Arsip Tag: Dedie A. Rachim

Perda Keolahragaan, Wujud Komitmen Pemkot Bogor Dukung Atlet Raih Prestasi

Lingkar.co – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) berkomitmen dalam pengembangan bibit atlet agar mampu meraih prestasi dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang keolahragaan.

Melalui Perda tersebut bisa menjadi acuan untuk terus melakukan pembinaan cabang olahraga, juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana yang harus dipenuhi.

“Kemudian pemberian insentif, baik kepada atlet, ofisial, pelatih, maupun atlet berprestasi, memang sudah harus disiapkan dan dilakukan dengan segala keterbatasan. Karena investasi untuk pembangunan manusia juga penting,” ujarnya saat membuka Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Bogor Tahun 2025 yang digelar di Grand Ballroom Green Forest, Pamoyanan, Bogor, Jumat (19/12/2025).

Oleh karena itu, dirinya mengajak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor untuk terus mengembangkan dan memajukan keolahragaan di Kota Bogor agar terus berprestasi dan mampu mencapai target 100 medali emas.

“Kita saling mendukung, kompak semua. Kita terus berupaya meningkatkan prestasi keolahragaan di Kota Bogor,” pesannya.

Sementara, Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot yang telah mendukung dalam pembinaan keolahragaan..

Raker ini, lanjut Dedy, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai sarana evaluasi dan perencanaan program kerja ke depan.

“Yang dibahas adalah kesiapan Kota Bogor dalam menyelenggarakan Porprov 2026, kesiapan kontingen Kota Bogor yang akan mengikuti Porprov 2026, serta perencanaan anggaran pembinaan prestasi Kota Bogor tahun 2026,” ujarnya. (*)

Dedy menambahkan, dari sisi prestasi, atlet Kota Bogor memiliki banyak potensi yang telah dibuktikan dengan capaian prestasi yang tidak hanya membanggakan Kota Bogor, tetapi juga Jawa Barat dan Indonesia.

“Potensi atlet kita sudah bisa membanggakan provinsinya dan negaranya. Pada PON 2024, atlet-atlet Kota Bogor menyumbang 25 persen medali emas untuk Jawa Barat. Di SEA Games, atlet Kota Bogor menyumbang 10 persen medali emas untuk Indonesia,” ujarnya.

“Artinya, potensi atlet Kota Bogor sangat mumpuni dan telah banyak membanggakan di berbagai multievent, baik PON, SEA Games, maupun Asian Games. Bahkan, emas pertama SEA Games juga diraih oleh atlet Kota Bogor,” sambungnya.

Ia berharap ke depan atlet Kota Bogor dapat terus berprestasi, mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat nasional, serta membanggakan Indonesia di tingkat internasional. (*)

Amankan Sejarah Kerajaan Pajajaran, Bogor Layak Miliki Museum

Lingkar.co – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan, saat ia berkunjung ke Bumi Ageung dan Prasasti Batutulis, Menteri Kebudayaan (Mendbud), Fadli Zon menegaskan tidak ada keraguan bahwa Kota Bogor merupakan salah satu lokasi berdirinya Kerajaan Pajajaran, sehingga layak memiliki museum.

“Jadi intellectual property right untuk Museum Pajajaran adalah Kota Bogor, karena fakta sejarahnya menunjukkan bahwa Sri Baduga Maharaja dinobatkan di sini dan adanya Prasasti Batutulis sebagai artefak utamanya,” ujarnya.

Wali Kota mengatakan hal itu saat menghadiri diskusi kelompok terpumpun bertema Perumusan Narasi Museum Pajajaran Kota Bogor yang diadakan oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor di Bumi Ageung, Rabu (17/12/2025).

Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Fadli Zon beberapa waktu lalu yang menyatakan akan memfasilitasi forum diskusi kelompok sebagai langkah awal mewujudkan Museum Pajajaran.

Ke depan, bersama Kementerian Kebudayaan, BPK Wilayah IX Jawa Barat, budayawan, sejarawan, akademisi, komunitas penggiat pelestarian sejarah, seniman, para ahli, serta seluruh unsur terkait akan berdiskusi dalam kelompok terpumpun mengenai bagaimana Museum Pajajaran dapat menjadi tempat pembelajaran, edukasi, sekaligus edutainment bagi generasi muda.

“Ke depan, generasi muda bisa mengetahui bahwa dari sinilah terdapat kontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia, yang di dalamnya ada peran penting masyarakat Sunda, salah satunya berasal dari Kota Bogor yang saat itu dikenal dengan Pakuan Pajajaran,” sambungnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara, mengatakan, secara umum museum memiliki sejarah dan perkembangan yang panjang.

Dahulu, katanya, museum difungsikan sebagai tempat mengumpulkan hasil penelitian, kemudian berkembang menjadi sarana pameran dan pengumpulan benda sejarah bernilai pendidikan, budaya, hingga alam.

“Sehingga di Indonesia, regulasi museum hingga saat ini masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 serta Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Museum,” ucapnya.

Senada, Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana juga mengatakan bahwa Jawa Barat akan memiliki museum yang dilengkapi berbagai koleksi khas di Kota Bogor karena Bogor memiliki kekhasan serta perjalanan sejarah yang panjang.

Kepala BPK Wilayah IX Jawa Barat, Retno, menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung upaya penelusuran jejak peradaban kuno yang telah ada, kemudian ditemukenali kembali dan diaktivasi agar di masa mendatang generasi muda tidak melupakan budayanya.

“Kegiatan penyusunan narasi ini merupakan arahan langsung dari Menteri Kebudayaan, Bapak Fadli Zon, saat bertemu dengan Wali Kota Bogor untuk merumuskan sejarah serta perannya bagi peradaban di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting dan diisi oleh berbagai pemangku kebijakan serta kepentingan,” ucapnya.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menuturkan hal yang sama terkait peran Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat dalam merumuskan arah pengembangan museum ke depan.

“Pembangunan tahap pertama telah selesai dengan berdirinya Gedung Museum Bumi Ageung. Saat ini kita merumuskan langkah strategis berikutnya, terutama terkait narasi atau storyline museum agar terus berkembang, termasuk pengisian koleksi,” kata Firdaus.

Firdaus menekankan bahwa penyusunan narasi tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar Museum Pajajaran memiliki alur cerita sejarah yang kuat dan komprehensif. (*)

Pemerintah Dorong Kampus Sediakan Beasiswa bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Lingkar.co – Wali Kota Bogor, Jawa Barat Dedie A. Rachim mendorong perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor untuk memberikan peluang bagi para calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar bisa kuliah melalui beasiswa.

Hal tersebut diungkapkan Dedie Rachim saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan pertemuan dengan para rektor se-Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (6/5/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan diskusi dan merancang program peningkatan lama sekolah hingga perguruan tinggi. Acara tersebut juga untuk mempromosikan keberadaan perguruan tinggi di Kota Bogor agar dapat menjadi pilihan bagi para calon mahasiswa.

Dedie Rachim menuturkan, Pemkot Bogor bersama para rektor sedang merancang pola ataupun skema pembiayaan salah satunya beasiswa bagi calon mahasiswa kurang mampu melalui program orang tua asuh dari berbagai industri.

“Jangan sampai ketika sudah mendapatkan kesempatan kuliah, mereka tidak lulus karena kendala ekonomi,” ujarnya.

Dedie Rachim mengatakan, saat ini lulusan SMA di Kota Bogor yang melanjutkan ke perguruan tinggi baru mencapai 31,5 persen.

Artinya, masih ada anak-anak di Kota Bogor yang belum melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal, Kota Bogor memiliki satu perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta yang bisa menjadi pilihan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Usulkan PAUD Jadi Bagian dari Wajib Belajar 13 Tahun

Sementara itu, terkait promosi perguruan tinggi di Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Kota Bogor sebagai kota yang indah dan sejuk memiliki sarana dan prasarana pendidikan perguruan tinggi yang memadai.

Ia pun berharap para orang tua di luar Kota Bogor dapat memberikan izin kepada calon mahasiswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi di Kota Bogor.

Rektor Universitas Ibn Khaldun Prof. Mujahidin menyampaikan, para rektor bersama Pemkot Bogor akan melakukan pendataan terlebih dahulu untuk mengetahui dasar dan latar belakang para lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Kalau karena ketidakmampuan ekonomi, kami akan carikan beasiswanya sehingga mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

Tak hanya itu, bersama Pemkot Bogor, para rektor juga akan mempromosikan keberadaan seluruh perguruan tinggi di Kota Bogor.

“Dari hasil diskusi ini akan berlanjut dengan pertemuan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kemudian akan kami bentuk polanya dan setelah itu akan ada pencanangan ajakan ‘ayo kuliah di Kota Bogor’,” ujarnya.

Ia berharap, langkah awal dalam merancang program ini dapat memberikan kontribusi dan dampak positif bagi Kota Bogor serta pendidikan di Indonesia. 

Sambut Porprov 2026, GOR Padjajaran Bakal Direnovasi

Lingkar.co – Kota Bogor, Jawa Barat menjadi salah satu tuan rumah dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) 2026.

Guna menyukseskan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana merenovasi Stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran.

Sebagai bagian dari persiapan Kota Bogor, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berkomitmen untuk belajar dan bebenah dalam pengelolaan stadion.

Dirinya pun bersama Kepala Dinas Olahraga (Kadispora), Taufik, bertolak menuju Stadion Joyokusumo di Kabupaten Pati dan dua stadion di Kabupaten Kudus, Stadion Wergu Wetan dan Stadion Supersoccer Arena.

Sehubungan dengan rencana renovasi GOR Pajajaran, Dedie Rachim menyampaikan bahwa dirinya perlu melihat dan belajar langsung ke stadion yang memiliki kapasitas sama.

“Termasuk jenis rumput dan fasilitas penunjangnya,” ucapnya, Rabu (23/4/2025).

Dedie Rachim menambahkan, kesamaan Stadion Joyokusumo, Stadion Mergo Wetan Kudus, dan Supersoccer Arena adalah kapasitasnya untuk sekitar 5.000 penonton.

“Sesuai dengan kapasitas Stadion Pajajaran Bogor,” ucap Dedie Rachim.

Dedie Rachim menegaskan, bahwa stadion tidak hanya sebagai tempat pertandingan, namun sebagai pusat pembinaan untuk para atlet.

“Ini komitmen Kota Bogor untuk terus belajar dalam pengelolaan stadion sebagai bagian dari persiapan Kota Bogor menjadi tuan rumah Porprov 2026,” ucapnya.

Baca Juga: Bandung Berbenah Menuju Peringkat Utama Kota Layak Anak

Dedie Rachim menambahkan, momentum Porprov adalah kesempatan yang baik untuk melihat standar fasilitas olahraga yang ideal sekaligus belajar dari daerah lain dalam pengelolaannya.

“Ini penting menjadikan stadion tidak hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan yang layak untuk atlet dan ruang publik yang representatif,” tutur Dedie Rachim.

Menurutnya, kunjungan ini sekaligus untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga yang dimiliki oleh Kota Bogor, sehingga dapat memenuhi standar Porprov sekaligus membawa dampak positif bagi
masyarakat.

“Saya pikir setelah kami lihat langsung kelihatannya memang cukup sesuai dengan ekspektasi saya, bahwa untuk membangun stadion di tingkat kota paling tidak rujukannya dari Stadion Joyokusumo, Stadion Mergo Wetan Kudus, dan Supersoccer Arena,” ucap Dedie Rachim.

Dalam kunjungannya, Dedie Rachim mengaku banyak belajar tentang berbagai persyaratan yang dibutuhkan untuk menggelar kegiatan, seperti liga dan kompetisi lainnya.

Dedie mengatakan, hal ini menjadi pelajaran penting, terutama dalam merancang inovasi sebagai bagian dari persiapan menyambut Porprov 2026.

Ia berharap kunjungannya bisa menjadi referensi berharga untuk pengembangan stadion di Kota Bogor.

“Alhamdulillah, kami mendapat penjelasan yang cukup baik dari Pak Sekda, Asisten Daerah, dan Kepala Dispora Kabupaten Pati. Saya ucapkan terima kasih atas sambutan dan penjelasannya,” ungkap Dedie Rachim.

Diakhir, Dedie Rachim mengatakan, tentang apa yang bisa ia bawa ke Kota Bogor, untuk kemudian diimplementasikan.

“Pertama, pengalaman Kabupaten Pati dalam mengelola Liga 2. Kedua, kami mendapat banyak masukan terkait hal-hal teknis, seperti sistem drainase, persyaratan keselamatan (safety), hingga pemenuhan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas,” ucapnya.

Menyingkap “Surga Tersisa” di Kota Bogor Simpan Potensi Pertanian Hingga Pariwisata

Lingkar.co – Kampung Tematik Agro Eduwisata Organik (AEWO) Mulyaharja menyimpan daya tarik tersendiri, baik di sektor pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, maupun kebudayaan. Bahkan, kampung itu disebut sebagai “surga tersisa” di Kota Bogor, Jawa Barat.

Pada sektor pertanian, dari total luas 23 hektar, AEWO Mulyaharja memiliki tiga hektar lahan pertanian organik. Luas lahan pertanian akan bertambah dua hektar seiring pengembangan dan perluasan lahan. Pada Kamis (17/4/2205), panen raya dilaksanakan di lokasi tersebut.

Utusan Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mengatakan, bahwa panen raya ini bukan hanya tentang memamerkan padi, tetapi juga memamerkan ide-ide kreatif.

“Konsep agro eduwisata organik ini luar biasa, kombinasi antara pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, serta kolaborasi antara pusat, daerah, warga sekitar, dan para petani,” ujarnya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa syukurnya bahwa Kota Bogor masih memiliki lahan pertanian yang produktif dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan dan kemandirian pangan.

Panen raya dari lahan seluas tiga hektare akan menghasilkan 6,3 ton gabah. Setelah digiling, diperkirakan menghasilkan sekitar 3,5 ton beras.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Tinjau Longsor di Batutulis, Siapkan Anggaran Penanganan

Selain mendukung program presiden dalam ketahanan dan kemandirian pangan, menurut Dedie, (AEWO) Mulyaharja juga menyimpan potensi dalam sektor pariwisata. Sawah dengan lokasi yang indah dikombinasikan dengan kafe, biomassa, penginapan, dan beberapa kedai dapat menarik wisatawan. Siapapun bisa datang ke AEWO Mulyaharja, termasuk kreator konten.

Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan, Mulyaharja merupakan salah satu kelurahan yang memiliki kontribusi besar terhadap sektor pariwisata. Kehadiran desa wisata adalah salah satu bukti nyata bahwa ekonomi bisa tumbuh dari desa.

Wamendagri Bima Arya yang juga merupakan Wali Kota Bogor periode 2014–2024 menyampaikan terima kasih kepada Dedie Rachim yang terus mengembangkan “surga tersisa” di Kelurahan Mulyaharja.

Ia menyebut ini sebagai contoh potensi lokal yang bersinergi dengan program nasional.

“Bukan hanya ada ketahanan pangan, tetapi juga pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya. Ini menggambarkan sinergi dan kolaborasi, tidak hanya antar unsur pemerintah, seperti dinas, camat, dan lurah, tetapi juga dengan berbagai unsur lainnya,” tutupnya.

Panen raya ini diawali dengan penampilan tarian Seeng Nyengsreng dari Sanggar Andika, sebuah seni tradisi yang sudah ada sejak zaman Kasepuhan Sunda.

Baca Juga: Pemkot Bandung Luncurkan Program Bandung Nyaah Ka Indung

Seeng atau dandang merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran, sedangkan nyengsreng adalah bunyi air panas yang mendidih saat menanak nasi di atas seeng atau dandang tersebut.

Karya tari Seeng Nyengsreng merupakan representasi dari kesejahteraan, kemakmuran, dan kesuksesan dalam perekonomian.

Tarian ini juga menjadi wujud penghargaan kepada Wali Kota Bogor, sosok pemimpin yang bijaksana dan konservasi tinggi dalam membangun kota. Selain itu, juga dilaksanakan ritual khusus panen raya Mipit Amit Ngala Menta. 

Gubernur Jawa Barat Tinjau Longsor di Batutulis, Siapkan Anggaran Penanganan

Lingkar.co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau lokasi longsor Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor (14/4/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur memberikan arahan kepada perangkat daerah terkait di Pemda Provinsi Jabar untuk segera mengambil langkah perbaikan teknis.

“Untuk alokasi anggaran dibagi dua, setengah dari provinsi, setengah dari kota,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia meminta jajaran terkait, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, segera menyediakan lahan terlebih dahulu agar pembangunan dapat dimulai tahun ini.

“Nanti jalan ini (lokasi longsor) akan diubah menjadi Leuweung Batutulis,” ucapnya.

Baca Juga: Pungli di Jalan Umum Jadi Sorotan, Pemprov Jabar Keluarkan Surat Edaran Resmi

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan jalan akan dilakukan bersama oleh Pemda Provinsi Jabar dan Pemkot Bogor.

Untuk penyelenggaraan pembangunan, ia menyebut telah melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan memperoleh komitmen dukungan.

“Insyaallah bulan Juni akan ada Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, tapi yang penting menurut pemerintah pusat, lahan harus disiapkan terlebih dahulu oleh daerah,” ujar Dedie Rachim.

Seperti disampaikan Dedi Mulyadi, bekas longsoran nantinya akan diperbaiki dan dijadikan taman Leuweung Batutulisserta ditanami pepohonan endemik.

“Karena dari hasil kajiannya, jalan ini tidak bisa digunakan kembali, secara teknis mungkin di bawah ada mata air, terdapat dua kajian, satu dari BTP, satu dari Kementerian Pekerjaan Umum yang tidak menyarankan jalan lama digunakan kembali, tetapi menyatakan akan ada trase baru,” jelasnya.