Arsip Kategori: Religi

Tiba di Madinah, Jemaah Haji Asal Tegal Jawa Tengah Meninggal Dunia

Lingkar.co – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Seorang jamaah haji Kloter SOC (Solo) 03 asal Kabupaten Tegal, atas nama Rodiah (68) wafat akibat serangan jantung, saat berada di Madinah, Arab Saudi, pada Jumat (24/4/2026) Waktu Arab Saudi (WAS).

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha mengungkapkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjamin badal haji bagi jamaah yang wafat pada hari ke-empat penyelenggaraan ibadah haji tersebut. “Kita berdoa semoga almarhumah husnul khatimah,”ujar Ichsan, Jumat (24/4/2026).

Terkait data keberangkatan jamaah haji di Tanah Suci, dia menyampaikan, jumlah jamaah haji yang telah berangkat ke Arab Saudi sebanyak 40 kloter dengan 15.349 orang jamaah. Sementara itu, sebanyak 9.884 orang jamaah dari 25 kloter telah tiba di Madinah, Arab Saudi.

“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan data layanan kesehatan yang terdapat di Daker Madinah. Tercatat sebanyak 93 jamaah menjalani rawat jalan, dua orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKRI, dan satu jamaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi,”tambah dia.

Ichsan pun menegaskan agar PPIH Embarkasi meminimalisir hal-hal yang bersifat seremonial pada saat pemberangkatan demi menjaga stamina jamaah. Dia menegaskan, Kemenhaj telah menstandarkan prosedur pelepasan jamaah di embarkasi tanpa seremonial. Hal ini bertujuan agar jamaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup.

“Kami juga perlu mengingatkan bagi jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 25 persen,”tambah dia.

Ichsan meminta agar jamaah tetap menjaga kesehatan. Dia mengimbau agar jamaah minum air putih yang banyak, menggunakan pelindung kepala, dan mengenakan pakaian yang nyaman selama berada di Tanah Suci.

“Ikuti arahan dari petugas dan ketua kloter, serta menfaatkan waktu untuk istirahat yang cukup. Menfaatkan fasilitas hotel yang sudah disiapkan, dan utamakan ibadah yang wajib,”kata dia.

Dia meminta agar jamaah tak ragu atau segan untuk menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. “Kami siap membantu kapan pun diperlukan. Untuk itu, mari kita jaga kebersamaan, saling bantu, dan semoga ibadah haji kita berjalan lancar serta penuh keberkahan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto membenarkan atas wafatnya jemaah haji atas nama Rodiyah binti Wayan, 68, Kloter SOC 03 asal Kabupaten Tegal yang wafat di Arab Saudi disebabkan karena sesak nafas dan henti jantung.

“Jemaah Haji tersebut (Rodiyah binti Wayan, 68, red) dinyatakan wafat pada hari Kamis, (23/04) pukul 11.45 WAS yang rencananya akan dimakamkan di Makam Baqi Madinah,” ujar Fitriyanto.

Atas wafatnya jemaah asal Jawa Tengah itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah itu menyampaikan duka yang mendalam dan himbauan kepada Jemaah Haji lainnya agar memperhatikan dan menjaga kondisi kesehatan mengingat kegiatan haji adalah ibadah fisik. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan ibadah haji, terutama bagi jemaah dengan risiko kesehatan tertentu.

“Kami mengucapkan belasungkawa mendalam semoga Jemaah yang wafat husnul khatimah dan keluarga yang ditinggal diberi kelapangan dan ketabahan hati. Terkait hak-hak Jemaah nantinya akan dibadalkan oleh petugas haji. Kami juga akan terus memastikan terkait asuransi yang akan diterima oleh ahli waris.” ujarnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa PPIH Embarkasi Solo terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam memberikan pelayanan kepada Jemaah Haji guna memberikan kenyamanan sehingga dapat mengantarkan Jemaah Haji menuju Baitullah dan kembali ke tanah air dengan menyandang haji yang mabrur. (*).

Semangat Jalankan Ibadah Kurban, Harga Tinggi Tak Jadi Soal

Lingkar.co – Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah daerah mulai menggeliat. Tingginya harga hewan saat ini nampaknya tidak jadi soal bagi umat Islam untuk berkurban.

Terbukti, Abas Komarudin,, penjual hewan kurban di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengaku mulai diserbu pembeli meski harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, ini mengungkapkan, peningkatan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, dibandingkan tahun lalu, penjualan hewan mengalami sedikit penurunan akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan pasokan dibanding tahun lalu, tapi harga justru naik sekitar 15 persen,” ujarnya saat ditemui wartawan, Sabtu (25/4/2025).

Abas menyebut, saat ini ia memiliki stok sekitar 50 ekor sapi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga tersebut, menurut dia, dipicu oleh terbatasnya pasokan sapi sehat di pasaran.

Ia juga memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat secara alami, dengan pakan rumput tanpa campuran bahan tambahan seperti bekatul atau ampas tahu.

Selain berprofesi sebagai pedagang, Abas juga dikenal sebagai anggota DPRD Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Sementara itu, salah satu pembeli, Samiyo Puspito, warga Desa Brangsong yang juga panitia kurban Mushala Baitul Muslimin, mengaku membeli tiga ekor sapi dengan harga sekitar Rp26,5 juta per ekor.

“Sudah tiga kali kami beli di sini, dan sapinya selalu sehat,” kata Samiyo.

Ia menambahkan, setiap tahun mushala desanya rutin menyembelih antara tiga hingga enam ekor sapi serta beberapa kambing. Untuk meringankan biaya, pembelian sapi biasanya dilakukan secara patungan oleh tujuh orang.

Samiyo berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam berkurban. Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga menjadi sarana berbagi bagi masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga tahun ini yang berqurban semakin banyak, sehingga lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” harapnya.

Dengan meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban ini, para pedagang berharap kondisi pasar akan terus membaik hingga puncak perayaan Idul Adha mendatang. (*)

Impian Penjual Ikan Asin Sejak Tahun 1960, Akhirnya Naik Haji

Lingkar.co – Rasa syukur, dan bangga tak dapat disembunyikan Emen Endjum (83), cita-cita nenek penjual Ikan asin ini untuk naik haji akhirnya terwujud

Nenek Emen berasal dari Kiarancondong, Sukajadi Bandung. Ia merupakan jemaah tertua dari Bandung yang tiba Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah, Kamis (23/4/2026) sekira 15.40 waktu setempat.

Nenek Emen tergabung dalam kloter 2 KJT. Emen mengaku selama ini ia berjualan ikan asin dan beras di pasar dekat tempat tinggalnya.

“Saya jualan ikan asin dan beras sejak tahun 1960. Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya tabung sedikit-sedikit untuk naik haji,” akunya saat transit di Bandara Madinah bersiap menunggu bus untuk ke hotel Madinah.

Ia mengaku sebelum bisa naik haji tahun ini, dirinya telah melaksnakan ibadah umrah di tahun 2018.

“Saya tahun 2018 umrah sama anak saya, namun citaanak saya ini sudah meninggal. Habis pulang umrah langsung daftar haji dan alhamdulillah tahun ini bisa berangkat,” ujarnya dengan wajah ceria duduk di kursi roda.

Dengan penuh harap ia berujar doa semoga ibadahnya selama di Tanah Suci berjalan dengan baik dan lancar serta menjadi haji yang mabrur.

“Saya bersyukur bisa haji tahun ini. Semoga anak dan cucu-cucu saya bisa naik haji (melaksanakan ibadah haji, red),” pungkasnya. (*)

Singgih Januratmoko: Embarkasi Haji Berbasis Hotel di Yogyakarta Lebih Efisien, Layak Jadi Percontohan Nasional

Lingkar.co – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menilai keberangkatan kloter perdana jemaah haji dari Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai tonggak penting dalam transformasi pelayanan haji di Indonesia.

Menurutnya, konsep embarkasi berbasis hotel yang diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan inovasi strategis yang patut dijadikan model nasional.

“Pendekatan ini jauh lebih efisien dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah. Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia,” ujar Singgih dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/04/2026).

Ia menekankan bahwa penggunaan hotel sebagai pusat layanan embarkasi menjadi solusi cerdas dibandingkan pembangunan asrama haji baru yang membutuhkan anggaran besar.

Dengan skema ini, kata dia, pemerintah dapat menghemat biaya sekaligus mengalokasikan anggaran ke sektor prioritas lain seperti pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga melihat dampak ekonomi yang signifikan dari kebijakan ini, khususnya bagi masyarakat di sekitar Kulon Progo. Aktivitas jemaah haji yang terpusat di hotel dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi melepas kloter perdana jemaah haji melalui embarkasi YIA. Sebanyak ratusan jemaah diberangkatkan menuju Tanah Suci, menandai dimulainya operasional embarkasi haji berbasis hotel di wilayah tersebut.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan bahwa konsep ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, modern, dan manusiawi bagi jemaah.

Dengan dukungan berbagai pihak, embarkasi YIA diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efisien dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Keberangkatan kloter perdana ini sekaligus menjadi catatan sejarah baru bagi DIY dalam penyelenggaraan haji, dengan menghadirkan sistem layanan yang inovatif, terintegrasi, dan berdampak luas bagi masyarakat. (*).

Pemerintah Resmi Berangkatkan Jemaah Haji Kloter Pertama

Lingkar.co – Pemerintah Indonesia resmi memulai pemberangkatan gelombang pertama jemaah haji 1447 H/2026 pada Rabu (22/4/2026) dini hari. Keberangkatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah haji bagi ratusan ribu umat Muslim Indonesia yang telah menanti momen spiritual tersebut. Ribuan jemaah dari berbagai daerah pun mulai bertolak menuju Tanah Suci, yakni Makkah dan Madinah, untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Penyelenggaraan keberangkatan perdana ini telah dipersiapkan secara menyeluruh. Panitia Penyelenggara Haji (PPH) memastikan seluruh aspek, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga dokumen perjalanan, telah siap guna menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.

Kloter pertama yang diberangkatkan hari ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia. Sebelumnya, para jemaah telah melalui serangkaian tahapan, seperti pendaftaran, verifikasi data, pemeriksaan kesehatan, serta bimbingan manasik haji. Selain itu, setiap jemaah juga telah dibekali dokumen perjalanan lengkap, vaksinasi, asuransi kesehatan, serta pemahaman terkait tata cara ibadah haji sesuai syariat.

Untuk memastikan kelancaran pemberangkatan secara bertahap, pemerintah telah menyusun jadwal keberangkatan yang terstruktur. Setelah kloter perdana hari ini, puluhan kloter lainnya akan diberangkatkan secara bergelombang hingga akhir Mei 2026. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri, terus diperkuat agar seluruh proses berjalan tanpa hambatan.

Sejumlah bandara embarkasi utama, seperti di Jakarta, Surabaya, Solo, Makassar, dan Padang, juga telah menyiapkan fasilitas khusus guna mendukung kelancaran keberangkatan jemaah. Pemerintah menyiapkan total 16 embarkasi di seluruh Indonesia pada musim haji tahun ini, termasuk tambahan embarkasi baru di Cipondoh dan Yogyakarta.

Adapun daftar embarkasi yang memberangkatkan kloter pertama pada hari ini antara lain:

  • Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG): 393 jemaah asal DKI Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta.
  • Embarkasi Solo (SOC): Jemaah asal Kabupaten Tegal diberangkatkan dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB.
  • Embarkasi Surabaya (SUB): Jemaah asal Probolinggo bertolak menuju Madinah.
  • Embarkasi Makassar (UPG): Jemaah asal Kabupaten Soppeng dan sebagian Makassar diberangkatkan melalui Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Embarkasi Padang (PDG): Kloter pertama dari Sumatera Barat juga dijadwalkan berangkat hari ini.

Seluruh kloter awal ini tergabung dalam Gelombang I dengan rute penerbangan langsung menuju Madinah.

Pemerintah juga memastikan kesiapan angkutan haji tahun ini, mengingat total jemaah Indonesia mencapai 221.000 orang yang akan diberangkatkan secara bertahap hingga Mei 2026. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa penyelenggaraan angkutan haji merupakan operasi besar yang memerlukan perhatian khusus.

“Penyelenggaraan angkutan haji ini bukan operasi biasa. Kita memindahkan lebih dari 221 ribu jemaah dari 14 embarkasi melalui 525 kloter. Karena itu, aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” ujarnya saat meninjau Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, (19/04/2026).

Ia menambahkan, kesiapan tersebut mencakup sarana dan prasarana transportasi udara, termasuk optimalisasi Terminal 2F yang akan melayani sekitar 35.000 jemaah dari berbagai embarkasi di wilayah Jakarta.

“Terminal 2F ini disiapkan secara khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah, sehingga seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” jelasnya.

Selain itu, operasional penerbangan haji tahun ini didukung oleh dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, dengan puluhan armada pesawat yang akan melayani ratusan kloter.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk pengawasan keselamatan melalui ramp check pesawat, kesiapan bandara embarkasi, serta koordinasi internasional guna mengantisipasi potensi kendala selama operasional berlangsung.

“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya.

Penulis: Putri Septina

34.122 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Solo, Jateng Berangkat Malam Ini

Lingkar.co – Sebanyak 34.122 jemaah haji asal Jawa Tengah kloter pertama diberangkatkan malam ini Selasa (21/4/2026) dari Embarkasi Solo (Donohudan).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan tiga hal yang harus dijaga jemaah haji asal Jawa Tengah selama di Tanah Suci. Yakni kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah termasuk Indonesia..

“Yang paling utama itu kekompakan,” kata Gus Yasin, panggilan akrabnya mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Ia mengingatkan jemaah agar mengikuti arahan pembimbing dan jadwal yang telah disusun selama di Tanah Suci.

Menurut dia, rangkaian ibadah haji tahapannya tidak sesederhana ibadah yang urutannya tunggal seperti salat. Karena itu, jemaah diminta tidak berjalan sendiri-sendiri dan tetap menjaga koordinasi dengan rombongan maupun kelompok bimbingan ibadah haji.

“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujarnya.

Selain kekompakan, Taj Yasin juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan. Ia mengingatkan perjalanan ibadah haji berlangsung panjang, sekitar 40 hari, sehingga jemaah harus cermat menjaga stamina.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” kata dia.

Ia juga meminta jemaah menjaga perilaku selama di Tanah Suci. Menurut dia, jemaah Jawa Tengah harus ikut mempertahankan citra baik jemaah Indonesia yang selama ini dikenal tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain.

“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” ujarnya.

Pesan itu sejalan dengan perhatian panitia embarkasi pada aspek kesehatan jemaah. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan, pemeriksaan ulang dokumen resmi yang menyatakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji, berdasarkan pemeriksaan medis komprehensif.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke RS Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih diobservasi.

Menurut dia, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus oleh tim medis yang bersiaga 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya.

Dari sisi lapangan, Ahmad Risyanto Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal menyebut pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Prov Jateng, H. Fitriyanto melaporkan kuota jemaah haji Jawa Tengah tahun ini mencapai 34.122 orang. Jumlah itu terdiri atas 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing KBIH.

Seluruh jemaah diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari wilayah karesidenan Kedu melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport.

Jumlah jemaah yang berangkat melalui Embarkasi Solo mencapai 28.772 orang dengan pendampingan 321 petugas haji. Sementara melalui Embarkasi Yogyakarta sebanyak 5.368 orang dengan didampingi 60 petugas haji.

Maliyah, warga Margasari Kabupaten Tegal mengaku senang bisa melaksanakan ibadah haji. Penantian dimulai sejak 13/14 tahun yang lalu. Di atas kursi roda, Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji lantaran sebelumnya sempat sakit.

“Hari senin sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tapi sudah meninggal 4/5 tahun lalu. Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Tercatat jemaah haji Jawa Tengah tertua tahun ini berada pada kloter SOC 20, berusia 94 tahun, atas nama Himan Kasto bin Kasto asal Kabupaten Kendal. Adapun jemaah termuda berada pada kloter YIA 19, berusia 13 tahun, atas nama Vira Talita Sahri binti Eko Setiawan asal Kabupaten Magelang.

Untuk kloter pertama, yakni SOC 1 dari Kabupaten Tegal, jemaah dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.

Penyelenggaraan haji tahun ini juga didukung sejumlah perbaikan layanan. Embarkasi Solo kembali memperoleh layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi kelelahan jemaah. Selain itu, kartu Nusuk kini sudah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi.

Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, jajaran penyelenggara haji, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah tokoh organisasi keagamaan. (*)

Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Jateng Berangkat 22 April, Dibagi Embarkasi Solo dan Yogyakarta

Lingkar.co -;Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapannya, untuk memberangkatkan kloter pertama jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, usai menghadiri Halal bihalal lintas angkatan alumni KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Minggu, (19/4/2026) di Gedung Grhadika Bakti Praja, Jl Pahlawan Kota Semarang.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan hal yang penting menjadi perhatian pada tahun ini adalah ada dua embarkasi yang akan menjadi tempat pemberangkatan jemaah haji. Yakni Embarkasi Solo, dan Embarkasi Yogyakarta.

“Harapannya, pembagian tersebut akan memperlancar proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji asal Jawa Tengah,” katanya.

Kepada jemaah KBIHU Muhammadiyah, Gus Yasin berpesan agar jemaah mengikuti manasik sesuai dengan arahan, jangan sampai memisahkan diri.

Selain itu juga tetap melaksanakan urutan ibadah sebagaimana sudah diatur oleh ketua rombongan. Gus Yasin juga menyinggung situasi geopolitik terkait perang Iran, Israel, dan Amerika yang sering ditanyakan calon jemaah kepada dirinya. Dia meyakinkan calon jemaah tidak terganggu dengan perang tersebut.

“Sampai saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Haji dan Umroh, sudah mengumumkan bahwa pemberangkatan haji Indonesia tidak terganggu dengan perang tersebut,” tegasnya.

Ketua LPHU Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon, dalam sambutannya mengatakan, jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang yang akan berangkat 354 orang. Ditambah dengan petugas, menjadi 360 orang, yang akan menjadi satu kloter.

“KBIHU Muhamamdiyah sudah berdiri sejak 1996 dan rata-rata setiap tahunnya memberangkatkan sekitar 300 jamaah,” jelasnya.

Pihaknya memberikan apreasiasi atas fasilitasi Pemprov Jateng dan Kementerian Haji Umroh di Jateng yang telah memberikan pelayanan, perlindungan, dan bimbingan kepada jemaah, terutama mempersiapkan kelancaran keberangkatan jemaah. Dia berharap, melalui halal bi halal akan memperat ukhuwah Islamiyah antar jemaah serta mewujudkan dan menjaga kemabruran haji. (*)

Inovasi Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Pasang Stiker Barcode Hewan Kurban

Lingkar.co – Pemerintah Kota Bandung membuat inovasi dengan memasang stiker barcode pada hewan kurban. Calon pembeli dapat melihat riwayat pemeriksaan kesehatan hewan melalui aplikasi E-Selamat (Sehat Layak Makin Tenang).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, warga dapat memindai barcode yang tertera pada stiker di tubuh hewan kurban yang telah diperiksa.

Dari hasil pemindaian tersebut, masyarakat bisa melihat data lengkap pemeriksaan kesehatan hewan. Mulai dari foto hewan hingga hasil pemeriksaan kelayakannya sebagai hewan kurban.

“Dengan sistem ini, warga tidak perlu ragu saat memilih hewan kurban. Semua hasil pemeriksaan bisa diakses langsung melalui ponsel,” ujar Gin Gin dalam siaran persnya, Minggu (19/4/2026).

Ia lantas menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, pemeriksaan ante mortem, yakni pemeriksaan fisik hewan saat masih hidup untuk memastikan hewan sehat, cukup umur, dan tidak cacat secara syariat.

Kedua, pemeriksaan post mortem, yakni pemeriksaan organ dalam setelah hewan disembelih untuk mendeteksi kemungkinan penyakit yang tidak terlihat saat pemeriksaan awal.

Ia melanjutkan, untuk mendukung kelancaran pemeriksaan, pihaknya menurunkan 184 petugas ASN dan non-ASN yang tersebar di 30 kecamatan.

Tim ini diperkuat kolaborasi bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar I, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pajajaran, dan Telkom University melalui Program Studi Unggulan CAATIS.

Berbagai langkah disiapkan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, pemeriksaan organ setelah penyembelihan, hingga pelatihan pemotongan halal bagi masyarakat.

Ia lantas menegaskan, kesehatan hewan menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung pada kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, katanya, 58 persen penyakit yang menular ke manusia berasal dari hewan. Karenanya, pengawasan hewan kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya menjaga keamanan pangan dan kesehatan warga kota.

Pastikan Halal

Di lain sisi, kata dia, DKPP juga menggelar Pelatihan Pemotongan Halal Hewan Kurban pada 15 April hingga 21 Mei 2026 dalam 17 angkatan. Hal itu untuk memastikan sembelihan kurban sah dan halal dikonsumsi.

Menurut rencana, peserta pelatihan berasal dari pengurus DKM dan masyarakat umum dibekali materi fiqih/syar’i penyembelihan, teknik pemotongan halal, higiene, serta kesejahteraan hewan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Lembaga Penyelia Halal Salman ITB.

Melalui pelatihan ini diharapkan tumbuh kader-kader Juru Sembelih Halal (Juleha), walau secara formal harus melalui sertifikasi BNSP.

Tahapan pemeriksaan dan pelatihan ini, Pemkot Bandung ingin memastikan bahwa proses kurban di Kota Bandung memenuhi unsur syariat, kesehatan, dan keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi daging yang halal, aman dan bermutu; terjamin kesehatannya.

Masyarakat pun diharapkan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan rasa aman, nyaman, dan tenang karena hewan yang dipilih telah dipastikan sehat dan layak. (*)

Pengurus MLKI Kabupaten Pemalang Resmi Dilantik, Wujud Nyata Pengakuan Eksistensi Penghayat Kepercayaan

Lingkar.co – Pengurus Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Pemalang periode 2026–2031 resmi dilantik di Sasana Bhakti Praja Pemalang, Sabtu (18/04/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pemalang, Joko Ngatmo mewakili Bupati, menyampaikan, pelantikan kepengurusan MLKI memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai momentum penting dalam memperkuat pembinaan, pelestarian, serta pengembangan nilai-nilai kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di tengah kehidupan masyarakat.

Melalui sambutan tertulis, Bupati juga menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan wujud nyata pengakuan terhadap eksistensi penghayat kepercayaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, keberagaman keyakinan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat harus dipandang sebagai kekayaan bangsa yang wajib dihormati, dilindungi, serta dipelihara bersama.

Ia melanjutkan, Pemkab Pemalang, berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, persatuan, dan penghormatan terhadap seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan kehidupan yang rukun dan harmonis dalam bingkai keberagaman.

Selanjutnya, kata dia, Bupati berharap, kepengurusan MLKI yang baru, dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan bisa berperan aktif dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai luhur kepercayaan dan kearifan lokal, meningkatkan kerukunan antarumat, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah menuju terwujudnya Pemalang yang bercahaya.

Sementara, Ketua Presidium MLKI Dewan Musyawarah Wilayah Provinsi Jawa Tengah, KRT. Rosa Mulya Aji mengapresiasi Pemkab Pemalang atas dukungan yang telah diberikan, sehingga MLKI dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik di tengah masyarakat.

Dalam acara itu, Ia mengingatkan pentingnya peran pengurus MLKI sebagai teladan bagi masyarakat dengan melalui penguatan nilai budi pekerti, peningkatan sinergi dengan pemerintah, serta optimalisasi pendataan dan pelayanan bagi warga penghayat kepercayaan, guna menjamin terpenuhinya hak-hak sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan dilantiknya kepengurusan MLKI Kabupaten Pemalang periode 2026–2031, diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi, pembinaan, serta pelayanan kepada masyarakat penghayat kepercayaan, sekaligus memperkokoh nilai-nilai persatuan dalam keberagaman sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Sebagai informasi, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Pemalang merupakan wadah organisasi bagi komunitas penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Pemalang.

MLKI dalam pelaksanaan tugas dan kegiatannya berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah melalui Badan Kesbangpol serta instansi terkait lainnya, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. (*)

Diresmikan Wakil Wali Kota Semarang, Kantor Baru MWCNU Genuk Strategis di Depan Kecamatan

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin meresmikan gedung baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Genuk yang cukup strategis, yakni; di depan kantor Kecamatan Genuk.

Pada momen itu Iswar didampingi Rais Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, Dr. KH. Anasom serta anggota DPRD dari Fraksi PKB, Sodri, Sabtu (18/4/2026) malam.

Rais Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shodaqoh menandatangani prasasti peresmian. Turut mendampingi dalan seremonial itu, Dr. KH. Anasom serta anggota DPRD dari Fraksi PKB, Sodri dengan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Ketua MWCNU Genuk, KH. Moh Shohib Ridlwan, mengungkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, yang telah berkontribusi dalam pembangunan kantor tersebut.

Ia menegaskan, keberadaan kantor baru ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat gerakan organisasi.“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah, para donatur, maupun warga Nahdliyin yang telah bergotong royong hingga berdirinya kantor ini,” tuturnya.

“Ke depan, kantor ini akan kami maksimalkan sebagai pusat kaderisasi organisasi, penguatan jamaah, serta pelayanan keagamaan yang lebih luas kepada masyarakat,” sambungnya.

Menurutnya, dengan fasilitas yang lebih representatif, MWCNU Genuk dapat mengembangkan program-program pembinaan generasi muda, meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan serta memperluas ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Peresmian kantor baru malam ini, juga dirangkaikan dengan kegiatan shalawat bersama, yang diikuti masyarakat dan para tamu undangan, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.

Rangkaian acara tersebut, turut dihadiri unsur Forkopimcam Genuk, mulai dari Camat, Danramil, Kapolsek, hingga para lurah. Selain itu, hadir pula pengurus NU dari berbagai tingkatan, para Ketua MWCNU di Kota Semarang, badan otonom serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lainnya,

“Hadir pula pengurus Muhammadiyah, LDII dan Aisyiah yang memang kita undang secara khusus,” terangnya.

Diharapkan, hadirnya kantor baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sosial, sekaligus menjadi pusat pemberdayaan umat yang berkelanjutan di tingkat lokal. (*)