Arsip Tag: Muhtasit

Kiai Hadlor Ihsan Wafat, Iswar Aminuddin Sebut Kota Semarang Kehilangan Sosok Panutan

Lingkar.co – KH Ahmad Hadlor Ihsan wafat, sejumlah tokoh memberikan kesaksian bahwa KH Ahmad Hadlor Ihsan (isyhad) sebagai orang yang baik salah satunya Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang menyebut banyak jasa bagi pemerintah dan masyarakat.

Meninggalnya Kiai Hadlor, menurut Iswar berarti warga kota Semarang kehilangan sosok panutan.

“Beliau adalah panutan, teladan bagi kita semua. Ini artinya kita, warga kota Semarang kehilangan sosok teladan,” katanya, Sabtu (14/2/2026).

Iswar mengakui, Kiai Hadlor bukan sebatas sebagai pengasuh Pesantren Al Ishlah Mangkang Kulon. Namun memiliki banyak kiprah penting dalam membangun kota Semarang melalui penanaman akhlak yang baik.

Senada, Ketua Baznas RI, Prof. Dr. Noor Ahmad yang menyebut sudah mengenal Kiai Hadlor sejak sebelum menjadi pengurus di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) hingga hampir dua periode menjadi Komisioner di Baznas Jateng

Noor Ahmad mengenang saat pandemi Covid-19, Kiai Hadlor sibuk mencari bantuan kesehatan bagi para kiai dan santri.

“Perhatian beliau terhadap keselamatan kiai dan santri saat pandemi memang sungguh luar biasa,” ujarnya.

Perhatian terhadap santri, lanjutnya, juga diberikan oleh Kiai Hadlor dalam bentuk beasiswa pendidikan.

“Saya bersaksi beliau adalah orang baik, beliau adalah ahli surga insya Allah min ahlil Jannah bighairi hisab,” tandasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Muhtasit menutup kesaksian di pemakaman umum belakang pesantren Al ishlah dengan kesaksian bahwa KH Ahmad Hadlor Ihsan sangat memperhatikan pendidikan dasar keagamaan dengan fokus kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar atau Tartil.

Muhtasit lantas mengenang beberapa hari setelah dirinya dilantik sebagai Kepala Kemenag Kota Semarang. Ia bersama jajaran sowan ke kediaman Kiai Hadlor.

Kala itu, kata Tasit, dirinya mendapatkan pesan untuk membuat kebijakan tentang pendidikan Al-Qur’an dan salat bagi anak sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) Islam atau Tarbiyatul Athfal (TA) maupun Raudlatul Athfal (RA).

“Tulung Kang Tasit, anak-anak RA dibekali Al Qur’an, Tulung anak-anak mi, Mts dan ma dibekali Al Qur’an. Ajarkan cara membaca yang tartil,” ujarnya menirukan pesan Kiai Hadlor.

Selain tentang baca tulis Al-Qur’an, kata Muhtasit, bacaan atau dzikir dan doa dalam salat juga menjadi fokus penekanan Kiai Hadlor untuk menegaskan pendidikan dasar keagamaan di sekolah formal.

“Ajari anak-anak cara salat yang benar, bacaannya harus diperhatikan betul,” katanya mengenang pesan itu.

Sebagai informasi, kabar duka tentang meninggalnya Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Ahmad Hadlor yang juga komisioner Baznas Jateng dan pengurus MAJT ini ramai di berbagai grup WhatsApp warga kota Semarang dan beberapa platform media sosial.

Puluhan karangan bunga berjejer di sepanjang jalan depan masjid dan pesantren Al ishlah Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Puluhan tokoh Islam, tokoh birokrasi dan politisi juga nampak hadir ditengah-tengah ribuan orang yang bertakziah. (*)

Sekda Tutup MTQH XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 di Tegal, Kota Semarang Raih Juara Umum

Lingkar.co – Kafilah Kota Semarang berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Tegal yang digelar dari tanggal 10–13 November 2025. Sekda Jateng Sumarno hadir menutup gelaran yang biasa diikuti oleh para santri tersebut.

Keputusan tersebut tertuang dalam SK Dewan Hakim MTQH XXXI Provinsi Jawa Tengah Nomor 01/DH/XI/2025, yang menetapkan Kota Semarang sebagai peraih Juara Umum dengan total nilai 208 poin, mengungguli Kabupaten Pati (124 poin) dan Kabupaten Kudus (111 poin).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Muhtasit, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian luar biasa tersebut. “Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh kafilah, pelatih, pembina, serta dukungan penuh masyarakat Kota Semarang. Ini bukti bahwa semangat cinta Al-Qur’an terus tumbuh di Kota Semarang,” ujar Muhtasit melalui rilisnya, Jum’at (14/11/2025).

Dalam ajang MTQH XXXI ini, kafilah Kota Semarang berhasil meraih sejumlah juara pada berbagai cabang dan golongan lomba, di antaranya:

  • Juara I Qiraat Mujawwad Dewasa Putri — Noura Khasna Syarifa
  • Juara I Hafalan 1 Juz Tilawah Putra — Sulthon Ahmad Nidhom
  • Juara I Tafsir Bahasa Arab Putri — Aisyah Az Zahra
  • Juara II Tafsir Bahasa Arab Putra — Abdul Aziz Rantisi
  • Juara II Tafsir Bahasa Indonesia Putra — Muhammad Abdul Faqih
  • Juara I Fahm Al-Qur’an Putri (Beregu)
  • Juara II Fahm Al-Qur’an Putra (Beregu)
  • Juara III Tilawah Dewasa Putri — Siti Nurul Zakiyah
  • Juara I Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putra — Muhammad Hilmi Labibunnajah
  • Juara II Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putri — Aulia Ainis Lisa
  • Juara II Kaligrafi Digital Putra — Khoirul Fikri
  • Juara III Kaligrafi Kontemporer Putri — Edelweiss Adnindi Raiya Ramadhani.

Selain itu, Kota Semarang juga memperoleh berbagai penghargaan pada cabang hafalan, tafsir, dan kaligrafi yang turut mengantarkan kota ini menjadi yang terbaik di Jawa Tengah.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Tantowi Jauhari, yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPTQ Kota Semarang menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan dan sinergi antara Kemenag, Pemkot, dan seluruh elemen masyarakat.

“Sejak persiapan hingga pelaksanaan, kafilah Kota Semarang menunjukkan semangat dan kedisiplinan luar biasa. Ini hasil kerja kolektif seluruh pihak yang ingin mengharumkan nama Kota Semarang di tingkat provinsi,” ungkap Tantowi.

Dengan gelar Juara Umum ini, Kota Semarang menegaskan posisinya sebagai kota dengan tradisi kuat dalam pembinaan tilawah dan pengamalan Al-Qur’an, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan meneladani nilai-nilai Qur’ani. (*)Juara Umum

Kepala Kemenag Kota Semarang: Askhabul Kahfi Buka Program PDF, Lulus Setara Sekolah Formal

Lingkar.co – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota semarang Muhtasit, SAg, MPd mengatakan, Pesantren Askhabul Kahfi akan membuka program Pendidikan Diniyah Formal (PDF). Santri yang dinyatakan lulus PDF, katanya, setara dengan sekolah formal.

Alumnus pesantren Futuhiyyah Mranggen ini menjelaskan, ijazah pesantren yang menerapkan PDF bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan formal lanjutan sesuai dengan kesetaraan karena sudah diakui oleh Pemerintah setara dengan SMP dan SMA formal.

“Saat ini Pesantren askhabul kahfi Sedang menuju proses mendapatkan izin operasional (PDF) dan kami melakukan pendampingan untuk proses percepatan izin tersebut,” kata Muhtasit saat menyampaikan sambutan pembukaan Kirab Kebangsaan Hari Santri Nasional 2025 di Sirkuit BSB Mijen, Kota Semarang, Sabtu (25/10/2025).

“Maka bagi bapak, ibu yang saat ini anaknya masih SD, MI, MTS atau SMP besok bulan Syawal panjenengan daftarkan di Pesantren Askhabul Kahfi,” ajaknya.

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa peristiwa sejarah mempertahankan kemerdekaan yang dikenal dengan nama Resolusi Jihad merupakan salah satu bukti nyata komitmen kebangsaan ulama pesantren di Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama sebab resolusi jihad dicetuskan oleh salah satu pendiri NU, yakni KH. Hasyim Asy’ari Jombang.

Dirinya juga mengutip alenia keempat dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni pada kalimat mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut dia, konsep itu adalah konsep para santri yang diinisiasi oleh KH. Wahid Hasyim, salah satu putra KH Hasyim Asy’ari.

“Maka jadi santri harus tetap semangat, ‘Hidup Santri, Hidup Askhabul Kahfi, Hidup Santri’. Jadikan waktu di pesantren menjadi kesempatan untuk menambah nilai untuk kalian para santri,” pekiknya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengaku bangga ada pesantren yang besar di Ibu Kota Jawa Tengah. Ia bilang, Askhabul Kahfi saat ini menjadi pesantren dengan santri terbanyak di kota Semarang. (*)

Penulis: Yasin Muntaha
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Baznas RI dan Kemenag RI Distribusikan Paket Daging Dam Haji di Kota Semarang

SEMARANG – Badan Amil Zakat (Baznas) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI mendistribusikan ratusan kemasan paket daging dam (denda) haji kepada guru dan pendidik keagamaan di Kota Semarang. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di dua tempat, yaitu Aula Kemenag Kota Semarang dan Kantor Sekretariat Badko Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Kota Semarang, Selasa (7/10/2025).

Perwakilan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI Mucholih, menyampaikan, daging yang dibagikan merupakan olahan dam jamaah haji tahun 2025. Ia menyebut ada 8.000 jemaah yang memercayakan dam kepada Baznas dan sekitar 5.000 jemaah menyerahkan ke Adhdhohi. Total tercatat di Kemenag sejumlah 13.000 dam jamaah.

“Alhamdulillah pada saat ini di Kemenag Kota Semarang yang bekerjasama dengan Baznas Kota Semarang membagikan daging olahan dam haji kepada masyarakat yang ada di Kota Semarang,” kata dia didampingi Kakankemenag Kota Semarang Muhtasit, dan Kasi PHU Kemenag Kota Semarang Mawardi.

Ia berkata, pelaksanaan dam selanjutnya hanya melalui Baznas dan Adhdhohi yang resmi dari kerajaan Arab Saudi. “Silahkan jamaah yang mau memotong dam di Arab Saudi yaitu dengan Adhdhohi. Atau yang mau lebih bermanfaat kembali ke Indonesia yaitu via Baznas,” ucapnya.

Pihaknya berharap, tahun 2026 akan lebih banyak lagi jamaah yang memercayakan memotong hewan dam melalui Baznas. Sebab, daging dam tersebut akan dibagikan kepada masyarakat Indonesia.

“Untuk tahun ini ada beberapa provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur. Kemudian Sulawesi Selatan, Jakarta, dan Banten. Kita berharap paling tidak tahun depan ada 100 ribu jamaah atau bahkan 213 ribu jamaah mempercayakan untuk potong dam ke Baznas,” katanya.

Adapun penerima daging dam adalah 50 orang ustadz atau guru yang tergabung dalam Badko LPQ, 10 orang dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), dan guru Ikatan Guru Radlatul Athfal (IGRA) sebanyak 30 orang.

Selain itu, daging dam juga diberikan kepada korban kebakaran sebanyak 125 paket, panti asuhan sebanyak 70 paket, UPZ KKG sebanyak 6 paket, dan fakir miskin di sekitar Semarang. Setiap penerima manfaat mendapatkan lima kemasan daging siap saji (Kornet) dengan varian rasa rendang, kari, dan gulai.

Sementara, Wakil Ketua III Baznas Kota Semarang Nur Fuad mengatakan, semula, daging dam dikelola dan ditasarufkan di Arab Saudi, masyarakat yang ada di Indonesia tidak bisa menikmati. Namun dengan dikelola Baznas, kewajiban syariah yang dikenakan jamaah asal Indonesia, manfaatnya bisa kembali ke Tanah Air.

“Tahun ini mulai bisa direalisasi dan memang ini sebagai awal dan sebagai bukti, saat itu (daging dam) bisa dikembalikan ke Tanah Air beberapa pihak yang membutuhkan, baik itu para pengajar, yatim piatu, dhuafa yang ada di negeri ini bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Ia berharap semua jamaah haji asal Indonesia menitipkan dam untuk dikelola Baznas agar bermanfaat besar bagi Indonesia. Kata dia, bisa untuk mengatasi persoalan kemiskinan, juga sebagai solusi untuk pemenuhan gizi dan pengentasan stunting.

Ia menjelaskan, sebagian besar jamaah haji asal Indonesia membayar dam karena mengerjakan haji secara tamattu’. Selain itu, ada juga yang membayar dam karena melanggar larangan ihram atau larangan haji.

“Sesuai dengan data saat ini baru ada 8.000 jamaah yang mempercayakan damnya ke Baznas atau 8.000 ekor domba yang dipotong. Kalau nanti semua jamaah haji Indonesia yang jumlahnya sekitar 221.000, tentu manfaatnya jauh lebih besar bisa dirasakan umat,” kata dia.

Ia melanjutkan, jamaah haji asal Kota Semarang yang jumlahnya mencapai sekitar 1.500 orang pada tahun depan bisa menitipkan dam kepada Baznas. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan kembali oleh masyarakat di Semarang.

“Baznas sangat bersyukur dengan adanya pentashasurrah daging dam yang dikoordinir atas Baznas RI dan Kementerian Agama. Ini membuktikan bahwa ketika Baznas dipercaya mengelola dana publik, dana umat, termasuk salah satunya adalah dam, maka dampaknya akan bisa dirasakan oleh bangsa ini,” tuturnya.

Ketua Badko LPQ Kota Semarang Bahrul Fawaid menyambut baik program dam yang dikelola oleh Baznas. Menurutnya, pendistribuan tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian kepada para pendidik ilmu Al-Quran.

“Perlu kami sampaikan bahwa di Kota Semarang ada sebanyak 6.503 pengajar Al-Quran dan 90.736 santri serta 1.700 LPQ yang tercatat dan bergabung di Badko LPQ Kota Semarang,” ungkapnya.

Hal tersebut, menurut dia, karena adanya perhatian yang lebih dari Pemerintah Kota, Kemenag, dan Baznas Kota Semarang yang konsen terhadap pengembangan pendidikan Al-Quran di Semarang. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Bentuk Tim Media KUA, Kemenag Kota Semarang Maksimalkan Peran Tenaga Penyuluh Agama Islam

Lingkar.co , Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang memaksimalkan peran tenaga penyuluh agama Islam dengan melatih para fungsional agar bisa menjadi tim media Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka mengikuti Pelatihan Dasar Penyuluhan Agama di Media Sosial yang dilaksanakan di Hotel Andelir, Wonodri, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/6/2025).

Selama sehari penuh, para narasumber membahas tuntas tentang teknis pembuatan konten kreatif materi penyuluhan, mulai dari penyusunan ide, materi penyuluhan, teknik design grafis, dan publikasi materi.

Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Semarang, H. Sumari berharap pelatihan ini melahirkan tenaga profesional kepenyuluhan Agama Islam di 16 KUA. “Pelatihan konten kratif ini sangat penting untuk diikuti penyuluh agar bisa meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kreativitas penyuluh. Sehingga materi kepenyuluhan menjadi menarik dan mengikuti zaman,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag, M.Pd mengingatkan ketelitian penyuluh dalam menyampaikan materi untuk publikasi. Ia menekankan materi yang disampaikan kepada masyarakat luas harus memenuhi standar pelaporan kegiatan penyuluhan.

“Pertama kali menjadi tugas pokok penyuluh adalah menyiapkan dulu item penyuluhannya apa saja, lalu dibuat konten semenarik mungkin” kata Muhtasit yang juga alumni Pondok Psantren Futuhiyyah Mranggen, Demak.

Sejalan dengan hal itu, ia juga mengingatkan peran penyuluh agama Islam sangat strategis dalam membina masyarakat agar turut serta dalam menyukseskan program pemerintah seperti pencegahan stunting, pencegahan pernikahan anak usia dini, moderasi beragama, dan sebagainya.

Ia bilang, penyuluh agama memiliki fungsi untuk menjaga akidah, mengedukasi masyarakat, menjadi tempat konsultasi keagamaan bagi masyarakat, dan membangun keharmonisan hubungan antarumat beragama.

Panitia kegiatan pelatihan, Samsudin menambahkan, sebagai hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nantinya para penyuluh bertugas membuat video singkat dalam setiap kegiatan penyuluhan. Oleh karena itu ia mengingatkan agar para tenaga penyuluh agama lebih menguasai sejumlah aplikasi yang sudah diajarkan dalam pelatihan.

“Sebagai tindak lanjutnya, pastinya panjenengan (Anda) juga diharuskan mendalami Canva dan CapCut untuk mendukung kreativitas suluhan. Sehingga masing-masing KUA bisa mempublikasikan hasil kinerjanya di akun media sosial KUA” pungkasnya. (*)

Penulis: Sibahul Khoir

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat