Arsip Tag: Popularitas

Hasil Survei Indikator; Gus Yasin Jadi Senjata Rahasia Ahmad Luthfi Kalahkan Popularitas Andika

Lingkar.co – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kini mendapat sorotan dalam kontestasi Pilgub Jateng.

Berdasarkan survei terbaru dari lembaga riset Indikator, Gus Yasin menunjukkan potensi kuat sebagai ‘senjata rahasia’ bagi pasangan nomor urut dua ini.

Popularitas dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap sosok Gus Yasin ternyata melampaui kandidat lain, menjadikannya sebagai kekuatan yang signifikan dalam mengangkat elektabilitas Ahmad Luthfi.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan, dalam rilis terbaru bahwa popularitas dan afeksi atau kesukaan masyarakat terhadap calon adalah faktor kunci dalam memenangkan pemilihan.

“Popularitas itu penting. Orang tidak akan milih kalau tidak kenal. Dari sini kita tahu Andika itu calon yang paling dikenal dengan 74,1 persen, lebih populer sedikit ketimbang Ahmad Luthfi,” jelas Burhanuddin, dalam video rilisnya, Senin (18/11/2024).

Namun, perbedaan signifikan terlihat pada kandidat wakil gubernur. Dalam survei tersebut, Gus Yasin unggul secara telak dibandingkan Hendi, calon wakil gubernur pasangan Andika. Gus Yasin mencapai popularitas sebesar 53,3 persen, jauh di atas Hendi yang berada di angka 35,2 persen.

Menariknya, Gus Yasin tidak hanya lebih dikenal publik tetapi juga mencatat angka tertinggi dalam hal tingkat kesukaan responden, yakni sebesar 85,6 persen, mengalahkan popularitas calon gubernur lainnya, termasuk Andika dan Ahmad Luthfi sendiri.

Menurut Burhanuddin, popularitas Gus Yasin yang tinggi didukung oleh faktor afeksi masyarakat yang lebih mendalam, terutama dengan posisinya sebagai tokoh yang dekat dengan kalangan pesantren dan masyarakat tradisional Jawa Tengah.

Ilustrasi Pilgub Jateng, Andika-Hendi Vs Luthfi-Yasin. Ilustrasi foto Lingkar.co

“Di sini terlihat Gus Yasin berpotensi menjadi senjata rahasianya Ahmad Luthfi. Bukan cuma soal dikenal, tapi Gus Yasin ternyata paling banyak disukai responden,” ungkap Burhanuddin.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa jumlah responden yang menyukai Gus Yasin bahkan lebih besar daripada yang menyukai Andika maupun Ahmad Luthfi.

Afeksi positif terhadap Gus Yasin mencerminkan daya tarik yang lebih personal, yang memungkinkan pasangan ini mendapatkan simpati dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan komunitas religius.

Dari sisi elektabilitas, survei menunjukkan bahwa popularitas Andika sebagai calon gubernur memang sedikit lebih tinggi daripada Ahmad Luthfi, namun tren afeksi atau kesukaan terhadap Andika cenderung menurun.

Ini menjadi tantangan bagi tim Andika, karena meskipun lebih dikenal, elektabilitasnya tidak kunjung meningkat.

Survei Pilwalkot Semarang The Republic Institute, Popularitas Ade Bhakti Tertinggi

Lingkar.co – Hasil survei Pilkada 2024 yang dilakukan The Republic Institute untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang menunjukkan sosok dari birokrat Ade Bhakti Ariawan menduduki peringkat pertama dengan hasil 22,3 persen.

Peneliti The Republic Institute, Sufyanto mengatakan sosok Ade Bhakti masih diterima oleh 80 persen warga Gajahmungkur.

“Terlihat penerimaan di Gajahmungkur sangat tinggi sekitar 80 persen, ada beberapa kebijakan yang dilakukan di Damkar soal banjir juga sangat besar dampaknya karena memang sebagian besar wilayah Semarang memiliki masalah banjir,” tuturnya, Jum’at (17/5/2024).

Pipularitas Ade bisa setinggi itu karena warga Kota Semarang melihat ASN adalah bagian dari leader opinion yakni menjadi pemimpin opini di maisng-masing lingkungan. Apalagi prosentase ASN di Kota Semarang sebanyak 6 persen dari total jumlah penduduk.

“Kira-kira masing-masing ASN kalau dilihat dari konteks media sosial dia adalah aktor yang memiliki follower yang besar, bukan berarti pengikut yang terdaftar dalam akun media sosial tapi pengikut di lingkungan sekitar,” kata Sufyanto.

Melihat tingginta popularitas Ade Bhakti dalam survei, Sufyanto yakin Sekdin Damkar tersebut memiliki kans sepanjang ia bisa menjaga ritme kehadirannya di tengah masyarakat Kota Semarang secara konsisten.

“Apa yang dilakukan sekarang kalau konsisten sampai jelang Pilkada maka bukan tidak mungkin dia akan menjelma menjadi pemimpin yang diharapkan masyarakat Semarang,” paparnya.

Kendati demikian, dirinya tidak menyebutkan secara rinci hasil survei tersebut karena survei dalam tahap ini bersifat tertutup.

Sementara itu, Pengamat Politik Undip, Wahid Abdulrahman menyebut jika Ade Bhakti cukup masif dalam bermedia sosial dan cukup responsif terhadap keluhan masyarakat.

“Tapi sekali lagi grassroot itu menjadi PR-nya beliau. Dan kalau saya lihat belum bisa ke Wali Kota, beliau lebih tepat jika mendaftar calon wakil wali kota,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang, Ade Bhakti Ariawan secara mendadak memiliki popularitas yang sangat tinggi semenjak ia dipindahkan sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

Perpindahan posisi dirinya dari Camat Gajahmungkur itu tak lepas dari persoalan missed persepsi atas kegiatan yang digelar Pemkot Semarang.

Sejatinya, ia dinilai masyarakat sebagai pemimpin yang solutif ketika menjabat sebagai Camat Gajahmungkur.

Namun sayang dirinya terpeleset dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya yang menyebabkan posisinya digeser. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat