Arsip Tag: efisien

Singgih Januratmoko: Embarkasi Haji Berbasis Hotel di Yogyakarta Lebih Efisien, Layak Jadi Percontohan Nasional

Lingkar.co – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menilai keberangkatan kloter perdana jemaah haji dari Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai tonggak penting dalam transformasi pelayanan haji di Indonesia.

Menurutnya, konsep embarkasi berbasis hotel yang diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan inovasi strategis yang patut dijadikan model nasional.

“Pendekatan ini jauh lebih efisien dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah. Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia,” ujar Singgih dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/04/2026).

Ia menekankan bahwa penggunaan hotel sebagai pusat layanan embarkasi menjadi solusi cerdas dibandingkan pembangunan asrama haji baru yang membutuhkan anggaran besar.

Dengan skema ini, kata dia, pemerintah dapat menghemat biaya sekaligus mengalokasikan anggaran ke sektor prioritas lain seperti pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga melihat dampak ekonomi yang signifikan dari kebijakan ini, khususnya bagi masyarakat di sekitar Kulon Progo. Aktivitas jemaah haji yang terpusat di hotel dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi melepas kloter perdana jemaah haji melalui embarkasi YIA. Sebanyak ratusan jemaah diberangkatkan menuju Tanah Suci, menandai dimulainya operasional embarkasi haji berbasis hotel di wilayah tersebut.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan bahwa konsep ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, modern, dan manusiawi bagi jemaah.

Dengan dukungan berbagai pihak, embarkasi YIA diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efisien dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Keberangkatan kloter perdana ini sekaligus menjadi catatan sejarah baru bagi DIY dalam penyelenggaraan haji, dengan menghadirkan sistem layanan yang inovatif, terintegrasi, dan berdampak luas bagi masyarakat. (*).

Hari Jum’at Tetap Jalankan Penyembelihan Hewan Kurban, Masjid Darul Ulum Semarang Tekankan Efisiensi

Lingkar.co – Perayaan penyembelihan hewan kurban kerap membuat repot panitia masjid, termasuk Masjid Darul Ulum yang terletak di Jalan Pamularsih Barat II Kelurahan Bojong Salaman, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun demikian, hal itu telah diantisipasi dengan baik sehingga apd hari Jumat (6/6/2025) ini tetap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Dengan tenaga profesional dan kekompakan jamaah dalam gotong-royong, pada jam 10.00 WIB sebanyak 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba telah selesai dikuliti di masjid yang terletak di belakang kompleks Gereja Katolik St Theresi. Karena hari raya kurban juga bertepatan dengan pelaksanaan salat Jumat, maka pada 11.00 semua kegiatan diselesaikan oleh perempuan.

Ketua Takmir Masjid Darul Ulum, Mirza Zuda Nur Fajri, ada 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba yang dikurbankan pada tahun 2025 ini. Jumlah tersebut terbilang stabil dalam setiap tahun.

“Secara jumlah masih stabil, Alhamdulillah masih sesuai dengan prediksi. Kalau tidak 4 sapi ya 3 sapi, kalau sapinya hanya 2 ekor biasanya kambing mencapai 20an,” ucapnya.

Dikatakan, pada pelaksanaan kurban dengan kisaran tersebut membutuhkan waktu sekitar 6 jam sampai pada pembagian. “Biasanya mulai jam 7 pagi, siang jam 2 sudah siap untuk dibagikan ke warga,” ujarnya.

Efektifitas waktu tersebut, kata dia, tidak lepas dari kepanitiaan yang melibatkan semua ketua Rukun Tetangga (RT) yang ada di wilayah Rukun Warga (RW) IX dan memperkuat peran remaja masjid. “Dari mulai pendataan penerima setiap RT sudah bisa dikondisikan untuk validasi ulang, jadi sudah ketahuan ada warga yang pindah atau tidak, ada keluarga baru atau tidak, jumlah penerima berkurang berapa atau tambah berapa,” paparnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa kegiatan penyembelihan hewan kurban tidak berjalan mulus-mulus saja. Ada beberapa kendala yang harus segera diantisipasi. “Dulu pernah ada larangan nyuci jeroan di sungai Kali Banjir Kanal Barat. Nah, ini kita awalnya membuat ulangan khusus, dan bisa digunakan tiap tahun,” bebernya.

“Mudah-mudahan bisa berjalan lebih baik tia tahun, dan kurban dari warga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Senada, Ketua panitia, Suyono menuturkan kegiatan penyembelihan hewan kurban merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Oleh karena itu, panitia hanya melakukan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan kurban agar lebih efektif dan efisien.

“Ibadah kurban ini kegiatan rutin tahunan. Jadi, panitia setiap kali rapat hanya bicara teknis, bagaimana lebih cepat dan lebih baik,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kegiatan berada di area masjid yang harus tetap dijaga kebersihannya, termasuk kandang sementara. Semua panitia juga sudah terbiasa membersihkan jika terpaksa ada darah hewan kurban yang menetes atau mengenai serambi. “Pokoknya selesai harus sudah bersih, tempat untuk salat juga sudah harus suci,” tandasnya.

Agar tidak banyak yang melintas di area, panitia telah menentukan tugas masing-masing dan dibuatkan aturan semacam standar operasional prosedur (SOP). “Dari bagian penyembelihan sampe bagian nimbang terus bagi, sudah diplot semua, dan ada bagian yang mengontrol masing-masing tugas,” urainya.

Terkait kemasan, ia mengatakan ada perbedaan untuk daging sapi, domba/kambing, tulang dan jeroan sudah dikemas secara terpisah dan dijadikan dalam satu kantong plastik. “Kita bedakan semuanya, warga yang menerima sudah paham,” ujarnya. (*)

Iswar Ingin Semarang Makin Maju dengan Transportasi Murah dan Efisien

Lingkar.co – Calon Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin ingin kota Semarang semakin maju dengan transportasi yang murah dan efisien. Ia menilai kendaraan listrik sangat cocok untuk perkotaan. Apalagi kota besar yang terus merangkak naik perekonomiannya seperti Kota Semarang.

Iswar mengatakan hal itu saat mendampingi pasangannya, Calon Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengunjungi sebuah pabrik perakitan motor listrik pada Jum’at (27/9/2024).

Selain itu, Iswar juga ditemani oleh Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga mantan wali kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Kedatangan tokoh-tokoh yang digadang-gadang sebagai Kepala Daerah Kota Semarang dan Jawa Tengah ini dalam rangka memastikan dunia kerja, terutama buruh, mendapatkan perhatian dan dipenuhi hak-hak yang harus didapatkan pekerja.

“Syarat untuk menjadikan sebuah kota yang berkelanjutan atau sustainable city salah satunya adalah penggunaan moda transportasi yang ramah lingkungan,” ujar Iswar.

“Perusahaan ini (produsen motor listrik) adalah salah satu produsen yang menyediakan itu dengan memproduksi motor listrik di Indonesia, khususnya Semarang,” tuturnya.

Iswar berharap perusahaan tersebut terus tumbuh dan berkontribusi kepada Kota Semarang dengan menciptakan iklim kerja yang mensejahterakan pekerjanya serta menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Semoga perusahaan ini bisa bertumbuh, berkontribusi untuk Kota Semarang, dan tentunya bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak serta ikut mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.

Iswar juga meminta kepada manajemen agar terus menjaga serta minciptakan suasana kerja yang menyenangkan. “Saya pengin pekerja di sini terus happy,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat