Arsip Tag: Ibadah Kurban

Kurban di MAJT Tahun 2025, 14 Sapi dan 31 Kambing

Lingkar.co – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang pada tahun 2025 melaksanakan penyembelihan 45 hewan kurban yang terdiri atas 14 ekor sapi dan 31 ekor kambing. Proses pemotongan hingga pendistribusian kepada masyarakat dilakukan pada Minggu (8/6/2025).

Ketua Panitia Idul Adha MAJT 1446 H, Prof. Dr. Tholkhatul Khoir, mengatakan ada dua skema pemberian hewan kurban dari berbagai pihak, yakni secara langsung berbentuk hewan kurban dan berupa sejumlah uang untuk dibelikan hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan syari’at.

“Ke-45 hewan kurban itu ada yang diserahkan langsung kepada kami, ada juga yang menitipkan uang untuk kami belikan sesuai nominal yang diberikan,” ujar Gus Tholkhah, sapaan akrab Prof. Dr. Tholkhatul Khoir.

Ia kemudian menyebut data shahibul qurban atau pemberi hewan kurban 14 ekor sapi kurban yang diterima panitia MAJT. Antara lain; Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo, Ketua Senat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Prof. Dr. H. Edi Noersasongko, Wakil Wali Kota Semarang, H. Iswar Aminuddin, dan Kapolrestabes Semarang Muhammad Syahduddi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti juga ikut menyumbang seekor sapi sebagai wujud toleransi.

Adapun sedekah kurban dari instansi antara lain; Baznas RI, Bank Jateng, PT Djarum, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, PT Magenta Mediatama/Danone-Aqua (titip beli hewan) dan Yayasan Nadzir Wakaf Banda MAS, serta BPN Provinsi Jawa Tengah yang menitip uang untuk dibelikan sapi kurban

Sementara, 31 kambing/domba kurban berasal dari berbagai tokoh masyarakat dan lembaga, di antaranya KH Ahmad Darodji, H Harsono, H Diyatno BA, Adira Finance Syariah, Baznas Jawa Tengah, Maybank Syariah, PT Prima Mitra Laksana, Kedung Arto Syariah, Perum LKBN Antara Jateng, serta warga sekitar MAJT.

H Istajib, pengurus MAJT yang juga menjadi Pengawas Panitia Idul Adha 1446 H, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan pelaksanaan kurban melalui MAJT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua MPR RI, Gubernur Jateng, BAZNAS RI, Kapolda Jateng, BPN Jateng, Bank Jateng, Wali Kota Semarang, H Iswar Aminudin, Prof Edy Noersasongko, PT Djarum, Unwahas Semarang, PT Magenta Media Tama, Yayasan Nadzir Wakaf MAS, Kapolrestabes Semarang, pengurus PP MAJT, serta masyarakat sekitar. Semoga amal ibadah ini dicatat sebagai amal saleh, karena telah ikhlas berbagi di Hari Raya Kurban tahun ini,” ucappnya. (*)

Sembelih 116 Sapi Kurban, BAZNAS Jateng Bagikan Daging Dalam Bentuk Kornet

Lingkar.co – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah (Jateng), melakukan penyembelihan hewan kurban berupa 116 ekor sapi pada Idul adha 1446 Hijriah. Namun pendistribusian daging hewan kurban dalam bentuk kornet.

Ketua Baznas Jateng, KH. Ahmad Darodji mengatakan, pengolahan daging sapi menjadi kornet menjadi bentuk alternatif pemenuhan protein gizi masyarakat. Sebab, olahan kornet dinilai punya daya tahan lebih lama.

“Distribusi daging ini untuk peningkatan gizi masyarakat,” kata Kiai Darodji, sapaan akrabnya saat acara penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu, (7/6/2025).

Selain itu, lanjut dia, dalam pendistribusian olahan kornet juga lebih menghemat biaya transportasi jika dibandingkan masih dalam bentuk daging beku.

Dalam kesempatan itu, Darodji mengungkapkan, secara kuantitas jumlah hewan kurban yang diterima Baznas Jateng tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, terdapat 88 ekor sapi kurban. Jumlah tersebut mampu diolah menjadi lebih dari 100 ribu kaleng daging kornet.

Produk itu diserahkan dalam bentuk puluhan ribu paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana alam dan warga kategori miskin. Selain itu juga disalurkan ribuan kepada warga di desa dampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng.

Pada tahun ini, lanjut Darodji, dari 116 ekor sapi kurban, diestimasikan mampu diolah menjadi 150 ribu -160 ribu kaleng daging kornet.

Ketua Baznas RI, Noor Achmad mengatakan, pengalengan daging sapi kurban disasarkan juga ke wilayah 3T, yakni terpencil, terluar, dan tertinggal. “Belum tentu saudara kita di sana merasakan daging. Sehingga daging kaleng merupakan hal mewah dan sangat bermanfaat,” katanya.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno menambahkan, program pengolahan daging sapi menjadi kornet ini merupakan tahun kedua. Ia mengapresiasi dukungan Baznas untuk penanganan stunting, kemiskinan, dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

“Terima kasih atas dukungan Baznas. Masalah kekurangan protein masyarakat kita juga butuh perhatian. Anak-anak kita butuh konsumsi protein yang cukup,” kata dia.

Katanya, inisiasi pengolahan daging kornet ini diharapkan menjadi solusi dalam pemerataan distribusi daging kurban untuk masyarakat. (*)

Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Simpang Lima Semarang, Khatib Ajak Umat Tebar Cinta Kasih Lewat Kurban

Lingkar.co – Ribuan jamaah shalat idul adha memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang pada Jumat (6/6/2025) pagi. Salat Idul adha 1446 H/2025 M. Salat id berlangsung khidmat sejak pukul 06.20 WIB dengan imam KH. Ulil Abshor Al Hafidz dan khatib Prof. H. Imam Yahya.

Prof. Imam yang menjadi Khatib saat salat Idul Adha di Simpang Lima menekankan pentingnya ibadah kurban sebagai manifestasi ketaatan dan cinta kasih terhadap sesama. Menurutnya, perintah menyembelih Ismail oleh Nabi Ibrahim menjadi simbol tertinggi kepatuhan hamba kepada Tuhannya.

“Cinta kepada Allah harus mengalahkan cinta kepada yang lain, bahkan kepada anak sekalipun. Tapi lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim tetap menghargai Ismail sebagai manusia. Ia berdialog, inilah teladan cinta dan kasih,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa ibadah kurban memiliki dua dimensi penting. “Selain mendekatkan diri kepada Allah (vertikal), kurban juga sarana berbagi dengan sesama (horizontal). Ini bentuk nyata solidaritas sosial yang menjadi esensi ajaran Islam,” tambah Prof. Imam Yahya.

Imam KH. Ulil Abshor Al Hafidz, yang memimpin langsung salat Idul Adha di Simpang Lima, merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Muftahul Huda, Kabupaten Jepara. Sedangkan bilal dipandu oleh Ustadz Muhammad Yusuf dari Kanwil Kemenag Prov. Jateng.

Sebagai informasi, kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Jawa Tengah dan diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, ASN, pelajar, hingga wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Semarang.

Tampak hadir mengikuti salat Idul Adha di Simpang Lima diantarnya Asisten Pemerintahan dan Kesra Prov. Jateng Iwanudin Iskandar, Ketua Baznas Prov. Jateng Dr. KH. Ahmad Darodji, Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Prov. Jateng Imam Buchori. (“)

Tingkatkan Solidaritas dan Toleransi, Agustina Wali kota Semarang Serahkan Hewan Kurban Pada Perayaan Idul Adha

Lingkar.co – Dalam momen perayaan Idul Adha, Agustina, Wali Kota Semarang menyerahkan hewan kurban di kompleks Balaikota Semarang. Dalam kesempatan itu, dirinya menekankan pentingnya nilai solidaritas dan toleransi.

“Kita bersyukur ya memiliki sebuah momen istimewa di setiap tahun, yaitu berbagi dalam perayaan Idul Kurban, ada banyak sekali yang kemudian memberikan sumbangan berbentuk sapi dan kambing, dan ini menjadi kegiatan yang sangat positif,” ujarnya Jumat (6/6).

Wujud toleransi sendiri diimplementasikan dalam kebersamaan dan gotong royong panitia kurban di Balaikota Semarang, yang tidak semuanya beragama Islam.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa hewan kurban juga diserahkan ke masjid-masjid di Kota Semarang, di antaranya Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman. Selain itu juga diberikan kepada masyarakat, seperti di daerah Pekunden dan Pleburan.

“Dan kita banyak sekali memberikan sapi dari ASN di Kota Semarang ini, dari Korpri juga besar sekali 880 kilo, totalnya yang di sini ada 11 ekor, dan yang dikirimkan ke masjid-masjid besar yang menjadi pendukung kegiatan kota Semarang, kita kirimkan,” jelasnya.

Agustina berharap, pada momen Idul Adha yang sarat akan nilai-nilai religius ini, dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Semarang.

“Kami berharap berkah dan hidayah melimpah bagi warga kota Semarang, baik yang memberi maupun yang menerima, dan semoga dengan perayaan hari raya Idul Adha ini kita semakin direkatkan dalam persatuan dan kesatuan, dan membawa kota Semarang menjadi semakin hebat,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat) Kota Semarang, Ali Sofyan, menyatakan bahwa pengadaan hewan qurban dari APBD Kota Semarang dipersiapkan 5 ekor sapi.

Dengan rincian, dua sapi merupakan atas nama Wali kota Semarang dan wakilnya, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin, yang diserahkan ke Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman.

Sedangkan tiga sapi lainnya untuk Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT dan satu ekor disembelih di komplek Balaikota Semarang. Sementara untuk kambing, ada 28 ekor dengan berbagai jenis.

Ali menambahkan bahwa Balaikota Semarang sendiri, menyembelih 11 ekor sapi. Sisanya Pemkot Semarang menyerahkannya ke masjid-masjid tersebut. (Adv)

Pemprov Jateng Kurban 547.590 Hewan, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi ke MAJT

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi salat idul adha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Jumat, 6 Juni 2025. Setelah Salat Id, ia menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia kurban MAJT.

Salat Id di MAJT dimulai pukul 06.35. Bertindak sebagai imam salat id adalah Imam Besar MAJT KH Zaenuri Ahmad, khotib Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Zulkarnain. Usai salat Id, Gubernur Ahmad Luthfi sempat bersalam-salaman dengan para jamaah. Setelah itu menyerahkan hewan kurban.

“Saya serahkan hewan kurban untuk disembelih dan diserahkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” kata Ahmad Luthfi saat menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban yang diwakili Ketua PP MAJT Noor Ahmad.

Ahmad Luthfi menjelaskan, pada Iduladha tahun ini, di Provinsi Jawa Tengah ada sekitar 547.590 hewan kurban. Ratusan hewan kurban itu nanti akan disembelih dan diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Secara tidak langsung, itu akan memberikan kemerataan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu.

“Sangat menarik tradisi penyembelihan hewan kurban secara bersama-sama di seluruh Jawa Tengah. Di samping kewajiban bagi mereka yang mampu juga tentang bagaimana masyarakat kurang mampu dapat ikut menikmati. Ini merupakan bagian sosial kita, rejeki kita yang diberikan kepada yang berhak,” katanya.

Ketua Pengurus Pengelola MAJT Noor Ahmad mengatakan, setiap tahun penyembelihan hewan kurban di MAJT selalu meningkat. Kegiatan ini akan terus kita laksanakan dan akan menjadi tradisi kita semuanya.

Iduladha kali ini panitia kurban juga menerima hewan kurban berupa sapi dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan berat hampir 1 ton, kemudian ada dari Kapolda Jateng, Bank Jateng, dan BAZNAS, serta puluhan ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Juni 2025. Pembagian hewan kurban sudah ada daftarnya, termasuk di masyarakat sekitar MAJT dan masyarakat kurang mampu. (*)

Hari Jum’at Tetap Jalankan Penyembelihan Hewan Kurban, Masjid Darul Ulum Semarang Tekankan Efisiensi

Lingkar.co – Perayaan penyembelihan hewan kurban kerap membuat repot panitia masjid, termasuk Masjid Darul Ulum yang terletak di Jalan Pamularsih Barat II Kelurahan Bojong Salaman, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun demikian, hal itu telah diantisipasi dengan baik sehingga apd hari Jumat (6/6/2025) ini tetap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Dengan tenaga profesional dan kekompakan jamaah dalam gotong-royong, pada jam 10.00 WIB sebanyak 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba telah selesai dikuliti di masjid yang terletak di belakang kompleks Gereja Katolik St Theresi. Karena hari raya kurban juga bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat, maka pada 11.00 semua kegiatan diselesaikan oleh perempuan.

Ketua Takmir Masjid Darul Ulum, Mirza Zuda Nur Fajri, ada 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba yang dikurbankan pada tahun 2025 ini. Jumlah tersebut terbilang stabil dalam setiap tahun.

“Secara jumlah masih stabil, Alhamdulillah masih sesuai dengan prediksi. Kalau tidak 4 sapi ya 3 sapi, kalau sapinya hanya 2 ekor biasanya kambing mencapai 20an,” ucapnya.

Dikatakan, pada pelaksanaan kurban dengan kisaran tersebut membutuhkan waktu sekitar 6 jam sampai pada pembagian. “Biasanya mulai jam 7 pagi, siang jam 2 sudah siap untuk dibagikan ke warga,” ujarnya.

Efektifitas waktu tersebut, kata dia, tidak lepas dari kepanitiaan yang melibatkan semua ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada di wilayah Rukun Warga (RW) IX dan memperkuat peran remaja masjid. “Dari mulai pendataan penerima setiap RT sudah bisa dikondisikan untuk validasi ulang, jadi sudah ketahuan ada warga yang pindah atau tidak, ada keluarga baru atau tidak, jumlah penerima berkurang berapa atau tambah berapa,” paparnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa kegiatan penyembelihan hewan kurban tidak berjalan mulus-mulus saja. Ada beberapa kendala yang harus segera diantisipasi. “Dulu pernah ada larangan nyuci jeroan di sungai Kali Banjir Kanal Barat. Nah, ini kita awalnya membuat ulangan khusus, dan bisa digunakan tiap tahun,” bebernya.

“Mudah-mudahan bisa berjalan lebih baik tia tahun, dan kurban dari warga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Senada, Ketua panitia, Suyono menuturkan kegiatan penyembelihan hewan kurban merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Oleh karena itu, panitia hanya melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan kurban agar lebih efektif dan efisien.

“Ibadah kurban ini kegiatan rutin tahunan. Jadi, panitia setiap kali rapat hanya bicara teknis, bagaimana lebih cepat dan lebih baik,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kegiatan berada di area masjid yang harus tetap dijaga kebersihannya, termasuk kandang sementara. Semua panitia juga sudah terbiasa membersihkan jika terpaksa ada darah hewan kurban yang menetes atau mengenai serambi. “Pokoknya selesai harus sudah bersih, tempat untuk salat juga sudah harus suci,” tandasnya.

Agar tidak banyak yang melintas di area, panitia telah menentukan tugas masing-masing dan dibuatkan aturan semacam standar operasional prosedur (SOP). “Dari bagian penyembelihan sampe bagian nimbang terus bagi, sudah diplot semua, dan ada bagian yang mengontrol masing-masing tugas,” urainya.

Terkait kemasan, ia mengatakan ada perbedaan untuk daging sapi, domba/kambing, tulang dan jeroan sudah dikemas secara terpisah dan dijadikan dalam satu kantong plastik. “Kita bedakan semuanya, warga yang menerima sudah paham,” ujarnya. (*)