Arsip Tag: Hujan Deras

Hujan Deras Disertai Angin Melanda Kota Bandung Akibatkan 31 Pohon Tumbang, 2 baliho Roboh dan 1 Tanggul Jebol

Lingkar.co – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bandung Jawa Barat pada Jumat (3/4/2026) mengakibatkan dari 31 pohon tumbang, 2 baliho/pylon sign roboh, serta 1 kejadian banjir akibat tanggul jebol.

Berdasarkan laporan sementara (live update) pad pukul 16:45 Wib, SIKKAT (Sinergi Informasi Koordinasi Kolaborasi Cepat Tanggap) mencatat kejadian pohon tumbang tersebar di sejumlah titik dengan waktu kejadian yang berdekatan, mulai sekitar pukul 13.40 WIB hingga 14.43 WIB.

Beberapa lokasi terdampak antara lain di Jalan Cibolerang, Jalan Raya Kopo, Jalan Dr. Djunjunan, kawasan Pasteur, Jalan Pajajaran, Jalan Sukajadi, hingga wilayah Ciumbuleuit dan Dago.

Kejadian serupa juga dilaporkan di depan Kecamatan Cicendo, Jalan Gunung Batu, Jalan Garuda, serta sejumlah titik lainnya di wilayah barat dan utara Kota Bandung.

Selain pohon tumbang, dua kejadian baliho atau pylon sign roboh juga terjadi, masing-masing di Jalan Purnawarman (depan BEC) pada pukul 14.09 WIB dan di kawasan SPBU Cibolerang pada pukul 14.45 WIB.

Sementara itu, satu kejadian banjir akibat tanggul jebol dilaporkan terjadi di Jalan Babakan Ciparay Gang Alwian pada pukul 14.30 WIB. Kejadian ini sempat menggenangi area permukiman warga dan masih dalam penanganan petugas di lapangan.

Menanggapi situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama relawan langsung bergerak cepat melakukan asesmen, evakuasi, serta pembersihan di lokasi terdampak. Hingga saat ini, beberapa titik masih dalam proses penanganan.

Pemerintah Kota Bandung juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk layanan utilitas seperti PLN, khususnya pada kejadian pohon tumbang yang berdampak pada jaringan listrik.

Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan berpotensi menimbulkan kejadian susulan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari berteduh di bawah pohon, serta memperhatikan potensi bahaya di sekitar lingkungan masing-masing.

Pemkot Bandung memastikan seluruh laporan yang masuk akan ditangani secara bertahap dan optimal. Data kejadian bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kegawatdaruratan Kota Bandung, di antaranya melalui layanan 112 untuk kondisi darurat, 113 untuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta 119 untuk layanan kesehatan. (*)

Rumah Terendam Banjir, Ribuan KK di Kelurahan Karangasem Utara Terdampak

Lingkar.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batang Jawa Tengah mengakibatkan dua kelurahan di pesisir, yakni Karangasem Utara dan Klidang Lor, terendam banjir dengan kedalaman yang bervariasi.

Sebanyak 30 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka yang mulai terendam air dan mengungsi ke Masjid Al Ikhlas, RW 05 Karangasem Utara. Meski situasi sempat tegang, para pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 21.00 WIB seiring surutnya genangan di titik tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Batang, wilayah Karangasem Utara terdampak cukup luas. Ribuan kepala keluarga harus bersiaga menghadapi luapan air yang masuk ke pemukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah mengonfirmasi sebaran wilayah yang terdampak cukup masif di beberapa RW yakni RW 03 hingga RW 09: Mencakup ribuan jiwa yang terdampak, dengan total akumulasi mencapai 2.946 KK atau sekitar 11.784 jiwa.

“Ketinggian Air: Genangan air terpantau sangat dinamis, mulai dari semata kaki hingga mencapai dada orang dewasa. Kedalaman air banjir dari 10 cm hingga 120 cm,” katanya saat ditemui di Kelurahan Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Sabtu (10/1/2026) malam.

Kondisi serupa juga menyelimuti Kelurahan Klidang Lor. Air dilaporkan meredam wilayah RW 02 dan RW 03. Di sana, diperkirakan ada 600 KK dengan total 2.400 jiwa yang terdampak luapan air dengan ketinggian yang sama, yakni mencapai 1,2 meter di titik terdalam.

Situasi Terkini

Meskipun ribuan jiwa terdampak, namun menurut Wawan, evakuasi terkonsentrasi di Masjid Al Ikhlas bagi warga yang rumahnya terendam cukup tinggi. Beruntung, kondisi cuaca dan debit air yang mulai melandai memungkinkan warga untuk kembali melakukan pembersihan rumah lebih awal.

“Warga yang mengungsi 30 jiwa di Masjid Al Ikhlas (RW 05), jam 21.00 WIB sudah kembali ke rumah masing-masing,” terangnya.

Saat ini, petugas BPBD masih terus bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan cuaca dan membantu warga yang membutuhkan evakuasi lanjutan jika debit air kembali meningkat. (*)

Tanggul Ambrol, Akses Warga di Perumahan Margorejo Terputus

Lingkar.co – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pati pada Jumat (21/11/2025) menyebabkan tanggul di Perumahan Watu Kebo Raya Indah, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, ambrol. Peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi, menjelang waktu salat Jumat itu membuat akses utama perumahan terputus total.

Budi, salah satu warga, menyebutkan bahwa tanggul tersebut sebenarnya baru saja diperbaiki akibat retakan yang muncul beberapa waktu sebelumnya.

“Sebelum terjadi longsor sudah diperbaiki karena terlihat retakan tergerus air. Baru diperbarui tiga hari sebelumnya, mas, cuma ditambal karena jalannya sudah berlubang-lubang,” ungkapnya, Selasa (25/11/2025).

Perumahan yang telah ditempati sekitar empat tahun ini memiliki sekitar 20 rumah pada blok yang terdampak. Warga pun merasa cemas jika kejadian serupa terjadi di malam hari.

“Ada kekhawatiran, mbak. Kalau malam kan bahaya, apalagi tidak ada penerangan karena pal-nya roboh akibat longsor. Pengendara motor lewat sini juga berisiko,” tambah Budi.

Selain membahayakan warga, katanya, ambrolnya tanggul membuat kendaraan tidak bisa keluar masuk perumahan.
“Mobil saya tidak bisa keluar sejak kejadian,” ujarnya.

Narwi, ketua RT/RW 01/01, mengatakan dirinya berada di lokasi sesaat setelah longsor terjadi. Menurut kesaksiannya, tanah sempat bergetar sebelum tanggul benar-benar ambruk.

“Pas Jumatan hujan deras, tiba-tiba tanah bergetar lalu tanggul ambruk. Kebetulan ada mobil yang parkir hampir terjun, tapi bisa diselamatkan warga. Ban kirinya sudah ambles, tapi masih tertolong,” jelasnya.

Aparat desa, termasuk kepala desa dan carik, telah meninjau lokasi. Pihak pengembang pun disebut telah datang dan menyatakan kesediaannya melakukan perbaikan.

“Pengembang sudah ke sini dan akan segera memperbaiki. Kejadian ini pertama kali di sini, meski dulu pernah banjir. Harapannya ya segera dibangun ulang dengan baik,” ujar Narwi.

Kerusakan tanggul diperkirakan mencapai panjang sekitar 20 meter dengan tinggi kurang lebih 4 meter. Warga berharap perbaikan dilakukan secepatnya agar aktivitas kembali normal dan keselamatan penghuni tetap terjamin. (*)

Hujan Deras, BPBD Imbau Warga di Bantaran Sungai Silugonggo Lebih Waspada

Lingkar.co – Permukaan air Sungai Silugonggo bertambah tinggi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Pati beberapa hari ini.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menyampaikan dua sampai tiga hari terakhir ini hujan deras mengguyur Kabupaten Pati. Menyebabkan debit air Sungai Silugonggo bertambah. Sehingga, pihaknya meminta warga di bantaran sungai untuk lebih waspada.

“Hujan durasinya lama bahkan tadi malam sampai hari ini masih turun hujan,” katanya, Kamis (30/1/2025).

Meski demikian, untuk saat ini, dari hasil pantauan tim BPBD Pati pada Kamis (30/1/2025), kondisi Sungai Silugonggo masih terpantau aman. 

“Secara umum memang tinggi muka air Silugonggo ini masih dalam situasi aman. Meskipun tinggi muka airnya bertambah. Penambahan tinggi muka air ini dimungkinkan karena memang curah hujan yang cukup tinggi selama dua atau tiga hari terakhir ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang berada di dekat aliran Sungai Silugonggo untuk selalu berhati-hati, utamanya mereka yang sering beraktivitas di dekat sungai tersebut. 

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada nelayan kecil tradisional untuk tidak mencari ikan terlebih dahulu. Karena, intensitas arus air Sungai Silugonggo cukup deras. 

“Selain mereka yang beraktivitas di sepanjang sungai, juga kami menghimbau masyarakat nelayan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftah

Rusak Akibat Hujan Deras, Jalan Celangapan-Pamotan Mulai Diperbaiki

Lingkar.co – Sejumlah titik di ruas Jalan Celangapan-Pamotan, Kabupaten Rembang, mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) merespons dengan melakukan penambalan jalan di lokasi tersebut.

Kepala DPU Taru Kabupaten Rembang, Maryosa, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Nugroho Tri Hutomo, menjelaskan bahwa kondisi jalan berlubang cukup membahayakan pengendara yang melintas. Penambalan mulai dilakukan sejak Selasa (3/12/2024).

“Sejak kemarin Bina Marga melakukan penanganan sementara, yaitu penambalan menggunakan hotmix dan lapis penetrasi. Istilahnya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” ujar Nugroho saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/12/2024).

Nugroho menambahkan bahwa DPU Taru telah menganggarkan peningkatan jalan di ruas yang mengalami kerusakan tersebut. Ia menyebutkan, kerusakan terjadi pada ruas jalan yang belum pernah ditingkatkan sebelumnya.

“Jadi, yang mengalami kerusakan itu titik-titik yang memang sudah cukup lama belum ada peningkatan. Kalau yang sudah ada peningkatan jalan relatif tidak ada kerusakan,” ungkapnya.

Penambalan pada Selasa sore sempat terkendala hujan yang mengguyur wilayah Rembang, sehingga hasilnya kurang optimal. Perbaikan dilanjutkan pada Rabu, termasuk memperbaiki titik penambalan yang rusak akibat hujan. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Hampir Semua Daerah Berpotensi Hujan Deras saat Pemungutan Suara Pemilu 2024

Lingkar.co – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada hari pemungutan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilu 2024 akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah daerah.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dilansir dari Antara, Rabu (7/2/2024), mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisa cuaca yang dilakukan tim diketahui pada 13-15 Februari 2024 curah hujan tinggi rata-rata berkisar 150 mm sampai 300 mm, bahkan berpotensi lebih dari itu.

Potensi tersebut, kata dia, timbul berdasarkan fakta kondisi dinamika atmosfer yang terpantau cukup signifikan. Pemicunya berasal dari adanya penguatan angin Monsun Asia dan aktifnya gelombang ekuator rossby – kelvin.

Adapun kedua fenomena itu sebagai faktor pembentuk awan penghujan, pola belokan angin dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia.

Menurut Guswanto, hal itu memperbesar potensi akan terjadinya situasi kebencanaan hidrometeorologi di daerah-daerah yang diguyur hujan.

Merujuk pada laporan BMKG diketahui ada sebanyak 25 daerah yang berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi pada 13-15 Februari 2024.

Ke-25 daerah di antaranya, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.

“Informasi ini hasil pengamatan sainstifik lantas jangan pula dipolitisasi, dimaknai aneh-aneh. Tapi mesti direspons dengan semangat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna memperlancar proses pemilu,” kata dia.

Ia memastikan segenap informasi faktual terkait cuaca dan iklim sudah terintegrasi dengan KPU, Bawaslu, TNI-Polri, Basarnas, BNPB dan bisa diakses secara luas oleh publik melalui sistem aplikasi BMKGInfo dalam kanal Informasi Cuaca Pemilihan Umum 2024.

Maka dari itu, BMKG berharap panitia penyelenggara pemilu atau pihak terkait lainnya bisa menyiapkan sarana prasarana yang representatif sehingga suasana pemungutan suara kondusif atas adanya informasi ini.

“Misalnya panitia dapat menempatkan tenda atau memilih gedung sebagai tempat pemungutan suara-rekapitulasi pada lokasi yang aman dari hujan, hempasan angin, longsoran dan gelombang laut,” paparnya.

“Kesehatan pemilih dan petugas di TPS juga diperhatikan. Siapkan jas hujan atau pakaian tebal karena dalam kondisi hujan rentan sakit,” imbuhnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam