Arsip Tag: Infrastruktur Jalan

Resmikan Jalan Lubuk Dalam-Way Urang, Dorong Perekonomian Kawasan Wisata Batu Rame,

Lingkar.co – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan ruas jalan Lubuk Dalam-Way Urang di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (21/4/2026).

Jalan sepanjang 1.075 meter itu memperlancar akses menuju Kawasan Wisata Batu Rame, Pantai Ketang serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata.

“Alhamdulillah pembangunan jalan ini telah selesai dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami berharap keberadaan jalan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar,” ujar Egi.

Menurutnya, infrastruktur yang baik menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi wisata.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Saya titip kepada masyarakat agar jalan ini dijaga dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tuturnya. (*)

Prioritas Pembangunan Kabupaten Bogor Tahun 2027 Masih Genjot Infrastruktur

Lingkar.co – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas utama pada tahun anggaran 2027.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan lebih dari Rp300 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah barat Kabupaten Bogor seperti Rumpin, Parung Panjang, Gunung Sindur, Sukajaya, hingga Nanggung.

Ke depan, kata dia, pembangunan jalan akan terus diperluas, termasuk pembangunan akses jalan di Desa Malasari Kecamatan Nanggung sepanjang 18 kilometer, pembangunan akses jalan di wilayah Cijeruk, serta pengembangan jalur penghubung kawasan Transyogi menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kabupaten Bogor.

“Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah barat guna meminimalisasi dampak aktivitas kendaraan tambang terhadap masyarakat,” ungkap Rudy, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Rudy, tantangan pembangunan di Kabupaten Bogor cukup besar mengingat wilayah ini memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni sekitar 6,19 juta jiwa.

Jumlah tersebut tersebar di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Kondisi tersebut membuat dinamika kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bogor terus berkembang.

“Pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur, peningkatan layanan dasar masyarakat, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah,” tandasnya.

Rudy melanjutkan, tidak hanya infrastruktur, arah pembangunan Kabupaten Bogor juga menitikberatkan pada peningkatan pelayanan masyarakat. Salah satunya melalui kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat dengan nilai pajak dibawah Rp100 ribu.

Pemkab Bogor juga terus memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) dengan menjamin kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Saat ini pemerintah daerah menanggung iuran BPJS bagi sekitar 6,19 juta penduduk.

“Bagi kami, hak dasar masyarakat adalah kesehatan dan pendidikan. Karena itu pemerintah hadir memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Selain program layanan dasar, sejumlah proyek strategis juga diproyeksikan menjadi penggerak pembangunan Kabupaten Bogor ke depan.

Ia menyebut diantaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir Galuga yang ditargetkan mampu menghasilkan listrik sekitar 50 megawatt.

“Di sektor pengembangan wilayah, pemerintah pusat juga menunjuk Kabupaten Bogor sebagai lokasi pembangunan sport center berskala internasional di Kecamatan Rancabungur dengan luas lahan sekitar 500 hektare,” paparnya .

Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis agar pembangunan dapat menjangkau seluruh wilayah.

Lebih lanjut Bupati menegaskan, seluruh rencana pembangunan tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk DPRD, pemerintah desa, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.

“Kabupaten Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang, tidak bisa dibangun oleh satu suku, dan tidak bisa dibangun oleh satu agama. Bogor harus dibangun bersama dengan semangat kebhinekaan dan rasa cinta kepada Kabupaten Bogor,” ujarnya. (*)

Proyek Pembangunan Jembatan Kalibelo Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.

Kepala DPUPR Batang Endro Suryono mengatakan, proses lelang sebenarnya telah dilakukan pada Januari 2026. Namun, hasil evaluasi menunjukkan tidak ada peserta yang lolos secara administrasi, teknis, maupun kualifikasi.

“Sudah dilakukan lelang pada Januari, tetapi tidak ada penyedia yang memenuhi syarat. Sehingga kami lanjutkan dengan proses tender ulang,” katanya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini proses tender ulang telah melalui tahapan review dari Inspektorat serta bagian hukum.

Pemerintah daerah menargetkan pengumuman tender dapat dilakukan dalam waktu dekat, dengan harapan penetapan pemenang dan penandatanganan kontrak dapat terealisasi pada pertengahan hingga akhir April 2026.

“Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik jembatan diperkirakan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun, yakni sekitar Juni hingga Oktober 2026. Target kami sebelum November 2026 pembangunan sudah selesai,” jelasnya.

Ia membeberkan, alokasi anggaran, proyek pembangunan Jembatan Kalibelo sebesar Rp8,9 miliar. Jembatan ini dirancang memiliki panjang sekitar 40 meter dengan lebar kurang lebih 9 meter.

Endro menambahkan, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kabupaten Batang.

“Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Wabup Blora Sebut Jalan Mantap Meningkat Jadi 69,51 Persen

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyoini, menyebut pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp301 miliar, dengan kondisi jalan mantap meningkat menjadi 69,51 persen.

Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini itu menyampaikan bahwa Bupati Blora, Arief Rohman, tidak dapat hadir karena melaksanakan Salat Idulfitri di kampung halamannya di Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.

Selain sektor infrastruktur, Budhe Rini juga memaparkan capaian lain, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,42 persen pada 2024 menjadi 10,58 persen pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora juga tercatat meningkat menjadi 5,34 persen pada tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai waktu untuk kembali ke fitrah, memperkuat empati, serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Idulfitri hadir sebagai pengingat bagi kita semua untuk kembali mengasah nurani, meningkatkan empati, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunnur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (21/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Budhe Rini juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum mudik guna memperbarui data kependudukan, khususnya status pekerjaan dalam KTP agar sesuai dengan kondisi riil.

“Khususnya status pekerjaan mohon untuk disesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Ini penting untuk update data kemiskinan,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat semangat gotong royong, serta peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.

“Melalui semangat Sesarengan mBangun Blora, mari kita jaga daerah ini tetap aman, damai, dan sejahtera,” pesannya.

Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh Masnun yang mengangkat tema hakikat kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dalam khotbahnya, ia mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam firman-Nya, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.”
Ia menegaskan bahwa Idulftri bukan hanya kemenangan secara spiritual, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan diri”

“Hari ini adalah hari kemenangan. Kemenangan dalam mengendalikan fisik, emosi, dan hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai sosial dalam ibadah puasa, seperti menahan diri dari prasangka buruk dan menumbuhkan sikap saling menghormati, harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.

Sebagai informasi, ribuan jemaah memadati masjid sejak pagi hari untuk melaksanakan salat Idulfitri yang dipimpin oleh KH. Muhammad Ahmad Muharror Ali. Turut hadir jajaran Forkopimda dalam pelaksanaan ibadah tersebut. (*)

Pembangunan Infrastruktur Jalan Daerah Terpencil Tapal Batas Jombang Manfaatkan Program Karya Bhakti

Lingkar.co – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoro Adi, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah tapal batas Kabupaten Jombang yang selama ini terisolasi akibat faktor geografis yang sulit ditembus seperti Jiporapah memerlukan strategi khusus dan sinergi yang kuat.

Terlebih untuk menuju Dusun Kedungdendeng, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tidaklah mudah. Akses jalan yang sedemikian rupa hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki atau menggunakan motor trail.

“Membangun infrastruktur di tapal batas seperti ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Medan yang menantang dan cuaca yang tidak menentu menuntut ketahanan fisik serta teknis yang tinggi,” ujarnya dalam siaran persnya, Jum’at (9/1/2026).

Untuk membangun daerah terpencil itu, Pemerintah Kabupaten Jombang bersinergi dengan TNI dan Polri melalui program Karya Bhakti.

“Oleh karena itu, kolaborasi melalui skema Karya Bhakti ini menjadi solusi efektif untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meski di tengah tantangan geografis yang ekstrem,” ujar Bayu.

Ia menjelaskan, skema kolaborasi Karya Bhakti terbagi dalam dua fase strategis, yakni; pembangunan jalan beton sepanjang 1,2 kilometer yang kini tengah dikerjakan oleh Kodim 0814 Jombang dengan alokasi anggaran Rp2 miliar.

Kemudian kerja sama dengan Polres Jombang yang akan menyambung pengerjaan tersebut dengan alokasi anggaran yang sama, yakni Rp2 miliar, Total investasi senilai Rp4 miliar ini bukan sekadar angka di atas kertas. Melainkan realisasi janji pemerintah untuk memutus rantai isolasi yang selama ini membelenggu warga Kedungdendeng.

Sebelumnya, Bupati dan Wakil Bupati Jombang Warsubi dan Muhammad Salmanuddin beserta Dandim 0814 Letkol Kav. Dicky Prasojo, Wakapolres Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo harus menyusuri jalan setapak yang ekstrem dengan motor trail.

Mereka menuju permukiman daerah terpencil di kabupaten Jombang, Kamis (8/1/2026). Rombongan disambut hangat oleh senyum tulus warga yang telah lama menanti. Tanpa sekat protokoler yang kaku, kunjungan dimulai dengan saling spa dan doa bersama.

Suasana semakin akrab saat Abah Warsubi sapaan akrab Bupati duduk bersila untuk sarapan pagi bersama warga. Di sela suapan nasi, percakapan mengalir santai namun penuh makna.

Warga menuturkan keluh kesah mereka. Mulai dari sulitnya mengangkut hasil bumi ke kota, hingga perjuangan saat ada warga yang sakit dan harus ditandu melalui jalan berlumpur menuju puskesmas. (*)

Pastikan Kualitas, Abah Warsubi dan Gus Salman Tinjau Hasil Pembangunan Jalan Tahun Anggaran 2025

Lingkar.co – Bupati Jombang, Warsubi (Abah Warsubi) bersama Wakil Bupati Salmanudin (Gus Salman) melakukan peninjauan langsung terhadap hasil pembangunan infrastruktur jalan tahun anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (6/1/2026) siang.

Keduanya sengaja melakukan hal itu untuk memastikan kualitas pengerjaan jalan sesuai standar dan sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas

Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu dan dua di Jombang itu didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyisir empat ruas jalan utama yang menjadi prioritas pembangunan, yakni; ruas Ploso-Munung, ruas Mojogulung-Bangsri, ruas Bangsri-Darurejo, dan ruas Bawangan-Tanjungwadung.

“Harapan kami, seluruh ruas jalan di Kabupaten Jombang bisa dalam kondisi baik. Jika akses transportasi lancar, maka distribusi barang dan mobilitas warga akan cepat, yang pada akhirnya ekonomi rakyat akan bergerak lebih kencang,” tutur Abah Warsubi.

Suasana hangat menyambut rombongan saat tiba di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan. Puluhan siswa-siswi dari SMP Negeri 2 Plandaan dan SD setempat tampak antusias menyapa kehadiran Bupati Jombang Warsubi.

Perbaikan jalan di wilayah ini membawa dampak signifikan bagi dunia pendidikan. Para wali murid mengungkapkan rasa syukurnya karena akses menuju sekolah kini jauh lebih aman dan nyaman. Tidak ada lagi kekhawatiran akan jalan yang bergelombang saat mengantar anak-anak mereka pergi bersekolah.

Kabar bahagia juga datang dari warga Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh. Warga menceritakan transformasi jalan desa mereka yang dulunya rusak parah, berlubang, dan becek (jembrot). Kini, kondisi tersebut tinggal kenangan. Jalanan yang telah mulus kini mempermudah warga untuk membawa hasil tani ke pasar dan melakukan aktivitas harian tanpa kendala medan yang berat.

Ditegaskannya, Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar soal aspal, melainkan tentang membangun harapan dan keselamatan warga. Dengan akses yang baik, diharapkan waktu tempuh antar desa semakin singkat, biaya logistik pertanian dan perdagangan menurun, keselamatan berkendara meningkat bagi seluruh masyarakat. (*)

Bupati Tegaskan Target Pemkab Tahun 2026; Jalan di Kendal 80 Persen Kategori Mantap

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kendal. Ia menyebut, pada tahun 2026 ini, Pemkab Kendal menargetkan 80 persen jalan kabupaten dalam kondisi mantap, sementara 15 persen lainnya berada pada kategori rusak sedang.

“Pembangunan infrastruktur jalan ini kita prioritaskan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Target kami di tahun 2026, 80 persen jalan kabupaten sudah mantap dan akses ke wilayah terpencil bisa terbuka,” ujar Bupati.

Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari menyampaikan hal itu saat melakukan monitoring pembangunan jalan kabupaten di Desa Sekucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (6/1/2026).

Sebagai informasi, jalan sepanjang 950 meter dengan lebar enam meter tersebut menjadi akses vital bagi warga dua dusun terpencil yang selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan infrastruktur.

Bupati mengamati jalan di kawasan pesisir ini sudah lama dalam kondisi rusak dan becek, sehingga menjadi kendala aktivitas warga setiap hari.

Padahal, terdapat sekitar 300 kepala keluarga. Setiap berangkat kerja, mereka harus melintasi jalan rusak untuk menuju pusat pemerintahan desa maupun ibu kota kecamatan. Kondisi ini kerap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan publik.

Pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dengan konstruksi cor beton hingga tembus ke Dusun Larangan dan Dusun Sigentong. Selain membuka keterisolasian wilayah, keberadaan jalan ini juga menghubungkan dua destinasi wisata pantai, yakni Pantai Manis dan Pantai Sendang Asih.

Atas perhatian Bupati Tika, Sekretaris Desa Sekucing, Mashudi, menyampaikan apresiasi karena pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, selama puluhan tahun dua dusun di wilayahnya terisolasi dan belum pernah mendapatkan pembangunan jalan baru.

Ia berharap sisa jalan yang belum dicor sepanjang sekitar 500 meter dapat diselesaikan tahun ini agar warga lebih mudah mengakses layanan pemerintahan serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal. Selama puluhan tahun dua dusun ini terisolasi. Semoga sisa jalan yang belum dicor bisa segera selesai sehingga warga lebih mudah beraktivitas,” kata Mashudi.

Hal senada disampaikan pengelola Pantai Sendang Asih, Heni Endang Setyowati. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, ia optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat dan berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar.

“Kalau jalannya bagus, wisatawan lebih mudah datang. Ini sangat membantu perekonomian warga dan pelaku wisata di sekitar pantai,” ujarnya.

Dengan pembangunan jalan kabupaten di wilayah pesisir Desa Sekucing ini, diharapkan akses transportasi warga semakin lancar, sektor pariwisata berkembang, serta perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Kendal terus meningkat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Jawab Keluhan Masyarakat, Bupati Batang Janji Perbaiki Jalan Rusak

Lingkar.co – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengakui, kondisi jalan yang memang sudah rusak. Dalam jangka pendek, kata dia, Pemerintah Kabupaten Batang akan melakukan penanganan sementara sambil memproses perubahan status jalan.

“Jalannya memang bolong-bolong. Sementara sambil proses, nanti dialihkan menjadi jalan kabupaten. Tahun depan saya bantu dulu Rp150 juta untuk menutup yang bolong-bolong,” jelasnya.

Ia mengatakan hal itu saat melakukan kegiatan Sambang Desa di Lapangan Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Selasa (16/12/2025). Ia memahami kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan lantaran beberapa warga menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait kondisi infrastruktur jalan dan drainase.

Ia juga meminta agar rencana pembangunan drainase dan penanganan lanjutan dicatat oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), “Nanti yang bikin drainase dan lain sebagainya, biar dari Bapperida yang mencatat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Faiz juga memaparkan kinerja pengelolaan anggaran Pemerintah Kabupaten Batang. Realisasi belanja daerah telah mencapai 82,31 persen, sementara pendapatan daerah sudah melampaui target di atas 100 persen.

“Batang ini termasuk 20 kabupaten terbaik se-Indonesia dan nomor dua se-Jawa Tengah dalam kinerja budgeting,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama di sektor infrastruktur, irigasi, dan penerangan jalan. Meskipun anggaran Kabupaten Batang tahun depan mengalami pemotongan hingga Rp240 miliar, tidak ada pengurangan untuk anggaran pembangunan infrastruktur.

“Tidak satu rupiah pun kita potong untuk infrastruktur, bahkan kita tambah. Yang kita efisiensikan adalah belanja ATK, snack, dan konsumsi rapat,” tegasnya.

Menurut Faiz, langkah efisiensi tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran lebih dari Rp30 miliar, yang selanjutnya akan dialokasikan untuk program-program prioritas, terutama infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Selain mengandalkan APBD, Pemkab Batang juga terus berupaya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Tahun ini, Kabupaten Batang memperoleh bantuan pembangunan jalan sebesar Rp18 miliar di wilayah Banyuputih Kedawung serta Rp7 miliar untuk ruas jalan BanyuputihLimpung,” terangnya.

Sementara itu, salah satu warga sekaligus sesepuh Dukuh Sudantono Sri Widodo (77) menyampaikan, permohonan langsung kepada Bupati terkait kondisi jalan yang rusak dan kerap menimbulkan banjir saat hujan.

“Kalau hujan itu banjir, Pak. Airnya bukan di pinggir, tapi di tengah jalan. Jalannya bolong-bolong dari pesarean sampai Dukuh Sudantono,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketiadaan saluran drainase menyebabkan air hujan menggenang dan bahkan masuk ke rumah warga. Selain itu, keberadaan gapura yang tidak dilengkapi saluran air turut memperparah kondisi aliran air.

“Kami mohon kalau bisa dibuatkan got di pinggir jalan, dialirkan ke selatan sampai sungai, supaya aliran air lancar,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Wagub Ungkap Jelang Akhir 2025 Infrastruktur di Jawa Tengah Rampung 99 Persen

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengatakan, hingga akhir tahun 2025 ini, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah, sudah menyelesaikan 99 persen pekerjaan infrastruktur di Jateng. Hanya ada satu pekerjaan pelebaran jalan di Kabupaten Grobogan, yang saat ini sedang berproses.

Hal itu dikatakan Gus Yasin, panggilan akrabnya, saat menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Bakti ke -80 Kementrian Pekerjaan Umum pada hari Rabu (3/12/2025), di Halaman Kantor PU BMCK Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

“Alhamdulillah semua sudah dikerjakan untuk tahun 2025, sesuai dengan program prioritas kami sesuai amanah Bapak Gubernur Ahmad Luthfi, yaitu pembangunan infrastruktur dan pertanian untuk ketahanan pangan,” ujar Gus Yasin.

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengisahkan sejarah peringatan Hari Bakti PU untuk mengenang peristiwa heroik tujuh pegawai PU Sapta Taruna yang gugur mempertahankan Gedung Departement Verkeer en Waterstaat, yang saat ini dikenal dengan nama Gedung Sate.

“Di Gedung yang bersejarah itu 80 tahun lalu ada peristiwa heroik. Mereka adalah pegawai yang punya keberanian luar biasa, dalam mepertahankan harga diri, cita-cita luhur dan rela mengorbankan nyawa. Hingga kini menjadi pondasi lahirnya Hari Bakti PU,” beber suami Ning Nawal itu.

Gus Yasin yang membacakan sambutan Menteri PU Republik Indonesia, juga menyampaikan tujuh pesan yang menjadi pondasi kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur. Pertama, value dasar. Yakni bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat, namun dilakukan dengan cara yang semakin cerdas.

Kedua, lanjutnya, menjaga integritas, sebagai marwah insan PU. Ketiga, bekerja dengan empati dan orientasi pelayanan. Keempat, membangun infrastruktur yang berkeadilan dan merata.

“PU untuk rakyat. Pembangunan tidak boleh berhenti di kota-kota besar. Keadilan harus hadir hingga desa terpencil pesisir dan wilayah perbatasan,” tegas putra Kyai Kharismatik almarhum Mbah Maimoen Zubaer itu.

Kelima, utamakan keselamatan, kualitas, dan akuntabilitas. Sehingga, setiap pekerjaan, infrastruktur harus tepat mutu dan tepat waktu. Serta anggaran yang dikelola harus penuh tanggung jawab.

Keenam, perlunya dilakukan inovasi dan percepatan menuju sasaran. Ini karena tantangan ke depan semakin kompleks. Sehingga diperlukan terobosan, metode baru, teknologi baru, desain baru dan langkah progresif untuk memastikan pembangunan lebih efisien dan berdampak.

Adapun ketujuh, Gus Yasin juga mengingatkan tentang pentingnya memelihara semangat pengabdian.

Pada kesempatan yang sama, Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sutami Award 2025, beberapa hari lalu. Dalam katagori Pemprov dengan kinerja terbaik dalam Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, Jawa Tengah maraih peringkat kedua.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas PU BMCK Hanung Triyono mengatakan, penghargaan tersebut merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya, pada tahun 2022 dan 2023, Pemprov memperoleh peringkat pertama. Sedangkan pada tahun 2024, mendapatkan peringkat kedua.

“Indikator untuk penghargaan ini terkait kinerja dalam menggerakkan sektor produksi penyedia jasa di kabupaten dan kota, yang semuanya dilaksanakan sesuai dengan aturan dan sumber daya yang ada,” jelas Hanung. (*)

Jalan Desa Mulyosari – Damarjati Kendal Belum Pernah Pernah Tersentuh Pembangunan

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto meninjau ruas jalan Desa Mulyosari – Damarjati yang belum pernah tersentuh oleh pembangunan sama sekali, Rabu (19/11/2025).

Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika ini menjadi bupati pertama yang melaksanakan pembangunan jalan kabupaten yang masih berupa tanah tersebut.

Sekretaris Desa Mulyosari, Kecamatan Sukorejo, Herlan mengatakan, akses jalan sekitar 1,6 kilometer tersebut masih berupa tanah dan sama sekali belum tersentuh pembangunan. Padahal jalan tersebut merupakan akses jalan kabupaten.

“Ini Ibu Bupati Kendal pertama yang melakukan survei dan melakukan pembangunan jalan ini. Jalan Desa Mulyosari – Damarjati ini belum pernah disentuh. Kalau hujan kita tidak bisa lewat, ada sekitar 1, 6 kilometer. Harapannya ini nantinya bisa dibangun semua, soalnya kalau tidak lewat jalan ini ketika kita mau ke jalan provinsi harus muter sekitar 7 kilometer,” katanya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari usai melakukan survei membenarkan bawa kondisi jalan tersebut masih berupa tanah liat dan saat musim hujan sangat membahayakan pengendara yang melintas.

“Jalan Desa Mulyosari ini adalah jalan kabupaten yang memang masih belum terbangun, masih tanah. Tetapi ini sudah akan dilaksanakan pembangunan hanya menunggu antrean beton saja,” kata Bupati Kendal.

Bupati Tika juga berharap kedepan dapat melaksanakan pembangunan jalan tersebut secara menyeluruh. Dan untuk sementara ini pembangunan hanya bisa dilaksanakan sepanjang 152 meter dengan anggaran sekitar Rp 298 juta.

“Tapi anggarannya masih mencukupi 152 meter. Nanti insyaallah tahun 2026 kami anggarkan. Kami menyadari itu jalan kabupaten dan masih tanah kemudian merupakan jalan penghubung antar desa, karena kalau di wilayah situ mau ke Desa Selokaton atau Kebumen muternya cukup jauh,” terangnya.

Sementara, Kepala DPUPR Kendal, Sudaryanto menambahkan, ruas jalan tersebut selama ini terlewatkan lantaran di sekitar wilayah tersebut masih banyak berupa kebun dan jarang pemukiman.

“Ruas jalan yang belum beton itu 1,6 kilometer, tapi 800 meternya sudah jalan batu dan yang 800 masih jalan tanah. Dan ini kita bangun sekitar 152 meter dulu berupa beton, pengerjaan tahap pertama diperkirakan sampai 13 Desember 2025,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W