Arsip Tag: PMI Blora

Bulan Dana PMI 2023 Tembus Rp1 Miliar Lebih

Lingkar.co – Penggalangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2023 Kabupaten Blora yang dilakukan selama 3 bulan penuhi target. Yakni total mencapai Rp 1.090.420.603. .

Bupati Blora, H. Arief Rohman mengapresiasi hasil penggalangan bulan dana PMI 2023 yang diketuai oleh Kapolres Blora, AKBP Agus Puryadi itu. Dia berharap dana yang terkumpul ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Terimakasih Pak Kapolres dan seluruh anggota penggalangan Bulan Dana PMI yang telah bekerja dengan baik. Kami harap PMI bisa menyusun program yang memang dibutuhkan masyarakat,” ucap Bupati Arief, di sela-sela penutupan bulan dana PMI Kabupaten Blora tahun 2023, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Sabtu (9/12/2023).

Dikemukakan, PMI merupakan mitra Pemkab dalam melaksanakan program sosial kemanusiaan. Untuk itu, Bupati yang akrab dipanggil Mas Arief itu minta PMI untuk terus berinovasi dan bersinergi dengan lembaga lainnya. Seperti Baznas, Dinas Sosial, BPBD dan lainnya.

Menurut Mas Arief, keberhasilan bulan dana PMI ini bukan semata karena terpenuhinya target, tetapi lebih pada melatih kepekaan sosial dalam menumbuhkan rasa kemanusiaan di masyarakat.

“Kami ingin selanjutnya nanti di 2024, Ketua Umum Penggalangan Bulan Dana PMI-nya Dandim Blora. Bergantian dengan Kapolres,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Agus Puryadi mengungkapkan bahwa penggalangan dana ini dilaksanakan selama tiga bulan.

“Penggalangan bulan dana ini kita laksanakan selama tiga bulan sejak saya dilantik menjadi Ketua Bulan Dana PMI mulai 29 Agustus – 9 Desember 2023,” paparnya.

Dia mengemukakan, terkumpulnya dana sebanyak satu Miliar rupiah lebih itu bukan semata-mata dari dirinya. Namun bentuk kerjasama semua pihak dan seluruh warga Blora.

“Ini bentuk kerjasama semua pihak, terimakasih warga Blora atas kerjasamanya,” pungkas Kapolres Agus Puryadi. (Adv)

Tak Ingin Ada Korban Jiwa Lagi, Bupati Blora Minta Warga Tak Dekati Oro-oro Kesongo

Lingkar.co – Bupati Blora, Arief Rohman, minta agar warga tidak mendekati kawasan Oro-Oro Kesongo. Ia tidak ingin ada korban jiwa lagi di kawah yang terletak di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Hal itu terungkap ketika Bupati meninjau lokasi dan menengok keluarga korban dari peristiwa letusan Kawah Oro-oro Kesongo, Sabtu (15/4/2023).

“Letusan dari kawah tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, hingga saat ini tengah dalam kondisi aktif,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Bupati meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan dan arahan petugas yang melakukan pemantauan kawah.

“Kita harus antisipasi ini, maka dari BPBD sudah memberikan peringatan, tanda batas aman untuk orang hanya sampai sini,” tuturnya.

“Karena ternyata jam 11 siang tadi masih ada letusan lagi, jadi (kawah) ini aktif kondisinya, kita segera bersurat ke kementerian terkait agar ada penelitian soal ini, nanti rekomendasinya seperti apa,” terang Bupati.

Saat meninjau lokasi, Bupati didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Blora, Dinas Sosial P3A Blora, PMI Blora, Baznas Blora, Camat dan Forkopimcam.

Mereka mengecek kawasan Oro-oro Kesongo dari jarak aman, sekian kilometer lebih dan di luar papan peringatan. Bupati juga berkoordinasi dengan pihak setempat, agar untuk sementara waktu, warga dilarang beraktivitas di kawasan tersebut.

Selain dipasangnya rambu-rambu larangan, pihaknya juga meminta BPBD bersama Forkopimcam, pemerintah desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk memberikan pemahaman dan himbauan kepada masyarakat setempat agar tidak beraktivitas di Oro-Oro Kesongo terlebih dahulu, demi keselamatan bersama.

“Kita berharap Pak Camat, Pak Kapolsek, Pak Danramil, juga dari pihak desa untuk mengimbau masyarakat sekitar Kesongo agar mengantisipasi, karena kejadian ini bisa setiap saat terjadi,” pesannya.

“Antisipasinya harus lebih hati-hati sementara ini yang punya hewan dan di sekitar Kesongo agar ditarik pulang,” pintanya.

Sebagai informasi, Kawah Oro-oro Kesongo akhir-akhir ini tengah aktif mengeluarkan letusan lumpur disertai dengan gas beracun.

Sejak Selasa (11/4/2023) hingga hari ini, Sabtu (15/4/2023), kawah tersebut sudah berkali-kali meletus dan menyemburkan lumpur dengan ketinggian belasan meter sampai puluhan meter. Setiap letusan disertai bau gas yang menyengat.

Akibat letusan tersebut, 1 orang warga menjadi korban, yang diduga menghirup gas beracun ketika menggembala ternak di kawasan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (12/4/2023) kemarin. Korban bernama Warino (25), warga Dukuh Pekuwon Lor, Desa Gabusan.

Ia diduga meninggal dunia setelah menghirup gas beracun dari Oro-oro Kesongo. Sedangkan satu warga lain yang bernama Suwadi harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Saat meninjau lokasi, Bupati juga menyempatkan menemui keluarga korban untuk menyampaikan rasa duka citanya atas peristiwa yang menimpa Warino.

Bupati juga menengok Suwadi, korban yang selamat dari peristiwa itu setelah dilarikan ke rumah sakit.

Ia juga menyerahkan bantuan sembako dari Dinas Sosial P3A, PMI Blora, serta santunan dari Baznas Blora.

Menerima kunjungan orang nomor satu di Blora, Suwadi pun menceritakan kejadian yang tidak terduga tersebut.

Ia katakan, waktu itu, dirinya tengah berada di sekitar kawasan Oro-Oro Kesongo untuk menjaga hewan ternaknya. Tiba-tiba dirinya mencium bau menyengat.

“Baunya menyengat, buat nafas langsung sesak dadanya,” ungkapnya.

Sementara, Kepala BPBD Blora, Sri Wijanarsih mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan dari Bupati Blora. Termasuk, juga akan berkoordinasi dengan Forkopimcam dan pemerintah desa setempat agar warga tidak beraktivitas di Oro-Oro Kesongo.

“Kondisi saat ini memang membahayakan bagi warga sekitar. Jadi, kami kemarin sudah rakor untuk mengantisipasi ini di Polres, untuk warga dilarang mendekat, dengan jarak aman yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Bupati Blora Ingatkan PMI Pentingnya Pembinaan PMR

Lingkar.co – Bupati Blora, Arief Rohman mengingatkan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) tentang pentingnya pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di lembaga pendidikan.

“Pembinaan PMR di lembaga pendidikan perlu mendapatkan perhatian,” kata bupati saat membuka musyawarah kerja PMI Blora di pendopo kabupaten, Kamis (02/03/2023).

Gus Arief, sapaan akrabnya menilai, PMR merupakan wadah bagi pendidik maupun pelatih untuk mencetak generasi yang peduli terhadap persoalan kemanusiaan di masyarakat.

“Karena PMR sebagai wadah pembinaan karakter, mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pembinaan generasi muda,” ujarnya.

berharap dengan adanya musyawarah kerja dan orientasi organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Blora Jawa tengah dapat lebih optimal dan melahirkan inovasi.

“Iya saya berharap kepada organisasi ini, agar lebih optimal. Misalnya terkait soal donor darah, untuk mengingatkan pendonor waktunya donor darah ada WhatsApp Centernya. Nantinya itu bisa menjaga ketersediaan stok darah kita,” ucapnya, saat mengisi sambutan Musker .

Dirinya, juga mengapresiasi PMI Blora atas terbentuknya kampung-kampung donor di desa.

“Dan juga sebagai wadah untuk menumbuhkan inisiatif serta inovasi di bidang sosial kemanusiaan anak-anak kita,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengapresiasi peran PMI dalam membantu pemerintah dalam urusan kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi peran penting PMI, dalam menjaga ketersediaan stok darah melalui pembentukan kampung-kampung donor,” ucapnya.

Selain itu, bupati meminta PMI konsisten dalam membantu masyarakat, khususnya terkait kebencanaan.

“Harapan saya, PMI terus berkontribusi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Terutama dalam situasi darurat bencana alam,” tandasnya.

Tidak lupa, bupati berpesan kepada PMI untuk merumuskan progam kerja yang kongkrit dan tidak berlebih-lebihan.

“Kerja yang kongkrit, tidak usah muluk-muluk dan tentunya Pemkab dan akan terus mendukung apa dari hasil Musker PMI Blora,” tutupnya.

Sementara, ketua PMI Blora, Sutikno Slamet, mengatakan, musyawarah kerja merupakan agenda rutin setiap awal tahun.

Tujuannya, untuk menyusun progam kegiatan selama satu tahun.

Kendati demikian, ia mengingatkan musyawarah kerja pada tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Ada yang istimewa dan sengaja mengundang Ketua PMI Propinsi (Jateng), Sarwa Pramana untuk memberikan pembekalan. Sehingga apa yang disampaikan beliau, menjadi manfaat untuk kita bersama,” bebernya.

Pihaknya telah mendapat wejangan dan imbauan penting terkait bagaimana arah dan gerakan organisasi kepalangmerahan.

“Apa yang tadi disampaikan ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana memang betul, PMI basisnya untuk tugas kemanusiaan,” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, melalui musyawarah kerja akan mewujudkan dokumen progam kegiatan tahun 2023.

“Kepada yang hadir perwakilan PMI kecamatan dan relawan, berikan masukan yang terbaik untuk kepentingan tugas-tugas kemanusiaan,” pintanya.

“Dan biasanya relawan yang paling tahu, untuk itu kegiatan relawan perlu di back-up,” sambungnya.

Sejalan dengan hal itu, Sutikno pun mengingatkan, PMI tidak hanya terkait donor darah saja, melainkan juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kegiatan yang bisa langsung dirasakan masyarakat diantaranya pemberian air bersih, bantuan sosial kepada korban banjir dan kebakaran, dan kursi roda kepada anak usia dini yang tidak bisa berjalan,” paparnya. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Musker PMI Blora, Bupati Harap Kinerja dan Inovasi Lebih Optimal

Lingkar.co – Setelah diadakannya Musyawarah Kerja dan Orientasi Organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora Jawa Tengah, Bupati Blora, Arief Rohman berharap agar lebih optimal dan melahirkan inovasi.

“Iya saya berharap kepada organisasi ini agar lebih optimal. Misalnya terkait soal donor darah, untuk megningatkan pendonor waktunya donor darah ada Whatsapp Centernya. Nantinya itu bisa menjaga ketersediaan stok darah kita,” katanya saat mengisi sambutan Musker di Pendopo Kabupaten Blora, Kamis (2/3/2023).

Gus Arief, sappan akrabnya, juga menyampaikan pentingnya pembinaan kepada Palang Merah Remaj (PMR) di lembaga pendidikan sebagai wadah pembinaan.

“Pembinaan PMR di lembaga pendidikan perlu mendapatkan perhatian. Karena PMR sebagai wadah pembinaan karakter, mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pembinaan generasi muda,” imbuhnya.

Arief Rohman sangat mengapresiasi PMI Blora atas terbentuknya kampung-kampung donor darah di desa-desa.

Dia berharap, hal tersebut dapat bermanfaat dan membantu masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi peran penting PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah melalui pembentukan kampung-kampung donor. Semoga Pmi terus berkontribusi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam,” katanya.

Selain itu, Gus Arif juga berpesan untuk bekerja yang kongkrit dan tentunya Pemkab akan terus mendukung PMI Blora.

Lebih lanjut, Ketua PMI Blora, Sutikno Slamet, mengatakan, setiap tahunnya PMI Blora selalu menyelenggarakan musyawarah kerja untuk menyusun program kegiatan tahunan.

“Ada yang istimewa dan sengaja mengundang Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana untuk memberikan pembekalan. Sehingga apa yang disampaikan beliau menjadi manfaat untuk kita bersma,” katanya.

Menurutnya, yang dikatakan oleh Sarwa Pramana bahwa PMI berbasis untuk tugas kemanusiaan itu memang benar.

Oleh karena itu, melalui musyawarah kerja kali ini kami wujudkan dengan dokumen program kegiatan tahun 2023.

“Kepada yang hadir dari perwakilan PMI Kecamatan dan Relawan berikan masukan yang terbaik untuk kepentingan tugas-tugas kemanusiaan dan biasanya relawan yang paling tahu. Untuk itu, kegiatan relawan perlu di back up,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bahwasanya kegiatan PMI bukanlah hanya donor darah saja, namun juga melakukan kegiatan bakti sosial.

” Kegiatan yang bisa langsung dirasakan masyarakat diantaranya pemberian air bersih, bantuan sosial kepada korban banjir dan kebakaran, dan kursi roda kepada anak usia dini yang tidak bisa berjalan,” pungkasnya.

Penulis : Lilik Yuliantoro