Arsip Tag: Ade Bhakti Ariawan

Dukung Wisata Edukasi, Ade Bhakti Tawarkan Fire Safety di Semarang Zoo

Lingkar.co – Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan menawarkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan keselamatan kebakaran (Fire Safety) di Semarang Zoo.

“Ada banyak permintaan dari sekolah yang ingin mengadakan kegiatan prosedur keselamatan jika terjadi kebakaran. Belum semuanya bisa kita penuhi. Nah mungkin bisa ditindaklanjuti oleh Semarang Zoo, kegiatan di sini sekalian wisata edukasi satwa,” kata dia.

Mantan Camat Gajahmungkur ini mengatakan hal itu disela menghadiri senam Pound Fit yang dilaksanakan oleh Komunitas Jurnalis Pemerhati Konservasi dengan PT Taman Satwa Semarang, Minggu (13/7/2025) pagi. “Saya terakhir ke sini kayaknya dulu waktu evakuasi buaya ya,” kata dia

Selain kegiatan damkar, Ade Bhakti juga menawarkan kegiatan forest run di area Semarang Zoo. “Saya masih ada komunitasnya, ada ribuan anggota,” ungkapnya.

Ade Bhakti yang datang bersama istri dan putrinya menyempatkan diri untuk memperhatikan koleksi satwa sekaligus melihat tambahan koleksi satwa baru. “Kapibara ini baru datang sekitar dua bulan lalu. Jadi masih adaptasi,” kata Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Swandito Widyotomo yang mendampingi Ade berkeliling.

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo menambahkan, pihaknya mengapresiasi tawaran tersebut. Baginya, kegiatan tersebut juga penting baik bagi siswa maupun manajemen Semarang Zoo.

“Tawarannya cukup menarik, dan bisa memeriahkan, sekaligus memberikan edukasi kepada adik-adik pelajar tentang satwa dan fire safety,” ujarnya.

Di lain sisi, kata dia, kegiatan tersebut juga merupakan nilai lebih dalam hal promosi Semarang Zoo. (*)

Ade Bhakti Meriahkan Senam Pound Fit di Semarang Zoo

Lingkar.co – Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan hadir memeriahkan suasana senam pound fit di Semarang Zoo, Minggu (13/7/20205) pagi.

Mantan Camat Gajahmungkur ini hadir bersama istri dan anak perempuannya sekira pukul 07.15. ia menyapa para peserta senam yang dipandu oleh instruktur Sita.Pound Kemudian, ia melanjutkan jalan-jalan menuju beberapa kandang satwa koleksi PT Taman Satwa Semarang.
Usai berkeliling, Ade tampil di panggung senam untuk membagikan door prize bersama Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo. Rachman Polalo sebagai host juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berfoto bersama Ade Bhakti.

Ketua Panitia, Muhammad Husni Musonnifin menuturkan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Komunitas Jurnalis Pemerhati Konservasi dengan Semarang Zoo. “Ini kerja sama kita untuk pertama kalinya. Tujuannya agar masyarakat mempertikan pentingnya konservasi,” kata dia.

Ia melanjutkan, rencananya kegiatan dilaksanakan dengan mancing bersama. Namun kegiatan memancing dibatalkan karena konfirmasi peserta pada umumnya memilih untuk daftar di tempat.

“Kita kan perlu mempersiapkan hadiah, door prize, beli ikan untuk tambahan di area pancing, kalau semua daftar di tempat tentunya kita tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi mancing batal,” jelasnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada PT Sumber Alfa Trijaya (Alfamart), PT. Ulam Tiba Halim (Marimas), PT. PDAM Tirta Moedal, dan Irwan Leokita W Kusuma (Anggota DPRD Kota Semarang) yang telah memberikan dukungan untuk kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada para sponsor dan donatur dan pihak Semarang Zoo sehingga acara ini berlangsung dengan baik,” ucapnya.

Kesehatan Jantung

Instruktur senam, Sita Pound menerangkan senam pound berasal dari Amerika yang terinspirasi dari pencipta pound yang hobi bermain alat musik drum dan gym pada tahun 2011. Sehingga semua gerakan menggunakan tongkat stick drum yang disebut Ripstix. Namun demikian, kata dia, ukuran dan bahan stick sudah didesain khusus dan tidak diperjualbelikan secara bebas.

“Pound Fit itu sebenarnya Pound Fitness, makanya kalau saya bilang ke temen-temen itu pound aja, gak pake fit,” ujarnya.

Ia bilang, dirinya mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebagai instruktur Pound di Jakarta selama beberapa waktu dan kembali ke Semarang untuk mengajar pada tahun lalu.

“Pound ini diciptakan pada tahun 2011, masuk ke Indonesia tahun 2016. Saya ngajar di Semarang mulai Mei tahun 2023,” kata dara asal Gununggpati ini melanjutkan.

Ia lantas menerangkan, proud fit merupakan senama yang didesain untuk kesehatan jantung dengan gerakan khusus dan sudah dikonsultasikan oleh dokter spesialis jantung. Gerakan pound sudah paten dibagi dalam 12 irama lagu yang tidak boleh dijeda lama karena mengganggu sistem kardiovaskular. Gerakan pound juga dibagi dalam segmentasi usia dari anak sampai lansia. Semua instruktur Pound Fit harus bersertifikat karena tidak boleh ada modifikasi atau variasi.

“Pound itu untuk semua usia. Bahkan untuk anak-anak juga ada. Semua ada sertifikasinya, dan saya punya,” jelasnya.

Terkait kegiatan Pound Fit di Semarang Zo, ia mengaku senang karena ada anggota Pound Fit Semarang yang sudah lama tidak ke kebun binatang (Bonbin. “Seneng banget karena temen-temen yang belum pernah ke Bonbin atau Semarang Zoo akhirnya ke Semarang Zoo. Jadi sekalian nge-pound olahraga sekalian jalan-jalan. Sekalian melihat Bonbin yang sekarang karena mereka tahunya yang dulu itu kan, sekarang sudah berbenah, mereka jadi punya pengetahuan baru,” ucapnya.

Ditanya soal kegiatan senam Pound kembali di Semarang Zoo dengan segmentasi anak, dirinya menyatakan siap dan antusias menyambut jika ada tawaran tersebut. “Bisa, nanti jika ada kerja sama untuk yang anak-anak usia 5-12 tahun. Gerakannya beda, musiknya juga beda karena ada activitinya untuk bermain,” katanya. (*)

Ade Bhakti Umumkan Mundur dari Pencalonan Wali Kota Semarang

Lingkar.co – Salah satu calon kontestan Pilwalkot Semarang Ade Bhakti Ariawan mengumumkan dirinya mundur dari perhelatan politik Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang.

Pernyataan tersebut ia katakan ketika dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Minggu (25/8/2024). Ditanya apakah jadi melanjutkan pencalonan atau tidak? Ade kemudian menjawab tidak maju.

“Fix ndak maju,” jawabnya singkat.

Sebelumnya, Ade Bhakti juga sudah mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan melalui akun instagramnya @adebhakti.

“Saya Undur Diri… Selamat Ber-Kontestasi…!!,” tulisnya dalam kalimat pembuka postingan dengan beberapa foto saat dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Semarang.

Sekretaris Damkar Kota Semarang ini tidak lupa menyampaikan terima kasih atas pelajaran dan pengalaman yang berharga untuknya. “Maturnuwun (terima kasih) atas pelajaran & pengalaman berharga dalam perjalanan hidup saya…,” tuturnya

Calon yang paling populer di media sosial ini juga menyampaikan Slam hormat yang ditujukan kepada para ketua partai politik, kader dan simpatisan yang telah memberikan kesempatan dan dukungan untuk dirinya meramaikan bursa pencalonan pada tahap penjajakan.

“Salam hormat saya kepada ketua dan seluruh pengurus…kader…serta simpatisan @demokrat_kota_semarang gerindrakotasemarang @gerindra @pdipsemarangkota @golkarkotasemarang @psi_smg,” lanjutnya.

“Saya yakin niat baik kita semua dalam berdemokrasi adalah untuk kemajuan Kota Semarang…yang sama-sama kita cintai…,” ujarnya.

“Dan saya juga meyakini… berkontribusi dalam membangun Kota bisa lewat apa saja…dan dimana saja…termasuk menjadi Abdi Negara…dan Pastinya Menjadi Warga Kota Semarang seutuhnya…,” ujarnya

“Terakhir… semoga kita semua diberikan kesehatan serta kemurahan riski..dari Sang Maha Pencipta… Allah SWT…,” tutupnya.

Sontak saja hal itu menuai beragam reaksi dari warganet. Tidak sedikit yang tetap menyemangati maupun yang mencibir. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

ASN Pasang Baliho Maju Calon Kepala Daerah, ini Kata Bawaslu

LLingkar.co – Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, banyak yang melakukan sosialisasi dengan memasang baliho atau Billboard untuk sosialisasi diri, termasuk di Kota Semarang.

Diketahui pula, ada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang terjual sebagai bakal calon wali kota Semarang, yakni Iswar Aminuddin yang berposisi sebagai Sekda, dan Ade Bhakti Ariawan yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Damkar Kota Semarang.

Bawaslu menilai aktivitas itu berpotensi melanggar aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri dan Kepala Lembaga, Bawaslu tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum.

SKB ini ditandatangani oleh Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana bersama Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Mendagri Tito Karnavian, Ketua KASN Agus Pramusinto, Ketua Bawaslu Agus Bagja pada (22/7/2022).

Menurut Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, bahwa setiap calon yang maju di Pilkada serentak dari TNI/ASN aktif, bisa mengajukan pengunduran diri, pada saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Yakni pada pertengahan bulan Agustus, saat tahapan pendaftaran calon ke KPU.

“Yang bersangkutan harusnya cuti diluar tanggungan negara, sejauh dari pantauan kami, yang bersangkutan sudah dipanggil untuk diklarifikasi dari Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) baru- baru ini, yang mempunyai tugas monitoring /pengawasan aktivitas ASN di seluruh Indonesia,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (17/7/2024).

Sejalan dengan hal itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak penyelenggaraan Pemilu, terkait Netralitas ASN. Bahkan juga mendorong sampai tingkat kelurahan, dan kecamatan.

“Untuk jenis sanksinya adanya potensi pelanggaran itu ada di KASN. Kita hanya ditembusi dari KASN, untuk sanksinya belum tahu, kewenangan ada di sana,”imbuhnya.

Ia lanjut menerangkan, dalam SKB 5 Menteri ini diantaranya berisi meliputi upaya pembinaan dan pengawasan netralitas Pegawai ASN pada instansi pemerintah.

“Dan bentuk pelanggaran dan penjatuhan sanksi atas pelanggaran netralitas Pegawai ASN. Serta ketentuan netralitas bagi ASN telah diatur melalui Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2014, salah satunya Bahwa ASN tidak boleh berpihak atau melakukan aktivitas yang menunjukan keberpihakan kepada peserta Pemilu maupun Pilkada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Begini Jawaban Kocak Ade Bhakti Soal Surat Tugas dari PSI Selesai

Lingkar.co – Jagat media sosial masih ramai membincang berita soal selesainya surat tugas untuk Ade Bhakti Ariawan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun ia malah menanggapi hal itu dengan gaya khasnya yang kocak.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Melly Pangestu mengaku mendapatkan surat tugas untuk keperluan yang sama, yakni menggalang partai politik koalisi dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang.

“Ya semua surat tugas mempunyai masa berlaku. Tapi tanpa itupun semua masih punya hak untuk tetap berkomunikasi,” kata Melly saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Ditanya lebih lanjut terkait surat tugas untuk Ade Bhakti, Melly Pangestu Pangestu pun mengaku belum melihat surat tugas tersebut secara langsung. “Saya belum pernah lihat fisiknya, silahkan ditanyakan ke yang bersangkutan (Ade Bhakti,-red).

Surat tugas dari PSI tersebut kemudian menjadi ramai dianggap telah menggugurkan peluang Ade Bhakti dalam berkontestasi di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024 melalui PSI.

Terlebih mendadak muncul kabar bahwa Bupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto telah disepakati bakal diusung PSI dan Partai Golkar untuk maju sebagai calon wali kota dalam Pilwalkot Semarang.

Saat ditanya terkait hal tersebut, Ade Bhakti dengan santai berkelakar bahwa dia pernah menjadi lawan Dico, tapi saat bermain sepakbola.

Iswar dan Ade Bhakti Dapat Panggilan KASN, Pengamat Politik: Suara Masyarakat Tidak Bisa Diatur

Lingkar.co – Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mendapat panggilan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk berkoordinasi dan klarifikasi .

Kedua tokoh populis itu bakal dimintai klarifikasi oleh KASN terkait netralitas mereka sebagai ASN. Hal itu tak lepas dari santernya wacana sebagai bakal calon wali kota Semarang pada Pilkada atau Pilwalkot Semarang 2024.

Menurut pengamat Tata Negara dari Universitas Surakarta (UNSA) Dr Diana Sukorina, keduanya bisa membuktikan netralitasnya jika tidak mengajukan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota. Selain itu, mereka juga harus membuktikan bahwa kemunculan mereka berdua dari suara masyarakat melalui media sosial, polling-polling, dan hasil survei.

“Baik Ade maupun Iswar memiliki celah bahwa mereka tidak mengajukan diri sebagai bakal calon namun nama mereka muncul karena suara masyarakat melalui media sosial, polling-polling, dan hasil survei,” ujar Diana saat diwawancara pada Rabu (10/7/2024).

Diana menjelaskan bahwa suara dari masyarakat tidak bisa diatur jika memang menginginkan seorang ASN maju menjadi bakal calon wali kota. Namun harus dipastikan bahwa ASN yang bersangkutan tidak mengajukan diri.

“Nah Ade dan Iswar harus membuktikan hal tersebut bahwa mereka tidak mengajukan diri tetapi nama mereka muncul dari masyarakat,” tandasnya.

Ade Bhakti mengikuti open house di Balaikota Semarang, Rabu (10/4/2024). Foto: Istimewa.
Ade Bhakti mengikuti open house di Balaikota Semarang, Rabu (10/4/2024). Foto: Istimewa.

Terkait surat pemanggilan ASN, Diana menjelaskan bahwa itu sah-sah saja karena tugas KASN adalah memastikan netralitas ASN dalam kontestasi politik. “Kalau surat dari KASN tidak ada masalah karena itu sudah tugas mereka menegakkan aturan terkait kedisiplinan ASN, dalam hal ini netralitas,” ujarnya.

Namun demikian, Diana mengatakan bahwa setiap ASN yang akan maju sebagai kepala daerah harus menaati undang-undang dan regulasi yang ada. “Namun apapun itu, harus sesuai dengan undang-undang atau regulasi yang mengatur ASN,” ujarnya.

Diana lantas mengutip Pasal 2 UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 berisi ketentuan bahwa salah satu asas dalam kebijakan dan manajemen ASN adalah netralitas. “Netralitas ASN penting karena kualitas aparatur birokrasi tak boleh berubah dalam memberikan pelayanan publik walaupun pimpinannya berganti karena ada mekanisme pemilu,” jelasnya.

Kemudian ada pula keputusan MK Nomor 41/PUU-XII/2014 memutuskan bahwa:

Merasa Tak Langgar Aturan, Ade Bhakti Siap Penuhi Panggilan KASN

Lingkar.co – Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mendapat panggilan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Jum’at (12/7/2024) mendatang. Surat panggilan dari KASN tersebut meminta agar dirinya mengklarifikasi terkait aktifitasnya berkomunikasi dengan partai politik di ajang Pemilihan Walikota Semarang 2024.

Saat dikonfirmasi, Ade Bhakti mengatakan siap mengikuti prosesnya. Pasalnya, Ade yakin tidak melanggar aturan Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 ataupun Undang-undang No 20 Tahun 2023.

“Saya ikuti prosesnya, sering kayak gini kok, kemarin yang nasi goreng ya sama saya dimintai klarifikasi hampir 2 jam,” ujarnya saat diwawancara pada Selasa (9/7/2024).

Ade justru mempertanyakan surat undangan dari KASN yang diterimanya karena tidak jelas pelanggaran apa yang harus diklarifikasi.

“Kalau aturan terkait dengan netralitas kan sudah ada to mas, nah dari undangannya KASN itu kan nggak dibahas tentang apa yang dilanggar,” ucapnya.

Ade Bhakti justru dengan bercanda mengatakan persiapannya adalah sarapan yang banyak agar dirinya kuat melakukan klarifikasi. “Jadi yang penting sarapan yang banyak. Jadi kalau klarifikasinya lama saya tetap kuat dan nggak gemetaran,” jelasnya.

Ade sangat yakin bahwa aktifitas komunikasinya dengan partai politik tidak melanggar aturan yang ada. “Saya yakin kok kegiatan saya ke Partai Politik itu semuanya di luar jam kerja saya sebagai ASN,” tandasnya.

Meskipun status Ade Bhakti ASN, tidak ada aturan yang menyarankan harus Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN). “Karena aturannya jelas sesuai dengan UU ASN no 5 Tahun 2014. Hal itu juga sudah saya kaji, jadi saya yakin tidak melanggar,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Laksanakan Tugas Dari Kaesang, Ade Bhakti Jalani Penjaringan Balon Wali Kota Semarang di Gerindra

Lingkar.co – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Semarang paling populer di media sosial, Ade Bhakti Ariawan mengikuti penjaringan di DPC Partai Gerindra Kota Semarang, pada Jum’at (31/5/2024) sore. Ia mengaku ikut uji kompetensi dan kelayakan sebagai calon Wali Kota Semarang karena menjalankan tugas dari Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep.

“Hari ini saya menghadiri undangan dari kawan-kawan DPC Gerindra Kota Semarang setelah kemarin saya mendapatkan surat tugas dari DPP Partai solidaritas Indonesia (PSI) untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan dari partai yang ada di Kota Semarang,” ujar Ade Bhakti setelah menjalani sesi tertutup itu di kantor Partai Gerindra Kota Semarang.

Gerindra merupakan partai politik pertama yang dia kunjungi setelah surat tugas yang ditandatangani oleh Kaesang Pangarep sang Putra Presiden sampai di tangannya.

Ade berharap Partai Gerinda menjadi bagian dari kapal besar yang dibangun secara bersama-sama untuk pondasi awal sebelum gelaran Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024 bergulir.

Tak hanya dengan partai politik koalisi, Ade bahkan ditugaskan oleh putra bungsu Jokowi tersebut untuk berkomunikasi dan menggalang dukungan dari masyarakat.

“Harapan saya secara pribadi kepengin merajut semua pihak menjadi sebuah kapal besar untuk memenangkan Pilkada,” tukasnya.

Ketika ditanya bagaimana strateginya memenangkan Pemilihan Wali Kota Semarang, Ade dengan percaya diri menjawab sudah punya satu strategi.

“Strateginya hanya satu. Semua harus sudah berkomunikasi. Tinggal mengatur waktu untuk kondsolidasi berikutnya,” tegasnya.

Ade mengaku sudah berkomunikasi secara lisan ke beberapa partai, termasuk Partai Gerindra.

Sebagaima diketahui, nama Ade Bhakti Ariawan menjadi fenomena di media sosial sejak dirinya mengkritik lomba memasak Nasi Goreng yang digelar oleh Wali Kota Semarang pada 2023 lalu.

Pasca kejadian tersebut, dirinya kemudian dipindahkan dari posisinya sebagai Camat Gajahmungkur ke sekretaris Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. Sejak pergeseran itu, ia menjadi primadona di media sosial, terutama di instagram.

Melejitnya popularitas Ade Bhakti membawa dirinya masuk dalam survei bursa bakal calon wali kota dan wakil wali kota Semarang. Hingga pada akhirnya, eksistensi Ade Bhakti dilirik oleh Partai pemenang Presiden, yaitu Gerindra. Ia pun mendapat undangan untuk mengikuti penjaringan tertutup yang ia tuntaskan dengan membawa surat tugas dari PSI

Perjalanan karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) kini diragukan karena keputusannya untuk berkontestasi sebagai Bakal Calon Wali Kota Semarang. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Kian Mantapkan Langkah Menuju Pilwalkot Semarang 2024, Ade Bhakti Lanjut Daftar ke Partai Golkar

Lingkar.co – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Ade Bhakti Ariawan kian memantapkan langkahnya untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Pilwalkot Semarang 2024 dengan mendaftarkan diri ke Partai Golkar.

Sebelumnya, ia mendaftar di PDI Perjuangan sebagai bakal calon wakil wali kota Semarang, namun selang beberapa waktu, ia mencabut berkas pendaftaran dan mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Semarang di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu.

Langkahnya tidak berhenti sampai di situ, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang ini mendaftar ke DPD Partai Golkar Kota Semarang pada Jumat (31/5/2024) malam.

Ade datang ke kantor partai berlambang pohon beringin setelah sebelumnya memenuhi undangan penjaringan tertutup di Partai Gerindra Kota Semarang.

Mantan camat Gajahmungkur yang viral gegara Nasi Goreng Mbak Ita ini mengaku sudah mendapat surat tugas dari PSI dan akan melakukan komunikasi politik dengan partai lain.

“Kemarin saya dapat surat tugas dari PSI untuk berkomunikasi dengan kawan-kawan partai di Semarang. Gerindra jadi partai pertama yang saya kunjungi setelah itu partai Golkar,” ungkapnya.

Ade menuturkan, dirinya ingin merajut semua partai untuk dijadikan kapal besar dalam rangka Pilwalkot. Oleh karena itu, setelah mendatangi Partai Gerindra, dia langsung menuju ke Partai Golkar.

Kedatangan Ade Bhakti disambut baik ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang, Erry Sadewo yang menerima secara langsung. Erry mengapresiasi keberanian ASN muda yang berani mendaftar sebagai bakal calon wali kota Semarang melalui Partai Golkar.

“Kami mengapresiasi Mas Ade mendaftar melalui Partai Golkar, sebab Mas Ade ini representasi anak muda di kota Semarang yang siap jadi pemimpin,” ujarnya.

Erry melanjutkan, Kota semarang cukup dinamis dalam kontestasi pergantian kepemimpinan, apalagi dengan munculnya Ade Bhakti. Sebab, katanya perkembangan teknologi dan daftar calon pemilih dikuasai oleh generasi muda.

“Dunia medsos, anak muda dan Partai Golkar saat ini memang dipenuhi oleh anak-anak muda, kami ikut bangga,” tuturnya.

Ia lantas menegaskan bahwa partainya terbuka bagi semua masyarakat yang ingin menjadi pemimpin melalui Partai Golkar, termasuk dari kalangan generasi muda seperti Ade Bhakti Ariawan. “Yang pasti kami terbuka untuk siapapun termasuk calon pemimpin dari generasi muda seperti Mas Ade ini,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Survei Pilwalkot Semarang The Republic Institute, Popularitas Ade Bhakti Tertinggi

Lingkar.co – Hasil survei Pilkada 2024 yang dilakukan The Republic Institute untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang menunjukkan sosok dari birokrat Ade Bhakti Ariawan menduduki peringkat pertama dengan hasil 22,3 persen.

Peneliti The Republic Institute, Sufyanto mengatakan sosok Ade Bhakti masih diterima oleh 80 persen warga Gajahmungkur.

“Terlihat penerimaan di Gajahmungkur sangat tinggi sekitar 80 persen, ada beberapa kebijakan yang dilakukan di Damkar soal banjir juga sangat besar dampaknya karena memang sebagian besar wilayah Semarang memiliki masalah banjir,” tuturnya, Jum’at (17/5/2024).

Pipularitas Ade bisa setinggi itu karena warga Kota Semarang melihat ASN adalah bagian dari leader opinion yakni menjadi pemimpin opini di maisng-masing lingkungan. Apalagi prosentase ASN di Kota Semarang sebanyak 6 persen dari total jumlah penduduk.

“Kira-kira masing-masing ASN kalau dilihat dari konteks media sosial dia adalah aktor yang memiliki follower yang besar, bukan berarti pengikut yang terdaftar dalam akun media sosial tapi pengikut di lingkungan sekitar,” kata Sufyanto.

Melihat tingginta popularitas Ade Bhakti dalam survei, Sufyanto yakin Sekdin Damkar tersebut memiliki kans sepanjang ia bisa menjaga ritme kehadirannya di tengah masyarakat Kota Semarang secara konsisten.

“Apa yang dilakukan sekarang kalau konsisten sampai jelang Pilkada maka bukan tidak mungkin dia akan menjelma menjadi pemimpin yang diharapkan masyarakat Semarang,” paparnya.

Kendati demikian, dirinya tidak menyebutkan secara rinci hasil survei tersebut karena survei dalam tahap ini bersifat tertutup.

Sementara itu, Pengamat Politik Undip, Wahid Abdulrahman menyebut jika Ade Bhakti cukup masif dalam bermedia sosial dan cukup responsif terhadap keluhan masyarakat.

“Tapi sekali lagi grassroot itu menjadi PR-nya beliau. Dan kalau saya lihat belum bisa ke Wali Kota, beliau lebih tepat jika mendaftar calon wakil wali kota,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang, Ade Bhakti Ariawan secara mendadak memiliki popularitas yang sangat tinggi semenjak ia dipindahkan sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

Perpindahan posisi dirinya dari Camat Gajahmungkur itu tak lepas dari persoalan missed persepsi atas kegiatan yang digelar Pemkot Semarang.

Sejatinya, ia dinilai masyarakat sebagai pemimpin yang solutif ketika menjabat sebagai Camat Gajahmungkur.

Namun sayang dirinya terpeleset dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya yang menyebabkan posisinya digeser. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat