Arsip Tag: Berita Sragen Hari Ini

Jelang Lebaran Gubernur Luthfi Sidak Pasar Bunder Sragen: Harga Bahan Pokok Stabil, Stok Aman

Lingkar.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau Pasar Bunder, Kabupaten Sragen, Rabu (18/3/2026), untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah. Kunjungan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Lebaran.

Suasana Pasar Bunder Sragen tampak ramai oleh aktivitas masyarakat yang mulai berburu kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Lapak-lapak pedagang dipadati pembeli dan transaksi jual beli meningkat, terutama pada sejumlah komoditas pangan. Di sela peninjauan, Ahmad Luthfi juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. Ia menanyakan harga sejumlah komoditas sekaligus memastikan kondisi pasokan di tingkat pasar tetap aman.

Interaksi hangat terlihat saat Ahmad Luthfi memborong sejumlah dagangan pedagang dan membagikannya kepada warga di sekitar pasar. Aksi tersebut disambut antusias masyarakat yang berada di lokasi.

“Pemprov punya aplikasi Siaga untuk memantau harga, tapi itu tidak cukup. Kita harus cek langsung di lapangan, recheck sampai final check, apalagi mendekati H-2 Lebaran, untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, terdapat dua indikator utama dalam menjaga stabilitas pangan, yakni ketersediaan dan keterjangkauan harga.

“Dua kuncinya itu ketersediaan dan keterjangkauan. Dua-duanya terpenuhi. Kalau ada kenaikan harga, itu masih dalam batas wajar karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mendekati Rp 100.000 per kilogram, kini mulai turun ke kisaran Rp 70.000. Sementara harga daging sapi berada pada kisaran Rp 130.000 hingga Rp 140.000 per kilogram, tergantung kualitas, dan masih dalam batas normal.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di Pasar Bunder terpantau stabil dan masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara itu, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat fluktuasi pasokan dan distribusi antarwilayah, serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Namun secara umum, kondisi harga masih terkendali dan tidak ditemukan lonjakan yang signifikan. Pasokan bahan pokok juga dipastikan dalam kondisi aman.

Ahmad Luthfi menegaskan, apabila terjadi lonjakan harga di pasar tertentu, Pemprov Jawa Tengah akan segera melakukan intervensi melalui perangkat daerah dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, langsung kita intervensi melalui dinas terkait dan BUMD. Mau itu daging, cabai, atau bawang, semua kita kendalikan supaya tidak terjadi lonjakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Julie Emmy, menyampaikan, secara rerata harga komoditas penyumbang inflasi saat ini relatif stabil.

“Termasuk harga cabai rawit merah yang selalu jadi momok. Alhamdulillah semua turun, kemarin Rp 70 ribu sekarang Rp 65 ribu,” katanya.

Ia juga memastikan stok beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman. Begitu pula stok Minyakita yang terus disuplai oleh Bulog ke pasar-pasar.

Selain pemantauan melalui aplikasi, pengendalian harga juga dilakukan dengan pengecekan langsung di lapangan serta intervensi pasar melalui PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD pangan.

“JTAB melalui program Kendil dan Dishanpan lewat program Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujarnya.

Direktur JTAB Totok Siswanto menambahkan, monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai dasar pengambilan langkah intervensi.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami langsung turun melalui operasi pasar. Seperti saat harga cabai sempat di atas Rp 100.000 per kilogram, dilakukan intervensi sehingga harga bisa kembali ditekan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pemantauan harga, distribusi pasokan, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran. (*)

Warga Desak Pemkab Lakukan Perbaikan Jembatan

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Warga wilayah Kecamatan Kedawung mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen agar segera melakukan perbaikan jembatan di Kawasan Desa Celep, Kecamatan Kedawung.

Hal ini lantaran kondisi jembatan sudah mulai retak dan tidak aman. Karena sebelumnya, jembatan tersebut kerap menjadi jalur truk galian C.

Salah satu warga Kecamatan Kedawung Suyadi Kurniawan menyampaikan, saat ini Jembatan Bendrogeni kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Pihaknya mengklaim, kerusakan ini terjadi akibat sering di lewati truk. Saat ini konstruksi jembatan pun sudah retak. Pihaknya berharap dinas terkait memperhatikan dan menganggarkan agar segera ada perbaikan.

“Kalau bisa sesegera mungkin, petugas juga sudah cek kondisinya. Karena kebijakan letaknya di pemerintahan,” terangnya.

Baca juga:
Ahli Kelautan ITB Protes Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, Ini Penjelasan Ganjar!

Selain jembatan, kondisi tersebut juga merusak jalan yang ada di sekitar jembatan. Karena memang jalan kabupaten menurutnya lebih baik segera di perbaiki.

“Soal ada tidaknya anggaran perbaikan ya tergantung pintar-pintarnya pemerintah mencarikan dana,” terangnya.

Lantas pihaknya menekankan jika sampai jalan tersebut rusak, akan sangat merugikan warga yang kerap melintas.

Tentunya dalam hal ini pemerintah pasti tidak mau memberi kompensasi akibat gangguan kerusakan jalan dan jembatan.

“Misalnya harus memutar cari jalan lain kan rugi waktu dan tenaga. Pasti ya nggak ada kompensasinya,” keluhnya.

Belum Adanya Tindah Lanjut, Meski Sudah Laporkan Ke Dinas Terkait

Sementara Kepala Desa (Kades) Celep Agus Woyo membenarkan kondisi jembatan sudah retak. Sehingga untuk kendaraan truk dum tidak boleh melintas.

“Selain jembatan ini, sama  jembatan kedung gatot, wilayah Desa Jirapan, Kecamatan Masaran,” ujarnya.  

Baca juga:
Ini Cara Puskemas Bugangan Beri Vaksin Covid-19 Masyarakat Rentan

Namun untuk kendaraan roda 4 maih pihaknya perbolehkan melewati jembatan tersebut. Ia menjelaskan, jalan yang dihubungkan jembatan tersebut juga merupakan jalan kabupaten.

Bahkan pihaknya juga mengaku sudah melapor ke dinas terkait, terkait kerusakan jembatan di wilayahnya tersebut.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kabupaten Sragen Albert Pramono Susanto sudah mengecek kondisi jembatan beberapa waktu lalu.

Pihaknya menyampaikan, retakan pada jembatan masih tergolong tidak membahayakan. Namun tidak untuk menjadi lintasan kendaraan berat.

“Memang tidak kami sarankan kendaraan berat seperti muatan galian C melintas. Rencana perbaikan ini masih menunggu petunjuk dari pimpinan,” terangnya.

Penulis: Mukhtarul Hafidh

Editor: Nisa Hafizhotun/Galuh Sekar Kinanthi

Kades Jenar Di Anugrahkan Jadi Duta Vaksin Oleh Polres Sragen

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Samto merupakan tokoh yang kini menjabat sebagai Kades Jenar, Sragen. Sempat menghebohkan media sosial karena cuitan melalui baliho kontroversialnya beberapa waktu silam.

Kades yang mengaku dirinya sebagai pembuay baliho menentang PPKM Darurat dan mengizinkan warganya untuk menggelar hajatan dengan hiburan campur sari tersebut, dianugrahkan sebagai duta vaksinasi oleh Kapolres Sragen

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan apresiasi kepada Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, yang telah menjadikan Kepala Desa (Kades) Jenar, Samto, sebagai Duta Vaksinasi dan mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid 19.

Baca juga:
Arab Saudi Perbolehkan Umrah, Ini Syarat Khusus Jemaah Indonesia

Dikatakan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, sebelumnya Kades Samto ini, telah berulah dengan menentang PPKM Darurat. Juga telah mengizinkan warganya untuk menggelar hajatan serta hiburan musik.

“Karena Kades tersebut sudah bersedia mengikuti vaksinasi Covid-19. Maka Kapolres Sergen telah menjadikannya sebagai Duta Vaksin,” kata Luthfi.

Orang Pertama yang Melakukan Vaksinasi di Desa Jenar

Menurut Luthfi, langkah yang dilakukan Kapolres Sragen sangat tepat. Pasalnya, saat dilakukan vaksinasi di Balai Desa Jenar, Samto adalah orang yang pertama kali disuntik, dan sebagai percontohan bagi warga serta perangkat lainnya.

Saat vaksinasi tersebut, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang menjadi vaksinator dan menyuntik Kades Samto.

Baca juga:
Ini Perintah Ganjar Kepada Bupati dan Walikota Soal Bansos

“Ini adalah contoh yang sangat baik sekali. Seorang kepala Desa di Sragen yang tidak percaya vaksinasi dan Covid 19, dengan membuat spanduk dan menentang pemerintah, saat ini telah menjadi duta vaksin,” terang Kapolda Jateng.

Bahkan Kepala Desa Jenar itu, lanjut Kapolda, meminta dan mengajak langsung masyarakat mengikuti vaksinasi ke balai desa.

“Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Kapolres Sragen dan Kades Jenar tersebut,” ungkapnya.

Kapolda Jateng juga mengimbau masyarakat, untuk tidak menolak vaksinasi dan program pemerintah dalam mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Covid 19 ini. Karena keselamatan dan kesehatan rakyat lebih utama bagi pemerintah dan TNI Polri.

Baca juga:
Gubernur Jatim Minta Maaf Soal Penanganan Covid-19

“Ini demi kita semua, jadi saya berharap baik masyarakat ataupun perangkat dan pejabat daerah, jangan ada yang menolak program Vaksinasi pemerintah,” terangnya.

“Mari kita dukung bersama sama program pemerintah ini dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” pungkasnya.

Penulis: Mukhtarul Hafidh

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

Kaum Hawa Jadi Sindikat Penipuan, Rugikan Korban Rp 4 Miliar

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co  – Jajaran polres Sragen berhasil menangkap satu orang dari tiga orang pelaku yang merupakan sindikat penipuan berkedok distribusi sembako.

Dalam aksinya tersebut, para pelaku nyaris memperdayai sejumlah Rp. 4 miliar dari pengusah asal Sragen.

Sedangkan dua orang rekan pelaku saat ini masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sragen.  

Kapolres Sragen Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menyampaikan, pelaku yang saat ini berhasil ditangkap dengan inisial CD. Sedangkan yang masih dikejar yakni inisial ASB dan OPW.

Baca juga:
Dorong Percepetan Vaksinasi, Polres Sragen Salurkan 1.340 Dosis Vaksin

Mereka merupakan penjahat profesional dan menjadi sindikat penipuan atas distribusi sembako. Sasarannya yakni para pengusaha yang tergiur dagangan dengan harga miring.

”Mereka meyakinkan para korbannya dengan mengaku sebagai distributor PT Uniliver Indonesia dan PT Tan Oil Surabaya,” terangnya Rabu (7/7) kemarin.   

Berdasarkan pengembangan kasus, aksi mereka tidak hanya mereka lakukan di kabupaten Sragen saja. Namun juga di Kabupaten Pati, Grobogan dan Demak.

Namun Polres Sragen hingga saat ini hanya fokus pada penyelidikan dan penyidikan terkait laporan sindikat penipuan di Kabupaten Sragen.

Baca juga:
Indonesia – Rusia Finalisasi Kerja Sama Produksi Vaksin Spuntnik V

”Modusnya mereka menerima order untuk penjualan sembako. Korbannya adalah masyarakat yang memiliki toko atau usaha yang berbisnis sembako. Dengan menawarkan harga jauh dibawah harga pasar, para korban semakin tertarik,” terangnya.

Baca selanjutnya….

Tempat Tidur Isolasi Covid-19 Penuh, Faskes Kelabakan Siapkan Tambahan

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Kebutuhan tempat tidur bagi pasien isolasi Covid-19 semakin mendesak hingga perlu tambahan ruang isolasi.

Termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen yang bakal menambah ruang untuk pasien Covid-19.

Merebaknya pasien Covid-19 di Kabupaten Sragen tidak bisa dipungkiri lagi, Seperti yang terjadi di RSUD Sragen pada Minggu (27/6).

Baca juga:
Berikut Alasan Covid-19 Varian Delta Tak Butuh Karantina Lama

Sejumlah kamar isolasi yakni 91 tempat tidur dan 17 tempat tidur ICU terisi penuh. Bahkan masih ada  12 pasien yang masuk daftar tunggu dan berada di IGD.

Tim Gugus Tugas Covid-19 sempat mengadakan rapat untuk membahas tambahan tempat tidur, baik Rumah Sakit Negeri maupun Swasta.

Salah satunya RSUD Sragen sempat merencanakan untuk menjadikan gedung VVIP sebagai lokasi ruang isolasi pasien Covid-19.

Baca juga:
Vaksinasi Anak, KPAI Apresiasi Gerak Cepat Pemerintah

Namun dari berbagai pertimbangan teknis, management RSUD Sragen hingga kini memutuskan untuk mencari pengganti lokasi untuk ruang isolasi.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Didik Haryanto menyampaikan penggunaan Gedung Wijayakusuma untuk ruang rawat pasien covid-19 menjadi opsi selanjutnya.

“Sebenarnya kalau kita menggunakan ruangan yang berada di Gedung Wijayakusuma, justru bisa menampung sekitar 60-100 orang,” ujar Didik.

Baca juga:
BPOM & Balitbangkes Gandeng Delapan Rumah Sakit, Lakukan Uji Klinis Invermectin

Lanjutnya, “Namun desain ruangan tersebut digunakan satu ruangan satu pasien. Sehingga tidak efektif untuk masalah teknis. Belum lagi sistem oksigen tersentral, bukan oksigen tabung,” terangnya.

Pasien Rawat Inap Menurun, Gunakan Ruangan untuk Isolasi Covid-19

Dengan kondisi seperti ini pihaknya mencari alternatif yang lain, dengan menambah ruang perawatan Covid-19 yang mengguakan gedung barat lantai 4.

Ruang tersebut biasanya hanya untuk pasien penyakit umum. Namun akibat Covid-19 pasien rawat inap turun drastis dengan rata-rata 40-50 pasien sehari.

Baca juga:
Wisata Candi Cetho Di Karanganyar Ini Mirip Di Pulau Bali

Sehingga menurutnya masih memungkinkan bagi pasien Non Covid-19 melakukan rawat inap di lantas 3 gedung barat. Sementara untuk lantai 2 masih bisa menjalankan pelayanan poli.

”Kapasitas sekitar 100, dalam rapat kemarin kita menyanggupi menambah tempat tidur. Ibu bupati dan Pak Kapolres mempercayakan pada kami. Namun tidak sekedar tempat tidur, tapi juga tambah pelayanan penunjang,” pungkas Didik. (fid)

Penulis: Mukhtarul Hafidh

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

Dorong Percepetan Vaksinasi, Polres Sragen Salurkan 1.340 Dosis Vaksin

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Dalam rangka percepatan vaksinasi, jajaran Polres Sragen salurkan 1.340 dosis vaksin Covid-19 kepada warga Bumi Sukowati secara gratis.

Semua warga dari berbagai kalangan bisa mendapatkan fasilitas vaksin geratis ini dengan ketentuan usia di atas 18 tahun.

Kepada Wartawan Kasubag Humas Polres Sragen AKP Suwarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menerangkan Pendaftaran vaksin Covid-19 petugas layani di 20 Mapoksek jajaran Polres Sragen.

Baca juga:
Pembukaan Pabrik Sepatu Belum Jelas, Seluruh Karyawan Jalani Isoman

Penyuntikan vaksinasi pertama sudah berhasil sebanyak 670 dosis vaksin Covid-19 yang terlaksana pada, Rabu (23/6/2021).

Beberapa titik lokasi penyuntikan vaksin tersebut seperti di eks Kawedanan Gemolong yakni Gemolong, Tanon, Sumberlawang, Miri, Kalijambe dan Plupuh.

Penyuntikan vaksin Covid -19 di Puskesmas Gemolong berhasil terlaksana dengan total 200 dosis vaksin Covid-19 kepada warga secara gratis.

Baca juga:
Oksigen Habis, Hingga Tolak Pasien Covid-19, Kini Pelayanan Normal Kembali

Gelar Vaksinasi Masal di Beberapa Titik

Sementara, di eks Kawedanan Gondang yang meliputi Kecamatan Gondang, Ngrampal, Sambirejo dan Sambungmacan, pemberian vaksin Covid-19 digelar di Puskesmas Ngrampal pada Kamis (24/6/2021) kemarin sebanyak 130 dosis.

Selanjutnya pemberian vaksinasi di eks Kawedanan Gesi yang meliputi Kecamatan Gesi, Sukodono, Jenar, Tangen dan Mondokan, pemberian dosis vaksin Covid-19 sebanyak 170 vaksin yang digelar di Puskesmas Sukodono, Jumat (25/6/2021).

Baca juga:

Masih Zona Merah, Angka Kesembuhan Covid-19 di Jepara Naik

Sedangkan di eks Kawedanan Sragen yang meliputi Sragen, Masaran, Karangmalang, Kedawung dan Sidoharjo, penyuntikan vaksin akan diberikan sebanyak 170 dosis vaksin Covid-19 yang bakal digelar di Puskesmas Sragen Kota, Sabtu (26/7/2021).

“Jadi untuk masyarakat di sragen maksimal usia harus di atas 18 tahun bagi penerima vaksin. vaksinasi sudah terlaksana dengan lancar dan tetap mengedepankan protokol kesehatan, untuk vaksinasi kedua akan dilaksanakan 14 hari mendatang,” ungkal AKP Suwarso

Dalam Kesempatan tersebut, Suwarso kembali mengingatkan kepada masyarakat yang belum mendapatkan jatah vaksinasi gelombang pertama, untuk sabra menunggu.

Baca juga:
Keterlambatan Pemusalaraan Jenazah Covid-19, Bupati Pati : Pejabat Jangan Mengeluh

Pihaknya mengungkapkan pada awal Juli akan ada bantuan kembali vaksinasi sebanyak 10.000 dosis untuk masyarakat Bumi Sukowati.

“Untuk masyarakat pada periode pertama vaksinasi belum dapat. Polres Sragen sudah menjalin kerja sama dengan Dokkes Polres dan DKK Sragen, untuk sinergi menyelesaikan vaksinasi,” jelasnya.

Baca juga:
Keraton Ratu Boko Tawarkan Paket Piknik Eksklusif

AKP Suwarso juga menegaskan dan menekankan kepada masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan dan menghindari krumunan.

“Hal tersebut di maksudkan untuk menekan penyebaran covid-19 di Kabupaten Sragen,” pungkas AKP Suwarso. (fid/luh)

Perayaan IBI, Tekankan Profesional dan Tekan AKI

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Peringatan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sragen, bidan diminta untuk meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan peran pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satunya peran dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan potensi kasus stunting pada anak.

Baca juga:
Petugas Kelelahan, Pemulasaran Jenazah Covid-19 Terlambat

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sragen, Ny Damai Tatag Prabawanto, menyampaikan hal itu di sela peringatan HUT ke-70 IBI di Ruang Aula Sukowati Setda Sragen, Kamis (24/6).

Damai mengatakan di usia ke-70, IBI tetap berkomitmen mendorong profesi bidan harus melayani dengan semangat, dengan profesional dan tetap berjuang membantu pemerintah dalam penurunan AKI dan KB.

Di masa pandemi, para bidan juga harus selalu menjaga terutama kesehatan ibu dan anak, ibu hamil, bersalin.

Baca juga:
Tren di Jepara Naik, Nakes Positif Covid-19 Tembus 580 Kasus

Selain itu, bidan juga harus selalu menjaga pelayanan KB dengan melakukan protokol kesehatan yang sudah ada.

“Kita masih tetap sebagai bidan sosialisasi tidak hanya ke teman sejawat tapi turun langsung ke masyarakat. Agar ibu-ibu untuk siap terutama di masa kehamilan untuk menjaga peningkatan gizinya,” ujarnya.

Lanjutnya, “Agar nanti juga di masa kelak 1000 hari kehidupan itu tidak akan terjadi stunting. Jadi sejak dini kita harus memperhatikan gizinya,” paparnya kepada wartawan.

Baca juga:
Ratusan Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Nafsu Birahi, Pria Di Sragen Tega Setubuhi Keponakan Hingga Hamil 5 Bulan

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Seorang pria asal Sragen Kota berinisial SUP (41) di bekuk jajaran Satreskrim Polres Sragen lantaran tega setubuhi keponakan sendiri.

Ironisnya, aksi bejat pria tersebut merupakan pria yang sudah beristri dan punya anak. Korban yang masih keponakannya tersebut di cabuli sejak masih duduk di bangku SD hingga SMA.

Akibat perbuatan pelaku, korban yang berinisial R (16) kini dalam kondisi hamil lima bulan. Tersangka di bekuk tanpa perlawanan di rumahnya kemarin.

Baca juga:
Tiga Mantan Kades di Pati Terancam DPO

Aksi tega setubuhi keponakan tersebut terungkap ketika korban merasakan keluhan pada perutnya pada bulan Mei lalu. Oleh neneknya berinisial P, kemudian di periksakan ke dokter.

langkah terkejutnya, ketika hasil USG menunjukkan korban tengah berbadan dua

“Setelah didesak, korban baru mengaku ternyata itu perbuatan dari pamannya (tersangka). Akhirnya keluarga dikumpulkan dan dirapatkan akhirnya sepakat dilaporkan ke Polres,” papar Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana melalui Kanit PPA, Iptu Ari Pujiantoro, di Mapolres Sragen, Jumat (4/6).

Baca juga:

Tren Kasus Positif Covid-19 di Kudus Mulai Turun, Kesembuhan Meningkat

Sudah Lima Kali Cabuli Korban

Iptu Ari menjelaskan dari laporan keluarga, tim kemudian menindaklanjuti dan menangkap tersangka di rumahnya kemarin.

Di hadapan aparat, pria yang berprofesi sebagai buruh serabutan itu mengaku sudah lima kali mencabuli korban. Lokasinya berpindah-pindah mulai dari di rumah tersangka hingga ke sawah-sawah.

Tersangka mengaku tega melakukan itu karena tak tahan sudah 9 tahun di tinggal istri kerja di luar negeri.

Baca juga:
Prokes Baik, DPRD Kudus Dorong Pegawai Swalayan Segera Di vaksin

Dalam melakukan aksinya, selalu berawal dengan bujukan dan kemudian korban dipaksa melayani nafsu bejatnya.

“Tersangka dan korban ini rumahnya bersebelahan. Dari kecil korban sering main ke rumah tersangka, kebetulan pula antara korban dan anak tersangka juga temanan sejak kecil,” terangnya.

Baca juga:
Produk Pertanian Gresik Kini Masuk Dalam Pasar Modern

Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres berikut barang bukti pakaian yang dikenakan tersangka dan korban, serta sepeda motor yang dijadikan sarana melakukan perbuatan.

Iptu Ari menambahkan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terjerat UU Perlindungan Anak dan Pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (fid/luh)

Pelaku Gunakan Uang SPBU Untuk Membeli Aset Pribadi

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Pelaku kasus penggelapan dana perusahaan di salah satu SPBU di Kabupaten Sragen, gunakan uang penggelapan tersebut untuk membeli aset pribadi.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Suwarso mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi membenarkan hal tersebut.

Pihaknya menyampaikan dalam mencarian barang bukti, selain buku laporan hasil penjualan, dan laporan hasil Audit Internal serta dokumen terkait, terdapat sejumlah barang bukti milik pelaku. 

Baca juga:
Petugas SPBU Gelapkan Uang Perusahaan Lebih Dari Rp 650 Juta

“Barang bukti aset pribadi tersebut meliputi, satu Mobil sirion, kulkas, Dispenser, TV 42 inch, Almari kaca, Kipas Angin, Alat Fitnes, buku tabungan  Uang tunai Rp 13.000.000,” ujar AKP Suwarso.

Pihaknya juga menemukan bukti pelunasan aset di perum kedungjeruk dan Bukti pelunasan tanah kavling perum  istana liberty andong.

“Selain itu kami juga menemukan bukti pelunasan tanah pekarangan di Andong Boyolali,” terangnya.  

Baca juga:
Seorang Pemuda di Sragen Tega Cabuli Dua Bocah di Masjid

Petugas SPBU Gelapkan Uang Perusahaan Lebih Dari Rp 650 Juta

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) dipolisikan juragannya lantaran gelapkan uang perusahaan lebih dari Rp 650 juta.

Temuan penggelapan yang dilakukan karyawan tersebut berdasarkan laporan keuangan yang janggal.

Informasi yang dihimpun petugas SPBU Tombo Ati atas nama Muhammad Aminullah, 37, warga dukuh Duwet RT 17 RW 07 Desa Andong, Kecamatan Andong dilaporkan ke kepolisian.

Baca juga:
Seorang Pemuda di Sragen Tega Cabuli Dua Bocah di Masjid

Pelapor yakni Istinganah, 48, pemilik SPBU yang berada di Raya Gemolong-Sragen Km 6,5 Dukuh Mojoroto Desa Karangasem, kecamatan Tanon.

Kejadian berawal Pada hari Sabtu (1/5) sekitar pukul 07.15, saksi yakni Indra Wahyudi dan Putut Hariyanto karyawan SPBU mendapat titipan uang setoran hasil penjualan BBM SHIF III.

Uang tersebut di tempatkan dalam kantong plastik dari terlapor. Lalu terlapor berpesan agar uang itu biar disetorkan saksi lainnya yakni Cicik Tri Rahayu.

Baca juga:

Pendaftaran CPNS dan PPPK Buka Mulai Hari ini

Selanjutnya kantong plastik di simpan di laci bawah meja Dispenser Pompa III. Setelah itu  Terlapor meninggalkan SPBU dan sekitar pukul 07.30.