Arsip Kategori: Lingkar Pemilu

Memberikan kabar terkini terkait Pemilihan Umum

Tekad Kembali ke Senayan, GPK Jateng Deklarasi Siap Menangkan Pemilu 2029 untuk PPP

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jawa Tengah menggelar deklarasi pemenangan Pemilu 2029 di Hotel Candi Indah (HCI) Semarang pada Sabtu (23/8/2025). GPK adalah Badan Otonom (Banom) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

GPK Jawa Tengah berkomitmen memenangkan Pemilu 2029. Dalam deklarasi ini, H Haizul Ma’arif SH MH, selaku Ketua PW GPK Jawa Tengah menegaskan bahwa deklarasi ini adalah pemantik semangat para kader untuk memenangkan pemilu atau pileg, terutama di Jawa Tengah.

“Misinya tentu di Senayan (DPR RI), ini yang penting. Jadi deklarasi ini adalah pemantik agar kita semangat memenangkan Pemilu 2029,” ujar pria yang akrab disapa Gus Haiz ini.

Seperti yang kita tahu, perolehan suara PPP di Pemilu 2024 tidak memuaskan, bahkan tidak lolos Parliamantery Treshold atau lebih tepatnya hanya sekitar 2,5 persen dari seluruh total suara pemilu. Hal ini menyebabkan PPP tidak mendapatkan kursi DPR RI.

“Jadi kita itu muhasabah atau instropeksi diri agar kita semua solid dan tidak saling menyalahkan dan menata strategi serta kerja keras bersama-sama,” tandas Gus Haiz.

Gus Haiz mengatakan pula, sangat penting merekrut kader potensial untuk mendongkrak suara PPP. Perekrutan itu dilakukan melalui diklat agar sesuai dengan arah kebijakan partai.

“Penting sekali merekrut kader potensial melalui diklat agar sesuai dengan arah kebijakan partai,” tuturnya.

Di Jawa Tengah, menurut Haiz, daerah Solo Raya menjadi PR berat. Apalagi di Kabupaten Wonogiri, GPK belum memiliki struktur kepengurusan.

“Dapil di jateng yang kami sorot tentunya Solo Raya yang memang suaranya paling kecil. Terutama di Kabupaten Wonogiri yang belum ada PC GPK di sana,” ujarnya.

Kemudian, Imam Fauzan Amir Uskar selaku Ketua Pimpinan Pusat (PP) GPK mengatakan agar PPP sukses dalam pemilu 2029, pendekatan dan cara suksesinya harus berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

“Pendekatan dan caranya harus berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya ya. Kalau kita lihat dalam pemilu 2024 sangat money oriented, tapi dalam pemilu 2029 mungkin kembali ke strategi ketokohan dan memperkuat jaringan sosial partai,” tuturnya.

Lalu mengenai dugaan bahwa kekalahan PPP dalam Pemilu 2024 karena mendukung calon presiden yang salah, Imam Fauzan mengatakan dirinya tidak berkapasitas menjawab hal tersebut.

“Untuk dukungan presiden di 2029 masih sangat dinamis. Kalau apakah dukungan presiden di 2024 itu salah, saya kira bukan kapasitas saya untuk menilai,” ungkapnya.

Lalu untuk calon ketua umum PPP dalam muktamar 2025, Imam Fauzan berharap ketua yang baru memiliki ketokohan yang kuat dan mampu memenangkan PPP di Pemilu 2029.

“Kemudian untuk calon ketua umum PPP dalam muktamar 2025 nanti saya harap tokoh yang mampu mengangkat harkat dan martabat PPP agar kembali Berjaya seperti dahulu kala,” ujarnya.

Di akhir, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP, Masruhan Samsurie, menegaskan bahwa kader-kader GPK memiliki potensi besar untuk berjuang bersama PPP.

“Jadi GPK itu selalu punya potensi dan jadi garda depan pengkaderan sekaligus gerakan di PPP. Perannya sangat penting dalam banyak hal, mulai pemilu, pileg, pilkada, atau perjuangan PPP untuk masyarakat, mereka selalu jadi garda terdepan,” tuturnya.

Apalagi, tambah Masruhan, tradisi di PPP adalah membentuk kader potensial melalui kaderisasi agar tidak melenceng dari visi dan misi partai.

“Kemudian dalam tradisi PPP, setiap kader yang ingin maju dalam kontestasi kepemimpinan itu disyaratkan mengikuti proses kaderisasi formal yang ada, termasuk di dalam GPK,” ungkapnya.

Kemudian kriteria kader PPP untuk mengikuti pemilu atau pileg tentunya harus sduah terbukti kontribusinya di PPP, lalu memiliki modal sosial luas.

“Dengan kriteria itu, seorang kader bisa membentuk jaringan kerja untyk mencapai misi dalam pengabdian kepada negara melalui kontestasi kepemimpinan,” tutupnya. (*)

Penulis: Husni Bojes

KPU Jateng Tetapkan Luthfi-Yasin Paslon Terpilih, Usulan Pelantikan Diserahkan ke DPRD

Lingkar.co Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng resmi menetapkan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Pilgub Jateng 2024. Penetapan itu dilakukan di Rapat Pleno Terbuka di kantor KPU Jateng, Rabu 5 Februari 2025.

Penetapan itu tertuang pada Berita Acara Nomor 20/PL02.7-BA/33/2025 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Tahun 2024. KPU melakukan penetapan usai adanya salinan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 263/PHPU.GUB-XXIII/2025.

“Menetapkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah nomor urut 2 atas nama Ahmad Luthfi dan Taj Yasin sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Provinsi Jawa Tengah pada Pemilihan Tahun 2024,” ucap Ketua KPU Provinsi Jateng Handi Tri Ujiono yang didampingi seluruh komisioner KPU Jateng.

Rapat Pleno Terbuka itu turut dihadiri perwakilan dari pimpinan parpol. KPU juga mengundang kedua pasangan calon kepala daerah dan wakilnya, namun tidak ada yang bisa hadir.

Dalam pembacaan penetapan, Handi juga menyebut perolehan suara pasangan nomor urut 2 itu meraih suara sebanyak 11.390.191 atau 59,14% dari total suara sah.

Hasil penetapan itu selanjutnya akan diserahkan KPU Jateng ke DPRD Jateng yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan usulan pelantikan. “Kamis besok akan diterima oleh DPRD Jateng di kantor DPRD sekitar pukul 13.00 WIB untuk menyerahkan keputusan ini,” kata Handi.

Menurut informasi yang ia terima, pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen akan dilantik langsung oleh Presiden. Di sisi lain pihaknya masih menunggu peraturan presiden terkait kapan pelaksanaan pelantikannya.

Sementara itu, perwakilan dari Cagub Terpilih Ahmad Luthfi, Muhammad Isnaini mengatakan, Ahmad Luthfi tidak bisa hadir karena posisi masih di Jakarta usai melakukan safari ke sejumlah kementerian. Menurutnya, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih pada seluruh jajaran KPU jateng, Bawaslu, TNI dan Polri atas pelaksanaan pesta demokrasi yang baik.

Kemenangan yang didapat bukanlah kemenangan Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin, namun milik semua masyarakat Jawa Tengah. “Beliau mohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat Jawa Tengah, karena Beliau akan bekerja untuk masyarakat Jawa Tengah dengan seluruh jajaran birokrasi pemerintahan,” ungkap Isnaini. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

KPU Kota Semarang Belum Tentukan Calon Wali Kota Terpilih di Pilkada 2024, Ini Alasannya

Lingkar.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang belum menetapkan dua calon terpilih sebagai Wali Kota Semarang periode 2024-2029. Sejatinya, sidang perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP Kada) saat ini tengah disidangkan oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti diketahui, KPU telah menetapkan hasil Pilkada Serentak 2024, pasangan Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin memperoleh suara terbanyak dengan perolehan 486.423 suara. Sementara lawannya, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso memperoleh 363.331 suara.

Berdasarkan hasil tersebut, KPU Kota Semarang digugat oleh pemantau pemilu ke Mahkamah Konstitusi berupa pembatalan putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Insya Allah kami siap dan siaga untuk menanggapi. Kami sudah menunjuk penasihat hukum,” kata Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini, Selasa (14/1/2025).

Zaini menyatakan gugatan pemohon yang diwakili kuasa hukumnya terkait pemilihan wali kota Semarang didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi dengan nomor 199/PHPU.WAKO-XXIII/2025 pada hari Jumat (3/1/2025) pukul 14.00 WIB. Sidang masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi.

“Jadwal sidang pertama sudah disetujui pada 9 Januari 2025. Sementara itu, sidang kedua akan dilaksanakan pada 20 Januari,” ujarnya.

Diketahui dari surat gugatan yang dilayangkan KPU Kota Semarang ke Mahkamah Konstitusi oleh pemohon Ir Saparudin terkait perselisihan hasil pemilihan umum dan pembatalan Keputusan Nomor 1801 Tahun 2024 KPU Kota Semarang terkait penetapan hasil pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang tahun 2024 dilaksanakan pada Rabu (12/5/2024) pukul 14.00 WIB.

Pokok permohonan menyatakan bahwa penetapan hasil pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Tahun 2024 dinilai keliru menurut hukum karena telah terjadi pelanggaran prosedur yang signifikan pada tahapan pemungutan suara.

Selanjutnya, ditemukan adanya indikasi penyimpangan administrasi dalam penyelenggaraan pemilihan wali kota akibat adanya temuan khusus di TPS 13 Semarang Selatan terhadap rekomendasi PSU dari Bawaslu tetapi tidak dilaksanakan oleh KPU Kota Semarang. Dan menurut pemohon, hal ini dapat mempengaruhi hasil perolehan suara para calon yang maju dalam pemilihan.

KPU Kota Semarang Tetapkan Hasil rapat Rekapitulasi. Kharenrisma/Lingkar.co

PPI Minta Pemilihan Wali Kota Semarang Dibatalkan

Sebelumnya, Perhimpunan Pemilih Indonesia (PPI) yang diwakili oleh Saparuddin yang merupakan Koordinator Nasional PPI mengajukan permohonan pemungutan dan perhitungan suara ulang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang.

Pihaknya memohon pembatalah Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Nomo 1801 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang tahun 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (9/1/2024).

Sidang tersebut dilaksanakan oleh Panel 1 yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo bersama dengan Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah.

Dalam persidangan Perkara Nomor 199/PHPU.WAKO-XXIII/2025 ini, Pemohon menyebutkan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut 01 Agustina Wilujeng Pramestuti–Iswar Amiruddin memperoleh 486.423 suara dan Paslon 02 Sukawijaya Alias Yoyol Sukawi–Joko Santoso memperoleh 363.331 suara.

Namun pada proses penetapan hasilnya, menurut Pemohon terdapat cacat hukum karena adanya pelanggaran prosedural yang signifikan pada tahap pemungutan suara.

“Bahwa Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Semarang Selatan telah mengeluarkan rekomendasi tentang pelaksanaan pemungutan suara ulang di TPS 13 Kelurahan Lamper Tengah, yang didasarkan pada temuan pelanggaran yang mempengaruhi hasil pemungutan suara. Namun rekomendasi tersebut tidak diindahkan oleh PPK Semarang Selatan, sehingga terdapat indikasi pelanggaran administrasi dan mencederai asas keadilan pemilu,” kata Saparuddin.

Penulis: Muhammad Nurseha

Andika-Hendi Cabut Gugatan Hasil Penghitungan Suara Pilgub Jateng, Begini Tanggapan Ahmad Luthfi

Lingkar.co – Setelah Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng nomor urut 01, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi alias Hendi telah mencabut gugatan hasil penghitungan suara Pilgub Jateng di Mahkamah Konstitusi (MK), hal itu mendapat respon Calon Gubernur Jateng nomor urut 02, Ahmad Luthfi.

Usai bertemu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikediamannya di Sumber, Solo, Ahmad Luthfi menjelaskan masih menunggu penetapan dari MK.

Di lain sisi Ahmad Luthfi menghormati keputusan pasangan calon Andika Perkasa dengan Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) atas pencabutan gugatan pada Senin (13/1/2025) kemarin.

“Ya kita serahkan ke MK dulu, karena MK belum memberikan penetapan. Kalau MK menyatakan sah pencabutannya itu, akan ditindaklanjuti oleh KPU. Kita tunggu saja tanggal mainnya,” terangnya saat ditemui di kediaman pribadi Presiden ke-7 Joko Widodo, Selasa (14/1).

Mencermati perkembangan politik di Jateng saat ini, ketika ditanya awak media apakah ada rencana bertemu dengan Andika? mantan Kapolda Jateng ini mengatakan hingga saat ini belum ada. Namun dia mengaku siap mengamodir program dari Andika-Hendi.

“Tentu kalau ada yang baik kita ambil. Mungkin ada program pada saat debat kita rasa baik untuk masyakarat Jawa Tengah bisa kita tampung. Kita kelola bersama untuk masyarakat Jawa Tengah. Tidak ada rival, kita ini ngemong,” tegas Luthfi.

Apakah ada persiapan jelang penetapan sebagai calon terpilih hingga pelantikan? Luthfi mengatakan hingga saat ini belum ada.

“Tidak ada persipaan khusus. Cuma jaga kesehatan sama belanja masalah di masyarakat. Ke tempat yang dulu pernah saya datangi atau belum saya datangi,” jelas Luthfi.

Terkait wacana Kepala Daerah menjalani retreat, seperti para Menteri di Kabinet Merah Putih usai dilantik, Luthfi mengatakan bahwa dirinya siap. “Saya ngikut saja, untuk integrasi dengan pemerintah pusat, apa yang dilakukan pusat, akan kita aplikasikan didaerah,” bebernya.

Usai bertemu Jokowi, rupanya ada pesan yang disampaikan ke Luthfi. “Ya beliau berpesan agar segera bekerja untuk masyarakat Jawa Tengah,” papar Luthfi sembari bergegas masuk mobil lalu berpamitan kepada sejumlah awak media. (arh)

Tim Hukum Luthfi-Yasin Optimis Menangkan Sidang Gugatan Pilkada Jateng di Mahkamah Konstitusi

Lingkar.co – Hamdan Zoelva and Partner selaku kuasa hukum dari Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maemoen mengaku optimis menang dalam sidang gugatan Pilkada Jateng yang bakal digelar di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bahkan Hamdan Zoelva optimis gugatan yang dilayangkan Pasangan Calon Andika Perkasa-Hendrar Prihadi bakal ditolak MK yang dalam agenda hakim panel 1 dipimpin langsung Ketua MK Suhartoyo.

“Kami menyimak betul pokok-pokok permohonan yang diajukan oleh pemohon. Kami juga sudah membaca seluruh materi isi permohonan pemohon,” ujar Hamdan Zoelva dalam keterangannya, Jumat (10/1/2025).

Lebih lanjut Zoelva menegaskan, pihaknya akan menghormati proses pengajuan di MK ini sebagai bagian dari proses pemilihan umum.

“Jadi ini (gugatan sengketa) hal yang biasa saja, karena itu segala apapun yang terjadi nanti akan dinilai, dibuktikan dan diputuskan di Mahkamah Konstitusi,” tandas Zoelva didampingi Tim Kuasa Hukum dari Jawa Tengah yang digawangi Agus Wijayanto.

Secara umum, Pilkada Jawa Tengah ini merupakan provinsi yang selisih perolehan suaranya sangat besar dan sangat tinggi.

“Kalau merujuk pada undang-undang pemilihan kepala daerah Pasal 158, itu di atas ambang batas,” tandasnya.

Pihaknya optimis gugatan pemohon akan ditolak MK. Pasalnya, pemohon juga telah melakukan perbaikan dengan mengubah argumentasi.

“Sepanjang pemahaman kami, pemohon sudah melakukan perbaikan dan mengubah argumentasi. Pemohon juga sudah mencabut bukti terkait keterlibatan Presiden,” ungkapnya. (arh)

Agustina-Iswar Menang Pilwalkot Semarang, Supriyadi: Dana RT Rp 25 Juta Per Tahun Harus Segera Direalisasikan

Lingkar.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menetapkan pasangan nomor urut 1 Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin tampil sebagai pemenang pada Pilwalkot Semarang 2024.

Hasil pleno menyatakan bahwa pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan, Agustina-Iswar unggul dengan perolehan 486.423 atau 57,24 persen. Adapun pasangan nomor urut 02, Yoyok Sukawi-Joko Santoso, memperoleh 363.331 atau 42,76 persen.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Tim Pemenangan Agustina-Iswar, Supriyadi menyampaikan terima kasih kepada pendukung pasangan nomor urut 01.

“Sehingga bisa memenangi kontestasi ini dan harapan kami ke depan bisa lebih amanah paslon kami,” kata Supriyadi dilansir dari Kompas, Jumat (6/12/2024).

Mantan ketua DPRD Kota Semarang itu berharap pasangan Agustina-Iswar dapat menjadi harapan baru bagi warga Kota Semarang, termasuk janji politik yang telah disampaikan oleh pasangan tersebut.

“Yang utama adalah Rp 25 juta per tahun per RT itu harus segera direalisasikan pada tahun 2025,” ucap dia.

Hasil Resmi Pilgub Jateng, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Raih 11,3 Juta Suara, Andika-Hendi 7,8 Juta Suara

Lingkar.co – Akhirnya hasil resmi Pilgub Jateng 2024 ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah. Dalam rapat pleno yang digelar di kantor KPU Hari Sabtu, 7 Desember 2024, ditetapkan Pemenangnya adalah paslon 2 Ahmad Luthfi – Gus Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Pasangan yang didukung koalisi 15 partai KIM+ itu meraih 11.390.191 suara. Sementara pasangan Nomor Urut 1, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, yang hanya didukung PDIP meraih 7.870.084 suara. Ahmad Luthfi-Gus Taj Yasin Menang Mutlak.

Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono dalam rapat pleno penetapan mengatakan, rekapitulasi rapat pleno hasil akhir ini berjalan dengan baik dan lancar. Bahkan berproses lebih cepat karena laporan masing-masing kabupaten/kota berjalan lebih maju.

“Total suara sah yang diperoleh kedua pasangan calon sebanyak 19.260.275 suara. Jumlah suara tidak sah sebanyak 1.528.502 suara. Sementara total DPT ada 28,4 juta,” katanya.

Ia mengatakan jumlah penduduk Jawa Tengah yang menggunakan hak pilih dalam pemungutan suara 27 November 2024 lalu mencapai 20.788.777 orang. Dengan tingkat partisipasi pemilih sekitar 70 persen. Meski tergolong belum maksimal, angka 70 persen termasuk yang tertinggi dibanding wilayah lain.

Hasil rekapitulasi suara tersebut, lanjut dia, dituangkan dalam surat keputusan KPU Jawa Tengah yang selanjutnya diserahkan kepada kedua saksi pasangan calon dan Bawaslu Jawa Tengah.

Sidang pleno KPU Jawa Tengah. Foto: istimewa
Suasana sidang pleno rekapitulasi suara Pilgub Jawa Tengah. Foto: istimewa

Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah, menurut dia, setelah dipastikan tidak ada sengketa hasil pilkada.

“Penetapan akan dilakukan setelah diterima surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang disampaikan melalui KPU RI,” katanya.

Ia menambahkan, proses rekapitulasi hasil Pilgub Jawa Tengah 2024 ini bisa selesai lebih cepat dari waktu yang direncanakan karena koordinasi dan komunikasi yang dilakukan mulai dari bawah berjalan lancar.

Kotak Kosong Kalahkan Petahana di Pilkada Bangka

Lingkar.co – Suara rakyat adalah suara Tuhan. Demikian gaung para aktivis dalam ruang-ruang diskusi politik. Fenomena itu terjadi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati Bangka, kotak kosong mampu mengalahkan petahana.

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bangka, Mulkan-Ramadian harus mengakui kalah melawan kotak kosong dalam Pilkada Bangka 2024, Jum’at (29/11/2024).

Berdasarkan data sementara dari Sirekap KPU, pasangan ini hanya memperoleh 42,75 persen suara, kalah dari kotak kosong yang berhasil meraih 57,25 persen.

Kepri Post mengabarkan, Mulkan menjabat sebagai Bupati Bangka periode 2018–2023 dan maju kembali dalam Pilkada 2024 dengan dukungan dari 10 partai politik. Di antaranya PAN, PDIP, Perindo, Demokrat, Nasdem, PKS, PKB, Golkar, PPP, dan Gerindra.

Dalam kampanye mereka, Mulkan dan Ramadian mengusung lima visi besar untuk Bangka:

Ilustrasi Pilkada serentak 2024. Lingkar.co
Ilustrasi Pilkada serentak 2024. Lingkar.co
1. Tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kolaboratif.
2. Pelayanan dasar dan perlindungan sosial bagi masyarakat.
3. Industrialisasi komoditas unggulan daerah untuk menciptakan sumber ekonomi baru.
4. Penguatan ketahanan sosial, budaya, dan ekologi sebagai modal pembangunan.
5. Pemerataan infrastruktur untuk mendukung kemandirian wilayah.

Biodata Mulkan dan Ramadian
Berikut biodata atau profil Mulkan dan Ramadian, paslon tunggal di Pilkada Bangka
Nama: H. Mulkan, S.H., M.H.
Jenis Kelamin: Laki-laki
Tempat, Tanggal Lahir: Pusuk, 5 April 1974
Agama: Islam
Alamat: Bangka, Kepulauan Bangka Belitung
Pendidikan Terakhir: S2
Pekerjaan: wiraswasta

Melihat Kekuatan Kotak Kosong di Pilkada Jawa Timur

Lingkar.co – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 cukup menarik di Jawa Timur. Pasalnya terdapat lima daerah yang melawan kotak kosong. Namun demikian bukan berarti lima pasangan calon itu mudah untuk menang melawan kotak kosong di daerah tersebut.

Lima daerah itu, antara lain Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan data sementara yang dilansir dari JPNN Jawa Timur yang mengambil dari laman resmi KPU, Pasangan Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Aluf di Pilkada Gresik memperoleh suara 59,73 persen.

Meski menang, namun suara kotak kosong juga tak kalah tinggi, yakni mencapai 40,27 persen.

Kemudian, pasangan Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya mendapatkan suara 81,38 persen, sedangkan kotak kosong hanya 18,62 persen.

Selanjutnya, pasangan Mochammad Nur Arifin (Gus Ipin)-Syah Muhammad Natanegara di Pilkada Trenggalek unggul 80,79 persen, sedangkan kotak kosong 19,21 persen.

Lalu, di Kota Pasuruan pasangan Adi Wibowo-Mokhamad Nawawi juga unggul melawan kotak kosong, mereka mendapat suara 80,59 persen, sedangkan kotak kosong hanya 19,41 persen.

Sedikit berbeda di Kabupaten Ngawi Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko unggul jauh dari kotak kosong yakni 94,08 persen, sedangkan kotak kosong hanya 5,92 persen. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Legawa Akui Kalah Pilwalkot Semarang, Yoyok Sukawi Tetap Bangga Bisa Berjuang Bersama

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang nomor urut 02, Yoyok Sukawi dengan legawa dan besar hati mengakui keunggulan perolehan suara yang diraih paslon nomor urut 01, Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin dalam kontestasi Pilwalkot Semarang 2024.

Berdasarkan hasil hitung cepat dari Desk Pilkada Pemkot Semarang, perolehan suara Agustina-Iswar sebesar 57,36 persen, sedangkan Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) meraih suara 42,64 persen.

“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan, untuk seluruh teman-teman seperjuangan yang saya sayangi, mulai dari koalisi partai politik, keluarga besar, sahabat, relawan, simpatisan dan seluruh masyarakat yang telah membantu kami pasangan Yoyok Joko Santoso di Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih telah berjuang dari awal hingga akhir,” kata Yoyok Sukawi dalam keterangannya, Jumat (29/11/2024).

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berjuang keras memenangkan Yoyok-Joss. Mulai dari partai pengusung Koalisi Semarang Maju Bermartabat, tim pemenangan, relawan, serta simpatisan.

Terlebih, bagi masyarakat Kota Semarang yang telah memberikan suaranya untuk Yoyok-Joss di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 27 November 2024 kemarin.

Yoyok Sukawi saat memasukkan kertas suara di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi
Yoyok Sukawi saat memasukkan kertas suara di TPS 01 RT 06 RW 01 Kelurahan Wonotingal, Candisari, Kota Semarang, Rabu (27/11/2024). Foto: dokumentasi

Pihaknya tetap merasa bangga dengan kinerja tim pemenangan, relawan, dan dukungan masyarakat yang memiliki visi untuk menjadikan Kota Semarang lebih maju dan bermartabat.

“Kami bangga telah berjuang dan bekerja bersama saudara saudara dan seluruh warga selama ini,” ungkap Yoyok.