Arsip Tag: Kota Bandung

Farhan Tekankan Normalisasi Drainase Sebelum Infrastruktur Lain

Lingkar.co – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan agar melakukan normalisasi drainase sebagai langkah awal sebelum perbaikan infrastruktur lain.

Bahkan, Ia meminta agar pengerjaan jalan tidak dilakukan sebelum kondisi drainase dipastikan baik.

“Drainase jalan harus dinormalkan kembali karena masih banyak genangan. Jangan mengerjakan jalan sebelum drainasenya diperbaiki, karena kalau drainasenya jelek maka jalan akan rusak lagi,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Orang nomor satu di Pemerintah Kota Bandung menegaskan hal itu saat melakukan monitoring wilayah di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat.

Monitoring merupakan bagian dari upaya penataan kawasan yang dinilai rawan karena berbagai aspek, dari ketertiban pedagang kaki lima (PKL), perbaikan drainase, hingga pembenahan sanitasi lingkungan.

Selain itu, Farhan juga menyoroti pentingnya penataan penerangan jalan umum.

Farhan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi lampu jalan, termasuk yang tidak berfungsi.

“Lakukan pendataan berapa banyak lampu yang ada, berapa yang menyala dan yang mati. Lampu yang mati segera diperbaiki,” ujarnya.

Dari sisi penataan ekonomi masyarakat, Pemkot Bandung menegaskan bahwa PKL tetap diperbolehkan berjualan, namun harus tertib dan tidak mengganggu fungsi jalan serta aliran drainase.

“Pedagang silakan berjualan, tapi jangan mengambil seluruh badan jalan dan harus bertanggung jawab terhadap kelancaran drainase,” kata Farhan.

Ia juga mendorong adanya kesepakatan bersama di antara para PKL agar penataan yang dilakukan dapat berkelanjutan.

“PKL harus berembuk, diatur sampai jam berapa berdagang. Setelah selesai, area harus dibersihkan kembali,” tambahnya.

Tak hanya itu, permasalahan sanitasi juga menjadi fokus, terutama terkait bangunan di atas sungai yang belum memiliki sistem pembuangan limbah yang layak.

Menurutnya, penataan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas sanitasi umum yang lebih representatif.

“Satu-satunya cara untuk memperbaiki kerapihan adalah meratakan bangunan di atas sungai, terutama yang tidak berpenghuni. Bisa dipertimbangkan membuat toilet umum dengan posisi lebih ke dalam dan limbahnya tidak dibuang ke sungai,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Panjunan, Iya Sunarya menyatakan, telah melakukan langkah awal dengan mengoordinasikan para PKL di wilayah Kelurahan Panjunan.

“Kami sudah rapat dengan para koordinator PKL. Kami sampaikan bahwa fungsi jalan harus dikembalikan sesuai Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, sebagai prasarana transportasi untuk kendaraan dan pejalan kaki,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, terdapat sekitar 200 kios kosong di pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para pedagang sebagai alternatif lokasi berjualan.

“Silakan para pedagang menempati kios di pasar agar penataan lebih rapi dan tidak kumuh,” tambahnya.

Terkait penanganan infrastruktur, termasuk kirmir yang roboh, Iya menyebutkan bahwa perbaikan akan segera dilakukan oleh dinas terkait dan disesuaikan dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Monitoring wilayah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung dalam mendorong penataan kawasan secara terpadu, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan sehat. (r*)

Pemkot Bandung Awasi WFH ASN dengan Presensi Digital Berbasis Lokasi

Lingkar.co – Pemerintah Kota Bandung terus mengawasi pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berjalan optimal, disiplin dan akuntabel.

Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran Wali Kota Bandung terkait pelaksanaan tugas kedinasan dalam rangka penghematan energi di lingkungan Pemkot Bandung.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), pelaksanaan WFH menunjukkan hasil yang positif. ASN dinilai mampu beradaptasi dengan baik, terutama dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kinerja dan pelayanan publik.

Sebanyak 1.354 ASN tercatat menjalankan skema kerja WFH. Dalam pelaksanaannya, setiap ASN diwajibkan melakukan presensi sebanyak tiga kali sehari, pagi, siang dan sore melalui aplikasi Gercep Asik Mobile dengan sistem berbasis lokasi (geo-location). Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan kedisiplinan serta transparansi kehadiran pegawai.

Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi Hendarin, menyampaikan bahwa secara umum ASN tidak mengalami kendala dalam penerapan sistem ini, mengingat mekanisme presensi digital telah digunakan sebelumnya pada skema kerja WFO maupun WFA.

“Pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menjaga produktivitas ASN meskipun bekerja dari rumah. Sistem yang ada juga memungkinkan pengawasan berjalan secara real-time dan akurat,” ujar Evi, Senin (13/4/2026).

Dalam aspek pengawasan, BKPSDM memanfaatkan dashboard monitoring presensi yang terintegrasi dengan sistem geo-location. Teknologi ini diklaim mampu mendeteksi potensi kecurangan atau manipulasi data lokasi kehadiran.

Dari hasil evaluasi, terdapat 137 ASN yang teridentifikasi melakukan mobilitas di luar radius lokasi yang ditentukan selama jam kerja. Terhadap hal ini, Pemkot Bandung akan melakukan pembinaan dan penegakan aturan, termasuk pemberlakuan pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi yang tidak memenuhi ketentuan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan WFH bukan sekadar fleksibilitas kerja, tetapi bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih modern dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan bahwa WFH ini bukan hanya soal bekerja dari rumah, tetapi bagaimana kinerja tetap terukur, disiplin tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh turun. Dengan sistem monitoring berbasis teknologi, kami pastikan akuntabilitas tetap menjadi prioritas,” ujar Farhan.

“WFH ini juga menjadi momentum untuk mendorong ASN lebih adaptif terhadap digitalisasi, sekaligus membangun budaya kerja yang berbasis output, bukan sekadar kehadiran fisik. Karena itu, pengawasan akan terus kami perkuat dan bagi yang tidak disiplin tentu akan ada konsekuensi sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya, baik dari sisi kinerja ASN maupun dampaknya terhadap efisiensi energi.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak mengurangi standar pelayanan publik. Sebaliknya, kebijakan ini diharapkan dapat mendorong efisiensi energi sekaligus memperkuat budaya kerja yang adaptif, disiplin dan berbasis kinerja.

Ke depan, Pemkot Bandung akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif serta memberikan manfaat optimal bagi ASN maupun masyarakat. (*)

Shibuya Catwalk International Cat Show Cermin Ikatan Batin Hewan dan Pemilik

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Shibuya Catwalk International Cat Show. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kegiatan hobi, tetapi juga mencerminkan adanya ikatan batin antara pemilik dan hewan peliharaan.

Kegiatan digelar di Trans Square, Trans Studio Mal Bandung, 11–12 April 2026. Ajang ini menghadirkan kompetisi dan pameran kucing berstandar internasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Ini bukan sekadar hitung-hitungan ekonomi, tetapi lebih dari itu, ada ikatan batin di dalamnya. Saya sangat mengagumi acara ini,” ujar Farhan.

Ia menilai, keberadaan event seperti ini juga memiliki peran penting dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan, yang berhubungan langsung dengan kesehatan manusia.

“Kami di Kota Bandung memandang hal ini penting. Untuk menjaga higienitas kehidupan manusia, maka hewan peliharaan harus dalam keadaan sehat,” katanya.

Farhan menambahkan, pengembangan hobi di bidang pet care juga memberikan dampak luas, mulai dari aspek ekonomi hingga sosial.

“Dari hobi ini berdampak pada banyak hal, dari masalah ekonomi sampai persoalan sosial lainnya,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menunjukkan komitmen terhadap kesehatan dan perawatan hewan peliharaan.

“Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, karena telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kesehatan hewan peliharaan,” katanya.

Farhan juga menyambut para peserta yang datang ke Kota Bandung serta berharap mereka dapat meraih hasil terbaik dalam kompetisi.

“Selamat datang di Kota Bandung. Saya berharap Bapak dan Ibu dapat meraih gelar terbaik untuk kucing kesayangannya,” tuturnya.

Shibuya Catwalk International Cat Show merupakan ajang pameran dan kompetisi kucing berstandar internasional yang menghadirkan berbagai ras kucing unggulan.

Kegiatan ini mengusung konsep catwalk, di mana kucing ditampilkan layaknya model dengan penilaian mencakup kondisi fisik, kesehatan, grooming, hingga karakter.

Selain kompetisi, acara ini juga menjadi wadah interaksi antara komunitas pecinta kucing, breeder, serta pelaku industri pet care.

Kehadiran acara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekosistem pet care sekaligus memperkuat posisi Kota Bandung sebagai kota kreatif dan destinasi event berskala internasional. (*)

Tambah Penerangan, Dukung Keamanan di Kawasan Taman Lalu Lintas Kota Bandung

Lingkar.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung merespons arahan Wali Kota dengan bergerak cepat menindaklanjuti untuk meningkatkan penerangan di kawasan Taman Lalu Lintas.

Langkah ini dilakukan guna mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya saat beraktivitas di malam hari.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi menjelaskan, pengerjaan dilakukan segera setelah arahan diberikan dalam rapat pada Rabu lalu.

“Ini menindaklanjuti rapat dengan Bapak Wali Kota. Kami langsung bergerak ke lapangan sejak Kamis untuk melakukan pemasangan penerangan di kawasan Taman Lalu Lintas,” ujar Panji di Taman Lalu Lintas, Kota Bandung, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, pada sisi Jalan Kalimantan, pihaknya tidak membangun tiang baru, melainkan memanfaatkan tiang mandiri yang sudah ada dengan menambahkan setang lampu untuk memperluas jangkauan pencahayaan, khususnya ke area pedestrian.

“Tiangnya sudah tersedia, jadi kami tambahkan setang untuk menerangi jalur pejalan kaki agar lebih aman dan nyaman,” jelasnya.

Sedangkan untuk sisi Jalan Belitung, kondisi penerangan dinilai sudah memadai karena terbantu oleh lampu penerangan dari kawasan sekitar.

Namun, peningkatan signifikan dilakukan di sisi Jalan Sumatra dan Jalan Aceh melalui pembangunan titik-titik lampu penerangan jalan umum (PJU) baru.

“Total ada 30 titik PJU baru yang dibangun, terdiri dari 20 titik di Jalan Sumatra dan 10 titik di Jalan Aceh. Sedangkan di Jalan Kalimantan ada 8 titik yang kita optimalkan dengan penambahan setang,” ungkap Panji.

Meski secara umum pekerjaan telah rampung, Panji mengakui masih terdapat tahap perapian, khususnya di sisi Jalan Kalimantan.

Hal ini disebabkan kendala cuaca hujan yang sempat menghambat proses pengerjaan selama dua hari.

Selain pemasangan lampu, Dishub juga memperbaiki fasilitas pendukung seperti handhole yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan akibat vandalisme dan pencurian.

“Kami temukan banyak tutup handhole yang hilang atau rusak. Sekarang sudah kami ganti dan bahkan kami las untuk mengantisipasi aksi pencurian kembali,” katanya.

Panji pun mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah.

Ia berharap keberadaan penerangan ini dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga. Ini fasilitas bersama yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas seperti olahraga atau sekadar berjalan santai di malam hari,” tuturnya.

Salah seorang warga, Suherman (asal Naripan) mengaku senang dengan adanya peningkatan fasilitas di kawasan tersebut. Ia menilai perbaikan penerangan dan infrastruktur jalan memberikan dampak positif bagi kenyamanan masyarakat.

“Saya senang ada perhatian dari Pemkot Bandung. Kalau tidak diperbaiki, mungkin akan terlihat kumuh. Sekarang jadi lebih bersih dan terang, jadi makin semangat olahraga,” ujarnya.

Dengan adanya penataan dan peningkatan penerangan ini, kawasan Taman Lintas diharapkan menjadi ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan menarik bagi warga Kota Bandung. (*)

Hujan Deras Disertai Angin Melanda Kota Bandung Akibatkan 31 Pohon Tumbang, 2 baliho Roboh dan 1 Tanggul Jebol

Lingkar.co – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bandung Jawa Barat pada Jumat (3/4/2026) mengakibatkan dari 31 pohon tumbang, 2 baliho/pylon sign roboh, serta 1 kejadian banjir akibat tanggul jebol.

Berdasarkan laporan sementara (live update) pad pukul 16:45 Wib, SIKKAT (Sinergi Informasi Koordinasi Kolaborasi Cepat Tanggap) mencatat kejadian pohon tumbang tersebar di sejumlah titik dengan waktu kejadian yang berdekatan, mulai sekitar pukul 13.40 WIB hingga 14.43 WIB.

Beberapa lokasi terdampak antara lain di Jalan Cibolerang, Jalan Raya Kopo, Jalan Dr. Djunjunan, kawasan Pasteur, Jalan Pajajaran, Jalan Sukajadi, hingga wilayah Ciumbuleuit dan Dago.

Kejadian serupa juga dilaporkan di depan Kecamatan Cicendo, Jalan Gunung Batu, Jalan Garuda, serta sejumlah titik lainnya di wilayah barat dan utara Kota Bandung.

Selain pohon tumbang, dua kejadian baliho atau pylon sign roboh juga terjadi, masing-masing di Jalan Purnawarman (depan BEC) pada pukul 14.09 WIB dan di kawasan SPBU Cibolerang pada pukul 14.45 WIB.

Sementara itu, satu kejadian banjir akibat tanggul jebol dilaporkan terjadi di Jalan Babakan Ciparay Gang Alwian pada pukul 14.30 WIB. Kejadian ini sempat menggenangi area permukiman warga dan masih dalam penanganan petugas di lapangan.

Menanggapi situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama relawan langsung bergerak cepat melakukan asesmen, evakuasi, serta pembersihan di lokasi terdampak. Hingga saat ini, beberapa titik masih dalam proses penanganan.

Pemerintah Kota Bandung juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk layanan utilitas seperti PLN, khususnya pada kejadian pohon tumbang yang berdampak pada jaringan listrik.

Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan berpotensi menimbulkan kejadian susulan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari berteduh di bawah pohon, serta memperhatikan potensi bahaya di sekitar lingkungan masing-masing.

Pemkot Bandung memastikan seluruh laporan yang masuk akan ditangani secara bertahap dan optimal. Data kejadian bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kegawatdaruratan Kota Bandung, di antaranya melalui layanan 112 untuk kondisi darurat, 113 untuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta 119 untuk layanan kesehatan. (*)

Tren Positif LKPj Wali Kota Bandung Tahun 2025, Investasi Tembus Rp11,92 Triliun, Lampaui Target

Lingkar.co – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Tahun Anggaran 2025 menunjukkan tren positif. Salah satu capaian menonjol pada sektor investasi. Tercatat sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp11,92 triliun, melampaui target Rp11,07 triliun atau 107,61 persen.

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal positif atas kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Bandung, Jawa Barat.

Farhan memaparkan LKPJ Tahun Anggaran 2025 tersebut dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung pada Senin (30/3/2026)

Farhan mengatakan, realisasi pendapatan daerah Kota Bandung tahun 2025 mencapai Rp7,207 triliun atau 95,11 persen dari target Rp7,577 triliun..

Menurut dia, pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp3,791 triliun (91,46%), pendapatan transfer: Rp3,367 triliun (98,13%). Sedangkan pendekatan lain-lain yang sah terealisasi 100%

Sementara itu, belanja daerah terealisasi Rp7,490 triliun atau 89,73 persen dari anggaran Rp8,347 triliun.

Selanjutnya di sektor pembangunan manusia, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung mencapai 84,66 poin masuk kategori tinggi dan melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional yang berada di angka 75,90.

Ia menyebut beberapa indikator pendukung juga menunjukkan tren positif. Yakni; usia harapan hidup: 76,30 tahun, rata-rata lama sekolah: 11,41 tahun, harapan lama sekolah: 14,27 tahun, dan pengeluaran per kapita: Rp19,28 juta per tahun

Kinerja ekonomi Kota Bandung juga menunjukkan perbaikan signifikan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29 persen, melampaui target 5,1 persen.

Meski sedikit di bawah capaian Provinsi Jawa Barat, Farhan menilai hal ini wajar karena struktur ekonomi Bandung lebih didominasi sektor jasa dan konsumsi.

“Ini menunjukkan ekonomi kota tetap kuat dan adaptif,” kata Farhan.

Capaian pada sektor lingkungan juga terbilang impresif. Penurunan emisi karbon mencapai 194.150 ton CO₂ ekuivalen atau 270,44 persen dari target.

Selain itu, Indeks kualitas lingkungan hidup mencapai 58,42 (di atas target), dan Indeks kelayakan kota mencapai 8,34 poin

Farhan juga menegaskan komitmen Pemkot Bandung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel dan inovatif, seiring tren peningkatan indeks reformasi birokrasi.

Di sisi lain, pembangunan kota terus diarahkan menjadi lebih inklusif, adil, dan toleran, dengan penguatan ekonomi kreatif serta digitalisasi.

Menutup paparannya, Farhan berharap DPRD Kota Bandung dapat memberikan rekomendasi konstruktif untuk menyempurnakan kinerja pemerintahan ke depan.

“LKPJ ini menjadi bahan evaluasi bersama demi Bandung yang lebih baik,” ujarnya. (*)

Farhan Ajak Pengusaha di Bandung Pulihkan Ekonomi

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengajak para pengusaha untuk mengambil peran strategis dalam membangkitkan ekonomi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.
.
Ajakan tersebut disampaikan Farhan saat acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta FKPPI Jawa Barat di RJS Room, Hotel Aryaduta Bandung, Jumat (27/3/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri, Farhan menyatakan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Bandung.

“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini masih di angka 5,27 persen,. Padahal sebelum pandemi bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar,” ujar Farhan.

Farhan mengungkapkan, ada dua sektor utama yang menyebabkan melambatnya pemulihan ekonomi, yakni transportasi dan industri pengolahan.

Sektor transportasi terdampak signifikan akibat belum optimalnya operasional Bandara Husein Sastranegara.

“Kalau bandara kembali hidup, kontribusi sektor transportasi akan langsung terdongkrak. Ini yang sedang kita perjuangkan bersama pemerintah pusat,” katanya.

Sedangkan sektor industri pengolahan mengalami stagnasi karena pembatasan industri besar di dalam kota. Akibatnya, kontribusi manufaktur menurun drastis.

Sebagai solusi, Farhan mendorong penguatan sektor usaha kecil dan menengah, khususnya industri kreatif berbasis fesyen.

Ia menyebut Bandung memiliki keunggulan kuat di sektor ini, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Sejumlah brand lokal telah membuktikan potensi tersebut, termasuk karya desainer Ivan Gunawan serta brand populer seperti Buttonscarves.

Tak hanya itu, kawasan Cibaduyut juga akan kembali didorong sebagai pusat industri sepatu yang memiliki nilai ekspor tinggi.

“Sepatu kulit buatan Bandung bisa menembus pasar ekspor dengan harga tinggi. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kawasan pusat kota, termasuk Masjid Agung Bandung sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung berencana menggelar kegiatan rutin bulanan di kawasan tersebut guna meningkatkan kunjungan dan menggerakkan ekonomi sekitar.

“Kalau kawasan Masjid Agung hidup, maka ekonomi di sekitarnya juga akan bergerak,” ujarnya.

Farhan juga membuka peluang luas bagi investasi di sektor properti, khususnya pembangunan hotel dan hunian vertikal.

Ia memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan serta dukungan dalam penyelesaian berbagai kendala.

Selain itu, ia mengajak para pengusaha memanfaatkan program pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Tapera.

“Kami butuh pengusaha yang tangguh dan inovatif. Bandung tidak boleh kalah dari kota lain,” katanya.

Menutup sambutannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung merupakan kota dengan dinamika tinggi, mulai dari persoalan sosial hingga peluang ekonomi yang besar.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan kota.

“Bandung ini penuh tantangan, tapi juga penuh peluang. Kuncinya ada pada kolaborasi,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh anggota HIPWI FKPPI Jawa Barat untuk terus bersinergi bersama pemerintah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bangun Bandung bersama,” ajaknya. (*)

Lonjakan Wisatawan di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2026 Jauh Melampaui Target, Farhan Kaget

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku terkejut dengan tingginya angka kunjungan wisatawan di kota Bandung, Jawa Barat.

Dikatakan Farhan, wisatawan ke Kota Bandung, Jawa Barat selama libur Lebaran 2026 melampaui ekspektasi. Hingga pertengahan masa libur, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 700 ribu orang.

Farhan menyebut lonjakan tersebut jauh di atas perkiraan awal.

“Jumlah pengunjung itu mencapai angka 700.000 orang. Ini betul-betul mengagetkan karena kami tidak menyangka akan setinggi ini,” ujar Farhan dalam siaran persnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia memprediksi jumlah wisatawan akan terus bertambah pada puncak akhir pekan. Bahkan, total kunjungan berpotensi menembus angka 1 juta orang.

“Bisa sampai 1 juta, terutama di Sabtu dan Minggu yang menjadi puncak kunjungan,” katanya.

Mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jabodetabek dan didominasi oleh rombongan keluarga. Mereka memilih Bandung sebagai destinasi utama untuk menghabiskan libur Lebaran.

Farhan menilai tren tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tidak mencapai target. Peningkatan signifikan ini menunjukkan daya tarik Kota Bandung masih sangat kuat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun memastikan seluruh perangkat daerah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan. Ia mengimbau seluruh pihak menjaga kenyamanan dan ketertiban selama masa libur berlangsung. (*)

Wujudkan Bandung Agamis, Pemkot Cetak Hafidz Quran dan Da’i di Tiap Kelurahan

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Bandung, Jawa Barat Erwin mengajak masyarakat menjadi pengggerak pembangunan daerah. Khususnya untuk mewujudkan visi misi Bandung Utama alias Kota Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju dan Bandung Agamis.

Hal itu dilontarkan Erwin saat ikut serta dalam acara Sosialisasi Bandung Utama di Grand Preanger Hotel, Selasa (29/4/2025).

Erwin menjelaskan tentang visi misi Bandung Utama. Salah satunya yaitu Pemkot Bandung fokus terhadap misi ke-5 yaitu Bandung Agamis yang bertujuan membentuk karakter warga Kota Bandung yang agamis, moderat dan toleran.

“Peningkatan sumber daya manusia yang produktif harus juga mampu meningkatkan daya saing spiritual sebagai bekal,” katanya.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Jadi Strategi Pemkot Bogor Redam Gejolak Harga Sembako

Menurutnya, toleransi umat bergama menjadi aset tidak ternilai. Pemkot Bandung pun melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan umat beragama.

“Kami harap bisa mewujudkan kesalehan sosial dengan nilai-nilai agama yang universal sebagai dasar berkehidupan,” tuturnya.

Adapun misi dari Bandung Agamis yaitu program Bandung Mengaji dengan program hafidz Quran dan pendidikan da’i per kelurahan.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung akan melaksanakan program peningkatan ekonomi keumatan yang rencananya akan menghadirkan UMKM Center di 30 kecamatan, Kota Bandung, untuk melahirkan pengusaha baru. 

Pemkot Bandung Genjot Layanan Kesehatan Demi Target Three Zero HIV/AIDS 2030

Lingkar.co – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat berkomitmen untuk menggenjot layanan kesehatan demi target Three Zero HIV/AIDS pada tahun 2030.

Dalam upaya pencapaian target Three Zero tahun 2030 tersebut, tentunya membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat dengan pemerintah. Pasalnya, jika hanya mengandalkan pemerintah, target tersebut akan sulit tercapai.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin pada acara Silaturahmi “Kuatkan Diri Bersama Tebar Cinta Akhiri AIDS”, di Balai Kota Bandung, Kamis (24/4/2025).

Perlu diketahui, Three Zero merujuk pada target yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengakhiri pandemi HIV/AIDS pada tahun 2030.

Target ini mencakup tiga hal utama yaitu, nol infeksi baru, nol kematian terkait AIDS, dan nol stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Baca Juga: Bandung Berbenah Menuju Peringkat Utama Kota Layak Anak

Erwin mengimbau kepada Perangkat Daerah (PD), layanan kesehatan, kewilayahan dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya mengimbau kepada perangkat daerah, agar dapat menyelaraskan program penanggulangan HIV/AIDS sesuai tugas pokok dan fungsinya,” katanya.

Ia juga mendorong layanan kesehatan, yaitu rumah sakit dan puskesmas agar terus meningkatkan pelayanan optimal bagi Odhiv (orang dengan HIV), serta aktif melakukan tes HIV di tengah masyarakat.

“Saya imbau juga unsur kecamatan dan forum warga peduli Aids (WPA), agar lebih giat dan lebih aktif dalam melakukan pemberdayaan, sosialisasi, dan deteksi dini HIV di masyarakat,” ucapnya.

Erwin berharap, kepada organisasi masyarkat peduli AIDS dan kelompok dukungan sebaya, agar terus memperluas jangkauan layanan pada populasi berisiko serta memperkuat pendampingan bagi Odhiv.

“Dengan peran aktif kita semua melalui kolaborasi penanggulangan AIDS di Kota Bandung. Saya optimis bahwa target Three Zero pada tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya.