Ivah Kinaya Menduga Arif Abidin Mengintervensi Aksi Mahasiswa Kendal

Inti berita

Lingkar.co, Aktivis perempuan Kendal, Ivah Kinaya, secara tegas menyoroti nama Muhammad Arif Abidin dalam pusaran rencana aksi unjuk rasa Aliansi BEM Kendal…

Ivah Kinaya Menduga Arif Abidin Mengintervensi Aksi Mahasiswa Kendal
Foto : Ivah Kinaya, aktifis perempuan Kabupaten Kendal
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

 

Lingkar.co, Aktivis perempuan Kendal, Ivah Kinaya, secara tegas menyoroti nama Muhammad Arif Abidin dalam pusaran rencana aksi unjuk rasa Aliansi BEM Kendal yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni 2026.

Ivah menduga ada intervensi dari Arif Abidin dalam proses konsolidasi gerakan tersebut, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa aksi mahasiswa tidak lagi sepenuhnya berdiri di atas aspirasi independen, melainkan mulai beririsan dengan kepentingan politik lokal.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut Ivah, gerakan mahasiswa seharusnya lahir dari keresahan murni rakyat dan kampus, bukan menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh elite politik untuk kepentingan tertentu. Ia menilai, munculnya nama Arif Abidin dalam dinamika persiapan aksi menjadi perhatian serius yang tidak boleh diabaikan.

“Kalau benar ada ruang-ruang konsolidasi yang difasilitasi oleh tokoh politik seperti Arif Abidin, publik tentu berhak bertanya, ini murni gerakan rakyat atau ada agenda lain di belakangnya. Mahasiswa harus waspada agar tidak dijadikan alat,” ujar Ivah Kinaya, Minggu (21/6/2026).

Sorotan terhadap Arif Abidin menguat setelah beredar informasi bahwa kediamannya kerap digunakan sebagai tempat diskusi dan konsolidasi sejumlah aktivis mahasiswa serta elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Tempat itu dikenal sebagai Base Camp Rumah Inspiratif, yang disebut menjadi titik temu berbagai kelompok dalam merumuskan agenda aksi.

Ivah menegaskan, keterlibatan berbagai elemen seperti aktivis lingkungan, organisasi masyarakat, komunitas petani, hingga kelompok advokasi memang sah dalam gerakan sosial. Namun, ketika ada dugaan keterhubungan dengan figur politik aktif seperti Arif Abidin, menurutnya hal itu dapat memunculkan persepsi negatif di mata publik.

“Gerakan mahasiswa punya marwah. Jangan sampai isu lingkungan, agraria, atau tambang dipakai sebagai pintu masuk kepentingan politik tertentu. Kalau itu terjadi, yang rugi adalah rakyat dan kredibilitas mahasiswa sendiri,” tegasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Isu tambang galian C di Desa Tunggulsari yang menjadi salah satu tuntutan aksi juga dinilai sarat dengan dinamika kepentingan lokal. Sejumlah pihak menduga polemik tersebut tidak semata soal lingkungan dan tata ruang, tetapi juga menjadi arena persaingan kelompok yang memiliki kedekatan dengan elit daerah.

Selain konsolidasi fisik, pembentukan opini publik juga disebut berlangsung intensif melalui media sosial. Berbagai isu nasional dan lokal terus diangkat untuk membangun dukungan menjelang aksi, memperlihatkan bahwa gerakan tersebut berkembang lebih luas dari sekadar agenda mahasiswa.

Meski belum ada bukti adanya pendanaan langsung dari partai politik, Ivah mengingatkan bahwa independensi gerakan tetap harus dijaga. Menurutnya, kedekatan dengan figur politik seperti Arif Abidin harus menjadi alarm bagi mahasiswa agar tetap kritis dan tidak kehilangan arah perjuangan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Kalau perjuangan itu tulus untuk rakyat, maka jangan biarkan ada elite yang menumpang. Sebab sekali gerakan kehilangan independensi, kepercayaan publik akan runtuh,” pungkas Ivah Kinaya.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu