Arsip Tag: Pendidikan Indonesia

Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Prabowo Targetkan Renovasi 60 Ribu Sekolah Lainya Tahun Ini

Lingkar.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026) sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah pada bidang pendidikan dalam mencetak generasi muda yang unggul dalam membangun bangsa Indonesia.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini Selasa 13 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang,” katanya secara daring melalui Sekretariat Presiden di Jakarta.

Prabowo mengatakan, SMA Taruna Nusantara sudah ada sejak tahun 1990an yang bertujuan untuk mecari putra-putri Indonesia yang memiliki kapasitas akademis yang unggul untuk dibina dan diberi kesempatan yang baik sehingga dapat meraih ilmu pengetahuan dan menjadi kader bangsa yang unggul.

“Wadah-wadah seperti SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan oleh setiap negara,” imbuhnya.

Selain di Kabupaten Malang, kini SMA Taruna Nusantara juga ada di Kabupaten Magelang dan Cimahi.

Kedepannya, pemerintah akan meresmikan tiga Kampus SMA Taruna Nusantara yang berada di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, Pagar Alam Sumatera Selatan, dan Minahasa Sulawesi Utara.

Prabowo berkomitmen untuk mempercepat perbaikan inftrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia melalui Program renovasi sekolah secara masif.

Baca Juga: Gubernur Kepri Serahkan DPA APBD 2026 ke 33 OPD Senilai Rp3,5 Triliun

“Tahun ini saja saya akan renovasi 60 ribu sekolah dan seterusnya,” katanya.

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 300 ribu sekolah dan pemerintah menargetkan seluruh sekolah tersebut dapat dioerbaiki dan ditingkatkan kualitasnya dalam kurun waktu empat tahun kedepan.

“Kita punya 300 ribu sekolah, saya harap dalam 4 tahun kita bisa selesaikan semua sekolah-sekolah di Indonesia, dan kualitasnya akan kita tingkatkan di segala bidang,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, pendidikan bukan hanya sarana mencetak bibit unggul tetapi juga menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Melalui program ini, Prabowo berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

“Pendidikan adala instrumen pembangunan, pendidikan adalah instrumen kesejahteraan, pendidikan adalah instrumen demokrasi, pendidikan dan kesehatan adalah intrumen menghilangkan kemiskinan,” katanya.

Melalui program ini juga, pemerintah menrgetkan setiap provinsi akan memiliki sekolah unggulan bai itu SMA Taruna Nusantara maupun SMA Garuda.

Hal tersebut dirancang agar pendidikan unggulan dapat menjangkau lebih banyak daerah yang belum tersentuh, sekaligus mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia.

Penulis : Kharen Puja Risma

Semarang Raih Penghargaan Nasional Kemendagri Berkat Peningkatan Akses Pendidikan

Lingkar.co – Kota Semarang kembali menambah deretan prestasi positif di tingkat nasional. Pada Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Ballroom Flores, Hotel Borobudur Jakarta, Senin (1/12), Kota Semarang resmi dinobatkan sebagai pemenang kategori Perbaikan Akses Layanan Pendidikan untuk kelompok daerah kota dengan fiskal tinggi.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti dan diterima oleh Hernowo Budi Luhur, Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Semarang, yang hadir mewakili wali kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Penilaian Kemendagri menunjukkan bahwa Kota Semarang mencatat nilai peningkatan sebesar 0,106, jauh di atas nilai terendah kategori ini yaitu 0,094. Dua indikator utama menjadi sorotan yaitu rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat dari 11,05 tahun menjadi 11,11 tahun, dan Harapan Lama Sekolah (HLS) naik dari 15,57 menjadi 15,58 tahun.

Peningkatan ini bukan sekadar angka. Kenaikan RLS menunjukkan bahwa anak-anak di Kota Semarang kini menempuh pendidikan lebih lama, sementara kenaikan HLS menggambarkan peluang pendidikan yang semakin terbuka di masa depan. Kombinasi keduanya menjadi bukti bahwa upaya Pemerintah Kota Semarang dalam memperluas akses, memperbaiki fasilitas, dan memastikan pendidikan inklusif mulai berdampak nyata.

Agustina menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja bersama antara pemerintah kota, sekolah, guru, dan masyarakat.

“Indikator ini menunjukkan bahwa layanan pendidikan kita tidak hanya semakin mudah diakses, tetapi benar-benar meningkatkan durasi belajar warga. Pendidikan adalah jalan menuju kesejahteraan, dan Kota Semarang ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kemendagri menegaskan bahwa penghargaan diberikan berdasarkan indikator terukur yang digunakan untuk melihat kualitas pendidikan suatu daerah.

Penilaian meliputi perubahan harapan lama sekolah sebagai proyeksi peluang pendidikan generasi mendatang, serta perubahan rata-rata lama sekolah sebagai hasil pendidikan yang telah ditempuh masyarakat saat ini.

Selain Kota Semarang sebagai pemenang kategori fiskal tinggi, penghargaan serupa juga diberikan kepada Banda Aceh (fiskal rendah) dan Yogyakarta (fiskal sedang).

Pemerintah Kota Semarang menegaskan akan terus memperluas akses pendidikan, mulai dari peningkatan kualitas sarana prasarana, penguatan layanan sekolah, hingga perluasan bantuan bagi keluarga kurang mampu. Fokusnya jelas: mengurangi kesenjangan pendidikan dan memastikan setiap anak mendapat kesempatan terbaik untuk belajar dan tumbuh.

Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi agar inovasi dan program pendidikan di Kota Semarang terus berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. ***