28 Negara Sahabat Hadiri Forum Bisnis IGS Makassar, Munafri Tawarkan Investasi Stadion Untia

Inti berita

Lingkar.co - Sebanyak 41 delegasi dari 28 negara sahabat dalam Forum Bisnis Indonesia Gastronodiplomacy Series (IGS) di kota Makassar Rabu (24/6/2026). Forum…

28 Negara Sahabat Hadiri Forum Bisnis IGS Makassar, Munafri Tawarkan Investasi Stadion Untia
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dalam Forum Bisnis Indonesia Gastronodiplomacy Series (IGS) di kota Makassar Rabu (24/6/2026). Foto: dokumentasi

Lingkar.co - Sebanyak 41 delegasi dari 28 negara sahabat dalam Forum Bisnis Indonesia Gastronodiplomacy Series (IGS) di kota Makassar Rabu (24/6/2026). Forum bisnis dan investasi tersebut mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta perwakilan diplomatik sebagai calon investor dari berbagai negara untuk melakukan bisnis matching.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan investasi pada proyek kawasan Seaplane dan pembangunan Stadion Untia. Ia lantas memaparkan potensi dua proyek strategis tersebut.

“Pertama, kami memiliki konsep Sport Tourism Hub. Proyek Stadion Untia dirancang menjadi pusat penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur,” katanya.

Di hadapan peserta forum, Munafri memperkenalkan Stadion Untia sebagai salah satu proyek prioritas yang tengah didorong Pemkot Makassar untuk menjadi ikon baru kota sekaligus pusat olahraga terpadu di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, stadion yang akan dibangun di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, itu tidak hanya dirancang sebagai arena pertandingan sepak bola, tetapi juga sebagai kawasan pengembangan ekonomi baru berbasis sport tourism dan kegiatan komersial.

“Kami ingin menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional yang mampu menarik berbagai event nasional maupun internasional,” jelasnya.

Ia menjelaskan, proyek Stadion Untia akan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 23 hektare. Saat ini, proses penimbunan lahan telah berjalan dan pemerintah terus melakukan pematangan perencanaan untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Selain stadion utama, kawasan tersebut diproyeksikan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung olahraga, ruang komersial, area hiburan, serta fasilitas publik lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pria yang akrab disapa Appi itu menilai, proyek tersebut memiliki prospek investasi yang sangat menjanjikan. Pasalnya, Makassar dan wilayah sekitarnya memiliki basis penggemar sepak bola yang sangat besar dengan dukungan kuat terhadap klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar.

“Kami percaya proyek ini memiliki potensi yang sangat besar. Olahraga, khususnya sepak bola, sangat populer di Kota Makassar dan daerah sekitarnya. Kami memiliki PSM Makassar yang merupakan klub sepak bola tertua di Indonesia, bahkan lebih tua dari PSSI,” urainya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, keberadaan Stadion Untia nantinya diharapkan menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor olahraga, pariwisata, perdagangan, dan jasa.

“Kawasan tersebut, kami proyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja, serta menjawab bukti Makassar sebagai kota metropolitan dan gerbang Indonesia Timur,” tegasnya.

Posisi Penting dan Strategis

Delegasi negara sahabat berfoto bersama disela acara Forum Bisnis dan Investasi Makassar. Foto: dokumentasi

Tawaran Appi juga didukung dengan posisi Makassar yang sangat penting. Yakni sebagai pusat konektivitas, perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Makassar memiliki posisi yang unik sebagai pusat strategis dan pintu gerbang menuju Indonesia Timur. Kami adalah pusat koneksi logistik yang menghubungkan Indonesia Barat dan Timur,” ujarnya.

Menurutnya, peran strategis tersebut bukanlah hal baru. Ia menjelaskan, terdapat tiga alasan utama mengapa investor global perlu melirik Makassar.

Pertama, posisi geografis yang strategis sebagai hub logistik dan perdagangan. Kedua, fondasi ekonomi yang kuat dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat. Ketiga, komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan berbasis smart city yang mendukung kemudahan investasi.

 Untuk mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang, Makassar didukung oleh keberadaan Makassar New Port sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia Timur yang menjadi salah satu simpul utama logistik nasional.

Selain itu, lanjutnya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berperan sebagai hub konektivitas utama yang menghubungkan berbagai kota besar di Indonesia serta sejumlah destinasi internasional seperti Jeddah, Singapura, dan Malaysia.

Bahkan, kata Appi, potensi Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang melintasi kawasan Indonesia Timur. Jalur strategis tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan efisiensi perdagangan global sekaligus mendorong arus investasi ke wilayah timur Indonesia.

“ALKI II memiliki potensi yang sangat besar sebagai jalur perdagangan internasional. Optimalisasi jalur ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi perdagangan, dan mendorong pertumbuhan investasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan bahwa Kota Makassar saat ini dihuni sekitar 1,5 juta penduduk yang menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi daerah.

Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar tercatat mencapai 6,61 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali pada kisaran 2,2 hingga 2,9 persen. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Makassar merupakan daerah yang stabil, kompetitif, dan siap menjadi tujuan investasi bagi pelaku usaha global. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu