Arsip Tag: Pelajar

Sukseskan TKA, Pemkab Kediri Minta Semua Dampingi Peserta Didik

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kediri meminta agar semua pihak mendampingi belajar peserta didik. Sebab, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar akan dilaksanakan pada 20-30 April 2026.

Meski hasil TKA tidak menjadi syarat yang menentukan kelulusan siswa. Pun demikian, TKA ini penting untuk mengukur capaian akademik siswa.dan akan menjadi salah satu komponen untuk masuk sekolah jenjang berikutnya, melalui jalur prestasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyampaikan, Bupati Hanindhito Himawan Pramana sangat konsen terhadap pendidikan anak dan memberi perhatian untuk kesuksesan pelaksanaan TKA.

Untuk kesuksesan pelaksanaan TKA, Muhsin meminta tiap satuan pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas, dan petugas teknis untuk melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.

“Tak lupa bagi orang tua kami juga mengimbau agar selalu memotivasi anak dan berikan waktu untuk mendampingi anak dalam belajar,” pesannya, Senin (20/4/2026).

Diterangkan Muhsin, TKA ini berbasis komputer, dan tiap peserta akan mengikuti ujian inti selama dua hari yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Jadwal pelaksanaan TKA dibagi menjadi empat gelombang menyesuaikan dengan sarana prasarana yang dimiliki sekolah.

Gelombang 1 dilaksanakan pada 20-21 April, gelombang 2 pada 22-23 April, gelombang 3 pada 27-28 April dan gelombang ke-4 pada 29-30 April.

Adapun, hasil TKA nantinya akan diumumkan 24-26 Mei. Setiap peserta yang mengikuti ujian ini mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiknasmen).

“Untuk melanjutkan ke jenjang menengah (SMP) melalui jalur prestasi, nilai TKA memiliki bobot 70 persen, dan 30 persen dari nilai rapor,” terangnya.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari jenjang SD ke SMP sendiri dibagi dalam empat jalur. Yakni, jalur domisili dengan kuota minimal 40 persen, prestasi minimal 25 persen, afirmasi minimal 20 persen dan mutasi maksimal 5 persen.

“Mas Bup (Bupati Hanindhito) mengharapkan semua anak dapat melanjutkan sekolah, jangan sampai ada anak di Kabupaten Kediri tidak sekolah. Untuk itu kami mengimbau pelaksanaan SPMB nantinya dapat berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,” pungkasnya. (*)

Dari Situbondo ke Malaysia, Vellencia Gunawan Pulang Bawa Gelar Winner Mini Miss Global 2026

Lingkar.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Jawa Timur.
Vellencia Gunawan, pelajar asal Situbondo, Jawa Timur berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Ia pulang dari Malaysia membawa gelar Winner Mini Miss Global 2026 dalam ajang Kids & Teens Pageant Global 2026.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak daerah memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat internasional.

“Kita bersyukur dan bangga. Putri Situbondo, Jawa Timur, berhasil meraih gelar Winner Mini Miss Global 2026 dalam ajang Kids & Teens Pageant Global 2026 di Malaysia,” ujar Khofifah, Jum’at (17/4/2026).

Khofifah menegaskan, kemenangan Vellencia tidak sekadar menjadi prestasi personal, melainkan juga representasi kualitas generasi muda Jawa Timur di kancah global.

“Ini bukan sekadar kemenangan, tetapi bukti bahwa anak-anak Jawa Timur mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di panggung dunia,” tegasnya.

Khofifah berharap pencapaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus berkembang dan berprestasi.

“Semoga prestasi ini menginspirasi generasi muda untuk terus bermimpi, berproses, dan berprestasi. Jawa Timur bangga. Indonesia bangga,” ucapnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ia mengaku bangga atas capaian Vellencia yang dinilai membawa nama baik daerah di tingkat internasional.

“Saya sangat bangga dan bahagia mendengar kabar bahwa ananda Vellencia Gunawan bisa raih Winner Mini Miss Global 2026. Ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan kepada Vellencia agar terus menjaga kepercayaan diri dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Situbondo.

“Tetap percaya diri, dan jadilah duta kecil yang membanggakan bagi Situbondo dan Indonesia. Semoga Vellencia terus menjadi anak yang cerdas, berprestasi, dan mampu menginspirasi anak-anak Situbondo lainnya,” kata Bupati Rio.

Prestasi Vellencia Gunawan menambah daftar capaian generasi muda Indonesia di ajang internasional, sekaligus mempertegas potensi besar anak-anak daerah dalam meraih prestasi di tingkat global. (*)

Mulai April 2026, Dinas Pendidikan Tetapkan TKA Jadi Pemetaan Akademik Siswa SD hingga SMP di Kota Pekalongan

Lingkar.co – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan Jawa Tengah mulai mengimplementasikan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik siswa pada jenjang SD hingga SMP. Program ini resmi dilaksanakan mulai April 2026 dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis data di daerah.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa, pelaksanaan TKA di tahun pertama ini masih terbatas pada beberapa komponen mata pelajaran (mapel) yakni Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SD dan SMP sederajat.

Sementara, untuk jenjang SMA sederajat lebih banyak yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan 2 mata pelajaran pilihan (misalnya Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dll). Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan cakupan materi yang diujikan.

“Baru dua mapel saja yang Ini kan baru awal ya, baru tahun pertama untuk jenjang SD dan SMP sederajat yang menjadi kewenangan Dindik Kofa Pekalongan. Barangkali di tahun-tahun berikutnya ada penambahan mata pelajaran,” ujar Mabruri, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut ia membeberkan, uji coba TKA telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan resmi. Meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis, secara umum proses berjalan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan selanjutnya.

“TKA sudah beberapa kali uji coba ya, meskipun ada beberapa kendala-kendala. Tapi pelaksanaannya nanti tanggal 6, rentang waktunya 6 sampai 30 April,” jelasnya.

Pelaksanaan TKA dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah, mengingat keterbatasan sarana prasarana, khususnya perangkat komputer. Oleh karena itu, sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur jadwal dan sesi pelaksanaan sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Karena keterbatasan perangkat, artinya komputer ya, maka jumlah peserta setiap angkatan dan pembagian sesi diatur oleh sekolah. Ada yang butuh waktu 4 hari, 6 hari, bahkan sampai 8 hari,” imbuhnya.

Lanjutnya, TKA diperuntukkan bagi siswa kelas akhir di setiap jenjang, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP. Sementara untuk jenjang SMA/sederajat, pelaksanaan TKA telah dilakukan lebih dahulu secara nasional.

“Iya, yang TKA ini kelas-kelas akhir. Jadi kelas 6, kelas 9, dan kelas 12 SMA sederajat. Kalau yang SMA sudah jauh-jauh hari kemarin,” terangnya.

Mabruri juga menegaskan bahwa TKA merupakan program yang dilaksanakan secara nasional dengan jadwal yang terintegrasi di seluruh Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan TKA di Kota Pekalongan sejalan dengan kebijakan pusat.

“Kalau ini nasional ya. Jadi yang SD seluruh Indonesia jadwalnya sama, yang SMP juga sama,” katanya.

Lebih lanjut, Mabruri menekankan bahwa hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Tes ini hanya dilakukan satu kali dan berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya jalur prestasi.

“Karena ini tidak mempengaruhi kelulusan, berapapun nilainya ya sekali tes saja. Poinnya nanti hanya akan menguntungkan atau berkontribusi di jalur SPMB prestasi,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang telah melaksanakan TKA adalah SMP Salafiyah Kota Pekalongan. Kepala SMP Salafiyah, Hj. Qurrotul Aini, S.Ag., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kebijakan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Di sekolah tersebut, pelaksanaan TKA untuk siswa kelas IX berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 229 siswa.

“Dengan adanya Tes Kompetensi Akademik (TKA) ini, kami selaku Kepala SMP Salafiyah Kota Pekalongan menyambut baik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami percaya bahwa melalui TKA, kemampuan akademik siswa dapat terpetakan dengan lebih jelas, sehingga guru dan sekolah dapat memberikan pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk tidak menjadikan TKA sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk memotivasi diri dalam belajar dan mengembangkan potensi.

“Kami juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan TKA sebagai motivasi dalam belajar, bukan sebagai beban, melainkan sebagai sarana untuk mengukur dan mengembangkan potensi diri,” tambahnya.

Dengan penerapan TKA ini, pihaknya berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat terkait kemampuan akademik siswa.

“Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan,” pungkasnya. (*)

Kota Malang Uji Coba Pertama Program MBG Sistem Prasmanan di MIN 2

Lingkar.co – Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kota Malang, tepatnya dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berkesempatan meninjau langsung uji coba MBG prasmanan tersebut.

Selain meninjau, ia juga ikut membaur makan bersama para siswa serta berdialog langsung, khususnya dengan para siswa kelas VI.

Berdasarkan hasil pengamatan dan dialog dengan para siswa, Wahyu menilai bahwa metode prasmanan seperti ini lebih disukai oleh para siswa dibandingkan dengan sistem sebelumnya.

Para siswa pun tampak antusias dalam mengambil makanan dan makan bersama.

“Anak-anak lebih suka metode prasmanan ini karena makanan disajikan dalam kondisi lebih hangat, porsi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ungkapnya, Senin (6/4/2026)

Dari sisi kualitas makanan, Wahyu menilai MBG prasmanan sudah memenuhi standar gizi yang baik. Menu yang disajikan mencakup protein, karbohidrat, vitamin melalui buah-buahan, hingga minuman, sehingga dinilai cukup lengkap.

Selain itu, sistem prasmanan juga dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas, termasuk suhu, makanan tetap hangat dibandingkan metode distribusi menggunakan ompreng yang dikemas dari dapur SPPG.

Meski demikian, Wahyu menyoroti tantangan dalam hal efektivitas waktu. Sistem antre dalam prasmanan dinilai berpotensi menyita waktu belajar siswa.

“Antre butuh waktu, makan juga ada waktu, berarti ada jam pelajaran yang tersita. Ini yang harus diatur kembali,” jelasnya

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan bahwa hasil uji coba ini akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dievaluasi lebih lanjut. Pemerintah Kota Malang akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penerapan lebih luas.

Terkait kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang lebih besar dalam sistem prasmanan, disebutkannya hal tersebut masih dalam tahap evaluasi.

“Ini masih uji coba, nanti kami koordinasikan dengan BGN untuk melihat kelebihan dan kekurangannya,” imbuhnya.

Menanggapi isu yang sempat muncul terkait pelaksanaan MBG saat Bulan Ramadan, Wahyu memastikan bahwa kondisi di Kota Malang tetap aman.

Ia pun menyebut pihaknya telah melakukan supervisi dan evaluasi secara berkala, termasuk berkoordinasi dengan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“Secara umum di Kota Malang aman. Saat Ramadan kemarin memang makanan kering yang dibawa ke rumah. Tentu ada hal-hal yang dipertimbangkan dan sekarang sudah normal kembali dan dievaluasi, alhamdulillah Kota Malang relatif aman,” pungkasnya. (*)

Dari Belanda Ajak Pelajar Kota Pekalongan Aktif Jaga Lingkungan dan Cegah Banjir dari Hal Sederhana

Lingkar.co – Pemerintah Belanda (water authorities) dan Indonesia memiliki kerja sama program Blue Deal untuk pengelolaan air berkelanjutan jangka panjang)l (2018-2030). Dari Belanda,

Blue Deal mengajak para pelajar SD dan SMP se-Kota Pekalongan Jawa Tengah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai langkah awal dalam mencegah banjir dan rob.

Perwakilan Blue Deal, Marcel memberikan edukasi dan bertukar informasi terkait pengelolaan air di Belanda kepada para pelajar di Ruang Serba Guna SMP Negeri 1 Kota Pekalongan, Kamis (2/4/2026).

Marcel menjelaskan,, Belanda merupakan negara yang memiliki tantangan besar dalam pengelolaan air karena sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Untuk mengatasi potensi banjir,

Katanya, Belanda menerapkan berbagai strategi, seperti pembangunan tanggul dan bendungan, serta penggunaan rumah pompa untuk mengalirkan air keluar dari daratan.

“Sistem ini dirancang untuk menghadapi kenaikan permukaan laut dan potensi banjir di masa depan. Pengelolaan air harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi Kota Pekalongan memiliki tantangan tersendiri, di antaranya penurunan muka tanah yang mencapai sekitar 10–15 cm per tahun, serta persoalan sampah yang turut memperparah banjir. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang dimulai dari identifikasi wilayah rentan.

“Tidak semua wilayah memiliki tingkat kerentanan yang sama, sehingga penting untuk menentukan area mana yang paling terdampak,” jelasnya.

Selain itu, Marcel juga menekankan pentingnya mencari sumber air alternatif sebagai solusi jangka panjang. Ketergantungan terhadap air tanah dinilai dapat mempercepat penurunan muka tanah, sehingga perlu dialihkan ke sumber lain seperti air sungai yang telah diolah. Namun demikian, pemanfaatan air sungai harus diiringi dengan upaya menjaga kebersihannya.

“Masyarakat harus berhenti membuang sampah ke sungai. Ini membutuhkan perubahan perilaku yang dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pembangunan infrastruktur seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air sebelum dialirkan kembali ke sungai.

Sementara itu, perwakilan Blue Deal lainnya, Britt, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan air dan pencegahan banjir. Menurutnya, langkah sederhana yang dapat dilakukan pelajar adalah dengan mengelola sampah dengan baik.

“Tindakan paling sederhana adalah mengumpulkan sampah dan memastikan tidak dibuang sembarangan, karena sampah dapat menghambat aliran air dan memicu banjir,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mualim, menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangat relevan mengingat Kota Pekalongan merupakan wilayah yang rawan bencana, khususnya banjir dan rob.

Ia berharap, edukasi yang diberikan tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada teman-teman mereka di sekolah maupun lingkungan sekitar.

“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa-siswi agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi agen perubahan di masyarakat,” tuturnya.

Mualim juga mengingatkan, kondisi geografis Kota Pekalongan yang kerap dilanda banjir, baik akibat rob maupun curah hujan tinggi, menjadi tantangan tersendiri.

Bahkan, kata dia, dalam beberapa kondisi, air hujan sulit mengalir ke laut karena kondisi air laut yang naik (pasang). Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong penerapan kurikulum kebencanaan di jenjang SD dan SMP sebagai bagian dari upaya edukasi berkelanjutan.

“Kegiatan ini sangat selaras dengan kurikulum kebencanaan yang sedang kami dorong. Harapannya, siswa memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya.

Ia bersyukur, setelah sesi pemaparan, para pelajar tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif bertanya serta menjawab kuis yang diberikan oleh narasumber, menunjukkan tingginya minat dan kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif dari generasi muda untuk menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana, guna menciptakan Kota Pekalongan yang lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana di masa mendatang,” harapnya. (*)

Ratusan Calon Paskibraka Kabupaten Kendal Ikuti Tes CAT

Lingkar.co- Sebanyak 285 peserta, yang terdiri dari 169 putra dan 116 putri mengikuti tes pengetahuan tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu (1/4/2026).

Tes berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) ini merupakan seleksi tahap awal bagi calon Paskibraka Kabupaten Kendal tahun 2026.

Pelaksanaan kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan dihadiri jajaran Forkompinda Kendal. Test dilakukan selama satu jam, yang hasilnya langsung diketahui secara cepat dan akurat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap, di tahun ini ada anggota Paskibraka Kabupaten Kendal yang bisa lolos ke Paskibraka nasional. Oleh karena itu, pada seleksi tingkat kabupaten ini benar-benar akan terpilih peserta yang terbaik. “Harapannya, dari Kendal ada yang lolos ke provinsi dan nasional,” harapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, tahapan setelah tes Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah tes intelegensia. Peserta yang bisa lolos ke seleksi tahap berikutnya, harus mendapatkan nilai minimal CAT atau passing grade minimal 70.

“Tahapan seleksi berikutnya besok pagi, yaitu tes intelegensi bagi peserta yang lolos tes CAT hari ini,” jelasnya.

Dikatakan, agar bisa masuk seleksi anggota Paskibraka nasional, terlebih dahulu harus lolos seleksi anggota Paskibraka provinsi. Persyaratannya cukup berat, selain memiliki postur fisik dan psikis yang ideal, juga didukung dengan bakat dan keahlian bahasa asing. “Seleksi di provinsi itu ada tes minat bakat dan keahlian bahasa, seperti Inggris, Korea dan bahasa asing lainnya untuk menambah nilai,” katanya.

Anggota Paskibraka Kabupaten Kendal tahun 2026 ditetapkan sebanyak 70 personil. Mereka akan bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada upacara Hari Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2026 di Kabupaten Kendal. (*)

Penulis: Yoedhi W

Siswi SD di Situbondo Wakili Indonesia dalam Ajang International Mini Miss Global 2026

Lingkar.co – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Situbondo. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD), Vellencia Gunawan, dipastikan akan mewakili Indonesia dalam ajang International Mini Miss Global 2026 yang digelar di Malaysia pada 5–9 April mendatang.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut penuh kebanggaan atas capaian tersebut.

Bupati menilai keberhasilan Vellencia menjadi bukti bahwa generasi muda Situbondo memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

“Di usia yang masih sangat muda, Vellencia sudah menunjukkan kualitas luar biasa. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi daerah,” ujarnya di Pendopo Rakyat, Senin (30/3/2026).

Perjalanan Vellencia menuju panggung internasional tidaklah mudah. Ia harus melalui serangkaian seleksi ketat dari tingkat provinsi hingga nasional sebelum akhirnya terpilih sebagai wakil Indonesia.

Momentum ini, menurut Bupati, menjadi motivasi penting bagi anak-anak lainnya di Situbondo untuk berani bermimpi dan berprestasi.

Ia pun berpesan agar Vellencia tetap percaya diri dan mampu menunjukkan jati diri sebagai duta kecil Indonesia di mata dunia.“

“Semoga tampil maksimal dan membawa hasil terbaik. Yang terpenting, tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” pungkasnya. (*)

Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Jamin Pemerataan Pendidikan

Lingkar.co – Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat komitmen dalam menjamin akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat dengan adanya program sekolah gratis.

Lrogram Sekolah Gratis mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, tercatat telah memfasilitasi biaya pendidikan bagi 60.705 siswa jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta.

“Seluruh anak di Provinsi Banten harus dapat mengakses pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat. Saat ini, program Sekolah Gratis sudah menjangkau puluhan ribu siswa,” ujar Gubernur saat menghadiri acara Haul Haji Hasan Murtaba Dinata bin Sahari, Hj Halimah, dan Hj Susilawati binti Norin Suhadi di Lingkungan Poris, Kota Tangerang, Kamis (1/1/2026).

Gubernur menjelaskan, program itu merupakan realisasi dari janji kerjanya untuk memastikan tidak ada anak di Banten yang putus sekolah karena kendala biaya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kebijakan tersebut salah satunya terinspirasi dari kiprah tokoh pendidikan Kota Tangerang, Haji Turidi. Sosok tersebut dikenal memiliki kepedulian tinggi dengan secara konsisten memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat bersekolah.

“Pemprov Banten mengadopsi pemikiran Haji Turidi. Semangat kepedulian tersebut kita wujudkan dalam kebijakan pemerintah agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” tegas Andra Soni.

Selain memaparkan capaian pendidikan, kehadiran Gubernur Andra Soni bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Poris, Kota Tangerang.

Ia meminta doa restu agar senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan amanah dalam memimpin Banten secara adil dan bersih dari korupsi.

Pada kesempatan itu, Andra Soni juga mengingatkan bahwa Pemprov Banten sempat menetapkan status Siaga Bencana sebagai langkah antisipasi. (*)

Tahun 2026 Kota Salatiga Terapkan Kembali Sekolah 6 Hari

Lingkar.co – Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan Kota Salatiga sudah mulai mempersiapkan penerapan kembali sekolah enam hari untuk jenjang SMP, SD, dan TK pada tahun ajaran 2026-2027 mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak dan Wali Kota Salatiga telah menyetujui kebijakan tersebut, meskipun belum ada penandatanganan resmi.

“Kami sudah berhungan dengan pemerintah kota, Pak Wali Kota juga sudah menyetujui enam hari sekolah, tapi belum ditandatangani,” kata Muh Nasiruddin dilansir dari Kompas pada Rabu (31/12/2025).

Lebih jauh Nasiruddin mengaku telah menginstruksikan semua satuan pendidikan (Satpen) tersebut untuk menyiapkan penjadwalan guna menghadapi kemungkinan diberlakukannya kembali sekolah enam hari.

“Ini kemarin saya sampaikan ke sekolah, apakah nanti kita akan menjalankan 5 hari sekolah, atau 6 hari sekolah. Saya sampaikan, persiapkan jadwal. Jadi kalau kita berjalan 5 hari sekolah, berarti bisa lanjut ke jadwal sendiri, ” jelasnya.

Dengan begitu, pelaksanaan sekolah enam hari bisa langsung berjalan sesuai dengan jadwal, “Maka sekolah sudah menyiapkan jadwal. Jadwal itu setelahnya, maka ketika nanti masuk, sudah ada surat resmi keputusan itu. Sehingga tinggal menjalankan,” imbuhnya.

Pelaksanaan sekolah enam hari diperkirakan akan dimulai pada pertengahan semester 2025 atau awal semester tahun 2026, yakni antara Januari atau Juli.

“Nah, di samping itu kita menyiapkan jadwal yang seandainya nanti jadi 6 hari sekolah. Harapannya nanti bisa dilihat. Pilihannya ada dua, antara Januari atau nanti di Juli,” urainya.

Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa kebijakan sekolah lima hari sebelumnya bersifat ujicoba dan sementara. Pengembalian ke sistem enam hari sekolah bertujuan untuk mengembalikan kemampuan anak dalam menerima pelajaran.

“kita harus menyesuaikan kemampuan anak menerima pelajaran, jika pulang lebih awal diharap bisa memkasimalkan pendidikan karakter dirumah,” tutupnya (*)

Keren, Perpustakaan Daerah Kendal Ramai di Masa Libur Nataru

Lingkar.co – Keren, para pelajar dan mahasiswa di kabupaten Kendal, Jawa Tengah ramai mengunjungi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kendal sebagai referensi rekreasi edukatif di masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Mulai tangga 21 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026, Perpusda Kendal berkaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas guna menyajikan beragam kegiatan bermanfaat dan gratis untuk mengisi masa liburan sekolah.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kendal, Wahyu Yusuf AkhmadSemarang Zoo Tak Targetkan Jumlah Pengunjung Libur Nataru 2025-2026 menjelaskan, masa liburan Nataru ini Perpusda menyediakan alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama pelajar dan keluarga, untuk mengisi waktu libur mereka.

“Kita ada beragam kegiatan dari training public speaking, mendongeng, fashion show ibu dan anak, dramatic reading, menyanyi dan puisi anak, diskusi, belajar sejarah nabi, belajar membuat tikar dari plastik, outbound for kids. Hari ini kita ada kegiatan kelas menulis cerita bergambar bersama Komunitas Mak Sulis atau Emak-emak Suka Nulis,” terang W ahyu, Senin (29/12/2025).

Tidak hanya itu, Perpusda juga menggelar kegiatan belajar membuat pembatas buku, kelas menari balet, jelajah mainan tradisional, bazar buku, pameran naskah kuno dan artefak, hingga nobar (nonton bareng) edisi liburan.

“Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan di Perpusda Kendal dan gratis. Ini merupakan wujud kolaborasi dengan berbagai komunitasatau lembaga,” ungkapnya.

Wahyu menyatakan, berbagai kegiatan edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka mendekatkan literasi kepada anak-anak, keluarga dan masyarakat.

“Selain itu juga untuk memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak dalam mengisi liburan sekolah. Serta sebagai upaya untuk mendekatkan Perpusda Kendal kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia menyebut, selama liburan sekolah ini, tingkat kunjungan masyarakat juga terus meningkat signifikan.

“Jumlah pengunjung Perpusda Kendal selama musim liburan ini Alhamdullah terus meningkat dibandingkan hari biasa. Kemarin hari Sabtu, 27 Desember ada sekitar 627 pengunjung, dan Minggu, 28 Desember ada sekitar 765 pengunjung,” bebernya.

Sementara salah seorang pengunjung, Hasna Salsabila siswi SMA Negeri 1 Kendal mengaku sering menghabiskan waktu luang untuk membaca buku di Perpusda Kendal.

“Saya sama teman-teman ke Perpusda untuk mengisi liburan sambil belajar bareng dan cari referensi buku. Karena disini tempatnya bagus, byaman dan asyik. Pas banget untuk mengisi liburan,” katanya. (*)

Penulis; Yoedhi W