Arsip Tag: Sri Setyorini

Datangi Warga Desa Nglebak Iuran dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Menden–Megeri, Arief Rohman Dituding Cari Konten

Lingkar.co – Bupati Blora Arief Rohman dituding mencari konten saat mendatangi warga Desa Nglebak Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang secara mandiri melakukan perbaikan jalan dengan cara urunan (iuran) dan gotong royong.

Mereka bahu-membahu menyumbangkan berbagai kebutuhan. Ada yang menyumbang material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga penyediaan konsumsi bagi para pekerja. Proses pengerjaan dilakukan setiap hari secara bergantian, dari sore hingga malam hari.

Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan, gerakan gotong royong ini bermula dari rapat RT di Dusun Kalikangkung yang menyepakati pembangunan jalan secara swadaya.

Seluruh bantuan,nkata dia, baik material, tenaga, maupun dana, dikoordinasikan oleh perangkat desa dan dicatat secara transparan melalui papan pengumuman

Untuk konsumsi warga yang bergotong royong, lanjut kades, dipenuhi oleh ibu-ibu setempat dengan anggaran yang juga berasal dari swadaya masyarakat.

Sebagai informasi, Desa Nglebak dikenal sebagai salah satu sentra pertanian tebu di wilayah Kecamatan Kradenan.

Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, dan hampir setiap keluarga juga memiliki ternak sapi sebagai penopang ekonomi rumah tangga.

Kondisi infrastruktur jalan yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan peternakan warga.

Pada saat gotong royong, Bupati Blora, Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini mengunjungi desa tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan menyusul viralnya aksi gotong royong warga yang guyup dan kompak memperbaiki jalan secara swadaya melalui media sosial TikTok akun Nglebak Official.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Arief bersama rombongan berkeliling kampung dengan jalan kaki untuk melihat langsung pembangunan jalan rabat beton yang dilakukan warga di ruas Menden–Megeri dan Getas Kalikangkung.

Saat berdialog dengan masyarakat, Bupati Arief langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengirimkan tanah grosok guna mengurug bahu jalan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya swadaya warga.

Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta rombongan. Ia mengungkapkan bahwa ruas jalan Menden–Megeri terakhir kali dibangun sekitar tahun 2012.

Usai meninjau lokasi, kegiatan Bupati dilanjutkan dengan buka puasa bersama di rumah kepala desa, salat tarawih berjamaah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora dua periode itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih ada sejumlah ruas jalan yang belum tertangani. Ia mengakui bahwa persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

“Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, kebutuhan peningkatan infrastruktur masih sangat besar,” ujarnya saat itu.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar model gotong royong swadaya masyarakat yang dilakukan warga Nglebak ini dapat dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Blora.

Bupati berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan jalan tersebut pada tahun 2027. Namun demikian, pihaknya akan berusaha mengakomodasi pembangunan lebih cepat melalui anggaran perubahan 2026 apabila memungkinkan.

Diketahui, jumlah warga di Desa Nglebak ada sekitar 3.000 an warga, dari 1.300 -an KK. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Nglebak lebih banyak mengarah ke wilayah Ngawi dibandingkan ke Blora.

Jarak menuju pusat Kota Blora lebih jauh sekitar 55 kilometer, dengan waktu tempuh hingga 2 jam. Sementara jika ke Ngawi, warga hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan jarak kurang lebih 10 kilometer.

Tak heran, jika aktivitas warga lebih banyak ke Ngawi, mulai dari menjual hasil pertanian dan lainnya.

Cari Konten

Namun, kedatangan Bupati Blora, Arief Rohman, ke Desa Nglebak, Rabu (18/3/2026) lalu, kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Orang nomor satu di Blora itu dinilai hanya sekadar ikut nimbrung membuat konten, usai viralnya aksi warga membangun jalan dengan cara iuran swadaya.

”Saya itu datang ke Nglebak, dimana warganya tengah berswadaya membangun jalan, tidak semata mata untuk ngonten. Melainkan saya memberi apresiasi dan juga menyerahkan bantuan. Saya bantu semen 300 sak, perintahkan OPD untuk membantu grosok. Sama sekali tidak ingin membuat konten,” tandas Mas Arief, panggilan akrab Arief Rohman, Rabu (25/3/2026)

Sejalan dengan pernyataan Arief Rohman, warga setempat membantah anggapan bahwa kunjungan tersebut sekadar untuk membuat konten.

Seperti disampaikan Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono sebelumnya. Dia menandaskan, kehadiran Bupati Arief justru membawa bantuan nyata bagi pembangunan jalan di wilayahnya.

“Pak Bupati datang ke sini diundang oleh pemerintah desa Nglebak, dan beliau juga membawa bantuan. Ada bantuan semen, kemudian material grosok yang digunakan untuk perbaikan jalan,” jelas Kades Eko.

Menurut Eko, Bupati Arief saat berada di hadapan warga Nglebak, menjanjikan kelanjutan pembangunan melalui anggaran pada 2026 perubahan atau paling lambat 2027, Bupati Arief tidak menampik hal itu.

Kami mengupayakan nanti rusa jalan di Nglebak bisa dapat dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD). ”Saya akan mengupayakan bisa dapat dana IJD,” kata Arief.

Bupati menandaskan, nantinya dua desa di Menden, yakni Nglebak dan Megeri akan dijadikan pusat perekonomian.

Saat ini, kata dia, ada Proyek Strategi Nasional (PSN) di desa tersebut, sehingga nantinya praktis jalan dipastikan juga akan dibangun.

”Namun saya tetap akan mengupayakan, kalau memungkinkan pembangunan jalan akan dianggarkan di perubahan 2026 ini, selain itu seperti tadi, saya akan mengupayakan dapat dana dari IJD,” pungkasnya. (*)

Wabup Blora Sebut Jalan Mantap Meningkat Jadi 69,51 Persen

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyoini, menyebut pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp301 miliar, dengan kondisi jalan mantap meningkat menjadi 69,51 persen.

Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini itu menyampaikan bahwa Bupati Blora, Arief Rohman, tidak dapat hadir karena melaksanakan Salat Idulfitri di kampung halamannya di Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.

Selain sektor infrastruktur, Budhe Rini juga memaparkan capaian lain, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen pada 2024 menjadi 10,58 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora juga tercatat meningkat menjadi 5,34 persen pada tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai waktu untuk kembali ke fitrah, memperkuat empati, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Idulfitri hadir sebagai pengingat bagi kita semua untuk kembali mengasah nurani, meningkatkan empati, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunnur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Budhe Rini juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik guna memperbarui data kependudukan, khususnya status pekerjaan dalam KTP agar sesuai dengan kondisi riil.

“Khususnya status pekerjaan mohon untuk disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Ini penting untuk update data kemiskinan,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Melalui semangat Sesarengan mBangun Blora, mari kita jaga daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,” pesannya.

Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Masnun yang mengangkat tema hakikat kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.”
Ia menegaskan bahwa Idulftri bukan hanya kemenangan secara spiritual, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan diri”

“Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan dalam mengendalikan fisik, emosi, dan hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai sosial dalam ibadah puasa, seperti menahan diri dari prasangka buruk dan menumbuhkan sikap saling menghormati, harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.

Sebagai informasi, ribuan jemaah memadati masjid sejak pagi hari untuk melaksanakan salat Idulfitri yang dipimpin oleh KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali. Turut hadir jajaran Forkopimda dalam pelaksanaan ibadah tersebut. (*)

Wujudkan Ekonomi Hijau, Pemkab Blora Gandeng ITB

Lingkar.co ,- Pemerintah Kabupaten Blora menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mewujudkan ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal itu perkuat dengan kunjungan Koordinasi Rencana Kerja Sama Program Carbon Capture Utility Storage (CCUS) Dan Pembahasan Usulan Warisan Budaya Takbenda Bersama ITB pada Senin (5/1/2026) sore.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman bersama dengan wakil Bupati Sri Setyorini, Sekda dan sejumlah OPD terkait disambut langsung oleh Prof. Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB bersama sejumlah pejabat lain dari ITB.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada ITB yang telah berkenan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora. Ini adalah dukungan pembangunan yang luar biasa bagi kami,” kata Bupati Arief Rohman, mengawali sambutan.

“Pembangunan Kabupaten Blora kami arahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang maju dan berkelanjutan, dengan tetap berakar pada potensi lokal,” sambungnya.

Menurutnya Pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon yang cocok dengan karakteristik kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Bagi Kabupaten Blora, CCUS bukan hanya agenda global, tetapi peluang strategis untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang,” paparnya.

Arief lantas menjelaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat.

“Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual, tetapi berkembang menjadi riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Ia bilang, adanya rencana Blora Biochar dan Carbon Farming Hub dipandang sejalan dengan kebutuhan daerah, karena tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi karbon. Namun lebih dari itu juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal, melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Arief melanjutkan, pembangunan berkelanjutan bagi Kabupaten Blora tidak hanya sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai komitmen untuk merawat jati diri dan warisan budaya.

“Salah satu kekayaan budaya kami adalah kesenian Barongan, yang mengandung nilai sejarah, sosial, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Blora,” urainya.

Oleh karena itu, dirinya menyinggung upaya pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah arus modernisasi.

“Bagi kami, Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi representasi relasi manusia dengan alam, solidaritas sosial, dan nilai keberlanjutan yang telah hidup dalam masyarakat Blora,” tuturnya.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berharap terumuskan kerja sama yang jelas, terukur, dan berkelanjutan, baik dalam pengembangan CCUS maupun penguatan pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda, serta semakin kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Blora dan ITB dalam menghadirkan pembangunan berbasis riset dan inovasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung atas komitmen dan dukungan yang diberikan. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Blora dan berkontribusi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara, Prof. Sanggono Adisasmito Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB menyambut baik kehadiran Bupati bersama rombongan di kampus ITB ini.

Salah satu pengmat budaya Muksin mengatakan layak untuk diajukan ke UNESCO, oleh sebab itu ia mengajak untuk bersama-sama dan berusaha mengangkat barongan ini ke kancah Nasional dan Internasional.

Hal senada juga di ucapkan oleh Panca waluyo tim teknis dirjen pendidikan vokasi kemendikdasmen yang menyatakan siap untuk membantu pemkab Blora mengangkat Barongan untuk dikenal baik di dalam negeri dan luar negeri.

“Saya pernah ikut membantu ponorogo untuk reog bisa diakui secara internasional dan saya tentu siap membantu Blora mengangkat Barongan agar lebih dikenal dan diakui di tingkat internasional,” ucapnya dengan semangat.

Usai diskusi dilanjutkan keliling kampus ITB dan ke sejumlah Lab praktek yang dimiliki kampus tersebut. (*)

Wabup Blora; 100 Becak Listrik dari Presiden Prabowo Bukan Sekedar Alat Transportasi

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyatakan, 100 unit becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana utama bagi para pengayuh becak dalam mencari nafkah.

“Kehadiran becak listrik diharapkan dapat meringankan beban kerja, menjaga kesehatan, serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan penerima bantuan,” ujarnya saat serah terima secara simbolis bantuan 100 unit becak listrik dari Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) bagi para pengayuh becak Blora di Pendopo Kabupaten Blora, Minggu (28/12/2025).

Maka, Budhe Rini sapaan akrab Sri Setyorini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Prabowo Subianto atas perhatian dan kepeduliannya terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat Blora, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional atas bantuan 100 becak listrik ini. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak,” ucaprnya.

Kedepan, pihaknya juga berkomitmen mengawal pemanfaatan bantuan becak listrik agar digunakan secara tepat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan menyampaikan bahwa bantuan becak listrik ini diharapkan mampu menambah pendapatan masyarakat, khususnya para pengemudi becak, sekaligus menjadi sarana transportasi ramah lingkungan yang mendukung upaya pengurangan polusi.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Blora untuk menyiapkan fasilitas pengisian daya baterai (charger) serta meminta Dinas Perhubungan menyiapkan rute yang aman dan layak bagi operasional becak listrik.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Blora juga menyalurkan 100 paket sembako kepada para pengayuh becak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan tambahan.

Acara tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Blora serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Blora.

Usai penyerahan bantuan, para tamu undangan menaiki becak listrik dan berkeliling, sebagai bentuk dukungan serta uji coba langsung operasional becak listrik di wilayah perkotaan.

Para penerima bantuan menyambut antusias program tersebut dan berharap kehadiran becak listrik dapat meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup para pengayuh becak di Kabupaten Blora. (*).