Arsip Tag: Mahasiswa

Soroti Ketimpangan Perguruan Tinggi Negeri dengan Swasta, Muhammadiyah Minta Regulasi Jangan ‘Bunuh’ PTS

Lingkar.co – Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyoroti ketimpangan yang terjadi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Oleh karena itu, Muhammadiyah meminta jangan sampai regulasi yang tidak berkeadilan membunuh PTS di Indonesia.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPR RI tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru PTS, Rabu (15/4/2026).

Bambang menyebut terdapat kenaikan mahasiswa di Indonesia. Akan tetapi kenaikan jumlah mahasiswa itu hanya dirasakan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sementara PTS semakin turun.

“Seharusnya ke arah sana (naik) semua, namun agak landai. Tapi ini secara absolut menurun, ini memang ada masalah. Maka kalau tidak segera kita pecahkan akan terus jadi masalah,” ungkap Bambang di hadapan Komisi X DPR RI.

Ia mengakui jumlah mahasiswa aktif secara nasional dari 2020 hingga 2025 mengalami kenaikan setiap tahunnya. Namun jumlah mahasiswa PTN mengalami kenaikan signifikan pada 2025 menjadi 4,5 juta, padahal pada 2022 hanya berjumlah 2,9 juta.

Berbanding terbalik, PTS yang seharusnya jumlah mahasiswanya ikut naik pada tahun-tahun yang sama justru mengalami penurunan. Misalnya dari 4,8 juta pada 2023, menjadi 4,3 juta pada 2025.

“Kemudian yang saya tangkap adanya nuansa atau keinginan untuk membunuh atau mematikan PTS kecil. Industri kita ini 90 persen lebih itu UMKM, itu yang bisa melayani itu PTS kecil,” katanya.

Ia menegaskan, PTS juga berkontribusi dalam melahirkan sumber daya untuk pembangunan ekonomi Indonesia berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk UMKM yang berada di kawasan PTS juga perlu perhatian.

Bambang menjelaskan maksud dari nuansa ingin ‘membunuh’ PTS kecil, di antaranya adalah dengan menetapkan peraturan jumlah kuota mahasiswa perguruan yang bisa dibina harus memiliki minimal 300 mahasiswa.

Ia menilai peraturan tersebut menyebabkan kampus yang jumlah mahasiswanya di bawah itu tidak masuk pembinaan.

“Sehingga jumlah kampus yang mahasiswanya tidak lebih dari 300 tidak berhak mengakses dana negara. Mestinya itu seratus pun boleh kan?,” kata Bambang.

Menurutnya biaya terjangkau yang ditawarkan oleh PTS di daerah-daerah ini menjadi pembuka kesempatan berkembang bagi UMKM. Sebab sarjana yang dihasilkan mematok harga yang tidak mahal, sehingga cocok untuk pelaku UMKM.

“Jadi PTS kecil itu sangat penting, karena menghasilkan sarjana yang akan melayani industri-industri kita UMKM,” ungkapnya.

Dia memandang jika ruang kerja di sektor UMKM diserahkan kepada anak-anak yang berasal dari PTN besar. Mereka akan berharap akan digaji tinggi, padahal UMKM belum tentu mampu untuk menggaji mereka karena terjadi mismatch.

“Untuk menolong industri UMKM kita itu, peran PTS kecil sangat penting. Oleh sebab itu mohon izin tolong diperbaiki ini,” imbuhnya.

Selain akses dana program pembinaan PTS, Bambang juga meminta supaya kuota beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) lebih berkeadilan. Sebab kuota beasiswa KIP di PTS sangat terbatas.

Perubahan Pemendikbudristek 48 Tahun 2022

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Majelis Dikitilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin meminta adanya perubahan regulasi, khususnya Pemendikbudristek 48 Tahun 2022 tentang Seleksi PTN.

Dalam regulasi tersebut, PTNBH menurutnya seperti Pukat Harimau yang mengeruk seluruh calon mahasiswa. Sehingga PTS terdampak, dengan jumlah mahasiswa barunya yang terus mengalami penurunan.

Meski sudah ada perubahan dengan Permendiktisaintek 3 Tahun 2026 tentang PMB PT, akan tetapi masih ada peluang bagi PTN untuk mengeruk mahasiswa sebab ada kuota lewat jalur mandiri.

“Maka kami termasuk yang setuju kalau seandainya tadi dari teman-teman APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) dan lain-lain, sampai kepada jalur mandiri dibuang saja,” katanya.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mendorong pemerintah untuk membangun regulasi yang berkeadilan bagi PTS. Dengan itu diharapkan PTS dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas agar tetap kompetitif.

Sementara, PTNBH didorong pada peningkatan mutu menjadi World Class University (WCU) dengan membatasi jumlah mahasiswa S1, untuk fokus pada master dan doktor.

Di sisi lain, Pemerintah memberi mandat kepada PTS untuk peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi, dan bagi PTS yang unggul diberi tugas untuk juga pada peningkatan mutu menjadi WCU.

“Kebijakan PMB antara PTN dan PTS yang berkeadilan ini saya kira akan menjadi kunci tercapainya target SDG’s perguruan tinggi di Indonesia,” tutupnya. (*)

Yayasan Badan Wakaf Semarang Mulai Pembangunan Gedung Unissula Tahap Ketiga

Lingkar.co – Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) secara resmi meluncurkan Pembangunan gedung tahap 3 di Kampus Unissula, Jalan Kaligawe Raya Km 4 Semarang, Jawa Tengah. Secara seremonial, kegiatan ditandai dengan penandatanganan prasasti, Senin (9/2/2026)

Launching Pembangunan Gedung YBWSA Tahap 3 meliputi Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kost Executive, International University Program, Poliklinik Pratama Sultan Agung, serta Pos Menwa dan Security.

Ketua YBWSA Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, SH, MH mengatakan, pihaknya melakukan pembangunan tersebut sebagai tanggung jawab atas amanah yang diberikan kepada YBWSA.

Selain itu, pembangunan gedung juga diharapkan menjadikan Unissula menjadi kampus yang besar, kampus berbasis Islam yang mengemuka dan mendunia.

“Kita dari YBWSA selalu memberi yang terbaik. Kami juga akan membangun fasilitas-fasilitas lainnya. Yang kurang dibenahi, sembari mempersiapkan yang lainnya,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, pembangunan Gedung UKM merupakan bentuk komitmen YBWSA dalam menyediakan sarana strategis pengembangan pendidikan dan dakwah, sekaligus mendukung pembinaan mahasiswa secara holistik.

Tidak hanya di bidang akademik, gedung UKM center ini juga diharapkan mampu mewadahi pengembangan minat dan bakat, kepemimpinan, kreativitas, serta pembentukan karakter Islami mahasiswa.

Menurutnya, fasilitas yang representatif menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing.

Sementara, Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, SH, MH menyampaikan terima kasih dengan peresmian Gedung UKM, sebagai sarana dan prasarana yang unggul. Sehingga mampu menunjang reputasi Unissula, sebagai kampus unggul dan berkelas dunia

“Termasuk diantaranya Unissula masuk 11 perguruan tinggi penyelenggara kemitraan beasiswa negara berkembang,” jelasnya.

Ia juga menilai, peresmian gedung tidak hanya membuat nyaman, namun juga membangun peradaban Islam yang menyenangkan, kebanggaan mahasiswa dan memperkuat ekosistem kemahasiswaan di Unissula.

Ia menyebut gedung tersebut sebagai ruang strategis bagi pengembangan kreativitas, prestasi, serta penguatan soft skills mahasiswa, sekaligus sebagai media aktualisasi dakwah Islamiyah yang selaras dengan visi Unissula sebagai universitas Islam berkelas dunia.

Sebagai informasi, seluruh proyek tersebut diharapkan mampu menunjang peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan keamanan di lingkungan Sultan Agung.

Kegiatan launching ini sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara YBWSA dan Unissula dalam menghadirkan fasilitas modern yang mendukung pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua Pembina YBWSA KH Ali Mufiz, jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dan tamu undangan dari berbagai lembaga mitra. (*)

Keren, Perpustakaan Daerah Kendal Ramai di Masa Libur Nataru

Lingkar.co – Keren, para pelajar dan mahasiswa di kabupaten Kendal, Jawa Tengah ramai mengunjungi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal sebagai referensi rekreasi edukatif di masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Mulai tangga 21 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, Perpusda Kendal berkaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas guna menyajikan beragam kegiatan bermanfaat dan gratis untuk mengisi masa liburan sekolah.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kendal, Wahyu Yusuf AkhmadSemarang Zoo Tak Targetkan Jumlah Pengunjung Libur Nataru 2025-2026 menjelaskan, masa liburan Nataru ini Perpusda menyediakan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama pelajar dan keluarga, untuk mengisi waktu libur mereka.

“Kita ada beragam kegiatan dari training public speaking, mendongeng, fashion show ibu dan anak, dramatic reading, menyanyi dan puisi anak, diskusi, belajar sejarah nabi, belajar membuat tikar dari plastik, outbound for kids. Hari ini kita ada kegiatan kelas menulis cerita bergambar bersama Komunitas Mak Sulis atau Emak-emak Suka Nulis,” terang W ahyu, Senin (29/12/2025).

Tidak hanya itu, Perpusda juga menggelar kegiatan belajar membuat pembatas buku, kelas menari balet, jelajah mainan tradisional, bazar buku, pameran naskah kuno dan artefak, hingga nobar (nonton bareng) edisi liburan.

“Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan di Perpusda Kendal dan gratis. Ini merupakan wujud kolaborasi dengan berbagai komunitasatau lembaga,” ungkapnya.

Wahyu menyatakan, berbagai kegiatan edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka mendekatkan literasi kepada anak-anak, keluarga dan masyarakat.

“Selain itu juga untuk memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak dalam mengisi liburan sekolah. Serta sebagai upaya untuk mendekatkan Perpusda Kendal kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia menyebut, selama liburan sekolah ini, tingkat kunjungan masyarakat juga terus meningkat signifikan.

“Jumlah pengunjung Perpusda Kendal selama musim liburan ini Alhamdullah terus meningkat dibandingkan hari biasa. Kemarin hari Sabtu, 27 Desember ada sekitar 627 pengunjung, dan Minggu, 28 Desember ada sekitar 765 pengunjung,” bebernya.

Sementara salah seorang pengunjung, Hasna Salsabila siswi SMA Negeri 1 Kendal mengaku sering menghabiskan waktu luang untuk membaca buku di Perpusda Kendal.

“Saya sama teman-teman ke Perpusda untuk mengisi liburan sambil belajar bareng dan cari referensi buku. Karena disini tempatnya bagus, byaman dan asyik. Pas banget untuk mengisi liburan,” katanya. (*)

Penulis; Yoedhi W

Komitmen Pemkot Tangerang Tingkatkan SDM Keluarga Prasejahtera, Tidak Boleh Ada yang Putus Kuliah

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten mencatatkan capaian luar biasa dalam program bantuan sosial biaya perguruan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Kota Tangerang. Sepanjang 2025, Pemkot Tangerang telah menyalurkan beasiswa kepada 576 mahasiswa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Mulyani menuturkan, program beasiswa yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan tidak ada generasi muda yang putus kuliah karena kendala ekonomi. Program beasiswa yang disalurkan sebesar Rp6 juta per orang yang ditujukan untuk membantu pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), buku, riset dan sebagainya.

“Alhamdulillah, kami tahun ini bisa membantu lebih dari 500 mahasiswa asal Kota Tangerang terutama yang berasal dari keluarga prasejahtera. Bantuan ini tentunya bukan sekadar angka melainkan komitmen menyejahterakan masyarakat melalui jalur pendidikan,” ujar Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (26/12/2025).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang berhasil merealisasikan program beasiswa tersebut secara rutin setiap tahunnya. Tercatat, Pemkot Tangerang telah membantu 1.517 mahasiswa yang tersebar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sejak pertama kali program beasiswa diluncurkan pada 2021 silam.

“Kami memastikan semua penerima bansos biaya pendidikan perguruan tinggi ini telah dipilih melalui seleksi yang ketat serta dipastikan tersalurkan secara tepat sasaran sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang menargetkan kuota penerima program bansos biaya pendidikan perguruan tinggi pada tahun depan dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah yang ditentukan. (*)

Luncurkan Koperasi Mahasiswa Merah Putih, Unissula Dorong Ekonomi Inklusif

Lingkar.co – Dewan Pembina Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula, Aurum Rizqianto Fauzi, mengatakan koperasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintah dalam meraih target delapan persen pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, koperasi mahasiswa juga mampu mewujudkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen bukan sekadar angka, tetapi target besar yang membutuhkan kontribusi seluruh elemen bangsa,” ujar Aurum dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/12/2025).

‘”Mahasiswa melalui koperasi dapat mengambil peran nyata dalam mewujudkan ekonomi yang partisipatif dan berkeadilan,” sambungnya.

Menurutnya, mahasiswa sangat membutuhkan ruang berekspresi, mengaktualisasikan ide atau gagasan dan mempersiapkan diri dengan berbagai pengalaman, termasuk dalam berwirausaha.

Oleh karena itu, ia menilai koperasi mahasiswa bukan hanya unit usaha semata, namun lebih dari itu bisa menjadi laboratorium ekonomi kerakyatan yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung mengelola bisnis.

“Koperasi juga bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta menanamkan nilai kebersamaan atau gotong royong dan kemandirian ekonomi sejak dini,” jelasnya.

Lebih jauh ia berkata, prinsip kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi dasar koperasi sejalan dengan upaya pemerataan kesejahteraan. Sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan bersama, bukan hanya oleh segelintir pihak.

Ia lanjut menerangkan, koperasi mahasiswa akan membuat individu berperan aktif di berbagai aktivitas usaha seperti ritel, jasa, hingga pengembangan UMKM mahasiswa, “Koperasi turut menggerakkan perputaran ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar,” paparnya.

Maka dari itu, ia yakni jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, koperasi mahasiswa mampu menjadi cikal bakal lahirnya wirausaha muda yang menciptakan lapangan kerja baru.

“Koperasi mahasiswa juga berperan penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” katanya..

Sebagai informasi, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang meluncurkan Koperasi Mahasiswa Merah Putih Unissula bersama dengan kuliah umum bersama Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono didampingi Staf Khusus (Stafsus) Menkop, Wahyono.

Dalam acara tersebut, hadir pula Rektor Unissula Prof. Dr. H. Gunarto, S.H., M.H yang menyatakan mendukung penuh koperasi mahasiswa merah putih sebagai bagian dari pengembangan non-akademik.

Pada kesempatan itu, Aurum juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang telah berkenan hadir dan memberikan motivasi langsung kepada mahasiswa Unissula.

Pertemuan dengan Menkop kali ini, katanya, merupakan realisasi dan komitmen yang pernah ia sampaikan dalam forum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jawa Tengah. (*)

Komitmen Wujudkan Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemkab dan Baznas Kendal Gandeng UIN Walisongo

KENDAL, Satu Sarjana,

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari terus berupaya menegaskan komitmen dirinya untuk mewujudkan program Satu Desa Satu Sarjana dengan berkolaborasi dengan Baznas dan sejumlah universitas. Salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Program Satu Desa Satu Sarjana merupakan salah satu upaya dari Bupati Kendal, dalam mewujudkan Kendal Cerdas sebagai salah satu visi misi Pemerintahan Kabupaten Kendal dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berpendidikan dan berdaya saing.

“Untuk medukung program Kendal Cerdas yaitu untuk meningkatkan SDM melalui program Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita berkolaborasi dengan Baznas memberikan beasiswa kepada 10 orang untuk belajar di UIN Walisongo Semarang,” kata Bupati Kendal usai menyaksikan penandatangan kerjasama antara Baznas Kendal dan UIN Walisongo Semarang di ruang Ngesti Widhi Pemkab Kendal, Rabu (17/12/2025) sore.

Disampaikan Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, selain dengan Baznas dan UIN Walisongo pihaknya juga menggandeng Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) yang berada di Kawasan Industri Kendal.

“Karena untuk mewujudkan program ini kita tidak bisa hanya dibiayai oleh APBD saja, tetapi kita harus melakukan inovasi-inovasi,” ungkapnya

Ia berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak ini program Satu Desa Satu Sarjana dapat mewujudkan masyarakat Kendal yang cerdas dan berdaya saing.

“Termasuk juga ada kelas khusus yaitu dua kelas yang kita wujudkan di Politeknik Polifurneka. Jadi tahun ini berarti 50 anak di Polifurneka dan 10 anak di UIN Walisongo. Harapan kita bisa Satu Desa Satu Sarjana. Dan kita prioritaskan bagi anak yang kurang mampu,” jelas Bupati Tika.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda menyampaikan program beasiswa dari Baznas ini diprioritaskan bagi para mustahik yang berprestasi. Pihaknya juga menerapkan syarat agar mahasiswa mendapatkan IPK minimal 3,5.

“Kita akan terus melakukan kontrol terhadap prestasi mahasiswa tersebut untuk memastikan sudah tepat atau belum beasiswa itu diberikan kepada mereka. Harapannya mereka serius belajar, lulus tepat waktu dan berprestasi,” harapnya,” ungkap Syamsul Huda.

Sementara salah seorang mahasiswa UIN Walisongo yang mendapatkan program beasiswa, Rafi Maulana warga Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo mengaku bersyukur bisa mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana dari Baznas Kendal.

“Saya sangat bersyukur bisa melanjutkan kuliah di UIN Walisongo melalui program beasiswa Baznas. Kalau dengan biaya sendiri rasanya tidak mungkin karena keterbatasan ekonomi. Saya akan manfaatkan sebaik mungkin, fokus kuliah, dan disiplin,” ujar Rafi. (*)

Penulis: Yoedhi W

UIN Walisongo dan MAN Purbalingga Teken Kerja Sama Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Khusus

Lingkar.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang meneken perjanjian kerja sama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga untuk penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Khusus Kemitraan di Aula MAN Purbalingga, Kamis (11/12/2025).

Kepala MAN Purbalingga, Jahroni, MPdI, menilai kerja sama ini menjadi peluang penting bagi para siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, khususnya melalui jalur mandiri khusus yang difasilitasi oleh kedua lembaga.

Sejalan dengan hal itu, Jahroni berharap kemitraan dapat membuka akses yang lebih luas bagi siswa MAN Purbalingga untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas, “Anak-anak bisa tercerahkan, ilmunya bertambah, dan memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Kerja sama mencakup fasilitasi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur khusus program kemitraan, dengan pilihan berbagai program studi di UIN Walisongo, mulai dari rumpun keagamaan hingga sains dan teknologi.

UIN Walisongo juga telah membuka Fakultas Kedokteran yang melengkapi pilihan studi di luar rumpun keagamaan dan berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof Dr M Mukhsin Jamil, MAg, dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa generasi muda Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar di era teknologi.

Ia menilai banyak pekerjaan di dunia yang tergerus oleh perkembangan teknologi sehingga pendidikan menjadi bekal utama untuk mampu bersaing.

“Anak-anak sekalian adalah penentu masa depan bangsa. Tantangan terbesar hari ini adalah teknologi, dan mau tidak mau kita harus membekali diri. Salah satunya melalui pendidikan,” ujar Mukhsin Jamil.

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa UIN Walisongo berkomitmen menyediakan akses pendidikan yang terjangkau dan beragam pilihan program studi. Khusus bagi siswa MAN Purbalingga, jalur kerja sama ini diibaratkan sebagai ‘karpet merah’ untuk memudahkan langkah mereka melanjutkan pendidikan tinggi.

Mukhsin juga menyampaikan bahwa UIN Walisongo saat ini berstatus akreditasi Unggul dan tengah memproses akreditasi internasional. Dengan jumlah mahasiswa mencapai 23 ribu orang, sekitar 59 persen program studi telah berakreditasi Unggul.

Selain itu, kata dia, kampus turut memperluas kerja sama dengan berbagai institusi dunia untuk memperkuat kualitas akademik dan peluang global bagi mahasiswa.

Ia berharap kesepakatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa MAN Purbalingga, terutama dalam membuka kesempatan yang lebih luas untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik. (*)

Wu Lili WNA Asal China Ditetapkan Sebagai Tersangka Buntut Tabrak Mahasiswa di Semarang

Lingkar.co – Warga Negara Asing (WNA) asal China bernama Wu Lili telah ditetapkan sebagai tersangka. Seperti diketahui beberapa waktu lalu, Wu Lili telah menabrak dua mahasiswa di Jalan Abdulrahmansaleh, Kalibanteng, Semarang Barat, Jawa Tengah pada 3 Desember 2025 sekitar pukul 22.15 WIB.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi mengatakan bahwa Wu Lili sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan.

“Sudah tersangka,” kata Yunaldi, Jumat (12/12/2025).

Kepala Kanwil Ditjen imigrasi Jawa Tengah Hartono Agus Setiawan mengatakan sudah mencabut izin tinggal Wu Lili WNA Asal China. Dalam kasus tersebut Ditjen imigrasi hanya memproses izin tinggal, untuk masalah pidana akan tetap dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Di stop dulu izin tinggalnya,” ujar Haryono.

“Hukumnya tetap berjalan,” sambungnya.

Data yang dia peroleh Wu Lili mempunyai izin tinggal untuk bekerja. Namun dia tak menyebutkan tempat kerja WNA tersebut.

“Dia bekerja, mungkin lagi pengen ke semarang,” kata Haryono.

Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang Iptu Novita Candra mengatakan, bahwa WNA Asal China tersebut di duga dalam pengaruh minuman keras sehingga menyebabkan kecelakaan.

“Diduga berkendara dalam pengaruh minuman keras atau ber alkohol dan tidak berkonsentrasi,” ucap Novita.

Novita menyebut bahwa mobil yang dikendarai Wu Lili sempat oleng ke kanan sebelum menabrak 2 kendaraan mahasiswi. Dalam kecelakaan itu mahasiswi bernama Putri meninggal dunia.

“Mengalami luka pada dada, meninggal dunia dalam perawatan di RS Samsoe Hidajat, Kota Semarang,” jelasnya.

Selain itu, Mahasiswi lain bernama Mei asal Kabupaten Pemalang juga menjadi korban kecelakaan tersebut. Beruntung Mei masih bisa selamat.

Penulis : Putri Septina

Aksi Damai Hakordia 2025, Dekan FH Unnes: Korupsi Adalah Bencana Alam Peradaban

Lingkar.co – Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar aksi damai dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 pada Selasa (9/12/2025) di halaman kampus setempat.

Mengusung tema ‘Suara Hukum Melawan Korupsi: Membangun Integritas dari Kampus’, kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika, para dosen, serta ratusan mahasiswa sebagai bentuk komitmen bersama memberantas korupsi.

Dekan FH Unnes, Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid, SH, MH, dalam orasinya menyebut korupsi sebagai bencana alam peradaban yang merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.

“Korupsi bukan hanya masalah moral atau etika. Korupsi adalah bencana alam peradaban yang merusak fondasi ekonomi dan sosial bangsa secara sistemik,” tegasnya.

Ia menegaskan, dampak korupsi dapat diibaratkan sebagai ‘tsunami senyap’ yang menghancurkan investasi, merampas hak masyarakat, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap hukum.

Pada momentum HAKORDIA tahun ini, FH UNNES membacakan tiga poin pernyataan sikap, yakni:

  1. Mengutuk keras seluruh tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  2. Mengajak seluruh elemen bangsa terlibat aktif dalam kampanye antikorupsi dari hulu ke hilir.
  3. Mendukung penuh penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap seluruh pelaku korupsi.

“Ini merupakan bentuk dukungan nyata kami dalam gerakan nasional pemberantasan korupsi,” ujar Prof. Ali.

Dalam sesi orasi ilmiah, perwakilan mahasiswa FH UNNES menekankan bahwa korupsi bekerja layaknya ‘pajak ilegal’ yang membebankan biaya besar kepada masyarakat melalui pemborosan anggaran dan inefisiensi proyek.

Kondisi ini berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya Indeks Persepsi Korupsi, serta menurunnya minat investor karena ketidakpastian hukum.

Perwakilan mahasiswa juga menyatakan bahwa perjuangan antikorupsi tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum.

“Kampus adalah laboratorium integritas. Melawan korupsi adalah tanggung jawab kami sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Agen Perubahan

Pada kesempatan itu, Prof. Ali Masyhar juga menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan karena memiliki ilmu dan idealisme.

“Hari Anti Korupsi Sedunia adalah momentum untuk meneguhkan integritas. Mahasiswa harus menjadi pionir perubahan, memastikan ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan moralitas,” ujarnya.

Mahasiswa juga didorong menjadi ‘insinyur moral’ dengan mempromosikan pencegahan korupsi melalui digitalisasi, transparansi anggaran, dan penolakan praktik politik uang di lingkungan kampus maupun kontestasi politik nasional/daerah.

Ali juga mengingatkan, peringatan HAKORDIA 2025 merupakan bukti nyata komitmen akademisi dalam membangun peradaban bebas korupsi. Maka dari itu, ia meminta agar mahasiswa menjadi garda terdepan dalam membangun budaya antikorupsi.

“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya antikorupsi, baik di tingkat nasional maupun global,” ucap Prof. Ali.

Ia juga meminta agar mahasiswa ikut menyerukan pentingnya kerja sama internasional dalam memerangi korupsi, “Perjuangan melawan korupsi adalah perjuangan lintas batas. Mahasiswa Indonesia harus berani bersuara dan beraksi di kancah global demi masa depan yang bersih dan adil,” tuturnya.

Aksi HAKORDIA 2025 di FH UNNES diharapkan menjadi tonggak penguatan integritas akademik dan langkah konkret menuju Indonesia yang lebih bersih dari praktik korupsi. (*)

Penulis: Husni Muso

Ahmad Luthfi Tegaskan Lagi, Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kembali bahwa kawasan Gunung Slamet telah berproses untuk menjadi taman nasional, sehingga tidak boleh ada aktivitas penambangan di kawasan tersebut.

“Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Jadi kalau kawasan maka tidak boleh ada penambangan. Ini menjadi prioritas,” kata Ahmad Luthfi saat menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa dalam acara Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (6/12/2025).

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengatakan, yang disampaikan mahasiswa bernama Dikri Mulia tersebut merupakan masukan yang sangat berharga untuk melakukan tindakan pencegahan bencana.

Kepala daerah yang memiliki wilayah di kawasan Gunung Slamet juga sudah diinstruksikan untuk melakukan mitigasi, agar praktik perusakan lingkungan di kawasan tersebut tidak terjadi.

“Sudah kita lakukan konservasi. Bupati-bupati yang melingkupi wilayah Gunung Slamet, kita minta melakukan mapping wilayah. Mana yang nanti menjadi spot untuk kegiatan revitalisasi, agar nanti tidak terjadi adanya suatu bencana yang berulang,” jelasnya usai acara.

Jauh sebelum itu, Ahmad Luthfi juga sudah memberikan peringatan kepada seluruh daerah di Jawa Tengah untuk waspada terkait wilayah rawan longsor dan banjir.

Ia juga meminta seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di wilayah pegunungan, dataran tinggi, maupun wilayah pesisir.

Sebelumnya, dalam dialog tersebut seorang mahasiswa Universitas Indonesia asal Pemalang, Dikri Mulia, melontarkan pertanyaan. Pertanyaan itu terkait santernya informasi yang ia lihat dan baca di media terkait penambangan pasir di kawasan Gunung Slamet.

Dikri menyampaikan keprihatinan dan was-was dengan kondisi tersebut, apalagi akhir-akhir beberapa daerah seperti di Sumatra sedang berduka lantaran banjir bandang yang merenggut ratusan orang meninggal dan hilang.

“Dengan adanya tambang di lereng Gunung Slamet, bukan tidak mungkin (kejadian serupa) itu terjadi di Jawa Tengah kawan-kawan, terutama di Brebes. Sejauh mana Gubernur mengetahui soal kasus ini, langkah apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur, lalu langkah apa yang akan dilakukan agar bencana-bencana jangan sampai terjadi,” ujar Dikri saat berdialog dengan Gubernur Ahmad Luthfi. (*)