Arsip Kategori: Lifestyle

Berita Lifestyle

Artotel Dine Luncurkan Inisiatif ESG, Menu Plant-Based Jadi Fokus Utama

Lingkar.co – Artotel Group melalui pilar Food & Beverages-nya, Artotel Dine, resmi mengumumkan langkah strategis dalam mendorong praktik kuliner berkelanjutan di seluruh jaringan hotelnya di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan pengalaman dining yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Program keberlanjutan ini diawali dengan pendekatan mendasar, yakni pemilihan bahan baku yang lebih sadar lingkungan serta transformasi menu yang menyesuaikan tren global. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengintegrasikan menu berbasis plant-based ke dalam operasional kuliner di seluruh properti Artotel Group.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Artotel Group menggandeng Burgreens dan Green Rebel sebagai mitra strategis. Burgreens akan berkontribusi dalam pengembangan konsep menu berbasis nabati yang tetap relevan dengan selera pasar dan memiliki nilai komersial. Sementara Green Rebel akan berperan sebagai pemasok utama bahan baku plant-based dengan jaminan kualitas, ketersediaan, serta transparansi rantai pasok.

Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar program sementara, melainkan bagian dari perubahan menyeluruh dalam strategi bisnis perusahaan.

“Kolaborasi ini bukanlah program jangka pendek, melainkan perubahan struktural dalam pendekatan dining di seluruh properti Artotel. Menu plant-based akan diintegrasikan ke dalam menu reguler maupun pilihan buffet,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini menjadi fondasi penting dalam mencapai target keberlanjutan yang lebih luas dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung perusahaan.

Melalui program tersebut, Artotel Group ingin menunjukkan bahwa konsep kuliner berkelanjutan tidak hanya dapat diterapkan secara praktis, tetapi juga tetap mendukung performa bisnis. Perpaduan antara bahan baku yang bertanggung jawab dan inovasi menu diharapkan mampu menjawab kebutuhan wisatawan modern yang semakin sadar lingkungan.

Inisiatif ini dijadwalkan mulai diterapkan secara nasional pada April 2026 di seluruh jaringan Artotel Group. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem hospitality yang tidak hanya berorientasi pada kenyamanan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan secara berkelanjutan. ***

Psikolog Bagikan Langkah Orang Tua Cegah Anak Terlibat Pelecehan Seksual Verbal

Lingkar.co – Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Kasandra Putranto, membagikan sejumlah langkah yang bisa diterapkan orang tua dalam pola asuh keluarga untuk mencegah anak laki-laki tumbuh menjadi pelaku pelecehan seksual, khususnya secara verbal.

Dalam keterangannya, Kasandra menyoroti masih kuatnya norma sosial yang kerap menganggap candaan bernuansa seksual atau objektifikasi perempuan sebagai hal wajar. Karena itu, menurutnya, anak laki-laki memerlukan pendekatan yang lebih spesifik sejak dini.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam meluruskan anggapan seperti “hanya bercanda”. Nilai utama yang perlu ditanamkan adalah sikap saling menghormati, sekaligus melibatkan laki-laki sebagai bagian dari solusi dalam mencegah kekerasan berbasis gender.

Dari sisi pengawasan, Kasandra menilai pendekatan yang efektif tidak sebatas kontrol, tetapi juga komunikasi terbuka. Orang tua disarankan aktif mendampingi penggunaan gawai anak, membahas konten yang mereka konsumsi, serta menciptakan ruang aman agar anak berani bercerita tanpa rasa takut dihakimi.

Ia juga menegaskan bahwa pola asuh hangat namun tegas atau authoritative parenting terbukti mampu membentuk kontrol diri dan tanggung jawab anak dengan lebih baik.

“Peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak menjadi pelaku pelecehan seksual verbal,” ujarnya.

Selain itu, orang tua perlu menanamkan pemahaman sejak dini terkait batasan (consent), empati, serta etika dalam berkomunikasi. Hal ini penting karena anak cenderung meniru perilaku orang di sekitarnya, termasuk cara orang tua berbicara dan bersikap.

Kasandra menjelaskan, kekerasan seksual verbal mencakup berbagai bentuk ucapan atau ekspresi bernuansa seksual yang dilakukan tanpa persetujuan dan menimbulkan rasa tidak nyaman, terhina, atau terintimidasi pada orang lain.

Penilaian terhadap tindakan tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilihat dari niat pelaku, tetapi juga dampaknya terhadap korban, termasuk adanya relasi kuasa yang membuat korban sulit menolak atau merasa dirugikan.

Ia menambahkan, kekerasan seksual verbal merupakan bagian dari spektrum kekerasan seksual. Meski kerap dianggap ringan, bentuk-bentuk seperti komentar seksual terhadap tubuh, lelucon vulgar, rayuan tidak diinginkan, siulan atau catcalling, hingga pertanyaan pribadi bernuansa seksual tetap perlu mendapat perhatian serius. (*)

Akui Ruwatan Tanjakan Silayur Tradisi Baik, Sarif Abdillah: Lanjutkan!

Lingkar.co – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah mendukung ruwatan tanjakan Silayur yang akan digelar warga RW 4 Silayur Lawas Duwet Ngaliyan. Menurut dia, kepedulian warga yang berniat menggelar sedekah bumi dan wayang harus dilanjutkan.

“Lanjutkan! Tradisi yang baik harus dilestarikan,” kata dia saat ditemui disela-sela Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang di hotel Pandanaran, Rabu (15/4/2026) petang.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini meminta proses pelaksanaan tradisi tersebut jangan dinilai hanya pada persoalan seremonial atau ritual saja. Melainkan pada tujuan menata hati berdoa kepada Allah Yang Maha.

Ia memberikan contoh tradisi santri menata sandal (alas kaki) di masjid dan pesantren yang ditujukan sebenarnya merupakan perintah untuk menata hati.

“Jangan dilihat ritualnya saja artinya membersihkan jalan hidup kita agar kembali kepada fondasi dasar hidup kita, yaitu ilahiyah, kemanusiaan, lingkungan dan didasari dengan kebaikan-kebaikan,” urainya.

Di lain sisi, ia juga memperhatikan tentang makna atau ajaran yang disampaikan oleh seorang dalang pada lakon pewayangan.

Ada berbagai filosofi hidup dan bahkan karakter lakon wayang juga memberikan pelajaran tersendiri. Terlebih di era modern ini semakin sedikit yang paham tentang pewayangan.

Pada sisi pelaksanaan wayang, kata dia, juga membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kuliner atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Jadi tradisi ini sangat baik, membantu pemerintah dalam melestarikan budaya dan membantu pemerintah dalam menambah pendapatan warga atau UMKM,” pungkasnya. (*)

Apresiasi Ruwatan Silayur, Agustina Tegaskan, Pemerintah Tetap Upaya Mati-matian

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi warga RW 04 Silayur Lawas Duwet yang akan menggelar tradisi ruwatan sebagai ikhtiar dari sisi lain. Meski demikian, ia tegaskan pihaknya tetap berupaya mati-matian untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

“Bagus juga, kalau tradisi semacam itu menjadi sebuah kekuatan di dunia dimensi yang berbeda ya,” kata Agustina saat dikonfirmasi seusai menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang, Rabu (15/4/2026) petang.

Sejalan dengan upaya itu, pihaknya tetap berusaha keras secara nyata untuk mengurangi dan menghentikan berbagai kejadian yang tidak diinginkan terjadi lagi.

“Apapun pemerintah kota Semarang berupaya mati-matian dengan keterbatasan anggaran yang ada, kemarin rapat dengan Polrestabes kemudian perhubungan dan beberapa perusahaan yang ada di sekitaran jalan itu,” ujarnya.

“Bagaimana caranya kita mengurangi tensi dengan pengaturan rencana, dengan membangun beberapa portal, kemudian teman-teman dari kepolisian juga dukung kita banget,” jelasnya.

Ia menilai jika kedua sisi (kegiatan metafisika yang dilakukan warga dan perbaikan jalan serta kebijakan pemerintah) berjalan. Maka, kecelakaan yang terjadi di tanjakan Silayur tidak akan terjadi lagi.

“Jadi kalau kerja-kerja itu bertemu, termasuk dengan yang wayangan itu saya berharap Silayur kondisinya akan semakin nyaman dan support,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga warga RW 04 Silayur Lawas Duwet telah menggelar rapat untuk menghidupkan kembali tradisi sedekah bumi dan wayangan sebagai langkah ruwatan. Tradisi tersebut digelar dengan harapan bisa mengurangi dan menghilangkan kecelakaan di tanjakan yang kini viral disebut tanjakan tengkorak.

Warga sekitar yang akan melestarikan kembali tradisi ruwatan bukan tanpa alasan. Melainkan peristiwa kecelakaan yang kerap terjadi diiringi dengan cerita berbau mistis. (*)

200 Bikers Ramaikan Touring IMBI Jawa-Bali, Honda Big Bike Jateng Beri Dukungan Penuh

Lingkar.co – Kolaborasi komunitas otomotif kembali terlihat dalam gelaran Gathering Nasional Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Jawa-Bali yang berlangsung meriah. Dalam kegiatan ini, Honda Big Bike Jawa Tengah turut ambil bagian dengan memberikan dukungan penuh bagi para peserta.

Acara yang digelar sejak 8 hingga 12 April 2026 tersebut diikuti sekitar 200 bikers dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk pengguna motor besar Honda. Rangkaian kegiatan dimulai dari touring jarak jauh melintasi rute Bandung – Kamojang – Pangandaran hingga berakhir di Bandungan, Kabupaten Semarang.

Selain touring, peserta juga mengikuti sejumlah agenda lain seperti kunjungan perusahaan ke PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, peresmian Sekretariat IMBI Semarang, hingga acara penutup berupa gala dinner di Hotel Wahid Bandungan.

Big Bike Manager Astra Motor Jawa Tengah, Dwianto Agung Siwitomo, mengatakan pihaknya mendukung kegiatan ini melalui berbagai fasilitas, mulai dari booth layanan servis motor big bike, pendampingan mekanik, hingga penyediaan mobil towing selama kegiatan berlangsung di Bandungan.

Tak hanya itu, Honda Big Bike Jateng juga menghadirkan photobooth area pada malam gala dinner untuk menambah kemeriahan acara sekaligus mempererat kebersamaan antar anggota komunitas.

“Touring panjang dengan 200 motor big bike itu sangat berkesan, apalagi pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kami juga memperkenalkan company profile serta tim inti Honda Big Bike Jateng untuk memudahkan komunikasi, layanan servis, hingga pembelian motor ke depannya,” ujar Agung.

Perkuat Kolaborasi dan Edukasi Keselamatan

Melalui partisipasi ini, Honda Big Bike Jateng tidak hanya mendukung kegiatan komunitas, tetapi juga memperkuat hubungan dengan para pengguna motor besar di Indonesia, khususnya anggota IMBI.

Ke depan, kolaborasi antara Honda Big Bike Jateng dan IMBI Semarang akan terus berlanjut. Salah satu agenda yang telah direncanakan adalah pelatihan safety riding yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi para pengguna motor besar.

Melalui sinergi ini, Honda Big Bike Jateng berupaya menghadirkan tidak hanya produk berkualitas, tetapi juga layanan dan edukasi yang mendukung ekosistem komunitas otomotif di Tanah Air. ***

Dianggap Lebih Aman, Vape Ternyata Simpan Risiko Serius

Lingkar.co – Anggapan bahwa rokok elektronik atau vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional kembali dipatahkan oleh pakar kesehatan. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa vape tetap menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan.

Menurut Tjandra, rokok elektronik mengandung nikotin serta sejumlah zat toksik yang tidak hanya membahayakan pengguna, tetapi juga orang di sekitarnya yang terpapar.

“Rokok elektronik mengandung nikotin dan berbagai bahan toksik lainnya yang berdampak buruk bagi pengguna maupun perokok pasif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rokok elektronik diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni electronic nicotine delivery system (ENDS) dan electronic non-nicotine delivery system (ENNDS). ENDS diketahui mengandung nikotin dan menghasilkan emisi berbahaya, sementara ENNDS yang diklaim bebas nikotin dalam beberapa kasus tetap ditemukan mengandung zat adiktif tersebut.

Lebih lanjut, Tjandra menyoroti dampak nikotin yang dapat berbahaya, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, janin, serta anak-anak dan remaja. Ia mengingatkan bahwa paparan nikotin pada usia muda dapat mengganggu perkembangan otak dan memengaruhi kemampuan belajar serta kondisi psikologis.

Selain itu, kandungan bahan kimia dalam vape juga berpotensi memicu berbagai penyakit kronis. Mulai dari gangguan paru-paru, penyakit jantung, hingga risiko kanker dalam jangka panjang.

Tjandra juga mengutip temuan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyebutkan bahwa aerosol rokok elektronik mengandung partikel halus dan zat berbahaya yang dapat masuk hingga ke bagian dalam paru-paru.

Meski penelitian mengenai dampak jangka panjang vape masih terus berkembang, ia menegaskan bahwa sejumlah kandungan dalam rokok elektronik sudah terbukti memiliki potensi risiko serius.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman, serta tetap waspada terhadap dampak kesehatannya. (*)

Astra Honda Tancap Gas di Awal Musim, Herjun Raih Podium di ARRC Sepang

Lingkar.co – Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Herjun Atna Firdaus, langsung menunjukkan performa kompetitif dengan meraih podium ketiga pada balapan pertama kelas Supersport 600 (SS600) di ajang Asia Road Racing Championship 2026.

Pada seri pembuka yang digelar di Sepang International Circuit, Sabtu (11/4/2026), Herjun tampil konsisten sejak start hingga finis, bersaing ketat di grup terdepan.

Memulai balapan dari posisi keempat, Herjun mampu menjaga ritme di rombongan utama bersama enam pembalap lainnya. Memasuki dua lap terakhir, persaingan perebutan podium semakin sengit. Namun, ketenangan dan strategi balap yang matang membawanya mengunci posisi ketiga saat garis finis.

Sementara itu, rekan setimnya, Fadillah Arbi Aditama, yang старт dari posisi ke-10, berhasil menutup balapan di posisi keenam. Hasil tersebut menjadi debut yang cukup menjanjikan bagi Arbi di kelas SS600 musim ini.

Di kelas Asia Production 250 (AP250), pembalap AHRT, Rheza Danica Ahrens, tampil impresif dengan merebut pole position usai mencatatkan waktu tercepat 2:23.384. Dalam balapan, ia sempat memimpin sebelum akhirnya finis di posisi kelima.

Rekannya, Muhammad Badly Ayatullah, menunjukkan progres signifikan dengan menembus persaingan lima besar, bahkan sempat memimpin pada lap ketujuh. Namun, nasib kurang beruntung membuatnya terjatuh di lap terakhir saat bersaing memperebutkan podium.

Pada kelas tertinggi, Asia Superbike 1000, M. Adenanta Putra menjalani debut dengan cukup solid. Mengendarai motor CBR1000RR-R, ia finis di posisi ketujuh dari total 15 pembalap, setelah старт dari posisi kelima saat kualifikasi.

Herjun mengaku puas dengan hasil yang diraih pada balapan perdana musim ini. Ia menyebut podium tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya.

“Hari ini senang bisa meraih podium ketiga. Ini hasil yang baik untuk awal musim 2026 dan poin awal yang sangat penting,” ujarnya.

Dengan hasil ini, AHRT menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing di level Asia sejak awal musim, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk meraih hasil maksimal pada balapan selanjutnya di ARRC 2026. ***

Kiat Efektif Detoks Digital untuk Kurangi Ketergantungan Ponsel

Lingkar.co – Paparan ponsel berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memperburuk kondisi mental. Fenomena seperti doomscrolling, kebiasaan tanpa sadar mengonsumsi berita negatif secara terus-menerus, dinilai menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kecemasan hingga gangguan suasana hati.

Asisten profesor psikiatri di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Naomi Dambreville, menjelaskan bahwa banyak orang menggunakan ponsel untuk mencari informasi, namun justru berakhir merasa lebih buruk.

“Ini memengaruhi perhatian, suasana hati, harga diri, dan bisa memicu iritabilitas, kecemasan, atau kemarahan,” ujarnya, dikutip dari New York Post.

Ia menambahkan, paparan berita negatif kerap muncul bahkan tanpa dicari. Kondisi ini menciptakan siklus berulang: suasana hati memburuk, lalu mendorong seseorang untuk terus menggulir layar, yang akhirnya semakin memperparah perasaan.

Data menunjukkan hampir setengah warga Amerika merasa kecanduan ponsel, dengan frekuensi mengecek perangkat hingga ratusan kali per hari. Menurut Dambreville, kecanduan tidak hanya berkaitan dengan zat, tetapi juga perilaku, termasuk penggunaan ponsel secara kompulsif dan kehilangan kendali.

Tanda Ketergantungan Ponsel

• Beberapa indikasi seseorang mulai terlalu bergantung pada ponsel antara lain:

• Aktivitas sehari-hari selalu berpusat pada layar

• Respons instan terhadap setiap notifikasi

• Rasa takut ketinggalan (FOMO) saat offline

• Gangguan fisik seperti sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri pada tangan

Kiat Efektif Detoks Digital

Untuk mengatasi ketergantungan tersebut, Dambreville menyarankan sejumlah langkah detoks digital yang dapat diterapkan secara bertahap:

1. Kenali pola penggunaan
Mulai dengan memantau durasi dan frekuensi penggunaan ponsel setiap hari. Kesadaran ini penting untuk menentukan perubahan yang diperlukan.

2. Buat rencana konkret
Tuliskan target yang spesifik dan realistis. Misalnya, membatasi penggunaan media sosial hanya 30 menit per sesi dengan bantuan pengatur waktu.

3. Kurangi secara bertahap
Detoks tidak harus ekstrem. Pengurangan perlahan justru lebih efektif dan berkelanjutan dibanding berhenti total secara mendadak.

4. Ganti dengan aktivitas positif
Alihkan waktu layar ke kegiatan lain seperti membaca, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan orang sekitar.

5. Siapkan diri menghadapi efek samping
Detoks digital dapat memicu rasa bosan, cemas, atau dorongan kuat untuk kembali menggunakan ponsel. Namun kondisi ini bersifat sementara dan akan berkurang seiring waktu.

Menurut Dambreville, mengurangi waktu layar secara aktif dapat membantu meningkatkan fokus, kontrol diri, hingga kemampuan sosial.

“Kamu bisa menentukan sendiri bentuk detoks yang sesuai,” katanya. (*)

    ISMAYA Group Perkuat Ekspansi di Semarang, The People’s Cafe Resmi Dibuka di Pollux Mall Paragon

    Lingkar.co – ISMAYA Group kembali memperluas jaringan bisnisnya dengan menghadirkan outlet pertama The People’s Cafe di Kota Semarang. Kehadiran ini sekaligus menandai outlet ke-63 secara nasional.

    Berlokasi di Pollux Mall Paragon Semarang lantai ground, restoran ini menawarkan sajian kuliner Nusantara dengan konsep santai dan mudah dinikmati berbagai kalangan.

    Ekspansi ini sejalan dengan perkembangan Semarang sebagai kota dengan dinamika kuliner yang semakin pesat, didukung gaya hidup masyarakat yang aktif dan terbuka terhadap ragam pilihan makanan.

    Kehadiran The People’s Cafe diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi makan sekaligus tempat berkumpul yang relevan dengan ritme kehidupan urban.

    President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menyebut Semarang sebagai kota strategis untuk pengembangan bisnis kuliner.

    “Semarang menjadi salah satu kota yang menarik untuk terus berkembang, dengan karakter masyarakat yang kuat dan apresiasi tinggi terhadap kuliner lokal. Kehadiran The People’s Cafe di sini merupakan bagian dari upaya kami untuk semakin dekat dengan lebih banyak orang,” ujarnya.

    Sajian Nusantara dalam Konsep Modern

    The People’s Cafe dikenal dengan menu-menu Nusantara yang akrab di lidah, seperti Nasi Bejek dengan berbagai pilihan protein, Nasi Sei Sapi dengan telur barendo, serta Mie Tek Tek Pak Min.

    Selain itu, tersedia pula beragam camilan seperti batagor khas Bandung, bakso goreng, hingga tahu lada garam. Untuk menu penutup, pengunjung dapat menikmati dessert seperti es teler, es podeng, hingga pisang goreng madu.

    Kehadiran restoran ini berdampingan dengan Djournal Coffee yang juga membuka outlet keduanya di Semarang. Kombinasi keduanya menghadirkan pengalaman lengkap, mulai dari makan bersama hingga ngopi santai dalam satu area.

    Promo Pembukaan Menarik

    Dalam rangka pembukaan, The People’s Cafe dan Djournal Coffee menghadirkan promo spesial pada 13–19 April 2026.

    Pengunjung bisa mendapatkan gratis Nasi Goreng Gila untuk setiap pembelian Nasi Ayam Bejek Lengkuas di The People’s Cafe. Sementara di Djournal Coffee, pembelian Sea Salt Creamy Latte akan mendapatkan Kopi Susu Batavia secara cuma-cuma.

    Dengan konsep “familiar dan relevan”, kehadiran The People’s Cafe di Semarang diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban yang dinamis. ***

    Tiket Khusus Semarang Zoo Sambut Hari Jadi Kota ke-479 dan May Day 2026

    Lingkar.co – Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo memberikan harga tiket khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Jadi Kota Semarang ke-479 dan Hari Buruh atau May Day 2026.

    Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya ikut merasa bangga atas perkembangan kota Semarang.

    “Ini bentuk rasa syukur dan bangga atas perkembangan kota Semarang. Jadi dalam rangka HUT ko Kota Semarang 479 kita berikan harga tiket Rp15.000,” kata Bimo dalam siaran persnya, Minggu (12/5/2026).

    Selanjutnya, harga tiket khusus Rp10.000 pada perayaan hari buruh atau May day yang biasa dilakukan setiap 1 Mei, “Untuk apresiasi terhadap kerja keras para buruh kita berikan harga tiket khusus Rp10.000 nanti pada tanggal 1 Mei, cukup menunjukkan kartu identitas sebagai karyawan,” ujarnya.

    Saat ini sudah ada perbaikan kandang Kapibara dari Djarum Foundation, kandang Bintutong dari R-Zoo, toilet yang ada di depan Aves Garden dari BTN, serta paving depan loket dan area parkir dari PT Sango.

    Pertukaran Satwa

    Bimo juga menyampaikan kabar gembira terkait tugas konservasi. Yakni Sitatunga yang didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan hasil tukar harimau benggala sat ini sudah beranak 1 ekor.

    Pengunjung Semarang Zoo saat memberi makan Sitatunga. Foto: Rifqi/Lingkar.co
    Pengunjung Semarang Zoo saat memberi makan Sitatunga.
    Foto: Rifqi/Lingkar.co

    Adapun program ini adalah satu kesatuan program tukar menukar satwa dengan Ragunan berupa; Pelikan, Orangutan betina, Kapibara dan Sitatunga sepasang harimau benggala dan orangutan jantan pada tahun lalu.

    Pelikan dan orangutan, kata dia belum selesai proses administrasinya di Kemenhut,

    “Semoga segera selesai dengan harapan orang utan jantan kita mendapatkan pasangan, pelikan menambah daya tarik wisata dan menjalankan fungsi konservasi urainya.

    “Untuk Kapibara dan Sitatunga tidak termasuk satwa dilindungi di Indonesia. Jadi proses mendatangkannya lebih mudah,” sambungnya. (*)