Arsip Tag: DKP Kabupaten Kendal

Kepala DKP Kendal Imbau Para Nelayan Tak Paksakan Diri Melaut, Selalu Ikuti Perkembangan Cuaca

Lingkar.co – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal Hudi Sambodo mengimbau para nelayan di seluruh wilayah Kabupaten Kendal tak memaksakan diri melaut jika cuaca tidak memungkinkan.
Sebab, sudah beberapa hari ini sering muncul cuaca ekstrem, baik di wilayah daratan maupun di lautan.

Imbauan itu disampaikan Hudi untuk memastikan keselamatan para nelayan selama menjalankan pekerjaan di tengah lautan, Senin 12 Januari 2026.
Dia mengatakan, saat ini cuaca sedang tidak bersahabat untuk para nelayan. Sebab, cuaca bisa berubah ekstrem secara tiba-tiba.

“Tolong semua nelayan di Kabupaten Kendal lebih berhati-hati saat melaut untuk mencari ikan. Jangan lupa untuk selalu mengikuti informasi perkiraan cuaca, gelombang, dan angin dari BMKG yang selalu dibagikan dari DKP melalui WhatsApp,” imbaunya.

Selain itu, lanjutnya, pemantauan cuaca juga bisa dilakukan para nelayan dengan membaca aplikasi INA-WIS lewat ponsel masing-masing, seperti yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh BMKG.

“Lewat aplikasi tersebut, para nelayan bisa mengetahui dan memahami berbagai potensi atau fenomena cuaca dan gelombang tinggi yang akan terjadi,” ungkapnya.
Dengan mencermati aplikasi tersebut, para nelayan bisa mengetahui kapan saat yang aman untuk melaut.

Dia berharap dengan kewaspadaan seperti itu, para nelayan akan bisa melaksankan pekerjaan dengan aman dan selamat.

“Yang jelas, jangan memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, karena memaksakan diri itu akan membahayakan diri sendiri,” tandasnya.
Menurutnya, sesuai dengan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem seperti ini bisa berlangsung hingga Maret.

“Siklusnya biasanya kan dari Desember sampai Maret baru benar-benar aman,” tambahnya.

Hudi Sambodo juga mengimbau para nelayan di Kendal untuk menyisihkan sedikit dari penghasilannya untuk mengikuti asuransi, misalnya BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan mengikuti asuransi, setidaknya akan ada perlindungan bagi para nelayan, sehingga jika terjadi apa-apa selama menjalankan pekerjaan, sudah ada jaminan perlindungan.

“Setidaknya hal itu akan memberikan jaminan bagi teman-teman nelayan, sehingga keluarga juga akan lebih tenang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kuota Solar Nelayan Menipis, Pemkab Kendal Ajukan Tambahan 4.000 KL

Lingkar.co — Kuota solar bersubsidi untuk nelayan di Kendal hampir habis. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal bersama DPRD Kendal mengajukan tambahan pasokan sebanyak 4.000 kiloliter (KL) ke BPH Migas.

Direktur PT Kendal Handal Perseroda, Agus Priyo Kusumo, selaku pengelola SPBN menyebut kuota Kendal tahun ini hanya 8.699 KL. Jumlah itu turun dari 11 ribu KL pada 2024. “Per 25 Agustus, penyerapan sudah 8.368 KL atau 96,19 persen,” ujarnya.

Stok kuota tersisa hanya sekitar 320 KL. Itu diperkirakan habis dalam 7–10 hari. Tambahan sementara 192 KL sudah masuk Agustus ini. “Tapi jelas tidak cukup sampai akhir tahun,” tegas Agus.

Ia mengaku, Bupati Kendal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sudah menyurati BPH Migas. Usulan resmi tambahan kuota 4.000 KL diajukan agar pasokan nelayan aman hingga Desember.

Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo membenarkan adanya permohonan penambahan kuota solar subdidi ke BPH Migas. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan jumlah yang akan dipenuhi oleh BPH Migas.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kendal, Rubiyanto, mengatakan kelangkaan sudah dirasakan nelayan sejak 23 Agustus. SPBN di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari dan Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal kehabisan stok. “Banyak nelayan mengadu, bahkan ada ancaman demo karena berhari-hari tidak bisa melaut,” katanya.

Ia menegaskan DPRD terus mengawal usulan tambahan kuota. “Kalau tidak segera dipenuhi, ribuan nelayan terancam kehilangan mata pencaharian,” tambah Rubiyanto.

Pemerintah daerah juga membuka komunikasi dengan Pertamina. Ada opsi penambahan sementara 1.000 KL, tetapi dinilai belum memadai. (*)

Penulis: Yoedhi W