Arsip Tag: Spesialis

Baru, Vena Wasir Center RS Panti Wilasa dr Cipto Diskon 10 Persen

Lingkar.co – Vena Wasir Center, klinik spesialis yang fokus menangani penyakit wasir atau ambeien kini membuka cabang ke-39 di RS Panti Wilasa dr Cipto (RSPWDC) Semarang. Selasa (2/9/2025). Untuk memberikan pelayanan yang lebih murah, pasien bisa mendapatkan diskon 10 persen pada bulan ini

Chief Medical Officer Vena Wasir Center, dr Dewi Kusuma Wijayanti menuturkan, gaya hidup saat ini berdampak pada kebiasaan makan yang tidak sehat, kurang mengonsumsi sayur dan buah yang memiliki kandungan serat, suka makan pedas dan jarang berolahraga dan lebih banyak duduk.

Hal itu sejalan dengan data pasien yang berobat di RS Panti Wilasa dr Cipto Semarang yang menunjukkan tingginya penderita wasir. Diungkapkan dalam sepekan, terdapat 2 atau 3 pasien yang menderita wasir harus melakukan rawat inap maupun tindakan operasi.

Kini, kehadiran pusat layanan ini diharapkan menjadi tawaran solusi yang baik bagi pasien yang membutuhkan pelayanan medis karena Vena Wasir Center menggunakan metode penanganan wasir yang aman, minim nyeri, minim perdarahan, serta mempercepat pemulihan.

“Dengan teknologi modern, kami ingin memberikan solusi pengobatan wasir yang lebih efektif, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 2014, Vena Wasir Center dikenal menghadirkan teknologi terkini seperti Flash Optical Laser, Radiofrekuensi, dan WellC.

Berbeda dengan metode operasi konvensional, teknik ini memungkinkan pasien menjalani prosedur dengan cepat, minim rasa sakit, dan dapat kembali beraktivitas dalam waktu singkat.

Manager Marketing Vena Wasir Center, Kharismaestra Junior, mengatakan kebutuhan layanan pengobatan wasir di Indonesia masih sangat tinggi.

“Banyak pasien yang menunda berobat karena takut operasi atau khawatir dengan proses pemulihan yang lama. Metode modern yang kami tawarkan menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Pada cabang baru ini, turut hadir dokter trainer dr Mozart, Sp.B, bersama empat dokter spesialis bedah dari RS Panti Wilasa dr Cipto Semarang. Mereka akan bermitra dengan Vena Wasir Center, yaitu dr Bramantyo Prakoso, Sp.B, dr. Daniel Puguh, Sp.B, dr. Ezra Endria G, Sp.B, dan dr. Raymond Adiwicaksana, Sp.B, FINACS.

Direktur RS Panti Wilasa dr Cipto, dr Dyah Winastuti, M.Kes, menyambut positif kerjasama ini. Menurutnya, masyarakat Semarang kini memiliki pilihan pengobatan wasir modern yang terpercaya.

“Harapannya, pasien bisa lebih cepat mendapatkan layanan tanpa harus bepergian jauh ke kota lain,” katanya.

Dengan mengusung tagline “Atasi Wasir Sampai Tuntas”, Vena Wasir Center menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan layanan. Kehadiran cabang baru di Semarang memperkuat posisi klinik ini sebagai salah satu rujukan utama dalam penanganan medis wasir di Indonesia. (*)

Siapkan SDM Untuk RSUD Randublatung, Bupati Gelar Ngobrol Bareng Bersama 40 Dokter Spesialis

Lingkar.co – Menjelang dilaunchingnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Randublatung awal tahun ini (Februari 2024), Pemkab Blora terus berbenah. Baik menyiapkan sarana prasarananya, fasilitas penunjang, hingga SDM kesehatan, khususnya kebutuhan dokter spesialis.

Dalam rangka penyiapan SDM kesehatan misalnya, Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, Msi menggelar acara “Ngobrol Bareng” bersama Dokter Spesialis se -Kabupaten Blora, di Aula RSU dr. Soetijono Blora, Rabu (10/1/2024).

Hal itu dilakukan dalam rangka menyerap saran dan masukan dari para dokter spesialis untuk peningkatan kualitas layanan RSU Randublatung kedepannya. Dalam acara itu lebih dari 40 dokter spesialis se -Blora, dan 3 direktur rumah sakit umum daerah hadir.

Bupati Arief menyampaikan, lewat RSUD Randublatung, Pemkab ingin agar masyarakat Blora Selatan bisa memperoleh akses kesehatan yang merata. Dikatakan, keberadaan Randublatung dinilai strategis. Pasalnya, dari sisi jumlah penduduknya, Kecamatan Randublatung menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar kedua di kabupaten ini.

Untuk itu dokter spesialis yang ada di Blora diminta bisa turut mendukung beroperasinya RSUD Randublatung. “Ini sebuah tantangan, secara potensi juga baik. Kita berharap para dokters spesialis untuk bisa membantu.”

Agar pelayanan di RSUD Randublatung nantinya bisa berjalan dengan baik, lanjut Bupati, dari sisi tenaga kesehatan, sarana dan prasarana penunjang lainnya juga terus disiapkan.

Serap Masukan

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edy Widayat menuturkan, lewat kegiatan “Ngobrol Bareng” tersebut menjadi salah satu cara untuk menyerap masukan dan saran untuk mengembangkan rumah sakit yang ada di Blora.

Bupati Blora, H. Arief Rohman berfoto bersama para dokter spesialis. Foto: dokumentasi

“Dengan silaturahmi dokter spesialis bersama Bapak Bupati ini kami ingin berdiskusi bareng bagaimana mengembangkan tiga rumah sakit di Blora. Kami rencananya akan melaunching RS Randublatung bulan Februari. Infonya RS Bhayangkara juga akan dilaunching akhir bulan ini oleh Mabes Polri,” papar Edy Widayat.

Pada kesempatan itu Edy Widayat menyampaikan harapannya, agar nantinya rumah sakit Randublatung, Cepu, dan Blora bisa menghadirkan inovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSUD Randublatung, dr.Hartono menyampaikan beberapa rencana pelayanan yang ada di rumah sakit yang ia pimpin. Salah satunya adalah layanan dokter spesialis dasar maupun penunjang.

Diantaranya, demikian dr. Hartono, untuk spesialis dasar yaitu spesialis penyakit dalam, spesialis penyakit bedah, spesialis anak, spesialis Obgyn dan kebidanan. Kemudian juga ditunjang dokter spesialis penunjang yang mencakup spesialis anestesi, radiologi, dan laboratorium.

Beberapa pelayanan yang akan disiapkan, diantaranya rawat jalan (poliklinik) mencakup Klinik Penyakit Dalam, Klinik Penyakit Bedah, klinik Obgyn, Klinik Anak, Klinik Gigi. Selanjutnya rawat inap mencakup Penyakit Dalam dan Bedah, Penyakit Anak, Penyakit Obgyn dan Kebidanan. Kemudian untuk pelayanan IGD 24 jam mencakup kasus bedah, kasus non bedah, dan kasus obgyn. (Adv)

Polres Jepara Tangkap Pencuri Spesialis Mobil Kuno

JEPARA, Lingkar.co – Aparat Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah, mencatat dua pelaku pencurian kendaraan bermotor di dua lokasi di Kabupaten Jepara yang ditangkap, merupakan spesialis pencurian mobil kuno, dengan wilayah sasaran lintas provinsi.

Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko mengatakan, dua pelaku ini melakukan aksinya di Kabupaten Demak, Grobogan, Pati, Tangerang dan Jakarta, dimana jumlah total tempat kejadian perkara sebanyak 13 TKP.

“Selain melakukan pencurian di Kabupaten Jepara dan Kudus, ternyata pelaku juga mencuri mobil kuno, terutama mobil toyota kijang antara tahun 1990-1995 di sejumlah daerah di Tanah Air,” katanya.

Sementara barang hasil curian yang diamankan ada lima unit mobil kijang serta satu mobil Daihatsu Sigra yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya juga ikut diamankan.

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku asal Kabupaten Kudus yang berhasil ditangkap, yakni Fathoni dari Kecamatan Mejobo, yang merupakan residivis kasus serupa dan Dwi Kristianto asal Kecamatan Jati. Keduanya beraksi selalu mengendarai mobil.

“Ketika ada sasaran, maka salah satu pelaku yang akan melakukan eksekusi kemudian dibawa ke tempat aman untuk dijual,” ujarnya.

Mayoritas mobil hasil curiannya dijual dalam bentuk suku cadang guna menghindari pelacakan petugas. Sementara mobil yang dijual utuh ditawarkan dengan harga Rp7 juta per unitnya.

Fathoni membenarkan bahwa setiap unit mobil kijang yang dicuri dijual kepada orang lain sekitar Rp7 juta. Kebetulan mobil hasil pencurian dari dua lokasi di Jepara pada pertengahan Januari 2021, yakni dari halaman parkir Swalayan Saudara dan di Pantai Telukawur belum sempat dijual.

Sedangkan barang bukti lainnya merupakan TKP lain karena dalam satu bulan terakhir bisa mencuri lima unit mobil.

Alasan mencuri spesialis mobil kuno, lantaran mudah dicuri dengan bermodalkan kunci letter “T”. Sedangkan hasil penjualannya digunakan, untuk melunasi sejumlah utangnya dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ja’far, salah seorang korban mengakui, saat berbelanja di Swalayan Saudara Jepara mobilnya sudah dikunci. Hanya saja, tiket parkir tidak ikut dibawa melainkan di tinggalkan di mobil.

“Sangat bersyukur mobilnya bisa ditemukan kembali karena digunakan untuk menunjang aktivitas keluarganya,” ujarnya.

Kedua pelaku sendiri diancam dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. (ara/aji)