Sebanyak 96 siswa SMK Bina Utama Kendal bersama enam guru mendapat kesempatan mengenal lebih dekat dunia industri digital melalui kunjungan ke kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah di Semarang, Rabu (26/8/2026).
Kunjungan industri tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk melihat langsung lingkungan kerja sekaligus memahami bagaimana teknologi, konektivitas, dan solusi digital diterapkan dalam proses bisnis perusahaan.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapatkan pemaparan mengenai PLN Icon Plus sebagai perusahaan yang bergerak di bidang solusi konektivitas dan digital. Materi mencakup pengenalan bisnis perusahaan, perkembangan teknologi digital, proses kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri.
Tidak hanya mendapatkan materi, para siswa juga diberi kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan. Interaksi bersama praktisi menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai tantangan, peluang, dan kesiapan yang perlu dimiliki sebelum memasuki dunia kerja.
Kepala Sekolah SMK Bina Utama Kendal, Santi Larasati, S.H., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan PLN Icon Plus.
Menurutnya, kunjungan industri dapat memperluas wawasan siswa melalui pengalaman yang tidak sepenuhnya diperoleh dari pembelajaran di ruang kelas.
“Kunjungan industri seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai dunia kerja, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah perusahaan menjalankan proses bisnis dan memanfaatkan teknologi dalam mendukung kebutuhan masyarakat. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujar Santi.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai hubungan antara dunia pendidikan dan industri perlu terus dibangun untuk memberikan pemahaman mengenai perkembangan kebutuhan dunia kerja sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
“Kami menyambut baik kunjungan dari SMK Bina Utama Kendal. Dunia pendidikan dan industri memiliki ruang yang sangat luas untuk saling belajar dan berkolaborasi. Melalui kunjungan seperti ini, siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai dunia kerja, sekaligus memahami bahwa kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat,” jelas Leandra.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menghadapi percepatan transformasi digital.
Menurutnya, generasi muda perlu memperoleh kesempatan untuk mengenal dunia industri sejak dini agar dapat memahami peluang sekaligus tuntutan kompetensi yang muncul seiring perkembangan teknologi.
“Transformasi digital bukan hanya mengenai teknologi, tetapi juga mengenai kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan memanfaatkannya. Karena itu, kami menyambut baik setiap kesempatan untuk berinteraksi dengan generasi muda. Kami berharap kunjungan industri ini dapat membuka wawasan para siswa mengenai perkembangan dunia digital sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” ujar Chipta.
Bagi PLN Icon Plus, interaksi dengan dunia pendidikan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang tidak hanya mengandalkan perkembangan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
Melalui kunjungan tersebut, para siswa SMK Bina Utama Kendal memperoleh kesempatan untuk melihat hubungan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia industri.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun menentukan pilihan pendidikan dan karier pada masa mendatang.
Pada akhirnya, kunjungan industri bukan sekadar kegiatan melihat lingkungan perusahaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dunia kerja, memahami perkembangan teknologi, serta melihat pentingnya kompetensi dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan industri yang semakin cepat. ***