Iklan

Luncurkan Sigap Hidran, Warga Kini Bisa Cari Hidran Terdekat Lewat Aplikasi

Inti berita

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kebakaran (Damkar) meluncurkan aplikasi Sigap Hidran untuk mempercepat penanganan kebakaran. Melalui aplikasi…

Luncurkan Sigap Hidran, Warga Kini Bisa Cari Hidran Terdekat Lewat Aplikasi
Masyarakat dapat mengetahui lokasi hidran melalui aplikasi Sigap Hidran. (dok Alan Henry)

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kebakaran (Damkar) meluncurkan aplikasi Sigap Hidran untuk mempercepat penanganan kebakaran. Melalui aplikasi ini, petugas pemadam kebakaran maupun masyarakat dapat mengetahui lokasi hidran terdekat secara cepat saat terjadi keadaan darurat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan digitalisasi data hidran menjadi langkah penting agar proses pemadaman tidak lagi terkendala pencarian sumber air.

"Biasanya lokasi hidran hanya diketahui secara manual, sekarang data lokasi hidran sudah terpetakan dalam sistem informasi. Saat terjadi kebakaran, petugas atau warga bisa langsung mengetahui lokasi hidran yang paling dekat," ujar Handi, Kamis (16/7/2026).

Permudah Penanganan Kebakaran

Handi menjelaskan, kecepatan menemukan sumber air sangat menentukan keberhasilan proses pemadaman. Sebab, satu tangki mobil pemadam kebakaran hanya mampu menyuplai air sekitar 15 menit sebelum harus diisi kembali.

"Semakin cepat kita menemukan sumber air, semakin cepat kita bisa menangani kebakaran. Walaupun kita berharap tidak pernah terjadi kebakaran di Kota Semarang," katanya.

Memasuki musim kemarau, Pemkot Semarang juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan kosong maupun area yang dipenuhi rumput kering.

Selain itu, masyarakat diminta ikut menjaga keberadaan hidran agar tidak tertutup bangunan, lapak pedagang, maupun aktivitas lain yang dapat menghambat akses petugas saat terjadi kebakaran.

Baru 135 Hidran Aktif

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, mengatakan aplikasi Sigap Hidran dikembangkan berdasarkan kebutuhan petugas di lapangan yang kerap mengalami kesulitan mencari sumber air ketika melakukan pemadaman.

"Hambatan yang sering terjadi saat pemadaman adalah mencari sumber air. Dengan aplikasi ini petugas bisa mengetahui titik terdekat dan mencari tandon atau sumber air untuk percepatan penanganan kebakaran," ujarnya.

Saat ini, aplikasi tersebut telah memuat data 295 titik hidran yang tersebar di Kota Semarang. Namun, dari jumlah tersebut baru 135 hidran yang berfungsi dan siap digunakan.

Menurut Rianung, pemerintah terus melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengaktifkan hidran yang belum dapat dimanfaatkan.

Berdasarkan data Damkar Kota Semarang, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sudah ada 148 kasus kebakaran yang berhasil ditangani.

"Kami terus melakukan pendataan, komunikasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak. Kota Semarang memiliki wilayah yang luas sehingga diperlukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk membantu penanganan kebakaran," pungkasnya. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu