Arsip Tag: Palang Merah Indonesia

Wali Kota Malang: PMI Tak Banyak Sorotan Tapi Selalu di Garis Depan

Lingkar.co – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut Palang Merah Indonesia (PMI) selalu berada di garis depan kegiatan kemanusiaan meski tak menjadi sorotan.

“Saya sering melihat sendiri, bagaimana keluarga besar PMI Kota Malang ini bekerja. Tidak banyak sorotan, tapi selalu ada di garis depan. Tidak banyak mengeluh, tapi terus bergerak. Saat masyarakat membutuhkan, PMI langsung hadir dengan tindakan nyata,” tutur Wali Kota Malang dalam silaturahmi Keluarga Besar PMI Kota Malang, Jawa Timur.

Ia menilai PMI bukan hanya sebuah organisasi, tapi sudah menjadi rumah besar bagi orang-orang yang memiliki kepedulian luar biasa. Di dalamnya ada keikhlasan, ada ketulusan, dan ada semangat untuk selalu hadir membantu sesama.

Wahyu pun menyebut bahwa gerakan Palang Merah inilah yang disebut sebagai kekuatan kemanusiaan yang sesungguhnya, bekerja dengan hati, bergerak dengan empati, dan mengabdi dengan penuh ketulusan.

“Di zaman yang penuh dinamika, tantangan kemanusiaan tidak lagi sederhana. Perubahan iklim meningkatkan potensi bencana, kebutuhan darah terus meningkat setiap hari, dan krisis kesehatan bisa datang tanpa aba-aba,” ujanya, Minggu (5/4/2026).

Lebih lanjut dia mengatakan, di titik inilah PMI dituntut tidak hanya hadir, tetapi harus sigap, harus adaptif, dan harus unggul. Karena itulah pihaknya mendorong PMI Kota Malang untuk terus memperkuat kapasitas relawan yang tangguh dan profesional dan mengakselerasi layanan donor darah berbasis digital agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selain itu, ia ingin PMI hendaknya memperluas kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan generasi muda sebagai motor gerakan kemanusiaan ke depan.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PMI Kota Malang atas semua pengabdian dan dedikasinya selama ini,” ucapnya.

“Terima kasih atas setiap tetes keringat, setiap waktu yang dikorbankan, dan setiap langkah kemanusiaan yang telah diberikan. Tentu kami, Pemerintah Kota Malang, akan selalu hadir sebagai mitra untuk mendukung, menguatkan, dan berjalan bersama PMI dalam setiap langkah kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

Resmi Dilantik, Bupati Banyumas Tegaskan PMI Mitra Strategis Pelayanan Masyarakat

Lingkar.co – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan pentingnya peran Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Sadewo menegaskan hal itu saat menyampaikan sambutan pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Banyumas masa bakti 2026–2031 pada Selasa (31/3/2026) di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sadewo berharap amanah yang diberikan kepada kepengurusan baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, profesionalitas, dan integritas dalam setiap pengabdian.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang harus dijaga dan dijalankan dengan sungguh-sungguh,” katanya.

“PMI memiliki peran penting, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam membangun kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga memastikan ketersediaan darah melalui donor sukarela,” imbuhnya.

Sejalan dengan hal itu, Sadewo juga menyoroti tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan lingkungan, cuaca ekstrem, serta dinamika sosial yang berkembang. Dalam kondisi tersebut, kehadiran PMI dinilai semakin relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

“Perkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Kerja-kerja kemanusiaan akan jauh lebih kuat jika dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar PMI di tingkat kecamatan terus diberdayakan, karena keberadaan PMI kecamatan sangat vital sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayah secara langsung.

“Saya percaya, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tulus, PMI Kabupaten Banyumas akan semakin kuat dan terus bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Menyambut arahan bupati, Ketua PMI Kabupaten Banyumas, Nungky Harry Rachmat mengaku telah melakukan re-organisasi dalam pembentukan kepengurusan dengan harapan akan meningkatkan pelayanan di bidang sosial kemanusiaan, sebagaimana yang tekah dilakukan selama ini.

‘’Kami berharap PMI tetap ada pada garda terdepan dalam konteks pelayanan sosial kemanusiaan,’’ tuturnya.

Ia juga berjanji akan terus menjamin ketersediaan, baik kuantitas maupun kualitas darah sesuai dengan ketentuan.

‘’Tentu kami akan lebih meningkatkan sinergitas dengan pemerintah daerah, beserta seluruh stakeholder lainnya,’’ucapnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya akan lebih meningkatkan pembinaan dan peninkatan kapasitas relawan-relawan PMI yang tersebar, dengan harapan akan tebangunnya PMI yang lebih kuat dan sinergis. (*)

Posko Mudik PMI Kota Semarang 2026, Bersinergi Jaga Layanan Kemanusiaan

Lingkar.co – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang bersinergi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Semarang dalam memberikan pelayanan kemanusiaan bagi pemudik yang beristirahat di posko mudik yang terletak di kantor Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes. Sp. THT-KL menyebut kegiatan tahunan nelayani pemudik merupakan tradisi yang baik untuk menjaga semangat kemanusiaan.

“Maka tradisi yang baik itu dikembangkan melalui sinergitas PMI, Pramuka unsur kecamatan, semua stakeholder yang selalu guyub memberikan bagi para pemudik yang melintas di kota Semarang,” kata Awal seusai upacara pembukaan posko, Jum’at (13/3/2026) sore.

Awal bilang PMI Kota Semarang menyambut hangat adanya pemudik yang mampir beristirahat. Ia berharap para pemudik bisa memanfaatkan pelayanan para relawan agar tetap bisa menjaga diri tetap bugar dan semangat serta selamat sampai tujuan.

Untuk itu, lanjutnya, PMI menyiagakan personel terlatih beserta perlengkapan yang menunjang kinerja relawan.

“Kami mendukung penuh posko sinergi ini baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya yang lain,” tandasnya.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, S.Ip, MSI menambahkan,

“Hari ini kami membuka kembali posko sinergitas publik. Ini adalah bukti kuatnya modal sosial di kota Semarang. Jadi posko tidak dilakukan oleh Pramuka sendiri, PMI sendiri, tapi supaya lebih baik kita adakan secara gabungan. Insya Allah nanti kita tingkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Disupport Pak camat, Pak Danramil, Pak Kapolsek dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di sekitar kecamatan Tugu,” sambungnya.

Lebih lanjut ini menyebut beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pemudik. Diantaranya; ruang istirahat yang nyaman, penunjuk jalan, pelayanan kesehatan, servis motor gratis, dan terbaru pemberian bahan bakar minyak (BBM).

“Ada BBM juga, nanti untuk yang kebetulan kehabisan BBM bisa kita bantu isi supaya bisa menuju ke SPBU terdekat,” jelasnya. (*)

Klinik Utama PMI Kota Semarang Resmi Buka Layanan Vaksin, Siap Bermitra Biro Haji dan Umrah

Lingkar.co – Klinik Utama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang resmi membuka layanan vaksinasi bagi warga yang ingin bepergian ke luar negeri, termasuk calon jemaah haji dan umrah. Sebagai layanan baru, Klinik Utama PMI Kota Semarang membuka program harga promo pada masa awal operasional.

Kepala Klinik Utama PMI Kota Semarang, Dr. Diah Hastuti, mengatakan pembukaan layanan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh klinik. Pada tahap awal, pihaknya saat ini memfokuskan vaksin bagi calon jemaah haji dan umrah karena tingginya kebutuhan vaksin sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

“Karena klinik vaksin ini baru diresmikan, kami memberikan harga promo khusus untuk perjalanan haji dan umrah. Saat ini tersedia vaksin meningitis dan polio, dan dalam waktu dekat akan ditambah vaksin influenza,” kata Diah saat ditemui di Klinik Utama PMI Kota Semarang, Kamis (5/3/2026) sore.

Ia menjelaskan, selama masa promo pembukaan, vaksin meningitis ditawarkan dengan harga Rp225.000 per dosis, sedangkan vaksin polio sebesar Rp200.000. Selain itu, klinik juga menyediakan paket bundling meningitis dan polio dengan tarif Rp420.000.

Menurutnya, selain dua jenis vaksin tersebut, klinik juga menyediakan beberapa vaksin lain seperti hepatitis B dan HPV. Pihaknya berupaya memberikan harga yang lebih terjangkau dibandingkan layanan serupa di tempat lain.

“Untuk vaksin lain seperti hepatitis B dan HPV juga tersedia. Kami berusaha memberikan harga promo yang insyaallah termasuk paling terjangkau,” ujarnya.

Targetkan Mitra Biro Haji dan Umrah

Pada tahap awal operasional, klinik vaksin PMI Kota Semarang menargetkan calon jemaah haji dan umrah sebagai target utama layanan. Untuk itu, PMI juga mengundang sejumlah biro perjalanan haji, umrah, serta kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dalam kegiatan pembukaan layanan.

Diah menilai peluang kerja sama dengan biro perjalanan cukup besar mengingat kebutuhan vaksinasi merupakan salah satu syarat kesehatan bagi jemaah sebelum berangkat ke luar negeri.

Kepala Klinik Utama PMI Kota Semarang, dr. Diah Hastuti, M.Biomed
Kepala Klinik Utama PMI Kota Semarang, dr. Diah Hastuti, M.Biomed

“Kami mulai menjajaki kerja sama dengan biro perjalanan haji dan umrah serta KBIH di Kota Semarang. Bagi yang bekerja sama dengan kami, nantinya juga akan mendapatkan harga khusus,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses vaksinasi bagi jemaah haji dan umrah juga akan terhubung dengan sistem informasi kesehatan milik Balai Karantina Kesehatan sehingga data vaksinasi dapat tercatat secara resmi.

“Vaksin untuk umrah dan haji nantinya langsung masuk ke sistem Balai Karantina Kesehatan sehingga terkoneksi dengan sistem informasi kesehatan yang digunakan pemerintah,” katanya.

Syarat Sebelum Vaksinasi Sebelum menjalani vaksinasi, calon penerima vaksin harus memenuhi beberapa persyaratan medis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemeriksaan kehamilan bagi perempuan usia subur.

“Untuk wanita usia subur, wajib melakukan tes kehamilan terlebih dahulu. Jika hasilnya negatif, maka vaksinasi bisa dilanjutkan. Syarat lainnya sama seperti vaksin pada umumnya,” jelas Diah.

Ia juga menyarankan agar vaksin dilakukan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk membentuk kekebalan.

“Vaksin sebaiknya diberikan minimal 10 hari sebelum berangkat supaya antibodi sudah terbentuk dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskan, Klinik Utama PMI Kota Semarang buka dari Senin hingga Sabtu. Untuk hari Senin sampai Jumat, pelayanan dimulai pukul 07.30 hingga 20.00 WIB, sedangkan pada hari Sabtu layanan dibuka pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.

Dengan jam layanan tersebut, diharapkan masyarakat memiliki waktu yang cukup fleksibel untuk melakukan vaksinasi sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.

Senada, Sekretaris PMI Kota Semarang Yudi Wibowo menambahkan pembukaan layanan vaksinasi merupakan bagian dari pengembangan unit kesehatan yang dimiliki PMI.

Menurutnya, selama ini klinik PMI telah memiliki berbagai layanan medis, namun vaksinasi perjalanan internasional belum tersedia sehingga kini mulai dikembangkan.

“Unit klinik kami memiliki banyak kegiatan pelayanan kesehatan. Salah satu yang belum ada sebelumnya adalah layanan vaksinasi untuk perjalanan internasional, dan sekarang kami mulai membuka layanan tersebut,” kata Yudi.

Ia menuturkan, PMI ingin menjaring masyarakat yang membutuhkan vaksin standar internasional, khususnya mereka yang akan berangkat haji, umrah, maupun melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Yang kami sasar adalah masyarakat yang akan berangkat umrah, haji, atau bepergian ke luar negeri. Vaksin standar internasional kami siapkan,” ujarnya.

Ke depan, PMI Kota Semarang juga berencana memperluas layanan vaksinasi ke segmen lain, termasuk vaksin untuk anak-anak. Namun pengembangan tersebut masih menunggu kesiapan fasilitas dan tenaga medis.

“Untuk sementara fokus kami memang vaksin perjalanan internasional. Ke depan kami juga berencana mengembangkan layanan vaksin anak,” kata Yudi.

Ia menambahkan, klinik PMI merupakan fasilitas kesehatan setara klinik utama yang memiliki tenaga medis dan dokter spesialis sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan secara lebih lengkap.

Dengan hadirnya layanan vaksinasi di Klinik Utama PMI, jumlah fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin di Kota Semarang juga bertambah. Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mendapatkan layanan vaksin sebelum melakukan perjalanan internasional.

PMI juga berharap keberadaan layanan tersebut dapat memperluas akses vaksin dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami ingin memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat. Sebagai lembaga kemanusiaan, kami juga berusaha memberikan layanan dengan harga yang tetap terjangkau,” kata Yudi. (*)

Tanah Gerak di Kelurahan Jangli, Jalan Ambles Ancam Rumah Warga

Lingkar.co – Peristiwa tanah gerak terjadi di Skip Saptamarga 3 RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa itu mengakibatkan amblesnya jalan warga serta sejumlah dinding rumah warga.

“Posko PMI menerima informasi melalui WA Grup tentang adanya Tanah Gerak di Skip Saptamarga 3 RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Candisari,” kata staf Markas PMI Kota Semarang, Ahmad Habib, Rabu (11/2/2026).

Menurut laporan, peristiwa tanah gerak terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ini diduga menjadi penyebab peristiwa itu.

Berdasarkan hasil pendataan awal, bencana ini berdampak pada 15 Kepala Keluarga atau sekitar 58 jiwa. Adapun rumah warga yang terancam bahaya peristiwa itu antara lain; rumah Sunarjo (2 KK/4Jiwa), Sugianto (3 KK/7 Jiwa), Sutrimo (1 KK/3 Jiwa), Supriyadi (1 KK/4 Jiwa), Sri Darningsih (1 KK/ 3 Jiwa), Slamet Riyadi (1 KK/ 4 Jiwa), Supardi (2 KK/6 Jiwa), Fitriyanto (2 KK/4 Jiwa), Kadar (1 KK/ 2 Jiwa), Agus Suyono (1KK/4 Jiwa), Dimas (1KK/2 Jiwa), Ngatemin (1KK/3 Jiwa), Dadang Suryanto (1KK/3 jiwa), Saifudin (2KK/5 Jiwa), Suratman (3KK/7 Jiwa)

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun demikian, kerusakan pada rumah warga dan akses lingkungan mengakibatkan kerugian material sementara yang diperkirakan mencapai Rp55.750.000. Selain itu, warga terdampak juga mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya yang lebih aman.

Habib menegaskan, PMI telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kelurahan setempat karena warga terdampak tanah gerak terkendala administrasi. Saat ini, katanya, posko sudah didirikan untuk memantau perkembangan.

“Kita sudah melakukan asesmen dan koordinasi. Selanjutnya kita tunggu arahan dari kelurahan” ujarnya.

Ketua RT 07 RW 01 Joko Sukartono saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa instansi terkait sudah turun ke lapangan dan membantu warga terdampak dan sudah memberikan perhatian serius terhadap bencana yang dialami warganya.

“Beberapa instansi terkait sudah pada datang memberikan bantuan evaluasi, seperti relawan PMI, Polsek, Koramil, ESDM, pihak Kelurahan dan kecamatan. BPBD Kota Semarang sudah memberikan bantuan sembako, terpal dan matras untuk alas tidur warga. Namun belum ada bantuan tenda,” jelasnya.

Joko berharap, Pemerintah Kota Semarang, melalui jajaran dinas terkait bisa segera memberikan bantuan tenda untuk warganya yang terdampak. Agar jika nantinya hujan bisa untuk berteduh.

“Harapannya tenda bisa segera dikirimkan Mas. Biar warga bisa “ngeyup” (berteduh) saat hujan datang” harapnya. (*)

Atasi Over Stok, PMI Kota Semarang Manfaatkan Komponen Darah Untuk Terapi Nebu PRP

Lingkar.co – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS) mengungkapkan klinik Utama PMI Kota Semarang telah melayani terapi nebu (nebulisasi) PRP allogen.

Ia menyebut layanan terapi tersebut merupakan inovasi hasil penelitian UDD PMI Kota Semarang dalam mengatasi kasus kelebihan stok darah karena permintaan darah semakin menurun.

“Tantangan di kota Semarang ini adalah menurunnya kebutuhan darah ditengah meningkatnya stok darah, karena animo pendonor darah di kota Semarang itu luar biasa,” ujarnya dalam jumpa pers kegiatan Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) di aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026).

Dijelaskan, PRP atau Platelet-Rich Plasma merupakan sebuah upaya medis dalam memanfaatkan sel darah sisa produk olahan arah untuk kepentingan transfusi. Plasma trombosit darah bisa masuk ke dalam tubuh melalui terapi uap (nebulisasi).

“Dari komponen darah itu memberikan efek terapi untuk regenerasi sel untuk kasus-kasus tertentu yang sedang diriset dan dikembangkan sekaligus melalui pelayanan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, trombosit kaya dengan plasma yang berfungsi untuk memperbaiki dan mempercepat regenerasi sel-sel kulit, memperbaiki sel pankreas, kolesterol, asam urat, dan juga untuk mengatasi kasus osteoporosis (pengapuran tulang).

Dengan demikian darah yang disumbangkan secara sukarela tidak ada yang terbuang dan menambah kemandirian ekonomi PMI, “Ini kami lakukan untuk menambah kemandirian PMI,” urainya.

Untuk itu, lanjutnya, pada musyawarah kerja telah disepakati untuk mengembangkan bioregeneratif and healthness centre sebagai salah satu unit baru yang akan dikelola secara profesional dan meningkatkan kemandirian PMI Kota Semarang.

Meski sudah bisa diakses oleh masyarakat, namun ia menyebut layanan terapi tersebut masih belum dikelola secara profesional karena pembangunan fasilitas khusus bioregeneratif and healthness centre baru akan dilakukan.

” Anggaran yang dialokasikan untuk merenovasi lantai dua gedung markas itu sekitar Rp2,3 miliar dan diharapkan bisa selesai di pertengahan semester pertama tahun ini sehingga awal pertengahan semester kedua bisa mulai operasional,” paparnya.

Ia mengakui, semua pelayanan kesehatan di Klinik Utama PMI Kota Semarang belum bisa menerima pasien BPJS Kesehatan. Meski demikian, ia memastikan masyarakat akan bisa menerima pelayanan dengan harga yang terjangkau.

“Ini adalah pelayanan yang basiknya itu kemanusiaan, maka ini akan ditekan untuk memberikan yang terbaik bagi manusia yang lain. Jadi walaupun tidak ada BPJS dan tidak ada asuransi kesehatan tapi tetap terjangkau,” tegasnya. (*)

Klinik Utama PMI Kota Semarang Buka Layanan Vaksin, Siap Layani Jemaah Haji dan Umroh

Lingkar.co – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS) mengungkapkan klinik Utama PMI Kota Semarang pada pertengahan bulan ini sudah bisa melayani vaksin meningitis.

“Bagi yang mau umroh atau haji bisa vaksin di klinik PMI Kota Semarang,” kata dr. Awal saat memaparkan program kerja dalam Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) di aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Rabu (4/2/2026) pagi.

Selain vaksin meningitis, Klinik Utama PMI Kota Semarang juga bakal melayani vaksin Polio, Influenza, Human Papillomavirus (HPV), dan sebagainya.

Selain pengembangan klinik, Awal juga menyampaikan keberhasilan dalam pengembangan UDD PMI Kota Semarang sehingga bisa mendukung klinik untuk melayani pasien talasemia.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan PMI Kota Semarang melaksanakan Bulan Dana PMI dengan rebranding menjadi Bulan Kemanusiaan yang menyuarakan isu kemanusiaan secara tematik.

“Sound for humanity, Untuk bulan kemanusiaan tahun ini kita mengusung tema lansia dan disabilitas,” paparnya.

Selain itu, Awal juga menyampaikan layanan baru dalam memanfaatkan komponen darah yang tidak diproses untuk transfusikan ke tubuh pasien dengan terapi Platelet-Rich Plasma (PRP).

“Nantinya kita rombak gedung markas lantai dua khusus untuk layanan terapi ini, sementara ini masih dalam tahap uji coba, tapi masyarakat sudah bisa memanfaatkan layanan ini dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Ketua Bidang Kerja Sama PMI Jawa Tengah, Prof. FX Sugiyanto, MS menyatakan, PMI Kota Semarang merupakan salah satu dari PMI Kabupaten/Kota yang dikenal cukup kreatif dan maju dalam membangun kemandirian ekonomi serta tinggi dalam perolehan Bulan Dana.

Ia bilang, PMI Jawa Tengah juga akan melakukan Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov). Untuk itu, ia berharap partisipasi PMI Kota Semarang dalam menyumbangkan saran dan ide kreatif.

“Kami harapkan PMI Kota Semarang nanti bisa hadir dan berbagi pengalaman dan kreatifitas saat di Muskerprov nanti,” tuturnya. (*)

Farid Ma’ruf Kembali Pimpin PMI Kabupaten Cilacap

Lingkar.co – Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M., kembali terpilih menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap periode 2026-2031 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2026 di Aula Markas PMI Cilacap, Selasa (27/1/2026).

Acara ini dihadiri Dewan Kehormatan PMI, Pengurus Kabupaten, Pengurus Kecamatan, Direktur Klinik Pratama Rawat Inap PMI serta 5 orang perwakilan dari unsur Relawan (KSR, TSR/SIBAT) PMI Kabupaten Cilacap. Hadir pula Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh dr. Hartanto, M. MED,SC selaku Ketua Bidang Pelayanan Darah sekaligus Plt. Kepala Markas PMI Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris PMI Cilacap Sumaryo mengatakan, Farid Ma’ruf terpilih kembali secara musyawarah mufakat oleh forum peserta MUSKAB sebagai Ketua PMI Kabupaten Cilacap Masa Bakti 2026 – 2031.

“Karena hanya satu orang calon, maka sepakat dilakukan pemilihan dengan musyawarah mufakat dan dengan aklamasi memilih Pak Farid Ma’ruf,” kata Sumaryo.

Sementara itu, Farid Ma’ruf dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PMI Cilacap lima tahun ke depan. Dan pihaknya menjamin akan mengelola Bulan Dana PMI dengan baik dan menjalankan tagline “Terdepan dan Tercepat” untuk kemanfaatan masyarakat.

“Kita akan melanjutkan dan meningkatkan program unggulan periode sebelumnya seperti operasi katarak, pemberian kacamata gratis, khitanan massal, serta optimalisasi Unit Donor Darah (UDD) dengan alat donor apheresis yang bisa memberikan manfaat maksimal dengan jumlah pendonor yang lebih sedikit,” ungkap Farid.

Plt. Kepala PMI Provinsi Jawa Tengah, Hartanto dalam kesempatannya meminta agar kepengurusan baru segera dibentuk dan rencana program segera diwujudkan secara bertahap serta meningkatkan kerjasama antar unit untuk mendongkrak kegiatan PMI Cilacap usai terpilihnya Ketua PMI baru periode 2026-2031.

“Segera dibentuk kepengurusan bersama para formatur dan rencana program yang sudah disampaikan segera diwujudkan tahun per tahun, dan kerja sama antara UDD, markas dan klinik bisa mendongkrak kegiatan dari PMI di Kabupaten Cilacap,” ungkapnya.

Dalam acara ini sebelumnya dilaksanakan beberapa agenda penting pada MUSKAB kali ini, antara lain Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus PMI Masa Bakti 2021 – 2026 dan Penyampaian Pokok-pokok Kebijakan, Rencana Strategis dan Rencana Operasional Tahun 2026 – 2031. (*)

Akibat Cuaca Ekstrem, Wilayah Barat Kota Semarang Terdampak Banjir dan Longsor

Lingkar.co – Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu ini mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir dan longsor, seperti yang melanda wilayah barat kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, banjir memasuki permukiman penduduk Jl. Gunung Jati Selatan RT 1-8 RW 2 Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.terjadi pada hari Kamis (15/1/2026) pada pukul 21:00 WIB

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Penanggulangan Bencana (PB), M. Abdul Rafi saat ditemui mengatakan, Posko 24 jam PMI Kota Semarang melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana saat hujan lebat dengan intensitas yang tinggi mengguyur wilayah Kota Semarang.

“Berdasarkan keterangan Ketua RW 02, luapan Sungai Plumbon mengakibatkan permukiman warga di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 80–100 cm. Ketua RW 02 kemudian meminta bantuan Posko PMI Kota Semarang untuk melakukan evakuasi warga terdampak,” ungkapnya, Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan pantauan dan hasil asesmen relawan PMI, luapan air sungai yang sempat merendam beberapa wilayah di Kelurahan Wonosari sudah surut. Namun akses menuju lokasi jalan sedikit tertutup lumpur.

“Dapur umum mandiri dilaksanakan di RT 9 RW 2 dekat pos kamling hasil swadaya masyarakat kelompok jumat berkah. Dapur umum mencakup kurang lebih 9 RT dan warga sudah kembali beraktivitas normal,” urainya.

Tanah Longsor

Selain banjir, Intensitas hujan yang tinggi juga mengakibatkan tanah longsor menimpa dua rumah warga Jl. Simongan No.1, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekira pukul 21:00 WIB

“Berdasarkan informasi dari WA Grup terjadi talut longsor yang menyebabkan tembok gereja roboh dan menimpa 2 rumah warga, bagian dapur rumah Pak Ferdi dan Pak Bayu,” jelasnya.

Relawan yang melakukan asesmen mencatat 3 KK 10 jiwa terdampak longsor. Mereka terdiri dari 2 perempuan dewasa, 3 laki laki dewasa, 3 perempuan lansia, 1 lansia laki laki, dan seorang balita, ‘Kerusakan rumah huni bagian dapur kondisi rusak ringan,” paparnya.

Peristiwa serupa juga terjadi di Jl. Abdulrahman Saleh No.180, Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada hari yang sama sekitar pukul 00:25 WIB. Namun kejadian tersebut hanya menyebabkan kerusakan pada teras rumah warga.

Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Y., M.Biomed menuturkan, pihaknya terus menyiagakan Posko layanan selama 24 jam bersama relawan sebagai langkah dalam mengantisipasi potensi bencana yang terjadi di wilayah kota Semarang,

Ia bilang, setiap bantuan yang diterima oleh masyarakat merupakan bentuk pengembalian dari kegiatan Bulan Dana PMI yang dikemas dalam konsep Bulan Kemanusiaan secara tematik dan rutin digelar setiap tahun.

“Harapan kami layanan yang diberikan PMI dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Kota Semarang,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Banjir di Kendal Meluas, Berikut Laporan Situasi Terkini

Lingkar.co – Banjir yang melanda kabupaten Kendal meluas menjadi lebih dari tujuh kecamatan. Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal, Muh Nurfathoni memaparkan laporan situasi terkini, Sabtu (17/1/2026).

Toni, sapaan akrabnya menyebut sejumlah titik banjir terjadi di kecamatan Ngampel, Kecamatan Pegandon, Kecamatan Brangsong, Kecamatan Kendal Kota, Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kecamatan Patebon, Kecamatan Rowosari, dan beberapa kecamatan lain.

Tingginya curah hujan di sebagian wilayah di kabupaten kendal sejak dari hari Rabu hingga Kamis (14-15/1/2026) menyebabkan beberapa limpasan sungai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).

Ia menyebut laporan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) PMI mencatatkan limpasan aliran sungai masuk dan berdampak ke beberapa wilayah seperti limpasan Sungai Penut berdampak ke Desa Karangmulyo, Desa Banyu Urip, Desa Ngampel Kulon dan Ngampel Wetan.

Kemudian, lanjutnya, air Sungai Kendal meluap dan berdampak ke beberapa wilayah, diantaranya; Desa Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Ngilir, Karangsari, Pekauman, Pegulon, Kobondalem, dan Patukangan.

“Limpasan aliran Sungai Waridin ke Desa Karang Tengah, Kumpulrejo, Kebonadem, Candiroto, Brangsong, Wonorejo, dan Krajan kulon. Sedangkan limpas aliran Sungai Aji berdampak ke Desa Plantaran, dan Desa Sarirejo,” urainya.

Pusdatin PMI Kabupaten Kendal juga mencatat, banjir tersebut mengakibatkan terputusnya akses transportasi darat dan kereta api.

“Dampaknya, banjir masuk ke permukiman warga dan mengganggu aktifitas warga, tercemarnya sumber air, akses ke daerah terdampak terhambat, dan jaringan listrik dan telekomunikasi terganggu,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, banjir juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian di wilayah terdampak, terhentinya aktifitas di beberapa titik pasar induk dan pasar lokal, terkendalanya kegiatan belajar mengajar di beberapa fasilitas pendidikan yang terdampak, dan terhambatnya kegiatan peribadatan di wilayah terdampak

Tidak hanya itu, kata Toni, banjir juga berpotensi menimbulkan beberapa penyakit dari dampak limpasan air sungai, terhambatnya pelayanan administratif di kantor desa atau kelurahan yang terdampak, dan terhentinya aktifitas di beberapa titik pusat kesehatan masyarakat di area terdampak.

Menurut Toni, laporan menyebut hasil asesmen terbaru sebanyak 2.552 KK atau 8.358 Jiwa, dan 2.126 unit rumah terendam air

Kemudian, lanjutnya, banjir juga berdampak pada 18 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas kesehatan, 7 unit perkantoran, 48 unit tempat ibadah.

Masih tingginya curah hujan juga disebut menjadi hambatan relawan melakukan asesmen dan mendistribusikan bantuan.

“Saat ini warga butuh air bersih, peralatan kebersihan, dan kebutuhan dasar seperti makanan dan air minum dalam kemasan,” paparnya.

Pusdatin PMI Kabupaten Kendal juga mencatat kebutuhan dasar bagi kelompok rentan, dan kebutuhan sanitasi.

“PMI memberikan pelayanan asesmen, membuka dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik untuk dapur umum madiri, dan pelayanan kesehatan,” jelasnya (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat