Arsip Tag: Jalan Mantap

Bupati Tegaskan Target Pemkab Tahun 2026; Jalan di Kendal 80 Persen Kategori Mantap

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kendal. Ia menyebut, pada tahun 2026 ini, Pemkab Kendal menargetkan 80 persen jalan kabupaten dalam kondisi mantap, sementara 15 persen lainnya berada pada kategori rusak sedang.

“Pembangunan infrastruktur jalan ini kita prioritaskan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Target kami di tahun 2026, 80 persen jalan kabupaten sudah mantap dan akses ke wilayah terpencil bisa terbuka,” ujar Bupati.

Mbak Tika, sapaan akrab Dyah Kartika Permanasari menyampaikan hal itu saat melakukan monitoring pembangunan jalan kabupaten di Desa Sekucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (6/1/2026).

Sebagai informasi, jalan sepanjang 950 meter dengan lebar enam meter tersebut menjadi akses vital bagi warga dua dusun terpencil yang selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan infrastruktur.

Bupati mengamati jalan di kawasan pesisir ini sudah lama dalam kondisi rusak dan becek, sehingga menjadi kendala aktivitas warga setiap hari.

Padahal, terdapat sekitar 300 kepala keluarga. Setiap berangkat kerja, mereka harus melintasi jalan rusak untuk menuju pusat pemerintahan desa maupun ibu kota kecamatan. Kondisi ini kerap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan publik.

Pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dengan konstruksi cor beton hingga tembus ke Dusun Larangan dan Dusun Sigentong. Selain membuka keterisolasian wilayah, keberadaan jalan ini juga menghubungkan dua destinasi wisata pantai, yakni Pantai Manis dan Pantai Sendang Asih.

Atas perhatian Bupati Tika, Sekretaris Desa Sekucing, Mashudi, menyampaikan apresiasi karena pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, selama puluhan tahun dua dusun di wilayahnya terisolasi dan belum pernah mendapatkan pembangunan jalan baru.

Ia berharap sisa jalan yang belum dicor sepanjang sekitar 500 meter dapat diselesaikan tahun ini agar warga lebih mudah mengakses layanan pemerintahan serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal. Selama puluhan tahun dua dusun ini terisolasi. Semoga sisa jalan yang belum dicor bisa segera selesai sehingga warga lebih mudah beraktivitas,” kata Mashudi.

Hal senada disampaikan pengelola Pantai Sendang Asih, Heni Endang Setyowati. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, ia optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat dan berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar.

“Kalau jalannya bagus, wisatawan lebih mudah datang. Ini sangat membantu perekonomian warga dan pelaku wisata di sekitar pantai,” ujarnya.

Dengan pembangunan jalan kabupaten di wilayah pesisir Desa Sekucing ini, diharapkan akses transportasi warga semakin lancar, sektor pariwisata berkembang, serta perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Kendal terus meningkat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha Kolaborasi Perbaiki Jalan Desa Tembungraja Brebes

Lingkar.co – Ruas jalan Tembongraja-Salem sepanjang 6,43 kilometer selama ini menjadi urat nadi pergerakan warga. Kondisinya bervariasi, sebagian baik, sebagian rusak sedang hingga berat, bahkan sempat viral karena kerusakannya yang cukup parah.

Meski begitu, warga tidak tinggal diam. Mereka melakukan swadaya, bergotong royong memperbaiki sebisanya, lalu bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mencari solusi jangka panjang.

Dalam skema collaborative funding, swadaya masyarakat sudah menyumbang Rp200 juta untuk pengerjaan, Pemkab Brebes mengalokasikan Rp 500 juta untuk rigid beton dan Rp200 juta untuk pemeliharaan rutin, sementara dukungan CSR dari Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Jawa Tengah mendapatkan Rp130 juta untuk pengerjaan sepanjang 150 meter.

Kini, Pemprov Jateng menyiapkan langkah lebih besar. Gubernur Ahmad Luthfi memastikan ada alokasi bantuan keuangan (Bankeu) sebesar Rp 2 miliar dalam APBD 2026 untuk menuntaskan perbaikan jalan. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program prioritas Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada hari Kamis (2/10/2025) datang meninjau kondisi jalan Desa Tembongraja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Suasana pun berubah dari biasanya.

Emak-emak dan anak-anak penuh suka menyambut dengan antusias. Mereka senang karena jalan desa yang sudah lama rusak akan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Jalan ini nanti kita sambungkan pengaspalannya sampai tuntas. Mohon doa restunya agar masyarakat bisa menikmati, terutama untuk mendukung ekonomi wilayah,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jawa Tengah, Hanung Triyono, menambahkan, pola kolaborasi antara masyarakat, kabupaten, provinsi, dan CSR akan menjadi kunci keberhasilan.

“Tembongraja-Salem ini kurang lebih 6,4 km. Jalan ini rusaknya parah dan sempat viral. Kita lakukan kolaborasi bareng-bareng. Tahun depan akan kita coba masukkan dalam Bankeu provinsi, sharing dengan kabupaten. Mudah-mudahan bisa sekitar Rp 4 miliar, Rp 2 miliar dari provinsi, Rp 2 miliar dari kabupaten,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan langsung Gubernur Ahmad Luthfi kepada masyarakat yang telah bergerak lebih dulu. Ia menekankan bahwa pola pembiayaan gotong royong seperti ini sangat diperlukan karena keterbatasan APBD.

Gubernur berharap model collaborative funding ini bisa direplikasi di daerah lain, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur bisa merata dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Bagi warga Tembongraja, janji itu jadi angin segar. Kehadiran Gubernur bersama rombongan bukan sekadar kunjungan, melainkan juga harapan baru bahwa jalan yang sehari-hari mereka lalui untuk sekolah, bekerja, dan berjualan, akhirnya akan benar-benar mulus dan kategori mantap. (*)