KARANGANYAR, Lingkar.co - Tanaman porang mendadak jadi komoditas bercocok tanam utama petani Dusun Nglundo, Desa/Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).
Keuntungan yang luar biasa serta perawatan mudah terhadap tanaman porang, mendorong semangat petani di Dusun Nglundo untuk menanam tanaman tersebut.
Ternyata, porang (Amorphophallus muelleri Bl) yang masuk jenis tanaman umbi-umbian tersebut tengah gencar diekspor ke China dan Jepang.
Sejumlah negara Asia tersebut dinilai sangat mengandalkan daerah penghasil porang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.
Negara importir tanaman tersebut, menjadikan porang sebagai bahan kosmetik, farmasi hingga sumber karbohidrat makanan pokok rendah lemak dan kalori.
Melihat potensi itu, seorang warga Dusun Nglundo, Warsito Dwi Pratama memulai tanam di lahan 1 hektare pada 2 tahun lalu. Modalnya satu kilo benih porang yang dikenal dengan nama katak.
"Perkilo porang Rp 9 ribu. Sedangkan katak perkilo Rp 220 ribu," kata Warsito.