Arsip Tag: Agustina Wilujeng

Apresiasi Ruwatan Silayur, Agustina Tegaskan, Pemerintah Tetap Upaya Mati-matian

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi warga RW 04 Silayur Lawas Duwet yang akan menggelar tradisi ruwatan sebagai ikhtiar dari sisi lain. Meski demikian, ia tegaskan pihaknya tetap berupaya mati-matian untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

“Bagus juga, kalau tradisi semacam itu menjadi sebuah kekuatan di dunia dimensi yang berbeda ya,” kata Agustina saat dikonfirmasi seusai menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang, Rabu (15/4/2026) petang.

Sejalan dengan upaya itu, pihaknya tetap berusaha keras secara nyata untuk mengurangi dan menghentikan berbagai kejadian yang tidak diinginkan terjadi lagi.

“Apapun pemerintah kota Semarang berupaya mati-matian dengan keterbatasan anggaran yang ada, kemarin rapat dengan Polrestabes kemudian perhubungan dan beberapa perusahaan yang ada di sekitaran jalan itu,” ujarnya.

“Bagaimana caranya kita mengurangi tensi dengan pengaturan rencana, dengan membangun beberapa portal, kemudian teman-teman dari kepolisian juga dukung kita banget,” jelasnya.

Ia menilai jika kedua sisi (kegiatan metafisika yang dilakukan warga dan perbaikan jalan serta kebijakan pemerintah) berjalan. Maka, kecelakaan yang terjadi di tanjakan Silayur tidak akan terjadi lagi.

“Jadi kalau kerja-kerja itu bertemu, termasuk dengan yang wayangan itu saya berharap Silayur kondisinya akan semakin nyaman dan support,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga warga RW 04 Silayur Lawas Duwet telah menggelar rapat untuk menghidupkan kembali tradisi sedekah bumi dan wayangan sebagai langkah ruwatan. Tradisi tersebut digelar dengan harapan bisa mengurangi dan menghilangkan kecelakaan di tanjakan yang kini viral disebut tanjakan tengkorak.

Warga sekitar yang akan melestarikan kembali tradisi ruwatan bukan tanpa alasan. Melainkan peristiwa kecelakaan yang kerap terjadi diiringi dengan cerita berbau mistis. (*)

Lewat Kampanye Gemar Makan Ikan, Pemkot Semarang Ingin Lahirkan Generasi Sehat dan Cerdas

Lingkar.co – Upaya membangun generasi sehat di Kota Semarang dimulai dari perubahan kebiasaan makan sejak dini. Salah satunya melalui gerakan gemar makan ikan yang menyasar langsung anak-anak dan keluarga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng turun langsung ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tambaklorok, Selasa (14/4), untuk mengedukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi.

Sebanyak 100 siswa SD Islam Taqwiyatul Wathon diajak mengenal pentingnya konsumsi ikan melalui kegiatan interaktif di TPI Tambaklorok.

Dalam suasana santai, Agustina mengajak anak-anak berdialog, bermain kuis, hingga makan bersama menu berbasis ikan yang dipadukan dengan sayur, susu, dan telur. Pendekatan ini dipilih agar anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga merasakan langsung pola makan sehat.

“Kalau ingin jadi pilot, dokter, atau profesi lainnya, harus didukung asupan gizi yang baik. Otak butuh nutrisi supaya bisa berkembang optimal,” ujar Agustina.

Langkah ini menjawab tantangan yang mulai muncul di masyarakat, di mana sebagian anak cenderung memilih makanan cepat saji dibandingkan makanan bergizi.

Melalui pendekatan ini, Pemkot Semarang mendorong perubahan kebiasaan makan anak yang diharapkan berlanjut hingga di lingkungan keluarga.

Gerakan gemar makan ikan juga berlanjut di Balai Kota Semarang melalui rangkaian kegiatan yang saling terhubung, mulai dari Fisheries Expo, sarasehan Gemarikan, hingga lomba memasak berbahan dasar ikan.

Fisheries Expo menghadirkan pelaku UMKM dengan berbagai produk olahan ikan, sementara sarasehan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan. Di sisi lain, kader PKK se-Kota Semarang turut ambil bagian dalam lomba memasak ikan, yang memperkuat peran keluarga dalam membiasakan pola makan sehat di rumah.

Bagi pelaku usaha, kegiatan ini berdampak pada peningkatan penjualan dan perluasan pasar.
“Alhamdulillah, tadi kami bawa banyak produk dan sudah banyak yang terjual. Tinggal sedikit,” ujar Dwi Harmayanti, pelaku UMKM olahan ikan dari Muktiharjo Kidul.

Ia menyebut, kegiatan seperti ini membantu UMKM lebih dikenal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan ikan.

Selain itu, kegiatan ini juga memberi ruang pembelajaran bagi pelaku usaha.
“Acara seperti ini sangat bermanfaat, karena kami jadi tahu hal-hal yang sebelumnya belum kami ketahui,” ujar Sudirma, peserta dari Kecamatan Genuk.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkot Semarang mendorong gerakan gemar makan ikan sebagai langkah konkret yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Mulai dari perubahan pola makan anak, penguatan peran keluarga, hingga terbukanya peluang ekonomi bagi masyarakat di Kota Semarang. ***

Launching Rangkaian Peringatan HUT ke-479, Pemkot Semarang Fokus pada Program Nyata untuk Warga

Lingkar.co – Kota Semarang akan memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 melalui launching yang rencananya digelar pada Selasa (14/4) mendatang, dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Tidak hanya seremoni, pembukaan ini langsung diisi dengan berbagai program layanan publik, kampanye kesehatan, hingga penguatan ketahanan gizi warga.

Launching yang akan dipusatkan di Kampung Tambaklorok dan Halaman Balai Kota Semarang sejak pagi hari ini menjadi titik awal rangkaian panjang peringatan bertema “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat.” Tema tersebut mencerminkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dijadwalkan memulai kegiatan dengan kampanye gemar makan ikan bersama warga pesisir di Kampung Tambaklorok. Selain edukasi, kegiatan ini juga diikuti makan ikan bersama sebagai upaya konkret mendorong perbaikan gizi keluarga.

“Peringatan hari jadi bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Agustina, Minggu (12/4). Ia menegaskan, pendekatan tahun ini mengedepankan program berbasis kebutuhan warga, salah satunya isu kesehatan dan pencegahan stunting.

Setelah kegiatan di Tambaklorok, rangkaian berlanjut di Balai Kota dengan pembukaan resmi peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang yang ditandai secara simbolis bersama jajaran Forkopimda. Agenda ini juga dirangkaikan dengan lomba memasak ikan tingkat kota, sarasehan gemar makan ikan bersama PKK, serta expo perikanan yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Tidak hanya itu, berbagai layanan publik langsung dihadirkan pada hari pertama, seperti donor darah, cek kesehatan gratis, pelayanan KB keliling, hingga penyaluran bantuan pangan bergizi untuk kelompok rentan, termasuk bayi di bawah dua tahun dan calon pengantin. Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Kado Hebat”, yakni paket layanan yang dirancang untuk memperkuat aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Secara keseluruhan, rangkaian Hari Jadi ke-479 akan berlangsung hingga Mei 2026, mencakup kegiatan sosial, budaya, hingga festival ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Semarang juga memastikan seluruh informasi kegiatan terintegrasi dalam kanal publikasi terpadu agar mudah diakses masyarakat.

Agustina menambahkan, pemerintah ingin menggeser paradigma peringatan hari jadi menjadi lebih substansial. Ia menyebut, pemerintah tidak hanya menghadirkan acara, tetapi memastikan setiap kegiatan memiliki nilai manfaat langsung bagi warga. ***

BRT Gratis hingga Tiket Wisata, Ini 17 Kado HUT ke-479 Kota Semarang

Lingkar.co – 2 Mei 2026 bakal menjadi hari bersejarah bagi Kota Semarang. Ibu Kota Jawa Tengah (Jateng) ini akan memasuki usia ke-479, sebuah usia yang menandai kematangan dalam perjalanan panjang pembangunan sekaligus refleksi atas sejarah yang telah ditempuh.

Sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang Kota Semarang, Pemkot menghadirkan 17 kado bagi warga masyarakat sebagai simbol perayaan HUT ke-479 yang tak sekadar seremonial, tetapi juga berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengutarakan bahwa tema peringatan HUT ke-479 kali ini ialah ‘Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat’. Tema tersebut mencerminkan semangat kolektif untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi Semarang.

“Tema Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat merupakan refleksi gerak kolektif antara pemerintah dan masyarakat. Semangat ini mengintegrasikan akar tradisi dengan transformasi modern untuk menciptakan energi kolektif, inklusif, sekaligus mendorong Kota Semarang tumbuh menjadi kota yang bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh di usianya ke-479,” ucap Agustina, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan bahwa peringatan HUT ke-479 Kota Semarang sepenuhnya milik masyarakat. Oleh karenanya, Pemkot bahkan telah menyiapkan 17 kado unik sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Hari Jadi ke-479 milik seluruh warga. Berbagai Kado Hebat hadir sebagai optimalisasi layanan publik yang didekatkan ke masyarakat. Sebuah persembahan kolektif untuk memastikan momentum ini menjadi penguatan ekonomi dan sosial untuk warga,” ungkap Agustina.

Adapun 17 kado yang disiapkan menyasar berbagai kebutuhan warga, mulai dari layanan fasilitas publik, kesehatan, hingga penguatan ekonomi dan lingkungan. Berikut rinciannya:

Di sektor fasilitas publik, masyarakat mendapat akses gratis ke sarana olah raga seperti Gedung Tri Lomba Juang, Lapangan Tambora, GOR Manunggal Jati, hingga Padepokan Pencak Silat Gunung Talang. Diskon 50 persen juga diberikan untuk Lapangan Sepak Bola Sidodadi pada 2 Mei 2026. Pada hari yang sama, penumpang awal di Halte Simpang Lima dan Terminal Cangkiran memperoleh susu dan roti.

Untuk mobilitas, layanan BRT Trans Semarang digratiskan di seluruh koridor pada 1-5 Mei 2026. Tarif parkir juga didiskon menjadi Rp. 479,- bagi pengguna QRIS.

Di sektor layanan dasar, Pemkot Semarang memberi diskon sambungan air bersih Rp550 ribu per KK dengan syarat minimal 10 KK. Layanan air tangki gratis juga disediakan untuk bencana, kekeringan, dan kegiatan keagamaan sepanjang 2026. Diskon 10 persen berlaku untuk layanan sedot tinja dengan kuota terbatas.

Pada sektor pariwisata, seluruh objek wisata di Kota Semarang digratiskan pada 2 Mei 2026. Program ‘LAMPION’ juga dihadirkan untuk mempermudah perizinan pada 5 Mei 2026, disertai diskon layanan laboratorium dan PBB.

Di bidang kesehatan, bantuan diberikan untuk ibu hamil risiko tinggi dan bayi BBLR di tiga kecamatan prioritas pada 5-7 Mei 2026. Selain itu, tersedia skrining kesehatan gratis di 40 puskesmas.

Pemkot juga menjalankan program Jempol Pak Kuat berupa layanan jemput bola perizinan PSAT, fasilitas kemasan gratis, serta uji bahan berbahaya di sejumlah lokasi hingga akhir Mei 2026.

Kado lainnya meliputi penukaran botol bekas dengan bibit tanaman atau produk ramah lingkungan, Job Fair pada 6-7 Mei 2026, serta layanan administrasi kependudukan seperti perekaman e-KTP pelajar, KIA, dan e-KTP bagi penyandang disabilitas.

Agustina berharap berbagai kado tersebut bisa membuat masyarakat turut merasakan kebahagiaan dalam momentum HUT ke-479 Kota Semarang, sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi warga. ***

Wakil Ketua KPK ke Balaikota Semarang Beri Tausyiah Ajak ASN dan DPRD ‘Hijrah’ ke Budaya Antikorupsi

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang resmi memulai langkah besar untuk memulihkan kepercayaan diri birokrasi melalui acara “Peningkatan Integritas Aparatur Pemerintah Kota Semarang dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan”. Agenda yang berlangsung di Ruang Lokakrida, Gedung Moch Ichsan, Jumat (10/4) ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh 512 aparatur, termasuk pejabat struktural dan anggota DPRD Kota Semarang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua KPK Republik Indonesia, Dr. Fitroh Rohcahyanto, SH MH, Kapolrestabes Semarang yang saat ini promosi jabatan menjadi Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. M Syahduddi. Kajari, Dr. Andhie Fajararianto, SH, MH serta Ketua DP2K Kota Semarang, Prof. Soedharto P. Hadi MES PhD.

Fitroh dalam sesi ‘tausyiahnya’ membedah esensi integritas melalui konsep IDOLA sebagai standar karakter baru bagi ASN Kota Semarang. Akronim ini menekankan lima nilai utama: Integritas, Dedikasi, Objektif, Loyalitas, dan Adil.

“Integritas itu sederhana, yakni sinkronisasi antara apa yang ada di hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan. Sistem digital secanggih apa pun hanya alat bantu yang objektif, tetapi manusianya harus memiliki ‘rem’ internal. Caranya adalah melatih diri untuk sabar, syukur, dan ikhlas agar kita tidak mudah terjebak pada ego jabatan maupun harta,” ungkap Fitroh.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara terbuka menyoroti angka Survei Penilaian Integritas (SPI) kota yang menyentuh level rawan di angka 70,29. Dia menegaskan perlunya evaluasi total mengingat skor tersebut mencerminkan kondisi kerentanan yang sebagian besar dipicu oleh persepsi internal yang merasa belum sepenuhnya mampu melawan praktik korupsi.

“Nilai dari internal memberikan kontribusi sangat tinggi terhadap kerentanan kita saat ini. Kita harus jujur melihat data bahwa dalam empat tahun terakhir skor kita cenderung turun. Publik dan media menilai kita sudah bagus, tetapi justru dari internal yang belum percaya diri menghadapi bayang-bayang korupsi. Melalui komitmen hari ini, kita harus membalikkan tren tersebut supaya pada penilaian mendatang skor kita bisa melonjak melewati angka 75,” ujarnya.

Upaya memperkuat integritas ini dilakukan guna memutus trauma kolektif yang menghinggap di tubuh birokrasi sejak tahun 2011 hingga rangkaian peristiwa hukum pada periode 2023-2024. Agustina mengakui, rentetan sejarah kelam tersebut meninggalkan dampak psikologis berkepanjangan bagi ASN yang seringkali merasa tidak tenang dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Proses hukum yang mengemuka di masa lalu itu dampaknya sangat lama, bahkan bisa terasa sampai tiga tahun kemudian. Saya merasakan adanya tekanan moral luar biasa di kalangan ASN yang membuat mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal. Kita ingin menghentikan siklus itu sekarang juga. Kita ingin bekerja dengan tenang, tanpa hambatan ketakutan yang mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai strategi pemulihan, Agustina mengajak seluruh jajarannya untuk “hijrah” dari pola kerja yang dihantui ketakutan menjadi budaya kerja yang menjadikan integritas sebagai gaya hidup.

“Pembekalan hari ini memberikan kita semacam pedoman yang membawa ketenangan dalam bekerja. Kita ingin berhijrah dari cara kerja yang kaku karena takut melanggar undang-undang, menuju pribadi yang berbudaya antikorupsi secara alami. Jika integritas sudah menjadi gaya hidup, maka kita akan berani mengatakan tidak pada praktik KKN bukan karena takut pasal, tapi karena itu sudah menjadi prinsip diri,” tegas Agustina.

Sinergi kolektif ini juga melibatkan 50 anggota DPRD Kota Semarang sebagai mitra strategis dalam mengawal transparansi pemerintahan daerah. Agustina berharap, melalui pondasi kesejahteraan ASN Semarang yang merupakan tertinggi di Jawa Tengah, aparatur dapat lebih profesional dan objektif dalam melayani masyarakat.

“Hari ini kita memulai suasana baru untuk meningkatkan indeks integritas kita. Saya ingin ASN Kota Semarang berani bersikap jujur dan profesional tanpa harus merasa tertekan oleh bayang-bayang masa lalu. Mari kita jadikan integritas ini sebagai budaya yang membuat kita nyaman melayani warga, sehingga Kota Semarang benar-benar bersih dari praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme,” pungkasnya. ***

IJOLKE 2026 Resmi Digelar, Warga Semarang Berpeluang Dapat iPhone 17 Pro Max

Lingkar.co – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menggulirkan program IJOLKE 2026 (Rejeki Jajan Dolan Ning Kota Semarang). Lewat program ini, warga cukup bertransaksi seperti biasa—makan, menginap, hiburan dan parkir di kota Semarang lalu upload struk untuk berkesempatan membawa pulang hadiah menarik.

Tak tanggung-tanggung, hadiah utama yang disiapkan adalah iPhone 17 Pro Max, disusul Samsung Z Flip 7 hingga puluhan smartphone lainnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, IJOLKE bukan sekadar program undian, tetapi strategi cerdas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak.

“IJOLKE mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Dari aktivitas sehari-hari seperti makan atau jalan-jalan, kita sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.

Program ini juga menjadi langkah konkret Pemkot Semarang dalam meningkatkan PAD. Data menunjukkan, realisasi pajak daerah Kota Semarang pada 2024 mencapai 92,28% dan 88,55% pada 2025, dengan beberapa sektor bahkan melampaui target. Namun, masih ada potensi besar yang perlu dioptimalkan, khususnya di sektor tertentu seperti parkir.

Sejak diluncurkan, capaian program IJOLKE menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi. Tercatat sebanyak 17.065 nota telah terkirim melalui sistem IJOLKE. Dan masih akan terus bertambah sampai dengan berakhirnya upload IJOLKE di tanggal 24 Mei 2026.

Data ini menunjukkan bahwa selain tingginya antusiasme masyarakat, proses verifikasi juga dilakukan untuk memastikan keabsahan jangka waktu dan nota itu sendiri.

Lewat IJOLKE, masyarakat juga berperan sebagai pengawas partisipatif. Setiap struk transaksi yang diunggah membantu pemerintah memastikan kepatuhan pajak pelaku usaha. Program ini berlangsung mulai 24 Februari hingga 24 Mei 2026, dan dapat diupload mulai tgl 1 Maret dengan transaksi minimal Rp50.000 (kecuali parkir).

Transaksi parkir juga masuk dalam IJOLKE tanpa minimal, sehingga memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi pajak sektor parkir. Struk cukup diunggah melalui platform resmi IJOLKE.

“Ini bukan hanya soal hadiah, tapi bagaimana kita membangun budaya sadar pajak bersama,” tegas Agustina.

Dengan konsep “Jajan sambil Berkontribusi”, IJOLKE 2026 diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat transparansi dan kepatuhan pajak di Kota Semarang. ***

Dana BOP Rp25 Juta Belum Cair, DPRD Semarang Desak Pemkot Segera Sosialisasi

Lingkar.co – Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp25 juta per tahun yang menjadi program unggulan Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin hingga kini belum juga cair pada 2026.

Kondisi ini memicu pertanyaan dari masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW yang selama ini mengandalkan dana tersebut untuk menunjang kegiatan lingkungan.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Semarang, Cahyo Adhi Widodo, mengaku kerap menerima keluhan saat turun langsung ke lapangan. “Banyak aduan yang masuk. Pak RT sampai dicurigai warganya karena dana belum cair. Mereka hanya menanyakan kapan pencairan Rp25 juta itu,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait kewajiban laporan bulanan bagi RT dan RW penerima BOP. Berdasarkan hasil koordinasi dengan dinas terkait, informasi tersebut dinyatakan tidak benar.

Sebelumnya, Komisi A DPRD telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

Dalam rapat tersebut, Kepala DP3A menyampaikan bahwa dana BOP direncanakan cair paling lambat pada Juli 2026, serta memungkinkan sistem reimburse. Namun hingga kini, belum ada sosialisasi resmi kepada masyarakat.

“Yang jadi masalah, belum ada pemberitahuan ke masyarakat soal kapan cair dan bagaimana mekanismenya,” jelasnya.

Selain itu, Cahyo juga menyoroti belum adanya standar baku dalam aturan pencairan dan laporan pertanggungjawaban di tingkat kelurahan.

Ia menilai perbedaan kebijakan antar kelurahan justru membingungkan masyarakat, bahkan menyebabkan laporan dari beberapa RT ditolak meski persyaratannya sama.

“Setiap kelurahan punya aturan sendiri. Ini harus dibakukan supaya tidak membingungkan warga,” tegasnya.

DPRD Kota Semarang pun mendorong pemerintah kota untuk segera memberikan kejelasan terkait pencairan dana BOP, termasuk mekanisme dan persyaratannya.

Cahyo menegaskan pihaknya akan terus mengawal program tersebut agar dapat segera direalisasikan dan dimanfaatkan masyarakat.

“Harapannya bisa segera cair karena dana ini sangat membantu kegiatan warga di lingkungan,” pungkasnya. ***

Tangani Puluhan Pohon Tumbang, Agustina Imbau Warga Segera Laporkan Jika Belum Ditangani

Lingkar.co – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu (4/3/2026) sore menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai wilayah. Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan penanganan untuk memastikan akses jalan kembali normal.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu malam, tercatat sedikitnya 86 titik pohon tumbang dan kerusakan pohon tersebar di sejumlah kawasan. Selain pohon tumbang, beberapa papan reklame dan atap baja ringan warung juga dilaporkan beterbangan akibat kuatnya terpaan angin.

Tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Satpol PP, serta relawan dan warga setempat langsung turun ke lapangan melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon yang menutup akses jalan.

Sejumlah ruas jalan utama yang terdampak di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S. Parman, dan Jalan Soekarno Hatta. Selain itu, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Kota Lama, Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.

Di beberapa titik seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo, bahkan dilaporkan terdapat lebih dari satu pohon tumbang akibat kuatnya angin.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat guna mencegah gangguan lalu lintas maupun potensi bahaya bagi masyarakat. Petugas langsung melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan ranting, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Dalam semalam, 86 titik pohon tumbang berhasil ditangani dan dievakuasi bersama-sama oleh BPBD, Disperkim, relawan serta warga setempat agar akses jalan bisa segera kembali normal,” ujarnya.

Selain di jalan protokol, pohon tumbang juga terjadi di sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas umum seperti sekitar Balai Kota Semarang, rumah dinas wali kota, sekolah, puskesmas pembantu, hingga taman kota.

Agustina mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami minta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani petugas. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” tambahnya.

Pemerintah Kota Semarang juga memastikan akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi pohon peneduh di ruang publik sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan potensi kejadian serupa di kemudian hari. ***

Jelang Lebaran, Agustina Pantau Harga Bapokting di Pasar hingga Ritel Modern

Lingkar.co – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting).

Pantauan yang dilakukan Rabu (4/3/2026) tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Pasar Peterongan, Superindo Sriwijaya, hingga Pasar Karangayu. Tinjauan ini dilakukan untuk melihat langsung dinamika harga baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

“Dua pusat perbelanjaan ya. Satu di Pasar Peterongan, dan sekarang kita di Superindo. Kalau harga beras, rata-rata masih normal ya,” ujar Agustina kepada awak media di sela-sela kegiatan.

Meski harga beras relatif stabil, ia menyoroti lonjakan signifikan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, serta fluktuasi harga telur. Meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran disebut menjadi salah satu faktor yang memicu kenaikan harga di tingkat pasar.

“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Cabai, ini tadi ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Saya minta supaya melakukan hal yang diperlukan untuk intervensi menurunkan harga cabai,” tegasnya.

Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa kenaikan harga di pasar tradisional berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, Agustina menginstruksikan dinas terkait untuk memperkuat langkah intervensi, salah satunya melalui program pasar murah keliling.

“Pasar murah keliling kita lakukan dengan berbagai stakeholder yang ada di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga dan memberikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Siap-siap ya dengan panggilan pasar murah dan intervensi,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tercukupi menjelang Hari Raya Idul Fitri. ***

Setahun Agustina–Iswar, DPRD Soroti Sampah, Transportasi Massal hingga Penanganan Banjir

Lingkar.co– Anggota DPRD Kota Semarang Komisi C dari Fraksi PKS, Dini Inayati, menyoroti sejumlah isu strategis mulai dari pengelolaan sampah, transportasi massal, hingga penanganan banjir dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Dini menyampaikan pandangannya berdasarkan fungsi pengawasan DPRD, khususnya Komisi C yang bermitra dengan sektor lingkungan hidup, perhubungan, dan infrastruktur.

Menurut Dini, persoalan mendasar Kota Semarang saat ini masih berada pada pengelolaan sampah. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang mulai membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan sosial, seperti pemberdayaan RT dan PKK dengan kewajiban pemilahan sampah dari sumbernya.

“Menurut saya, Bu Agustina sudah melakukan investasi sosial yang cukup baik, melalui dana yang dikucurkan kepada RT dan PKK, dengan persyaratan adanya kewajiban memilah sampah. Ini benar-benar bisa menggerakkan masyarakat untuk sadar mengelola sampah dari sumbernya, walaupun memang masih tahap awal dan PR-nya masih panjang,” ujar Dini, Senin (2/3/2026).

Meski demikian, ia menilai pekerjaan rumah terbesar ada pada penguatan sistem. DPRD mendorong pembenahan manajemen pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), termasuk tata kelola di tiap TPS serta penyediaan sarana dan prasarana.

“PR utamanya ada pada sistem pengangkutan sampah, yaitu membenahi pengangkutan dari TPS menuju TPA, manajemen di tiap TPS, serta sarana prasarana yang harus disediakan. Ini tidak bisa diselesaikan satu dua tahun, sehingga komitmen peraturan dan anggaran sangat penting, dan itu yang kami dorong di Komisi C DPRD Kota Semarang,” tegasnya.

Di sektor transportasi, Dini menilai kebijakan tarif gratis Trans Semarang bagi pelajar, mahasiswa, dan lansia sebagai langkah positif untuk mendorong peralihan ke transportasi massal. Ia juga menyoroti rencana peremajaan sekitar 130 armada serta pengoperasian bus listrik di Koridor 1 sebagai upaya peningkatan kualitas layanan.

“Ada bus listrik untuk peningkatan kualitas layanan. Tahun ini mulai beroperasi di Koridor 1. Pemerintah Kota juga memberikan biaya operasional kendaraan yang cukup besar sehingga tahun ini ada 130 armada yang diremajakan di beberapa koridor,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan tantangan berikutnya adalah memperluas aksesibilitas. DPRD mendorong pengembangan sistem feeder agar layanan transportasi massal dapat menjangkau kawasan permukiman warga.

“PR berikutnya adalah bagaimana transportasi massal tidak hanya murah, tetapi juga mudah diakses dan berkualitas. Prinsip idealnya, sekitar 500 meter dari rumah masyarakat sudah bisa mengakses transportasi umum,” lanjut Dini.

Ia juga mengingatkan pentingnya reformasi manajemen sesuai Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perhubungan, yang mengamanatkan pemisahan fungsi operator dan regulator agar sistem lebih profesional dan akuntabel.

Terkait persoalan banjir, Dini menilai penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas pemerintahan. Ia menegaskan tidak seluruh sungai berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Semarang, karena sebagian merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

Ia mencontohkan Sungai Plumbon dan Sungai Babon yang kerap meluap dan memicu banjir di sejumlah wilayah.

“Untuk sungai yang menjadi kewenangan Pemkot, kondisinya sebenarnya cukup baik. Namun penyebab banjir terbesar berasal dari sungai kewenangan BWS, seperti Sungai Plumbon di Mangkang dan Sungai Babon di wilayah Tembalang dan Pedurungan,” jelasnya.

Meski demikian, Dini mengingatkan pentingnya pengendalian perizinan pembangunan di kawasan rawan banjir agar risiko genangan tidak semakin besar di masa mendatang.

Sebagai fungsi pengawasan, DPRD Kota Semarang, kata Dini, akan terus mendorong penguatan regulasi, konsistensi anggaran, serta koordinasi lintas sektor agar berbagai persoalan strategis tersebut dapat ditangani secara berkelanjutan. ***