Arsip Tag: Jepara

Peringatan Hari Kartini Tak Boleh Hanya Seremonial, Dorong Perempuan Berani Berpikir Maju dan Atasi Masalah Sosial

Lingkar.co – Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo, menegaskan, peringatan Hari Kartini tak boleh hanya jadi seremonial tahunan.

Menurutnya, perempuan harus didorong turun tangan mengatasi dalam penanganan persoalan sosial di lingkungan masing-masing, seperti; kemiskinan, stunting, hingga kekerasan terhadap anak di Jepara.

Perempuan Jepara harus hadir menyelesaikan persoalan nyata, seperti kemiskinan, kekerasan, stunting, dan perkawinan anak, serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah,” kata dia saat peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).

Laila juga mendorong penguatan peran perempuan di ruang public, tidak lagi terbatas pada peran domestik

“Perkuat pula keterwakilan perempuan di ruang publik dan legislatif, untuk pengambilan kebijakan dan menyuarakan aspirasi demi masa depan bangsa,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat menjadikan Jepara sebagai pusat literasi Kartini.

“Jadikan Jepara pusat literasi Kartini. Ajarkan generasi muda keberanian berpikir dan semangat perubahan,” tuturnya.

Laila menambahkan, perempuan perlu meningkatkan kapasitas diri dalam keluarga.

“Tingkatkan kapasitas diri sebagai ibu sekaligus pendidik utama dalam keluarga melalui penguasaan ilmu pengetahuan,” kata dia.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan piagam penghargaan dan trofi kepada pemenang lomba pelayanan KB. Juara pertama diraih Klinik Wahana Sejahtera PKBI Jepara, disusul Klinik Fatma Medika di posisi kedua, serta Puskesmas Donorojo di peringkat ketiga.

Berani Berpikir Maju

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin menegaskan, semangat Kartini tidak hanya sebatas emansipasi perempuan, tetapi juga tentang keberanian berpikir maju, mandiri, dan menjunjung tinggi integritas.

“Tema ini sangat relevan sebagai pengingat bagi kita semua akan pentingnya membangun karakter perempuan yang mandiri, kuat, dan berlandaskan nilai-nilai kejujuran,” ujarnya.

Sekda menyatakan hal itu pada talkshow bertajuk Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas, yang digelar di Pendapa Museum RA Kartini, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, keberagaman budaya dan latar belakang sosial masyarakat Rembang justru menjadi kekuatan, yang memperkuat nilai gotong royong dan toleransi.

Dia berharap, dapat lahir inspirasi bagi perempuan, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan potensi diri dan memperkuat integritas.

“Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan perempuan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berdaya saing,” imbuhnya. (*)

Soroti Penanganan Terdampak dan Pemulihan Infrastruktur di Jepara, Andhika Satya Tinjau Dampak Banjir–Longsor

Lingkar.co – Anggota DPR RI Komisi VII, Andhika Satya W. Pangarso memberikan perhatian serius terhadap sejumlah wilayah yang dilanda banjir dan longsor. Untuk memastikan penanganan terdampak dan pemulihan pascabencana berjalan dengan baik, ia turun langsung meninjau kondisi lapangan di Desa Tempur, Kecamatan Keling, serta Desa Sumberejo dan Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026)

Pada kesempatan itu, Andhika menunjukkan empati dengan memperhatikan secara nyata persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat terdampak, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga akses logistik.

Andhika menilai bencana yang terjadi harus menjadi peringatan kuat akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana.

Maka dari itu ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Menurutnya, langkah antisipatif dan perencanaan penanganan bencana harus diperkuat, terutama di kawasan dengan kontur alam yang rentan longsor dan banjir.

“Musibah ini menjadi alarm bagi kita semua. Ke depan, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana harus lebih serius agar dampaknya tidak terus berulang dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan peninjauan, wakil rakyat yang akrab disapa Mas Dewan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.000 paket sembako bekerja sama dengan BRI Peduli. Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.

Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban masyarakat, meskipun sifatnya sementara.

Menurutnya, penanganan jangka panjang tetap harus difokuskan pada pemulihan infrastruktur dan penguatan sistem pencegahan bencana.

Terkait kerusakan jalan dan jembatan akibat banjir dan longsor, Andhika menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerintah pusat agar segera memberikan dukungan perbaikan.

Infrastruktur yang pulih dinilai krusial agar aktivitas sosial dan ekonomi warga bisa kembali berjalan normal.

“Saya akan mendorong pemerintah pusat agar pemulihan infrastruktur menjadi prioritas, karena akses jalan dan jembatan sangat vital bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Petinggi Desa Tempur, Maryono, mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia menyebut kehadiran langsung wakil rakyat menjadi penyemangat bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.

Hal senada disampaikan Haryanto, warga Desa Clering. Ia menilai bantuan sembako yang disalurkan sangat membantu warga Desa Clering dan Sumberejo yang terdampak banjir, seraya berharap pemulihan wilayah dapat segera terealisasi agar kehidupan masyarakat kembali normal. (*)

Penulis: Husni Muso

Pria di Jepara Ditemukan Meninggal dalam Sumur, Diduga Sudah Tiga Hari Terjatuh

Lingkar.co – Seorang pria berinisial S (40), warga Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur pada Kamis (24/7/2025). Proses evakuasi dilakukan oleh tim dari Basarnas Semarang dan Tim SAR Gabungan setelah mendapat laporan dari warga yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi sumur.

Menurut laporan Basarnas Semrang, penemuan jasad bermula saat warga yang melintas di dekat rumah korban mencurigai aroma tak sedap yang menyengat dari arah sumur. Warga yang penasaran memeriksa ke dalam dan menemukan jenazah dalam kondisi mengambang. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke Pos SAR Jepara untuk permintaan bantuan evakuasi.

Menurut keterangan warga setempat, korban sudah tidak terlihat selama tiga hari. Dugaan sementara, korban terjatuh ke dalam sumur sejak awal ia menghilang. Kecurigaan warga bermula saat menemukan sepasang sandal milik korban di dekat mulut sumur.

Meski sempat diperiksa, tak ada tanda-tanda mencurigakan pada hari pertama dan kedua. Namun, bau menyengat yang muncul pada hari ketiga membuat warga melakukan pemeriksaan ulang hingga akhirnya jasad ditemukan.

“Sekiranya pukul 15.00 WIB kami menerima laporan adanya penemuan korban yang terjatuh ke dalam sumur. Tim kami kemudian segera berangkat ke lokasi dengan berbekal peralatan vertikal, alat pernapasan, dan alat penerangan,” ujar Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.

Budiono menjelaskan, proses evakuasi cukup menantang karena sumur memiliki kedalaman sekitar 25 meter. Namun, berkat koordinasi dan kerja sama tim, evakuasi berhasil dilakukan pada pukul 16.30 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Dengan berhasilnya proses evakuasi, maka operasi SAR dinyatakan ditutup. Semua Search and Rescue Unit (SRU) kembali ke satuannya masing-masing. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses ini,” tutup Budiono.

Peristiwa ini menambah daftar pentingnya kewaspadaan terhadap area berbahaya seperti sumur, terutama di lingkungan permukiman. Masyarakat diimbau untuk memasang pelindung atau penutup sumur guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. ***

Ditengah Perang Tarif AS dan China, Perusahaan Lokal Jepara Malah Berhasil Ekspor Produk ke AS

Lingkar.co – Di tengah perang tarif antara Amerika Serikat dan China, PT TBS Industrial Indo berhasil ekspor produknya secara perdana ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/5/2025). Perusahaan lokal asal Jepara ini berhasil mencatatkan sejarah besar tersebut berkat peran penting Bea Cukai Kudus yang mendukung penuh usaha masyarakat.

Lenni Ika Wahyudiasti, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus mengatakan pihaknya sukses dalam menjalankan fungsinya sebagai industrial assistancedan trade facilitator hingga perusahaan lokal tersebut mengekspor produk berupa dompet (wrislet) wanita.

“Perusahaan yang mendapatkan fasilitas kepabeanan berupa kawasan berikat ini merupakan badan usaha dengan penanaman modal asing dari Vietnam yang pertama berdiri di wilayah kerja Bea Cukai Kudus,” ujarnya pada Rabu (28/5/2025).

Merujuk pada UU Kepabeanan pada pasal 44 ayat (1), fasilitas Kawasan Berikat merupakan insentif yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, sebagai daya tarik investasi.

Ketika perusahaan telah ditetapkan memeroleh fasilitas Kawasan Berikat, maka atas pemasukan barang asal impor atau lokal untuk diolah atau digabung dengan tujuan diekspor, barang-barang tersebut mendapatkan fasilitas penangguhan Bea Masuk, pembebasan cukai, tidak dipungut PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor) dan/atau tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM.

Insentif fiskal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghasilkan produk-produk yang kompetitif di pasar global yang pada akhirnya berkontribusi positif dalam membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

PT TBS Industrial Indo yang berdiri di Mayong, Kabupaten Jepara, mengekspor sebanyak 1.989 piece dompet (wrislet) wanita merk Coach produksi karya anak bangsa yang siap diberangkatkan melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Nilai ekspor yang dicatatkan pada transaksi ini mencapai hampir USD 12 ribu.

“Kegiatan ekspor sangat penting pengaruhnya bagi negara karena mendukung pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan devisa,” tutur Lenni.

Pertumbuhan eknomi ditandai dengan tren positif terhadap barang dan jasa yang diproduksi serta peningkatan kemakmuran masyarakat.

Sampai saat ini Bea Cukai Kudus secara aktif melayani 206 pabrik rokok, 31 perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat dan gudang berikat, 4 perusahaan penerima fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), serta 13 perusahaan penerima fasilitas KITE IKM.

“Segala perizinan fasilitas kepabeanan dapat diurus di Kantor Bea Cukai Kudus tanpa dipungut biaya,” tandas Lenni.

Untuk perusahaan-perusahaan yang telah ditetapkan mendapatkan fasilitas, dihimbau untuk menaati ketentuan.

“Monitoring dan evaluasi terus kami lakukan secara berkesinambungan. Apabila ada yang kedapatan melanggar ketentuan, kami tidak segan untuk membekukan atau mencabut izinnya,” tegas Lenni. ***

Stok Elpiji di Karimunjawa Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Lingkar.co – Ketersediaan stok gas elpiji ukuran tiga kilogram di Kecamatan Karimunjawa dipastikan aman. Hal itu disampaikan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Jami Baitul Muttaqin Desa Karimunjawa, Jumat (21/3/2025).

“Alhamdulillah stok elpiji di Karimun tidak ada kekurangan dan stabil menghadapi idul Fitri, dan setelahnya,” ujar pria yang akrab disapa Mas Wiwit tersebut.

Menurutnya harga gas elpiji di Karimunjawa saat ini masih stabil dan wajar, selisih harganya tidak mengalami lonjakan yang signifikan, karena menempuh jalur laut.

Baca Juga: Sekda Jepara Edy Sujatmiko Dicopot, Dimutasi Jadi Kepala Diskarpus

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara, Ferry Yudha Adhidarma menjelaskan, bahwa Pemkab Jepara telah mengalokasikan tambahan 500 tabung gas dalam menyambut idul fitri.

“Setiap hari kita kirim 2000 gas elpiji ke Karimun, namun jelang lebaran kuota pengirimannya kami tambah 500 gas perharinya,” ungkap Ferry.

Hingga saat ini jumlah pangkalan gas elpiji di Kecamatan Karimunjawa berjumlah tujuh pangkalan. Meliputi empat pangkalan di Desa Karimunjawa, satu desa di Nyamuk, satu desa di Kemujan, dan satu desa lagi di daerah Parang.

Curhat Gaji Guru Madin Rp 300 Ribu, NU Jepara Pesan Gus Yasin Perhatikan Madin

Lingkar.co – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jepara, KH. Kamil Ahmad dan Jajaran Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara berpesan kepada Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) supaya Madrasah Diniyah (Madin) benar-benar diperhatikan. Selain gajinya minim, waktu belajar madrasah sore habis di sekolah umum.

“Anak-anak jam sekawan (4 sore), belum sampai rumah. Goro-goro waktune dienteki (dihabisi) sekolah esok (pagi). Padahal pendidikan akhlak itu dari madrasah, tidak ada yang lain,” jelasnya.

Ia juga mengeluhkan gaji guru Madin yang rendah. Sebulan di Jepara hanya Rp 300 ribu. Bukan berarti dirinya sebagai guru tidak ridho, tetapi sungguh prihatin.

“Sejauh masih kuat saya tetep mulang, sejak tahun 71 sudah ngajar. Alhamdulilah kami tetap mulang dengan kondisi apapun. Insya Alloh diparingi barokah,” tambahnya.

Pesan itu disampaikan kepada Calon petahana Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin dan Gus Nung (KH. Nuruddin Amin) yang calon Bupati Jepara dari PKB saat keduanya bersilaturahmi ke kediaman Kiai Kamil di Desa Purwogondo Kecamatan, Kalinyamatan, Jepara pada Jumat, (4/10/2024) kemarin.

Untuk menuju kesana, dirinya sadar butuh pemimpin yang kuat yang paham agama. Diharapkan Gus Yasin jadi pimpinan yang kuat bertahan dan amanah.

KH. Kamil Ahmad menyambut baik sekaligus mendoakan Gus Yasin berhasil menjadi Wakil Gubernur untuk periode 2024-2029.

“Kulon yakin rawuhe panjenengan sedoyo nggowo berkah. Mugi- mugi Taj Yasin paringi sehat wal afiat paringi kekuatan dan kasil nopo sing dimaksutaken. Kalau sudah jadi mugi-mugi juga manfaat buat masyarakat,” doanya.

Gus Yasin menyambut baik dan bersyukur atas masukan yang diberikan. Ia juga menyampaikan terima kasih karunia para kiai ikhlas berkumpul untuk membantu hajatnya. Dia bilang Jepara ini penyumbang suara paling banyak saat dia maju DPD.

Karena itu untuk sekian kalinya minta doa dan dukungan agar bisa berhasil. Dia juga akan mengakomodir masukan tersebut untuk diprioritaskan di APBD Jateng.

Sementara Gus Nung yang ikut hadir menjelaskan, pihaknya numpang kepada Gus Yasin untuk keberhasilan Pilkada.

“Kulo namung nderek kramatipun Gus Yasin. Mugi-mugi pasangan Gus Nung-Mas Iqbal dapat nderek dados Bupati Jepara,” ujarnya.

Program juga ikut Gus Yasin. Selama ini sebagai pimpinan DPRD Jepara satu periode merasakan sendiri, betapa pemerintah pusat tidak peduli dengan pesantren.

SDUT Bumi Kartini Jepara Cetak Hattrick Gelar Juara di MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 3 2024

Lingkar.co – SDUT Bumi Kartini Jepara kembali berhasil mencetak gelar juara Kelompok Usia (KU) 12 dalam MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 3 2024. Ini menjadi kemenangan ketiga yang berhasil diraih oleh SDUT Bumi Kartini Jepara dalam ajang kompetisi MilkLife Soccer Challenge.

Dalam partai final MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 3 2024 tersebut, SDUT Bumi Kartini Jepara kembali mengalahkan SDIT Al Islam Kudus. Pertandingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng Kudus pada Sabtu (28/9) itu pun nampak seru dan menegangkan.

Pasalnya, selama tiga seri MilkLife Soccer Challenge Kudus, SDUT Bumi Kartini Jepara selalu berjumpa dan menang atas SDIT Al Islam Kudus di partai final.

Mencuplik jalannya pertandingan pamungkas di KU 12, SDUT Bumi Kartini Jepara dan SDIT Al Islam Kudus langsung bermain terbuka dan agresif sejak wasit M.

Labib Alfaekari meniup peluit kickoff babak pertama. Serangan-serangan yang dilancarkan kedua tim memaksa lini pertahanan harus bekerja keras terutama di area kotak penalti.

Skor kacamata akhirnya terputus di menit ke-6 saat pemain tengah SDUT Bumi Kartini Jepara, Rere Zenita Farza berhasil keluar dari kemelut di depan gawang dan langsung melesatkan tendangan menuju gawang. Tendangan kuat Rere tak kuasa ditepis oleh kiper SDIT Al Islam Kudus, Aqila Rizki Beryl, yang tak menduga arah datangnya bola.

Ingin mempertebal keunggulan, upaya menyerang ke garis pertahanan lawan yang dilakukan Rere dkk pun membuahkan hasil.

Gol cantik tercipta dari kaki Rara Zenita Fatin usai mendapatkan assist oleh rekannya. Tertinggal 2 gol, Tim SDIT Al Islam Kudus mulai tampil lebih agresif menekan garis pertahanan lawan.

Hasilnya, wakil Kudus ini berhasil mencuri gol melalui tendangan penalti yang berhasil dieksekusi oleh Alesha Farzana Aznii Putri Aji. Kedudukan bertahan 2-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, duo Rara dan Rere kembali menyumbang sepasang gol melalui skema penyerangan yang apik.

Rere mampu membidik tendangan yang langsung menukik gawang, sedangkan Rara memanfaatkan celah terbuka di depan gawang.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 4-1 menandai SDUT Bumi Kartini Jepara sebagai juara bertahan MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 3 2024.

Kemenangan ini menjadikan kartini-kartini muda asal Jepara ini sukses mencatatkan hattrick lantaran tiga kali juara beruntun dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge yang diadakan di Kudus sepanjang 2024.

Beralih ke laga pamungkas sektor KU10, upaya perebutan gelar juara juga berjalan seru. Dua tim yang berjumpa di final yakni SDN Jambean 02 Pati dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain A punya catatan sejarah tersendiri.

Sejak seri 1 Kudus, mereka selalu bertemu di final dan silih berganti meraih kemenangan. Pada Seri 1 Kudus Maret lalu, SDN Jambean Pati 02 menang 4-2 atas SD Muhammadiyah Birrul Walidain.

Di Kudus Seri 2 pada Juni lalu, giliran SD Muhammadiyah Birrul Walidain yang berhasil menundukkan wakil Pati tersebut dengan skor 3-2.

Rekaman adu kebolehan di dua seri sebelumnya ini yang membuat partai final KU 10 pada MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 3 2024 ini berjalan dengan tensi yang begitu tinggi sejak peluit babak pertama ditiup oleh wasit Imam Handoko.

Tepat setelah kickoff, pemain depan SD Muhammadiyah Birrul Walidain A, Devina Evelyn Utomo langsung melakukan tendangan jauh tepat menuju gawang.

Sontak kiper SDN Jambean 02 Pati, Faliha Talloi Carena, pun tak mampu menahan bola dari arah yang tak terduga. Papan skor pun langsung berubah 0-1 untuk wakil Kudus.

Tertinggal gol tak membuat para punggawa SDN Jambean 02 Pati menyerah. Pada menit ke-8, Hafiza Khaira Lubna Lista mampu memecah kebuntuan dengan memanfaatkan lengahnya kiper SD Muhammadiyah Birrul Walidain A, Aqilla Anindita Khairinniswa, yang tak mampu menahan bola yang menuju pojok gawang.

Hafiza dkk pun berhasil menggandakan gol satu menit berselang yang membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk wakil Pati saat turun minum.

Di babak kedua, masing-masing tim kembali menerapkan skema permainan terbuka sekaligus mempertebal lini pertahanan mereka.

Peluang-peluang pun tercipta melalui permainan apik para putri. Pemain SDN Jambean 02 Pati pun berhasil mengecoh tim lawan yang membuahkan gol ketiga dari kaki Hafiza. Sujud syukur pun langsung dilakukan saat wasit menutup babak kedua dengan skor akhir 3-1.

Bagi Hafiza, kemenangan atas wakil Kudus ini menjadi catatan istimewa tersendiri karena ia juga sukses menjadi pencetak gol terbanyak KU 10. Sejak babak awal hingga partai final, putri kelahiran Pati, 3 Maret 2014 ini berhasil mengemas 47 gol.

“Tadi awalnya deg-degan karena kami sempat ketinggalan di menit awal banget. Aku mengira malah akan kalah. Tapi alhamdulillah ini hasil latihan terus dan dukungan sekolah serta doa orang tua, kami bisa bangkit karena pelan-pelan nambah gol terus. Ini bukti kalau kita tidak boleh menyerah pasti ada hasil,” ucap Hafiza berseri-seri. Satu catatan apik lainnya, Hafiza selalu menjadi pencetak gol terbanyak sejak Seri 1 Kudus 2024.

Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 3 2024 menunjukkan ekosistem sepak bola putri mulai berputar di tengah masyarakat.

Hal ini terlihat dari tingginya tingkat partisipasi peserta yang mencapai 1.886 siswi dari dari 116 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Kota Kudus dan kota-kota di sekitarnya seperti Rembang, Pati, Jepara dan Demak

Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Kudus Series 2 2024 yang diikuti oleh 1.050 peserta dari 62 MI dan SD pada Juni lalu. Kala itu, ada 37 tim KU 10 dan 57 tim KU 12 yang berburu gelar juara.

Tak berhenti dengan memutar roda ekosistem sepak bola putri di level usia dini melalui MilkLife Soccer Challenge, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife juga telah merancang jenjang pembinaan bagi para atlet muda.

Salah satunya dengan melakukan talent scouting guna menjaring bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan dan bakat mumpuni di lapangan hijau.

Melalui talent scouting akan dipilih para peserta untuk dibina lebih lanjut melalui melalui program MilkLife Soccer Extra Training di bawah arahan Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann yang memegang lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln, Jerman sejak tahun 2007.

Timo mengatakan, para peserta MilkLife Soccer Extra Training akan mendapatkan pelatihan khusus dengan target peningkatan kemampuan dasar bermain sepak bola.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, akan dibentuk tim yang mewakili kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang tersebar di Kudus, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Surabaya.

Nantinya mereka akan berlaga dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU12 yang rencananya digelar di Kudus, Jawa Tengah pada awal tahun 2025.

“Di setiap kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge, kami menjaring 21 pemain terbaik, yang akan kami beri pelatihan khusus kemudian akan disaring kembali menjadi 14 orang. Merekalah yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU 12 yang akan diselenggarakan di Kudus, awal tahun 2025. Dari kejuaraan ini, kita bisa melihat sejauh  mana pengembangan bakat dan kualitas para peserta,” terangnya. (*)

Penulis : Miftahus Salam

Editor : Kharen Puja Risma

SD dari Pati dan Jepara Raih Kampiun MilkLife Soccer Challenge

Lingkar.co – SDN Jambean 02 Pati berhasil keluar sebagai juara kategori U10 dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 1 2024. Sementara di kategori U 12, SDUT Bumi Kartini Jepara sukses merengkuh gelar kampiun.

Diketahui, MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 1 diadakan pada 26 Februari hingga 3 Maret 2024. Sebanyak 1.712 peserta dari 101 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) datang dari Kudus, Pati, Jepara hingga Rembang ambil bagian dan saling uji kemampuan di atas lapangan hijau.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, lahirnya juara-juara baru dalam turnamen ini merupakan cerminan dari proses pengembangan sepak bola putri di level akar rumput. Tahun lalu, turnamen yang menyasar kelompok usia U 10 dan U 12 ini diselenggarakan sebanyak tiga kali di Kudus yakni pada Juni, September dan Desember.

“Dengan penyelenggaraan turnamen secara berkala ini, talenta-talenta pesepak bola putri usia dini mulai terlihat. Tentunya ini membangkitkan harapan suatu saat mereka menjadi pemain profesional dan mereka bisa membawa Indonesia di turnamen level dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2024).

Pihaknya pun berencana mengadakan turnamen serupa di kota-kota lainnya agar kecintaan terhadap sepak bola putri semakin bertumbuh di berbagai daerah. Rencananya, turnamen di daerah lain bakal digelar tahun ini usai Lebaran.

Gelaran turnamen MilkLife Soccer Challenge akan diselenggarakan di tujuh kota lainnya yakni Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Di tujuh kota tersebut, turnamen yang melibatkan siswi SD dan MI ini akan diadakan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Sementara di Kudus, MilkLife Soccer Challenge bakal dihelat empat kali. Sehingga total penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di tahun ini mencapai 18 kali.

Yoppy menuturkan perluasan MilkLife Soccer Challenge di berbagai kota tersebut tak lepas dari hasil positif yang terjadi sepanjang 2023. Pada tahun lalu, MilkLife Soccer Challenge yang tiga kali diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, sukses mendongkrak kecintaan siswi SD dan MI untuk menekuni sepak bola.

“Setelah tiga kali kami menyelenggarakan di Kudus, kami melihat antusiasme para peserta sangat tinggi. Sama seperti saat ini, mereka yang datang tidak hanya dari Kudus, tapi juga dari kota-kota sekitar. Dari temuan tersebut, kami bersemangat untuk memperluas turnamen dalam rangka ‘jemput bola’ agar semakin banyak putri-putri Indonesia yang mencintai cabang olahraga ini,” tuturnya.

Yoppy melanjutkan, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di berbagai kota tersebut juga merupakan upaya menggerakkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia agar semakin berkembang dan mampu melahirkan talenta-talenta berkualitas dan kelak menjadi pesepak bola profesional.

“Melalui MilkLife Soccer Challenge yang menyasar level akar rumput ini, kami memiliki harapan dalam waktu dekat banyak bibit-bibit pesepak bola putri yang lahir sehingga cabang olahraga ini semakin berkembang,” jelasnya.

Penulis: Miftahus Salam

Bea Cukai Berhasil Ungkap Timbunan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Jepara

Lingkar.co – Bea Cukai Kudus berhasil menindak 296.640 batang rokok illegal yang ditimbun di 3 bangunan di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus Sandy Hendratmo Sopan, Kamis (25/1/2024) mengungkapkan, sebelumnya tim macan kumbang muria Bea Cukai Kudus memperoleh informasi adanya 3 bangunan yang digunakan untuk menimbun rokok yang diduga illegal di sekitar wilayah Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Berdasarkan analisis intelijen, lanjutnya, tim segera meluncur untuk mencari lokasi bangunan sesuai dengan yang diinformasikan. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim berhasil menemukan lokasi bangunan pertama dan melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan bangunan pertama, tim menemukan 46.000 batang rokok jenis SKM yang dibungkus dengan berbagai merek. Di antaranya, yaitu FLASH BOLD, SEVEN, GUCI, dan DUBAI tanpa dilekati pita cukai, serta 2.400 batang rokok jenis SKM yang dibungkus dengan merek RASTEL BOLD yang dilekati pita cukai diduga palsu.

Tak lama kemudian, tim berpencar untuk mencari 2 bangunan lainnya yang diduga
digunakan untuk menimbun rokok yang diduga ilegal. Sekitar pukul 15.30 WIB, tim berhasil menemukan lokasi 2 bangunan lainnya dan segera melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan 2 bangunan tersebut, tim menemukan 180.840 batang rokok jenis SKM yang dibungkus dengan berbagai merek, diantaranya yaitu GIRAS, STRONG, BLITZ, L.4, STIGMA, SMD, dan FLASH BOLD tanpa dilekati pita cukai, 22.800 batang rokok jenis SKM yang dibungkus dengan merek APPLE GOLD, LiNK BOLD MERAH, ABS, R7, dan LiNK BOLD BIRU yang dilekati pita cukai diduga palsu, serta 9.600 batang rokok jenis SPM yang dibungkus dengan merek H&D CLASSIC tanpa dilekati pita cukai.

Selain itu, tim juga menemukan 35.000 batang rokok jenis SKM reguler dalam bentuk batangan yang disimpan dalam 1 karton dan 1 tray. Rokok illegal tersebut diperkirakan senilai Rp 410.179.200 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 284.154.604.

“Tak henti-hentinya kami sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah aktif berperan serta dalam upaya pemberantasan rokok ilegal. Hal ini semoga dapat menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarat di seluruh wilayah Republik Indonesia demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya

Seluruh rokok illegal tersebut dibawa ke KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Miftahus Salam

Terkait Pendaftaran Bacaleg PPP Jepara, Ketua KPU: Tidak Ada Penolakan, Jargon Kami Melayani

Lingkar.co – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, Subchan Zuhri menyatakan tidak adanya penolakan terkait dengan pendaftaran partai politik maupun bakal calon legislatif (bacaleg).

Subchan menekankan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kepada siapapun yang ingin berkontestasi di pemilu 2024 mendatang.

“Jadi mungkin kemarin itu hanya perbedaan pembahasaan saja oleh rekan-rekan media. Penulisan media mungkin berbeda dengan bahasa regulasi. Jargon kami melayani,” ungkap Subchan saat kembali bertemu dengan PPP Jepara, Sabtu (13/3/2023) di Kantor KPU.

Ketua KPU Jepara tersebut menjelaskan pengembalian dokumen merupakan hal yang biasa terjadi.

“Jadi sesuai dengan peraturan PKPU, partai politik yang mendaftarkan diri namun belum lengkap ya kita kembalikan (bukan ditolak, red) dokumennya. Untuk kemudian dilengkapi selama sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan,” jelas Subchan.

Kemudian, setelah proses verifikasi oleh KPU Jepara pada sabtu (13/3/2023) berkas milik PPP Jepara telah lengkap.

“Setelah melalui proses verifikasi dokumen oleh tim KPU, dokumen PPP Jepara telah lengkap,” pungkas Subchan.

Antrian di Silon

Sementara itu, Ketua DPC PPP Jepara, H. Masykuri menyatakan adanya antrian di Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

“Jadi kemarin itu kan seluruh pimpinan partai baik itu di kabupaten/kota, provinsi hingga pusat berbarengan mendaftar ke KPU. Hal itu membuat terjadi antrian di sistem silon kami,” ungkap Masykuri kepada Lingkar.co di KPU Jepara.

Ketua DPC PPP Jepara itu menyatakan, jika sore harinya pihaknya telah melengkapi keseluruhan dokumen.

“Sebenarnya kemarin sore sudah selesai, namun sudah terlampau sore dan kawan-kawan sudah lelah. Kami baru kembali mendatangi KPU pagi ini,” jelas Masykuri.

Saat kami tanyakan terkait dengan pemberitaan yang beredar, Masykuri menanggapi dengan biasa sembari tertawa.

“Ya biasa saja, anggap guyon saja. Tadi Pak Ketua KPU sudah menjelaskan. Dan ya memang biasa saja, jangan serius-serius atau baper,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha