Siswa MAN 2 Rembang Alami Diare usai Santap MBG, Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Inti berita

Sebanyak 88 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang mengalami gejala diare usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut mulai dirasakan…

MAN 2 Rembang. Foto: Istimewa.

Sebanyak 88 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang mengalami gejala diare usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut mulai dirasakan siswa pada Selasa (8/9/2026), setelah menyantap makanan MBG pada Senin (7/9/2026) siang.

Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lasem hingga sejumlah rumah sakit di Kabupaten Rembang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang per Rabu (9/9/2026), sebanyak 29 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Dari jumlah tersebut, tujuh siswa harus dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Tujuh siswa tersebut tersebar di tiga rumah sakit. Sebanyak lima siswa dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno, sementara masing-masing satu siswa menjalani perawatan di RS Bhina Bhakti Husada dan RS PKU Muhammadiyah.

Kondisi puluhan siswa yang mengalami diare turut berdampak pada kegiatan belajar mengajar di MAN 2 Rembang. Sekolah memutuskan menerapkan pembelajaran secara daring pada Rabu untuk memberikan waktu kepada siswa memulihkan kondisi sekaligus memudahkan pemantauan kesehatan.

Kepala MAN 2 Rembang Achmad Syuhada mengatakan, pembelajaran daring juga menjadi sarana bagi guru untuk berkomunikasi dengan orang tua siswa. Hal itu dilakukan untuk mengetahui perkembangan siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

“Kita daring pembelajaran hari ini, karena terkait pemulihan kondisi anak-anak, sekaligus pemantauan terhadap anak-anak yang dirawat, kita komunikasi dengan orang tua siswa,” ujarnya.

Sekolah Bersihkan Toilet Antisipasi Penularan

Selain mengubah kegiatan belajar menjadi daring, pihak sekolah juga melakukan pembersihan toilet di lingkungan MAN 2 Rembang. Pembersihan dilakukan pada Rabu sebagai langkah menjaga kebersihan dan mengantisipasi kemungkinan penularan penyakit.

“Kita hari ini pembersihan toilet dan kedua dikhawatirkan kalau masih ada yang diare banyak siswa. Karena diare itukan menular,” ungkapnya.

Achmad menyebut pihak sekolah masih memantau kondisi siswa yang mengalami gejala diare. Komunikasi dengan orang tua juga terus dilakukan, terutama untuk mengetahui perkembangan siswa yang masih mendapatkan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu