Arsip Tag: Vaksinasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Campak, Pemprov Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, menyusul meningkatnya tren suspek campak dalam dalam tiga tahun terakhir. Penguatan imunisasi dan edukasi masyarakat menjadi fokus utama, seiring tingginya tingkat penularan penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan, terkait Pengawasan Kesiapsiagaan Daerah dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, di Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Merah Putih, Kompleks Kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan Semarang, Senin j30/3/2026).

Gus Yasin, panggilan akrabnya menyampaikan bahwa kewaspadaan terhadap campak perlu ditingkatkan, mengingat daya tularnya yang sangat tinggi, bahkan melebihi Covid-19.

“Kalau Covid-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang. Maka penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya seperti TBC,” ujarnya.

Saat ini, KLB campak di Jawa Tengah baru terjadi di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi terkendali, potensi penyebaran tetap menjadi perhatian.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tren suspek campak di Jawa Tengah sepanjang 2023 hingga triwulan I 2026 cenderung naik. Puncak suspek campak terjadi pada Januari 2026 dengan jumlah kasus 792 suspek.

Menurut Taj Yasin, peningkatan kasus tersebut merupakan dampak dari terganggunya layanan imunisasi saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi di seluruh wilayah.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Upaya tersebut juga didukung dengan capaian imunisasi yang cukup baik. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target. Meski demikian, masih terdapat kantong-kantong wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penularan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi kinerja Jawa Tengah dalam menjaga cakupan imunisasi di tengah populasi besar.

“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah dengan cakupan imunisasi rendah hingga tingkat desa, agar intervensi dapat lebih terarah dan efektif.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai, upaya Pemprov Jateng sudah berjalan baik. Namun perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih masif dan kolaboratif.

“Kalau satu orang terkena campak bisa menularkan ke 18 orang. Maka edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat. Oleh karena itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua.

“Kita tahu bersama ada juga orang tua yang tidak mau anaknya diimunisasi. Nah, ini menjadi masalah kalau orang tua melarang anaknya untuk diimunisasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, campak adalah infeksi virus morbillivirus yang sangat menular melalui udara (droplet batuk/bersin) dan permukaan terkontaminasi. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan ruam. Dengan penularan tertinggi 4 hari sebelum-sesudah ruam muncul. Bahayanya meliputi komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, diare parah, hingga kematian, terutama pada anak yang tidak divaksinasi. (*)

Klinik Utama PMI Kota Semarang Resmi Buka Layanan Vaksin, Siap Bermitra Biro Haji dan Umrah

Lingkar.co – Klinik Utama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang resmi membuka layanan vaksinasi bagi warga yang ingin bepergian ke luar negeri, termasuk calon jemaah haji dan umrah. Sebagai layanan baru, Klinik Utama PMI Kota Semarang membuka program harga promo pada masa awal operasional.

Kepala Klinik Utama PMI Kota Semarang, Dr. Diah Hastuti, mengatakan pembukaan layanan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh klinik. Pada tahap awal, pihaknya saat ini memfokuskan vaksin bagi calon jemaah haji dan umrah karena tingginya kebutuhan vaksin sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

“Karena klinik vaksin ini baru diresmikan, kami memberikan harga promo khusus untuk perjalanan haji dan umrah. Saat ini tersedia vaksin meningitis dan polio, dan dalam waktu dekat akan ditambah vaksin influenza,” kata Diah saat ditemui di Klinik Utama PMI Kota Semarang, Kamis (5/3/2026) sore.

Ia menjelaskan, selama masa promo pembukaan, vaksin meningitis ditawarkan dengan harga Rp225.000 per dosis, sedangkan vaksin polio sebesar Rp200.000. Selain itu, klinik juga menyediakan paket bundling meningitis dan polio dengan tarif Rp420.000.

Menurutnya, selain dua jenis vaksin tersebut, klinik juga menyediakan beberapa vaksin lain seperti hepatitis B dan HPV. Pihaknya berupaya memberikan harga yang lebih terjangkau dibandingkan layanan serupa di tempat lain.

“Untuk vaksin lain seperti hepatitis B dan HPV juga tersedia. Kami berusaha memberikan harga promo yang insyaallah termasuk paling terjangkau,” ujarnya.

Targetkan Mitra Biro Haji dan Umrah

Pada tahap awal operasional, klinik vaksin PMI Kota Semarang menargetkan calon jemaah haji dan umrah sebagai target utama layanan. Untuk itu, PMI juga mengundang sejumlah biro perjalanan haji, umrah, serta kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dalam kegiatan pembukaan layanan.

Diah menilai peluang kerja sama dengan biro perjalanan cukup besar mengingat kebutuhan vaksinasi merupakan salah satu syarat kesehatan bagi jemaah sebelum berangkat ke luar negeri.

Kepala Klinik Utama PMI Kota Semarang, dr. Diah Hastuti, M.Biomed
Kepala Klinik Utama PMI Kota Semarang, dr. Diah Hastuti, M.Biomed

“Kami mulai menjajaki kerja sama dengan biro perjalanan haji dan umrah serta KBIH di Kota Semarang. Bagi yang bekerja sama dengan kami, nantinya juga akan mendapatkan harga khusus,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses vaksinasi bagi jemaah haji dan umrah juga akan terhubung dengan sistem informasi kesehatan milik Balai Karantina Kesehatan sehingga data vaksinasi dapat tercatat secara resmi.

“Vaksin untuk umrah dan haji nantinya langsung masuk ke sistem Balai Karantina Kesehatan sehingga terkoneksi dengan sistem informasi kesehatan yang digunakan pemerintah,” katanya.

Syarat Sebelum Vaksinasi Sebelum menjalani vaksinasi, calon penerima vaksin harus memenuhi beberapa persyaratan medis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemeriksaan kehamilan bagi perempuan usia subur.

“Untuk wanita usia subur, wajib melakukan tes kehamilan terlebih dahulu. Jika hasilnya negatif, maka vaksinasi bisa dilanjutkan. Syarat lainnya sama seperti vaksin pada umumnya,” jelas Diah.

Ia juga menyarankan agar vaksin dilakukan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk membentuk kekebalan.

“Vaksin sebaiknya diberikan minimal 10 hari sebelum berangkat supaya antibodi sudah terbentuk dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskan, Klinik Utama PMI Kota Semarang buka dari Senin hingga Sabtu. Untuk hari Senin sampai Jumat, pelayanan dimulai pukul 07.30 hingga 20.00 WIB, sedangkan pada hari Sabtu layanan dibuka pukul 07.30 hingga 12.00 WIB.

Dengan jam layanan tersebut, diharapkan masyarakat memiliki waktu yang cukup fleksibel untuk melakukan vaksinasi sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.

Senada, Sekretaris PMI Kota Semarang Yudi Wibowo menambahkan pembukaan layanan vaksinasi merupakan bagian dari pengembangan unit kesehatan yang dimiliki PMI.

Menurutnya, selama ini klinik PMI telah memiliki berbagai layanan medis, namun vaksinasi perjalanan internasional belum tersedia sehingga kini mulai dikembangkan.

“Unit klinik kami memiliki banyak kegiatan pelayanan kesehatan. Salah satu yang belum ada sebelumnya adalah layanan vaksinasi untuk perjalanan internasional, dan sekarang kami mulai membuka layanan tersebut,” kata Yudi.

Ia menuturkan, PMI ingin menjaring masyarakat yang membutuhkan vaksin standar internasional, khususnya mereka yang akan berangkat haji, umrah, maupun melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Yang kami sasar adalah masyarakat yang akan berangkat umrah, haji, atau bepergian ke luar negeri. Vaksin standar internasional kami siapkan,” ujarnya.

Ke depan, PMI Kota Semarang juga berencana memperluas layanan vaksinasi ke segmen lain, termasuk vaksin untuk anak-anak. Namun pengembangan tersebut masih menunggu kesiapan fasilitas dan tenaga medis.

“Untuk sementara fokus kami memang vaksin perjalanan internasional. Ke depan kami juga berencana mengembangkan layanan vaksin anak,” kata Yudi.

Ia menambahkan, klinik PMI merupakan fasilitas kesehatan setara klinik utama yang memiliki tenaga medis dan dokter spesialis sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan secara lebih lengkap.

Dengan hadirnya layanan vaksinasi di Klinik Utama PMI, jumlah fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin di Kota Semarang juga bertambah. Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat mendapatkan layanan vaksin sebelum melakukan perjalanan internasional.

PMI juga berharap keberadaan layanan tersebut dapat memperluas akses vaksin dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami ingin memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat. Sebagai lembaga kemanusiaan, kami juga berusaha memberikan layanan dengan harga yang tetap terjangkau,” kata Yudi. (*)

Wagub Jateng Taj Yasin Minta Tingkatkan Skrining dan Imunisasi Polio

Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, kampanye vaksinasi dan imunisasi polio harus kembali digalakkan. Mengingat pernah terjadi penurunan imunisasi pada saat pandemi Covid-19. Sehingga kasus polio di Indonesia masih cukup banyak.

“Kita kampanye untuk vaksinasi polio karena setelah Covid-19 angka vaksin atau imunisasi menurun sehingga muncul lah penyakit yang sebenarnya waktu itu sudah selesai. Di Indonesia ditemukan ada 49 kasus,” katanya.

Ia hadir dan menyampaikan sambutan mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara World Polio Day 2025 yang digelar oleh Rotary Club District 3420 dan District 3410 di Awanncosta, POJ City, Kota Semarang, Minggu (26/10/2025).

Taj Yasin menjelaskan, penurunan imunisasi polio rutin nasional saat pandemi tahun 2020-2022 juga mengakibatkan munculnya kasus polio Jawa Tengah pada tahun 2023. Setidaknya pada tahun itu ditemukan 1 kasus di Kabupaten Klaten pada anak usia 6 tahun. Anak tersebut tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

“Jawa Tengah tahun lalu ada satu. Walaupun satu, polio ini kan menular sehingga ini harus tetap kita skrining polio, caranya dengan imunisasi dan vaksinasi anak-anak,” jelasnya.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Rotary Club District 3420 dan 3410 yang menggelar World Polio Day 2025. Dalam acara itu juga dilakukan imunisasi serentak kepada anak-anak se-Indonesia.

“Ini menjadi aware kita bersama-sama, pemerintah dan penggerak seperti Rotary ini kita mengimbau kepada masyarakat untuk imunisasi atau vaksin,” ujarnya.

Skrining dan imunisasi juga akan diintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) yang diterjunkan ke desa-desa se-Jawa Tengah. Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.

“Bisa nanti kita integrasikan dengan Speling. Tapi kan ada masanya untuk vaksinasi atau imunisasi kepada bayi ini ada usianya 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan. Ini harus kita antisipasi,” jelasnya.(*)

Gencarkan Vaksinasi PMK, Pemkab Rembang Telah Ajukan 5.000 Dosis Vaksin

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) memulai program vaksinasi sapi pada Senin (13/1/2025). Sebanyak 250 dosis vaksin telah disiapkan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Agus Iwan Haswanto menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk enam tim untuk melaksanakan program vaksinasi tersebut. Vaksin yang tersedia ditargetkan selesai disalurkan pada Rabu mendatang.

“Kami bentuk enam tim dokter hewan. Vaksinasi dimulai hari ini, dan paling lambat Rabu, 250 dosis vaksin sudah selesai,” ujar Agus.

Agus juga menyampaikan bahwa tambahan vaksin akan segera datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemkab Rembang telah mengajukan 5.000 dosis vaksin untuk tahap lanjutan program ini.

“Sasaran vaksinasi adalah sapi yang benar-benar sehat. Kami melakukan screening terlebih dahulu untuk memastikan minimal tidak ada demam serta tidak ditemukan ciri-ciri gejala PMK seperti air liur berlebihan atau luka di kuku,” imbuhnya.

Di hari pertana kemarin, vaksinasi dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kaliori dan Sedan. Tim akan terus bergerak hingga Rabu mendatang untuk menyelesaikan distribusi vaksin tahap awal. (*)

Penulis: Miftah

Vaksinasi Covid-19 bagi Kelompok Rentan Tetap Gratis

Lingkar.co – Vaksinasi Covid-19 tetap gratis bagi kelompok rentan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor HK.01.07/MENKES/2193/2023 tentang Pemberian Imunisasi Covid-19 Program, di mana Imunisasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masuk menjadi program imunisasi rutin efektif mulai 1 januari 2024 di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia mengutip dari rilis Kemenkes RI mengungkapkan, bahwa terdapat dua kelompok rentan yang menjadi sasaran imunisasi Covid-19 program dan mendapatkan imunisasi Covid-19 gratis. Pertama adalah yang belum pernah menerima vaksin Covid-19 sama sekali. Sementara kelompok kedua adalah yang sudah menerima minimal 1 dosis vaksin Covid-19.

“Baik kelompok pertama maupun kelompok kedua dikhususkan bagi masyarakat lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dewasa dengan komorbid, tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan, ibu hamil, serta remaja usia 12 tahun ke atas dan kelompok usia lainnya dengan kondisi immunocompromised (orang yang mengalami gangguan sistem imun) sedan-berat,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (2/1/2024).

Sementara itu, jelasnya, bagi masyarakat yang tidak masuk kriteria di atas, maka harus melaksanakan vaksinasi secara mandiri atau berbayar. Hal ini sesuai Surat Edaran Dirjen Farmalkes HK.02.02/E/2571/2023 tentang Penyediaan Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksin Covid-19 Pilihan.

“Vaksin Covid-19 yang digunakan untuk imunisasi pilihan harus yang sudah memiliki NIE dari BPOM dan didapatkan dari distributor resmi yang ditunjuk oleh produsen,” ujarnya.

Namun untuk biayanya, pihaknya belum mendapatkan instruksi dari Kemenkes. Sehingga, vaksin yang ada saat ini masih gratis.

“Untuk yang mandiri belum ada instruksi biaya berapa,” katanya.

Terkait Covid-19 di Kabupaten Pati, katanya, jumlahnya saat ini masih nol kasus. (*)

Penulis Miftahus Salam

Editor: Muhammad Nurseha

DP4 Blora Gelar Pelatihan Relawan Vaksinator PMK

Lingkar.co – Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) pada Rabu (01/03/2023) untuk pertama kali melaksanakan Pelatihan Relawan Vaksinator Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Mereka bertugas meredakan kekhawatiran peternak terhadap PMK yang menyerang kesehatan hewan ternak setahun ini, khususnya sapi.

Ada 110 peserta mengikuti pelatihan vaksinator PMK di gedung pertemuan DP4 Blora tersebut. Antara lain dari perwakilan TNI sebanyak 32 orang, kepolisian 35 orang, dan ASN/PNS kecamatan 4 orang.

Sisanya perwakilan dari Kelompok Sapi Indonesia (KSI) Blora, gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

“Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, adapun pelatihan teori dihari pertama dan praktek dilapangan dihari kedua,” ucap Kepala Dinas DP4 Kabupaten Blora, Gundala Wejasena kepada Lingkar.co.

Ia berharap para peserta dapat meningkatkan prosentase vaksinasi PMK dan menekan wabah, serta LSD di Kabupaten Blora.

Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV).

LSDV merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae.

“Ada 200 ribu vaksin PMK, kami targetkan di tahun 2023 untuk keseluruhan wilayah kabupaten Blora,” ungkapnya.

Ia sebut baru 70 ribu sapi tervaksin karena kekurangan petugas vaksin. Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya sempat kewalahan melayani permintaan peternak sapi.

“Data yang ada yang sudah mendapatkan vaksin baru 70 ribu sapi, bukan vaksinnya kurang tetapi petugas vaksin yang kurang,” urainya..

“Harapannya nanti di bulan Oktober seluruh hewan ternak sapi sehat, semua tervaksin,” tuturnya.

Gejala PMK

Pelatihan relawan vaksinator PMK bagi ternak yang diadakan DP4 Kabupaten Blora..Foto : lilik Yuliantoro/Lingkar.co

Sebagai informasi, gejala PMK umum terjadi pada hewan ternak mamalia herbivora.

Adapun gejalanya antara lain tidak nafsu makan, penurunan berat badan, berkurangnya produksi susu akibat mastitis, bibir bergetar dan mulut berbusa, serta pincang.

Penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan lesi kulit, namun virus LSD juga tersebar melalui darah, leleran hidung dan mata, air liur, semen dan susu.

Penularan juga dapat terjadi secara intrauterine. Secara tidak langsung, penularan terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik.

Sedangkan penularan secara mekanis terjadi melalui vektor, yaitu nyamuk (genus aedes dan culex), lalat (Stomoxys sp, Haematopota spp, Hematobia irritans), migas penggigit dan caplak (Riphicephalus appendiculatus dan Ambyomma heberaeum).Subkoordinator Pelayanan Teknis Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates Yogyakarta, Suhardi, menceritakan bahwa wabah PKM pernah terjadi puluhan tahun lalu, dan selesai tujuh tahun kemudian.

“PMK di tahun 1983 selesai tahun 1990 dan itu diakui dunia. memang untuk sapi sehat 70 sampai 85 persen tervaksin,” bebernya.

“Jadi PMK ini, hampir sama dengan Covid-19. Untuk penanganan juga hampir sama, yakni semua sapi harus divaksin. Dan lebih baik serempak dalam mobilitasnya. seperti tadi dikatakan bahwa vaksin semua sudah,” terangnya.

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Pemkab Purworejo Bekerjasama dengan UGM guna Penelitian Vaksin Jenis AdimrSC-2f

PURWOREJO, Lingkar.co – Pemerintah Purworejo bersama Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan Kerjasama Rekrutmen Subjek Uji Klinik Vaksin AdimrSC-2f. penandatanganan surat Kerjasama di lakukan di Ruang Arahiwang, Kamis (19/5/2022).

Sekretaris Daerah, Said Romadhon mengatakan, apresiasi kepada rumah sakit Akademik UGM yang telah menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Baca Juga :
Ansor Banser Purworejo Buka Posko Mudik Lebaran di Lima Zona

Hal tersebut guna melakukan penelitian vaksin AdimrSC-2f untuk mengatasi Covid-19.

Dia berharap, hasil penelitiandapat memberikan kontribusi bagi upaya membentuk herd immunity terhadap Covid-19.

Menurutnya, wabah Covid-19 awalnya teridentifikasi di China pada Desember 2019 dan kini telah menyebar hampir ke seluruh dunia.

“Pandemi ini telah menyebabkan gangguan serius pada system pelayanan Kesehatan dengan dampak ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Untuk mewujudkan kekebalan komunal, lanjutnya, ilmuwan memperkirakan bahwa 70 hingga 90 persen penduduk harus melakukan vaksinasi.

Selain vaksin yang sering kita kenal seperti Sinovac, Astrazeneca, dan Pfizer, para ahli dan pihak lainnya melakukan penelitian pembuatan vaksin AdimrSC-2f.

“Salah satunya AdimrSC-2f, vaksin berbasis protein yang produksinya menggunakan proses pembuatan sel serangga baculovirus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keamanan dari vaksin tersebut,” katanya.

Obat ini masih dalam tahap penelitian dan investigasi karena belum mendapat persetujuan beredar di pasaran oleh Kementerian Kesehatan di Indonesia.

Proses penelitian vaksin jenis AdimrSC-2f ini sudah lama di lakukan. Karena banyak proses dan prosedur yang harus di lewati sehingga baru bisa di ujikan pada saat ini.

“Vaksin ini telah melalui berbagai uji klinis di luar negeri. Namun karena akan di pakai untuk orang Indonesia maka harus di uji lagi. Jadi bukan karena telat tapi memang proses yang di tempuh cukup Panjang,” kata Ika Puspitasari.

Penulis : Achmad Rohadi

Editor : Muhammad Nurseha

Dukung Program Pemerintah, DPRD Pati Imbau Warga Vaksin Dosis Ketiga sebelum Mudik

PATI, Lingkar.co – Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati minta masyarakat Pati untuk segera melakukan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster. Hal tersebut guna mendukung program pemerintah dalam percepatan pencapaian vaksinasi.

Berbagai persyaratan ketika bepergian jarak jauh seperti wajib tes PCR ataupun antigen adalah alasan lain dari anggota Komisi D ini meminta masyarakat untuk segera vaksin booster.

Endah menilai, kewajiban tes PCR maupun antigen bagi masyarakat sangat memberatkan. Sehingga ia menyarankan untuk segera vaksin ketiga

Masih Pandemi, DPRD Pati Imbau Jangan Terlena Kebahagiaan Hari Raya

“Kebijakan itu (tes PCR ataupun antigen) kami rasa memberatkan untuk masyarakat. Saya rasa cukup dengan vaksin booster supaya tidak terlalu memberatkan. Maka kita imbau (masyarakat) untuk melakukan vaksin booster, daripada harus PCR atau antigen,” terangnya.

Politikus dari partai Golkar ini sangat mendukung kebijakan pemerintah terkait vaksin booster tersebut. Menurutnya, kebijakan yang telah menjadi keputusan pemerintah sudah melalui tahapan yang cukup matang untuk disahkan.

“Adanya kebijakan ini ‘kan saya pikir ketika peraturan atau kebijakan itu pemerintah putuskan, tentunya sudah melalui proses kajian yang detail dan teliti,” imbuhnya.

Sehingga, ia mengajak masyarakat bersama-sama untuk melakukan vaksinasi yang ketiga atau vaksin booster. (Lingkar Network | Lingkar.co)

18 Pegawai KPK Positif Covid-19

JAKARTA, alingkar.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa sebanyak delapan belas pegawainya positif covid-19. Hal tersebut berdasarkan dari tes polymerase chain reaction (PCR).

“Menurut informasi yang kami terima ada 18 pegawai setelah PCR terkonfirmasi positif covid-19,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Ia juga mengatakan delapan belas orang tersebut hanya mengalami gejala ringan dan hanya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga :
Tindaklanjuti Perjanjian Kerjasama, UIN Raden Mas Said Surakarta dan LPKA Kutoarjo Selenggarakan FGD

Satgas covid-19 juga telah berkoordinasi dengan puskesmas dari domisili pegawai tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

“Sekarang sudah mulai antisipasi penyebaran covid-19 dengan memperketat prokes dan penyemprotan desinfikten berkala di setiap ruang pegawai,” katanya.

Sebelumnya, seluruh pegawai sudah melakukan vaksinasi dosis tiga pada 13-14 Januari 2022.

“KPK saat ini sudah melakukan vaksinasi dosis 3 kepada seluruh pegawainya”, kata Ali mengutip dari antara.

Hingga artikel ini terbit, pihak dari KPK belum menyebutkan identitas delapan pegawainya yang terinfeksi virus covid-19.

Penulis : Kharen Puja Risma

Editor : Muhammad Nurseha

Indonesia Terima Dua Juta Vaksin Sinovac Dari China Hari Ini

JAKARTA, Lingkar.co – Indonesia menerima vaksin Sinovac sebanyak dua juta dalam tahap ke 163 yang merupakan hibah dari pemerintahan China.

“Ketibaan dua juta vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta hari ini (21/12) merupakan dukungan kerja sama dose-sharing tahap ke-3 dari Pemerintah China,” ujar Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Mengutip dari Antara, Total vaksin dukungan dari China yang telah tiba di Indonesia sudah mencapai empat juta dosis.

Ia menegaskan, hal ini sekaligus menunjukan dekat dan eratnya hubungan kedua negara tetangga ini, termasuk dalam upaya penanganan pandemic.

Diplomasi vaksin bekerja untuk mengamankan kebutuhan vaksin bagi keperluan rakyat Indonesia. Diplomasi ini juga di jalankan untuk melawan diskriminasi dan politisi terhadap vaksin.

Baca Juga :
Usai Revitalisasi, Pasar Senggol Solo Kembali Aktif

Saat ini Indonesia menjadi satu dari lima negara dengan vaksinasi covid-19 dosis lengkap yang tertinggi di dunia.

Dengan jumlah penerimaan vaksin sebanyak 106 juta orang, posisi Indonesia hanya berada di belakang negara berpenduduk besar yakni, China, India, Amerika Serikat, dan Brazil.

Ia menekankan, ketersediaan vaksin untuk mencapai kebutuhan vaksinasi sangatlah penting.

Oleh karena itu, jelang akhir tahun pemerintahan Indonesia akan semakin meningkatkan upaya percepatan progam vaksinasi sehingga target yang telah di rencanakan bisa tercapai.

Pemerintahan Indonesia juga tak lupa mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan.

“Salah satu yang perlu diwaspadai adalah mengurangi peningkatan mobilitas pada akhir tahun. Agar tidak terjadi pengalaman buruk di tahun lalu, yaitu meningkat tajamnya penularan,” katanya.

Apalagi di Indonesia suda mulai masuknya varian baru Omicron sehingga sejumlah negara memutuskan untuk memberlakukan lockdown.

Penulis : Kharen Puja Risma

Editor : Muhammad Nurseha