Arsip Tag: Sapi Kurban

Semangat Jalankan Ibadah Kurban, Harga Tinggi Tak Jadi Soal

Lingkar.co – Menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah daerah mulai menggeliat. Tingginya harga hewan saat ini nampaknya tidak jadi soal bagi umat Islam untuk berkurban.

Terbukti, Abas Komarudin,, penjual hewan kurban di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mengaku mulai diserbu pembeli meski harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Warga Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, ini mengungkapkan, peningkatan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, dibandingkan tahun lalu, penjualan hewan mengalami sedikit penurunan akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan pasokan dibanding tahun lalu, tapi harga justru naik sekitar 15 persen,” ujarnya saat ditemui wartawan, Sabtu (25/4/2025).

Abas menyebut, saat ini ia memiliki stok sekitar 50 ekor sapi dengan harga bervariasi, mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga tersebut, menurut dia, dipicu oleh terbatasnya pasokan sapi sehat di pasaran.

Ia juga memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat secara alami, dengan pakan rumput tanpa campuran bahan tambahan seperti bekatul atau ampas tahu.

Selain berprofesi sebagai pedagang, Abas juga dikenal sebagai anggota DPRD Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Sementara itu, salah satu pembeli, Samiyo Puspito, warga Desa Brangsong yang juga panitia kurban Mushala Baitul Muslimin, mengaku membeli tiga ekor sapi dengan harga sekitar Rp26,5 juta per ekor.

“Sudah tiga kali kami beli di sini, dan sapinya selalu sehat,” kata Samiyo.

Ia menambahkan, setiap tahun mushala desanya rutin menyembelih antara tiga hingga enam ekor sapi serta beberapa kambing. Untuk meringankan biaya, pembelian sapi biasanya dilakukan secara patungan oleh tujuh orang.

Samiyo berharap, pada perayaan Idul Adha tahun ini semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam berkurban. Selain sebagai bentuk ibadah, kurban juga menjadi sarana berbagi bagi masyarakat yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga tahun ini yang berqurban semakin banyak, sehingga lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” harapnya.

Dengan meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban ini, para pedagang berharap kondisi pasar akan terus membaik hingga puncak perayaan Idul Adha mendatang. (*)

Kurban di MAJT Tahun 2025, 14 Sapi dan 31 Kambing

Lingkar.co – Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang pada tahun 2025 melaksanakan penyembelihan 45 hewan kurban yang terdiri atas 14 ekor sapi dan 31 ekor kambing. Proses pemotongan hingga pendistribusian kepada masyarakat dilakukan pada Minggu (8/6/2025).

Ketua Panitia Idul Adha MAJT 1446 H, Prof. Dr. Tholkhatul Khoir, mengatakan ada dua skema pemberian hewan kurban dari berbagai pihak, yakni secara langsung berbentuk hewan kurban dan berupa sejumlah uang untuk dibelikan hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan syari’at.

“Ke-45 hewan kurban itu ada yang diserahkan langsung kepada kami, ada juga yang menitipkan uang untuk kami belikan sesuai nominal yang diberikan,” ujar Gus Tholkhah, sapaan akrab Prof. Dr. Tholkhatul Khoir.

Ia kemudian menyebut data shahibul qurban atau pemberi hewan kurban 14 ekor sapi kurban yang diterima panitia MAJT. Antara lain; Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Ribut Hari Wibowo, Ketua Senat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Prof. Dr. H. Edi Noersasongko, Wakil Wali Kota Semarang, H. Iswar Aminuddin, dan Kapolrestabes Semarang Muhammad Syahduddi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti juga ikut menyumbang seekor sapi sebagai wujud toleransi.

Adapun sedekah kurban dari instansi antara lain; Baznas RI, Bank Jateng, PT Djarum, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, PT Magenta Mediatama/Danone-Aqua (titip beli hewan) dan Yayasan Nadzir Wakaf Banda MAS, serta BPN Provinsi Jawa Tengah yang menitip uang untuk dibelikan sapi kurban

Sementara, 31 kambing/domba kurban berasal dari berbagai tokoh masyarakat dan lembaga, di antaranya KH Ahmad Darodji, H Harsono, H Diyatno BA, Adira Finance Syariah, Baznas Jawa Tengah, Maybank Syariah, PT Prima Mitra Laksana, Kedung Arto Syariah, Perum LKBN Antara Jateng, serta warga sekitar MAJT.

H Istajib, pengurus MAJT yang juga menjadi Pengawas Panitia Idul Adha 1446 H, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan pelaksanaan kurban melalui MAJT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua MPR RI, Gubernur Jateng, BAZNAS RI, Kapolda Jateng, BPN Jateng, Bank Jateng, Wali Kota Semarang, H Iswar Aminudin, Prof Edy Noersasongko, PT Djarum, Unwahas Semarang, PT Magenta Media Tama, Yayasan Nadzir Wakaf MAS, Kapolrestabes Semarang, pengurus PP MAJT, serta masyarakat sekitar. Semoga amal ibadah ini dicatat sebagai amal saleh, karena telah ikhlas berbagi di Hari Raya Kurban tahun ini,” ucappnya. (*)

Sembelih 116 Sapi Kurban, BAZNAS Jateng Bagikan Daging Dalam Bentuk Kornet

Lingkar.co – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah (Jateng), melakukan penyembelihan hewan kurban berupa 116 ekor sapi pada Idul adha 1446 Hijriah. Namun pendistribusian daging hewan kurban dalam bentuk kornet.

Ketua Baznas Jateng, KH. Ahmad Darodji mengatakan, pengolahan daging sapi menjadi kornet menjadi bentuk alternatif pemenuhan protein gizi masyarakat. Sebab, olahan kornet dinilai punya daya tahan lebih lama.

“Distribusi daging ini untuk peningkatan gizi masyarakat,” kata Kiai Darodji, sapaan akrabnya saat acara penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu, (7/6/2025).

Selain itu, lanjut dia, dalam pendistribusian olahan kornet juga lebih menghemat biaya transportasi jika dibandingkan masih dalam bentuk daging beku.

Dalam kesempatan itu, Darodji mengungkapkan, secara kuantitas jumlah hewan kurban yang diterima Baznas Jateng tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, terdapat 88 ekor sapi kurban. Jumlah tersebut mampu diolah menjadi lebih dari 100 ribu kaleng daging kornet.

Produk itu diserahkan dalam bentuk puluhan ribu paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana alam dan warga kategori miskin. Selain itu juga disalurkan ribuan kepada warga di desa dampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng.

Pada tahun ini, lanjut Darodji, dari 116 ekor sapi kurban, diestimasikan mampu diolah menjadi 150 ribu -160 ribu kaleng daging kornet.

Ketua Baznas RI, Noor Achmad mengatakan, pengalengan daging sapi kurban disasarkan juga ke wilayah 3T, yakni terpencil, terluar, dan tertinggal. “Belum tentu saudara kita di sana merasakan daging. Sehingga daging kaleng merupakan hal mewah dan sangat bermanfaat,” katanya.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno menambahkan, program pengolahan daging sapi menjadi kornet ini merupakan tahun kedua. Ia mengapresiasi dukungan Baznas untuk penanganan stunting, kemiskinan, dan pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

“Terima kasih atas dukungan Baznas. Masalah kekurangan protein masyarakat kita juga butuh perhatian. Anak-anak kita butuh konsumsi protein yang cukup,” kata dia.

Katanya, inisiasi pengolahan daging kornet ini diharapkan menjadi solusi dalam pemerataan distribusi daging kurban untuk masyarakat. (*)

Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Temukan 50 Kasus Cacing Hati pada Hewan Kurban

Lingkar.co – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal menemukan 50 kasus cacing hati pada hewan kurban saat pelaksanaan hari pertama penyembelihan Iduladha 2025. Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan di 239 titik pemotongan dengan total 2.269 ekor hewan kurban yang disembelih.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menyatakan bahwa data tersebut bersifat sementara karena proses rekapitulasi dari petugas lapangan masih berlangsung. “Biasanya data lengkap baru masuk sekitar pukul 16.00 WIB setelah semua pemeriksaan selesai,” jelas Pandu.

Hewan yang terinfeksi cacing hati tidak layak konsumsi, dan bagian hatinya harus dimusnahkan dengan cara dikubur agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Salah satu kasus ditemukan di Masjid Kampung Pungkuran, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu. Di lokasi tersebut, satu ekor sapi kurban diketahui mengalami infeksi cacing hati. Ketua panitia kurban setempat, Rizal, menjelaskan bahwa ada tiga ekor sapi dan beberapa kambing yang disembelih, dua sapi berasal dari Purwodadi dan satu dari Kendal. “Satu sapi ditemukan cacing hati dan langsung kami musnahkan bagian hatinya,” ujar Rizal.

Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan yang bertugas di lapangan, drh. Zaki, membenarkan temuan tersebut. “Hari kedua ini kami baru mendapati satu kasus, namun tidak menutup kemungkinan masih ada temuan lain. Kami masih menunggu laporan dari wilayah lain,” kata Zaki.

Sementara itu, Pandu menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan ketat di seluruh titik penyembelihan hewan kurban guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat. “Kami akan terus awasi agar daging kurban yang dikonsumsi aman dan layak,” tegasnya. (yud/q)

Bupati Kendal Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo ke Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyerahkan seekor sapi dari Presiden Prabowo Subianto kepada takmir Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu, Sabtu (7/6/2025).

Sapi jantan yang diberi nama Joni yang dibeli dari peternak di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal ini akan disembelih dan dagingnya didistribusikan.

Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari menjelaskan, sapi dengan berat 980 kilogram ini adalah bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang disalurkan melalui pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Semuanya jumlahnya 985 ekor untuk 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi Pemerintah pusat menyalurkan melalui pemerintah daerah. Dan kami menunjuk Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu ini untuk menyalurkan sapi kurban Pak Presiden ini,” terang Tika.

Dijelaskan Bupati, bahwa pemilihan Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu ini sesuai persyaratan yang diberikan kepada pemerintah pusat bahwasannya penyaluran daging kurban harus di lingkungan yang padat penduduk.

“Karena ada persyaratan khusus dari pemerintah pusat diantaranya, tidak boleh diterimakan kepada masjid raya kabupaten, kemudian juga persyaratan lainnya harus diserahkan di pemukiman yang padat penduduk agar supaya penyalurannya tepat sasaran dan bisa lebih bermanfaat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menuturkan, sapi Presiden Prabowo ini dipilih melalui seleksi baik dari segi bobot maupun kesehatannya. Sapi Joni ini merupakan sapi milik peternak Tanjungmojo, Anang yang dipelihara sejak kecil.

“Usianya sekarang 4 tahun. Sapi ini memang dari kecil dibesarkan di peternakan Pak Anang Tanjungmojo ini. Jadi bukan sapi seperti kebanyakan. Jadi ini dibesarkan di Kendal,” ungkap Pandu.

Sementara, Panitia Kurban Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu, Faizin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Bupati Tika atas kepercayaannya untuk penyembelihan dan pendistribusian daging kurban tersebut.

“Untuk pendistribusiannya kita prioritaskan di wilayah-wilayah padat penduduk dan kurang mampu. Seperti di kampung-kampung selatan itu masih banyak warga kurang mampu. Baik di Krajan Kulon, Kutoharjo atau ponpes yang tidak terlalu besar, kita distribusikan melalui RT masing-masing,” paparnya. (yud/q)

Tingkatkan Solidaritas dan Toleransi, Agustina Wali kota Semarang Serahkan Hewan Kurban Pada Perayaan Idul Adha

Lingkar.co – Dalam momen perayaan Idul Adha, Agustina, Wali Kota Semarang menyerahkan hewan kurban di kompleks Balaikota Semarang. Dalam kesempatan itu, dirinya menekankan pentingnya nilai solidaritas dan toleransi.

“Kita bersyukur ya memiliki sebuah momen istimewa di setiap tahun, yaitu berbagi dalam perayaan Idul Kurban, ada banyak sekali yang kemudian memberikan sumbangan berbentuk sapi dan kambing, dan ini menjadi kegiatan yang sangat positif,” ujarnya Jumat (6/6).

Wujud toleransi sendiri diimplementasikan dalam kebersamaan dan gotong royong panitia kurban di Balaikota Semarang, yang tidak semuanya beragama Islam.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa hewan kurban juga diserahkan ke masjid-masjid di Kota Semarang, di antaranya Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman. Selain itu juga diberikan kepada masyarakat, seperti di daerah Pekunden dan Pleburan.

“Dan kita banyak sekali memberikan sapi dari ASN di Kota Semarang ini, dari Korpri juga besar sekali 880 kilo, totalnya yang di sini ada 11 ekor, dan yang dikirimkan ke masjid-masjid besar yang menjadi pendukung kegiatan kota Semarang, kita kirimkan,” jelasnya.

Agustina berharap, pada momen Idul Adha yang sarat akan nilai-nilai religius ini, dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Semarang.

“Kami berharap berkah dan hidayah melimpah bagi warga kota Semarang, baik yang memberi maupun yang menerima, dan semoga dengan perayaan hari raya Idul Adha ini kita semakin direkatkan dalam persatuan dan kesatuan, dan membawa kota Semarang menjadi semakin hebat,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Kesra (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat) Kota Semarang, Ali Sofyan, menyatakan bahwa pengadaan hewan qurban dari APBD Kota Semarang dipersiapkan 5 ekor sapi.

Dengan rincian, dua sapi merupakan atas nama Wali kota Semarang dan wakilnya, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin, yang diserahkan ke Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman.

Sedangkan tiga sapi lainnya untuk Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT dan satu ekor disembelih di komplek Balaikota Semarang. Sementara untuk kambing, ada 28 ekor dengan berbagai jenis.

Ali menambahkan bahwa Balaikota Semarang sendiri, menyembelih 11 ekor sapi. Sisanya Pemkot Semarang menyerahkannya ke masjid-masjid tersebut. (Adv)

Pemprov Jateng Kurban 547.590 Hewan, Ahmad Luthfi Serahkan Sapi ke MAJT

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi salat idul adha di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Jumat, 6 Juni 2025. Setelah Salat Id, ia menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia kurban MAJT.

Salat Id di MAJT dimulai pukul 06.35. Bertindak sebagai imam salat id adalah Imam Besar MAJT KH Zaenuri Ahmad, khotib Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Zulkarnain. Usai salat Id, Gubernur Ahmad Luthfi sempat bersalam-salaman dengan para jamaah. Setelah itu menyerahkan hewan kurban.

“Saya serahkan hewan kurban untuk disembelih dan diserahkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” kata Ahmad Luthfi saat menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban yang diwakili Ketua PP MAJT Noor Ahmad.

Ahmad Luthfi menjelaskan, pada Iduladha tahun ini, di Provinsi Jawa Tengah ada sekitar 547.590 hewan kurban. Ratusan hewan kurban itu nanti akan disembelih dan diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Secara tidak langsung, itu akan memberikan kemerataan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu.

“Sangat menarik tradisi penyembelihan hewan kurban secara bersama-sama di seluruh Jawa Tengah. Di samping kewajiban bagi mereka yang mampu juga tentang bagaimana masyarakat kurang mampu dapat ikut menikmati. Ini merupakan bagian sosial kita, rejeki kita yang diberikan kepada yang berhak,” katanya.

Ketua Pengurus Pengelola MAJT Noor Ahmad mengatakan, setiap tahun penyembelihan hewan kurban di MAJT selalu meningkat. Kegiatan ini akan terus kita laksanakan dan akan menjadi tradisi kita semuanya.

Iduladha kali ini panitia kurban juga menerima hewan kurban berupa sapi dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan berat hampir 1 ton, kemudian ada dari Kapolda Jateng, Bank Jateng, dan BAZNAS, serta puluhan ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Juni 2025. Pembagian hewan kurban sudah ada daftarnya, termasuk di masyarakat sekitar MAJT dan masyarakat kurang mampu. (*)

Bobot 1 Ton, Sapi Terbesar Presiden RI Prabowo Subianto Akan Dikurbankan di Kaliwungu

Lingkar.co – Seorang peternak sapi bernama Anang mengaku bangga berhasil memiliki sapi yang dinobatkan sebagai terbesar yang akan dijadikan sebagai hewan kurban oleh presiden Prabowo Subianto. Ia adalah warga Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sapi yang ia piara dinyatakan sebagai yang terbesar setelah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh tim dari Dinas Peternakan Kabupaten Kendal. Sapi jantan milik Anang dinyatakan layak dan memenuhi semua kriteria sebagai hewan kurban bantuan Presiden. Rencananya, sapi tersebut akan diserahkan ke Masjid Al Muttaqin Kaliwungu saat perayaan Idul Adha beberapa hari lagi.

Sapi yang diberi nama Joni ini memiliki bobot mencapai 1 ton, menjadikannya sebagai sapi kurban terbesar dari Presiden Prabowo tahun ini.

Dalam proses seleksi, Joni mengalahkan dua kandidat sapi lainnya berkat kondisi kesehatan yang prima, fisik yang kuat, usia matang, serta bobot tubuh yang sesuai standar kurban.

Menurut Anang, sapi tersebut telah ia rawat selama tiga tahun dengan pakan berkualitas, antara lain rumput segar, bekatul, dan pakan instan. Selain sehat dan gemuk, Joni juga telah memenuhi syarat kurban secara syariat, termasuk telah tanggalnya tiga pasang gigi permanen.

“Saya sangat bersyukur sapi yang saya rawat selama tiga tahun ini akhirnya terpilih sebagai sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto. Alhamdulillah, sapinya sehat dan gemuk, serta sudah memenuhi syarat kurban,” ujar Anang saat dikonfirmasi oleh awak media Lingkar.co pada Selasa (3/6/2025).

Sapi Joni dibeli oleh Prabowo Subianto dengan harga mencapai Rp100 juta, dan akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permana Sari kepada panitia kurban Masjid Al Muttaqin Kaliwungu, sebagai hewan kurban atas nama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (*)

Penulis Wahyudi

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Bulki, Sapi Pilihan Presiden Prabowo untuk Kurban Iduladha 2025 di Rembang

Lingkar.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memilih seekor sapi jantan jenis Simental bernama “Bulki” sebagai hewan kurban dalam perayaan Iduladha 2025 untuk Kabupaten Rembang. Sapi tersebut berasal dari Desa Bogorejo, Kecamatan Sedan, dan merupakan milik Nur Hasan, anggota DPRD Rembang.

Bulki merupakan sapi berusia 2,5 tahun dengan bobot lebih dari 900 kilogram, hampir mencapai satu ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang, Agus Iwan, mengungkapkan bahwa proses seleksi sapi kurban dilakukan secara ketat dengan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi.

“Kami kirim beberapa kandidat. Tapi memang Bulki paling unggul. Jenis Simental, berat lebih dari 900 kilogram, hampir 1 ton. Harganya sekitar Rp85 juta dan kesehatannya selalu dipantau,” ujarnya.

Kriteria pemilihan sapi kurban yang ditetapkan oleh Sekretariat Presiden meliputi jenis sapi Simental, Limosin, Peranakan Ongole (PO), atau Sumba Ongole (SO), berjenis kelamin jantan, dan berumur minimal dua tahun.

Selain itu, sapi harus dalam kondisi sehat, dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas setempat, tidak cacat, serta memiliki bobot minimal 800 kilogram.

Dokter hewan dari Dintanpan Rembang, drh. Anwarul Fuad, menjelaskan bahwa Bulki dalam kondisi sehat dan aktif, serta bebas dari parasit internal.

“Bulki juga telah menjalani vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku). Hingga hari perayaan Iduladha, sapi tersebut akan terus diperiksa secara berkala oleh tim dokter hewan setiap dua minggu sekali,” jelasnya.

Ia mengatakan, selain pemeriksaan kesehatan, aspek pemberian pakan, kebersihan kandang, serta desinfeksi kandang dan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam perawatan Bulki.

“Seleksi yang dilakukan meliputi pemeriksaan berkala setiap dua minggu sekali oleh dokter hewan dan karantina ternak dengan pemberian pakan yang baik, kebersihan kandang, desinfeksi kandang dan lingkungan,” tambah drh. Anwarul Fuad.

Rencananya, penyerahan sekaligus penyembelihan Bulki akan dilakukan di Masjid Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, pada hari Iduladha 2025. Proses pemberkasan sapi ini saat ini sudah memasuki tahap akhir di tingkat provinsi. (*)