Arsip Tag: Idul Adha 2025

Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Temukan 50 Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban

Lingkar.co – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal menemukan 50 kasus cacing hati pada hewan kurban saat pelaksanaan hari pertama penyembelihan Iduladha 2025. Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan di 239 titik pemotongan dengan total 2.269 ekor hewan kurban yang disembelih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menyatakan bahwa data tersebut bersifat sementara karena proses rekapitulasi dari petugas lapangan masih berlangsung. “Biasanya data lengkap baru masuk sekitar pukul 16.00 WIB setelah semua pemeriksaan selesai,” jelas Pandu.

Hewan yang terinfeksi cacing hati tidak layak konsumsi, dan bagian hatinya harus dimusnahkan dengan cara dikubur agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Salah satu kasus ditemukan di Masjid Kampung Pungkuran, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu. Di lokasi tersebut, satu ekor sapi kurban diketahui mengalami infeksi cacing hati. Ketua panitia kurban setempat, Rizal, menjelaskan bahwa ada tiga ekor sapi dan beberapa kambing yang disembelih, dua sapi berasal dari Purwodadi dan satu dari Kendal. “Satu sapi ditemukan cacing hati dan langsung kami musnahkan bagian hatinya,” ujar Rizal.

Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan yang bertugas di lapangan, drh. Zaki, membenarkan temuan tersebut. “Hari kedua ini kami baru mendapati satu kasus, namun tidak menutup kemungkinan masih ada temuan lain. Kami masih menunggu laporan dari wilayah lain,” kata Zaki.

Sementara itu, Pandu menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan ketat di seluruh titik penyembelihan hewan kurban guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat. “Kami akan terus awasi agar daging kurban yang dikonsumsi aman dan layak,” tegasnya. (yud/q)

Pengusaha Konter HP di Kendal Kurban Sapi Seberat 1,1 Ton

Lingkar.coSeorang pengusaha konter hp di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Muhammad Nurul Hidayat mendadak viral setelah berkurban seekor sapi seberat 1,1 ton. Sapi berukuran jumbo tersebut menjadi pusat perhatian warga karena saat proses penyembelihannya membutuhkan 20 orang untuk merobohkan.

Sapi kurban tersebut disembelih di depan rumah Nurul Hidayat yang berada di Desa Pandean, Lamper Sari, Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kendal.

Ia menyebutkan bahwa sejak tahun 2018, dirinya rutin berkurban sapi jumbo setiap Iduladha sebagai bentuk rasa syukur dan niat berbagi kepada warga sekitar.

Sapi jumbo seberat 1,1 ton tersebut dibeli dari peternak di Ponorogo, Jawa Timur. Proses penyembelihan sempat berlangsung menegangkan karena sapi beberapa kali memberontak saat hendak direbahkan.

Namun, dengan kerja sama puluhan warga, sapi akhirnya dapat dijatuhkan dan disembelih sesuai syariat.

Muhammad Nurul Hidayat

“Saya memang niatkan setiap tahun kurban sapi besar seperti ini. Tujuannya supaya lebih banyak yang bisa menikmati daging kurban, terutama warga sekitar dan kaum duafa,” ujar Muhammad Nurul Hidayat kepada wartawan, Sabtu (7/6/2025).

Baca juga: Bupati Kendal Ajukan 8 Hektar Lahan Untuk Sekolah Rakyat, Mampu Tampung 1.000 Siswa

Warga pun tampak antusias menyaksikan prosesi penyembelihan.

Banyak anak-anak dan orang dewasa yang berkerumun di depan rumah Hidayat, penasaran dengan ukuran sapi yang tidak biasa.

Daging sapi jumbo tersebut kemudian dibagikan secara merata kepada masyarakat sekitar dan sebagian disalurkan untuk kalangan yang membutuhkan.

Nurul Hidayat berharap ke depannya ia bisa terus istiqomah dalam berkurban sapi jumbo setiap tahunnya sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial.

Penulis: Iswahyudi

Bupati Kendal Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo ke Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyerahkan seekor sapi dari Presiden Prabowo Subianto kepada takmir Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu, Sabtu (7/6/2025).

Sapi jantan yang diberi nama Joni yang dibeli dari peternak di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal ini akan disembelih dan dagingnya didistribusikan.

Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari menjelaskan, sapi dengan berat 980 kilogram ini adalah bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang disalurkan melalui pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Semuanya jumlahnya 985 ekor untuk 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi Pemerintah pusat menyalurkan melalui pemerintah daerah. Dan kami menunjuk Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu ini untuk menyalurkan sapi kurban Pak Presiden ini,” terang Tika.

Dijelaskan Bupati, bahwa pemilihan Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu ini sesuai persyaratan yang diberikan kepada pemerintah pusat bahwasannya penyaluran daging kurban harus di lingkungan yang padat penduduk.

“Karena ada persyaratan khusus dari pemerintah pusat diantaranya, tidak boleh diterimakan kepada masjid raya kabupaten, kemudian juga persyaratan lainnya harus diserahkan di pemukiman yang padat penduduk agar supaya penyalurannya tepat sasaran dan bisa lebih bermanfaat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menuturkan, sapi Presiden Prabowo ini dipilih melalui seleksi baik dari segi bobot maupun kesehatannya. Sapi Joni ini merupakan sapi milik peternak Tanjungmojo, Anang yang dipelihara sejak kecil.

“Usianya sekarang 4 tahun. Sapi ini memang dari kecil dibesarkan di peternakan Pak Anang Tanjungmojo ini. Jadi bukan sapi seperti kebanyakan. Jadi ini dibesarkan di Kendal,” ungkap Pandu.

Sementara, Panitia Kurban Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu, Faizin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Bupati Tika atas kepercayaannya untuk penyembelihan dan pendistribusian daging kurban tersebut.

“Untuk pendistribusiannya kita prioritaskan di wilayah-wilayah padat penduduk dan kurang mampu. Seperti di kampung-kampung selatan itu masih banyak warga kurang mampu. Baik di Krajan Kulon, Kutoharjo atau ponpes yang tidak terlalu besar, kita distribusikan melalui RT masing-masing,” paparnya. (yud/q)

Panitia Kurban di Temanggung Ikut Saran Agus Gondrong, Gunakan Bahan Alami Gantikan Plastik Bungkus Daging Kurban

Lingkar.co – Ada yang tak biasa pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Hari ini, Jumat (6/6/2025), para panitia penyembelihan hewan kurban di berbagai lokasi secara serentak beralih menggunakan bahan alam pengganti kantong plastik sebagai wadah penyaluran daging kurban untuk warga.

Kekompakan warga ini tidak lepas dari imbauan Pemerintah Kabupaten Temanggung, sebagai terobosan dalam rangka mengurangi volume sampah kantong plastik dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Di berbagai tempat penyembelihan hewan kurban, panitia menggunakan bahan-bahan alam seperti daun pisang, daun jati, keranjang, besek, dan brongsong dari bilah bambu sebagai wadah penyaluran daging kurban kepada para warga.

Mereka menyebut, langkah ini merupakan sebuah terobosan positif demi membantu menjaga upaya pelestarian lingkungan alam secara berkelanjutan. Sehingga, hal ini rencananya akan dilakukan secara rutin di tahun-tahun selanjutnya.

“Ini baru pertama kali kami lakukan. Sebagai pengganti wadah kantong plastik, kami menyediakan ratusan keranjang bambu beralas daun pisang dan daun jati untuk wadah penyaluran daging kurban,” kata Ani Lestari (43), salah seorang warga Lingkungan Walitelon Selatan.

Demikian halnya yang dilakukan oleh panitia penyembelihan hewan kurban Masjid Agung Darussalam Temanggung. Di tempat ini, pihak panitia juga beralih menggunakan wadah berbahan dasar alam pengganti kantong plastik.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan alias Agus Gondrong berharap upaya pelestarian alam dengan cara pengurangan sampah kantong plastik seperti ini dapat diikuti oleh masyarakat secara luas dan berkesinambungan.

Sebab, menurut Agus, plastik merupakan bahan yang sulit diurai oleh tanah, sehingga berdampak pada terus bertambahnya volume sampah.

“Semoga langkah-langkah yang mendukung upaya pelestarian alam seperti ini dapat terus dilakukan oleh seluruh masyarakat. Sehingga problem sampah di Kabupaten Temanggung perlahan terus berkurang,” harapnya.

Usai melaksanakan ibadah salat Idul Adha, Bupati Agus Gondrong langsung menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada Panitia Pelaksanaan Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Qurban 1446 Hijriyah di Masjid Agung Darusallam.

Agus Gondrong juga menyerahkan secara simbolis Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Tahun 2025 untuk Kabupaten Temanggung berupa sapi jenis Limosin seberat 1,1 ton di lingkungan Walitelon Selatan, Kecamatan Temanggung. (*)

Tingkatkan Solidaritas dan Toleransi, Agustina Wali kota Semarang Serahkan Hewan Kurban Pada Perayaan Idul Adha

Lingkar.co – Dalam momen perayaan Idul Adha, Agustina, Wali Kota Semarang menyerahkan hewan kurban di kompleks Balaikota Semarang. Dalam kesempatan itu, dirinya menekankan pentingnya nilai solidaritas dan toleransi.

“Kita bersyukur ya memiliki sebuah momen istimewa di setiap tahun, yaitu berbagi dalam perayaan Idul Kurban, ada banyak sekali yang kemudian memberikan sumbangan berbentuk sapi dan kambing, dan ini menjadi kegiatan yang sangat positif,” ujarnya Jumat (6/6).

Wujud toleransi sendiri diimplementasikan dalam kebersamaan dan gotong royong panitia kurban di Balaikota Semarang, yang tidak semuanya beragama Islam.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa hewan kurban juga diserahkan ke masjid-masjid di Kota Semarang, di antaranya Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman. Selain itu juga diberikan kepada masyarakat, seperti di daerah Pekunden dan Pleburan.

“Dan kita banyak sekali memberikan sapi dari ASN di Kota Semarang ini, dari Korpri juga besar sekali 880 kilo, totalnya yang di sini ada 11 ekor, dan yang dikirimkan ke masjid-masjid besar yang menjadi pendukung kegiatan kota Semarang, kita kirimkan,” jelasnya.

Agustina berharap, pada momen Idul Adha yang sarat akan nilai-nilai religius ini, dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Semarang.

“Kami berharap berkah dan hidayah melimpah bagi warga kota Semarang, baik yang memberi maupun yang menerima, dan semoga dengan perayaan hari raya Idul Adha ini kita semakin direkatkan dalam persatuan dan kesatuan, dan membawa kota Semarang menjadi semakin hebat,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat) Kota Semarang, Ali Sofyan, menyatakan bahwa pengadaan hewan qurban dari APBD Kota Semarang dipersiapkan 5 ekor sapi.

Dengan rincian, dua sapi merupakan atas nama Wali kota Semarang dan wakilnya, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin, yang diserahkan ke Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman.

Sedangkan tiga sapi lainnya untuk Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT dan satu ekor disembelih di komplek Balaikota Semarang. Sementara untuk kambing, ada 28 ekor dengan berbagai jenis.

Ali menambahkan bahwa Balaikota Semarang sendiri, menyembelih 11 ekor sapi. Sisanya Pemkot Semarang menyerahkannya ke masjid-masjid tersebut. (Adv)

Antusias dan Khidmat, Ribuan Umat Muslim Laksanakan Salat Idul Adha di Lawang Sewu

Lingkar.co – Ribuan umat muslim antusias menunaikan Salat Idul adha 1446 Hijriah/2025 Masehi di halaman Museum Lawang Sewu, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (6/6/2025).

Takbir berkumandang sejak pagi, dilanjutkan dengan salat berjemaah dan khotbah yang berlangsung khidmat di bawah langit cerah Ibu Kota Jawa Tengah.

Ibadah dimulai sejak matahari terbit, menghadirkan suasana religius yang berpadu harmonis dengan keindahan arsitektur ikonik bangunan bersejarah peninggalan tahun 1864 itu.

Warga dari berbagai penjuru Kota Semarang tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.

“Memang salah satu amanah yang diberikan kepada kami adalah pengelolaan Museum Lawang Sewu,” ujar Vice President of Asset Optimization PT KAI Wisata, Anton Poniman.

Anton menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan di Lawang Sewu merupakan bagian dari komitmen PT KAI Wisata dalam pengelolaan aset yang inklusif dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, ini sudah kesekian kali kami bisa berpartisipasi dan memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat sekitar dan umumnya warga Kota Semarang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa bangunan berarsitektur Belanda, yang kini telah berusia 161 tahun dan dirancang oleh Jacob K. Klinkhamer, secara rutin digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan keagamaan lintas keyakinan.

Selain Salat Iduladha tahun ini, Lawang Sewu juga kerap menjadi lokasi Salat Idulfitri, peringatan Maulid Nabi, Isra Mikraj, hingga kebaktian Kenaikan Isa Almasih.

Bangunan yang dulunya merupakan kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda, kini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat lintas agama untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Silakan gunakan Lawang Sewu sebagai ruang publik yang bisa dimanfaatkan secara terbuka,” ujar Anton.

Ia berharap pelaksanaan Salat Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati suasana dan fasilitas cagar budaya yang dimiliki Semarang ini.

“Selain menunaikan kewajiban sebagai umat, kami harap jemaah juga bisa menikmati lingkungan dan fasilitas yang ada di Lawang Sewu,” katanya.

Dengan pendekatan inklusif tersebut, Lawang Sewu tidak hanya menjadi simbol sejarah dan budaya, tetapi juga ruang sosial dan spiritual yang menyatukan masyarakat lintas agama di Kota Semarang.

“Ini baru pertama karena kemarin-kemarin itu mudik. Sekarang tidak mudik, jadi salat di sini saja,” ujar Vivi, salah satu jemaah yang tinggal di belakang Lawang Sewu.

Dara berusia 23 tahun itu mengaku sangat terkesan bisa menjalankan ibadah sekaligus menikmati destinasi bersejarah.

“Sekarang bisa ibadah, terus bisa foto-foto setelah salat. Apalagi gratis ya, biasanya kan ada tiket masuk. Ini mumpung gratis juga, jadi bisa dimanfaatin. Habis ini foto-foto dong,” ujarnya sambil tersenyum.

Hari Jum’at Tetap Jalankan Penyembelihan Hewan Kurban, Masjid Darul Ulum Semarang Tekankan Efisiensi

Lingkar.co – Perayaan penyembelihan hewan kurban kerap membuat repot panitia masjid, termasuk Masjid Darul Ulum yang terletak di Jalan Pamularsih Barat II Kelurahan Bojong Salaman, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun demikian, hal itu telah diantisipasi dengan baik sehingga apd hari Jumat (6/6/2025) ini tetap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Dengan tenaga profesional dan kekompakan jamaah dalam gotong-royong, pada jam 10.00 WIB sebanyak 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba telah selesai dikuliti di masjid yang terletak di belakang kompleks Gereja Katolik St Theresi. Karena hari raya kurban juga bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat, maka pada 11.00 semua kegiatan diselesaikan oleh perempuan.

Ketua Takmir Masjid Darul Ulum, Mirza Zuda Nur Fajri, ada 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba yang dikurbankan pada tahun 2025 ini. Jumlah tersebut terbilang stabil dalam setiap tahun.

“Secara jumlah masih stabil, Alhamdulillah masih sesuai dengan prediksi. Kalau tidak 4 sapi ya 3 sapi, kalau sapinya hanya 2 ekor biasanya kambing mencapai 20an,” ucapnya.

Dikatakan, pada pelaksanaan kurban dengan kisaran tersebut membutuhkan waktu sekitar 6 jam sampai pada pembagian. “Biasanya mulai jam 7 pagi, siang jam 2 sudah siap untuk dibagikan ke warga,” ujarnya.

Efektifitas waktu tersebut, kata dia, tidak lepas dari kepanitiaan yang melibatkan semua ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada di wilayah Rukun Warga (RW) IX dan memperkuat peran remaja masjid. “Dari mulai pendataan penerima setiap RT sudah bisa dikondisikan untuk validasi ulang, jadi sudah ketahuan ada warga yang pindah atau tidak, ada keluarga baru atau tidak, jumlah penerima berkurang berapa atau tambah berapa,” paparnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa kegiatan penyembelihan hewan kurban tidak berjalan mulus-mulus saja. Ada beberapa kendala yang harus segera diantisipasi. “Dulu pernah ada larangan nyuci jeroan di sungai Kali Banjir Kanal Barat. Nah, ini kita awalnya membuat ulangan khusus, dan bisa digunakan tiap tahun,” bebernya.

“Mudah-mudahan bisa berjalan lebih baik tia tahun, dan kurban dari warga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Senada, Ketua panitia, Suyono menuturkan kegiatan penyembelihan hewan kurban merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Oleh karena itu, panitia hanya melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan kurban agar lebih efektif dan efisien.

“Ibadah kurban ini kegiatan rutin tahunan. Jadi, panitia setiap kali rapat hanya bicara teknis, bagaimana lebih cepat dan lebih baik,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kegiatan berada di area masjid yang harus tetap dijaga kebersihannya, termasuk kandang sementara. Semua panitia juga sudah terbiasa membersihkan jika terpaksa ada darah hewan kurban yang menetes atau mengenai serambi. “Pokoknya selesai harus sudah bersih, tempat untuk salat juga sudah harus suci,” tandasnya.

Agar tidak banyak yang melintas di area, panitia telah menentukan tugas masing-masing dan dibuatkan aturan semacam standar operasional prosedur (SOP). “Dari bagian penyembelihan sampe bagian nimbang terus bagi, sudah diplot semua, dan ada bagian yang mengontrol masing-masing tugas,” urainya.

Terkait kemasan, ia mengatakan ada perbedaan untuk daging sapi, domba/kambing, tulang dan jeroan sudah dikemas secara terpisah dan dijadikan dalam satu kantong plastik. “Kita bedakan semuanya, warga yang menerima sudah paham,” ujarnya. (*)

Meriahkan Idul Adha, Masjid Baitun Nikmah Griya Praja Mukti Gelar Takbir Keliling Unik

Lingkar.co – Gema takbir meramaikan suasana malam Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di Perumahan Griya Praja Mukti, Kelurahan Langenharjo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Masjid Baitun Nikmah menggelar acara takbir keliling yang unik, diikuti oleh 14 kafilah dari masing-masing Rukun Tetangga (RT).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus untuk mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga.
Takbir keliling yang lazim digelar pada malam Idulfitri, kali ini secara khusus dilakukan pada malam Idul adha.

Menurut Takmir Masjid Baitun Nikmah, H. Jarot Joko Wahyono, langkah ini sengaja diambil agar memberikan kesan yang berbeda dan lebih berkesan bagi warga.

“Kalau malam Idul Fitri Kreatifitas sudah biasa, hampir semua masjid dan musala mengadakan takbir keliling. Tapi kami ingin sesuatu yang berbeda. Ternyata respon warga luar biasa, karena tak ada kegiatan serupa di lingkungan sekitar,” ujar Jarot.

Tradisi takbir keliling malam Iduladha ini bukan kali pertama dilakukan. Dalam beberapa tahun terakhir, Masjid Baitun Nikmah konsisten mengadakan acara serupa. Selain menyemarakkan hari besar umat Islam, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi antarwarga.

Warga dari berbagai usia ikut terlibat, mulai dari anak-anak balita yang dibawa dengan kereta dorong, hingga lansia yang diangkut menggunakan mobil dan kereta mini. Semuanya antusias mengumandangkan takbir keliling kompleks perumahan dengan semangat tinggi.

Ketua panitia, H.Yono Haryono, mengatakan kegiatan ini menjadi momen kebersamaan lintas generasi yang sangat dinanti warga.
“Ini sudah menjadi agenda tahunan. Semua terlibat, dari membuat miniatur, menghias kendaraan, sampai latihan takbir bersama. Ada nilai edukasi, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang kuat,” jelas Yono.

Guna menambah semarak, panitia menghadirkan juri profesional untuk menilai aspek kekompakan, suara takbir, jumlah peserta, hingga kreativitas replika. Kafilah-kafilah peserta menampilkan berbagai miniatur unik seperti pesawat terbang, miniatur Ka’bah, dan ikon-ikon Islami lainnya.

Dengan semangat religius yang kuat dan atmosfer kekeluargaan yang hangat, takbir keliling Masjid Baitun Nikmah menjadi bukti bahwa Idul adha juga bisa dirayakan secara meriah, penuh makna, dan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan. (*)

Penulis: Wahyudi

Daftar Imam dan Khatib Lokasi Sholat Idul Adha, Jumat 6 Juni 2025 Wilayah Semarang

Lingkar.co – Kementerian Agama telah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1446 Hijriyah pada Jumat, 6 Juni 2025. Keputusan ini berdasarkan metode hisab rukyah yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Dengan adanya pengumuman ini, diharapkan umat Islam khususnya di Kota Semarang Jawa Tengah bisa melaksanakan sholat Idul Adha 6 Juni 2025.

Informasi terkait tempat, Imam dan Khotib Khutbah kegiatan sholat Idul Adha 1446 H / 2025 M di Masjid-Masjid di wilayah Kota Semarang yang dilansir Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD-PCNU) adalah sebagai berikut :

  1. Masjid Agung Kauman Semarang (MAS). Imam : KH Hanief Ismail, Lc. (Rois Syuriyah PCNU Kota Semarang) Khotib : KH Muhtasit, S.Ag., M.Pd. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang).
  2. Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah Semarang (MRB). Imam : KH. Ulil Abshor, AH. Khatib : Prof. Dr. H. Imam Yahya, M.Ag.
  3. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jl. Gajahraya Semarang. Imam : KH Zaenuri Achmad, AH. (Imam Besar MAJT & Pengasuh Ponpes Nurul Qur’ani Kab. Semarang). Khotib : Dr. KH Zulkarnain, SH., MH. (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kota Semarang).
  4. Masjid Al-Muhajirin, Banyumanik. Imam & Khotib : Dr. KH Moh, In’amuzzahidin Masyhudi, M.Ag. (Katib Syuriyah PCNU Kota Semarang_Pengasuh PPTQ Nurul Hidayah).
  5. Lapangan Mako Brimob, Srondol Lama. Imam & Khotib : KH Khoirul Amin, S.Ag., AH. (Ketua LDNU Kota Semarang).
  6. Masjid Al-Hidayah, Kp. Jatisari RT 05 RW 13 Gisikdrono, Semarang Barat. Imam & Khotib : KH Abdurrahim Al-Muhsin (Ketua Jammu Kota Semarang).
  7. Masjid Al-Azhar, Permata Puri, Ngaliyan. Imam : Dr. KH Amin Farih, M.Ag. Khotib : Prof. Dr. KH M. Erfan Soebahar, M.Ag. (Ketua MUI Kota Semarang).
  8. Masjid Baitul Muttaqin, Jl. Menoreh Raya No. 1 Sampangan. Imam & Khotib : Prof. Dr. H. Mudzakir Ali, MA. (Ketua LPTNU Provinsi Jawa Tengah).
  9. Masjid Jami’ NU Jomblang, Candisari. Imam & Khotib : Dr. KH Mustopa Halmar, M.Ag. (Ketua Ittihadul Muballighin wal Muballighot Jawa Tengah).
  10. Masjid Al-Jauhari, Jl. Kawi Raya No. 12 Tegalsari Candisari. Imam & Khotib : KH Syamsudin Salim, M.Ag. (Sekretaris Ittihadul Muballighin wal Muballighot Jawa Tengah).
  11. Masjid Islamic Centre, Kalipancur Manyaran Ngaliyan. Imam : KH. Muhibbin, AH. Khotib : Prof. Dr. KH Ahmad Izzuddin, M.Ag. (Pengasuh Ponpes Life Skill Darun Najah)
  12. Masjid Al-Huda, Wonodri Krajan. Imam & Khotib : Ustadz Ichul (Sholihul Hadi, S.Pd.I, M.Pd).
  13. Masjid Nurul Aziz, Jl. Parang Klitik Tlogosari Pedurungan. Imam & Khotib : Ustadz Lukman Wahid, S.Pd.I, M.Pd.
  14. Lapangan Sepak Bola “Gaharu Raya” Srondol Banyumanik. Imam & Khotib : Ustadz Burhan Ali Setiawan, S.H.I, M.H.
  15. Masjid Al-Kautsar, Taman Gusti putri Tlogosari. Imam & Khotib : Ustadz Muhammad Ruba’i Mubarok, S.Pd.I.
  16. Masjid At-Taqwa, Srondol Bumi Indah. Imam & Khotib : Ustadz Achmad Dhuha, S.Ag, M.S.I. (Abah Puri).
  17. Masjid Al-Maemunah, Dempel Baru. Imam & Khotib : Ustadz Ahmad Adib Nawawi, S.H.I, S.Pd.
  18. Masjid Darul Muttaqin, Tlogosari. Imam & Khotib : Ustadz Moh. Farhan, S.Pd.I., S.Hum, M.Pd.I.
  19. Masjid Jami’ Al-Ittihad, Kp. Pondok Tambakrejo Gayamsari. Imam & Khotib : Ustadz Ahmad Masyhudi Marzuki, S.Pd.I.
  20. Masjid Daarul Hikmah, Jl. Sido Asih IV/40 Tlogosari Semarang. Imam & Khotib : KH. Moh. Ali Makruf, S.H.I, M.S.I.
  21. Masjid Al-Amin, Jl. Srinindito Sel. VI No.6, Ngemplak Simongan, Semarang Barat. Imam & Khotib : Ustadz Dimas Ana Fadli.
  22. Masjid Hidayatullah, Ketileng. Imam & Khotib : Ustadz M. Saiful Bahri, S.Ag.
  23. Masjid Jami’ An-Nur, Sukun. Imam & Khotib : Ustadz Nasyril Arief.
  24. Halaman Rusunawa Kaligawe, Gayamsari. Imam & Khotib : Ustadz Agus Afif, S.Pd.I.
  25. Masjid An-Nur, Sembungharjo Permai, Genuk. Imam & Khotib : Ustadz Ali Subkan, SE.
  26. Masjid At-Taubah, Tegalsari, Candisari, Semarang. Imam & Khotib : Ustadz Zaenuri Ahmad Al-Lamongani.
  27. Sepanjang Jalan, RT. 03 RW. 01 Panggung Kidul, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz M. Asyrofi, S.Pd.I., AH.
  28. Masjid Al-Falah, Jl. Suyudono 85 Semarang. Imam : Habib H. Usman Baharun. Khotib : Prof. Dr. Ali Murtadho, S.Ag., M.Pd.
  29. Masjid Al-Istiqomah, Jl. Gergaji, Mugassari, Semarang. Imam & Khotib : Ustadz Muhammad Taufiq.
  30. Masjid Al-Ikhlas, Jl. Gedongsongo II, Manyaran, Semarang Barat. Imam & Khotib : Ustadz Muhammad Asy’ari, S.Sos.I.
  31. Masjid Al-Huda, Tumpang Raya, Petompon, Gajahmungkur. Imam : Ustadz M. Faiq, AH. Khotib : Prof. Ir. H. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D.
  32. Masjid A’maalush Sholihin, Kp. Manisharjo III, Kaligawe, Semarang. Imam & Khotib : Ustadz M. Khandziq Maulana, S.Sos.
  33. Masjid Nuurus Shomad, Kawi Wonotingal. Iman & Khotib : Ustadz Zaedun.
  34. Masjid Al-Ikhlas, Kp. Gunungpayung, Bambangkerep. Imam & Khotib : Ustadz Ghozali Al-Ghoz.
  35. Lapangan SMP Islam Al-Kautsar (Rono Moeslikan), Panggung Kidul, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz H. A. Rohadi.
  36. Masjid Jami’ Syahidin, Kerobokan. Imam & Khotib : Ustadz H. Puryanto, S.Ag.
  37. Masjid At-Tawwab, Komplek Brimob Simongan. Imam & Khotib : Ustadz Drs. Asror UM.
  38. Masjid Al-Maemunah 2, Griya Bumi Banjardowo Indah. Imam & Khotib : Ustadz Abdul Wahab, S.Pd.I.
  39. Masjid Baitul Muttaqin, Sido Gemah Raya, Kudu, Genuk. Imam : KH. M. Jamil Mudassir, S.Ag. Khotib : KH. Khafidl.
  40. Masjid Al-Ikhlash, Perumnas BPI Ngaliyan. Imam & Khotib : Ustadz H. Syukat Abdul Mu’iz, M.Pd.
  41. Masjid Jami’ Nurul Huda, Trangkil RT 01 RW 10, Sukorejo, Gunungpati. Imam & Khotib: Ustadz Asrori Maulana, S.H.I.
  42. Masjid Affa Ulya, Graha Estetika. Imam & Khotib : Prof. Dr. Muhyar Fanani, M.Ag.
  43. Masjid Baitussalam, Puspowarno IV/23 RT 03/04. Imam & Khotib : Ustadz H. Ahmad Sulbi, S.Ag.
  44. Masjid Jami’ Baitul Muhtadin, Jl. Sendangsari Utara IV, Kalicari. Pedurungan. Imam & Khotib : H. Nursodik, S.Pd., M.Si.
  45. Masjid Baiturrachim, Jl. Banowati Sel. IV, Bulu Lor, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz Slamet Riyadi, S.Th.I. (Mas Riyadh).
  46. Masjid Al-Ikhlas Phapros, Simongan. Imam & Khotib : K. Ali Murtadlo Nurudin, S.Ag.
  47. Masjid An-Nur, Lamper. Imam & Khotib : Ustadz Abdul Ghofur, S.H.I.
  48. Lapangan Musholla Miftahul Hasanah, Jl. Taman Brotojoyo, Panggung Kidul, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz Riko Usman, S.Pd.I.
  49. Musholla Al-Mabrur, Jl. Lodan 3, RT 02/03 Bandarharjo, Semarang Utara. Imam & Khotib : KH Muhammad Nasichin, S.Ag, AH.
  50. Musholla As-Sholihin, Cinde, Jomblang, Candisari. Imam & Khotib : Ustadz Mohammad Illiyyin Hamzah.
  51. Musholla Nurul Mustofa, Nangeng, Kudu, Genuk. Imam : K. Kustari Mustofa, S.H.I. Khotib : Ustadz Saefuddin, S.Pd.I.
  52. Musholla Nurul Huda, Purwoyoso RT 06 RW 12 Ngaliyan. Imam & Khotib : Ustadz Zainal Arifin.
  53. Masjid Al-Hikmah Dempel Kidul. Imam : Ustadz Abdul Kholik. Khotib : Ustadz M. Aminuddin Salafi, S.Pd.
  54. Masjid Hidayatut Taaibin, Bangetayu Kulon, Genuk. Imam & Khotib : Ustadz Atfalul Imam, S.Sy., M.Pd, AH.
  55. Masjid Al-Amin, Bandarharjo. Imam & Khotib : Ustadz Hanif Kurniawan, S.Pd.
  56. Musholla Al-Ihsan, Dinar Elok, Bukit Kencana Jaya. Imam & Khotib : Ustadz Moh. Arifin, AH.
  57. Masjid Darul Ma’wa, Jl. Lamper Krajan Raya No. 25. Imam & Khotib : Ustadz Muchamad Tohir, S.Pd.I, M.S.I.
  58. Masjid Nurussodiq Wonotingal. Imam : KH Rustamaji. Khotib : Ustadz Ali Ridlo, S.Ag.
  59. Musholla Nurul Huda, Bongsari Pamularsih. Imam & Khotib : Ustadz Muslimin Anis, S.H.I.
  60. Masjid At-Taqwa, Sekayu. Imam & Khotib : Ustadz Mohamad Asyif, S.Pd., M.Pd.
  61. Masjid Al-Kautsar, Pentul, Tinjomoyo. Imam & Khotib : Ustadz Dr. Ahmad Faqih, S.Ag, M.Si. (Dosen UIN Walisongo Semarang).
  62. Masjid Al-Hikmah, Jl. Kerapu Raya, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz Arifin, S.Sos.
  63. Masjid Baitul Hidayah, Krojo Sembungharjo, Genuk. Imam : KH. M. Abu Na’im, SE, M.Si. Khotib : Ustadz Muhammad Anas.
  64. Masjid Karunia, Jl. Bima I RT 02/05 Pindrikan Lor. Imam & Khotib : Ustadz Choirul, S.Ag., M.Pd.
  65. Masjid Al-Madina, Sampangan. Imam & Khotib : Ustadz Luqman Hafidzi, S.Pd.
  66. Masjid Jabal Nur, Griya Lestari, Gondoriyo, Imam & Khotib : Ustadz Mokhsin Al-Amin, S.Pd.
  67. Masjid Assalam, Mijen. Imam & Khotib : Ustadz Muhammad Lugito, S.Ag.
  68. Rumah Dinas BI Srondol. Imam & Khotib : Prof. Dr. KH Imam Taufiq, M.Ag (Pengasuh Ponpes Darul Falah Besongo)
  69. Masjid Jami’ Baiturrohim, Karangroto Genuk. Imam : KH Ahmad Junaidi. Khotib : KH Moh. Shohib Ridlwan, M.Pd.I (Ketua Tafidziyah MWCNU Genuk_Pengasuh PPTQ Assholihiyyah).
  70. Masjid Al-Falah, Jl. Gundih/Kadungjati No. 7. Imam & Khotib : Ustadz M. Zaenun Al-Kamil, SH.
  71. Masjid Baiturrahman Kelurahan Jatisari, Mijen. Imam & Khotib : Ustadz H. Heru Wibowo, S.Sos., MM., CMT., CRM.
  72. Masjid Darus Salam, Beringin Lestari, Ngaliyan. Imam & Khotib : Ustadz Busro Al-Jafari, SE.
  73. Masjid Miftahul Huda, Jl. Raden Fattah RT 05/06 Kel. Rejomulyo, Semarang Timur. Imam & Khotib : Ustadz Imam Bukhori, S.H.I.
  74. Masjid At-Taubah Lapas Kedungpane Kls 1 Kota Semarang. Imam & Khotib: Gus H.M. Sa’dullah Ash Shodiqi (LBMNU & Komisi Fatwa MUI Kota Semarang).
  75. Masjid Al-Jihad, Mangunharjo, Tembalang. Imam & Khotib : Ustadz Umar Sa’id, S.H.I., M.Pd (Pengasuh Ponpes Inklusi Nurul Maksum).
  76. Masjid Nurul Hidayah Ngesrep. Imam & Khotib : Gus Salam (Alfisalam Banyumanik).
  77. Masjid Asshomad, Plewan, Gayamsari. Imam & Khotib : Ustadz Zainudin, S.Pd.I
  78. Musholla Nurul Fatah, Lamper Mijen RT 01/01. SMU 11. Imam & Khotib : Ustadz Arif Miftahul Huda Jogorogo.
  79. Masjid Al-Istiqomah, Jatingaleh. Imam & Khotib : Ustadz Dr. M. Nur Muiz Zakaria, M.Pd.I, AH.
  80. Masjid Raya Banjardowo Baru, Karangroto, Genuk. Imam & Khotib : Ustadz Yuli Prayitno, S.H.I.
  81. Masjid Baitul Mannan, Karangroto, Genuk. Imam : KH Ahmad Baidlowi. Khotib : K. Muhammad Fadhlan.
  82. Masjid Rodlotul Taibin, Perum Labuhan, Tlogomulyo. Imam & Khotib : Kiai Heri Widodo, S.Ag.
  83. Masjid Al-Amin, Jl. Dewi Sartika Timur X Sukorejo, Gunungpati. Imam & Khotib: Prof. Dr. H.M. Khafidz, M.Si. (Wakil Ketua LPTNU Kota Semarang).
  84. Masjid Perumahan Adinata Kel. Ngadirgo, Mijen. Imam & Khotib : Ustadz Drs. H. Fathurrahman ZA, M.Pd. (Sekretaris LPTNU Kota Semarang).
  85. Masjid Darussalam, Banjardowo, Genuk. Imam : Ustadz Nur Yaqin, AH. Khotib : Ustadz Ach. Fathan, S.Ag.
  86. Masjid Al-Mubarok, Tanah Putih RW 03 Jomblang, Candisari. Imam & Khotib : KH Arif Syafii.
  87. Masjid Darusy Syukur, Tambak Aji, Ngaliyan. Imam & Khotib : KH Naim Anwar Musadat, S.Kom.
  88. Masjid Jami’ At-Taqwa, Pondok Podorejo Ngaliyan. Imam & Khotib : KH. Aly Zainuddin Ridlwan.
  89. Masjid Nuruttaqwa, Pandana Merdeka, Ngaliyan. Imam : KH M. Endro Suyitno. Khotib : Prof. Dr. KH. Imam Yahya, M.Ag.
  90. Masjid Al-Muhajirin, Perum Depag Bukit Walisongo. Imam & Khotib : Ustadz H.M. Zaenal Afif, S.H.I., MH.
  91. Masjid Baitussalam, Ngaliyan RW 04 Karonsih, Ngaliyan. Imam & Khotib Dr. KH Tolhah Maksun, M.A.
  92. Masjid Jabbal Nur, Griya Lestari Gondoriyo Ngaliyan. Imam & Khotib : Ustadz Mochsin Al-Amin, S.Pd.
  93. Masjid Al-Makmur, Perum koveri Bringin Ngaliyan. Imam & Khotib : Drs. KH Eman Sulaeman, MH.
  94. Masjid Nurul Iman, Tanjungsari RT 07/05 Tambakaji Ngaliyan. Imam : KH Najamuddin. Khotib : Dr. H. Widodo Supriono, MA.
  95. Masjid Jabal Rohmah, RW IV, Kelurahan Gondoriyo. Imam : K. A. Khamuli. Khotib : K. Zaenal Arifin.
  96. Masjid Jami’ At-Taqwa Ganesha. Imam & Khotib : Ustadz Moh. Yasin. Yusuf, S.Pd.
  97. Masjid An-Nur, Puri Asri Perdana, Padangsari Banyumanik. Imam & Khotib : Ustadz Anwar Kumaidi, M.Pd.
  98. Masjid Jami’ Baitul Muslimin, Jl. Ronggowarsito, Tanjungmas. Imam & Khotib : Ustadz Anang Purnomo, S.Pd.
  99. Masjid Jami’ Hidayaturrahman, Gangin RT 03/04 Bangetayu Wetan, Genuk. Imam : KH Syaerozi Noor. Khotib : K. Ahmad Hidayat.
  100. Masjid Al-Hidayah, Griya Borobudur, Tembalang. Imam & Khotib : Ustadz M. Khamdan Kharis, S.Psi.I.
  101. Musholla Al-Hijrah, Klampisan, Ngaliyan. Imam & Khotib : Ustadz Slamet Ayun
  102. Masjid Salafiyatul Huda, Randusari Spaen 1 RT 01/01, Semarang Selatan. Imam & Khotib : Ustadz Dede Riyanto, S.Pd.
  103. Masjid Al-Ikhlas, Jl. Genuk Perbalan RT 04/05, Tegalsari. Imam & Khotib : Ustadz Sekhudin, S.M, MH.
  104. Masjid An-Nur, Bulu Lor, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz Masruh, S.Pd.I.
  105. Masjid Jami’ Al-Falah, Genuksari, Genuk. Imam : KH Mashadi, S.Pd. Khotib : Ustadz Khoiruman Jihad.
  106. Masjid Nurut Taibin, Karangroto, Genuk. Imam : Ustadz Millatus Syamsi. Khotib : Ustadz Ahmad Ilyas Shofa.
  107. Masjid At-Taubah, Pucanggading. Imam & Khotib : Ustadz Mas’ud Ahmad.
  108. Masjid Mamba’un Ni’mah, Malangsari. Imam & Khotib : Ustadz Nur Aziz Djukri, S.H.I.
  109. Masjid Nurul Ikhsan, Karangroto, Genuk. Imam : Ustadz Suharno. Khotib : Ustadz Faizin
  110. Masjid Al-Hidayah, Puri Sartika. Imam & Khotib : Drs. KH M. Ghufron Busri.
  111. Masjid Al-Mukminun Afa Permai. Imam & Khotib : Drs. H.M.Nur Fauzan Ahmad, MA.
  112. Masjid Baitul Makmur, Jl. Kakap 55 Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz Abdullah Baghdada.
  113. Masjid Jannatul Kalam, Mangga Dalam, Srondol. Imam & Khotib : Ustadz Suyoto Mbs.
  114. Masjid Jami’ Baitul Quddus, Gebangsari. Imam : Kiai Abdul Latif, AH. Khotib : Ustadz Irfansyah Muhammad, AH.
  115. Masjid Al-Furqon, Aryamukti. Imam & Khotib : Ustadz Dr. H. Nurokhim, M.Si.
  116. Masjid Nurul Huda, Jl. Peres, Semarang Utara. Imam & Khotib : Drs. KH Kusdjono, M.S.I.
  117. Masjid Nurul Bahari, Pelabuhan, Semarang Utara. Imam & Khotib : Ustadz H. Abdul Aziz Sutikno.
  118. Masjid Al-A’raf Widuri I, Genuksari. Imam & Khotib : Ustadz Ahmad Ghufron, S.Pd.I, M.Pd.
  119. Masjid Jami’ Fadlilatuzzaman,Karang Tengah II, RW 03 Genuksari. Imam & Khotib: Ustadz Ners. Makdum Alaidin, S.Kep.
  120. Masjid Al-Amin, Tugurejo. Imam & Khotib : Ustadz H. Lutfi Samroni, S.Ag.
  121. Masjid Baitul Mukminin, RW 3 Karanganyar. Imam & Khotib : Ustadz Ahmad Aqib, M.Ag., AH.
  122. Masjid Ar-Raudhah, Randugarut. Imam : Kiai Dahlan Munir. Khotib : Ustadz Khoirul Anam.

Stok Hewan Kurban di Kendal Meningkat 70 Persen, Pemkab Pastikan Mayoritas Sehat

Lingkar.co – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Kendal dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan antara 50 hingga 70 persen.

Pemerintah Kabupaten melalui Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan bahwa sekitar 90 persen hewan kurban yang disiapkan tahun ini dalam kondisi sehat dan layak untuk disembelih.

“Kami terus melakukan pemeriksaan fisik terhadap hewan-hewan tersebut untuk memastikan kesehatannya,” ujarnya.

Namun begitu, Pandu mengingatkan bahwa potensi temuan cacing hati masih bisa terjadi. Pasalnya, pemeriksaan hewan kurban sebelum Idul Adha hanya dilakukan secara fisik dan tidak menyentuh organ dalam seperti hati, yang biasanya baru diketahui saat proses pemotongan.

“Kalau ditemukan hati yang rusak karena cacing dalam kondisi parah, kami sarankan untuk dimusnahkan dan tidak dikonsumsi,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, berikut adalah rincian jumlah hewan kurban di tahun 2024 dan 2025:

  • Sapi: dari 2.970 ekor (2024) menjadi 3.078 ekor (2025)
  • Kerbau: dari 20 ekor menjadi 47 ekor
  • Kambing: dari 9.789 ekor menjadi 12.431 ekor
  • Domba: dari 1.827 ekor menjadi 2.402 ekor

Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikasi positif bahwa kondisi ekonomi masyarakat membaik pascapandemi, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas dan kesehatan hewan kurban.

Selain melakukan pengawasan sebelum Idul Adha, Dinas Pertanian dan Pangan Kendal juga menyiagakan seluruh dokter hewan dan petugas kesehatan pada hari-H penyembelihan. Mereka akan turun langsung ke lapangan untuk mengawasi proses pemotongan.

“Jika ditemukan organ hati yang rusak berat karena cacing, langsung kami minta untuk dimusnahkan agar daging kurban yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan higienis,” tegas Pandu.

Dengan jumlah hewan kurban yang cukup serta pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah, masyarakat Kabupaten Kendal diharapkan bisa menjalankan ibadah kurban tahun ini dengan nyaman, aman, dan sehat. (yud/q)