Arsip Tag: Gus Yasin

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pesantren Demak Jadi Perhatian Serius Pemprov Jateng

Lingkar.co – Dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menilai persoalan utama bukan semata pada menu, melainkan ketepatan distribusi dan waktu konsumsi makanan.

Ia mengaku prihatin atas insiden yang menimpa ratusan penerima manfaat tersebut. Menurutnya, indikasi keracunan sering kali berkaitan dengan pengelolaan waktu distribusi yang kurang tepat.

“Biasanya yang keracunan itu karena pengaturan jadwalnya kurang tepat. Makanan ini ada masa konsumsinya, jadi harus diantarkan tepat waktu dan langsung dikonsumsi,” ujar Taj Yasin yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program MBG Jateng, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan pentingnya edukasi kepada para penerima manfaat. Khususnya anak-anak dan santri, agar tidak menunda konsumsi makanan. Menurutnya makanan yang seharusnya dikonsumsi dalam rentang waktu tertentu berisiko jika disimpan terlalu lama.

Selain itu, pihak sekolah maupun pesantren diminta turut berperan aktif dalam membimbing siswa atau santri agar langsung mengonsumsi makanan yang telah disediakan negara.

“Jangan sampai makanan disimpan dulu, lalu dimakan di kemudian hari,” tegasnya.

Lebih jauh, Taj Yasin memastikan pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi terhadap penyedia layanan MBG yang lalai. Sanksi tersebut berjenjang, mulai dari pembinaan hingga pencabutan izin operasional dapur.

“Sudah ada kasus penutupan dapur di Jawa Tengah. Ini menjadi peringatan keras. Dari pemerintah pusat juga sudah memberikan warning, ada tahapan sanksi bahkan sampai pencabutan izin,” ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan santri dari empat pesantren di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan pada Sabtu (18/4/2026) kemarin. Gejala mulai muncul pada Minggu pagi, dengan keluhan sakit perut, pusing, mual, hingga muntah.

Tak hanya santri, kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) juga terdampak. Total korban diperkirakan mencapai 187 orang.

Hingga Senin, sebanyak 68 orang menjalani perawatan inap, sementara 66 lainnya menjalani rawat jalan dengan pemantauan intensif. Di antara korban terdapat dua balita, tiga ibu bersama anaknya, serta satu ibu menyusui.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani telah dihentikan sementara operasionalnya dan dipasang garis polisi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Demak juga tengah melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti, sekaligus mengevaluasi menyeluruh sarana produksi pangan, termasuk aspek higiene, lingkungan, hingga kapasitas sumber daya manusia.

“Sampel yang kami kirimkan ke laboratorium tidak hanya makanan yang disajikan oleh SPPG, termasuk muntahan siswa yang diduga keracunan juga kami uji di laboratorium,” kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Demak Ali Maimun di Demak.

Ia memperkirakan hasil uji laboratorium keluar dalam tempo tiga hingga empat hari mendatang, setelah sampel tersebut dikirim pada Minggu (19/4/2026), setelah muncul keluhan yang diduga akibat keracunan makanan, seperti mual dan muntah.

Pemerintah berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan sistem distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.(*)

Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Jateng Berangkat 22 April, Dibagi Embarkasi Solo dan Yogyakarta

Lingkar.co -;Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapannya, untuk memberangkatkan kloter pertama jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, usai menghadiri Halal bihalal lintas angkatan alumni KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Minggu, (19/4/2026) di Gedung Grhadika Bakti Praja, Jl Pahlawan Kota Semarang.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan hal yang penting menjadi perhatian pada tahun ini adalah ada dua embarkasi yang akan menjadi tempat pemberangkatan jemaah haji. Yakni Embarkasi Solo, dan Embarkasi Yogyakarta.

“Harapannya, pembagian tersebut akan memperlancar proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji asal Jawa Tengah,” katanya.

Kepada jemaah KBIHU Muhammadiyah, Gus Yasin berpesan agar jemaah mengikuti manasik sesuai dengan arahan, jangan sampai memisahkan diri.

Selain itu juga tetap melaksanakan urutan ibadah sebagaimana sudah diatur oleh ketua rombongan. Gus Yasin juga menyinggung situasi geopolitik terkait perang Iran, Israel, dan Amerika yang sering ditanyakan calon jemaah kepada dirinya. Dia meyakinkan calon jemaah tidak terganggu dengan perang tersebut.

“Sampai saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Haji dan Umroh, sudah mengumumkan bahwa pemberangkatan haji Indonesia tidak terganggu dengan perang tersebut,” tegasnya.

Ketua LPHU Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon, dalam sambutannya mengatakan, jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang yang akan berangkat 354 orang. Ditambah dengan petugas, menjadi 360 orang, yang akan menjadi satu kloter.

“KBIHU Muhamamdiyah sudah berdiri sejak 1996 dan rata-rata setiap tahunnya memberangkatkan sekitar 300 jamaah,” jelasnya.

Pihaknya memberikan apreasiasi atas fasilitasi Pemprov Jateng dan Kementerian Haji Umroh di Jateng yang telah memberikan pelayanan, perlindungan, dan bimbingan kepada jemaah, terutama mempersiapkan kelancaran keberangkatan jemaah. Dia berharap, melalui halal bi halal akan memperat ukhuwah Islamiyah antar jemaah serta mewujudkan dan menjaga kemabruran haji. (*)

Wagub Dorong HIPKA Jateng Perkuat Ekonomi Syariah

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Jateng untuk memperkuat ekonomi syariah dengan prinsip tumbuh bersama, guna menjaga stabilitas daerah di tengah gejolak ekonomi global.

Sinergi ini ditargetkan terwujud melalui kolaborasi konkret antara para pengusaha dengan jajaran BUMD serta OPD di Jawa Tengah.

“Prinsip ekonomi syariah itu kalau mau tumbuh ya harus tumbuh bersama,” kata Wagub, dalam acara Halal bihalal BPW HIPKA Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Sabtu (18/4/2026).

Kiai muda yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan pentingnya pemerataan ekonomi. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai jika pengusahanya hanya bergerak sendirian.

Ia melanjutkan, ketangguhan ekonomi adalah fondasi utama jalannya pemerintahan. Di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik global, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha lokal menjadi benteng pertahanan yang krusial.

“Negara mana pun, ketika ekonominya mapan dan jelas, pasti akan lebih baik dalam menjalankan roda pemerintahannya,” imbuhnya.

Gus Yasin juga menyoroti pentingnya daya beli masyarakat bagi keberlangsungan bisnis. Ia meyakini bahwa kesejahteraan warga akan berdampak langsung pada keuntungan pengusaha.

“Dengan semakin sejahteranya masyarakat, pasti akan meningkat juga perekonomiannya,” ucapnya.

Sebagai langkah nyata, Pemprov Jateng terus mendorong instrumen keuangan sosial seperti wakaf uang yang per hari ini telah terkumpul sekitar Rp5 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat.

Gus Yasin berharap, ke depan sinergi antara HIPKA dan BUMD seperti Bank Jateng atau BPR BKK bisa semakin dipererat

Ketua BPW HIPKA Jateng, Asrar, menyambut baik ajakan tersebut. Ia memastikan para pengusaha di bawah naungan HIPKA siap berkolaborasi lebih dalam dengan pemerintah daerah.

“Intinya kami akan bersinergi terus dengan pemerintah untuk mengembangkan perekonomian di Jawa Tengah,” pungkas Asrar.

Acara yang dikemas dengan talkshow ekonomi ini turut dihadiri oleh Koordinator Presidium KAHMI Jateng, Masrifan Djamil, serta sejumlah pimpinan BUMD dan OPD terkait.(*)

Wagub Jateng Taj Yasin Berharap Porprov XVII Jadi Momen Dongkrak Perekonomian Daerah

Lingkar.co – Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapannya dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII tahun 2026. Momen tersebut diharapkan memiliki daya ungkit bagi perekonomian masyarakat Jateng, khususnya tuan rumah penyelenggaraan di wilayah Semarang Raya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, usai Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Jawa Tengah Tahun 2026, dengan tema “Sukses Porprov 2026 Menuju Peningkatan Prestasi PON 2028”, di Hotel Grasia Semarang, Sabtu, (4/4/2026).

Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, Porprov menjadi momen untuk merangkul UMKM, pengusaha dan pedagang, di lokasi tuan rumah penyelenggaraan. Menurutnya, olahraga tidak mungkin tanpa penonton atau tim hore. Di tengah isu ekonomi yang dibebani perang Iran – Israel, Porprov harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini adalah momen untuk merangkul UMKM, untuk pedagang-pedagang atau pengusaha, momen untuk merangkul UMKM, yang ada di tuan rumah menjadi tumbuh, itu harapannya. Sehingga nanti bisa menambah pendapatan daerah,” ujar Gus Yasin.

Terkait imbauan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah, Gus Yasin mengatakan, pembahasan keuangan untuk pelaksanaan Porprov sudah dibahas dalam anggaran 2024. Sehingga, dengan alokasi yang ada, tinggal dimaksimalkan, karena sudah ada kesepakatan.

“Untuk Porprov ini kita sudah membahas di tahun 2024, jadi keuangan yang sudah dikelola oleh KONI, baik itu dari APBD maupun dari keuangan-keuangan yang lainnya itu dimaksimalkan saja,” imbuhnya.

Dalam arahannya, Gus Yasin memberikan semangat kepada para pengurus cabang olahraga tingkat provinsi dan pengurus KONI kabupaten/kota yang hadir. Terutama, pelaksanaan Rakerda adalah dalam rangka mempersiapkan kesiapan Porprov 2026 dan menuju sukses PON 2028.

“Raker ini adalah ajang sharing, dan bagian menyusun strategi yang akan menjadi pintu masuk mencari prestasi atlet, bibit dan potensi untuk menorehkan juara pada PON 2028,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan, Rakerprov membahas secara teknis penyelenggaraan Porprov 2026. Agenda yang akan dibahas antara lain penentuan hari H, cabang olahraga, dan kelas yang akan dipertandingkan.

Selain itu Rekerprov juga membahas tuan rumah Porprov 2030. Hingga saat ini ada dua daerah yang menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah, yaitu Karesidenan Kedu dan Pekalongan.

“Saat ini sudah dalam penilaian, penapisan, dan seterusnya, dan hari ini nanti akan disepakati dan kita juga akan meminta siapapun wilayah manapun yang terpilih untuk menjadi ketua rumah Porprov ke-18 tahun 2030 untuk menyampaikan garis besar kesiapannya,” ujarnya.

Disinggung kesiapan Semarang Raya menjadi tuan rumah Porprov 2026, Sudjarwanto mengatakan, kesiapannya sudah cukup baik. Pembagian tugas masing-masing daerah di Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal dan Demak juga sudah sama-sama sepakat. Venue-nya sudah siap rancangannya masing-masing juga sudah siap.

“Hari ini kita mendeklarasikan kesiapan itu sekaligus memastikan timeline-nya,” pungkasnya. (*)

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional, Gus Yasin Siap Sukseskan dan Raih Prestasi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Baik sukses pelaksanaan maupun sukses prestasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Provinsi Jawa Tengah, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten/Kota se Jateng Tahun 2026, di Gradhika Bhakti Praja, komplek Gubernur Jl. Pahlawan Semarang, Selasa, 31 Maret 2026.

Dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, komitmen Pemprov Jateng pada penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI adalah menyangkut sukses pelaksanaan, dan sukses prestasi. Pemprov sudah melakukan persiapan sejak akhir tahun 2025. Hngga saat ini terus melakukan koordinasi dan konsolidasi terkait persiapan pelaksanaan event tersebut.

“Kita siapkan semuanya dari awal. Bahkan sejak tahun kemarin rapat-rapat sudah kita lakukan dan saat ini sudah masuk ke tahapan-tahapan teknis. Kita harus menunjukkan sukses pelaksanaan kita juga sukses prestasi,” ujarnya.

Tahapan persiapan yang dilakukan, antara lain penyiapan maskot, logo, tema, serta pelaksanaan rapat koordinasi dengan 35 kabupaten/kota. Bukan sekadar sukses pelaksanaan, tetapi juga menyangkut sukses prestasi.

Gus Yasin berharap, pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional di Jawa Tengah ini mampu meningkatkan prestasi Jawa Tengah di ajang MTQ Tingkat Nasional. Pada MTQ terakhir di Kalimantan Timur, Jawa Tengah berada di posisi 15 dari 38 provinsi peserta MTQ.

Upaya yang dilakukan dalam mendorong prestasi antara lain, mematangkan pembelajaran mendalam kepada kafilah Jawa Tengah melalui karantina. Juga menjalin koordinasi dengan orang tua dan lembaga tempat belajar peserta dari Jateng.

“Berdasarkan pengalaman, beberapa kali kafilan kita tidak bisa berangkat, salah satunya dikarenakan kurangnya koordinasi dengan lembaga. Sehingga saat ini kita pastikan bahwa lembaga tempat adik-adik belajar memberikan izin menjadi kafilan untuk sukses prestasi di Jawa Tengah,” lanjutnya.

Pada rangkaian penyelenggaraan MTQ Nasional mendatang, Pemprov juga akan menggandeng Kota Semarang dalam rangka menyelenggarakan bazar UMKM. Akan ada aneka ragam tenant busana, makanan, dan kuliner syariah yang disajikan. Tujuannya untuk menyebarkan nilai – nilai keagamaan dan Quran agar dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai bagian mensyiarkan Jateng sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI, Gus Yasin sekaligus mengimbau kabupaten/kota agar mulai memasang baliho dan billboard dalam rangka sosialisasi.

Dalam sambutannya, Gus Yasin menyampaikan LPTQ dapat memiliki program yang terstruktur dan terukur dalam penyiapan genrasi dan qori/qoriah yang berprestasi dan memiliki akhlak qurani.

“Sinergitas LPTQ di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota akan memberikan peran dalam sukses pelaksanaan MTQ Nasional, utamanya dalam penyiapan kafilah calon peserta MTQ,” ujarnya. (*)

Antisipasi Lonjakan Kasus Campak, Pemprov Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, menyusul meningkatnya tren suspek campak dalam dalam tiga tahun terakhir. Penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama, seiring tingginya tingkat penularan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan, terkait Pengawasan Kesiapsiagaan Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, di Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan Semarang, Senin j30/3/2026).

Gus Yasin, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi, bahkan melebihi Covid-19.

“Kalau Covid-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang. Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” ujarnya.

Saat ini, KLB campak di Jawa Tengah baru terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tren suspek campak di Jawa Tengah sepanjang 2023 hingga triwulan I 2026 cenderung naik. Puncak suspek campak terjadi pada Januari 2026 dengan jumlah kasus 792 suspek.

Menurut Taj Yasin, peningkatan kasus tersebut merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Upaya tersebut juga didukung dengan capaian imunisasi yang cukup baik. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target. Meski demikian, masih terdapat kantong-kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi kinerja Jawa Tengah dalam menjaga cakupan imunisasi di tengah populasi besar.

“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah dengan cakupan imunisasi rendah hingga tingkat desa, agar intervensi dapat lebih terarah dan efektif.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai, upaya Pemprov Jateng sudah berjalan baik. Namun perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih masif dan kolaboratif.

“Kalau satu orang terkena campak bisa menularkan ke 18 orang. Maka edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat. Oleh karena itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua.

“Kita tahu bersama ada juga orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi. Nah, ini menjadi masalah kalau orang tua melarang anaknya untuk diimunisasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, campak adalah infeksi virus morbillivirus yang sangat menular melalui udara (droplet batuk/bersin) dan permukaan terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan ruam. Dengan penularan tertinggi 4 hari sebelum-sesudah ruam muncul. Bahayanya meliputi komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare parah, hingga kematian, terutama pada anak yang tidak divaksinasi. (*)

Kunjungi Pengungsi Tanah Gerak, Ning Nawal Hibur Anak-anak dengan Berbagi Mainan

Lingkar.co – Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arah Yasin, M. S.I, membuat sumringah anak-anak pengungsi korban tanah gerak di Dusun Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirompag, Kabupaten Brebes.

Istri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen itu tak sekadar berkunjung. Tetapi membawa mainan buat menghibur anak-anak yang sudah dua bulan di pengungsian.

Adalah Dika, Jasmine, David, dan puluhan teman-temannya yang mendapat mainan dari Bunda PAUD Jawa Tengah itu.

Dika dan teman-temannya, adalah anak yang menjadi bagian dari warga terdampak tanah gerak di Dusun Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirompag, Kabupaten Brebes. Sudah dua bulan, anak-anak ini tinggal di lokasi pengungsian, di Ponpes Bahrul Quran Al Munawwir, desa setempat.

Dika memegang erat mainan yang didapat dari Ning Nawal.

“Mobil molen,” tunjuknya sembari merebahkan badan di pangkuan sang ibunda.

Sedangkan Rena dan Jasmin, yang mengambil boneka dan alat masak, langsung bermain-main bersama.

Ning Nawal, sapaan akrab Nawal Arafah Yasin, hadir mendampingi suaminya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mengunjungi posko pengungsian di Bojongsari, Jumat sore, 27 Maret 2026.

Tak segan, Ning Nawal bercengkerama dengan warga perempuan pengungsi, yang mengajaknya selfie.

Posko yang menampung 533 jiwa tersebut melayani kebutuhan keseharian warga pengungsi. Baik layanan kesehatan, maupun konsumsi, serta kebutuhan MCK.

Bencana tanah gerak, telah merusak bangunan rumah warga, pada 28 Januari 2026 silam. Ratusan rumah pelan-pelan roboh, hingga mengharuskan penghuninya meninggalkan bangunan untuk dievakuasi di posko pengungsi.

Total 143 rumah milik 176 KK harus ditinggalkan, karena membahayakan untuk hunian.

Kehadiran Wagub dan istri, menjadi momen yang dirindukan warga. Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kedatangan para pemimpin daerah di posko pengungsian tersebut.

“Semoga kedatangan bapak dan ibu di lokasi pengungsian ini dapat menghibur dan mengobati rasa rindu kami,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Taj Yasin juga menyerahkan bantuan dari Baznas Jateng berupa sembako kepada para pengungsi. Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga memastikan para pengungsi memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Menurutnya, saat ini pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Dia mengatakan, huntara saat ini sedang dalam proses, karena menyangkut lahan yang akan dipergunakan sebagai lokasi adalah milik Perhutani.

Tanah Perhutani, kata dia, siap dipergunakan. Namun, harus hati-hati dengan tidak melakukan penebangan pohon.

“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvey, dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan. Mari kita jaga bersama,” katanya.

Warga terdampak bencana berharap agar huntara segera dibangun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat,” kata Asro.(*)

Keluh Getir, Difabel Langka di Rumdin Wagub: Sulit Bantuan, Dikucilkan Masyarakat, Hingga Minta Bantuan ke Luar Negeri

Lingkar.co – Di antara ratusan penyandang disabilitas yang bersilaturahmi di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah’ Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Rabu (25/3/2026), ada suara dari komunitas disabilitas langka (rare disorder) yang mencuat dengan getir. Selama ini mereka merasa hidup di ruang yang nyaris tak terlihat.

“Masalahnya hampir sama dengan yang lain, karena selama ini kami seperti tidak ada. Di Semarang komunitasnya baru terbentuk 2-3 tahun, anggotanya ada 16,” ujar Oriza Oktarina, perwakilan orangtua rare disorder, yang datang bersama komunitas difabel lainya.

Di antara mereka, hadir Al Ghiffari, anak berusia 12 tahun yang kondisinya masih seperti balita. Ia mengalami CHARGE Syndrome, kelainan genetik langka akibat mutasi yang memengaruhi berbagai organ tubuh, mulai dari penglihatan, pendengaran, hingga perkembangan fisik dan motorik. Dialah putra Oriza Oktarina.

Sejak kecil, Al Ghiffari harus menjalani berbagai perawatan dan pendampingan intensif. Kondisi seperti ini, menurut Oriza, tidak hanya menuntut ketahanan fisik anak, tetapi juga perjuangan panjang keluarga.

Kesulitan terbesar yang mereka hadapi adalah mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

“Kami sangat sulit dapat pengobatan, diagnosa. Biasanya menunggu CSR dari perusahaan, atau kebaikan dokter. Sampel darah anak saya bahkan pernah dikirim ke Prancis untuk memastikan diagnosa,” tuturnya.

Kisah itu menggambarkan betapa terbatasnya akses layanan kesehatan bagi penyandang penyakit langka di dalam negeri. Tak sedikit keluarga harus mencari bantuan hingga ke luar negeri demi memastikan kondisi anak mereka.

Di sisi lain, persoalan administratif turut memperberat keadaan. Tidak semua anak dengan kondisi tersebut terdata dalam sistem bantuan sosial.

“Masalah desil, banyak teman-teman kami tidak masuk DTKS dan tidak dapat BPJS,” katanya.

Padahal, kebutuhan perawatan mereka bersifat jangka panjang. Terapi menjadi salah satu kebutuhan utama, namun aksesnya juga terbatas.

“Soal terapi, banyak anak butuh terapi. Sekarang dibatasi hanya sampai usia 7 tahun. Kalau saya sendiri, biayanya bisa sampai Rp2 juta,” ujarnya.

Beban biaya yang besar sering kali harus ditanggung sendiri oleh keluarga, tanpa kepastian dukungan berkelanjutan dari negara.

Tak hanya soal medis, stigma sosial juga masih menjadi tantangan. Penyakit yang seharusnya dipahami sebagai kondisi genetik justru kerap disalahartikan.

“Di masyarakat kami disebut menular, padahal ini mutasi gen,” ungkapnya.

Ironisnya, di tengah keterbatasan di dalam negeri, sebagian bantuan justru datang dari luar.

“Indonesia juga banyak orang kaya, tapi kami sering justru mendapat pertolongan dari luar negeri,” katanya.

Dalam forum tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah bersama sang istri serta didampingi dinas terkait tampak menyimak langsung berbagai keluhan yang disampaikan.

Pemerintah provinsi menyatakan akan menindaklanjuti persoalan layanan kesehatan, termasuk berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan kementerian terkait.

“Ini akan kami sampaikan ke BPJS. Tapi BPJS juga tidak bisa memutuskan sendiri, harus koordinasi dengan kementerian terkait,” ujar Wakil Gubernur.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menjangkau kelompok difabel yang belum terakomodasi.

“Bukan soal desilnya, tapi bagaimana pemerintah hadir untuk kawan-kawan disabilitas,” katanya.

Bagi para orangtua, yang mereka perjuangkan bukan sekadar kebijakan. Mereka ingin anak-anak mereka diakui—hadir, dilihat, dan mendapat hak yang sama untuk hidup layak. (*)

Ahmad Luthfi Salat Id di Simpanglima, Gus Yasin di Mijen, Open House di Wisma Perdamaian

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026). Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen akan menunaikan salat id di wilayah Kecamatan Mijen.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).

Berkaitan dengan hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi akan melaksanakan salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang. Ini menjadi kali kedua Ahmad Luthfi merayakan Idulfitri sebagai gubernur.

Berdasarkan informasi dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, pelaksanaan salat id di Simpanglima dijadwalkan dimulai pukul 06.15 WIB dan terbuka untuk umum.

KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’ani Kabupaten Semarang, akan bertindak sebagai imam. Sedangkan Ustadz Muhammad Yusuf dijadwalkan sebagai bilal.

Adapun khatib salat Id adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab. Ia akan menyampaikan khutbah bertema “Idulfitri Momentum Menjaga Ketaqwaan, Membangun Kepedulian Sosial dan Kepedulian terhadap Lingkungan.”

Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen direncanakan melaksanakan salat Id di wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Usai pelaksanaan salat Id, Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen dijadwalkan menggelar open house di Wisma Perdamaian. Kegiatan silaturahmi tersebut akan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dan terbuka bagi masyarakat umum. (*)

Jelang Lebaran 2026, 325 Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Penuhi TMII, Siap Angkut 16 Ribu Pemudik

Lingkar.co – Ratusan bus mulai memadati kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (15/3/2026). Armada tersebut disiapkan untuk mengangkut ribuan warga Jawa Tengah di perantauan yang akan pulang kampung melalui program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Lebaran tahun ini.

Pantauan di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, panitia terlihat sibuk menata dan memeriksa satu per satu bus yang tiba sejak pagi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan nomor armada, tujuan perjalanan, serta kelengkapan hasil ramp check dari Dinas Perhubungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan, total armada yang disiapkan untuk keberangkatan dari Jakarta mencapai 325 unit bus.

“Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi. Total ada 325 unit yang masuk ke area TMII. Semua bus sudah menjalani ramp check oleh dinas perhubungan masing-masing,” ujar Risturino kepada Lingkar, Minggu (15/3/2026).

Ratusan armada tersebut berasal dari berbagai pihak. Sebanyak 70 bus disediakan oleh Pemprov Jawa Tengah, 175 bus dari pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 53 bus dari Bank Jateng, 17 bus dari PT Jasa Raharja, 8 bus dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu bus dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.

Tahun ini jumlah armada meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2025 tercatat 289 bus, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 325 unit.

“Total pemudik yang terdaftar mencapai 16.186 orang. Tujuan terbanyak antara lain Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara,” kata Risturino.

Ia menambahkan, mayoritas peserta mudik gratis merupakan pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, dan buruh dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Tingginya minat masyarakat terlihat dari proses pendaftaran yang sangat cepat.

“Antusiasmenya luar biasa. Pendaftaran online langsung habis dalam waktu sekitar 25 menit,” ujarnya.

Rencananya, rombongan pemudik akan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Senin (16/3/2026) pukul 09.00 dari TMII.

Selain dari JakartaJakarta, program mudik gratis juga diberangkatkan dari Bandung. Sebanyak 23 bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang disiapkan dari titik tersebut. Armada itu terdiri dari 11 bus Baznas Jawa Tengah, 2 bus dari Kabupaten Banjarnegara, 7 bus dari Kabupaten Cilacap, dan 3 bus dari Kabupaten Sukoharjo.

Rombongan dari Bandung dijadwalkan dilepas oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Senin (16/3/2026) pukul 12.00.

Tak hanya menggunakan bus, Pemprov Jawa Tengah juga menyediakan mudik gratis menggunakan moda kereta api pada 17 Maret 2026 dengan total 17 rangkaian kereta dan kapasitas 1.288 kursi.

Pemberangkatan dilakukan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju dua tujuan, yakni Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Poncol Semarang. Delapan rangkaian KA Jaka Tingkir dan satu rangkaian tambahan disiapkan untuk rute Solo Balapan, sedangkan delapan rangkaian KA Tawang Jaya melayani rute Semarang Poncol.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut program mudik gratis merupakan bentuk pelayanan sekaligus perhatian pemerintah daerah kepada warga Jawa Tengah yang merantau di wilayah Jabodetabek.

Ia juga meminta para bupati dan wali kota di Jawa Tengah ikut menjemput warganya saat tiba di daerah tujuan.

“Mereka adalah duta daerah kita di perantauan. Mayoritas pekerja informal, sehingga pemerintah harus hadir memberi pelayanan terbaik. Ini bentuk pengabdian kita kepada masyarakat,” kata Luthfi.

Sementara itu, seorang sopir bus, Widodo, mengaku telah mempersiapkan diri dan kendaraannya untuk memastikan perjalanan pemudik berjalan aman dan lancar.

“Bus sudah dicek dan lulus ramp check. Setiap bus ada dua kru dan sopir cadangan. Kami juga menjalani tes kesehatan,” ujarnya.

Widodo mengatakan, tahun ini merupakan kali kelima dirinya dipercaya mengantar peserta mudik gratis dari Jakarta ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Tahun ini saya mengantar ke Demak. Sebelumnya pernah ke Semarang, Solo, dan Wonogiri. Rasanya ikut senang karena dulu saya juga pernah merasakan sulitnya mencari tiket saat mudik,” tuturnya. (*)