman, nyaman, dan tertib,” pungkasnya.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah menambahkan, pihaknya menekankan, pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi guna menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat selama momentum Nataru. Seluruh pihak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Senada, Kasdim 0713/Brebes Mayor Arm Aris Chaerudin berharap, melalui rakor seluruh elemen terkait dapat menjalankan perannya secara optimal sehingga perayaan Nataru di Kabupaten Brebes dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, Moch Reza Prisman menyampaikan, rakor bertujuan untuk memastikan kesiapan lintas sektor dalam rangka pengamanan, kelancaran pelayanan publik, serta antisipasi potensi gangguan selama perayaan Nataru di wilayah Kabupaten Brebes.

“Rapat membahas berbagai aspek strategis, antara lain pengamanan lalu lintas, kesiapan pos pelayanan dan pos pengamanan, ketersediaan logistik, pelayanan kesehatan, serta mitigasi potensi bencana,” jelasnya. (*)

Siap Sambut Natal dan Tahun Baru 2026, Pemkot Pekalongan Imbau Tetap Tertib

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memastikan kesiapan menghadapi momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari pengendalian harga bahan pokok, pengamanan aktivitas masyarakat, hingga pengaturan lalu lintas untuk menjaga situasi kota tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Wali Kota A Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk meminimalisir potensi gejolak harga kebutuhan pokok menjelang dan selama libur Nataru. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar melalui dinas terkait apabila diperlukan.

“Memang tidak bisa dihindari, setiap momentum besar seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru biasanya ada kenaikan harga. Tinggal bagaimana kita menekannya agar tidak signifikan dan tidak membuat masyarakat gaduh,” ujarnya seusai Rapat Paripurna DPRD Kota Pekalongan dengan agenda Pengambilan Keputusan DPRD atas Empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan satu Rancangan Peraturan DPRD Masa Sidang I Tahun Sidang 2025 yang digelar di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Senin (15/12/2025).

Menurut Aaf, sapaan akrabnya, ketersediaan barang menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Ia mengungkapkan bahwa, meskipun harga beras di Jawa Tengah saat ini termasuk lima besar tertinggi secara nasional, kondisi di Kota Pekalongan masih relatif kondusif karena stok kebutuhan pokok dinilai mencukupi.

“Selama barang tersedia, masyarakat lebih tenang. Ini yang terus kita jaga bersama, baik dari sisi distribusi maupun pengawasan di lapangan,” tambahnya.

Selain pengendalian harga bahan pokok, Pemkot Pekalongan juga menyiapkan langkah antisipasi lainnya, terutama terkait peningkatan mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun. Wali Kota Aaf menyebutkan bahwa, rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan serta unsur terkait siap digelar untuk mematangkan kesiapan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

Ia juga menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan tidak menggelar acara resmi pada malam pergantian tahun. Namun demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan secara mandiri dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Kalau masyarakat mau mengadakan kembang api monggo, tapi harus sesuai aturan dan berizin. Dari pemerintah tidak ada acara khusus,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, turut mengimbau masyarakat agar merayakan libur Nataru dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan ketertiban, keamanan, serta sikap saling menghormati antarwarga.

“Kota Pekalongan ini terbuka untuk semua. Ini kota milik bersama, sehingga perayaan apa pun harus dilakukan dengan tetap menjaga toleransi dan ketertiban umum,” ungkap Azmi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga lain, seperti penggunaan petasan secara berlebihan maupun konvoi kendaraan yang dapat menghambat arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan.

“Yang paling penting adalah komunikasi. Selama ini komunikasi umat Kristiani dengan pemerintah daerah, Polresta, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sudah berjalan dengan sangat baik. Ini harus terus kita jaga,” ujarnya.

Azmi menegaskan bahwa, DPRD Kota Pekalongan akan terus mengawal bersama Pemerintah Kota serta aparat keamanan guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 berjalan aman, damai, dan kondusif.

“Insya Allah menjelang akhir tahun ini semuanya kita pastikan siap. Harapannya masyarakat bisa merayakan dengan nyaman, aman, dan penuh kebersamaan,” pungkasnya. (*)

Siap Layani Lonjakan Penumpang Libur Tahun Baru 2026, KAI Daop 5 Purwokerto Tuntaskan Penggantian Rel

Lingkar.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto bersiap melayani lonjakan penumpang di masa liburan Natal 2025 dan tahun baru 2026. Oleh karena itu, serangkaian pekerjaan penggantian rel, bantalan beton, dan wesel di berbagai titik jalur terus dilakukan untuk memperkuat aspek keselamatan dan keandalan prasarana.

Hingga Jumat (12/12/2025) kemarin, KAI Daop 5 Purwokerto telah mengganti rel dengan total panjang 7.000 meter, dan mengganti bantalan beton sebanyak 430 batang, serta 18 wesel baru.

Pelaksana Harian (Plh) Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, Imanuel Setya Budi Harwanto, menjelaskan bahwa penggantian ini upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan.

“Fokus utama kami adalah memastikan jalur tetap stabil dan mampu mendukung operasional secara optimal. Pemeliharaan yang kami lakukan bukan hanya memperbaiki, tetapi juga mencegah potensi gangguan sehingga perjalanan pelanggan dapat berlangsung lebih aman,” ujar Imanuel.

Ia menjelaskan, berbagai resor di wilayah Daop 5 telah menyelesaikan pekerjaan penggantian rel dan wesel, termasuk Langen, Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, Sidareja dan Kutoarjo.

Selain program penggantian rel, bantalan, dan wesel, KAI Daop 5 Purwokerto juga menjalankan perawatan jalur secara berkala seperti pengecekan struktur jalan rel, pemeriksaan jembatan, dan berbagai pekerjaan pemeliharaan prasarana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keselamatan dapat dijaga.

Imanuel juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat di sekitar jalur rel untuk turut menjaga keselamatan bersama.

“Kami mengajak masyarakat agar selalu mematuhi aturan di perlintasan, menghindari aktivitas di jalur rel, serta ikut menjaga lingkungan sekitar jalur. Kolaborasi ini sangat penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan,” tutupnya. (*)

Cek Ketersediaan Pangan di Pasar, Wabup Pekalongan Pastikan Harga Wajar

Lingkar.co – Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, SS, MS memastikan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, terlebih menjelang libur natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Untuk itu, ia melakukan inspeksi mendadak (Sidak) salah satunya di Pasar Kesesi.

“Kami ingin memastikan harga-harga tetap stabil. Namun dari dialog dengan pedagang, kami juga mendapat masukan bahwa mereka merasa kurang dilibatkan dalam konteks SPPG. Ini akan kami tindak lanjuti,” ujar Sukirman dalam siaran persnya, Sabtu (13/12/2025).

Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan harga-harga tetap stabil dan ketersediaan bahan pokok terjamin.

Sukirman turun langsung ke pasar didampingi Ketua Paguyuban Pedagang, Juanda, untuk berdialog dengan para pedagang. Ia meninjau lapak-lapak pedagang tahu, tempe, beras, daging, ayam, serta komoditas pokok lainnya. Dari hasil tinjauan, Wabup menemukan beberapa masukan dari pedagang, khususnya terkait penyediaan kebutuhan bagi dapur-dapur SPPG.

“Para pedagang tahu dan tempe berharap agar dapur-dapur SPPG dapat mengambil stok bahan baku langsung dari pasar ini—termasuk tahu, tempe, beras, daging, ayam, dan kebutuhan lainnya. Dengan begitu, pasar tradisional bisa ikut diberdayakan,” jelas Wabup.

Selain isu bahan baku SPPG, Wabup juga menyoroti kondisi Pasar Kesesi yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa pasar tersebut telah masuk dalam proyeksi perbaikan pada Tahun Anggaran 2026.

“Semoga rencana perbaikan bisa terwujud. Dengan fasilitas yang lebih baik, para pedagang dapat berjualan lebih nyaman, pembeli pun merasa lebih aman dan nyaman, sehingga aktivitas ekonomi semakin meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sukirman memastikan bahwa temuan-temuan di lapangan, khususnya terkait pemberdayaan pasar tradisional, akan segera dikomunikasikan dengan instansi terkait seperti pengelola SPPG dan MBG.

“Ini sejalan dengan arahan Presiden agar pasar tradisional terus diberdayakan,” tambahnya.

Dengan sidak tersebut, Pemkab Pekalongan berharap dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat pemberdayaan pedagang pasar tradisional, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik menjelang akhir tahun (*)